Summary : Naegino Rin, cewe yang sikapnya pendiam tapi pintar dan manis serta pemalu di tempat lesnya, menyimpan perasaan cinta kepada Kagamine Len, teman lesnya. Kagamine Len, cowo yang easy-going, baik, serta ramah namun tidak terlalu pintar. Akankah perasaan cinta Rin terbalaskan?.
Hy Minna-saaaan~. Author tercinteh sudah kembali~*plakk*. Oke, ga banyak bacot lagi ..
Go~
.
.
.
Disclaimer : Vocaloid © Yamaha dan Crypton
Warning : Typo selalu ada. Ga menarik. GaJe. Makin ngawur. EYD jelek. Berantakan. Berbelit-belit. Ending GaJe. Khusus bagian percakapan Mikuo dan Len'nya pakai 'Gue-Lo'. Maaf bagi Miku FC karena Saia buat Miku sebagai karakter antagonis Meski panjang tapi intinya cuma 1. Cerita maksa.
Can I? Chapter 7
.
Ga suka? Ga usah baca!
.
.
.
Mikuo Pov
"Len!" teriak Miku yang tiba-tiba sudah berada tidak terlalu jauh dari kami. Hah? Tu makhluk GaJe napain pagi-pagi uda datang kerumah Len?
"Ohayou Len!" sapanya. Lha? Gue ga di sapa?
"O-Ohayou, N-Nekomura-san." jawab Len. Tiba-tiba muka Miku cemberut. "Panggil miku saja!" katanya.
"I-Iya, M-Miku." kata Len akhirnya-yang sepertinya dengan terpaksa. "Nah, gitu dong. Mau berangkat sekolah bareng?" ajak Miku.
"Maaf Miku. Aku dan Len harus berangkat pagi-pagi. Jadi kami tidak bisa jalan denganmu. Dan JAA NE!" potongku yang dikacangin dari tadi. Segera aku menarik Len dan berlari pergi. Sementara Miku hanya cengo duluan.
Dengan kecepatan cahaya. Aku dan Len sudah sampai disekolah. Memang penampilan kami berantakan. Tapi aku bersyukur bisa kabur dari Miku.
"Lo ga suka sama dia'kan? Makanya gue bawa lo." kataku memotong perkataan Len yang sepertinya mau protes.
"Kok lo tau?" tanyanya. "Jangan remehin gue. Gue tau semua tentang lo. Kita'kan uda bareng dari kecil." kataku lagi.
"Sombong." balasnya. Entah mengapa tiba-tiba kami tertawa bersama.
Setelah beberapa lama kami berjalan-jalan keliling sekolah sambil ngobrol. TENG TENG~. Bunyi bel masuk.
Dengan cepat kami berlari kekelas. Berusaha menghindari gadis aneh-Miku.
Begitu juga seterusnya selama sekolah hati ini. Pada saat istirahat, kami-Aku dan Len. Pergi ke perpustakaan. Memang sih jarang-jarang. Bahkan bisa dibilang kami hanya datang jika ada tugas yang menyangkut buku-buku di perpustakaan.
Kejadian itu-menghindari Miku. Berlangsung sampai kami pulang. Aku dan Len berencana akan pergi ke toko olah raga. Kata Len sih dia mau membeli baju basket yang baru. Karena yang lama sudah kekecilan.
Setelah itu kami pulang kerumah kami masing-masing tanpa bertemu dengan Miku.
Rin PoV
Hari ini aku pergi sekolah dengan tidak, ralat. Sangat tidak semangat.
Yah, karena kejadian semalam. Setelah Len, Mikuo dan Miku mengantarku pulang. Miku meng-emailku.
From : N3K0MUR4_M1KU
To : R1N-PR19C355-0F-0R4N93
Subject : Bantu aku?
'Emm, Rin. Boleh aku minta bantuanmu?'
.
.
.
From : R1N-PR19C355-0F-0R4N93
To : N3K0MUR4_M1KU
Subject : Re_Bantu aku?
'Tentu, apa yang bisa kubantu?'
.
.
.
