Hai-hai semuanya, berubung mood lulu lagi baek banget dan ide-ide ngalir setelah hari jadi lulu 30 September kemarin, gananya ya? hehe jadi lulu update chapter 7 yang lumayan panjang loh, udah gak sabar ya? yuk langsung baca aja.
ini dia Chapter 7 is coming~~~~^^
Happy Reading!
Semoga aja kalian suka^^
"changmin-ah~"
"kim changmin~~"
"anakku kau dimana sayang?" cicitnya kehabisan tenaga.
jaejoong berlari kalang kabut kesana-kemari seperti orang kesetanan menyusuri jalan padat di tengah pusat kota.
pasalnya ia baru saja datang ke tempat sang putra menuntut ilmu guna menjenputnya, namun apa yang di dapatkannya cukup membuatnya copot jantung.
guru piket maupun keamanan sekolah tidak ada yang mengetahui keberadaan sang putra, mereka juga cukup terkejut mendapati orang tua murid teladannya tersebut tidak menemukan sang anak.
Sebelumnya changmin bukanlah siswa bandel yang akan meninggalkan sekolah disaat sang ibu atau anggota keluarganya yang lain belum datang menjemputnya.
Apalagi pihak keamanan sempat melihatnya masih bermain ayunan di taman setengah jam sebelumnya, jadi mereka mengira changmin sudah di jemput.
Langkah jaejoong mulai melemah, bahkan ia nyaris limbung saat seorang pejalan kaki lainnya tidak sengaja menabrak pelan bahunya.
"changmin-ah~ kau dimana sayang~"
Itu adalah kalimat terakhir yang di ucapkan jaejoong sebelum dirinya tergugu dan menangis keras sambil sesekali meremat dadanya dimana jantungnya berada.
Drrrrrttt Drrrrttt Drrrrttt
Drrrrrttt Drrrrttt Drrrrttt
Di tengah isak tangis dan kebingungannya, ponselnya bergetar secara terus menerus tanpa henti membuatnya tidak bisa mengabaikannya begitu saja.
Tanpa melihat id sang penelpon, jaejoong mengangkat sambungan telepon tersebut dengan berusaha menstabilkan pernafasannya.
"yeob- yeoboseo?" ujarnya bergetar setengah terisak.
'jae dimana? Kau baik-baik saja? Pulanglah~ changmin sudah ada di rumah'
Seketika tubuh jaejoong menegak dengan bola mata terbelalak mendengar penjelasan siwon dari seberang sana.
'jae kau mendengarku? Jae- jaejoong?'
"c- changmin ba-ik?" dirinya masih di liputi rasa syok dan lega secara bersamaan.
'iya dia baik-baik saja, pulang ya~ atau kau mau aku menjemputmu?'
"ti- tidak siwon, ak- aku akan kembali sekarang." Dengan itu jaejoong segera memutus sambungan teleponnya secara sepihak dan beranjak pulang dengan tergesa-gesa.
Tidak perduli dengan yang lain, saat ini yang ada di pikirannya hanya satu yaitu segera bertemu dan memeluk erat putra kesayangannya.
/
Sesampainya di rumah tanpa salam ia segera mendobrak pintu dengan keras dan berlari memeluk changmin yang sedang menikmati camilan sorenya.
"sayang apa yang kau lakukan? jika eomma bilang akan menjemputmu itu artinya eomma akan menjemputmu, pergi kemana kau sayang?" ujar jaejoong gusar sambil menciumi wajah sang anak yang hanya menatapnya polos secara bertubi-tubi.
"eomma~"
"jangan ulangi lagi chwang, jangan pergi sayang~"
"eomma~" changmin sudah mengerutkan bibirnya tanda akan menangis.
"jangan tinggalkan eomma sayang, eomma akan mati jika chwang meninggalkan eomma." Jaejoong masih sibuk dengan ketakutannya sendiri.
Siwon yang menyadari ketakutan jaejoong yang membuat changmin menjadi ketakutanpun sesegera mungkin menenangkan sahabatnya tersebut dan memberi pengertian kepada sang istri- kyuhyun untuk menggendong sang keponakan dan membawanya ke lain tempat untuk di tenangkan pula.
