Trouble maker vs
Cast:
Lee Eunhyuk
Lee Donghae
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Kim Kangin
Leeteuk/ park Jungsoo
Kim Heechul
Tan Hangeng
Synopsis:
Cerita cinta di asrama khusus namja. Si troble maker, Hae dan si Mr. Perfect, Hyuk. Sama-sama terkenal di lingkungan sekolah. bagaimana kisahnya saat dua sifat bertolak belakang ini di pertemukan, setelah dua tahun hanya tahu tanpa bertemu secara langsung? Apakah mereka berdua tahan dengan sifat masing-masing?
Rate T, romantic, friendship, sedikit humor (maybe)
Warning: abal, AU, GJ, amburadul, aneh, BL/yaoi, OOC, EYD berterbaran, dsb
Happy reading~~~
Tidak suka jangan dibaca…
Chapter 6
"Donghae bangun… sarapan sudah siap" kataku sambil menggoyangkan gundukan selimut milik si trouble maker. Tidak lama kemudian kepala itu keluar, menampakkan rambut berantakan dan wajah lusuh khas orang bangun tidur. "aish malah diam, lekaslah mandi! Kau ingin terlambat?"
"cerewet"
"terserah! Kalau kau tidak bergegas, aku tinggal" kataku sambil berjalan kemeja makan. Lama-lama aku kebal dengan perkataan pedas si chilidish ini. mungkin karena setiap hari mendengarnya.
"heh" panggilnya. Aku menoleh, melihatnya yang tengah duduk dipinggiran tempat tidur.
"wae?"
"hari ini kau tidak usah masuk saja"
"hah? Maksudmu?"
"aku bilang tidak usah masuk sekolah, kenapa masih tanya?"
"wae? Kau menyuruhku bolos?"
"itu lebih baik"
"hah? "
"sudahlah, kau memang terlalu bodoh untuk diajak bicara"
"enak saja! apa katamu tadi?" dia tidak mendengarku malah berjalan ke kamar mandi. Ugh… yang bodoh siapa? Bukanya dia yang terlalu ambigu dan sulit di nalar.
Satu jam kemudian, aku berjalan dibelakang Donghae. seperti biasa aku menjaga jarak agar tidak ada orang yang curiga. Dia menghentikan langkah untuk melihat handphonenya. Wajah Donghae langsung berubah. apa yang terjadi? dia menghembuskan napas lalu melirikku dengan wajah dingin.
"kenapa?"
"aku bolos"
"Tidak bisa seperti itu dong! Buat apa tadi aku membangunkanmu pagi-pagi, menunggumu dan menyiapkan bekal kalau ujung-ujungnya bolos! Kau tadi menyuruhku bolos tanpa sebab, sekarang malah Donghae sendiri yang ingin bolos" kataku tanpa mengalihkan tatapan dari matanya. Aku berani melakukan ini karena kami merada dilorong sekolah yang sepi dan jarang di lalui murid.
"cerewet! Disini siapa tuannya? Kau mulai berani mengguruiku"
"aniyo tapi…"
"apa? sudah sana pergi"
"aish menyebalkan" aku berjalan meninggalkannya. Dia itu memang namja sok, ya tuhan… sampai kapan aku harus menjadi budaknya?
#Eunhyuk pov end
Donghae menghembuskan napas masih sambil menatap punggung Eunhyuk. Setelahnya dia mengambil handphone dari saku celana. Mengetikkan beberapa kata sebelum akhirnya berjalan pergi.
_skip time_
Eunhyuk, Leeteuk, Heechul dan Sungmin tengah duduk melingkari meja kantin sambil mengobrol ria. Tidak, sebenarnya yang paling heboh bergosip Cuma Heechul dan Leeteuk. Selebihnya Eunhyuk dan Sungmin sibuk dengan kegiatan masing-masing. Membaca buku dan tidur.
"kyaaa benar! aku ingin tahu setampan apa sih songsaenim baru itu"
"iya! Menurut kabar yang beredar semua guru disini tidak ada yang dapat mengalahkan ketampanannya! Selain tampan, dia juga masih muda.., gosipnya dia hanya dua atau satu tahun lebih muda dari kita"
"benarkah Heenim?"
