The Secret Princess

Chapter 6

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rating: T

Pairing: Sasusaku



"Otou-san, kenapa aku tak menyadari hal ini sebelumnya?" Tanya Sakura dengan polos.

"Mmm.. itu wajar saja, kan?" Ayah Sakura meneguk tehnya, "Aku memang merahasiakan mereka darimu."

"Hah? Kenapa? Lagipula jika begitu, kenapa Otou-san memberitahuku sekarang?"

"Ya, karena tak ada gunanya lagi menyembunyikannya darimu."

"Hah? Kenapa begitu?" Sakura semakin tidak mengerti dengan perkataan ayahnya itu.

"Kau akan tahu sendiri nantinya." Ayah Sakura menatap langit sore yang indah, "Sebaiknya kau pulang sekarang Sakura! Sebentar lagi malam akan segera tiba."

"Baik, otou-san!" Sakura ikut memandang lagit sore itu hingga akhirnya ia pergi meninggalkan otou-sannya itu.

Sakura berlari kembali di koridor istana.

Karena kurang berhati-hati ia tersandung sesuatu hingga hampir terjatuh jika tangannya tidak dicengkram oleh seseorang.

"Apa anda baik-baik saja, tuan Putri?" Pemuda yang tadi di panggil Itachi itu tersenyum ramah pada Sakura.

"I..iya.. terima kasih telah menolongku." Ucap Sakura tergagap seraya membungkukkan badannya.

Pemuda itu terlihat terkejut, tetapi sedetik kemudian dia tersenyum, "Sama-sama."

Tanpa berbasa-basi dahulu pemuda itu berjalan meninggalkan Sakura.

Sakurapun segera berlari kembali menuju rumah Tsunade-obaachan yang tak jauh dari istana.


Keesokkan harinya...

"Sakura, selamat pagi!" Sapa Ino yang kebutalan berpapasan dengannya. "Pagi, Ino" balas Sakura.

Sakura menempati bangkunya, ia melihat bangku di sebelah kirinya yang masih kosong.

"Naruto belum datang, ya." Gumannya.

"Kau menuggu sahabatmu itu, ya?"

"Eh.." Sakura berbalik menghadap sumber suara tersebut.

"Sasuke.." Sakura mengembangkan senyumnya sehingga menghasilkan semburat merah kecil di wajah Sasuke, "Kukira kau selalu berada di bawah pohon itu setiap pelajaran belum dimulai?"

"Ya, memang begitu." Jawabnya, "tapi tidak hari ini"

"Kau mau menemaniku berkeliling? Aku bosan jika hanya sendirian."

"Hn"

"Aku anggap itu, iya." Sakura kembali tersenyum.


Mereka berdua berkeliling mengitari sekolah yang luas itu.

Saat mereka berdua sedang menuruni tangga, seorang pemuda bertubuh besar tak sengaja mendorong tubuh Sakura hingga Sakura terjatuh dari tangga, Sasuke berusaha menahan Sakura.

Namun, alhasil mereka berdua terjatuh di tangga itu.

Pemuda bertubuh besar itu tak menyadari kejadian itu sehingga ia terus melanjutkan perjalannanya.

"Ugh" Sasuke mengerang karena kesakitan.

"Kau tak apa-apa, Sasuke?" Tanya Sakura cemas.

"I..iya.. tapi, bisakah kau menyingkir dari badanku?"

"Ah.. iya, gomen" Sakura berdiri dari posisinya tadi.

Saat itu mereka terjatuh dengan posisi, Sakura menindih tubuh Sasuke dengan posisi terduduk.

"Yaampun, orang itu keterlaluan sekali sih!" Kata Sasuke seraya menghadap Sakura yang saat itu tampak sedang terlarut dalam pikirannya.

"Ada apa, Sakura?"

"Ah.. tidak apa-apa, kok." Jawab sakura yang tersadar dari lamunannya.

Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka hingga akhirnya bel berbunyi.

Saat mereka berdua memasukki kelas, keadaan kelas telah ramai oleh siwa-siswa yang asyik berbincang-bincang.

Bangku disebelah Sakura masih tetap tak berubah sejak Sakura meninggalkannya tadi.

Dapat di pastikan hari ini Naruto tak masuk.

Raut wajah Sakura nampak agak kecewa.

Tentu saja, karena satu-satunya teman yang sering menemaninya saat istirahat hanyalah Naruto.

"Jangan kecewa begitu. Aku akan menemanimu, kok." Bisik Sasuke yang seakan menyadari apa yang Sakura sedang pikirkan.