"jae- jaejoong- jae- lihat aku jae- KIM JAEJOONG!" Bentak siwon pada akhirnya karena sedari tadi jaejoong tidak menatapnya meskipun ia merengkuh kedua pipinya meminta jaejoong menatapnya namun pandangan mata jaejoong kosong dan berguman gusar membuatnya setengah takut.
"changmin ada bersama kita, jangan khawatir oke?" ujarnya kembali menenangkan.
"aku tidak ingin changmin meninggalkanku siwon~" cicit jaejoong dengan air mata yang sudah mengalir deras.
"hei~ tidak akan sayang~ kim changmin adalah putra kim jaejoong yang sangat mencintai ibunya, dia tidak akan meninggalkanmu hingga kau menua nanti." Hibur siwon sambil memeluk tubuh bergetar tersebut.
"dia akan tetap bersama kita percayalah~"
Siwon senantiasa menggumamkan kalimat-kalimat menenangkan tanpa berniat menghentikan elusannya pada punggung jaejoong membuat tubuh jaejoong berangsur relaks.
Tepat saat siwon melepaskan pelukannya, changmin berlari menubruknya dan memeluk erat kaki sang ibu.
"eomma maafkan chwang~ chwang tidak ingin jadi anak nakal, chwang tidak ingin buat eomma cedih, chwang thayang eomma."ujar sang anak tulus.
"tadi chwang naik bus jemputan sekolah karena jinki sakit, ia mengantarkan jinki pulang jae~ jangan marah jae- dan jangan khawatir putramu adalah anak yang baik." Ujar kyuhyun menjelaskan apa yang changmin katakan padanya beberapa saat yang lalu.
"benar sayang?" cicit jaejoong sambil berjongkok menatap sang anak dan mengelus sayang surai lembutnya yang di balas anggukan pelan dari sang anak.
Jaejoong yang merasa sang anak ketakutanpun membawa tubuh mungil tersebut kedalam rengkuhan hangatnya dan menggumamkan nasehat untuk sang putra.
"eomma tahu chwang adalah anak eomma yang sangat baik dan juga tampan, tapi lain kali jika hal seperti ini terjadi- bisakah chwang berjanji pada eomma untuk tidak mengambil keputusan sendiri?
-chwang sayang~ putra eomma~ chwang masih kecil jadi chwang juga harus meminta pendapat orang yang lebih tua- paling tidak ibu guru harus tahu chwang dan jinki pergi kemana, mungkin saja orang tua jinki juga sedang mencemaskan putra mereka sayang." Jelas jaejoong yang berusaha menekan ketakutannya.
"maaf eomma~ maaf uncle~ maaf kyu~" cicit changmin menunduk dalam.
Melihat penyesalan sang keponakan yang sangat menggemaskan membuat kyuhyun dan siwon tidak bisa untuk tidak bergabung ke dalam pelukan ibu dan anak tersebut, tentu saja mereka mencurahkan kasih sayang mereka pada bocah mungil di dalam rengkuhan mereka.
'mianhae eomma~' ujar changmin dalam hati merasa bersalah.
-Skip-
Menjelang malam mereka kembali kepeda rutinitas mereka masing-masing, seperti dimana kita tahu bahwa malam ini club malam milik tony mungkin akan berkali lipat lebih ramai dari biasanya karena acara privat seorang Im Yoona.
Terbukti dengan berjejer mobil mewah dan mahal di pelataran club malam tersebut, di tambah lagi dengan adanya beberapa bodyguard yang berdiri kokoh di depan pintu masuk serta segel untuk pintu akses lainnya yang menandakan betapa sangat tertutupnya pesta tersebut.
Sementara itu di dalam club sendiri sudah di penuhi para sosialita berbaju mewah dengan barang-barang branded limited edition yang membuat kita tercengang jika menghitungnya dalam bentuk dolar.
"woooaaaah ternyata seperti ini pesta orang kaya" celetuk micky takjub.
"dasar kampungan" balas kyuhyun menyebalkan yang di indahkan micky begitu saja.
"YAK PARK MICKY! Apa yang kau lihat?" teriak kyuhyun sebal melihat muka hidung belang micky.
"Hei kyu- kemarilah~ tidakkan gadis bergaun merah pendek itu sangat WOW." Bisik micky kembali mengabaikan teriakan kyuhyun.
"tidak! Kau tidak lihat aku lebih sexy dari wanita berlipstik tebal itu!" gerutu kyuhyun sebal terbukti dari caranya menata beer yang di letakkan secara kasar.
