"Haah, itulah kenapa aku menganggap orang-orang Kirigakure sangat amat lemah. Tetapi, dengan begini, cerita pertarunganmu belum selesai kan, Yondaime Uzukage-sama. Kami ingin sedikit bermain-main denganmu. Bukan begitu, Sandaime Kazekage-danna?"
Dan sang pengendali pasir besi, monster dingin dari Suna…
Dia menatapku dengan tatapan dinginnya yang menusuk, yang membuat hatiku bergetar.
Dari sekian banyak orang, aku paling berharap untuk tidak melawannya.
Satu-satunya Kage yang kusegani selain ayahku, Sandaime Kazekage-danna. Aku teringat kata-katanya sebelum dia meninggalkan acara pernikahanku, dan tampaknya pertarungan melawannya menjadi nyata di hadapanku!
Naruto by Masashi Kishimoto
The Uzukage by Doni Ren and Icha Ren
This Story for Naruto Lovers, and for Anella Gathra
Pairing : NaruShion
Rate : T+
Genre : Adventure, Romance
Warning : Typo, Abal abal, Gajeness, Kacau, Tata Kata Aneh Aneh, OOC, DLL
Normal POV
Naruto POV
Shion POV
Strong n Smart!Naru
Older!Naru
Older!Shion
.
.
.
"Ketamakan adalah sifat alami manusia, begitu pula di hati para pemimpin manusia."
Sandaime Kazekage, The Controller of Steel Sand
Area Battle Uzukage Vs 2 Kage's and 7-Sword Shinobi Kirigakure
Normal POV
Tanpa pemberitahuan. Tanpa sempat menyelesaikan kedipan matanya, Sandaime Raikage menyerang Naruto dengan kecepatan petirnya. Naruto yang masih menggunakan kekuatan Sumi-Kyo ke-7nya berhasil menghindar dari serangan cepat Raikage dengan melompat ke samping. Raikage melompat cepat ke arah Naruto sambil melayangkan 4 jari tangannya yang lurus. Jurus andalan Raikage ketiga yang mematikan, Jigokuzuki: Yohnon Nukite. Naruto langsung menggunakan sunshin cahayanya dan berdiri di salah satu Fuin yang telah dia tanam. Napasnya menjadi berat. Sang Uzumaki semakin menguras chakranya dengan pertarungan yang semakin panjang.
"Bantu kami, para ninja Kirigakure." Sandaime Kazekage melepaskan rantai Naruto yang mengikat Zabuza dengan kumpulan pasir besinya yang dibentuk seperti pedang. Kazekage ketiga itu juga membuat sebuah palu raksasa. Amat sangat besar, yang semua komponennya adalah pasir besinya dan menghancurkan kekkai 4 tiang Naruto dengan 3 kali pukulan brutal. Kekkai berwarna gradient merah itu hancur berkeping-keping. 4 tiang jutsu Naruto roboh dan terjatuh hancur di tanah menjadi batu-batuan tak berdaya. Yondaime Uzukage hanya menatap datar kehancuran jutsu-jutsu segelnya. Dia menatap Raikage yang menjalari tubuhnya dengan listrik.
"Nah, mari bermain-main, Uzukage-sama."
"Kau pengkhianat, Raikage…" Naruto menutup sebelah matanya. Napasnya terengah-engah. Penggunaan chakranya untuk Sumi-Kyo benar-benar membuat tenaga dan chakranya terkuras habis.
"Aku tidak menyangka temanku bisa berbuat seperti ini."
"Kau-lah yang akan mengkhianati kami setelah menikah dengan Shion-sama, Uzukage."
Naruto menggeram. Dia membuka mata kanannya yang tadi tertutup dan menatap Raikage dengan tatapan tajam namun masih diliputi cahaya ketenangan.
"Siapa yang mengatakan seperti itu?"
"Danzo."
Naruto menoleh ke arah Sandaime Kazekage. Mata safir sang Uzukage terbuka penuh keterkejutan. Rbuan pasir besi Kazekage membentuk seperti gelombang tsunami raksasa di belakang sang Kazekage. Sandaime Kazekage tinggal menyuruh pasir berbahayanya itu menghantam Naruto dan daerah ini benar-benar akan hancur berantakan. Naruto memandang wajah dingin Sandaime Kazekage. Dia kembali memikirkan perkataan pemimpin ketiga Suna tersebut.
"Danzo? Kalian percaya dengannya?"
"Ya, karena dia sendiri memperlihatkan kepada kami bahwa ketika kau menikah dan membuat Gerbang Saiken hidup, maka kekuatan desamu akan semakin berbahaya." Raikage menggerak-gerakkan lehernya. Naruto menoleh ke arah Raikage dengan wajah tenang, namun matanya bergetar aneh.
"Memperlihatkan apa?!" Naruto menatap tajam Raikage. Raikage mengangkat bahunya.
"Kami secara langsung melihat kakakmu dan juga mendengar langsung darinya bahwa jika Gerbang Saiken hidup maka sesuai ramalan Rikuodou Sannin, kau dan istrimu akan menghasilkan kekuatan luar biasa yang sanggup menghilangkan 5 desa besar sekaligus."
"Aku tidak mungkin melakukannya…"
"Kau pasti melakukannya. Danzo telah mengatakan kepada kami faktor-faktor penting dan tepat kenapa kau ingin melakukan penghancuran jika kau mendapatkan kekuatan tersebut."
Naruto menatap tak percaya ke arah Raikage. Apa otaknya sudah dicuci si sialan Danzo?! Bagaimana keadaan kakaknya?! Naruto menahan napasnya ketika mendengar suara tenang namun berbahaya dari Kazekage ketiga.
"Yang perlu kau ketahui, Yondaime Uzukage. Desamu dan istrimu…"
Naruto merasakan seluruh adrenalin tubuhnya melesat ke telinganya.
"…Sudah hancur."
DEG!
Hanya semilir angin. Kembali hanya semilir angin yang menerpa tubuh sang Yondaime Uzukage. Raikage dan Kazekage menatap Naruto dengan pandangan bertanya saat ekspresi sang Uzukage yang tadinya terkejut, perlahan-lahan kembali tenang. Uzukage keempat itu balas memandang keduanya bergantian.
"Nah, jika desa dan istriku sudah tiada. Apa tujuan kalian selanjutnya?"
"Tentu saja membunuhmu." Zabuza yang baru saja mengangkat pedang Kubikiribocho-nya langsung ikut dalam pembicaraan para Kage. Kisame terkekeh. Tawanya benar-benar terdengar jelas di daerah tersebut karena situasi penuh keheningan yang sedang bergulir. Naruto tidak menjawab kata-kata Zabuza. Dia menatap lekat-lekat tanah di bawahnya.
"Dan jika aku telah kalah, apa rencana kalian selanjutnya?"
"Tentu saja hidup dengan kedamaian, Yondaime Uzukage-sama." Kata Raikage dengan nada tenang.
"Tidak akan pernah!" Naruto menatap tajam Raikage ketiga "Kata kedamaian dalam dunia kita, dunia ninja, tidak akan pernah terwujud ketika 5 desa besar masih dipenuhi dengan sisi kebohongan dan kegiatan kegelapan." Naruto menggerakkan retinanya ke arah Sandaime Kazekage. Pemimpin ketiga Suna itu membalas tatapan Naruto.
"Kalian berempat yang hanya beberapa waktu baru mengenal Shimura Danzo langsung termakan oleh kata-kata dan hasutannya… apa kalian tidak berpikir tentang latar belakang sebenarnya yang ingin dia lakukan?!"
