Tittle : Mystery
Author : exgulliver
Genre : Mystery & Romance
Rated : T
Cast :
- Kyuhyun
- Yesung
- find it by urself ^^
Disclaimer : This story is mine *w* ok, hanya meminjam nama oppars saja ~
.
.
Warnings : Typos, BL, OOC, Absurd, dont like dont read :3 paii
.
.
.
~~~Happy Reading~~~
###===Mystery===###
.
.
.
Seorang diri Kyuhyun berjalan santai melalui koridor sekolah menuju tempat parkir dibagian utara gedung. Pagi tadi ia memilih membawa motor pribadinya untuk pergi sekolah. Dan kini ia berniat kembali ke rumah karena sudah lewat satu jam dari jam pulangnya.
"Kyuhyun?" sebuah panggilan membuat ia berhenti untuk menoleh.
"Bisa ikut denganku sebentar? Ada yang ingin kutanyakan padamu." sosok itu melambaikan tangan mungilnya pada Kyuhyun.
Merasa jika Kim Yesung bukanlah sebuah ancaman, Kyuhyun pun mengikuti permintaan Yesung untuk masuk kedalam sebuah kelas yang kosong.
Kedua manik kelamnya terus mengamati gerak-gerik Yesung yang terlihat cemas. Mungkin ia khawatir jika ada orang yang lewat atau tiba-tiba masuk.
"Woohyun, keluarlah sebentar dan jangan biarkan siapapun masuk kemari."
"Kau menyuruhku?"
Kyuhyun menatap tajam ke arah ruang kosong disamping. "Tentu saja! Apa mungkin aku minta tolong pada namja ini?" tegasnya sembari melempar pandangan singkat ke arah Yesung.
Woohyun yang memang telah mengikuti Kyuhyun sedari tadi akhirnya mau menurut. Ia melayang menembus pintu dan benar-benar menunggu didepan untuk berjaga.
Kemampuan baru Kyuhyun untuk mengatur seorang arwah. Walaupun sebenarnya ia akan terus memaksa karena sudah seharian ini Kyuhyun merelakan pendengarannya untuk menyimak seluruh keluh kesah Woohyun.
"Ada apa?"
"Kyuhyun, apa kau ingat kejadian dua hari yang lalu saat kita masih di Jeju?"
Kyuhyun nampak berpikir sejenak, "Kejadian apa?"
"Kau.. kau kerasukan Kyu. Tidak ingat?"
"Ah~" kepalanya mengangguk pelan. "Malam sebelum kita kembali, aku sadar dan aku mengingatnya dengan jelas. Kenapa kau menanyakan hal itu? Apa mungkin terjadi sesuatu ketika aku tidak sadar?"
Yesung maju selangkah, "Apa kau tahu siapa yang merasukimu?"
"Aku tahu, Choi Siwon 'kan?"
Onyx dihadapannya melebar, "Darimana kau tahu? Malam itu Siwon bahkan berpesan untuk menyampaikan terima kasihnya padamu."
Untuk sesaat Kyuhyun terlihat ragu. Jika ia membicarakan hal yang sebenarnya pada Kim Yesung, apa mungkin namja ini akan lari ketakutan dan menganggapnya pembual?
"Jika aku katakan, apa kau akan percaya semuanya?"
"Maksudmu?"
"Ini sesuatu yang mungkin sulit dimengerti, tapi dalam pandanganku semua benar-benar nyata adanya. Apa kau percaya jika aku bilang bahwa aku bisa..─" Kyuhyun mendekatkan bibirnya ke telinga Yesung "─melihat roh siwon." bisiknya kemudian.
Hal itu sudah pasti membuat setiap pergerakan Yesung terpaku. Hanya keterkejutan yang menguasainya selama beberapa detik selanjutnya.
"Kau mau percaya atau tidak padaku, itu terserah. Karena tak ada bukti yang bisa kuperlihatkan padamu."
"Kyuhyun tunggu!" panggilan Yesung kembali menghentikan langkah kaki Kyuhyun. "Tunggu.. apa mungkin kalau orang yang memasukkan semua undangan itu adalah dirimu?"
"Eoh, aku melakukannya karena Choi Siwon memintaku."
"Dan apa karena Siwon juga, kau sengaja ikut berlibur ke Jeju?" tebak Yesung yang langsung mendapat anggukan kepala dari Kyuhyun.
