.
JungHona present
.
BTS FanFiction.
.
Main cast : Jung Hoseok and Kim Taehyung
.
WARNING
Mungkin akan ada beberapa atau banyak typo dan tutur atau bahasa dalam penggambaran cerita yang kurang bisa dimengerti.
.
Happy reading
.
"Hobal-ah."
"hng?"
Hoseok menjauhkan ujung botol air mineral itu dari mulutnya begitu sang leader menegur "aku dan Yoongi-hyung ingin meminta maaf padamu." ucap sang leader lirih, Hoseok tak terkejut sama sekali atau bingung kenapa namja yang lebih muda 7 bulan darinya itu meminta maaf "tak apa, bukan kalian yang bersalah. Aku sendiri yang terlalu bodoh." ucap Hoseok dengan tawa ringan diakhir.
Matanya menerawang lurus, di depannya ada beberapa panci berwarna pink kesayangan Seokjin berjejer rapi di dinding. Tapi bukan itu yang Hoseok perhatikan atau sebenarnya memang tak ada yang ia perhatikan karna pikirannya yang berbelok kemana-mana.
"jika aku tidak begitu pengecut mengatakan perasaan ku padanya sejak awal, aku tidak akan seperti ini. Kami tidak akan seperti ini." lanjut Hoseok menggidikkan bahunya, Namjoon hanya bisa menepuk pundak sohibnya itu berharap sedikit membuatnya bersemangat.
"lagipula dari awal kau memang membuat ku muak."
Baik Hoseok atau Namjoon sama-sama melihat kesamping dimana teman se-rapper line mereka berdiri menyilangkan tangan didada tak jauh dari mereka "hyung?" Namjoon langsung berdiri dari duduknya dipinggir meja masak, ia sedang bersiap jika tiba-tiba Yoongi dan Hoseok akan terlibat baku hantam.
"foto kiss scene, perasaanmu yang terungkap karna mulutku, dan berakhir dengan menjauhnya kalian.." Yoongi menjeda kalimatnya dan berjalan mendekat pada Namjoon dan Hoseok dengan tatapan yang tak lepas dari hazel hitam milik Hoseok "logisnya jika orang lain akan berterima kasih padaku karna sudah memberitahukan perasaannya pada orang yang ia suka. Tapi kenapa kau malah semakin memperpanjang hal sepele ini?"
Hoseok menghela nafas berat, kalimat Yoongi ada benarnya. Saat itu, saat Taehyung mengatakan jika ia tahu perasaan Hoseok, kenapa namja Gwangju itu tak berterima kasih saja pada Yoongi karna menyampaikan hal yang bahkan tak pernah ia bisa sampaikan langsung selama ini?. Kenapa saat itu ia tidak memeluk Taehyung dan mengatakan 'ya, aku mencintaimu'?. Tapi malah mengusir anak itu menjauh darinya.
Hoseok bukannya tidak berterima kasih, dan bukannya tidak senang Taehyung mengetahui perasaannya. Tapi ia hanya tidak mau, Hoseok tidak mau Taehyung menjadi memandang kasihan padanya karena merasa bersalah.
"aku mengatakan hal yang selama ini tidak bisa kau-.."
"waktunya hanya tidak tepat hyung."
"lalu kapan menurutmu waktu yang tepat Jung Hoseok? apa saat ia sudah berada di atas altar putih besama orang lain sementara kau bersama kami dideretan bangku tamu undangan?"
"hyung!"
"jawab aku!"
Hoseok benar-benar ingin mengutuk mulut Yoongi sekarang juga. Ia sadar jika ini salahnya, tapi harus kah namja Min ini mengatakan hal yang mungkin membunuh Hoseok suatu saat nanti? "hyung.. Hoseok-ah tolong kendalikan emosi kalian. Simpan energi kalian berdua untuk perform nanti." kali ini Namjoon ikut menyuara, berusaha meredam amarah Yoongi dan Hoseok yang terlihat begitu besar satu sama lain.