"Yang kutahu satu hal pasti, Uzukage."
Naruto menatap tajam Kazekage yang menjawab kata-katanya. Sang Kazekage, dengan mata dinginnya hanya membalas tatapan Naruto dengan pandangan datar.
"Danzo melakukan hal ini untuk melindungi desanya-"
"KALAU BEGITU AKU JUGA BERHAK MELINDUNGI DESAKU DAN ISTRIKU!" Naruto menggeram kesal. Teriakannya dibalas lagi oleh semilir angin yang menyejukkan. Mata Kazekage ketiga sedikit bergetar.
"Aku berhak untuk mempertahankan kedamaian desaku. Aku berhak menjaga seluruh rakyatku, orang-orang yang kucintai." Semuanya memandang Naruto dengan waspada "Jika ini pilihan yang kalian ambil, aku benar-benar kecewa kepada sifat kepemimpinan kalian, teman-teman."
'Teman-teman?' Kazekage ketiga menghela napas perlahan. Dia tidak menyangka sang Uzukage masih menggunakan kata 'teman' untuk memanggil dirinya dan juga Raikage. Sedikit keraguan menjalar di hati sang pengendali pasir besi. Namun pikirannya kembali melayang saat mendengar kata-kata dari Kushina, kakaknya Naruto, tentang kekuatan besar dari hidupnya Gerbang Saiken.
"Maaf Naruto," Raikage ketiga memejamkan matanya "Tetapi keputusan kami telah bulat. Kami akan menghancurkan-"
"Dan keputusanku juga telah bulat." Naruto memotong kata-kata Raikage dan menggerakkan segel tangan dengan cepat. Semua mata memandang sang Uzukage dengan waspada "AKAN KUHANCURKAN KALIAN…"
"Ringo! Kau sudah lebih baik?!" Zabuza menoleh ke arah Ringo yang masih memegang kepalanya kesakitan.
"A-ada apa Zabuza?" Ringo menatap kebingungan Zabuza. Kepalanya benar-benar terasa pusing.
"Gunakan jutsu Ikazuchi no Kiba-mu! Buat awan gelap di langit!" teriak Zabuza dengan mata berkilat penuh pemaksaan. Dia melirik ke arah Yondaime Uzukage yang sudah siap dengan jutsunya.
"…AKAN KUHANCURKAN KALIAN DENGAN SENANG HATI! FUINJUTSU: JIGOKU NO RANDORENSA!"
"R-rantai itu lagi?!" teriak Jinin. Puluhan rantai langsung keluar dari tanah dan melayang ke arah 7 ninja Kiri dan dua Kage desa besar ninja. Sandaime Kazekage menghempaskan semua rantai itu dengan libasan pasirnya. Raikage berlari cepat ke arah Naruto dengan Jigokuzuki-nya.
BLAARH! Empat jari Raikage menghantam tanah tempat Naruto berpijak tanpa ampun. Mata Raikage membulat sempurna. Naruto sudah menghilang dari hadapannya. Kepala Raikage menoleh ke belakang dan Naruto sudah berdiri dengan tenang di belakangnya sambil menatapnya dengan pandangan penuh keberanian.
'Dia sudah menanam sunshin cahaya di belakangku! Memang kemampuan yang diharapkan dari seorang Uzukage!'
"Fuinjutsu: Jesucha Teishi." Gumam Naruto pelan.
'Fuinjutsu penghenti gerak tubuh jarak dekat?! Celaka! Aku harus menjauhinya!' Raikage menghempaskan telapak tangan kirinya ke tanah, membuat tanah-tanahnya retak, dan melompat ke depan dengan tubuh berputar ke atas. Naruto tiba-tiba menghilang dengan percikan cahaya. Mata Raikage bergetar penuh keterkejutan.
'Aku lupa! Dia pasti sudah menanam Fuin di tempat berpijaknya tadi!'
Naruto muncul di depan punggung Raikage yang terbuka bebas. Tanpa pertahanan. Naruto mengalirkan chakranya ke tangan kanannya dan siap dengan pukulan mautnya. Mata safirnya melirik ke belakang saat sekumpulan pasir besi melesat ke arahnya seperti peluru. Naruto menggerakkan handseal dengan cepat. Arah gerakannya berubah.
"Fuinjutsu: Ritan!"
Tiba-tiba di hadapan Naruto muncul gradient cahaya yang berbentuk cekung. Bola-bola peluru pasir besi Kazekage yang melesat masuk ke daerah cekung tersebut menghilang. Naruto terbatuk pelan. Chakranya semakin menipis. Raikage yang melihat kelengahan Naruto segera berpijak di tanah dan melakukan lompatan cepat ke arah Naruto. Mata Naruto melirik ke kiri, di mana Raikage melesatkan lutut kanannya ke perut sang Uzumaki. Naruto menahan serangan lutut kanan Raikage dengan telapak tangan kirinya, namun kecepatan dahsyat dari Raikage membuat Naruto tidak mampu menahan kekuatan lutut pemimpin Kumo tersebut untuk menghantam perutnya. Naruto terpental ke atas dan Raikage langsung melesat cepat mengikutinya.
"MAAF UZUKAGE-SAMA, INI ADALAH AKHIR-"
Naruto menghilang dengan cepat. Dia kembali menggunakan shunshin cahayanya yang luar biasa membantunya di pertarungan ini. Naruto berdiri di belakang 7 ninja Kiri dengan wajah kelelahan.
"Cepatnya." Kata Mangetsu dengan wajah takjub.
"Sekarang Ringo!" teriak Zabuza. Ringo mengangkat kedua pedangnya ke atas. Naruto memandang cepat situasi. Sementara Jinin, Jinpachi dan Kushimaru melesat ke arahnya dengan cepat. Terjadi adu Taijutsu dan pertarungan jarak pendek dari keempat ninja tersebut. Kisame memandang langit, dia terkekeh pelan saat awan tiba-tiba bergumul dan menjadi gelap. Menambah suram areal pertarungan di sana.
"Raiton: Ikazuchi no Kiba!"
DHUAARHH! Petir melesat ke atas dari pedang Ringo. Naruto yang sedang menghantam wajah Kushimaru dan Jinin bersamaan langsung melihat ke atas. Ke arah langit yang sangat amat gelap. Mata safirnya bergetar aneh.
"Kisame…"
"Aku tahu Zabuza," Kisame menggerakkan handseal. Mulutnya tersenyum miring.
"Suiton: Kou."
DHUAAARHHH! Dan secara bersamaan dengan melesatnya petir jutsu dari Ringo tadi, hujan turun dengan derasnya di areal tersebut. Naruto melesat cepat ke belakang saat petir Ringo berusaha menghantam dirinya. 3 Ninja Kiri yang baru saja dibuat babak belur oleh Naruto terpental ke berbagai arah akibat ledakan dari petir Ringo. Zabuza segera menggerakkan handseal.
"Kirigakure no jutsu!"
Tiba-tiba areal di sekita Naruto berkabut. Pandangan sang Yondaime Uzukage benar-benar menjadi tidak jelas. Naruto menoleh dengan cepat ke belakang, ke depan, ke kiri, kanan, atas dan bawah. Naruto merogoh sesuatu dari balik bajunya. Sebuah scroll ninja.
"Kau masih mampu, Yondaime?" tanya Hayaide dengan nada sedikit khawatir.
"T-tentu saja, berapa lama lagi chakraku bisa menyalurkannya ke dirimu, Hayaide?"