Kesunyian menyeruak ke seluruh ruangan. Kyuhyun berdiri dengan tatapan acuh tak acuh sementara Kim Yesung, "An-andwae.. maldo andwae.." sibuk menyanggah fakta yang baru didengarnya.
"Kau takut?" nada dingin Kyuhyun membuat Yesung memundurkan tubuhnya kembali. Ia menggeleng sambil terus menatap kedua obsidian kelam Kyuhyun bergantian. Akal sehatnya masih tak bisa menerima dengan baik.
"Ada satu diruangan ini. Dia tepat berdiri disampingmu. Seorang pria berambut pirang, bola mata berwarna biru dengan bulu mata panjang seperti wanita. Wajahnya cukup tampan, tapi sayang sebelah tangannya tidak ada. Dia bilang, wajahmu mengingatkannya pada sahabat masa lalunya."
Penuturan terus terang Kyuhyun membuat Yesung meremang hebat. Ia menoleh kaku ke arah samping. Mendadak seluruh tubuhnya menegang.
"AAAAA!" Yesung sontak berteriak kencang. Refleks ia menutup mata dan kedua telinganya ketakutan.
Namja dihadapannya tak kalah terkejut. Matanya melebar melihat reaksi tak terduga dari Kim Yesung. "Mungkinkah ...?" batinnya mempertanyakan.
"Kyuhyun tolong aku! Dia benar-benar mengerikan, aku takut! Aku mohon.. jebal!" racauan Yesung semakin tak terkendali.
"Hyung.." Kyuhyun segera melangkah maju untuk mendekap tubuh gemetar Yesung. Ia tak menyangka jika Kim Yesung mampu melihat makhluk itu. Sekarang ia menyesal karena telah menakut-nakuti namja manis tersebut.
"Kyuhyun.. hiks." Suara tangis Yesung terdengar nyata digendang telinga Kyuhyun. Bahkan isakan dari namja itu terasa jelas dalam dekapannya.
"Maaf.. sudah tidak apa-apa. Aku disini, mereka tidak akan mengganggumu." Tangan besar Kyuhyun mengusap lembut surai Yesung.
.
.
.
###
.
.
.
"Kyuhyun.." tangan mungil Yesung menahan gerakan Kyuhyun. "Tidak bisakah kau tinggal?"
Masih jelas dalam ingatan Yesung sosok mengerikan yang dilihatnya tadi siang. Sosok itu berhasil membuat mentalnya jatuh ke palung terdalam.
Sekarang ia ketakutan dan gelisah luar biasa. Apalagi tadi Kyuhyun berniat pergi meninggalkannya sendiri dirumah setelah mengantarnya pulang. Kedua orang tuanya sedang pergi, dan dia tak punya pilihan selain meminta Kyuhyun untuk tetap tinggal.
"Aku takut, Kyu.." sorot mata Yesung terlihat memohon.
Lebih dalam Kyuhyun menelaah semakin dirinya tak tega. Ialah penyebab Kim Yesung mengalami rasa takutnya kini. Bagaimanapun ia harus bertanggungjawab dan menghapus ketakutan namja tersebut.
"Baiklah, aku akan tinggal."
Kelegaan jelas terlihat dari raut wajah Yesung yang telah kembali tenang. "Terima kasih.."
"Lebih baik bersihkan dirimu sekarang." Kyuhyun kembali duduk di sofa keluarga Kim. Melepaskan kembali ransel hitam yang sempat digendongnya.
"Kau akan tetap disini, kan?"
"Eum.." Kyuhyun mengangguk dengan senyum hangat, "Sampai esok aku akan disini."
Jawaban tersebut membuat Yesung yakin untuk meninggalkan Kyuhyun sementara dirinya membersihkan diri.
Sepergian Yesung, Kyuhyun segera menghubungi noonanya. Mengatakan bahwa dirinya akan menginap dirumah teman untuk mengerjakan sebuah tugas kelompok. Tak mudah memang membuat noona tersayangnya itu percaya. Kali ini ia harus merelakan foto-foto pribadinya di'perjual-belikan' oleh sang kakak. Ahra bilang, wajah tampan Kyuhyun sangat menarik minat teman-teman wanitanya.
.
.
.
###
.
.
.