"Sasuke memang menawarkan akan menemaniku. Tapi, aku menolaknya dan sekarang aku menyesalinya." Batin Sakura seraya berjalan di bukit belakang sekolah meratapi nasibnya.

Sakura menatap pohon besar itu dari bawah keatas, kemudian ia tampak memikirkan sesuatu dan akhirnya tersenyum jahil.

Entah apa yang merasukinya sehingga membuat ia memanjat pohon itu.

Ia menduduki dahan pohon yang bercabang.

Ia dapat merasakan angin musim gugur membelai wajahnya hingga ia hampir tertidur.


"SAKURA" teriak pemuda bermata onyx yang dengan sukses membuat Sakura terkejut, "Apa yang kau lakukan di sana, Sakura?"

"Hehe.. aku merasa bosan karena tak ada kerjaan sehingga aku memutuskan untuk naik ke atas pohon ini aja." Jawab Sakura seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal.

Namun, akibat tingkahnya itu, ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari pohon itu.

Sasuke merentangkan tangannya mencoba menangkap Sakura.

BRUKK!!

Sakura membuka mata emeraldnya perlahan.

Tadinya ia mengira akan terjatuh dengan posisi seperti saat terjatuh di tangga, tetapi diluar dugaan Sasuke berhasil menangkapnya dengan baik sehingga mereka tetap dalam posisi berdiri.

Sakura menatap wajah Sasuke, ia dapat melihat urat-urat kemarahan timbul di kening Sasuke.

"Hehe.. Hampir saja." Kata Sakura tak berdosa.

"APANYA YANG HAMPIR SAJA? KAU ITU HAMPIR SAJA MASUK RUMAH SAKIT TAHU!" teriak Sasuke yang naik darah.

"gomen" Saku menuduk menyesali perbuatannya.

"Lagi pula kenapa kau tak makan saja, sih?"

"Karena tadi pagi aku terburu-buru, aku lupa membawa bekal yang di buatkan oleh Tsunade-obaachan." Jawab Sakura jujur.

"Yaampun, ceroboh sekali dia ini." Batin Sasuke, "Nih, ambil saja bekalku."

"Mmm.. bolehkah? Lalu kau makan apa?"

"Aku tak lapar, ambil saja."

Sakura mengerutkan keningnya tampak sedang berpikir.

"Ada apa?"

"Apa kau menganggap serius perkataanku kemarin?"

"Hn?"

"Kau hari ini benar-benar bertindak seperti pengawalku saja, saat jatuh dari tangga, saat jatuh dari pohon, dan saat ini.

Apa sih sebenarnya yang kau pikirkan? Padahal baru saja kemarin kau berniat membunuhku?"

"Aku tak mau membahasnya lagi." Jawab Sasuke dingin, "lagipula memang tugasku untuk melindungimu."

"hah?"

"Aku yang di besarkan oleh keluargamu ini memang di tugaskan untuk melindungimu.

Jadi, aku melindungimu bukan karena perkataanmu kemarin"

Sakura terlihat tercengang mendengarnya,

"Apa ini alasan mengapa Otou-san merahasiakan kehadiran mereka dariku?" batinnya.

"Dari pada itu Sakura, aku tahu ini terdengar lancang, terlebih lagi aku telah berniat untuk membunuhmu.

Namun, entah kenapa aku hanya ingin mengatakan ini padamu.." Sasuke berhenti sejenak, wajahnya menjadi merah padam tapi ia tetap berusaha terlihat setenang mungkin.

"a..a..ai.. aishiteru"

Suara Sasuke nyaris tak terdengar, tetapi Sakura dengan jelas mendengarnya.

Sakura mendekatkan wajahnya ke wajah Sasuke, sangat dekat,

"Aku juga suka Sasuke…" bisiknya,

kemudian ia tersenyum dengan senyuman khasnya,

"sebagai teman." Lanjutnya yang dengan berhasil membuat Sasuke sangat terkejut.

TING! TONG!

"Wah sudah saatnya masuk kelas" ucap Sakura seraya berjalan pelan menjauh dari Sasuke.

"SAKURA." Teriak Sasuke kesal karena merasa telah di permainkan.

"Mmm.." Sakura melihat Sasuke dari sudut ekor matanya,

"sepertinya tanpa kusadari perasaanku padamu sama dengan perasaanmu padaku, Sasuke." Lanjutnya seraya tersenyum manis.


-THE END-

Terima kasih banyak untuk kalian semua yang telah membaca fanficku ini hingga selesai..

Mohon maaf sebesar-besarnya jika fanfic ini tidak sesuai dengan harapan kalian..

Mohon maaf juga jika ceritanya terkesan terburu-buru..

Tolong di review, ya..

Thx..