Wajah sang Cheetah terlihat sedikit gugup.
"7 menit."
"Oke, akan kuselesaikan mereka dalam waktu 5 menit."
Sekarang semilir angin yang sejuk tidak lagi menerpa tubuh Naruto. Hanya hujan yang jatuh dari langit dengan deras dan tidak mampu menghilangkan kabut tebal berbau kematian ini.
.
.
.
Hujan turun dengan derasnya, diiringi petir-petir yang menyambar tanpa henti. Naruto merasakan butiran-butiran air itu menerpa seluruh tubuhnya tanpa ampun. Dia memejamkan matanya perlahan. Menguatkan indera pendengarannya. Dia yakin Zabuza dan kelompok shinobi pedangnya pasti sudah siap mengincarnya dengan teknik Sairento Kiringu, teknik membunuh tanpa suara. Memakai penglihatan untuk saat ini adalah pilihan yang salah, dan Naruto meyakini bahwa mendeteksi dengan suara lewat telinganya akan lebih efektif dan mudah.
Shhh…
Husshhh…
Wusshhh…
Naruto dapat mendengar gerakan-gerakan mencurigakan di sekelilingnya. Wajahnya mengerut serius. Tangannya memegang erat gulungan ninja hingga urat tangannya bermunculan. Keringat sang Yondaime bercampur dengan tetesan hujan dan jatuh ke tanah melalui ujung bawah dagunya.
Wushhh…
'Mendekat…kira-kira 10 meter.'
Hyuushhh…
'Dari arah kiri, sekitar 7 meter.'
Wushhhh…
'Berpindah ke arah kanan?!' Naruto menahan napasnya, membuat ketenangannya lebih terasa dan menguatkan konsentrasi pendengarannya. Pertarungan tanpa suara ini akan membutuhkan timing yang tepat dan cepat.
Hyuushhh…
'Belakang!' Naruto kembali menelan ludahnya. Tiba-tiba mata sang Yondaime Uzukage terbuka dan dia menggerakkan kepalan tangan kanannya ke arah kanan.
DUAKH! Pukulan Yondaime Uzukage yang telah dialiri chakra menghantam wajah Kisame tanpa ampun. Naruto memandang tenang wajah berkulit biru tersebut. Entah kenapa, Kisame masih menunjukkan senyuman mengejeknya tersebut.
'Ah, pasti…' kaki kanan Naruto langsung menghentak ke tanah. Naruto melakukan putaran cepat ke kirinya.
BYAR! Tubuh Kisame langsung berubah menjadi air. Mata Naruto menatap lurus ke depan dan sebuah pedang seperti jarum melesat ke arah perutnya. Naruto dengan tenang memegang tangan ninja yang melakukannya dan menyikut lehernya dengan cepat.
"AGH! Si-SIALAN KAU-"
DUAKH! Naruto menendang perut sang penyerang dengan cepat. "Kushimaru ya?" tanya Yondaime dengan nada ambigu. Kushimaru memberontak gila. Dia menarik benangnya ke atas dan membuat pedang Nuibarinya berputar ke atas dan langsung mengikat tubuh sang Yondaime Uzukage.
"Kena kau, Uzukage sialan!" Kushimaru menarik tubuh Naruto ke arahnya melalui ikatan benangnya dan mengangkat kakinya, siap untuk menerjang perut sang Yondaime. Naruto langsung menggunakan sunshin cahayanya dengan cepat dan menghilang dari hadapan Kushimaru dengan percikan cahaya yang lembut.
'Lagi-lagi shunshin itu?!' batin Kushimaru dengan kesal. Dia langsung menghilang dalam kabut.
Hening.
Naruto berdiri dengan kuda-kuda tegak di atas salah satu tanda Shunshin-nya. Dia sekarang tahu berada di posisi mana sekarang. Uzukage muda itu kini berdiri di atas Fuin-nya saat penyerangan pertama 7 Ninja Kirigakure. Situasi yang masih mencekam dengan kabut tebal masih membuat Uzukage untuk menunggu situasi menyerang balik.
'Penyerangan dan bertahan, ini mempunyai peluang yang sama,' Naruto mundur ke belakang satu langkah. Tiba-tiba terdengar bunyi kakinya yang menginjak air. Mata safir Naruto melebar. Melebar penuh keterkejutan. Namun segera, otaknya berputar cepat dan mengambil suatu kesimpulan.
"Hayaide, saatnya pergerakan cepat!" kata Naruto di dalam mindscapenya. Hayaide mengangguk. Bersamaan, 5 pedang Ninja Kirigakure melesat ke arahnya dari atas. Naruto segera berlari cepat ke depan. Dia membuka scroll ninjanya dan menggigit ibu jari tangan kanannya hingga berdarah. Sambil berlari, Uzukage itu mengoleskan darah dari ibu jarinya ke scroll jutsunya dengan bentuk garis lurus mendatar. Naruto melirik ke belakang dan melihat Samehada melesat menuju bahu kirinya. Mata safirnya terbuka lebar.
DUAKH! Samehada Kisame berhasil menghantam bahu kiri Naruto. Tubuh sang Uzukage terpental ke arah kanan dan berputar-putar beberapa meter di tanah. Suara cipratan air di tanah terdengar akibat kontak antara tubuh Naruto dan genangan air di sana. Naruto segera bangkit dan mengambil 10 benda berwarna merah berbentuk spiral kecil yang keluar dari scroll ninja-nya. Uzumaki berusia 24 tahun itu melompat ke belakang tiga kali saat pedang Kabutowari Jinin melesat ke arahnya dengan cepat. Dari belakang tiba-tiba muncul Zabuza yang melesatkan Kubikiribocho-nya ke arah leher Naruto. Naruto segera membungkukkan badannya, membuat badannya melengkung ke dalam dan pedang pemenggal Zabuza menebas baju pernikahan Naruto yang berkibar akibat gerakan cepat sang Uzukage. Helaian-helaian dari sobekan baju itu melayang di udara perlahan. Naruto berguling ke arah depan di tanah dan segera melompat ke atas saat Hiramekarei Mangetsu melesat ke arahnya dari atas. Pedang dua gagang itu menghantam tanah tempat dirinya berdiri tadi. Mata Naruto menatap tajam Mangetsu yang menghilang di balik kabut sambil tersenyum angkuh.
'Belakang!'
Naruto segera menghilang dengan shunshin cahayanya kembali saat lesatan pedang Shibuki Jinpashi hampir menghantam kepalanya di udara. Uzukage muda itu kini kembali berada di tempat Fuin-nya yang pertama. Napasnya terengah-engah. Jika dia terus menggunakan shunshin-nya maka chakranya akan benar-benar habis.
Crassh!
Naruto menahan tusukan Ringo dari belakang dengan telapak tangan kirinya. Mata Ringo yang melihat dari balik kabut terbuka lebar.
"Reflekmu memang cepat ya, Uzukage. Padahal aku sudah siap berdiri di sini karena menebak kau pasti menggunakan shunshin-mu untuk ke tempat ini lagi."
Tetesan-tetesan darah merah segar jatuh dari telapak tangan Naruto dan bercampur dengan genangan air di bawah kakinya. Naruto melirik ke bawah saat genangan air itu berubah sedikit menjadi warna merah.
"Kalian memang hebat dalam merencanakan teknik Sairento Kiringo dengan Kirigakure no Jutsu. Mengkombinasikan dengan hujan dan kabut ini, benar-benar memukau. Pantas kalian adalah ninja bayaran Kiri yang tidak pernah gagal melaksanakan tugas membunuhnya..."