"nde! aku mendengar sendiri dari Jae Mi… dia dan kelompoknya yang melihat sang guru berjalan masuk ke kantor dan menguping apa saja yang mereka rapatkan disana"
"demi dewa diseluruh langit, diberkatilah songsaenim itu! oh iya kau sudah tahu, mata pelajaran apa yang dia ajarkan?"
"tidak tahu! Tapi yang aku tahu dia songsaenim khusus yang akan mengajar kelas tiga"
"wah, Ini baru kebijakan dewa! Kita kelas tiga memang seharunya diajar oleh guru-guru muda! Dikira tidak bosan apa melihat wajah guru yang itu-itu saja"
"nde, aku juga setuju denganmu! Ini anak dua tidak akan tahu apa yang kita bicarakan sejak tadi"
"iya, kalian itu bakalan ketinggalan zaman kalau seperti itu terus" perkataan Leeteuk hanya di balas lirikan mata oleh Eunhyuk. Sungmin tetap tidur nyenyak di bawah bantal pinknya. Heechul tampak berpikir lalu sedikit menyeringai.
"oh iya monyet, tumben 2 hari ini kau bersama kami… biasanya saat jam makan siang kau sudah menghilang entah kemana" perkataan Heechul sukses membuat mata Eunhyuk membulat. Dia menatap Heechul sambil tersenyum canggung.
"eum rasa-rasanya memang seperti itu, Eunhyuk akan pergi saat bel istirahat pertama dibunyikan dan akan kembali saat bel terakhir masuk kelas! Dan, kenapa kakimu? Apa kemarin kau terluka?"
"o-oh itu eum ya… aku sibuk dan sampai terjatuh dari tangga kemarin karena eum…" Eunhyuk menjeda kalimatnya, berusaha mencari jawaban yang tepat atas pertanyaan teman-temannya ini. "a-aku, aku memiliki peliharaan, sudah lama sih? Sejak kita berganti asrama"
"mwo? peliharaan? Bukanya asrama melarang membawa binatang?"
"n-nde tapi mau bagaimana lagi… sebenarnya binatang itu mau aku berikan pada adikku saat dia ulang tahun"
"aigooo kalau sampai ketahuan kau akan di siding, Hyukkie"
"nde aku tahu, tapi aku tidak bisa lepas tanggung jawab! Sudah terlanjur"
"memang binatang apa sih? Sampai kau tidak makan siang bersama kami?" tanya Heechul penasaran. Eunhyuk kembali memutar otaknya tidak lama kemudian dia tersenyum.
"puppy"
"puppy? Anak anjing?"
"nde, dia sangat chilidish dan menyebalkan! Aku harus extra dalam memeliharanya… jika tidak seperti kehendaknya, dia akan marah"
"waaah pasti lucu, aku jadi rindu pada ducha! Apakah eomma merawatnya dengan baik ya?" kata Leeteuk sambil menyeruput lemon teanya. Heechul masih tampak berpikir sampai akhirnya bel masuk berbunyi. Eunhyuk sangat berterimakasih pada bel ini, karena dia tahu sepupunya itu tidak akan begitu saja percaya. Ujung-ujungnya dia pasti harus melihat binatang itu.
Untuk sekarang tuhan masih melindungimu Nyuk, kata Eunhyuk dalam hati.
…haehyuk…
Eunhyuk menatap wajahnya di cermin, merapikan baju dan letak kacamatanya sebelum pergi dari toilet. Dia meringis merasakan kakinya yang kembali sakit.
"appo~padahal tadi sudah tidak sakit!" Eunhyuk berjalan sambil menyeret kakinya. Karena kurang konsen akhirnya dia tergelincir kakinya sendiri. Tubuhnya kehilangan keseimbangan, hampir saja dia jatuh tapi untungnya sebuah tangan berhasil mendekapnya Eunhyuk mendongak melihat siapa orang yang menolongnya. Namja bersurai hitam, dengan wajah tirus dan hidung mancung. Jangan lupakan bibir tipisnya yang menambah kesan maskulin didirinya.
