Sausage

.

[Taehyung/V x Jimin]

.

VMin TaeChim TaeMin 95z

.

Maaf lama, kemarin mau update tapi FFn ga bisa dibuka, mengandung unsur porn/sara/dll katanya -,- #TelkomselJohaWhy

nuruladi07 maaf ya lama-lama sekali, sampe ngirim PM ke saya doh maafkan dakuh lol

ini kisah nyata tbh wkwkwk hope you like it~


.

.

Taehyung berjanji pada Jimin akan mengantarkannya pulang saat pulang sekolah. Meski tidak berjanji pun mereka akan tetap pulang bersama. Rumah mereka searah dan lagipula mereka bertetangga, jadi begitulah.

Jimin menunggu Taehyung di kantin, ia membeli makanan kesukaannya, sosis. Hentikan pikiran kotor kalian..

Biasanya ia langsung memakannya tapi kali ini ia meminta pada ahjumma penjaga kantin itu untuk memotongnya menjadi bagian kecil lalu menggorengnya.

"Sudah lama menunggu?" Taehyung baru datang dan langsung merangkul pundak Jimin. Jimin menggeleng sebagai jawabannya, ia menyandarkan kepalanya di pundak Taehyung.

Sosis goreng pesanan Jimin sudah berada di tangan dan Jimin sudah membayarnya lunas. Keduanya berjalan ke parkiran sepeda untuk mengambil sepeda milik Taehyung. Bukan sepeda motor, hanya sepeda biasa yang berjalan dengan memanfaatkan tenaga manusia.

Jimin naik pada boncengan sepeda Taehyung, "Siap?" Tanya Taehyung dan Jimin berteriak "YA!" dengan sangat keras dan bersemangat.

Mereka membicarakan banyak hal ketika di jalan, dengan Jimin yang menikmati sosis gorengnya, terkadang ia menyuapi Taehyung juga. Mereka berhenti lampu merah menyala, meski mereka bukan pengguna kendaraan bermotor tapi tetap saja mereka menggunakan kendaraan.

Taehyung terlalu menaati peraturan lalu lintas.

Jimin memakan satu persatu sosis gorengnya, lalu ia berinisiatif untuk menjadikannya satu. Begitulah cara ia memakannya. (seriusan deh saya bingung jelasinnya, pokoknya itu sosis disundukin (?) satu-satu gitu lah)

Sosisnya sudah terkumpul menjadi satu lalu ia memakannya satu. Setelah itu ia menyuapkannya pada Taehyung.

Taehyung pikir semua itu diberikan padanya jadi ia memakan hampir semuanya.

"Jangan dimakan semua!" Jimin berteriak keras.

Tapi sudah terlambat, potongan-potongan sosis itu telah masuk ke dalam mulut Taehyung. Hanya tersisa beberapa, mungkin 2? Entahlah. Tidak mungkin Taehyung mengeluarkannya lagi kan? Itu menjijikkan.

"Kau memakan semuanya!"

Taehyung menoleh ke belakang, "Sudah habis?"

"Itu yang terakhir dan kau sudah memakan semuanya!"

Teriakan Jimin tidak bisa dianggap pelan, itu sangat keras, cukup keras untuk menarik perhatian dari orang-orang disekitar mereka. Taehyung menoleh kesekelilingnya. "Pelankan suaramu, bodoh. Orang-orang melihat kita."

Jimin mempoutkan bibirnya lalu memukul punggung Taehyung, "Aku tidak peduli! Sosiskuuuuuuuu!"

Orang-orang memandang mereka dengan aneh, ada beberapa yang berusaha menahan tawa mereka dan ada yang hanya melihat mereka dengan gelengan kepala. Taehyung menundukkan kepalanya, tiba-tiba saja ia merasa malu.

Tentu saja kau merasa malu, bertengkar di lampu merah? Hanya karena sosis? Hell, yang benar saja!

Kenapa lampu merah ini lama sekali?!

Jimin berhenti meratapi sosisnya ketika ia melihat kepala Taehyung menunduk ke bawah, ia menoleh ke sekelilingnya. "Ya Tuhan, mereka melihat." Bisiknya. Jimin menepuk dahinya lalu menyembunyikan wajahnya di punggung Taehyung. "Ugh, tapi sosisku…. Aku masih tidak rela."

Lampu hijau menyala, Taehyung kembali mengayuh sepedanya. Orang-orang sudah tidak menatapnya lagi, tapi tetap saja Taehyung masih merasa malu. Beberapa detik kemudian ia merasakan kedua lengan melingkar di pinggangnya.

Taehyung melirik ke bawah dan ia tersenyum. Taehyung mengusap lembut tangan Jimin yang berada di perutnya lalu menggenggamnya. Terkadang ia terpaksa harus melepaskannya ketika ia mengerem sepedanya.

"Sosisku~"

Taehyung mendengar rengekan menyedihkan itu sejak tadi, ia menoleh ke sisi kiri-kanan jalan dan berhenti ketika ia menemukan sebuah toko. Ia turun dari sepedanya dan Jimin menatapnya bingung dengan alis kananya yang terangkat.

"Tunggu saja disini, aku hanya sebentar." Kata Taehyung lalu segera berlari memasuki toko, tidak membiarkan Jimin mengucapkan sepatah katapun.

Setelah beberapa menit menunggu akhirnya Taehyung keluar dengan satu kantong plastik berukuran sedang. Jimin sedang menebak-nebak apa isi kantong plastik itu.

Taehyung tersenyum padanya sambil menyodorkan kantong plastik itu, Jimin kembali memberinya tatapan bingung. "Untukmu, maaf menghabiskannya tadi."

Jimin membuka kantong plastiknya dan ia hampir melompat girang mendapati satu toples sosis yang berada di dalam sana. Jimin tersenyum lebar, sangat, dari telinga ke telinga, dia mirip Joker. Jimin menarik kerah seragam Taehyung lalu mengecup bibirnya singkat, wajahnya memanas dan Jimin mencoba untuk tidak mempedulikannya. "Terima kasih." Bisiknya tepat di depan wajah Taehyung.

Taehyung dapat merasakan hembusan nafas hangat Jimin di wajahnya, ia tersenyum lembut lalu mengusak rambut Jimin. "Apapun untukmu." Taehyung kembali menegakkan tubuhnya dan menaiki sepedanya. "Let's go home."

"Ayay, sir!" Jawab Jimin layaknya seorang tentara tak lupa dengan gerakan hormatnya. Jimin membuka tas selempang Taehyung, memasukkan kantong plastik itu ke dalam sana.

Taehyung meraih kedua tangan Jimin lalu membawanya ke pinggangnya, Jimin memeluknya bahkan menyandarkan kepalanya ke punggung Taehyung. "Ready?"

Jimin mengangguk pelan, "Ready, sir!" dan Taehyung mengayuh sepedanya.

.

.


Sumpah ya itu sama adek rame banget di lampu merah sampe dliatin orang-orang, diketawain mas-mas lol except yang beli di supermarket itu saya inisiatif sendiri wkwk.. udah gitu doang, cuma mau curhat /ngeeeng

Mind to review again?


8 July 2015

keichila