Wajah Ringo mengeras. Dia melesatkan pedang Kiba satu-nya yang bebas ke arah punggung Naruto. Naruto menggerakkan sedikit tubuhnya ke kanan dan pedang Kiba Ringo yang bebas menembus bahu kiri Naruto dengan cepat. Darah segar sang Yondaime Uzukage mengalir pelan di bahu Uzukage dan membuat baju pernikahan sang Uzukage menjadi merah darah.
"Kau tahu strategi kami?"
Naruto terbatuk pelan. Sementara Hayaide di mindscape sang Uzukage benar-benar khawatir dengan keadaan Uzukage muda itu.
"Hmph, tentu saja. Teknik dasar pembunuhan ninja Kirigakure adalah gabungan dari teknik membunuh tanpa suara Sairento Kiringo yang dikombinasikan dengan Kirigakure no Jutsu, agar lawan yang akan dibunuh tidak mengetahui dari mana arah serangan berasal, ohok-ohok!"
"Yondaime! Jangan memaksakan dirimu!" teriak Hayaide dari mindscape sang Uzukage "Racun itu, chakramu…kau bisa mati!"
"Tu-tunggu sebentar, Hayaide. Belum 5 me-menit…"
Naruto kembali ke dunia nyata dan merasakan tusukan Ringo lebih dalam menembus telapak tangan dan belakang bahu kirinya. Tampaknya pengguna pedang Kiba itu semakin emosi dengan menambah kekuatan tusukannya di tubuh sang Uzukage.
"Ka-kalian tidak bisa menggunakan teknik dasar membunuh itu karena tahu siapa yang kalian lawan." Naruto menghembuskan napasnya perlahan. Dadanya terasa sangat amat sakit "Jadi, dengan jutsumu yang menurunkan petir dan membuat awan menggumpal, dan juga membantu Kisame untuk mengeluarkan jutsu Suiton: Kou-nya, kalian menurunkan hujan ke bumi dengan tujuan yang jelas."
Naruto menghentakkan kaki kanannya ke tanah, terdengar suara cipratan air akibat genangan air yang berada di bawah kakinya yang semakin banyak. Safir Naruto menatap tenang ke bawah.
"Kalian membuat genangan air di tanah untuk mengetahui posisiku melalui suara cipratan air ini, dan kenapa aku tidak mendengar suara langkah kaki kalian melalui genangan air ini juga.." Naruto melempar benda spiral berwana merah yang berasal dari scroll ninjanya tadi ke atas. Safirnya benar-benar bercahaya penuh ketenangan. Suatu tatapan dari orang yang bermental dan berjiwa pemimpin hebat.
"…Dan kenapa aku hanya mendengar suara seperti suara angin yang melesat ke arahku?" mata Naruto yang tadi tenang dan penuh kesejukan, berubah menjadi tatapan tajam dan dingin.
"KARENA KALIAN MENYERANGKU DARI ATAS! DENGAN CARA MELOMPAT!"
DHUAAAAARHHHH! Benda spiral berwarna merah itu meledak secara bersamaan di atas kepala sang Uzukage. Kabut tersebut langsung menghilang akibat angin dari ledakan benda tadi. Terlihat jelas 6 Shinobi pedang Kirigakure terpental ke berbagai arah akibat ledakan tadi. Mata Ringo bergetar tak percaya menatap taktik dan strategi mereka berhasil diketahui sang Uzukage. Naruto langsung mencabut tusukan Ringo dari tubuhnya dan berputar dengan cepat ke arah belakang. Retina Ringo bergerak ke bawah dan wajahnya dipenuhi ekspresi keterkejutan saat sang Uzukage muda melesatkan pukulan tangan kanan ke arah wajahnya. Ringo segera mengeluarkan jutsu Raigeki no Yoroi-nya, di mana seluruh tubuhnya akan dilindungi tameng yang terbuat dari listrik. Naruto tersenyum tipis. Tiba-tiba genggaman tangan kanannya terbuka dan di telapak tangannya terdapat 1 benda spiral berwarna merah yang tadi dilemparnya ke atas.
"K-KAU TIDAK MELEMPAR SEMUANYA?!"
"SIAPA YANG BILANG AKU MELEMPAR 10 BAKUDAN RASEN UZUMAKI INI?!" Yondaime Uzukage, dengan cahaya mata penuh kehebatan, melemparkan 1 Bakudan Rasen Uzumaki-nya ke arah wajah Ringo dengan cepat. Uzukage muda itu mundur dengan kecepatan Hayaide menghindari ledakan tersebut. Saat kakinya tepat menapak tanah di bawahnya, ledakan luar biasa terjadi di depannya.
DHUAAAARHHHHH!
Yondaime Uzukage berdiri di balik asap dan kabut yang perlahan-lahan menghilang. Rambut jabrik merahnya bergerak pelan ditiup angin. Wajahnya yang kotor karena pertarungan tadi tidak terlihat lemah, tetapi wajah yang dihiasi cahaya kemenangan dan penuh kekuatan. Gelar "Uzukage" memang pantas disandang Uzumaki ini.
"OHOK! Haah, haaah, haah. Aku benar-benar menggunakan chakra dan semangatku, Hayaide."
Hayaide sedikit sweatdrop di mindscape sang Uzukage 'Padahal gayamu jika dinarasikan tadi benar-benar keren, Yondaime.'
"A-aku menghabiskan berapa menit?" tanya Naruto sambil tersenyum letih.
"Hanya kurang dari 3 menit, Yondaime. Kau kebanyakan berbicara tadi."
"K-kau benar ohok! Sebenarnya aku berbicara dengan Ringo untuk mengulur waktu dengannya agar staminaku sedikit lebih pulih ohok! Ah, sial. Haah…haah…aku benar-benar lelah saat melompat dan menghindar dari serangan brutal ninja Kiri lainnya."
"Dari mana kau tahu mereka akan menyerang tepat di atasmu saat kau melemparkan Bakudan Rasen Uzumaki?"
"Biar keren dengan timing yang tepat." Naruto tertawa pelan. Hayaide mengangkat alisnya perlahan.
"Tidak, hahaha. Ingat, semilir angin selalu berbicara dengan tubuhku." Naruto menatap tajam 7 Ninja Kirigakure yang terkapar di tanah tidak berdaya. Di depang sang Uzukage, Raikage dan Kazekage masih berdiri dengan tenang. Keduanya tersenyum tipis ke arah sang Uzukage.
"Yare yare," Kazekage menghela napasnya perlahan "Benar-benar diharapkan dari seorang prodigy Uzumaki."
"Benar-benar analisis dan gaya bertarung yang cantik, Yondaime Uzukage. Kau menghemat chakramu dan menyerang 7 ninja Kiri ini dengan alat ninja desamu." Raikage tertawa terbahak-bahak "HAHAHAHA, AKU SUKA! AKU BENAR-BENAR SUKA!"
Naruto terdiam. Dia menatap tajam keduanya.
"Ma-masih belum." Kata Zabuza dengan nada penuh amarah. Dia berdiri perlahan-lahan ditopang oleh pedang Kubikiribocho-nya. Darah mengalir dari atas kepalanya dan menetes pelan ke tanah melalui ujung bawah dagunya. Perban putih yang menutupi mulutnya berubah merah darah di bagian sebelah kiri. Mata Zabuza terlihat penuh dendam dengan urat-urat mata yang muncul di sudut-sudut mata lead 7 shinobi pedang itu. Kisame pun bangkit perlahan-lahan dengan kekehan pelan. Dia menghempaskan Samehada-nya ke tanah, membuat cipratan air cukup besar berhamburan ke mana-mana.