"yang benar saja~ kau tidak lihat dadanya- woaaaah~ jika di bandingkan denganmu?" ujar micky sambil mengamati tubuh kyuhyun dari atas kebawah kembali lagi ke atas sebelum membekap mulutnya karena menahan tawa.
"apa yang kau tertawakan?"
"tidak ada~ kuakui kau memang sekal dan berpantat yang cukup yaaaah lumayan- tapi kau tidak mempunyai melon yang menggoda seperti itu sayang~"
"dasar brengsek! Lihat saja nanti jodohmu pasti tidak jauh-jauh denganku- bersyukurlah jika aku masih berbaik hati mendoakan dia bertubuh gendut dan jangan membuatku marah atau aku akan ikut suamiku ke gereja setiap hari untuk mendoakanmu agar ia bertubuh layaknya buntalan lemak!" omel kyuhyun sambil melemparnya lap gelas sebelum meninggalkannya dengan kaki menghentak.
"eeeeyy – tidak ada bedanya cho, dasar semok~" ujar micky tenang dan kembali menatapi para wanita-wanita sosialita tersebut.
Sementara itu di sudut lain jaejoong hanya memperhatikan keduanya dengan menahan senyum sambil sesekali jaejoong memberi intrupsi kepada beberapa pelayan lain untuk menempatkan apa-apa yang sekiranya mulai menipis.
"taemin-sshi, di ujung sana sepertinya tupukan beer mulai menyusut, bisa kau tambahkan beberapa lagi?" pintanya pada salah satu pelayan yang lewat di depannya.
"tentu hyung" jaejoong tersenyum melihat kegesitan pelayan baru tersebut.
"muda dan bersemangat~ aku suka cara kerjanya." Intrupsi seunghyun dari belakang jaejoong.
"yak! Seunghyun! Sedang apa kau disini? Dan juga- bagaimana kau bisa masuk? Bukankah sudah terlihat di depan jika club ini sedang ada acara private party." Gerutu jaejoong bercampur terkejut karena seseorang bisa menerobos masuk.
"Hei- kau pikir pria-pria bertubuh besar di depan akan mengijinkanku masuk jika aku bukan tamu undangan juga disini?" Ujar seunghyun membela diri sambil menunjukkan kartu pengunjung tamu pesta tersebut.
"woooah jadi kau juga termasuk kumpulan sosialita club nona-nona manja tersebut?" sindir jaejoong.
"sial kau! Aku kenal mereka dari bomie, kau tau gadis manja itu tidak bisa hidup sehari saja tanpa party." Gerutu seunghyun pada calon tunangannya tersebut.
"jangan mengumpati istrimu, itu tidak baik." Ujar jaejoong protes.
"dia belum istriku jae~" rajuk seunghyun yang hanya di balas kekehan oleh jaejoong.
"tidak lama lagi tuan choi~" ujar jaejoong masih menggoda seunghyun.
"aku akan menghentikan perjodohan tersebut jika kau mau menikah denganku." Balas seunghyun enteng membuat jaejoong mendecih.
"jangan gila" sindir jaejoong.
"wae?" tanya seunghyun bingung.
"aku miskin."
"aku bekerja~"
"hidupku berantakan"
"kau tidak seperti itu."
"aku punya changmin."
"aku menyayangi putramu."
"jangan bodoh! Kau mencintai harabommie~"
SKAK
Seunghyun seketika terdiam tidak dapat menimpali kembali ucapan jaejoong yang satu itu, dan hal itu membuat jaejoong terkekeh merasa menang.
"kenapa diam? Aku benar bukan?" jaejoong kembali berucap dan berlalu menuju meja bar guna membantu siwan yang kewalahan.
"yak! Jaejoong~ bukan seperti itu~" rajuk seunghyun mengekori setiap pergerakan jaejoong.
"ayolah seunghyun jangan bohongi perasaanmu, meskipun bommie sangat angkuh tapi percayalah dia gadis yang baik." Jelas jaejoong menggenggam tangan seunghyun.
"YAK! JANGAN MENYENTUH TUNANGANKU KIM JAEJOONG!"
Seketika semua orang yang berada di sekitar meja bar menatap sumber bentakan tersebut yang berasal dari gadis cantik berambut panjang layaknya boneka.
