"Daddy pacaran sama Lulu ya?"

Sungguh lidah memang tak bertulang. Juga perasaan tak nyaman itulah yang mendesak Baekhyun untuk segera memastikan kebenarannya.

Sehun tentu terkejut karenanya. Ia tak menyangka kalau putrinya akan membahasnya secepat ini. Padahal baru 3 hari yang lalu Luhan memberitahunya.

"Benarkan Dad? Baekhie pernah sekali melihat Daddy dan Lulu berkencan," ujar Baekhyun lagi.

Kalau sudah seperti ini mana bisa Sehun menyangkalnya? terlebih putrinya itu sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri. Ia pun menghela nafas guna sedikit merilekskan diri sebelum menggenggam tangan putrinya.

"Maaf kan Daddy sayang,"

Lidah Baekhyun kelu seketika. Meskipun sudah mengetahuinya sendiri, tapi mendengarnya langsung dari mulut Daddynya malah semakin membuatnya tak mengerti.

"Daddy memang tak tau diri beraninya mengencani sahabat putri Daddy sendiri," ucap Sehun penuh sesal.

Kesedihan itu tertangkap jelas di mata Baekhyun. Sekarang ia jadi bingung harus menanggapi bagaimana. Di satu sisi ia tak ingin melukai Daddynya, tapi di sisi lain ia merasa sedikit kecewa karna Daddynya mengencani gadis yang seharusnya lebih pantas menjadi anaknya.

"T-tapi kenapa harus Luhan Dad? bukankah banyak wanita baik yang lebih pantas bersama Daddy? A-apakah Luhan tak terlalu muda untuk Daddy?"

"Kau tau? 17 tahun Daddy menahan diri agar tak melirik wanita manapun hingga kini, saat itu yang Daddy pikirkan hanya bagaimana caranya agar putri Daddy tak kekurangan kasih sayang meskipun tak memiliki Mommy, Daddy hanya ingin Baekhie merasa cukup meski hanya memiliki Daddy seorang,"

"Namun sayangku, biar bagaimanapun Daddy tetaplah pria dewasa, seorang pria yang sudah pernah merasakan kehangatan serta kasih sayang seorang wanita yaitu Mommy mu, ada kalanya Daddy merindukan itu juga,"

Tentu Baekhyun tak tau saranya karna ia belum pernah menjadi orang dewasa. Terlebih lagi dia adalah seorang wanita.

"Mungkin saat ini adalah batas pertahanan diri Daddy, Daddy tak kuasa menolak ketika ada wanita yang mendekati Daddy dan menawarkan kasih sayang itu, dan kebetulan saja wanita yang mendekati Daddy saat ini adalah Luhan,"

Benarkah begitu? Baekhyun masih merasa sangsi dengan itu. Logikanya masih belum bisa menerianya.

"Benar kalau Luhan terlalu muda untuk Daddy, tapi sayangnya Daddy tak bisa memilih kepada siapa Daddy akan jatuh cinta untuk yang ke dua kalinya, sama halnya hati Baekhie yang memilih Chanyeol untuk di cintai, apakah Baekhie bisa memilih orang lain untuk di cintai? "

Jawabannya tentu tidak. Bahkan dari awal ia masuk sekolah ia sudah jatuh cinta pada pemuda itu. Rasanya ia tak pernah tertarik pada pria manapun selain Chanyeol.

"Dan sepertinya Daddy sudah terlanjur menyayangi Luhan, rasanya tak mungkin kalau Daddy bisa mencintai orang lain lagi,"

Jadi artinya kalau tidak dengan Luhan Daddynya tak akan menikah lagi dan menduda selamanya? Baekhyun semakin dibuat bingung karenanya. Mana mungkin ia setega itu membiatkan Daddynya sendiri selamanya.

"Lagi pula sayangku, bukankah Luhan wanita yang baik dan menyayangi Baekhie juga?"