"I-ini adalah tempat kami, haah…haahh…kau tahu Yondaime sialan, kenapa aku menyuruh Kisame untuk menggunakan Jutsu Kou-nya," mata Zabuza terlihat marah "Bukan hanya untuk membuat kami tahu posisimu saat Kirigakure no Jutsu tadi, tapi juga untuk…"
Safir Naruto sedikit terbuka lebar
"…AGAR TEMPAT INI MENJADI LAHAN AIR, MENJADI SUMBER UTAMA UNTUK JUTSU AIR KAMI!"
Naruto melirik ke belakang dan melesatkan tendangan berputar belakang ke arah kepala Mangetsu yang tiba-tiba muncul di belakangnya. Tubuh pengguna pedang Hiramekarei itu langsung berubah menjadi air dan jatuh ke tanah.
"Sudah kubilang, ini belum selesai…" Naruto membalikkan badannya saat mendengar suara geraman Zabuza yang dikombinasikan dengan napas memburunya semakin keras.
"…INI BELUM SELESAI, UZUMAKI SIALAAAAN!"
.
.
.
"INI BELUM SELESAI, UZUMAKI SIALAAAAN!"
Naruto diam. Dia tidak membalas teriakan amarah Zabuza. Matanya tetap sama. Tenang dan dingin. Mangetsu muncul di samping Kisame dengan tubuh yang perlahan-lahan bertransform dari air menjadi badan manusia lagi. Dari sudut bibir kanannya mengalir darah akibat efek ledakan tadi. Namun pengguna Hiramekarei itu berhasil mengurangi efek ledakan karena dengan cepat mengubah tubuhnya menjadi air.
"Selamat di detik-detik akhir ya, Mangetsu."
Mangetsu tertawa sombong "Aku tidak akan mati dengan mudah, Kisame." Mangetsu menatap Ringo yang terkapar dengan wajah berasap "Tampaknya Ringo-chan sudah mati duluan, padahal dia yang paling pintar dari 3 teman kita lainnya. Ah, aku kecewa…" Mangetsu memegang kepalanya mendramatisir. Zabuza menggerakkan handseal tangannya dengan cepat.
"Bisa bantu kami, Raikage? Kazekage?"
"Akhirnya kau minta bantuan he?" Raikage mengaliri seluruh tubuhnya dengan listrik Raiton no Yoroi, yang akan membuat kecepatan sang Raikage meningkat sangat cepat. Kazekage mengangkat tangan kanannya ke atas dan membuat ribuan pasir besinya melayang-layang di atas kepalanya. Naruto sudah memasang posisi siaga. Dia memejamkan matanya sejenak.
"Jadi waktuku untuk menggunakan Sumi-Kyo kurang lebih 4 menit lagi, Hayaide?"
"3 menit lagi, Yondaime Uzukage. Kita sudah menggunakan 4 menit."
"Hm, waktunya bertambah lagi ya." Naruto tersenyum sedih "Apa masih bisa kupanggil 1 lagi Sumi-Kyo-ku?"
Hayaide langsung berbicara dengan nada kesal "Tentu saja kau akan mati seketika dengan chakra dan tubuh seperti itu!"
"Kami-sama," Naruto membuka matanya perlahan "Tampaknya tidak ada pilihan heh?" Uzumaki muda itu tersenyum tipis, namun guratan wajahnya menampilkan mimik sedih. Amat sangat sedih.
'Apa aku yang tidak bisa menemuimu Shion? Apa aku yang akan membuatmu menjadi sendiri lagi?'
Naruto memejamkan matanya. Dia menggigit bibir bawahnya perlahan. Tubuhnya bergetar pelan. Seharusnya, seharusnya kini dia berada jauh dari Shion dengan perasaan bahagia. Bahagia dengan tidak sabar menunggu 2 hari yang akan dilaluinya. Dan setelah 2 hari itu dia akan bertemu istrinya yang sah. Melihat wajah boneka itu dengan mata bulatnya yang indah. Apa itu hanya menjadi mimpi baginya dan bagi…bagi Shion?
"Heh. Aku terkejut saja. Kau memang masih muda. Untuk di usiamu, kau sudah diberikan beban seberat ini sebagai pemimpin. Seharusnya untuk pria seusiamu adalah waktunya untuk bersenang-senang dengan teman-teman prianya dan mengintip para wanita mandi."
Mata Naruto terbuka perlahan.
Ya, Shion pernah mengatakan hal itu kepadanya. Bagaimana beban menjadi seorang pemimpin di usia yang masih muda. Dia dan Shion sama. Mereka berdua sama-sama memikul beban itu dalam usia yang sebenarnya harus dihabiskan dengan tawa dan canda. Namun mereka menghabiskan usia muda mereka dengan keringat berpikir dan tanggung jawab yang besar. Dia dan Shion, jika dia benar-benar tidak bisa menjadi suami sang Ratu Negeri Iblis, Shion pasti mengetahui lewat ramalan hebatnya. Tetapi Shion tetap menerimanya! Shion telah melihat desa Uzu hancur di ramalannya akibat pernikahan mereka, tetapi dengan tangisan air mata sedih dan ketakutan, Shion tetap bersedia menjadi istrinya. Itu artinya, itu artinya…
SHION MEMPERCAYAI JIWA PEMIMPIN YANG DIA PUNYA! JIWA PEMIMPIN SEBAGAI RAKYAT DAN JIWA PEMIMPIN SEBAGAI KEPALA KELUARGA!
Raikage dan Kazekage mengangkat alis mereka perlahan. Mereka menatap sang Uzukage yang bergerak perlahan ke depan. Uzukage muda itu mengangkat kepalanya dan terlihat safir birunya berkilau dengan sudut mata yang dipenuhi air mata. Namun senyuman tulus tercetak di bibirnya. Uzumaki muda itu menghela napasnya perlahan.
"Apakah aku menghabiskan waktu dengan memikirkan kesedihan ini, Hayaide?" tanya Naruto dengan nada pelan di mindscapenya.
"Tidak. Tidak Yondaime." Hayaide menatap sedih Naruto "Kau sudah berjuang."
"Ya," Naruto menarik napasnya dan menghembusnya kuat. Sangat amat kuat.
"SAATNYA PERTARUNGAN TERAKHIR DI TEMPAT INI, HAYAIDE!" WUSSHH! Uzukage muda itu melesat cepat ke arah Zabuza dan Kisame yang masih berdiri dengan terengah-engah. Kazekage ketiga menyerang Naruto dengan beberapa kumpulan pasir besinya. Naruto menghindari serangan Kazekage ketiga dengan gerakan zig zag yang cepat dan mudah. Zabuza menggerakkan handseal dan berteriak dengan nada penuh emosi.
"SUITON: KONO TSUNAMI NO JUTSU !"
Secara cepat, air-air yang menggenang di tanah sekitar areal pertarungan tersebut berkumpul dan menjadi gelombang air raksasa yang menghantam tubuh Naruto tanpa ampun. Naruto terseret arus raksasa itu beberapa meter ke belakang. Kisame berlari kencang membawa Samehadanya dan melesatkan pedang berduri itu ke arah kepala Naruto. Naruto menahan hantaman Samehada dengan pergelangan tangan kirinya. Dia segera menyelam ke dalam aliran air deras akibat jutsu Zabuza dan cepat berenang menuju ke belakang Kisame. Kisame menggerakkan handsealnya dengan cepat.