"Maaf, aku tidak bisa membuat makanan yang lebih layak untukmu."
Kyuhyun mengangkat sumpitnya, "Tidak masalah. Aku bisa makan apapun." Ia mengaduk sebentar ramen didalam cupnya, meniupnya pelan lalu mulai memakannya tanpa banyak keluhan.
Ini pengalaman pertamanya menginap dirumah Kim Yesung dan makan malam mereka berlangsung dengan dua buah cup ramen instan. Kyuhyun tidak menyesalinya, hati kecilnya justru tengah bersorak karena mendapatkan moment berharga ini.
"Kyuhyun.."
"Waeyo?"
"Apa kau tidak takut?"
"Dengan?"
"Err.. makhluk-makhluk itu ..?"
"Tidak."
"Sungguh?"
"Aku sudah biasa."
"Tidak mungkin. Kupikir tak mungkin kau tidak ketakutan.." gumam Yesung.
Kyuhyun terlihat penasaran, "Apa yang membuatmu berpikir seperti itu?"
"Entahlah, aku hanya merasa yakin bahwa sebenarnya kau ketakutan. Kau terlihat tidak nyaman." Yesung sendiri tak tahu darimana rasa percaya itu muncul. Ia hanya yakin bahwa keberanian Kyuhyun hanyalah topeng.
Sang lawan bicara memilih diam menikmati ramennya kembali. "Jelas kau berpikir seperti itu. Kau satu-satunya orang yang mendengar keluh kesahnya saat itu."
Kyuhyun memutar ingatan masa lalunya. Saat dirinya dan Yesung terjebak di dunia arwah, ia mengatakan semuanya. Bahwa ia lelah dan muak dengan makhluk-makhluk tak normal disekelilingnya. Bahwa ia tak keberatan meskipun harus mati detik itu. Kata-kata Kyuhyun membuat Yesung mengucap janji yang bahkan hingga saat ini belum terpenuhi.
"Soal Siwon," mendadak Yesung membawa kembali nama Choi Siwon.
Sang lawan bicara mencoba memperhatikan. "Kenapa?"
"Aku ingin mengucapkan terima kasih. Meskipun aku tidak tahu apa yang Siwon katakan padamu, aku bersyukur karena kau bersedia membantunya. Gomawo Kyuhyun.."
"Aku membantunya karena dia juga membantuku, tak perlu berterima kasih padaku."
"Tapi, jika kau ingat Siwon merasukimu malam itu, apa kau ingat hal yang terjadi?"
"Hal yang mana?"
Rasa gugup tiba-tiba menyerang Yesung, "Eh, h-hal seperti..─"
"─Apa mungkin aku menciummu?" tebak Kyuhyun asal.
.
Blush
,
Yesung merona. Onyx sabitnya membulat lucu. "K-kau..─"
"Ah~ apa itu benar-benar terjadi?"
"M-mwo?" Yesung terbata. Sejak pertama kali Kyuhyun mencuri ciumannya, Yesung tak tahu mengapa ia justru merasa malu dan bukannya marah. Kali inipun nampaknya hukum berlaku sama seperti sebelumnya.
"Yesung hyung, jangan bergerak," nada bicara Kyuhyun berubah serius.
Si Manis terlihat bingung memperhatikan setiap gerakan Kyuhyun. Namja itu bangkit dari kursinya dan kini berdiri tepat disamping Yesung.
"Apa?" tatapan Yesung dipenuhi kecemasan. Siapa tahu jika mungkin didekatnya kini berdiri makhluk tak kasat mata yang mengerikan?
.
Chup~
.
Nyatanya tak ada makhluk halus apapun didekatnya. Yang ada hanyalah seorang namja tampan berkulit pucat yang dengan seenak jidat mengecup bibirnya.
Yesung mendelik tak percaya sementara Kyuhyun kembali berdiri tegak. Wajah angkuhnya berubah ceria mendapati ekspresi 'blank' diwajah imut Yesung. "Haha.. kau sangat lucu."
Suara tawa itu membuat Yesung melayangkan pukulannya ke bahu Kyuhyun. "Yakk!" teriaknya kesal.
Kyuhyun semakin terkekeh, "Kau merona?"
"M-mwo?" Yesung bangkit dari kursi. "Yakk Cho Kyuhyun berhenti!" ia mulai mengejar dongsaeng kurang ajarnya yang tengah berlari masuk ke kamar.