"gwenchana?" tanyanya yang dibalas Eunhyuk dengan anggukan.
"ghamsamnidha" kata Eunhyuk sambil membungkukkan badan. Namja itu tersenyum sambil membuka kacamata hitamnya.
"lain kali hati-hati, kau mau kuantar ke UKS?"
"tidak perlu, terimakasih"
"baiklah, annyeong" namja bertubuh tinggi itu berjalan meninggalkan Eunhyuk. Eunhyuk memiringkan kepala melihatnya semakin menjauh.
"siapa dia? Sepertinya aku pernah melihat wajahnya? Tapi dimana ya?"
Ditempat lain.
Donghae tengah mengendarai mobilnya dengan wajah kesal. Dia menepikan mobil putih itu lalu berhenti, setelahnya namja bersurai brunette ini berdecak dan memukul setir. Donghae menyenderkan kepala sambil menutup mata.
"sialan! Kenapa dia selalu ikut campur! Dia tidak tahu apa-apa, perbuatannya ini malah merusak segalanya! Sialan!" geram Donghae.
Donghae tetap diam sampai akhirnya membuka matanya perlahan. Menatap sekitar sebelum pergi dari jalan itu. tapi tidak, dia mengurungkan niatnya saat melihat sebuah toko di pinggir jalan. Sambil tersenyum samar dia membuka sabuk pengamannya.
…haehyuk…
Sore hari yang indah. Eunhyuk tengah asik menyiapkan makan malam. Terkadang sambil meringis saat kaki bengkaknya mencoba untuk bergerak.
"padahal ini kesempatan bagus untuk mencari fotoku! Aish karena luka ini aku jadi tidak bisa bergerak bebas! Sungguh menyebalkan" gerutu Eunhyuk sambil memotong wortel. "huwaaaa sampai kapan acara masak ini selesai? Kakiku sudah sakit, kalau sampai belum selesai dan Donghae sudah pulang… bisa tewas aku!" Eunhyuk mengerucutkan bibir kesal lalu mengacak rambutnya. Donghae yang sejak tadi berdiri di ambang pintu tersenyum sambil menggeleng.
'benarkah dia si mr perfect… yang dibilang cupu, dan pintar itu?' tanya Donghae dalam hati. 'dia terlihat seperti orang bodoh bagiku'
"akh…!" Eunhyuk berteriak, saat tanganya teriris pisau. Donghae buru-buru berlari mendekati Eunhyuk. Melihat namja manis itu tengah meringis memegangi jarinya yang berdarah. "Donghae…" kata Eunhyuk dengan tatapan bingung. Donghae membawa tangan Eunhyuk ke keran cuci piring. Dan dengan lembut membilas tangan itu dengan air dingin. Eunhyuk miringis merasakan air yang mengalir melewati lukanya.
"dasar bodoh! Untung tadi aku berinisiatif membeli obat di apotik" Donghae menyuruh Eunhyuk duduk, lalu dia berlutut didepannya. dengan telaten namja bersurai brunette ini mengoleskan saleb pada luka Eunhyuk. setelahnya membalut dengan plaster. "belum selesai, kemarinkan kakimu"
"hah?"
"aish kau memang lemot" Donghae membawa kaki Eunhyuk diatas lututnya. Dia kembali mengoleskan salep itu, membalutnya dengan kasa sampai rapi. "pasti sakit"
"Donghae…."
"aku sudah bilang tidak usah sekolah, sekarang lihat kakimu malah bengkak! Kau memang bodoh" Eunhyuk terdiam mendengar cerca Donghae. "dan siapa yang menyuruhmu masak? Aku kan sudah mengirim pesan tidak usah masak! Aku yang beli makanan diluar"
"mi-mian aku tidak melihat handphone" kata Eunhyuk pelan masih tetap menunduk. Donghae menghembuskan napas lalu menyentil dahi namja berkacamata ini.