Ya, Luhan memang sahabat yang baik yang menyayanginya dan juga menyayangi Kyungsoo. Meskipun terkadang wanita itu gemar sekali menjahilinya. Tapi tetap saja tidakkah Luhan terlalu muda untuk Daddynya?

"Bukannya bagus Baekhie punya Mommy muda yang seumuran? kan Baekhie bisa punya Mommy sekalikus teman happy-happy ketika Daddy masih di kantor? apalagi Baekhie sudah tau luar dalam seperti apa sifat Luhan yang sebenarnya, bukan begitu?"

Mungkin memang benar yang dikatakan Daddynya. Tapi Baekhyun masih merasa kalau itu salah. Karna usia mereka terlalu jauh untuk menjalin hubungan yang intim seperti itu.

"Ah apa yang Daddy bicarakan? seolah-olah Daddy bisa menikahi Luhan saja, padahal Baekhie belum menyetujuinya kan? belum tentu juga orang tua Luhan merestui hubungan kami,"

Sehun tersenyum miris meratapi pemikiran konyolnya itu. Bagaimana bisa ia berpikir sejauh itu sementara Luhan saja belum lulus sekolah.

Tak ada niat secuilpun bagi Baekhyun menyakiti hati Daddy nya. Baekhyun hanya belum bisa menerima hubungan mereka itu saja.

"D-daddy, B-baekhie Baekhie-,"

"Hussst,"

Sehun pun segera membawa putrinya kedalam dekapannya.

"Maafkan Daddy ya, Daddy terlalu egois benar? hahh tak apa-apa kalau Baekhie tidak setuju, Daddy mengerti, sudah jangan menangis lagi, maafkan Daddy ya?"

Hati Sehun ngilu mendengar suara isakan putrinya yang pilu. Sebesar apapun cintanya pada Luhan, tentu jauhlah lebih besar cintanya pada putri mungilnya.

"B-bukan begitu Daddy hik, B-baekhie Baekhie tak keberatan Daddy dengan siapapun,"

"Baekhie hanya takut kalau tingkah kekanakan Luhan nanti malah merepotkan Daddy, Baekhie tak suka kalau Daddy terluka, Baekhie ingin yang terbaik untuk Daddy," ujar Baekhyun disela isak tangisnya.

Mau tak mau Sehun pun terharu dan lega mendengarnya. Rupanya putrinya menghawatirkanya begitu besar.

"Begini saja Baby, bisakah Baekhie memberi kesempatan untuk Daddy bersama Luhan untuk sekarang? kalau seandainya orang tua Luhan nantinya menentang dan tak merestui hubungan kami maka Daddy siap untuk mundur teratur, bagaimana?"

Baekhyun pun menatap lekat wajah Daddynya. Ia bisa melihat keseriusan dan tatapan penuh harap disana. Mana bisa ia mengatakan tidak setelah mengingat semua pengorbanan yang selama ini Daddynya Lakukan untuknya.

"Daddy serius mencintai Luhan? bukan karna faktor kebutuhan?" tanya Baekhyun dengan keryitan di dahinya.

"Tentu saja Daddy mencintai Luhan, tapi tunggu, apa maksudnya dengan faktor kebutuhan?" Kali ini Sehun yang mengeryitkan alisnya tak mengerti.

Wajah Baekhyun pun memerah. Ia pun menusuk nusuk dada bidang Daddynya dengan jari telunjuk.

"I-itu,"

Matanya bergulir kesana kemari tak kuasa melanjutkan kata-katanya. Ia bahkan tak tau kenapa pemikiran seperti itu tiba-tiba terlintas dibenaknya hingga lidahnya yang tak bertulang itu melontarkannya.

Melihat kepanikan itu Sehun seketika mengerti maksud dari perkataan putrinya.

"Yak! sejak kapan putri Daddy punya pengikiran nakal seperti itu hoh?"