"Suiro no Jutsu."
Naruto bergerak cepat ke permukaan air saat merasakan air di sekitar tubuhnya berubah menjadi seperti kurungan penjara berbentuk bulat. Naruto memusatkan kekuatan Hayaide di kedua kakinya dan menghentakkannya ke bawah dengan cepat. Tubuh Naruto terpental ke permukaan air dengan kecepatan tinggi. Penjara kubah air Kisame pecah dan Naruto melompat di udara sambil melihat ke bawah. Tiba-tiba muncul seekor naga raksasa yang muncul dari cipratan airnya dan menghantam tubuhnya dengan keras.
"Suiton: Suiryuudan no Jutsu-ku tidak bisa diremehkan, Uzukage…" kata Zabuza dengan nada tenang. Dia menggerakkan handseal dengan cepat saat melihat tubuh Naruto terjatuh ke air dengan hempasan yang mengerikan.
"Kena kau, Suiton: Daibakufu no jutsu!"
DHUAAARHH! Ledakan dahsyat terjadi di tempat genangan air bekas Naruto jatuh. Ledakan tadi menghasilkan hujan kecil yang membasahi wajah Zabuza yang kini tersenyum mengerikan. Matanya menyiratkan kemenangan yang hebat. Mata yang menunjukkan kepuasan.
BYAR! Naruto muncul dari permukaan air di belakang Zabuza dan menghantam leher kanan leader 7 ninja Kirigakure itu dengan pukulan tangan kanannya. Terdengar suara leher yang patah dan tubuh Zabuza terpental ke arah kiri dengan kuat dan terhempas ke dalam air dengan dahsyat. Mangetsu yang menyaksikan pertarungan cepat itu di ujung air buatan Zabuza ternganga tak percaya. Walaupun sudah terdesak, Yondaime Uzukage masih menimbulkan kejutan yang tak terpikirkan.
'Untung dia berdiri tepat di depan Fuin Shunshin cahayaku…aku haah, haah, aku harus meng-nonaktifkan Hayaide dan menggantinya dengan-'
CRAAASSHHH! Mata safir Naruto terbuka lebar. Iris matanya melirik ke kanan dan melihat tangan kanannya berputar-putar dengan cepat. Semburan darah merah keluar dari atas lengannya. Naruto tahu satu hal dan dia berteriak kesakitan. Sakit yang benar-benar memburu hidupnya.
"AAKHHH!" Naruto jatuh terduduk dengan lutut kanan yang menopang berat tubuhnya. Tubuhnya bergoyang pelan dan hampir tenggelam saat kontrol chakra di kedua telapak kakinya sedikit tidak stabil.
Naruto melirik ke arah kanan dan dapat melihat jelas potongan tangan kanannya yang mengapung di air tanpa daya. Naruto melirik ke belakang dan melihat Raikage ketiga membuang darah merah dari empat jari tangan kanannya yang berdarah. Raikage ketiga memutuskan tangan kanan sang Uzukage dengan Jigokuzuki-nya.
"Meleset sedikit, Yondaime-"
Naruto melayangkan tendangan berputar ke arah kaki Raikage dengan cepat. Raikage melompat ke atas dan kembali melesat ke bawah bagai petir. Semburan air raksasa berhamburan di sana. Tubuh Naruto terpental ke belakang, namun Uzukage muda itu berhasil menyeimbangkan tubuhnya di air dengan kontrol chakra telapak kaki yang kembali stabil. Naruto menggigit pelan bibirnya akibat rasa sakit yang amat sangat kuat di bahu kanannya yang terus dialiri darah. Naruto menoleh ke belakang saat ribuan bola pasir seperti peluru melesat ke arahnya tanpa ampun. Uzukage keempat itu berlari cepat ke arah kiri dengan sekuat tenaga. Tenaga tersisa yang dia punya. Jutsu Shatetsu Shigure Sandaime Kazekage melesat melewati kepala dan tubuhnya dengan ganas. Uzukage muda itu melompat salto ke depan dan mengubah arah larinya ke arah jam 3. Mata Kazekage mengecil tajam. Sebuah peluru pasir besi melesat cepat dan menghantam lutut kiri Yondaime Uzukage dengan kuat. Naruto dapat merasakan tempurung lututnya pecah dan menjalari rasa sakit yang luar biasa di sana. Tubuh sang Uzukage terjatuh ke permukaan air dan berguling-guling di sana dan akhirnya tenggelam. Kisame yang menonton adegan tadi langsung diteriaki Raikage dengan keras.
"Gunakan jutsu airmu untuk melemparkan tubuh Uzukami itu!"
Kisame terkekeh pelan. Dia menggerakkan handsealnya dan mengeluarkan gelombang dahsyat dari dalam mulutnya. Jutsu Bakusui Shoha-nya melesat cepat ke areal Naruto jatuh tadi dan menghempaskan air dari jutsu Zabuza begitu dahsyat. Gelombang besar terjadi dan mematahkan pohon-pohon di sana dan menghanyutkan batang-batang pohon yang patah. Aliran deras air membuat genangan air mengalir cepat ke bawah, menuju sisi timur areal pertarungan karena di bawahnya adalah jurang.
"Kau ingin membuat air terjun, Kisame Hoshigaki?" tanya Raikage dengan alis berkedut kesal. Kisame tertawa perlahan.
"Mungkin Raikage, hehehe…" Kisame berlari cepat menuju ke area timur karena tidak melihat tubuh Naruto muncul dengan semburan air tadi. Mangetsu menyatu dengan air menggunakan tubuh airnya dan juga bergerak menuju ke arah timur. Sementara tubuh Kushimaru, Jinin, dan Jinpachi terikat di atas cabang pohon yang kuat menahan kekuatan derasnya air. Itu adalah kerjaannya Mangetsu. Sementara tubuh Ringo dan Zabuza tersangkut di batu-batu pecahan dari jutsu 4 Tiang kuil Uzu Naruto.
Kisame berdiri di salah satu batu di tepi bibir jurang yang bertahan dari derasnya aliran air. Air tersebut jatuh ke bawah jurang bagai air terjun. Mangetsu muncul di sampingnya dengan tubuh semi air. Dia tersenyum miring dan menoleh ke ar Kisame yang menatap serius ke bawah jurang.
"Uzumaki itu tidak ada?" tanya Mangetsu
"Kita belum tahu," Kisame melirik ke atas saat Raikage dan Kazekage datang ke tepi jurang dengan wajah tenang. Kazekage berdiri di atas kumpulan pasir besinya yang melayang di udara, sementara Raikage berdiri di atas aliran deras air tersebut dengan santai. Tampaknya pemimpin Kumo itu benar-benar memiliki ketahanan luar biasa. Dia berjalan santai di atas aliran deras air tersebut menuju bibir jurang yang sudah menjadi seperti air terjun. Matanya menatap tajam ke bawah.
"Tubuhnya tidak ada Kisame? Apa jangan-jangan dia menggunakan Shunshin cahayanya lagi?"
"Aku tidak tahu." Kata Kisame singkat. Dia fokus menatap ke bawah jurang dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling bawah jurang yang seperti menjadi sungai kecil di sana.
"Itu dia!" teriak Mangetsu sambil menunjuk ke arah tubuh yang mengapung di air kira-kira 10 meter dari bawah jatuhnya aliran air deras tersebut. Semuanya saling berpandangan kecuali Mangetsu yang tersenyum angkuh.
"Dasar kalian, memiliki mata yang tidak ahli dalam-"
"Periksa dia!"
