Chapter 7

Title : Love Me Once Again

Author : Ruby Kim

Cast : Wu Yi Fan (Kris) X Huang Zi Tao (Tao)

Genre : Romance and Hurt/Comfort

Disclaimer : Cast bukan milik saya, cerita asli milik saya. This story is pure fiction, nothing related to real life.

Length : Chaptered

Rated : T

Summary : Tao yang sudah 6 tahun tidak bertemu cinta pertamanya, bertemu dengan seorang namja dingin yang egois saat dia masuk ke SMA, tapi kenyataan pahit bahwa namja itu tidak mengingatnya membuatnya harus berjuang untuk melupakannya juga. Apakah Tao akan berhasil melupakannya? Atau mereka akan kembali jatuh cinta?

KrisTao is here! YAOI!

Warning : This story contains relationship between man and man (Boys X Boys). Full yadong yaoi NC25+. Do not read it if you do not like it. Please click back.

Author's Note : Terimakasih yang sudah membaca dan memberi review ^ ^. Kalau bagian NC suka sepi review ya…mungkin banyak yang sensitive bagian ini. Aku butuh saran dan pendapat kalian jadi tolong review tentang Special Note diakhir cerita. Cerita ini hampir berakhir dan sekarang bagian menyelesaikan masalah. So, hope you like it!

.

.

.

.

.

Besoknya Tao terbangun karena merasakan sentuhan dibeberapa bagian wajahnya.

Tao mendesah lirih lalu membuka matanya dan melihat Kris tersenyum padanya, terlihat sekali dia baru saja menciumi wajah Tao.

Tao senang Kris sudah ingat lagi padanya, kejadian tadi malam sangat meyakinkan Tao terutama penuturan Kris bahwa tadi malam adalah yang pertama.

"Morning Baby Panda"

"Morning My Dragon"

"Kau mau sekolah atau disini saja?" tanya Kris "Aku mau sekolah" jawab Tao "Tapi kau akan sulit berjalan, tidak apa-apa? Kemarin aku terlalu kasar padamu, maafkan aku" kata Kris terlihat khawatir.

"Aku baik-baik saja, kan ada gege, aku harus memastikan Baekhyun baik-baik saja" jawab Tao, Kris mengangguk "Dan memastikan kau benar-benar memutuskan Jessica" lanjut Tao mencubit pipi Kris.

"Ya! Baby lepaskan! Sakit!" seru Kris, Tao berhenti mencubit Kris yang mempoutkan bibir Tao dan memberinya morning kiss.

"Lagipula aku tidak berpacaran dengan Jessica" kata Kris menyangga kepalanya dengan tangannya "Hah? Apa maksudmu?"

"Waktu itu, dia menyatakan cinta padaku tapi aku belum memberinya jawaban dan dia sudah menciumku duluan. Well karena kau melihatnya dan aku pada waktu itu ingin menjauhimu jadi aku meladeni adu mulutmu. Maafkan aku"

"Akh! Baby! Sakit!" rengek Kris saat Tao memukul kepalanya "Itu karena sudah membohongiku" kata Tao kesal.

Tapi Tao menarik Kris dan mencium bibirnya "Itu karena kau sudah berkata yang sebenarnya" lanjut Tao dengan wajah merah.

*Love Me Once Again*

Henry sedang memasak sarapan didapur saat Kris dan Tao duduk dimeja makan "Selamat pagi Kris, oh aku tidak tahu Tao menginap disini" kata Henry "Maaf, tidak mengabari" kata Tao "Tidak apa-apa, anggap rumah sendiri" Henry membawa sarapan mereka ke meja dan terkejut saat melihat wajah memar Kris.

"Astaga! Ada apa dengan wajahmu? Kau berkelahi?" tanya Henry khawatir, dia mengangkat wajah Kris dan memperhatikan bekas kebiruan diwajahnya.

"Siapa yang berani melakukan ini padamu? Katakan padaku, akan kubunuh dia karena sudah melukai wajah tampan anakku" kata Henry marah "Mom, tolong. Ini bukan apa-apa. Temanku menghajarku karena Tao, jadi tidak usah khawatir" kata Kris memegang pergelangan tangan ibunya.

"Ah...aku mengerti, pria menyelesaikan masalahnya dengan cara kasar. Lain kali kau harus membalasnya Kris, apa aku harus memasukkanmu ke seni bela diri?"