Yoongi menghela nafasnya kuat-kuat, berusaha meredam emosi menggebunya untuk sementara waktu pada salah satu dongsaeng kesayangannya ini "Hoseok-ah.. di antara kami hanya kau yang selalu berpikir positif dan bertindak paling dewasa dibalik sifat luarmu yang konyol. Dan bahkan Taehyung lebih kekanakan dari Jungkook."
Namjoon jadi sedikit lega saat mendengar penuturan Yoongi yang terdengar melembut pada Hoseok, bahkan pria kelahiran 93 itu mulai mengelus bahu Hoseok "aku tidak ingin bicara banyak, karna kau sendiri yang merasakan bagaimana perasaanmu saat bersikeras menjauhi Taehyung. Bahkan sebulan ini kau seperti bukan Hoseok kami yang menebar pikiran positifnya, kau malah membuat khawatir kami semua."
Hoseok masih setia menundukkan wajahnya, botol air mineral di tangannya pun terlihat agak bengkok karna remasan tangannya sekarang. Hoseok sedang mencoba tak emosi lebih jauh, tapi emosi itu tetap keluar sendiri.
"hyung!"
Ketiga rapper BTS itu seketika menengok kearah pintu dapur dengan kaget. Disana ada Jimin yang terlihat menakutkan dengan wajah paniknya "h-hyung! hyung! Hoseok-hyung! k-kamar kita..!" Jimin menerobos mendekati Hoseok tak peduli jika ia sudah menabraki tubuh Yoongi dan Namjoon "yak! Jimin-ah, ada apa?" Hoseok pun langsung ikut panik, ada apa dengan kamar mereka? ada hantu muncul di sana kah?
Baiklah, Hoseok agak takut dengan pemikirannya sendiri.
"akhh..! hyung lihat saja sendiri, aku tidak bisa menjelaskannya!" ujar Jimin terlihat semakin panik "Jimin, ada apa eoh?" tanya Namjoon memutar tubuh Jimin agar menghadap padanya "kenapa? ada hantu?" kali ini Yoongi pun ikut penasaran.
Jimin mulai sedikit melompat-lompat kecil seperti benar-benar terburu-buru akan sesuatu "b-bukan hyung!. Ishh..! kenapa hyung tidak lihat sendiri saja? ayolah!" Jimin menarik pergelangan tangan Hoseok menuju kamar mereka, Namjoon dan Yoongi pun ikut mengekor dibelakang keduanya.
"nah, hyung masuk lah dan lihat sendiri." ucap Jimin mendorong tubuh Hoseok masuk ke dalam kamar dengan cepat dan langsung mengunci pintu kamar bercat putih itu dari luar "yak!. Park Jimin!. Buka pintu nya!. YAK!" bukannya takut dengan bentakan Hoseok dari dalam sana, Jimin malah asik terkikik sendiri di depan pintu yang sontak mengundang kebingungan dari orang-orang dorm.
"yak, kenapa kau mengurung mereka begitu?" ini Seokjin dengan nada lembut, jujur ia khawatir Hoseok dikunci di dalam sana walapun ia tak tahu apa yang sedang terjadi. Jimin mengarahkan para hyungnya dan sang manajer untuk berkumpul di sofa ruang tengah.
"kalian tahu? aku muak melihat mereka acuh seperti ini, bahkan sampai menyalahkan koreografi di atas panggung." keluh Jimin mendengus saat mereka sudah menempati posisi masing-masing di sofa panjang yang melingkar itu "jadi, kebetulan saja aku melihat Taetae di kamar dan pura-pura saja bilang terjadi hal yang gawat pada Hoseok-hyung. Jika tidak begini, mau sampai kapan?".
Tidak ada yang berkomentar untuk sekedar menyela kreatifitas otak Jimin, semuanya setuju "tapi, sampai kapan mereka ingin di kurung?" timpal Seokjin yang masih terlihat khawatir "sampai mereka lebih baik hyung. Tenang saja, ini tidak akan selamanya." jawab Jimin enteng dengan terus mencomot kue kering buatan Seokjin kemarin di atas meja.
