Disclamier: Kishimoto Masashi
Pairing: Sasuke U dan Hinata H
Rating: T+ sampai M
Genre: Mytery/Supranatural/Drama/Adventure/Romance
Warning: OOC mendewa, ABAL, ABSURD, ANEH, OOT, TYPOS, mungkin akan membuat anda merasa serangan jantung, hipertensi naik-turun, kehidupan anda menjadi absurd se absurd absurdna sang author GaJelas dan terserang virus memabukan, muntah-muntah, diare, mual, dan semacamnya.
Happy Reading!
.
.
.
Kebangkitan Hinata
"Tiga ekor"
Bagian 2
Hinata POV
Setelah keluar dari taxi, aku melihat jam pada ponsel yang menunjukan pukul lima lebih tiga puluh sore hari. Melangkahkan kaki bergegas pergi menuju tempat pertandingan basket bertemu dengan Sakura Haruno yang sedang duduk di tempat kursi penonton yang paling depan dan ada tempat kosong yang telah di siapkan sahabatku.
"Hei, Sakura-chan!" aku menyapa Sakura Haruno lalu Sakura menoleh kesamping dan mendapatiku yang sedang duduk.
"Hei, Hinata-chan!" Sakura Haruno memelukku "Dari mana saja, sudah tiga puluh menit pertandingan berlangsung." Sakura Haruno melepaskan pelukannya.
"Ah gomen gomen sakura-chan, aku kan sudah izin waktu latihan tenis." ujarku.
"Tapi kenapa lama sekali, kenapa juga kau yang harus mengantar pria dingin itu." Sakura Haruno menyilangkan tangannya.
Aku tersenyum "Pria dingin itu adalah Sasuke-kun."
"Yaa… aku tahu hubungan kalian berdua seperti lem." Sakura Haruno memberikanku minuman segar "Kau harus berterimakasih padaku, karena Naruto-kun menanyakan keberadaanmu terus lewat sms." Sakura Haruno menunjukan pesan itu yang ada di ponselnya "Lihatlah betapa khawatirnya dia."
"Terimakasih Sakura-chan! Lain kali aku akan mentraktirmu makan di kantin sekolah." ujarku lalu tersenyum menunjukan deretan gigiku.
"Tidak, tidak. Aku lebih memilih untuk belajar mipa bersamamu." ujar Sakura Haruno yang tangannya menyilang.
"Baiklah jika itu maumu." aku tersenyum senang menatap Sakura-chan bersemangat untuk belajar.
Sakura Haruno berbisik tepat di telingaku "Berikanlah nomor ponselmu agar pangeran pujaanmu tidak menanyakan kabarmu melalui diriku, Hinata-chan."
Aku tidak mengatakan apapun pada Sakura Haruno. Aku hari ini hanya ingin melihat Naruto Uzumaki bertanding setelah itu berkencan dan menunggu kebangkitanku. Aku yang sekarang belum siap menerima Naruto Uzumaki sebagai pasanganku, dalam kitab Shinto setelah aku kembali menjadi kitsune. Aku akan menjalankan tugasku dan meninggalkan kehidupan manusia. Apabila seorang kitsune jatuh cinta maka aku akan menghilang dari dunia ini lalu berubah menjadi yokai jahat yang membuat malapetaka di Jepang. Mengapa ada cinta seperti itu?
.
.
Naruto © Kishimoto Masashi
.
.
Pertandingan persahabatan antar sekolah di daerah Kanto telah berakhir pada jam delapan malam ini. Aku duduk di kursi penonton bersama teman baikku, Sakura Haruno. Hasil pertandingan yang memuaskan! Aku tau bahwa Naruto-kun pasti dapat memenangkannya. Sebagai sesama atlet, teman sekelas dan orang aku sukai. Dia telah menarik perharianku dengan pesonannya.
Aku bersorak gembira atas kemenangan sekolah kami, bersama Sakura Haruno berteriak "Selamat atas kemenangannya!" tersenyum senang.
Aku pun melihat dia meninggalkan lapangan basket, berlari kearahku dengan wajah kegembiraan. Tepat di depanku dengan wajah berseri serta keringat yang menetes itu dari wajah tampannya, aku menatap mata berwarna biru secerah langit pada siang hari "Aku…" ujarnya sembari mengambil nafas, lelah memang terlihat pada wajah tampannya "Will you go out with me?" dengan senyum yang menunjukan deretan gigi putihnya, aku mengangguk dan tersipu malu. Aroma yang menguar dari tubuh Naruto Uzumaki itu susah aku hilangkan dari pikiranku, aroma menyenangkan dan sepertinya memang terasa lezat! Aku meneguk air liurku sendiri 'glup' merasa aneh dengan diriku sendiri, seperti bukan diriku.