"Mom! Kumohon, ini urusanku. Aku sudah besar, aku bisa menjaga diriku" rajuk Kris "Aku bisa menjaga Kris untukmu, mama" kata Tao tersenyum "Ah...kau terlalu manis Tao, jangan kotori tanganmu dengan berkelahi. Setidaknya berikan pekerjaan untuk anakku yang pemalas ini" kata Henry.

Setelah sarapan, mereka menunggu Henry kembali ke dapur sebelum berangkat ke sekolah, Tao berjalan tertatih dibantu Kris tapi sayangnya Henry melihat mereka.

"Tao, kau kenapa? Kau jatuh? Apa kakimu terkilir? Kenapa jalanmu begitu?" tanya Henry khawatir.

Tao terlihat bingung menjawabnya, dia menatap Kris yang ada didepannya dengan memelas "Tidak, Tao baik-baik saja" jawab Kris merangkul pinggangnya.

Henry menyipitkan matanya menatap kedua namja didepannya dengan tatapan curiga karena dia seorang namja yang berkat bantuan ahli medis bisa memiliki anak, dia sendiri pernah mengalami 'cara berjalan' seperti ini setelah having sex.

"Apa yang kalian lakukan semalam?" tanya Henry, dia semakin yakin mereka melakukan sesuatu saat melihat kiss-mark dileher Tao yang pasti sulit menutupinya.

"Ah...mom kita sudah terlambat, malam ini aku akan menginap dirumah Tao, sampai jumpa" kata Kris mencium pipi Henry cepat lalu menggendong Tao ke mobil sementara Henry hanya geleng-geleng saja.

*Love Me Once Again*

"Baekhyun!"

Jeritan seorang namja terdengar nyaring menusuk pendengaran Baekhyun, dia mengangkat wajahnya dan menatap Tao yang setengah berlari ke arahnya.

"Tao!"

"Aku merindukanmu" seru Tao memeluk Baekhyun hingga Baekhyun terjatuh dari kursi bersama Tao "Aku menyayangimu Baekkie, wo ai ni" kata Tao sepertinya dia menangis, itu tidak mungkin air liurnya kan?

Kris berdiri dibelakang Tao, dia tersenyum pada Baekhyun membuat Baekhyun terkejut "Baekkie, jawab aku, apa kau tuli? Aku sangat berterimakasih atas bantuanmu selama ini, Kris gege sudah ingat padaku, aku akan membantumu berpacaran dengan Chanyeol" oceh Tao.

Untung saja ini masih pagi dan kelas sepi karena orang-orang sedang pergi ke kantin, saat Baekhyun datang kelas sudah kosong sepertinya ada acara traktir makan dari seseorang.

"Kau tidak perlu melakukannya, aku turut bahagia dengan kebahagiaanmu, syukurlah kau tidak jadi pergi ke Inggris" kata Baekhyun tersenyum, dia mengusap kepala Tao sayang "Dan aku senang kau memilih pilihan bijak Kris, sepertinya menghajarmu benar-benar membantu" kata Baekhyun tertawa puas "Ya, terimakasih sudah merusak wajah tampanku" balas Kris merengut.

"Aku akan senang jika punya kesempatan untuk melakukannya lagi, itu akan menjadi sebuah kehormatan" canda Baekhyun tertawa.

Tao mendekatkan wajahnya ke telinga Baekhyun dan membisikkan sesuatu, wajah Baekhyun memerah dan dia terlihat sangat kaget.

"Kau harus melakukannya juga" kata Tao menepuk-nepuk kedua pipi Baekhyun "Aku tidak mungkin melakukannya" balas Baekhyun dengan wajah horror "Aku akan membantumu" Tao memegang kedua tangan Baekhyun dengan bersemangat, wajah Baekhyun semakin merah.

"Apa yang kau bisikkan?" tanya Kris "Aku tidak bilang apapun, hanya suatu hal yang pasti membuatmu akan mengomeliku" kata Tao dalam bahasa korea, Baekhyun tertawa mendengarnya sementara Kris mengerutkan dahinya tidak suka.

"Aku hanya menyuruh Baekhyun menyatakan cinta pada Chanyeol" kata Tao melihat ekspresi tidak senang Kris tapi dia berbohong "Aku akan pergi mencari minum, kau mau ikut?" tanya Kris "Aku disini saja, aku mau susu strawberry" jawab Tao "Aku akan membelikannya" kata Kris mengecup bibir Tao sebelum pergi.

"Kau melakukan 'itu' dengan Kris?!" teriak Baekhyun tiba-tiba saat Kris sudah keluar kelas, wajah Tao memerah.