Gyut!
Sebuah jeweran telinga 'sayang' dari Sejin bertengger di telinga Jimin "tidak selamanya maksudmu sampai kapan eoh?! 45 menit lagi kita harus berangkat ke acara selanjutnya!" tegas sang manajer, Jimin hanya bisa mengucupkan bibirnya menahan sakit di telinganya..
Badannya agak ia geser sedikit mendekat pada Yoongi yang duduk tak jauh darinya, berusaha meminta sekedar elusan pereda sakit di telinganya, itu pun jika ia beruntung "bergerak satu milimeter saja kuhajar kau." ancam Yoongi.
Poor Jimin.
.
Di tempat lain.
.
"YAK! PARK JIMIN! YAK! KEMANA KALIAN SEMUA!."
DUK! DUK! DUK!
Namja dengan kaus lengan pendek berwarna hitam itu terus berteriak pada semua orang di luar, beberapa kali ia juga menendang pintu berharap semoga kunci pintu itu mengendur lalu terbuka dengan sendirinya. Namun nihil, memangnya siapa yang bisa mendobrak pintu dari dalam?. Dengan tendangan terakhirnya pada pintu kayu bercat putih itu, Hoseok mengutuk semua orang yang ada di luar sana dengan seribu umpatan.
"hyung"
Oh tidak, badan Hoseok membeku. Ada suara dari arah belakang, suara hantu kah? tolong jangan membuat Hoseok mati berdiri. Tapi untungnya, suara itu bukanlah suara hantu atau makhluk halus seperti yang ditakutkan. Jika benar, tidak mungkin Hoseok akan berbalik dengan berani.
"Taehyung? kau.. tidak diluar?"
Bodoh, pertanyaan bodoh macam apa itu? sudah jelas secara jasmani rohani yang berdiri di depanmu itu seorang Kim Taehyung, apa masih ingin bertanya? "a-ah.. a-aku terkunci, Jimin mengerjai ku-.. ah maksudnya.. apa kau juga dijahili Jimin dan dikunci disini?" wow! kau mulai bicara banyak pada nya? "aniyo.. aku memang ada disini sejak tadi." Jawab Taehyung lirih.
'shit! berarti hanya aku yang dijahili disini!' rutuk Hoseok membatin. Namun tak seberapa lama, diliriknya Taehyung yang berdiri 2 meter darinya, namja itu hanya menunduk. Beberapa saat keheningan tak nyaman mulai muncul. Hoseok ingin pergi ke ranjangnya, hanya ingin berebah sampai si bantet Park itu membuka pintu kamar mereka.
Tapi ada Taehyung disana membuatnya mengurungkan niat, sedangkan Taehyung tak beranjak sama sekali.
"hyung?"
"..."
Taehyung mulai beranjak mendekat pada Hoseok, sedangkan Hoseok tidak melihat itu. Dia masih diam mengedarkan matanya ke segala arah selain Taehyung.
Greb!
Menyesal lah kau Jung Hoseok. Tak disangka, tubuhnya sudah direngkuh erat oleh seseorang yang tak ia pandang sejak tadi. "hyung! aku memang bodoh! salahkan saja semuanya padaku! berhentilah seperti ini! jebal!" Taehyung semakin mengeratkan pagutannya pada Hoseok, semakin menyesap aroma Bulghari yang kemarin pagi menjadi aroma pertama yang ia hirup saat ia terbangun.
"Tae.." Hoseok mencoba melepaskan pelukan anak itu dengan kedua tangannya. Namun sialnya sedikit rasa senang dihatinya mulai menyusup perlahan, dengan lengan sekuat itupun Hoseok terlihat tak sanggup menjauhkan raga Taehyung darinya "kumohon pukul aku atau apapun hyung! hina aku atau sebagainya! tapi jangan.. h-hiks.. hiks.. jangan jauhi aku."