"Kita akan kemana?" aku mengambil sapu tanganku dan mengelapkan keringat "Tunggu setelah aku mengganti baju" ia tersenyum kemudian pergi kembali pada kelompok basketnya. Aku memperhatikan nomor 1 pada punggungnya itu, berkata dalam hari 'Maaf…' dengan tersenyum tipis, rasanya aku tidak bisa berbohong tapi aku tak ingin menyakiti perasaannya.
"Sakura-chan." Panggilku "Jika suatu saat nanti aku menghilang, jagalah dia untukku."
Sakura Haruno mengerutkan dahinya entah kaget atau heran "Apa yang kau pikirkan!" Sakura Haruno memukul kepalaku "Ah!" aku kesakitan dan mengelus kepalaku "Jangan berpikiran yang tidak-tidak. Tuh lihat pangeran akan menunggumu di depan gerbang sekolah." Sakura Haruno menasehatiku, aku mengangguk "Baiklah..." dengan suara pelan lalu aku berbalik pergi "Aku pergi dulu, jaa." melambaikan tanganku tanpa menatap Sakura Haruno.
Aku keluar dari ruangan perandingan basket menunggu Naruto Uzumaki di depan sekolah xxx ini. Baru saja aku melangkah keluar ruangan, udara malam sudah menusukku, terasa dingin di kulit. Aku pun diikuti Sakura Haruno dari belakang "Semoga berhasil, Hinata-chan!" Sakura Haruno mengedipkan mata kanannya. Aku pun berhenti melangkah lalu melihat kebelakang mendapati sahabatku merangkul seorang laki-laki berambut merah, wajahnya mirip sekali dengan Garaa-san tapi dia bukanlah Garaa-san.
"Oh ya Hinata-chan, perkenalkan dia pacarku." Sakura Haruno tersenyum sembari melingkari lengannya pada lengan lelaki berambut merah itu.
"Aa…" aku menggangguk "Senang bertemu denganmu." aku menunduk sedikit lalu lelaki itu juga menunduk setelah itu ia menjulurkan tangan kanannya "Hey Hinata-chan, panggil saja aku Sasori." aku menjabat tangannya.
"Sasori senpai?" aku terkejut mendengar namanya, dia adalah kakak kelas sekaligus kakak kandung dari Garaa-san.
"Hmm?" Sasori senpai memiringkan sedikit kepalanya "Bukankah kau anak dari Hiashi Hyuga?" tanya Sasori senpai.
"Memangnya kenapa sayang?" ujar Sakura Haruno penasaran.
"Tak apa-apa, hanya saja… keluarga Hyuga adalah rekan bisnis keluarga kami." aku melihat Sasori senpai melingkarkan tangan kirinya pada pinggul Sakura Haruno.
"Oh…" Sakura Haruno mengangguk "Baiklah kalau begitu kami duluan…" Sakura Haruno menarik Sasori senpai sedang aku melihat kepergian mereka saja.
Malam hari ini langit berwarna hiram tanpa cahaya bintang dan awan-awan hitam mengisinya, gemuruh saling bertautan karena benturan. Cahaya rembulan pula ditutupi oleh awan-awan hitam, semilir angin malam berhembus menerpa tubuhku kadang berhembus kencang tak seperti malam sebelumnya. Sekarang memang musim panas namun lain lagi pada malam hari, suhu di Jepang menjadi turun yang mampu menusuk kulit-kulitku. Aku bergetar kedinginan, memakai pakaian sekolah itu bukan ide yang bagus untuk kencan pada malam hari. Menunggu Naruto Uzumaki, tak kukira aku akan berkencan dengannya sekarang, memikirkannya saja membuatku tersipu malu. Aku memegang kedua pipiku yang menjadi panas.
"Hinata-chan." Seseorang memanggilku lalu aku menegok ke samping ternyata sosok Naruto Uzumaki bersama motornya. Naruto Uzumaki turun dari motor lalu berkata "Sepertinya akan hujan ya." Pangeran pujaanku itu mengenakan jaket klub basketnya padaku "Ayo kita makan yang hangat." Ia megenggam tangan kanaknku yang sudah dingin itu, tangannya terasa hangat, aku tersenyum "Ok!" ujarku lalu Naruto Uzumaki mengenakan helm setelahnya mengenakan helm padaku.