"ayo makan! Aku sudah lapar" ucap Donghae sambil berdiri dari tempatnya. Eunhyuk ikut berdiri, berjalan ke almari penyimpanan piring. Hampir menjatuhkan piring kalau saja tidak ada Donghae yang memegangi. "apa yang kau lakukan?"
"menyiapkan alat makan"
"aigoo tidak perlu! sini biar aku saja, kau duduklah dimeja makan"
"hah?" Eunhyuk hanya mengedipkan mata bingung.
"malah bengong, sudah sana" dengan tetap memasang wajah bingung Eunhyuk berjalan ke meja makan. Setelah duduk dia melihat Donghae dan kantong plastic besar didepannya secara bergantian.
_skip time_
Setelah makan sampai kekenyangan, karena Donghae membeli menu makanan dengan ekstra jumbo Eunhyuk kembali kekamarnya. Namja manis ini duduk di meja belajar sambil membuka buku tebalnya. Dia masih diam, tidak berniat membaja kalimat demi kalimat di buku itu. Eunhyuk malah mengalihkan tatapannya pada pintu kamar mandi di lantai bawah.
"kenapa tiba-tiba sikapnya berubah? apa yang terjadi? Dia tidak seperti biasanya… entah kenapa aku merasa canggung jika seperti ini! ternyata namja semenyebalkan Donghae bisa perhatian juga" kata Eunhyuk pelan, dengan telapak tangan menangkup dagu. "hei tunggu-tunggu, kenapa aku jadi pemikirkannya! Hyukkie what happened with you? Focus Hyukkie! Focus… namja menyebalkan macam dia seharusnya dicurigai apalagi jika tiba-tiba berubah seperti ini" Eunhyuk memukul-mukul pipinya.
"heh myeolchi, apa yang kau lakukan?" tanya Donghae sambil mengeringkan rambut dengan handuk yang terkalung dilehernya. Eunhyuk yang terkejut mendapati Donghae tengah menatap kelakukan bodohnya itu akhirnya jatuh dari kursi dengan tidak elitnya. "kau baik-baik saja?"
"n-nde, gwenchana" kata Eunhyuk gugup sambil mencoba bangun. Donghae memerinyitkan alis melihat senyum canggung dari namja berkacamata ini.
"dasar aneh!"
Dikamar lain.
Namja cantik yang menjadi primadona terkenal di sekolah sebut saja dia Heechul, keluar dari kamar mandi dengan baju merah muda bergambar kucing faforitnya. Dia menatap pintu sangat lama. Entah apa yang dia harapkan dari pintu kayu yang terkunci rapat itu. setelah melihat keadaan kamar dibawahnya yang sepi namja cantik ini beralih menatap jam dinding.
"padahal sudah jam segini tapi dia belum pulang biasanya dia sudah memasak untuk makan malam… aneh sekali! Aish! Kenapa aku memikirkan namja itu, terserah dia dong pulang atau tidak" Heechul mendengus dan memilih berjalan kekamarnya. Dia menghentikan langkah saat melihat buku kecil di meja belajar roomettenya. Dengan rasa penasaran tinggi dia mendekati meja itu. mengambil buku bersampul coklat dengan tulisan china di pojok bawahnya. "dia sering menulis buku ini… aku jadi penasaran apa yang dia tulis sampai terkadang tidur larut malam! mungkin saja kan buku ini adalah rencana jahat f4 untuk sekolah atau jadwal penyiksaan mereka pada siswa lain! Hoh aku tidak akan berdosa jika melihatnya"
'clek~' pintu kamar terbuka, menampakkan namja tampan bersurai hitam dengan hidung mancung yang menambah kesan manly pada dirinya.
"apa yang kau lakukan disana?" pertanyaan itu sukses membuat mata Heechul membulat. Karena panic dia menaruh buku kecil itu di saku celananya.
"kau sudah pulang? Oh dan jangan salah paham aku hanya melihat buku pelajaranmu! Aku ingin tahu sampai mana kelasmu diajar, karena kalau sama dengan kelasku… aku bisa meminjam tugas Leeteuk! Dia satu kelas kan denganmu?"