Lalu Sehun pun menyentil dahi Baekhyun gemas.

"Akh! Daddy sakit," pekik Baekhyun seraya mengusap dahinya.

"Makanya jangan nakal, siapa yang sebenarnya sudah menodai kepolosan putri Daddy heh?" gerutu Sehun sambil mencubit kedua pipi Baekhyun.

"Luhan Dad, Luhan yang selalu melontarkan kalimat-kalimat dewasa di hadapan Baekhie," jawab Baekhyun dengan polosnya.

Ah! jadi Luhan biangnya. Nanti tolong ingatkan Sehun untuk menyentil dahi wanita nakalnya yang satu itu karna sudah menodai kepolosan putrinya. Ah! Sehun gemas sendiri memikirkan seperapa agresifnya Luhan mendekatinya selama ini. Tidak salah lagi memang Luhan lah biang dari hilangnya kepolosan putri mungilnya itu.

000

"Baekhie matanya kenapa ih? kok kaya kodok?" tanya Kyungsoo penasaran.

"Iya kenapa cerita-cerita kalau ada masalah jangan dipendem sendiri, pasti habis mewek kan semalam?" sambung Luhan.

Gara-gara kamu Luhan. Pengennya bilang gitu, tapi apa daya lidah tak sampai ke hati. Baekhyun mana tega menyakiti hati sahabatnya itu.

"Nggak lagi berantem sama Chanyeol kan?"

"Eh? e-enggak kok, tentu saja tidak, aku baik-baik saja sama Chanyeol," sangkal Baekhyun.

"Lah terus kenapa? tak mungkin kan berantem sama Daddy?" tanya Kyungsoo lagi. Ia masih penasaran dengan penyebab mata bengkak sahabatnya itu.

Deg

Sementara itu Luhan tampak menegang ketika Kyungsoo tiba-tiba menyebut Daddy dalam pembicaraan ini.

"Hah? ya enggak lah, kau ini ada-ada saja Kyungie," sangkal Baekhyun sambil melirik kearah Luhan. Matanya pun menangkap gelagat tak biasa dari sahabatnya yang satu itu.

"Terus kenapa?" tanya Kyungsoo lagi.

"A-aku, aku hanya merindukan Mommy, makanya saat melihat foto Mommy semalam aku langsung menangis," kilahnya.

"Ah jadi begitu, Baekhie tak boleh sedih lagi, nanti Mommynya ikut sedih disana, kan ada Mommy Kyungsoo, jadi Baekhie jangan sedih lagi ya, bukan begitu Lulu?" ujar Kyungsoo sambil mengusap punggung Baekhyun.

"Ah i-iya, lagian ada Mommy Lulu juga kan, Baekhie jangan sedih lagi," sambung Luhan dengan kikuk.

Saat ini Luhan seperti kucing yang takut ketahuan mencuri ikan asin.

"Kalian ini selalu saja main rumah-rumahan, Kyungie ingat kau sudah punya Jongin, kau mau dia marah lagi?" gerutu Baekhyun sembari mempoutkan bibirnya.

"Dan kau luhan, kau sama saja,"

"Ya ampun Lucu sekali putriku ini," tutur Kyungsoo lagi sambil mencubit pipi Baekhyun.

"Aw sakit Kyung," protesnya.

"Makanya punya muka jangan imut-imut kaya pantat bayi, sambung Luhan sambil ikut mencubit pipi Baekhyun yang satunya,"

"Luhan!"

"Hahahah,"

Mereka pun akhirnya tertawa bersama-sama

-TBC-

Ini cerita jaman kapan ya? ada yang masih menanti? pengen aku edit aku ubah diksi nya tapi kok ya filenya malah udah nggak ada huhuhu (T-T) ya sudahlah.

Maaf ya kalau garing, beginilah kalau lagi nggak ada Mood nulis tapi dipaksain.

Peace

\('3')/ V

-Salam damai inchan88-