Aku menaiki motor sport Honda CBR 250R Millenium Red Naruto Uzumaki, dudukannya sedikit menurun kearah Naruto Uzumaki hingga mau tak mau aku harus memeluknya dari belakang. Rokku yang pendek menjadi lebih pendek hingga setengah pahaku terlihat, ah betapa memalukannya! Sedang angin yang menerpa rokku tapi untung saja aku membawa tas sekolah hingga bisa menutupinya. Aku mencium bau tubuh Naruto Uzumaki, kuhirup dalam-dalam lalu aku tersenyum berkata dalam hati hati 'Aku tak akan melupakan aroma ini.'
Dari pada aku terbawa suasana karena aroma manis nan lezat itu sehingga aku membayangkan ingin memakannya dan itu lah perbuatan yang tidak manusiawi, aku memperhatikan jalan yang Naruto Uzumaki lalui untuk menuju tempat restoran yang sewaktu ia sebutkan di personal chatting. Katanya sih makanan disana disediakan menu makanan vegetarian, aku memang suka sayuran sebelum adanya kebangkitan kitsune ini. Sewaktu aku makan bento yang isinya sayuran, karena memang setiap hari aku memakan sayuran dan jarang memakan daging, rasa sayuran menjadi pahit, lidahku menjadi berbeda dari sebelumnya. Maka dari itu sewaktu istirahat sekolah, aku tidak makan, aku malah membuang semua sayuran yang ada di kotak bekal. Aku hanya memakan daging sapi yang kusiapkan tapi hanya sedikit, aku juga tidak tau bakal menjadi seperti ini. Perubahan fisik dan mental aku semua berubah, haruskah aku menanyakan hal ini pada Sasuke-kun? Tapi kupikir-pikir nanti sajalah kalau bertemu dengannya lagi karena banyak pertanyaan yang ingin ku tannyakan. Untung saja Naruto Uzumaki mengajakku makan malam, aku sudah lapar hingga aku membayangkan yang tidak-tidak, seperti memakan Naruto Uzumaki.
Rasa lapar sedang berlangsung, aku hanya tidak bisa menahannya. Aku memeluk Naruto Uzumaki semakin erat, lagi menghirup aroma itu, lehernya memperlihatkan kulit kecoklatan seperti warna sapi muda. Aku mulai membayangkan yang tidak-tidak lagi, lagi-lagi aku memeluk erat Naruto Uzumaki.
Imajinasi Hinata Hyuga On
Hinata Hyuga bersama Naruto Uzumaki hanya berdua, mereka saling menatap satu sama lain saling mendekat. Hinata Hyuga yang berada diatas Naruto Uzumaki, ya mereka berada disebuah kamar, entah kamar siapa yang terlihat cahaya di dalamnya samar-samar. Hinata Hyuga yang tidak sabaran itu bernafas dengan berat sembari menatap tubuh Naruto Uzumaki yang berada di bawahnya "Aku sudah tidak sabar Naruto-kun" lalu merobek dengan kasar baju itu hingga tak karuan. Hinata Hyuga semakin mendekat dan menciumi aroma Naruto Uzumaki, menjilati tubuh itu, kemudian mengigitnya sampai berdarah. Hinata Hyuga menjilati jari jemarinya satu persatu karena ada darah yang menempel. Lidah Hinata Hyuga merasakan kenikmatan. Hinata Hyuga menikmati semua momen itu dengan pelan-pelan dan semakin tenggelam kedalam imajinasi.
"Rasanya sangat lezat sayang." mata Hinata Hyuga berubah menjadi mata kitsune. Mata Hinata Hyuga pada bagian sclera merupakan lapisan permukaan eksternal mata yang biasanya berwarna putih tetapi kitsune memiliki warna merah atau kejinggaan. Bagian mata iris Hinata Hyuga yang normal berwarna lavender, kitsune memiliki iris berwarna hitam dan berbentuk oval.
Hinata Hyuga menyeringai menunjukan taring-taring kitsune "Aku menyukaimu." Kembali Hinata Hyuga menikmati makan malam yang sangat lezat! Menggigit daging segar dari jari-jari Naruto Uzumaki, mengoyak-ngoyak bagian dalam tubuh dengan kuku jari-jari tangan.