"hah? Aku tidak tahu yang namanya…."
"sudahlah, kau itu mana tahu selain kelompok F4" Heechul berjalan kekamarnya. Meninggalkan Hangeng yang diam dengan senyum maklum.
Di tempat lain.
Kangin sedang melatih otot tanganya dengan barbell yang sengaja disimpan di bawah tempat tidur. dia menghembuskan napas karena kesal sejak tadi mendengar suara gaduh di atas. Namja yang dijuliki laki-laki kuat ini menatap keatas melihat sang roommate tengah berjalan mondar-mandir sambil menabrak barang-barangnya hingga jatuh.
"yaa! apa yang kau lakukan sih? Tidak bisa kah bersikap tenang?"
"mi-mian… mi-mian-h-hae" namja bersurai hitam menutupi dahi itu menunduk dan kembali bergerak. Kangin yang kesal memilih keluar dari kamar. Daripada dia kena masalah lagi disekolah akibat menghajar teman satu kamar. Namja bertubuh kekar ini berjalan tanpa arah. Dia bingung apa yang akan dilakukannya malam-malam begini. sampai akhirnya dia melihat namja cantik yang membuatnya menjadi korban nyamuk tempo hari. Namja itu tengah berjalan dari arah berlawanan dengannya.
Bagai kehilangan tenaga namja penyuka fitness ini terdiam ditempatnya. Namja cantik bersurai coklat itu tengah asik dengan bukunya. dia bahkan tidak menyadari ada orang yang berdiri mematung didepannya. Dan tabrakann itu tidak bisa dihindari. Kangin dengan tubuh kuatnya masih berdiri lain dengan Leeteuk yang jatuh terduduk dilantai. Karena panic Kangin segera membantu Leeteuk berdiri.
"mian, gwenchana?" tanya Kangin mencoba memapah Leeteuk yang tidak melihatnya.
"hehehe gwenchana, seharusnya aku yang minta maaf" kata Leeteuk dengan badan menunduk mengambil bukunya. Leeteuk mendongak, senyum pipit itu menghilang saat tahu siapa yang tengah berdiri di depannya. "kau…? jadi kau sengaja menabrakku? Berdiri di sini supaya aku jatuh dan menertawaiku? Atau apa? aku diancam harus menganti baju mahalmu itu? Kau sungguh menyebalkan"
"akh.. aniyo? Jangan salah paham aku hanya…"
"oh demi dewa diseluruh jagat raya, aku pasti dikutuk karena berdekatan denganmu"
"dikutuk? Yaa, apa maksudmu?"
"kau itu hanya salah satu namja yang dikutuk oleh dewa! Kelompok F4 jahat dan bengis! Kenapa aku harus bertemu denganmu? Di rumah kaca itu juga, setelah kau kesana bunga-bungaku mati, kalau seperti ini siapa yang harus tanggung jawab?"
"kenapa kau mengatakan hal seperti itu?"
"karena kau salah satu F4"
"lho apa salah kami?"
"salah kalian adalah kelompok yang dikutuk oleh dewa, dasar jahat! Sekarang kau mau apa? ganti rugi karena aku sudah menabrakmu? Oke aku akan mengantinya! Kalian tidak akan bisa semena-mena lagi" Leeteuk membuang muka dan berlari pergi meninggalkan Kangin yang terdiam ditempatnya.
Di jam yang sama dan tempat yang berbeda. Sungmin tengah asik membuat origami kertas bersama Kyuhyun teman insomnianya yang setia.
"jadi dilipat seperti ini?"
"aigoo sudah berapa kali aku bilang, lipatnya yang sebelah sini! Dilipat sedikit saja"
"aish susah sekali sih!"
"hahaha dasar! saat mengerjakan tugas matematikaku saja kau terlihat super jenius kalau seperti ini kau malah terlihat bodoh" kata Sungmin dengan tawa renyahnya.
"yaa kau senang sekali mengataiku! Puas nde?" tanya Kyuhyun sambil mencubit pipi Sungmin, membuat namja imut ini mengerucutkan bibir. "oh iya kenapa kau membuat origami sebanyak ini Minnie? Apa karena hobby?"