Mangetsu terkejut ketika mendengar suara Kazekage yang dingin bernada seperti perintah. Dia menoleh ke arah Kisame yang memberikan isyarat kepala "Periksa saja."
Mangetsu mengeluh sejenak dan kembali bertransform menjadi air. Beberapa menit kemudian tubuhnya sudah berada di dekat tubuh Yondaime Uzukage yang mengapung di atas air dengan posisi punggung di atas. Mangetsu membalikkan badan Uzukage muda itu dan terlihat wajah muda dan tampan itu sudah ada di kedamaian. Matanya terpejam, namun mulutnya tersungging senyuman tipis bahagia. Mangetsu sedikit kasihan melihat wajah sang Uzukage, dia memeriksa denyut jantung di dada dan denyut nadi di leher Naruto. Nihil. Mangetsu member tanda dengan tangannya bahwa Prodigy Uzumaki, Uzukage terkuat sepanjang sejarah Uzushiogakure, Yondaime Uzukage telah mati!
"Tak disangka ya," kata Kisame "Tetapi dia sudah memberikan perlawanan yang hebat. Jujur saja," Kisame menatap Raikage dan Kazekage bergantian "Jika tidak ada kalian, kami pasti kalah telak olehnya."
"Heh, ternyata kau mengakui kemampuan bertarung kelompokmu Kisame Hoshigaki. Tapi anak muda itu memang hebat…" Raikage menatap sedih ke arah tubuh Naruto yang terseret semakin jauh akibat aliran deras air di bawah jurang, yang membawanya semakin jauh dari posisi Raikage dan yang lainnya "…Walaupun sudah diracun, dikepung oleh 7 ninja Kirigakure dan menyaksikan sendiri rombongannya hancur, mendengar istri dan desanya dalam bahaya, hingga kami berdua datang, dia tetap bertarung sebagai shinobi." Raikage menghembuskan napasnya perlahan "Shinobi kelas atas."
"Mental-nya sangat hebat." Kata Kazekage. Raikage dan Kisame menoleh ke arah Kazekage dengan pandangan bertanya "Jika kita satu lawan satu dengan dia, kita kemungkinan kalah Raikage…" Kazekage ketiga bergerak pelan menjauhi tepi jurang dengan pasir besinya "Ayo pergi." Katanya dengan nada dingin. Raikage kembali menoleh ke arah mayat Uzumaki Naruto yang semakin menjauhi pandangan matanya. Seharusnya mayat seorang pemimpin besar tidak bisa diperlakukan seperti itu, apalagi mayat Uzumaki Naruto sekarang tidak utuh karena tangan kanannya putus, dan itu karena serangannya. Raikage kembali menghela napas. Entah napas kelelahan atau sedih. Raikage pun melesat cepat pergi dari tepi jurang dengan kekuatan petirnya.
"Jadi, bagaimana nasib kita selanjutnya Kisame?" tanya Mangetsu yang kembali muncul di samping Kisame dengan tubuh semi airnya.
"Kita urus mayat Zabuza dan Ringo dulu." Kata Kisame dengan senyuman menakutkannya "Aku tak menyangka dua ninja pedang Kirigakure terkuat bisa tumbang lebih cepat khekhekhe…"
Mangetsu mendesah pelan. Keduanya pun pergi dari tepi jurang tersebut. Tepi jurang yang menjadi saksi bisu kematian Yondaime Uzukage, sang Uzukage terkuat dengan jiwa pemimpin yang hebat.
.
.
.
2 pasang mata Sharingan menatap kebakaran hebat di seluruh gedung Uzushiogakure di atas dinding desa tersebut. Mereka saling bertatapan dan mengangguk dengan wajah serius. Keduanya melompat ke bawah dan menuju desa Uzu yang kini menunggu menjadi abu.
Naruto is Dead? The End of Story The Uzukage
Hehe becanda tetap…
TBC
The Uzukage Story Part 1, The Fallen of Uzushiogakure (Jatuhnya Uzushiogakure)
Author Note:
Yo Brother and Sister, How are you today?
Balik lagi bersama saya di The Uzukage, dalam kekalahan sang Yondaime Uzukage setelah perjuangan luar biasanya melawan 2 Kage, 7 Ninja pedang Kirigakure, racun di tubuhnya, kenyataan pahit tentang desa dan istrinya. Sang Uzukage benar-benar melawan musuh secara nyata, melawan kondisi fisiknya, dan juga mentalnya. Dan akhirnya dia…kalah, dan…Mati?! Apakah ini akhir dari cerita The Uzukage?
Readers: Banyak narasi lo Don!
Okrey, kita sudah di chapter 7 dan penghujung The Uzukage Story part 1, The Fallen of Uzushiogakure semakin dekat. Uzu hancur, Naruto sudah tiada? Hm, apa yang akan terjadi lagi…
Sebelum saya menjawab pertanyaan Readers, saya akan memberikan informasi jutsu-jutsu yang keluar dari chap 5 (Naruto vs 7 ninja kiri) sampai chapter 7 ini. Check that!
PS: Untuk Naruto mungkin informasi jutsunya di chapter ini saja, karena kemarin sudah diberikan sebagian informasi jutsunya.
Information Jutsu
Yondaime Uzukage, Uzumaki Naruto
Fuinjutsu: Ritan. Fuinjutsu khusus yang dapat menyegel serangan jutsu lawan dan menyimpannya. Setelah jutsu lawan tersimpan, Naruto dapat menggunakannya kembali sebagai Counter Attack. Bisa digunakan kapan saja. Fuinjutsu: Ritan hanya bisa menyimpan 1 jutsu saja. Jadi setelah menyimpan satu jutsu lawan, Naruto tidak dapat menyegel dan menyimpan jutsu lainnya. Dia harus mengeluarkan jutsu yang telah disimpannya, baru dia bisa menyegel dan menyimpan jutsu lawan yang lain. Jutsu ini keluar sebagai gradient cahaya yang berbentuk cekung di hadapan Naruto.
Ninja's Tool: Bakudan Rasen Uzumaki. Bom spiral Uzumaki, Naruto menyimpannya di scroll dan selalu menyimpan satu scroll di saku bajunya sebagai pelengkap dalam pertarungannya. Bakudan Rasen Uzumaki adalah bom berbentuk spiral (bisa dikatakan berbentuk seperti obat nyamuk tanpa sekat bebas) berwarna merah dengan diameter 10 cm. Naruto biasa membawa 10 bom di scroll-nya. Bom ini memang bom dengan ledakan biasa, tetapi Naruto suka membawanya karena lebih simpel dari kertas peledak (opini Naruto).
Momochi Zabuza
Kirigakure no Jutsu. Jutsu khas Ninja-Ninja Kiri. Membuat areal pertarungan menjadi kabut tebal yang menyulitkan pandangan lawan. Ninja Kiri, terutama 7 ninja pedangnya, menggunakan jutsu ini dipadukan dengan teknik Sairento Kiringo (Teknik membunuh tanpa suara atau Silent Kill) untuk menghabisi lawannya.
Suiton: Kono Tsunami no Jutsu. Zabuza menggabungkan sumber-sumber air di lokasi pertarungannya menjadi gumpalan air yang besar, yang membuat daerah pertarungan menguntungkannya dengan adanya air-air tersebut. Gumpalan air itu akan mengalir deras bagai ombak tsunami raksasa.
Suiton: Suiryuudan no Jutsu. Zabuza membuat naga air yang menjadi senjata penyerangan yang berbahaya. Jutsu kelas A.