Imajinasi Hinata Hyuga Off
Sedang aku terperangkap dalam imajinasiku, belum selesai menikmati momen itu Naruto Uzumaki memanggilku hingga aku tersadar dari lamunan.
"Hinata-chan?" panggil Naruto Uzumaki.
"Y-ya?" aku sadar dan jadi gugup 'Glup' menelan air liur.
"Kalau kau memelukku terlalu erat, mungkin aku akan menciummu nanti." mendengar itu, aku melebarkan kedua mataku karena kaget dan berkata "Ma-maaf…" sembari melonggarkan pelukanku.
Aku mencoba untuk tenang dan mataku berubah menjadi normal kembali. Kenapa Sasuke-kun tidak memberitahuku tentang efek imajinasi karena lapar, bisa gila aku karnanya.
Aku melihat langit malam, masih tak ada bintang dan bulan "Naruto-kun." aku memanggilnya.
"Ya Hinata-chan?"
"Bisa lebih cepat?" ujarku sembari meremas ujung rokku.
"Aku sudah lapar…" dengan nada manja "Ne… Naruto-kun hayaku…"
"Okey! Pegangan yang erat." Naruto Uzumaki bersemangat lalu ia menambah kecepatan motornya itu.
Aku kembali memegang erat Naruto Uzumaki, angin menerpa hingga helai-helai rambutku melambai-lambai seakan-akan terbang mengikuti arus angin. Beberapa menit kemudian Naruto Uzumaki mengatakan "Sebelum kita makan, aku ingin menunjukan sesuatu." Ia membelokan motornya
"Baiklah… tapi setelah itu kita makan ya." ujarku yang mulai lapar.
.
Satu jam kemudian Naruto Uzumaki telah berada di Yokohama Jepang –
.
Naruto Uzumaki berhenti, aku pun turun dan melepaskan helm "Yokohama?" lalu menaruh helm kemudian melihat sekeliling.
Distrik Minatomirai sebenarnya adalah distrik yang baru mulai dikemangkan sejak tahun 1983 untuk menyokong perekonomian kota Yokohama. Letaknya berada di pinggir pantai dan dekat dengan pusat komersil di pusat kota Yokohama sangat mudah diakses dari Tokyo dan kota-kota besar lainnya. Aku menikmati paronama kota, dan landmark tower gedung tertinggi di Minatomirai Yokhama, pada malam hari banyak kemilau lampu-lampu yang menerangi malam memberi kesan mewah di langit malam kota Yokohama.
"Naruto-kun!" memanggilnya sembari tersenyum lalu menghampiri Naruto Uzumaki "Ayo kita ke Sky Garden." memegang tangannya "Ayo… Naruto-kun…" aku menarik lengannya kemudian berlari kecil menuju sky garden, tempat observasi di lantai 69 landmark tower untuk melihat keindaham panorama malam kota pelabuhan yang terkenal ini lebih luas.
Aku dan Naruto Uzumaki sedang menaiki elevator menuju lantai 69. Biasanya untuk akses ke landmark tower buka setiap hari dengan tiket masuknya 1000 yen untuk dewasa, 800 yen untuk pelajar SMP dan SMA, 500 yen untuk pelajar SD dan 200 yen untuk balita. Setelah menaiki elevator dari sini kami bisa lihar panorama seluruh kota Yokohama hingga Tokyo dari kejauhan. Pencahayaan objeknya sangat memukai, indah sehingga kami tidak bosan melihat pemandangannya dan sesekali aku selfie bersama Naruto Uzumaki mengambil gambar pemandangan kota Yokohama.
"Krruukk...Kkkyyrruuk..." bunyi ini menandakanaku tidak sadar bahwa tadi aku lapar.
Aku memegang perutku lalu menatap Naruto Uzumaki "Naruto-kun..." dengan wajah sedih aku mengangkat kedua alisku "Lapar... hehehe." ujarku.
Naruto Uzumaki memegang tanganku "Ayo kita makan!" dengan tersenyum tepat di depanku "Mau makan apa Hinata-chan?" tanya Naruto Uzumaki.
"Da-daging!" perutku ini sangat ingin daging sapi "Bolehkah?" aku memiringkan kepala sedikit.
"Daging?" Naruto Uzumaki mengangkat kedua alisnya "Tidak seperti biasanya, tapi baiklah ayo!" Naruto Uzumaki masih memegang tanganku berjalan berdampingan, mencari tempat makan yang menyediakan daging sapi.