Jaejoong hanya menyeringai menatap wanita tersebut yang kini sedang berdiri angkuh dengan melipat kedua lengannya serta jangan lupakan ekspresi wajahnya yang sudah di tekuk sebal.
"Bagaimana jika sedikit ciuman selamat datang?" ujar jaejoong menggoda harabommie dengan sedikit mencodongkan wajahnya kearah seunghyun.
"YAK KIM JAEJOONG! KU BUNUH KAU!" teriak gadis tersebut kembali membuat tawa jaejoong pecah dan berangsur menjauhkan tubuhnya dari seunghyun yang hanya menatap jengah tingkah keduanya.
"Kau posesif sekali harabommie~" sindir jaejoong main-main.
Dengan bibir mengerucut sebal, bom mendekati mereka dan menarik lengan seunghyun untuk menjauhkan prianya tersebut dari jaejoong.
"Jangan dekati kekasihku!" ujarnya memperingatkan.
"tidak bisa~ putraku selalu menanyakan seunghyun- dan lagi pula seunghyun sudah mempunyai jadwal rutin mengajak putraku ke taman hiburan setiap bulan sekali." Entah mengapa jaejoong senang sekali menggoda gadis satu ini.
"benarkah yang dia ucapkan oppa?" bom meminta kepastian seunghyun yang di balas dengan anggukan santai.
"Yak oppa andwae~ aah kau tidak boleh pergi dengannya- emm maksudku kau boleh pergi dengan changmomo- tapi dia tidak boleh ikut- atau kau bisa mengajakku- aku bisa mengasuh changmomo." Gerutu bom menggemaskan membuat jaejoong terkekeh senang.
"apa yang kau khawatirkan? Kami tidak pergi sendirian- ada siwon dan istrinya- lagipula jaejoong bahkan sering tidak ikut karena sibuk berkerja." Jelas seunghyun pura-pura mengomel.
"te-tetap saja, aku tidak peduli, lain waktu aku juga harus ikut oppa!" rajuk bom ngotot.
"tapi maaf harabommie, sepertinya keponakanku tidak terlalu menyukaimu." Intrupsi kyuhyun yang sedari tadipun ikut menyimak gerutuan sang gadis.
"changmomo akan menyukaiku!" protesnya pada kyuhyun dengan kaki menghentak membuat kyuhyun terkekeh senang sambil bertos ria dengan micky.
Lihatlah kini mereka berdua sudah kembali akur dan bersekutu untuk menggoda tunangan seunghyun yang sangat posesive tersebut.
"YAK KALIAN! OPPA~" rajuk harabommie pada sang tunangan.
Sedangkan jaejoong hanya menggelengkan kepala melihat tingkah mereka yang ternyata juga menikmati menggoda tunangan seunghyun tersebut.
"Si tampan datang~ Si tampan datang~"
Tiba-tiba saja suasana menjadi riuh dan para wanita-wanita tersebut berlari mengerubung di pintu masuk entah menyambut si tampan apa yang tengah mereka gosipkan.
Jaejoong yang sedang sibuk membantu siwan mengelap gelas-gelas kristalpun hanya menatap bergantian para wanita yang sibuk berbisik-bisik ria atau berjalan tergesa menuju pintu akses dan gelas-gelas cantik yang sedang ia genggam.
Sementara baik kyuhyun, micky maupun pasangan seunghyun dan harabommie hanya menatap kehebohan tersebut dengan tatapan bodoh mereka.
"apa yang tengah mereka ributkan?" tanya jaejoong pada bom.
"astaga~ lihatlah mereka kehilangan keangkuhan meraka dalam sekejab hanya karena seorang pria, tch tch tch" gumam kyuhyun menimpali masih sibuk menatap para sosialita-sosialita tersebut.
"bukankah kau bagian dari mereka? Bergabunglah~" ujar seunghyun mengomel pada bom.
"tidak oppa~ pria tampanku ada bersama ku saat ini." Balas bom malu-malu sambil meraih lengan seunghyun manja.
Dan hal tersebut tidak luput dari pandangan jaejoong, micky dan kyuhyun yang berdecak gemas melihat pasangan tersebut.
"aku rasa kau harus menikahinya segera top" ujar kyuhyun santai.
"kupikir kau adalah orang nomer satu yang akan menentang hal itu. Kau sungguh siap bersepupu ipar dengannya?" Balas seunghyun santai.
