Kuroko No Basuke milik Fujimaki-sensei #SUMIMASEEENNN!
RED VELVET milik SME dan diri mereka sendiri, Vocaloid milik kompeninya, lagunya punya penciptanya sendiri, dan Karmin juga lagunya bukan punyaku—cuma bentar aja minjemnya.
Story plot ya milik saya #digebuk
Enjoy reading!~ /( 0w0)/
Title: Balada Saudara Tiri
Category: Anime/Manga » Kuroko no Basuke/黒子のバスケ
Author: D.N.A. Girlz
Language: Indonesian
Rating/Rated: K+ (T untuk kedepannya)
Pairing: Nijimura x Fem!Kagami, Kisedai!Brothers + their step-sisters (pairing lain menyusul)
Genre: Family, Humor garing, Friendship, Romance, sedikit OOC dll; terserah reader maunya apa.
"Baiklah, saudara-saudara. Misi dimulai dari sekarang." ujar Seijuurou memberi aba-aba pada adik-adiknya.
Flashback start
[SELESAI SARAPAN, KAMAR SEIJUUROU]
"Baiklah, kita berkumpul disini untuk mendiskusikan hal yang sangat penting." jelas Seijuurou, "Ada yang tahu?" tanyanya pada kelima kepala warna-warni didepannya.
Satu tangan berperban terangkat menuju langit ketujuh—maaf nggak sampai ke langit ketujuh kok. "Ya, Shintarou?" ucap Seijuurou sambil menunjuk kearah adiknya tersebut.
"Untuk menyusun rencana pengawalan—nodayo." jawab Shintarou dengan sotoy tapi benar. Seijuurou pun terlihat menganggukkan kepalanya seperti mainan yang ada di dashboard mobil.
"Ya, betul sekali. Kamu pintar, nanti aku cium ehh.. maksudnya kasih hadiah." kata Seijuurou dengan absurdnya.
Najis. Iuh.
"Ada yang punya usul?" sambung Seijuurou lagi untuk menutup malu.
Ciee yang malu—ampun, iya, ampun! Jangan tancepin guntingnya!
Lanjut.
Satu tangan hitam yang sangat dekil terangkat, ya betul—itu adalah tangan Daiki seorang. Pemuda yang merupakan satu-satunya kembang pasir itu mengangkat tangannya. Seijuurou pun memberi kode padanya.
Bukan kode cinta loh.
"Kita bagi masing-masing tim 2 orang." ucapnya sambil mengupil.
Ganteng-ganteng jorok.
"Baiklah, jika setiap tim 2 orang maka kita harus mengundi siapa akan berkelompok dengan siapa, dan mengawasi siapa." ujar Seijuurou dengan mulut yang agak kering karena dia kurang minum AKYUA.
"Ada yang punya usul bagaimana membagi anggota tim?" sambungnya lagi dengan mulut yang hampir berbusa.
Ini ngomong apa pidato?
"Bagaimana jika kita mengambil stik yang bertuliskan nama Navira-san, (Name)-san,dan Ichiira-san, 2 orang yang mendapat stik yang bertuliskan nama yang sama akan menjadi satu tim dan dari tiap nama itu kita bisa tahu siapa yang akan kita awasi." celetuk Tetsuya dengan panjang lebar dan mengejutkan kelima orang pelangi yang ada didepannya.
"AAAAHHHHHH! TETSUYA JANGAN MUNCUL SECARA TIBA-TIBA!" teriak kelima orang pelangi itu.
"Sumimasen, tapi aku sudah ada dari tadi disini." jawab Tetsuya dengan muka you-don't-say.
"Umm, oke fix. Baiklah, aku terima usulmu, Tetsuya. Tapi, lain kali jangan muncul tiba-tiba ya." ujar Seijuurou pada Tetsuya, sedangkan Tetsuya hanya menganggukan kepala dengan muka agak nge-troll.