Hati Hoseok tiba-tiba mencelos saat lengan-lengan kurus itu mulai mengendur memeluk lingkaran dadanya. Ingin rasanya Hoseok menarik tangan itu agar lebih erat seperti yang tadi, tapi hati dan otaknya berlawanan, Hoseok hanya mampu terdiam "aku minta maaf tentang foto keparat waktu itu hyung! aku bisa apa? aku hanya cameo dan pendatang baru, aku tidak bisa melawan."
Satu keganjalan Hoseok telah terjawab, kiss scene keparat sebulan lalu.. ada benarnya juga si Taehyung itu.
Pelukan kendur itu berubah menjadi hanya sebuah remasan di ujung kaus Hoseok saja dan semakin membuat namja Jung itu mencelos tak suka "aku yang tak pernah menyadari perasaan mu, aku yang membuatmu menegak habis isi botol-botol hijau keparat itu, aku yang pertama kali membuat hatimu benar-benar hancur setelah sekian lama. aku si bodoh h-hiks.. si b-bodoh Taehyung yang m-membuat.. ini se-semua.. h-hiks.. Hoseok-hyung!"
Hoseok masih belum beranjak, bahkan wajahnya ia lengoskan kelain arah, Taehyung yang melihat itu hanya bisa tersenyum perih pada hyungnya ini "hm, melihat wajahku saja kau sudah tak sudi." Hoseok malah memejamkan matanya dan mendengus.
Taehyung kembali menunduk, kini remasan tangannya pada kaus Hoseok sudah terlepas sempurna. Ia mengambil satu langkah mundur dan tertawa kecil "hehe.. kau sudah benar-benar membenciku ya, hyung? hehe.. gwaenchana.. aku bisa terima. Bagaimana kau menjauhiku, berusaha tidak menegurku, aku menerimanya karna itu kesalahanku hyung."
Remasan dari buku-buku jari yang lentik itu mulai agak menguat seiring waktu, namun Hoseok tak melihatnya "Jungkook, Bogum, Minjae, kau pasti tersiksa kan saat aku terlibat skinship dengan mereka atau berjalan berdua sedangkan kau berusaha menyembunyikan rasa cemburumu saat aku pulang. Dan malah menyambutku hangat dengan segelas coklat panas."
Taehyung kembali tertawa miris diakhir kalimatnya, sebulir cairan bening yang akhir-akhir ini sering muncul di sudut matanya kembali keluar sendiri "kau tahu hyung? saat pertama kali aku meminum coklat panas buatanmu, jujur saja rasanya tidak enak, pahit hahaha.. tapi anehnya aku tetap senang. Karna dari 6 member yang mencoba coklat panas buatanmu, aku adalah orang yang terus kau pandangi meminta tanggapan. Saat yang lain bilang racikanmu tidak enak, kau akan memukul dan mengumpat mereka. Tapi saat aku mengatakan hal yang sama, kau hanya tersenyum dan tertawa lalu mengusak ram.. ram.. h-hiks.. hiks.. rambutku.."
Baik Taehyung atau Hoseok sama-sama mencelos saat memori 'bahagia' itu melintas di memori masing-masing. Hoseok melunakkan pandangannya, ada nafas berat yang keluar dari hidung mancungnya, hatinya kembali sakit "aku merindukanmu, kapan kita bisa berbicara satu-sama lain lagi? kapan kita bisa tertawa berdua lagi? kapan aku bisa menemanimu latihan dance hingga tengah malam lagi? kapan kita bisa saling memeluk satu sama lain lagi? Kapan aku bisa bersikap manja padamu lagi? kapan hyung?"
Taehyung sudah meloloskan air matanya sedari tadi, badannya mengambil langkah mundur hingga tangannya meraih pinggiran kasur Hoseok dan menghentakkan badannya terduduk di lantai. Beberapa saat isakan itu benar-benar menguasai indra pendengaran mereka berdua, namun Taehyung kembali menyuara "aku bahkan tidak bisa lagi untuk sekedar memeluk bantal mu seperti yang biasa ku lakukan jika merindukanmu.."