"JANGAN!" Sergah kyuhyun cepat yang sadar dengan apa yang di ucapkan seunghyun.
"wae?" tanya bom sebal.
"jangan menikahinya jika seperti itu, aku tidak ingin menjadi sepupu iparnya." Jelas kyuhyun membuat bom menggeram marah dan di sambut tawa dari lainnya.
"YAK! CHO KYUHYUN!" teriak bom sebal.
"harabommie~ kau tidak bergabung dengan yang lain, yoona kedatangan tamu yang sangan special, kurasa kau tidak boleh melewatkannya." Ujar seorang gadis yang baru saja lewat di samping bom.
"tamu special?" gumam bom bingung.
"Emm, yang mulia Jung Yunho-
TAK
Seketika jaejoong meletakkan gelas kristal yang sedang ia lap secara kasar pada meja bar karena tiba-tiba saja ia merasa lemas mendengar nama seseorang yang sangat ia hindari.
-bukankah sangat jarang yang mulia datang pada pesta-pesta seperti ini, keberuntungan bagi yoona karena yang mulia bersedia menghadiri pestanya." Sambung teman bom tersebut tanpa menyadari perubahan atmosfer di sekitarnya/
"Benarkah?" tanya bom memastikan.
Hanya harabommie dan teman wanitanya tersebut yang sibuk membicarakan seorang tamu special yang tak lain adalah yang mulia raja jung yunho.
Sedangkan sisanya sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, bahkan saat ini nyawa jaejoong sedang tidak pada tempatnya.
Bahkan obrolan harabommie dan temannya tersebut terdengar seperti dengungan seribu lebah yang membuat kepala jaejoong pusing hingga tubuhnya oleng.
Beruntung siwan yang tidak menyadari ketegangan orang-orang di sekitarnya dengan refleks menopang tubuh atasannya tersebut.
"Hyung kau baik-baik saja?" tanya siwan khawatir dan sontak suaranya tersebut berhasil menarik kembali ruh kyuhyun, micky, dan seunghyun pada tubuh mereka.
"jaejoong-ah/jae hyung?" ujar seunghyun dan kyuhyun bersamaan membuat bom dan temannya mengalihkan atensinya pada jaejoong.
"apa hyung sakit?" tanya siwan memastikan kembali.
"tidak siwan, aku hanya sedikit lelah." Jawab jaejoong lirih.
"sebaiknya kau istirahat di atas jae-." Ujar micky mengerti dengan kondisi jaejoong dan segera di anggukinya.
"Jaejoong-sshi!"
Belum sempat jaejoong berbalik sebuah suara kembali mengintrupsi pergerakannya dan membuatnya mau tidak mau harus memutar kembali tubuhnya kearah sosok yang memanggilnya tersebut.
DEG
DEG DEG DEG
"Kim Jaejoong-sshi? Apa kau mendengarku?" ulang sosok tersebut yang tak lain adalah yoona.
"aaah ya yoona-sshi"
Jaejoong memang tidak begitu menyimak apa yang yoona ucapkan padanya karena atensinya beralih pada sosok tinggi dan tegap yang berada tepat di belakang yoona.
Tidak hanya jaejoong sosok tegap tersebut yang tak lain adalah yang mulia jung yunho pun juga tidak begitu menanggapi keadaan yang ada di sekitarnya karena sibuk dengan pemikirannya sendiri terhadap sosok cantik di depannya.
"aku dengar racikan minumanmu sangat hebat, jadi aku mau kau yang meracik minuman untuk tamu istimewaku, aku tidak mau jika yang meracik minumannya adalah anak ingusan di sebelahmu, kau mengerti?"
"apa? Anak ingusan? Yak! Ahjjumma! Meskipun aku tidak sebaik jaejoong hyung, tapi kau juga tidak boleh mengataiku seperti itu." Protes siwan tidak terima yang di katai bocah ingusan.
"siwan benar yoona-sshi, kau tidak boleh menyepelekan orang yang sudah melayani hampir seluruh tamu undanganmu." Bela kyuhyun tidak suka dengan mulut pedas wanita di depannya.
"aku tidak perduli- yang jelas jaejoong-sshi- aku sudah membayar mahal untuk malam ini jadi aku tidak mau di-ke-ce-wa-kan!" kekeuh wanita tersebut.