Aku sangat beruntung bisa jalan-jalan bersama dengan Naruto Uzumaki, aku ini seorang yang berbahaya untuk manusia, dengan kemampuan sempurna kitsune para manusia terutama gender pria mampu tunduk padaku tapi kali ini aku belum bangkit seutuhnya. Aku harus bersyukur dengan takdir ini…
.
.
Naruto © Kishimoto Masashi
.
.
Setelah motor Naruto Uzumaki berhenti di depan apartemenku, aku turun dari motornya dan langit bergemuruh lalu petir menyambar dengan jelas hingga membuatku kaget hingga aku tiba-tiba memeluk Naruto Uzumaki dari belakang tapi Naruto Uzumaki diam saja lalu melepaskan pelukanku dengan pelan.
'Ada apa dengan Naruto?' ujarku dalam hati.
Rintik-rintik hujan mengenai tubuhku menyeluruh pelahan-lahan rambut ini basah serta badan hingga jenjang kedua kakiku. Mataku melihat Naruto Uzumaki menarik tangan kananku, berlari bersama dan tetesan rintik hujan membentuk butiran-butiran lembut menerpa kami. Aku berkedip, bernafas terengah-engah lalu tersenyum, melihat punggung badannya yang begitu basah. Aku suka hujan, rintik basahnya mengetarkan jiwaku, hatiku bersenandung, bersenang-senang mendendangkan nada-nada degupan perasaan cinta, walau dingin menerka tubuh ini aku merasakan hangat tangan yang ia pegang menjalar seperti sengatan magnet. Aroma hujan dan dirimu itu menyenangkan, terasa manis dan hangat. Kan kucurahkan cinta ini untuk fantasiku dan tak pernah kuungkapkan padamu selamanya… Begitu murni cinta yang kini kurasakan hingga seakan-akan tak kuasa aku menahan.
"Naruto-kun!" panggilku yang membuatnya berhenti berlari dan berbalik menatapku, saat ini aku ingin menjerit, berteriak mengatakan I love you "Lepaskan tanganku." Ia melihatku heran. Menatapku dalam hujan, aku merasakan sejuknya hati ini saat memandangmu bersama guyuran hujan dan angin menerpa, saat itu lah aku mulai merasakan sakitnya kebangkitan kitsune.
Bisa bersamamu hari ini, aku merasa sangat senang "Berhenti memperlakukanku seakan anak kecil!" oh tidak aku mulai marah tak tahu sebabnya.
"Pikiranku saat ini sedang kacau, aku merasa tak enak badan." aku melangkah mundur menjauh dari Naruto Uzumaki.
"Hinata-chan, kau tak apa-apa?" Naruto Uzumaki menarikku dalam pelukannya sebelum kulangkahkan kakiku lebih jauh "Maaf Hinata-chan, aku tidak begitu mengerti. Aku hanya cemburu sebab aku begitu menyayangimu dan cemburuku ini karena aku memiliki perasaan sayang padamu. Aku sekarang yang berada si sampingmu kenapa kau selalu bercerita tentang Sasuke Uchiha ketika kita makan bersama." lalu aku melepaskan pelukan dan mendorong sedikit keras agar aku tidak mencium aroma menyenangkan itu dari tubuhnya.
"Bukankah kau sendiri yang menanyakan orang yang berharga untukku!" dahiku berkerut karena kesal "Dan andai saja kau tahu bagaimana perasaanku kini." Aku berlari melewatinya dalam hujan menuju apartemen.
"Tunggu Hinata-chan." Naruto Uzumaki ikut berlari mengejarku.
"Jangan dekati aku!" tolong lah kau mengerti Naruto, aku sekarang lagi menahan sakit saat kebangkitan Kitsune ini.