"Ya, bukankah kau yang menyuruhku?" kata Tao heran "Tapi aku hanya menyarankan bukan untuk benar-benar dilakukan, lagipula itu sebelum kau masuk rumah sakit" balas Baekhyun mengguncang-guncang tubuh Tao "Tapi aku memang melakukannya" balas Tao memperlihatkan kiss-mark Kris dilehernya, mata Baekhyun membulat melihatnya.

Dia kembali menggucang-guncang tubuh Tao sambil mengeluarkan omelan tanpa henti untuk Tao.

Kris sedang berjalan dikoridor sekolah saat berpapasan dengan Chanyeol "Yo! Kris! Aneh melihat wajahmu seperti itu, Tao memukulimu?" tanya Chanyeol, sebenarnya mereka cukup dekat hanya saja mereka jarang mengobrol.

"Sebenarnya uke-mu yang melakukannya, dia sangat menyeramkan jika marah" kata Kris mengusap sisi wajahnya yang memar, wajah Chanyeol memerah mendengarnya.

"Kami belum berpacaran Kris" kata Chanyeol "Ah...belum berani menyatakan cinta?" tanya Kris tersenyum meremehkan "Bukan begitu, seminggu kemarin dia disibukkan Tao, ingat? Kami jarang bertemu, rencananya aku ingin menyatakan perasaanku hari ini" kata Chanyeol.

"Aku akan membantumu, bagaimana kalau diruang ganti tim basket sepulang sekolah? Kalian bisa melakukan 'itu' setelahnya" kata Kris terkekeh.

"A-Apa? Tidak, aku tidak berpikir melakukannya tapi sepertinya boleh juga disana" balas Chanyeol tapi wajahnya memerah sampai ke telinganya "Entah kenapa kau terlihat berbeda hari ini" lanjut Chanyeol.

"Ya, aku sudah ingat masa laluku dengan Tao. Kami sudah berbaikan dan well aku tidak perjaka lagi" kata Kris dengan santainya "Dasar mesum! Jangan tulari aku dengan virus mesummu" panik Chanyeol.

"Kau tidak akan tahu rasanya jika belum mencobanya, ah...aku baru ingat mau ke kantin" kata Kris "Kau akan ikut acara makan Jessica?" tanya Chanyeol "Tidak, memang ada apa?" tanya Kris "Jessica bilang dia berpacaran denganmu jadi mentraktir siswa yang kenal dengannya" jelas Chanyeol "Terimakasih informasinya, aku akan mengurusnya"

Kris pergi ke kantin dan melihat banyak siswa dimeja yang sama tengah makan dan mengobrol, Kris sedang membeli susu strawberry dan coca cola saat tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya "Kris, aku mencarimu sedari tadi" kata Jessica tersenyum sangat manis.

"Ada apa?" tanya Kris dingin "Kau tidak ikut makan? Kami sedang merayakan hubungan kita yang baru" kata Jessica "Apa maksudmu? Aku rasa aku tidak menjawab pernyataanmu"

"A-Apa? Bukankah kau tidak menolak saat aku menciummu?" tanya Jessica mencoba tersenyum "Oh itu? Aku belum sempat menolaknya saat Tao datang"

"Tao lagi?! Aku muak mendengar namanya! Kenapa orang-orang selalu mengatakan tentang Tao saat aku membicarakanmu? Apa kau tidak merasa jijik pada Tao? Kalian sama-sama namja, kau tidak takut dia menyukaimu? Itu menjijikan"

Kris tersenyum meremehkan pada yeoja didepannya ini "Well...kami berpacaran, lebih tepatnya bertunangan. Kau pikir kau tidak menjijikan? Kau dengan murahnya menciumku saat menyatakan cintamu, kau memang mencari kesenangan diranjang eoh?"

"Brengsek! Kau pikir siapa dirimu? Kalian benar-benar menjijikan, Tao sama sekali tidak ada bandingannya denganku! Aku dengan baik hati menawarimu cintaku tapi ini yang kau lakukan? Menolak seorang gadis cantik demi namja aneh, cengeng dan manja itu?"

Kris menarik kerah seragam Jessica dan mendekatkan wajahnya pada telinga Jessica.

"Setidaknya Tao tidak punya hati busuk sepertimu, kau tidak tahu seberapa baiknya dia jika dibandingkan denganmu. Dan jangan pernah menjelekkan Tao dengan mulut sampahmu jika tak ingin aku melakukan sesuatu yang buruk padamu"

Kris melepas cengkramannya dan menyeringai melihat wajah pucat Jessica "Oh! Dan aku lebih suka yang virgin" lanjut Kris mengejek, Jessica sepertinya ingin membalas tapi dia terlalu takut.