"yoona-sshi tidak perlu berlebihan, aku bisa minum beer saja." Lerai yunho menengahi.
"tapi yang mulia~ saya hanya ingin memberikan yang terbaik untuk yang mulia." Ujar yoona halus kepada yunho.
"tidak perlu yoona-sshi, aku datang kemari sebagai tamu sama seperti yang lain jadi bisakah kau memperlakukanku seperti yang lain, ini agak tidak nyaman." Ujar yunho tegas membuat yoona memberengut.
"baiklah yang mulia." Pasrahnya.
"Kau dengar? Yang mulia akan minum beer saja, lagipula jae hyung sedang kurang sehat- jadi bisakah kau mengerti?" sindir kyuhyun tak kalah pedas.
"aku mengerti." Jawabnya sedikit menahan amarah.
"yoona-ya aiko datang dan dia mencarimu?" intrupsi seorang gadis yang mungkin saja teman dekat yoona memberitahunya.
"dia benar-benar datang dari jepang?" sahut yoona senang.
"aah yang mulia maaf, saya harus menyapa sepupu saya yang baru datang dari jepang, tidak apa-apa kan jika saya tinggal?" ujar yoona sungkan.
"tidak masalah, aku akan duduk dan minum." Balas yunho yang mendapatkan senyuman cerah dari yoona sebelum gadis tersebut beranjak.
"oppa, ayo kita kesana- aku harus menyapa aiko, aiko juga temanku!" ujar harabommie memohon pada seunghyun.
Belum sempat seunghyun protes bom sudah menarik lengannya menuju lantai dansa yang sedang penuh sesak membuatnya tidak bisa menghindar.
Suasana agak hening paska kepergian gadis-gadis cerewet tersebut membuat mereka yang ada disana merasa tidak nyaman.
"aku rasa aku harus membantu yang lainnya." Gumam kyuhyun sendiri dan menarik nampan penuh minuman untuk di bawa ke para tamu undangan.
"tidakkah kau ingin membantu disini park?" kyuhyun kembali berseru pada micky yang sedari tadi hanya berdiri disana tidak sadar situasi.
"Tch ya aku datang."
Dan mau tidak mau micky harus menyeret kakinya mendekati kyuhyun yang sepertinya sedang kuwalahan.
Selepas kepergian mereka baik yunho dan jaejoong masih berdiri tegak saling menatap satu sama lain dengan pandangan yang berbeda tanpa berniat beranjak ataupun hanya sekedar berkedip.
Namun berkat tawaran siwan yang sepertinya tidak menyadari aura ketegangan di sekitarnya mampu mencairkan suasana dingin tersebut.
"yang mulia silahkan duduk, anda ingin minum apa?" tawar siwan sopan.
"tequeilla, bisakah?- ujarnya tersenyum kepada siwan.
-aku tidak boleh mabuk malam ini." Lanjutnya sambil menatap jaejoong.
"aah baiklah- saya akan meracik tequeilla ternikmat yang pernah saya buat agar yang mulia betah minum disini hehe." Canda siwan.
"yah tentu , sepertinya aku akan sering mampir kemari." Jawab yunho sekali lagi masih tetap menatap jaejoong, dan jaejoong hanya memalingkan muka dari yunho.
"pelayan- disini butuh vodka."
Baru juga siwan menyiapkan gelas kristal untuk minuman yunho, seseorang di antara kerumunan berseru meminta jatah minum kepadanya membuatnya mempercepat gerakannya.
"ya tunggu sebentar pelanggan." Jawabnya sopan.
"mana vodkanya? Kami butuh vodka." Sahut suara lain terdengar tidak sabar.
"iya- aaah hyung tolong lakukan ini untuk yang mulia, mereka benar-benar tidak sabar menunggu." Pinta siwan kepada jaejoong sambil menyerahkan gelas yang akan digunakannya tadi untuk meracik pesanan yunho.
Belum sempat jaejoong menjawab siwan sudah beranjak sambil membawa nampan penuh dengan vodka berserta gelas-gelasnya.
Jaejoong hanya menghela nafas, melihat hanya ada dirinya dan yunho di area meja bar membuatnya mau tidak mau harus mengamini permintaan siwan.
Tidak ada yang bersuara, jaejoong meracik minuman yunho dalam diam- sementara yunho sibuk memandangi setiap pergerakannya.