From : N3K0MUR4_M1KU
To : R1N-PR19C355-0F-0R4N93
Subject : Re_Bantu aku?
'Emm, sebenarnya aku menyukai Len. Boleh ... Kau bantu aku mendekatinya?'
Aku masih syok dengan permintaan Miku. Aku bingung harus mengatakan apa. Bahkan aku belum membalas e-mailnya sampai sekarang.
Apa ... Yang harus ku katakan pada Miku? Aku masih menyukai Len. Tapi aku juga tidak ingin menyakiti hati Miku.
Setelah sampai disekolah. Aku langsung memasuki kelasku dengan murung. "Nee, Kau kenapa Rin?" tanya Teto yang duduk disebelahku.
Aku hanya menggeleng dan memberi isyarat bahwa aku akan menceritakannya nanti. Yah, kurasa sekarang yang kubutuhkan adalah saran dari Teto.
Selama pelajaran sampai istirahat, aku tidak bisa berkonsentrasi sama sekali. Teto hanya menatapku dengan prihatin.
Yang dipikiranku sekarang adalah ... Apakah aku akan membantu Miku atau tidak.
Sekarang aku dan Teto dalam perjalanan menuju kantin yang letaknya tidak terlalu jauh dari kelas kami.
Teto memesan makanan dan aku hanya duduk. "Nah, Rin. Ceritakanlah." kata Teto sambil melahap makanannya-roti.
"Kemarin, tempat lesku kedatangan murid baru." kataku. Teto hanya diam-menunggu lanjutannya.
"Namanya Nekomura Miku. Bersekolah di SMP Utau kelas 2." lanjutku. Teto terlihat kaget. Dia tau, kalau SMP Utau adalah tempat Mikuo dan Len bersekolah.
"Dia ... Menyukai Len juga." lanjutku dengan suara yang kecil tapi sepertinya dapat di dengar oleh Teto.
Teto menghentikan acara makannya. "Dia ... Memintaku untuk membantunya mendapatkan Len." lanjutku, masih dengan suara yang kecil. Teto terbelalak.
"Lalu ...? Jangan bilang kau mau membantunya?" kata Teto yang dari tadi hanya mendengarkanku. Aku hanya menggeleng.
"Aku ... Belum tau. Aku masih menyukai Len. Tapi aku juga tidak mau menyakiti hati Miku." jawabku. Teto terdiam sejenak.
"Rin..." panggilnya. "Sudah cukup. Kau sudah terlalu baik. Kau selalu mengorbankan kebahagiaanmu demi orang lain. Jangan mengorbankan rasa cintamu lagi. Kau akan menyesal nantinya. Kau harus mengejar cintamu sekarang. Berusahalah! Aku dan Mikuo pasti mendukungmu. Dan jangan membantu Nekomura-san." lanjut Teto.
Aku teridiam. Memang, aku sudah mengorbankan cinta lamaku demi orang lain. Aku membantu orang lain untuk mendapatkan cintaku. Akhirnya aku hanya menyesal. Butuh waktu yang sangat lama untuk melupakan cintaku itu. Sampai aku bertemu dengan Len.
Betul juga apa yang dikatakan Teto. Aku pasti menyesal. Dulu, sebelum aku mengenal Teto. Aku selalu membantu orang lain, meski harus mengorbankan kebahagiaanku. Tapi sekarang ...
Aku sudah memutuskan. Aku ... tidak akan membantu Miku. Ada Teto yang mendukungku. "Aku ... Tidak akan membantu Miku." kataku pada Teto sambil tersenyum. "Baguslah kalau begitu!" kata Teto.
Setelah itu Teto melanjutkan kembali makannya. Tunggu, kenapa ... Kantin sudah sepi?
"Teto ..." panggilku pelan. "Hm?" jawabnya sambil makan dan memainkan hpnya. "Kita telat! Ini sudah jam pelajaran!" kataku setengah berteriak.
Kulihat Teto tersedak. Lalu menatap sekeliling. Sepi.