Suiton: Daibakufu no Jutsu. Zabuza membuat ledakan dahsyat di air. Menjadikan lokasi lawannya seperti diledakkan oleh bom.
Hoshigaki Kisame
Suiton: Kou. Kisame mengubah fisik air yang tadi gas menjadi cair di awan dan menurunkannya ke bawah menjadi hujan. Berbeda dengan jutsu Pein yang menurunkan hujan sebagai sensor desa Ame dan meliputi semua wilayah Amegakure, Jutsu ini hanya berada di areal kecil dan sebagai penurun hujan yang membantu ninja Kiri lainnya untuk mengeksplor jutsu air mereka.
Suiro no Jutsu. Ini adalah teknik penjara air dimana pengguna menciptakan kubah air kecil berbentuk bulat untuk mengurung lawan. Ini memungkinkan musuh tidak dapat bergerak maupun bernafas.
Suiton: Bakusui Shōha. Dengan menggunakan teknik ini pengguna mampu menciptakan air dengan gelombang/ ombak yang besar dari dalam mulutnya. Pengguna juga dapat mengendarai ombak ini.
Ameyuri Ringo
Raiton: Ikazuchi no Kiba. Ringo mengirimkan esensi listrik ke awan, dan kembali mengirimkan petir ke lokasi lawan yang diinginkannya.
Raiton: Ikazuchi Utage no.Ringo membuat listrik di dua pedang Kiba-nya dan menaruhnya di atas tanah, membuat listrik itu merambat di tanah dan menyerang target.
Raiton: Raigeki no Yoroi. Ringo melapisi tubuhnya dengan tameng listrik yang balik menyerang lawannya dengan sifat konduktor listrik. Dilakukan pada satu serangan saja.
Sandaime Raikage
Jigokuzuki: Yonhon Nukite. Raikage berkonsentrasi untuk menyalurkan chakra petir pada ujung jari di salah satu tangannya dan kemudian melakukan gerakan dorongan, yang memungkinkan dia untuk menembus bahkan pertahanan yang paling kuat dengan relatif mudah. Intensitas dan kekuatan teknik ini dapat meningkat secara proporsional dengan mengurangi jumlah jari yang terlibat.
Raiton no Yoroi. Ia membungkus tubuhnya dengan lapisan Raiton no Yoroi (chakra petir), dengan ini ia dapat merangsang sistem saraf dan mempercepat sinapsis saraf untuk bereaksi lebih cepat lagi. Mendorong kecakapan fisik ke batas absolut, memungkinkan Raikage ketiga untuk mendapatkan kecepatan yang luar biasa dan mengerikan. Bahkan dkatakan bahwa sebanding dengan Yellow Flash.
Sandaime kazekage
Jiton : Shatetsu Shigure. Memanipulasi pasir besi menjadi sebuah peluru dan menembakkannya.
Oke, sekarang kita beralih ke membalas review:
JoSsy aliando: Oke gan. Thanks
Trendsetter: Terima kasih atas pujiannya gan
riki. henera: Oke gan. Thank you
ardian: Wah, salam balik anak Palembang. Oke…akan saya kabarkan ke Icha. Wah wah, tidak menyangka ada fans juga di sana hahaha…
narutouzumaki47 : Yap, seperti itulah. Thanks gan
guest: Thanks bro
Win Froh: Yap. Naruto bisa, tetapi ada perbedaan dalam pemberian aliran chakranya. Thanks gan.
achoojunior. vrs: Chap ini full Normal POV gan
uzuna. akira: Oke gan. Thank you
nanami: Bisa dilihat chap depan kawan. Haha, Naru tampaknya kalah. Thanks Nanami
B-zetterian: Wah, chap ini full fighting bro. Thanks bro.
Guesttheuzukage: Oke gan. Thank you
adam. muhammad. 980: Sip. Terima kasih atas reviewnya bro.
teguhsugianto11: Oke bro. Terima kasih atas semangatnya
Guest: Yap, dan tampaknya Uzu benar-benar hancur seperti ramalan Shion. The Fallen of Uzu…
shinta alysah: Haha, thanks thanks. Dan maaf jika Naruto kalah di sini.
Guest: Mantap. Terima kasih gan
dandidandi185: Haha, apa itu? LGBT?! Terima kasih gan. TBT masih dalam tahap re-read dan re-wrrite gan.
Al-Faraoh: Haha thanks. Maksud anda si manis*hueek* Midoru Shizukesa, sang pengawas. Ditunggu gan.
The Black Water: Wah wah, penggemar A7X juga gan. Manstap. The Fallen juga ya.
Milf: Ano, nama akun anonymous anda ngeri gan. Ngeriii
Noel: Haha, tepat. Tetapi tetap feel brutalnya ada. Oke gan sip.
yudhabagusdwi: Tidak sesuai harapan gan. Haha. Thanks gan.
Guest star: Dan bagaimana Naruto membalas? Kita lihat saja nanti bro…thanks
Red devils: Ada satu kunci penting yang Naruto lupakan gan. Satu kunci penting. Agan2 yang serius baca pasti tahu.
kapten oppai: Oke bro. Akan saya sampaikan salamnya.
Lincoln Abe8479: Tidak ada bro. saya tidak focus untuk membuat Naruto ada kuchiyosenya, karena kekuatan Sumi-Kyo telah memberikan kekuatan besar untuk dirinya.
t2 : Haha iya. Thanks gan.
QioQio. P : Yap, Naruto melupakan sesuatu yang penting. Mungkin agan2 tahu jika membaca awal cerita ini…untuk Kuchiyose, sepertinya Naruto tidak punya. Sumi-Kyonya juga tidak memliki tipe healer karena kemampuan itu untuk Ninja Medis. Thanks gan.
Tenshisha Hikari: Yap, hanya keajaiban memang. Dan Naruto gagal bro…tapi tetap tunggu next chap ya haha
KuroShiroIsShit: Yap, mungkin 'penduduk' di sini memang sudah salah menafsirkan batas antara M dan T seperti saya, dan saya mengubah ketentuan Rate Fic berdasarkan implicit (bayangan sekilas) Gore ataupun Lemon ringan dengan Rate baru yakni T+. Terima kasih atas reviewnya gan, sangat bermanfaat.
N. ares: Yap, saya menyadari itu…untuk pertama kali memakai first POV apalagi dalam adegan fight memang sulit gan. Terima kasih
The KidSNo OppAi: Oke bro
Sederhana: Dan semakin kasihan gan. Thanks
Aldrin: Thanks gan. Tampaknya Naruto tetap tenang dengan jabatannya sebagai pemimpin gan.
Nadia kara annabele: Untuk itu masih dirahasiakan gan
taufiqqurrahman172: Dan itu masih menjadi misteri…hahaha. Thanks gan
Donquixote Tamao: Terima kasih bro. Terima kasih
MATA: Yap, seperti itulah…
Ae Hatake: Dan apakah Naruto bisa memberikan kejutan tambahan? Lihat saja gan.
B371G4R : Oke, thanks gan
Yap, seperti itulah…ada satu kunci yang Naruto lupakan di desanya. Sebuah kunci cepat menuju desanya. Jika teman-teman ada membacanya di chap awal, pasti teman-teman tahu. Penjelasan lebih lanjut ada di chap depan dan..
Apakah Naruto benar-benar kalah dan tewas di pertarungan ini? Dan, siapa 2 Uchiha yang lagi terjun ke Uzu yang menunggu menjadi abu? Itachi kah?
Ohohoho, so…please review for Next Chap
Salam Hangat…
Tertanda. Doni Ren