.
Brakk!
.
Yesung membuka pintu kamarnya dengan kasar. Pandangannya segera jatuh pada sosok Kyuhyun yang berbaring di atas ranjang sembari mengatur nafas.
"Hah.. hyung, aku lelah."
Tidak memperdulikan wajah kelelahan Kyuhyun, Yesung berjalan mendekat dengan sebuah smirk dibibirnya.
"Hyaaaa!" tubuh rampingnya menghampur ke atas ranjang.
"Bwahahaha! Yakk hentikan hentikan! Keuhahaha!" Kyuhyun benar-benar hampir gila. Ia tak percaya Yesung akan menggunakan jari-jari mungilnya untuk menggelitik tubuhnya.
Kedua orang itu saling bergulat di atas tempat tidur. Kyuhyun terus berusaha menghindar dari tangan terkutuk Yesung.
"Ini balasan untukmu, gyaaa!" Disisi lain Yesung semakin brutal menggelitik titik-titik sensitif Kyuhyun.
"Andwae! Bwahahaha.. baik-baiklah, maafkan aku." Kyuhyun menahan kedua tangan Yesung. Wajahnya memohon.
"Haah.. dasar." Yesung menurunkan tangannya dan memilih berhenti menghukum Kyuhyun.
Sebuah seringai halus samar-samar terlihat diwajah Kyuhyun, "Sekarang giliranku!"
"Aaaa! Kyu- keuhahahahaha!" kali ini Kim Yesung yang harus merasakan gelitikan Kyuhyun diseluruh tubuhnya. Ia berguling kesana kemari dan meneriakkan kata-kata permohonan, tapi Kyuhyun menulikan telinganya.
Entah pergulatan itu berlalu hingga jam berapa, yang terpenting kita tahu bahwa malam itu mereka berbagi tawa untuk pertama kalinya.
.
.
.
###===Mystery===###
.
.
.
###===Flashback On===###
.
"Sekarang kita harus kemana?" Yesung celingukan kesana kemari. Malam telah berakhir dan pagi kini menyambut dengan sinar mentarinya. Malam pertama yang ia lalu sebagai roh.
"Cheju Halla General Hospital." sahut Kyuhyun dari samping.
"Kau yakin?"
"Kau bisa mengambil mataku jika aku salah membaca simbol rumah sakit di ambulan kemarin." Beruntung Kyuhyun sempat melihat logo rumah sakit yang tercantum pada mobil ambulan yang membawa tubuh tak berdayanya kemarin pagi.
"Jangan gila. Aku tidak butuh matamu selama aku belum buta."
.
.
.
###
.
.
.
Kedua roh remaja laki-laki itu akhirnya tiba di Cheju Halla General Hospital. Setelah menaiki bus sebagai penumpang tak kasat mata, mereka berhasil mencapai tujuan mereka dalam waktu dua jam.
Kini keduanya kembali termangu. Bagaimana mereka bisa menemukan letak kamar mereka jika bertanya pada resepsionis saja tak akan mungkin? Rumah sakit ini terlalu besar untuk ditelusuri satu per satu.
Yesung merunduk, "Haaa.. kita sampai tapi kita tak tahu dimana tubuh kita berada." keluhnya.
"Omong kosong."
"Huh?" Si Manis kembali mengangkat wajahnya. Merasa tertarik dengan jawaban tak terduga Kyuhyun.
"Lebih baik daripada bertanya pada resepsionis," Kyuhyun mengarahkan telunjukkan pada seorang wanita cantik yang baru saja memasuki lobi rumah sakit. "Noonaku."
Nampaknya Tuhan memberikan bantuan besar kepada mereka. Cho Ahra datang tepat disaat kedua roh itu membutuhkan petunjuk.
Kedua matanya membengkak, garis kehitaman terliihat jelas sebagai tanpa bahwa tidur malamnya tidaklah cukup baik. Ahra datang dengan mata yang masih basah dan merah. Jelas sekali bahwa ia menghabiskan malamnya untuk menangisi kondisi Kyuhyun.
Kyuhyun kecil tak bisa menyembunyikan wajah sedihnya. Melihat Sang Noona dalam kondisi yang begitu berantakan, hatinya serasa diremas hebat. Membayangkan air mata dikedua orang tuanya, ah~ sungguh Kyuhyun berharap mereka dapat kembali ke dunia manusia.