"Hinata-chan dengarkan aku!" aku masih berlari menuju pintu apartemenku "Watashi zutto…zutto aishiteru Hinata-chan!" mendengar pernyataan cinta dari Naruto Uzumaki tepat di depan pintu apartemen, aku berhenti dan menunduk sesaat tersenyum senang. Jarang sekali ada laki-laki yang mengatakan cinta dengan kata ai, biasanya para lelaki mengucapkan daisuki tapi Naruto Uzumaki sungguh serius dengan cintanya? Penyataan aishiteru itu untuk lamaran pernikahan… Oh tuhan…
Hujan semakin deras dan tubuhku tak mampu menahan kebangkitan ini. Aku ingat obat yang Sasuke-kun berikan kepadaku... tapi kenapa masih sakit setelah menelannya. Lalu aku melihat kebelakang melihat Naruto Uzumaki semakin mendekatiku, aku menekan kode keamanan dan membuka pintu apartemen. Tiba-tiba aroma Naruto Uzumaki terasa semakin kuat dan ternyata dia telah memegang pergelangan tangan kiriku yang membuatku harus berbalik menatap mata yang biru itu.
"Lepaskan tanganku!" aku membentaknya lalu Naruto Uzumaki melepaskan pergelangan tanganku.
"Aku sungguh menyukaimu, kumohon maafkan sikapku itu." Naruto Uzumaki menatapku.
Aku tidak sanggup berbohong padanya, aku juga menyukaimu tapi tidak bisa. Rasanya aku ingin menangis saja saat ini.
"Naruto-kun..." aku berbalik dan membuka pintu apartemen lalu menutup keras pintu apartemen setelah bertengkar dengannya.
"Hinata!" panggilnya dari luar pintu apartemen, sedang aku menahan kesakitan "Aaahh!" teriakku tak tahan menahan sakit, rasa sakit ini seperti tertusuk-tusuk jarum. Setidaknya rasa sakit ini tidak sesakit kebangkitan pertamaku, waktu itu sangat sakit seperti tulang-tulangku patah.
Saat ini pengelihatanku menjadi lebih tajam dari biasanya, aku merasa sudah mengenali pengelihatan ini karena saat aku berubah mataku pun ikut berubah.
"Apa kau baik-baik saja?" ia menggedor pintu tapi aku abaikan. Menutup mulutku dengan menggigit dua jari telunjuk dan tengah hingga berdarah karena taringku mulai tumbuh kembali, bernafas dengan beratnya "Pergilah!" hah... nafasku terasa berat "Tapi—" sebelum dia selesai berkata aku menyela "AKU TIDAK MENYUKAIMU, jadi pergilah!" dengan hati yang berat aku mengatakannya. Penyakit ini tidak bisa kau sembuhkan, bahkan dokter pun. Hanya tuhanlah, karena aku berbeda, tak pantas untuk melewati batasanku.
"Kalau begitu, aku pulang." aku mendengar jelas suara kecewa itu.
"Maaf…" bisikku yang tak bisa dia dengar. Ekor-ekorku mulai tumbuh satu per satu sampai tiga ekor, pertama ekorku muncul dari tengah kemudian tumbuh bertambah dua menjadi tiga.
"Aku tidak menyerah Hinata-chan. Jaga dirimu." setelah mendengar ini aku tak lagi mencium aroma menyenangkan pada tubuh Naruto Uzumaki.
Aku menangis dalam diam karena ucapanku dan rasa sakit ini, melihat ekor-ekorku berwarna putih memancarkan cahaya biru api.
"Sasuke-kun, aku membutuhkanmu…" aku meniup seruling lalu munculah sosok pelayan rubah tepat di depan Hinata Hyuga.
"Hinata-sama, ada yang bisa saya bantu? Saya tidak sanggup melihat Hinata-sama kesakitan." ujar Hanabi seorang rubah berekor enam itu.
"Sa..Sasuke-kun." aku mengambil nafas, terengah-engah "Panggil Sasuke sekarang!" perintahku pada Hanabi.
TBC
Catatan
Author cuma mau kasih info aja untuk karakter Naruto Uzumaki, dia tidak mempunyai kumis kucing disini, lalu Sasuke Uchiha disini memakai kacamata dan rambutnya sama seperti umur Sasuke masih remaja bukannya sudah dewasa (pada cerita asli Naruto, Sasuke Uchiha rambutnya mirip Madara Uchiha), sekarang Hinata Hyuga seperti biasa berambut panjang, berponi, dan matanya bisa berubah sesuai mata kitsune lalu (tak ada tambahan begitu juga dengan Ino Yamanaka, Sakura Haruno, Neji Hyuga, Kiba, dan teman lainnya).
Hmm soal judul aku memang pakai google translate yah, memang tidak bisa dipercaya si translatenya.. baiklah aku koreksi lagi judulnya dan diganti dengan nine tails white fox karena aku ga milih tailed itu jadi tails karena ekornya banyak dan plural.