"hehehe Gui Xian belum tahu ya, setiap minggu aku akan pergi ke rumah harapan di dekat sekolah dasarku yang dulu"
"rumah harapan?"
"nde! rumah bagi para anak penyandang cacat dan penyakit berat yang besar biayanya" jelas Sungmin dengan mata berkaca. Kyuhyun atau yang dikenal Sungmin dengan Gui Xian ini terdiam. "aku selalu kesana karena mengingatku pada dongsaengku yang telah tiada"
"dongsaengmu?"
"iya, dia meninggal akibat meningitis… saat dibawa kerumah sakit tidak ada yang membantunya, padahal tubuh adikku sudah kejang, tenaga medis disana hanya diam karena keluargaku tidak memiliki biaya untuk berobat! Yah saat itu appa belum sukses seperti sekarang, akhirnya dongsaengku tidak bisa tertolong! Hal ini sama seperti yang terjadi pada anak di rumah harapan, orangtua mereka tidak memiliki biaya untuk mengobati anaknya" Sungmin meneteskan air mata, Kyuhyun mengulurkan tangan dan menghapus air mata itu.
"Gui Xian… oh maaf aku jadi menangis! Hehehe selalu saja seperti ini, mian?"
"besok hari minggu, kau mau pergi kesana"
"nde, origami burung ini adalah doaku untuk mereka supaya lekas sembuh! Aku juga sudah merindukan mereka"
"aku ikut, besok aku ikut denganmu! Boleh?"
"ke rumah harapan?"
"nde! sekalian aku ingin berkenalan dengan mereka"
"hahaha serius! Baiklah kau boleh ikut, tapi kita harus lewat belakang sekolah agar tidak ketahuan arra?" kata Sungmin yang dibalas anggukan oleh Kyuhyun. "waa nanti kau pasti senang bertemu dengan Jaemi, Jiki, Ken dan banyak anak lain disana" Kyuhyun tersenyum sambil mengelus kepala Sungmin.
'Kau terlalu polos dan baik untuk aku bohongi Sungmin? Betapa berdosanya aku ini?'
…haehyuk…
Hari minggu pagi yang cerah. Eunhyuk asik dengan buku tebalnya. Donghae yang tengah memainkan gitar tersentak saat handphonenya berbunyi. Eunhyuk hanya melirik dari balik bukunya dan kembali membaca saat Donghae menatap layar handphone itu.
"nde" jawab Donghae asal. Eunhyuk memerinyitkan alis mendengarnya.
'sangat tidak sopan' cerca Eunhyuk dalam hati.
"kenapa aku harus melakukanya? Aku sibuk, besok lusa ada ujian" Eunhyuk kembali melirik namja yang tengah duduk di tempat tidurnya itu.
'memang dia pernah memikirkan tentang ujian? Huh ketara sekali bohongnya'
"bilang padanya seperti itu! dan jangan menelponku lagi, sekalipun itu suruhannya" Donghae mematikan panggilan itu secara sepihak lalu membanting handphone tidak bersalah itu dengan kejam. Eunhyuk yang takut hanya menunduk mencoba sibuk dengan soal-soal di bukunya.
"heh myeolchi" panggil Donghae. hening… tidak ada sahutan. Namja tampan itu berdecak melihat kelakuan roommatenya ini. "yaa aku memanggilmu!"
"aku?"
"nde, siapa lagi makluk yang ada disini selain kau"
"tapi aku tidak merasa bernama myeolchi! Namaku LEE EUNHYUK"
"aish, terserah! Turun kebawah"
"buat apa? kau ingin dibuatkan sesuatu?"
"tidak usah banyak tanya, cepat turun"
"aigoo susah berurusan dengan majikan bawel sepertimu"
"apa katamu? Kau berani padaku?"
"oke oke~ kau pasti akan mengancamku dengan foto memalukan itu, sudah aku paham! Baik aku akan turun, puas?" Eunhyuk mendengus kesal lalu turun kebawah. "nde aku sudah turun! Sekarang kau mau apa?"