"Kyuhyun," suara lembut Yesung menyadarkan Kyuhyun.
"Oh, maaf. Lebih baik kita ikuti noonaku sebelum jauh." Kyuhyun melayang didepan Yesung. Mengejar kakaknya yang telah lebih dulu berbelok disudut koridor.
Yesung bergegas mengikuti, "Gwaenchana?" tanyanya lagi.
Meskipun tak bisa membaca isi hati Kyuhyun, Yesung cukup tahu bahwa adik kelasnya itu sedang mengalami pukulan hebat. Tak ada yang lebih menyakitkan daripada melihat orang yang kau cintai menangis karenamu dan kau tak bisa berbuat apapun untuk mengusap air matanya.
Kyuhyun mencoba mengulum senyum tipis, "Tidak apa-apa."
"Jangan berbohong, wajahmu tidak mengatakan hal itu." bantah Yesung.
Yang lebih muda menghentikan gerakannya sesaat, "Tak ada waktu untuk membahas ini. Kita temukan tubuhku dan tubuhmu terlebih dahulu, setelah kita sadar, kau bisa meminta kejelasan atas kebohonganku."
Satu hal yang Yesung tidak ketahui sementara Kyuhyun memikirkannya semalaman. Tepat ketika Yesung memejamkan matanya, iblis itu datang menemui Kyuhyun. Ia mengatakan bahwa hanya ada waktu dua hari untuk kembali ke tubuh mereka. Jika sampai hari itu mereka masih berkeliaran di dunia roh, maka tak ada lagi kesempatan untuk kembali.
Kyuhyun menarik tangan Yesung. "Percaya padaku jika kau ingin kembali." dan merekapun kembali ke tujuan awal mereka mengikuti Cho Ahra.
Menaiki lift hingga ke lantai tiga, Kyuhyun dan Yesung tiba di depan kamar 113 dengan nama Cho Kyuhyun tertera jelas dipintunya.
Hatinya terasa berat, tapi Kyuhyun mencoba menguatkan dirinya sendiri. Perlahan ia masuk ke dalam ruangan tersebut. Sebuah pemandangan yang cukup mengoyak perasaan terpampang nyata.
Sang Ayah yang tertidur di sofa, Sang Ibu yang tengah menyeka setiap inci wajah pucatnya dengan handuk kecil, dan Sang Kakak yang datang dengan mata bengkak.. Kyuhyun mulai berkaca-kaca. Entah air mata macam apa yang ada di dunia roh ini, tangis tetaplah wujud rasa sedih dalam dirinya.
Kyuhyun melayang ke arah ranjang. Tempat dimana tubuh tak berdayanya berbaring dibalik selang-selang medis. Alat pendeteksi denyut jantung disamping ranjang berbunyi lirih. Menandakan bahwa sang pemilik tubuh kini tengah berada didunia yang berbeda.
"Akankah kau kembali sekarang?" suara lemah Yesung menginterupsi dibelakang.
Kyuhyun menoleh. Tak ada kata yang bisa keluar dari bibirnya. Ia dilema.
Haruskah ia kembali sekarang dan meninggalkan roh Yesung sendirian mencari cara pulang? Atau haruskah ia melewatkan pintu masuk didepannya kini demi membantu Yesung mencari tubuhnya?
Kyuhyun memandang seluruh anggota keluarganya bergantian. Ada kemungkinan ia kehabisan waktu jika ia memutuskan untuk mencari tubuh Yesung terlebih dahulu. Jika waktu habis, maka Kyuhyunlah yang akan tertinggal didunia roh. Dirinyalah yang akan menghilang dari dunia meninggalkan seluruh keluarganya.
"Pergilah.. aku akan mencari tubuhku sendiri." Yesung cukup peka untuk membaca raut keraguan diwajah Kyuhyun. Iapun memutuskan untuk keluar ruangan.
Sesampainya diluar, Yesung berubah gelisah. Sebenarnya ia takut dan tak yakin terhadap pilihannya. Bayangkan saja, berapa lama waktu yang ia butuhkan untuk mencari tubuhnya di rumah sakit sebesar ini sendirian? Ia tak punya wujud untuk dapat bertanya pada orang lain. Suaranya tak akan mampu terdengar sekeras apapun ia berteriak pada para suster.