Dia sudah menghabiskan uangnya untuk merayakan hubungan mereka dan ternyata dia ditolak dengan cara yang menyakitkan, bagaimana dia harus menghadapi teman-temannya?

"Baekhyun, kau ditunggu Chanyeol diruang ganti tim basket sepulang sekolah" kata Kris menghampiri Baekhyun dan Tao yang asik mengobrol.

"Benarkah? Kau tidak berbohong?" tanya Baekhyun "Aku serius, dia bilang ada yang ingin dia bicarakan" jawab Kris memberikan susu strawberry pada Tao.

"Sesuatu yang penting?" tanya Baekhyun penasaran "Sudahlah kau akan menemuinya, jadi jangan banyak bertanya" kata Kris sebal.

"Dan aku berterimakasih atas saranmu pada Tao tentang 'itu', jadi semoga berhasil dengan Chanyeol"

"Gege!"

"Rumahmu masih sama seperti dulu" komentar Kris menatap rumah Tao "Aku kira kau lupa rumahku seperti apa" balas Tao membuka sepatunya.

"Tuan, tolong berhati-hati dengan orang tua Tao, jangan sampai mereka tidak merestuimu karena meniduri Tao yang masih 15 tahun" celetuk Chen, Kris bengong mendengarnya "Yak! Jangan bilang kau mengintip!" teriak Kris kesal "Aku hanya mendengar suara saja, sekarang status Tao bertambah menjadi malam pertamamu"

Chen melet lalu mengebutkan mobilnya karena Kris sudah mengeluarkan tanda-tanda berubah menjadi naga (?).

"Awas kau ya!" teriak Kris mengacungkan tinjunya.

"Gege, ada apa?" tanya Tao heran Kris mengacungkan tinjunya pada jalan yang kosong, Kris berbalik, tatapannya terlihat marah "Tidak, ah... aku rasa aku harus pindah kamar" jawab Kris berjongkok sambil memegang kepalanya.

"Memangnya kenapa?" tanya Tao ikut berjongkok didepannya "Chen tahu yang terjadi kemarin malam" jawab Kris, Tao kaget mendengarnya "Benarkah? Jadi dia tahu kita..." Tao tidak melanjutkan kalimatnya karena wajahnya pasti sudah merah, Kris mengangguk.

"Dia tahu" kata Kris mengecup bibir Tao "Jangan mencuri ciuman dariku, ayo kita masuk" ajak Tao menarik Kris ke dalam rumah.

"Appamu ada?" tanya Kris "Tidak, dia sedang diKorea" jawab Tao"Eommma-mu?" tanya Kris lagi "Ada" jawab Tao "Aku ingin meminta restu, well aku ingin mendapat izin secara resmi dan menjelaskan apa yang terjadi selama 6 tahun ini" jelas Kris tersenyum, Tao mengangguk dengan wajah merah.

"Aku senang kau mau melakukannya, itu akan sangat berarti untuk kami, terutama untukku" kata Tao menangis haru, Kris terkekeh melihatnya.

"Kau tak perlu menangis" kata Kris mengusap air mata Tao lembut lalu mencium keningnya.

Setelah yakin penampilan mereka rapi, Tao membawa Kris ke dapur "Eomma, aku pulang, lihat siapa yang datang!" seru Tao bersemangat.

Lay terkejut dan seketika menangis "Kris?" tanya Lay dengan air mata bercucuran "Ya, ini aku" kata Kris memeluk Lay yang menangis "Syukurlah kau sudah pulang, terimakasih sudah kembli pada Tao, aku tidak tahu harus bagaimana jika kau tidak kembali" kata Lay sesegukkan.

"Aku pulang untuk kalian, aku tidak mungkin meninggalkan kalian lagi, aku dulu sudah berjanji" kata Kris mengusap air mata Lay.

Sangat tersirat rasa sayang ditatapan mereka paling tidak Kris pasti direstui Lay.

"Terimakasih" bisik Lay menciumi kedua pipi Kris berulang-ulang "Eomma" tegur Tao menatap cemburu "Mianhe Baby, habis rasa kulitnya seperti appa" elak Lay tertawa pelan "Kau akan menginapkan? Ayo kita makan" ajak Lay senang.

*Love Me Once Again*

"Eomma, kapan appa pulang?" tanya Tao dari dapur, dia sedang membuat teh untuk mereka "Sepertinya besok pagi" jawab Lay memeluk Kris yang duduk disebelahnya, Lay sangat rindu pada Kris layaknya pada anak sendiri.