"Kyaaa!" teriak kami lalu berlari kekelas. Pelajaran ... Sudah dimulai. Syukurlah kami hanya diceramahi dan tidak diberi hukuman. Setelah itu kami hanya main surat-suratan selama pelajaran tanpa sepengetahuan guru kami.
~000~
Sekarang aku sedang dalam perjalanan menuju tempat les-rumah Miss Luka. Aku sudah memutuskan untuk tidak membantu Miku.
TING TONG.
Aku menekan bel rumah Miss Luka. Miss Luka keluar dan membukakanku pintu.
"Good evening Miss." sapaku. "Good evening." jawab Miss sambil tersenyum. Setelah itu aku masuk dan naik kelantai atas.
Semua sudah datang. Termasuk Miku. Aku hanya menghela nafas. Dan duduk di sampingnya. Miku menatapku. "Jadi? Mau ya Rin~?" katanya dengan setengah berbisik tapi dengan nada yang meminta.
"Maaf Miku. Aku tidak bisa membantumu." kataku sambil tersenyum penuh rasa bersalah kepada Miku. Miku menatapku kaget. Lalu menatapku tajam.
"Bah! Kau akan menyesal tidak membantuku! Oh, aku tau kenapa kau tidak membantuku. Kau juga menyukai Len'kan?" katanya sambil menyeringai.
D-Dia .. Tau kalau aku suka dengan Len? D-darimana? "Bah! Jangan harap kau akan mendapat'kan Len!" lanjutnya.
T-tak kusangka ternyata Miku seperti ini. Awalnya, aku kira dia anak yang baik. Aku tidak menyesal jika tidak membantunya. Lalu aku hanya diam sebagai jawaban.
Dengan cepat aku menyelesaikan tugasku dan pamit pulang. Ada sesuatu yang harusku beli. Perlengkapan untuk kerja kelompok besok.
Setelah aku pamit dengan Miss Luka dan semuanya-kecuali Miku. Aku pergi ke area pertokoan Manekineko.
Setelah memasuki sebuah toko. Aku keluar dengan 2 kantong plastik penuh yang isinya kertas, lem, origami, gunting, beberapa stiker dan pita. Masih ada yang kurang, aku masih harus membeli glitter dan kertas karton.
Semua anggota kelompokku 'sok sibuk'. Makanya mereka menyuruhku membelinya. Argh! Padahal aku juga sama sibuk.
Karena sudah malam. Banyak toko yang sudah tutup. Tapi aku masih berkeliling untuk mencari kedua benda itu. Sampailah aku di sebuah toko ATK yang terletak tidak terlalu jauh dari toko boneka yang waktu itu.
Aku keluar dari toko itu dengan sebuah kantong. Totalnya aku memegang 3 kantong plastik. Pegal rasanya.
Tunggu. Bukankah itu Mikuo? D-dia keluar dari toko boneka? Sendirian? Apa yang dia lakukan?
Baru saja aku mau menghampirinya dia sudah berlari pergi. Yah sudahlah. Aku pulang saja.
Miku PoV
"Maaf Miku. Aku tidak bisa membantumu." Kata Rin tadi.
Argh! Awas saja kau Rin! Kau akan menyesal. Sekarang aku dalam perjalanan pulang ke rumahku.
Sepertinya Mikuo dan Len masih lama. Kali ini juga supirku yang datang menjemput. Jadi, aku terpaksa pulang duluan.
Setelah sampai dirumah aku hanya mengumpat kesal. Len juga ... Sepertinya lebih lembut kepada Rin daripada aku ... Kenapa?
Kurasakan mataku mulai memanas. Aku .. Menangis. Beberapa lama kemudian aku tertidur.
~000~
"Umh..." aku terbangun dari tidurku. Aku duduk di tepi kasurku. Kulirik jam dindingku. 05.57. Masih pagi rupanya. Sedangkan sekolah dimulai jam 7.
Aku beranjak dari kasurku dan pergi mandi. Setelah itu mengganti baju seragam, pergi sarapan dan pergi sekolah.
Someone PoV
Dia .. Anak yang pernah membantuku. Meski aku lebih besar darinya.