"Sudah, ayo kita mulai mengundi—nodayo." kata Shintarou pada saudaranya.
"Oi, Atsushi ayo goyang dribble—eh maksudku kocok stiknya." perintah Daiki pada pemuda berambut ungu itu dengan absurd.
Atsushi pun mulai bergoyang dribb—eh maksudnya mengocok stiknya dan langsung menyodorkan pada saudaranya itu, setelah semua sudah memegang stik pilihan masing-masing, mereka menghitung mundur dan menarik stik mereka bersamaan dan ternyata…
Seijuurou dan Daiki mendapat stik bertuliskan 'Navira',
Shintarou dan Ryouta mendapat stik bertuliskan '(Name)',
Dan Atsushi dan Tetsuya mendapat stik bertuliskan 'Ichiira'.
Flashback end
Jadi, disinilah mereka berenam menunggu waktu yang tepat untuk berangkat menguntit mereka bertiga, misi pengawalan katanya.
[Navira's POV]
Aku, (Name), dan Ichiira berpisah di taman kota karena kami menuju tempat yang berbeda. Setelah saling mengucapkan sampai jumpa, aku pun berjalan santai sambil melewati toko-toko yang ada di pinggir jalan, di depanku sudah terlihat tempat ketemuanku dengan teman-temanku yaitu, Setarbak.
Setelah sampai didepan pintu masuk, aku pun langsung dan melihat sekitarku untuk mencari ketiga temanku. Lalu, terdengarlah suara seseorang yang sangat familiar di telingaku.
"Navi-chan! Kami disini!" teriak seorang temanku yang 'campur', aku pun langsung menoleh kearah sumber suara itu, dan menemukan geng rumpi ku sudah duduk di salah satu meja yang tersedia disana. Aku tersenyum riang—tanpa ba-bi-bu lagi, aku langsung mengambil langkah seribu dan langsung duduk di salah satu kursi yang kosong.
"Maaf aku terlambat, aku ketinggalan apa saja jeng?" tanyaku dengan rumpi pada ketiga temanku yaitu Riko Aida, Satsuki Momoi, dan Reo Mibuchi.
"Nggak kok, jeng nggak ketinggalan apa-apa, kami baru saja mau mulai." jawab Riko dengan centil.
"Ya sudah, yuk kita mulai konferensi kali ini jeng-jeng semua." ucap Reo dengan tak kalah centil dari Riko.
Dan kami bertiga (Navira, Riko, dan Satsuki) menjawab dengan serempak. "Yuk! Capcus cyiin!"
Namun, sebelum aku berbincang-bincang dengan teman-temanku, aku merasa seperti ada mata yang mengawasiku, tapi tak aku hiraukan. Semoga saja bukan apa-apa.
[(Name)'s POV]
Setelah sampai di taman kota, aku, Neechan, dan Ichiira berpisah karena arah tempat kami janjian dengan teman kami berbeda. Aku pun mengucapkan sampai jumpa pada kedua saudariku itu dan mulai berjalan menuju mall yang menjadi tempat aku dan teman-temanku bertemu.
Setelah sampai dan masuk kedalam mall, aku mengeluarkan smartphone ku untuk menghubungi temanku dan bertanya lokasi dimana aku bisa mencari mereka. Tak lama kemudian, temanku membalas pesan yang kukirim kepadanya dan aku langsung menuju ke arena arcade game dimana teman-temanku menungguku sambil bermain disana.
Saat sampai, aku melambai kearah keempat temanku dan mereka langsung me-noticeku dan berjalan menuju arahku.
"(Name)-chan, akhirnya kau datang juga." celetuk Sasaki-chan padaku.
"Ya, kami kira kau tidak bisa datang karena masih sibuk karena habis pindahan." ujar Risa-chan memberi komentar juga.
"Kok lama sih? Aku sampai stress sama mereka bertiga, nggak waras semua." protes Arisu-chan padaku.