"menurutmu tempat apa yang paling menyenangkan?" pertanyaan itu membuat Eunhyuk memerinyitkan dahi.
"tempat menyenangkan?"
"iya, tempat yang membuatmu melupakan kekesalan"
"apa aku harus menjawabnya?"
"tentu saja bodoh! Pertanyaan ini untukmu kan"
"eum…." Eunhyuk terdiam dengan pose berpikir. Donghae berdecak karenanya.
"jangan banyak berpikir! Mr. perfect kok lemot"
"aish! Itu nama dari orang-orang bukan aku yang membuatnya!"
"terserahlah! Cepat jawab"
"ice land"
"tempat apa itu?"
"aigoo namja kaya sepertimu tidak tahu tempat seperti itu?dasar"
"yaa jangan pancing emosiku"
"arra~arra, ice land itu taman bermain yang baru tiga tahun dibuka! Taman bermain keren yang didekorasi seperti kutup utara tempat santa dan rusa-rusa terbang! Aku kesana saat SMP dengan appa, eomma dan nan dongsaeng! Itupun karena saat natal appa mendapat bonus dari kantor dan taman bermain itu menyediakan discount karena baru buka" jelas Eunhyuk bersemangat. "itu tempat paling menyenangkan yang pernah aku datangi bersama keluargaku… wah aku jadi ingin kesana untuk kedua kalinya! apalagi kata Heechul yang liburan kemarin pergi kesana… sekarang sudah dibangu istana frozen! Bisa melihat Elsa dan Anna, pasti lucu" Donghae tersenyum mendengar penjelasan ini.
"cepat ganti"
"hah?"
"ck tidak usah banyak tanya! Cepat ganti baju, aku tunggu diparkirkan"
"aish kapan sih kau tidak seenaknya?"
Beberapa menit kemudian…
Mereka siap. Donghae mengenakan celana jins hitam dengan kemeja biru. Bagian tangan dilipat sampai siku. Pakaian itu menambah kesan manly di dirinya. Eunhyuk mengenakan celana jins abu-abu press body dipadukan dengan sweater kuning lengan panjang. Sangat manis apalagi sweater itu sedikit kebesaran di badan Eunhyuk.
"Donghae"
"mmm"
"apa tidak masalah pergi dari lingkungan sekolah seenak hati?"
"siapa yang melarang?"
"bukakah peraturannya begitu! Lagipula apa kau tidak takut pada…."
"heh dengar! Didunia ini tidak ada yang aku takuti! Dan lagi, peraturan mana yang bisa mengikat seorang Lee Donghae" kata namja tampan ini sombong sambil menyalakan mesin mobilnya. Eunhyuk menggeleng melihat kelakuan majikannya ini. Donghae mulai mengendarai mobilnya meninggalkan area sekolah.
Saat Eunhyuk sedang asik memilih musik, mata Donghae memicing melihat seorang namja yang tengah berjalan menggunakan sepeda motor dari arah berlawanan dengannya. Donghae mengerutkan alis dan refleks menoleh kebelakang saat motor itu melaju kencang lalu menghilang di belokan tempat parkir. Eunhyuk yang merasakan laju mobilnya bertambah pelan melirik Donghae. dia memiringan kepala melihat reaksi namja tampan ini.
"Donghae… Donghae!" panggil Eunhyuk kedua kalinya saat namja ini terlihat semakin aneh. Donghae menoleh dengan wajah linglung. "gwenchana?"
"hah? Oh n-nde! gwenchana" katanya dan kembali melajukan mobilnya.
'apakah itu kau? Tidak! tidak mungkin itu kau'
.
.
.TBC
.
.
Yeorobun mianhae untuk keterlambatan saia mengupdate, saia sangat sibuk beberapa bulan ini #bow
Dan mianhae tidak bisa membalas review dari kalian…
Saia hanya bisa sangat berterimakasih untuk para pembaca sekalian yang sudah membaca dan menyempatkan review ff abal-abal ini
itu adalah penyemangat saia untuk melanjutkan karya aneh ini
okelah see you see chap ^^