Lalu, sejak saat itu. Aku selalu memperhatikannya. Aku jatuh cinta padanya saat pandangan pertama.
Aku tau dia menyukai orang lain. Aku tau itu. Tapi ... Bolehkan kalau aku mencintainya? Meski dia tidak pernah mengalihkan pandangannya untukku. Tersenyum untukku.
Tapi .. Aku tetap mengharapkan cintanya.
Rin PoV
KRING~ KRING~
Aku terbangun dari tidurku karena jam wekerku yang selalu bunyi tidak tepat waktu itu(?). Sekolah dimulai 45 menit lagi.
Segera aku pergi ke kamar mandi untuk mandi. Setelah mandi aku pergi ke bawah untuk membuat sarapan. Kira-kira menghabiskan waktu 30 menit. Aku pergi ke sekolah.
"Ohayou Rin!" teriak Teto setelah aku sampai di kelasku -sekolah. "Ohayou Teto." balasku.
Entah cuma perasaanju atau memang kenyataan kalau sikap Teto itu aneh. Tapi aku memilih diam saja mengingat Teto sikapnya selalu berubah-ubah.
Selama pelajaran dimulai sampai istirahat. 'Mikuo napain Teto sih? Sampai Teto senyam-senyum GaJe dari tadi?'
"Ehm Teto .. Kau kenapa sih?" tanyaku akhirnya. "E-eh? E-engga kok." jawabnya.
Aku diam sebentar kemudian menoleh ke Teto lagi. Dia ... Ketawa-ketiwi sendiri lagi deh.
TENG~ TENG~
Bunyi bel istirahat. Teto mengajakku ke kantin. Setelah sampai dikantin kami memesan makanan dan duduk di pojokan.
"Rin... Dengarkan baik-baik." kata Teto memulai. "Hm?" tanggapku.
"Besok ... Aku dan Mikuo akan pergi ke taman bermain. Mikuo akan mengajak Len. Dan kau juga akan ikut. Saat itu juga aku dan Mikuo akan meninggalkan kalian berdua. Dan kau harus mengungkapkan perasaanmu kepada Len." kata Teto panjang.
H-hah?
~To Be Continue~
Saia kembali lagi~ Oke, bales ripiu.
###
1. Karin Miyuki gak login lagi
Ahaha Miyuki-chan. Menurut Saia ga pa-pa asal masih pake nama. Makasi atas reviewnya. :). Inii apdet~.
2. Miki Yuiki Vessalius
Makasi ripiunya~. M-masih ada typo? *syok*. Maafkan Saia~. Ehm, Saia usahain ada pair MiKai'nya deh~. Demi reviewers tercinteh. Kisu? Hahaha. Miki-chan hentai nih~. Kidding. Kapan Len dan Rin'nya jadian? Rahasia dong~*plakk~. Ini update lagi~.
3. Hikashine Shii-Chii
Makasi ripiu + commentnya~. Makasi juga uda nungguin~. T-Typo? *headbang*. Saia sudah berusaha tidak ada typo tapi tetep ajah tuh typo gangguin idup Saia *lebay mode*. Hahaha, Saia juga Miku-haters *nyusul Hikarin-chan ke gunung Krakatau*Just Kidding~. Apdet~.
4. khiikikurohoshi
Makasi atas reviewnya~. Saia terharu :'). Yah, mnurut Saia peran Miku agak maksa disini. Tapi entah mengapa tetap Saia buat sifatnya kea gitu *plakk*. Apdet~.
5. Kuro 'Kumi' Mikan
Makasi ripiu + sarannya. Saia memang sangat butuh saran dari para Senpai termasuk Kuro-chan~. Saia akan usahain apa yang Kuro-chan bilang. Saia sering kebingungan nyari dimana artikel tentang fanfiction di Google karena cara pemakaian kata Saia memang jelek. Nii apdet. :)
6. asakuro yuuki
Makasi ripiunya~. Tentu saja Saia nungguin fict Anda~. :) .. Ini apdet~!
###
Makasi atas semua ripiu, comment dan saran Anda~. Ga banyak nulis yang ga penting lagi~ .. Review please?