"Ih, memangnya kamu waras? Nggak 'kan?" sahut Haru-chan pada Arisu-chan dengan muka bete'.
"Nnggg…. Nggak sih. Hehehe." jawab Arisu-chan lagi disertai dengan nyengir kuda.
Aku, Sasaki-chan dan Risa-chan hanya bisa geleng-geleng kepala kayak lagi dugem, sedangkan Haru-chan hanya memasang muka you-don't-say.
"Ya sudah, ayo kita main permainan yang ada disini." ajakku pada keempat orang temanku sambil berusaha menengahi Haru-chan dan Arisu-chan.
"Ya, benar yang dikatakan (Name)-chan. Ayo kita main!" Ucap Risa-chan menyetujui perkataanku.
Saat aku dan teman-temanku berjalan menuju ke arena arcade game, aku merasa seperti ada orang yang mengikutiku. Tapi.. saat aku menoleh ke belakang, tak ada siapa-siapa yang terlihat mencurigakan. Aku pun berusaha mengusir rasa takutku dan langsung mempercepat langkahku menyusul teman-temanku.
[Ichiira's POV]
Sesampainya di taman kota, aku, Navira-Neechan, dan (Name)-Neechan berpisah karena tempat yang kami tuju berbeda arah. Setelah mengucapkan sampai jumpa, aku segera berjalan menuju Maji Burger; tempat dimana teman-teman sekelasku berkumpul dan mungkin menunggu kedatanganku dan teman-teman yang belum datang.
Setelah sampai, aku langsung masuk ke dalam Maji Burger dan menuju ke meja yang sudah dipesan oleh temanku khusus untuk kami semua.
"Wah! Ichiira akhirnya kau datang juga." seru si ketua kelas, Imayoshi Shouichi.
"Ya, maaf baru bisa datang sekarang." kataku sambil mengambil posisi di salah satu kursi yang masih kosong.
"Ah, tidak apa-apa. Yang penting sekarang kau sudah hadir disini." sergah Furihata Kouki—salah satu teman akrabku.
"Lho? Kok baru 16 orang? Yang 4 kemana? Belum datang?" tanyaku melihat masih ada 4 kursi yang kosong.
"Ah, iya belum datang. Mungkin sebentar lagi datang."jawab Hayama Kotarou, si wakil ketua kelas menjawab pertanyaanku—yang langsung ku jawab dengan anggukan singkat dan mengambil smartphone ku dari dalam tas yang kubawa. Aku melihat ke sekelilingku sambil mengamati setiap orang yang ada disini.
Di salah satu meja, terlihat dengan jelas kepala dengan rambut berwarna ungu dan biru muda yang berada diantara banyaknya kepala berwarna hitam dan coklat yang berada didalam gedung ini. Langsung aku sadar—kenapa dari tadi aku merasa seperti diawasi.
Ternyata mereka memiliki rencana yang sudah terlebih dahulu kuketahui, pikirku dalam hati. Aku langsung saja mengirim pesan singkat kepada kedua kakakku yang berada di dua tempat yang berbeda. Setelah mengirim pesan tadi, aku pun menaruh kembali smartphone ku kedalam tasku lagi dan langsung melanjutkan acara berbincang dengan teman-temanku.
[Navira's POV]
It's so tasty, come and chase me
Mot chamgesseo I scream, you scream
Gimme that, gimme that ice cream
Nada dering dari smartphoneku bergetar dan mengeluarkan bunyi singkat suara notifikasi yang menunjukkan bahwa ada pesan yang baru masuk dan itu dari Ichiira, langsung saja kubuka pesan itu yang ternyata berisi pesannya.
.
.
.