"Hei.." Panggilan tak terduga terdengar dari belakang Yesung.
"Kita cari bersama." Yesung terkejut bukan main melihat sosok tersbeut.
"Benarkah?" Kyuhyun melayang ke arah Yesung dengan senyum hangat. Ia mengangguk tepat dihadapan Yesung.
"Terima kasih, tapi bagaimana dengan keluargamu?" Yesung tak bisa menyembunyikan kelegaan dan kebahagiaan dalam dirinya.
"Aku yakin mereka bisa menunggu sebentar."
Kedua roh itupun memulai pencarian mereka bersama.
Waktu terus berlalu, hari telah menjelang malam dan Yesung masih belum dapat menemukan tubuhnya. Pencarian disetiap lantai telah mereka lakukan. Memasuki satu per satu ruangan yang ada. Mengintip ke setiap unit intensif maupun gawat darurat. Namun hasilnya nihil.
Tersisa satu area yang belum diperiksa yaitu lantai dasar. Jika dilantai ini mereka masih gagal, keduanya tak tahu lagi harus kemana. Harapan terakhir mereka ada ditempat ini.
"Dokter, pasien diruang pemulihan pasca operasi 342 mengalami penurunan denyut nadi." ujar seorang suster yang datang terburu-buru.
"Pasien kecelakaan kemarin pagi?"
"Benar, dokter."
"Baiklah, suster tolong panggilkan Dokter Kim untuk melanjutkan pemeriksaan terhadap kakek ini."
"Ne, Dokter Lee. Saya mengerti."
Moment tersebut otomatis menjadi sebuah kunci emas bagi Yesung dan Kyuhyun.
"Firasatku mengatakan disanalah tubuhmu berada. Ayo." Kyuhyun kembali menarik Yesung bersamanya. Semoga saja kali ini dugaannya benar.
.
.
.
###===END/TBC?===###
.
.
.
Heewhehe adakah yg masih mnunggu update-an cerita ini? :v ff ini baru ke sentuh dua hari lalu soalnya ide cerita gak tau kabur kemana -_- lgsg stlh diedit saya posting dah
Saya g akan ngegantungin cerita yg uda dibuat kok, kalau readers minta dilanjut ya bakal dilanjut :)
Daripada cuap" byk alasan, ditunggu review kalian untuk cerita ini. dan kalau ada yg punya ide, bisa kok dishare siapa tahu bakal saya buat seperti itu xP #authorbingung #peace
So... mind to review?
.
Reply to Review ::
R: Kpn kyusung bersatuny..?sedih kasian bgt bang wonwon..ok lanjuttt dtunggu..
A: jelas stlah kyusung mau saling terbuka keuhaha
.
R: Wooo yema dipopo in samaa.. samaa.. tunggu! author, itu yang popo in yema siapa? kyupa ato wonpa? walo author bilang itu roh wonpa yg popo yema tp tetep aja kan raga kyupa yang ngelumatnya /oops!/ ;D mantep tenaann dah chap ini! xD banyakin popo nya yaa..)9 /nyesatin amat ye/ LANJUUUTT! -_,-
A: yg ppoppo yema emm... wondad sih dalemnnya :v tp bibirnya ya punya kyuhyun. hahaha ksenengan kyuhyun kalau byk bagian ppopponya ntar xD
.
R: ommo seru bangeet .
banyakin kyusung monent lg donk chingu hehehe...
ditunggu next chapnya :)
A: nde ^^
.
R: Huah, chap dpn kyusung moment donk? Lanjt!
A: okay~^^
.
R: siwon udah kembali ke asal, sekarang giliran kyuhyun yg mengambil hati seorang kim yesung... kyuhyun hwaiting :)
A: hwaiting! #angkatbannerkyuhyun
.
R: next next next!
satuan kyusung! jangan ada siwon lagi
dan juga banyakkin moment kyusung . menurut aku ini alurnya terlalu kecepetan -,-
tentunya kurang detail!
next! KyuSung harus bersatu!
A: iyakah? ah nde~ gomawo masukannya ^^
.
R: uh! gemes dech ama yesungie yg malu2 gitu. .kkk-
. author, ini yg suka duluan kyu or yesungie?
A: emm kyuhyun ^^
.
see you paii paii