Kali ini Hoseok mulai mencuri perhatian melirik pada Taehyung disana, di pinggiran ranjangnya dengan tangan kiri yang mengelus lembut ranjang bertutupkan sprei natural green. Kakinya ingin melangkah tapi rasanya begitu kaku "apa yang harus kulakukan, hyung? apa? aku merindukanmu lebih dari merindukan eomma, sakit.. h-hiks.. hhiks.." isak Taehyung sambil meremas dada kirinya.
"hyung.. hiks.. h-hikss apa yang harus ku akukan? SAAT KAU MENJAUH BEGINI AKU BARU SADAR JIKA AKU MENCINTAIMU SETELAH SEKIAN LAMA..!" Taehyung berdiri dan berteriak dengan sekuat sisa tenaganya, tubuhnya benar-benar lemah sekarang bahkan kepalanya terasa pusing semakin air mata itu turun "TERTAWAKAN AKU HYUNG..! TERTAWAKAN AKU..! saat kau sudah bisa melupakanku, sekarang giliranku yang jatuh hati padamu. Tuhan memang adil, Dia berikan karma padaku. Dia ingin kau menyiksaku seperti aku menyiksamu selama ini. TERIMA KASIH..!"
Taehyung mulai meracau dalam tangisnya, kedua tangannya terangkat ke udara membuat gestur bersyukur pada Tuhan, ia pun tertawa dalam tangisnya.
Dan demi apapun di bumi ini, Hoseok ingin menjatuhkan dirinya sendiri ke laut, dalam palung laut terdalam. Taehyung benar-benar hancur di hadapan matanya, karenanya.
Greb!
Bruk!.
.
.
TBC
Tutturutturu~
Ohai! Apa kabar kalian?. Aku kembali dengan chapter 7 di sini! Apa ada yang masih ingin membacanya? Hehehe..
Suga's kumamon : username mu imut juga ya.. hehehe. Aku tidak bisa memanjangkannya lagi, karena awalnya cerita ini ku share di Facebook, jadi memang sedikit.
restiana : kau orang yang berpendirian teguh ya?. Review mu sangat konsisten hehehe.
ParkceyePark : owhh~ aku terharu *huks* aku membuka akunmu dan kulihat mayoritas ceritamu Vkook ne?. Aku cukup kaget karena biasanya Vkook shipper tidak suka dengan HopeV shipper '-'. Tapi karena kau.. persepsiku hancur. Terima kasih~
Kahoriken : hei! hilang kemana kau! ayo kembali lagi! hahaha.. aku kadang lucu sendiri memikirkan ARMY yang sangat sensitif dengan idol mereka. Berasumsi macam-macam tentang para member entah asumsi itu tepat atau tidak.
Hobagijung : sungkeman? memangnya ini acara pernikahan, perlu ada sungkeman?. Baper ya? sampai terbawa curhat hm?. Tipe step-by-step? huhuhu~ aku suka pemikiranmu.
Hopeworld0018 : aku akan update setiap minggu sayang~/jika tidak ada halangan/. Dan ini sudah update, silahkan kembali membaca ne?
Hopekies : baiklah.. let's be friend then!. Tapi aku masih kagum padamu, sudah bisa membuat rate M~ *berbinar* aku hanya bisa membayangkannya hihi.. entah kenapa aku tidak bisa menuliskan rate M selancar dulu/saat aku masih underground author(?)/. Mungkin karena aku masih sadar umur? hehehe..
Tidak terasa sudah chapter 7 saja. Jadi.. masih ada 2 chapter lagi. Dan minggu depan adalah last chapter & the saquel! YEY!.
Tapi jangan khawatir, aku sudah membuat cerita lain tentang Vhope dan sekarang sedang dalam pembuatan chapter ke-3. Bisa kalian menebak tema apa yang kupakai untuk itu? Hehehe.. tolong tunggu ya? Dan cintai itu nanti seperti kalian mencintai cerita ini.