From: Ichiira-Immoutou
To: Navira-Neechan
Subject: Rencana yang terbongkar
Kak, apakah kakak merasa diawasi oleh seseorang? Jika ya, ini adalah jawaban dari masalah kakak. Sei-Nii, Shin-Nii, Atsu-Nii, Daiki-Nii, Ryouta-Nii, dan Tetsu-Nii sedang membuntuti kita. Kenapa aku bisa berkata seperti ini? Karena tadi aku melihat ada Atsu-Nii dan Tetsu-Nii sedang mengawasiku dan mengikutiku ke Maji Burger. Dan sepertinya yang mengawasi kakak adalah Sei-Nii dan Daiki-Nii.
Tertanda, Ichiira.
.
.
.
'Oh, pantas saja dari tadi aku lihat ada rambut merah dan biru dekil itu sekilas.' pikirku dalam hati.
Aku pun segera membalas pesan Ichiira.
.
.
.
From: Navira-Neechan
To: Ichiira-Immotou
Subject: re - Rencana yang terbongkar
Oke fix, makacih ye! OwO
.
.
.
Setelah mengirim pesan tadi pada Ichiira, aku pun segera melanjutkan perbincangan dengan temanku dan merasa lega—tahu jika yang mengawasi dari tadi hanya dua mahluk dengan warna rambut yang ajaib sekali itu.
[Reader's POV]
Zenzen tsukamenai kimi no koto
Zenzen shiranai uchi ni (yeah~)
Kokoro ubawareru nante koto
Aru hazu nai desho
Tasku bergetar karena getaran dan nada dering yang ditimbulkan oleh smartphone ku, aku pun langsung membuka tasku dan mengambil smartphone milikku dan membukanya. Tertera ada satu pesan baru dari Ichiira, langsung saja aku buka pesan itu. Dan ternyata isinya sangat membuatku lega.
.
.
.
From: Ichiira-Immoutou
To: (Name)-Neechan
Subject: Rencana yang terbongkar
Kak, apakah kakak merasa diawasi oleh seseorang? Jika ya, ini adalah jawaban dari masalah kakak. Sei-Nii, Shin-Nii, Atsu-Nii, Daiki-Nii, Ryouta-Nii, dan Tetsu-Nii sedang membuntuti kita. Kenapa aku bisa berkata seperti ini? Karena tadi aku melihat ada Atsu-Nii dan Tetsu-Nii sedang mengawasiku dan mengikutiku ke Maji Burger. Dan sepertinya yang mengawasi kakak adalah Shin-Nii dan Ryouta-Nii.
Tertanda, Ichiira.
.
.
.
'Oh Tuhan, syukurlah, ternyata bukan penjahat. Akhirnya aku bisa bermain dengan hati yang lega' pikirku dalam hati bersorak senang.
Langsung pesan dari Ichiira itu ku balas.
.
.
.
From: (Name)-Neechan
To: Ichiira-Immotou
Subject: re - Rencana yang terbongkar
Oke, makasih atas infonya ya! ^_^
.
.
.
Setelah membalas pesan dari Ichiira, langsung saja aku kembali bermain dengan teman-temanku dengan hati yang sekarang sudah lega.
[Ichiira's POV]
I guess I didn't know you at all (no, no)
I guess I didn't know you at all
Before we very had too far
I guess I didn't know you at all
Dibukanya ponsel, lalu membaca balasannya. Setelah mendapat balasan dari kedua kakakku, aku berpikir sejenak. Terbesit pikiran yang membuatku tersenyum misterius dalam hati. Langsung saja, aku segera menemukan ide yang bagus untuk mengerjai mereka berenam, karena sudah mengikuti kami bertiga tanpa bilang terlebih dahulu.
Aku pun tersenyum memikirkan bagaimana mereka akan dibuat kaget olehku, Navira-Neechan dan (Name)-Neechan. Temanku yang melihatku tersenyum bertanya padaku ada apa, aku pun hanya menjawabnya dengan 'nggak apa-apa kok' dan langsung melenyapkan senyum yang ada diwajahku.
.
TBC