"Eomma jangan peluk-peluk Kris gege, eomma nempel sama Kris gege terus dari siang!" omel Tao dari dapur "Mianhe, kau cemburu ya?" goda Lay "Ani!" teriak Tao kesal sementara orang yang diperebutkan asik menonton film.

"Kalian menyebalkan" umpat Tao menyimpan gelas berisi teh untuk mereka dimeja dengan agak keras lalu duduk paling jauh sambil merajuk.

"Baby, jangan merajuk seperti itu. Wajahmu tidak enak dilihat kalau cemberut seperti itu" bujuk Kris "Bilang saja aku jelek!" seru Tao makin kesal.

"Kau memang jelek kalau sedang merajuk seperti itu, wajahmu merengut seperti bulldog" balas Lay dengan tenang meminum tehnya "Aku ini panda!" teriak Tao, air mata mulai menggenang dipelupuk matanya.

"Hei, jangan menangis. Kita akan membicarakan sesuatu yang penting, ingat? Duduklah disini, jangan merajuk begitu" kata Kris dengan senyum tampannya.

Argh! Senyumannya terlalu mempesona!

Tao saja sampai luluh melihatnya "Kemarilah" Tao menurut dan pindah duduk disamping Kris, Lay hanya geleng-geleng saja melihat keduanya.

Kris menjelaskan maksud kedatangannya ke rumah Tao, dia menceritakan semuanya dan Lay menangis tanpa henti. Bahkan saat Kris meminta restu, Lay langsung memberi restunya tanpa pikir panjang lagi.

Mereka masih melanjutkan pembicaraan saat Tao meminta izin tidur lebih dulu.

"Aku rasa sebaiknya kau tidur juga, aku akhir-akhir ini tidak bisa tidur" kata Lay "Apa karena Suho appa tidak disini?" tanya Kris, Lay tertawa karenanya "Ya, sepertinya begitu. Aku harus memakai obat tidur lagi" kata Lay "Kalau begitu aku tidur duluan" pamit Kris.

Kris masuk ke kamar Tao dan melihat Baby Pandanya sedang memainkan smartphone dalam keadaan naked tapi tubuhnya ditutupi selimut sampai dada. Kris tahu Tao naked karena melihat bajunya berceceran dilantai.

"Kau sudah bersiap, hm?" tanya Kris menaiki tubuh Tao "Tidak" jawab Tao menyimpan smartphone-nya lalu menatap Kris dengan tatapan menggoda "Kau tidak mau mendapat kenikmatan dariku?" tanya Kris mengecup beberapa kali titik sensitive Tao membuat Panda itu mendesah tak tertahan.

"Kau menyukainya?" tanya Kris menggodanya, wajah Tao sudah merah lagi, dia mengangguk "Lanjutkan" pintanya lirih "Dengan senang hati" kata Kris melumat bibirnya.

Kris membuka selimut yang menutupi tubuh Tao dan ternyata dia memang sudah full naked "Kau seksi sekaku" bisik Kris mencium telinga Tao.

"Ah...ge...buka bajumu..." desah Tao menariki baju Kris paksa, Kris sedikit menjauh dari Tao untuk membuka semua pakaiannya.

Sekarang mereka sama-sama naked, Kris kembali menindih tubuh Tao dan langsung menyerang bibir peach manisnya, mengulum dan menghisap bibirnya kuat sampai membengkak.

Tao melepas ciumannya dan terengah-engah didepan Kris "Bagaimana jika eomma datang?" tanya Tao khawatir "Eomma bilang akan memakai obat tidur, jadi tak perlu khawatir"

"Keluarkan suaramu dan sebut namaku dalam setiap desahanmu"

.

.

.

TBC

.

.

.

Mind to Review and Comment?

Have Request Couple For New Story?

Please, Don't be a Silent Readers

Special Note : Aku berencana bikin sequel untuk Love Me Once Again dan memunculkan orang ketiga, setuju gak? Kira-kira siapa ya? Tapi aku jadi kepikiran bikin FF baru yang Kris-nya menderita seperti yang kalian mau #ketawajahat. Jadi kalian lebih memilih yang mana? Kalian lebih suka T atau M? Dan untuk The Truth About Me aku sarankan kalian membacanya karena cerita itu sedih dan mengena dihati -maksa-. So, kalian bebas request lagi, KrisTao boleh ambil suara.

Terimakasih! Terus membaca!

#Ruby Kim