"yang mulia ratu." Ujar yunho lirih.
"ini pesanan anda tuan, jika ada yang lain yang tuan inginkan- bartender kami akan segera kembali." Potong jaejoong mengabaikan yunho begitu saja membuat yunho tercekat.
Dan dengan itu pula jaejoong sudah akan beranjak dari balik meja bar namun dengan segera yunho bangkit dan mencekal lengannya dengan erat.
"Ratu muda kim! kau tidak boleh bersikap seperti ini." Geram yunho menahan emosi.
Cukup lama jaejoong terdiam berusaha mengotrol emosinya hingga tiba-tiba dia menyentak kasar lengannya yang di genggam oleh yang mulia raja jung muda.
"siapa yang anda sebut ratu, JUNG-YUN-HO!" Desis jaejoong tajam tanpa menatap lawan bicaranya membuat yunho tersentak tidak percaya dengan apa yang baru saja jaejoong ucapkan.
"Ratu kim! Beraninya kau-
Tanpa memperdulikan sang raja jung muda yang belum sempat menyelesaikan ucapannya jaejoong berlalu meninggalkannya membuat yunho semakin menggeram marah.
Seberapa kuatpun niat raja jung muda ini untuk mencari dan memohon maaf kepada sang istri tetap saja harga dirinya tidak terima jika mendapatkan perlakuan tidak sopan seperti ini- apalagi dari ratunya sendiri yang dahulunya selalu bersikap lemah lembut dan hangat, bahkan selalu menghormatinya.
Terlahir dalam keluarga kerajaan yang terhormat serta terbiasa di hormati anggota kerajaan yang lain sejak kecil membuatnya tidak menerima ucapan jaejoong beberapa detik yang lalu.
Demi tuhan yang mulia ratu muda kim memanggilnya hanya jung yunho? Bahkan dia masih istrinya- jika itu jaejoong lakukan di dalam kerajaan, yunho pastikan permaisuri cantiknya itu akan mendapat hukuman jika para tetua mengetahuinya.
SIAL
"KIM JAEJOONG!"
Yunho berjalan dengan tergesa mengikuti langkah cepat jaejoong yang kentara sekali berusaha menghindarinya, sedangkan ia yang tidak ingin kembali kehilangan jaejoongpun tidak mudah menyerah meskipun harus menabrak beberapa orang.
"KAU! –yang mulia an-
"maaf~, jae!"
"permisi- maaf- jae
BRAAAAAK
Yunho hanya bisa memejamkan matanya erat menahan emosi saat tepat dirinya sudah mampu mencapai jaejoong dan hampir menyentuh lengan putihnya tersebut, tanpa disadarinya jaejoong yang sudah masuk ke dalam sebuah ruangan membanting kasar pintu tepat dihadapannya serta menguncinya rapat-rapat.
TOK TOK TOK
"Kita harus bicara jaejoong!"
TOK TOK TOK
"aku bilang keluar jaejoong! Kita harus bicara atau aku akan menghubungi pengawal untuk menyeretmu sekarang juga!"
"KIM JAEJOONG!"
Yunho semakin menggeram marah tidak mendapati sahutan dari dalam sana membuatnya berteriak karena emosinya mulai tersulut.
Beruntung saat ini mereka ada di lantai atas sehingga tidak akan mendengar teriakan yunho karena di lantai dasar sendiri semua orang hampir tuli oleh music DJ yang menghentak.
"JUNG YUNHO CUKUP!" jaejoong menjeblak pintu dengan emosi mendengar ancaman pria di depannya saat ini.
"kita harus bicara jaejoong." Ujar yunho kembali mengutarakan keinginannya.
"tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan, sekarang juga pergi dari sini, pergi dari hidupku dan jangan pernah lagi muncul di hadapanku!"
PLAAAAAAK
"KAU BICARA DENGAN SUAMIMU RATU KIM!" Geram yunho bahkan tangannya refleks menampar pipi mulus jaejoong.
"Oh Jesus, apa yang kalian lakukan?" teriak micky yang tidak sengaja melihat kejadian tersebut saat hendak mengambil sesuatu di lantai atas.
"Yang mulia maaf- tapi tidak seharusnya anda bertindak seperti ini, saya mohon untuk tidak dengan kekerasan." Ujar micky menasehati.
Walau bagaimanapun pria tampan berwibawa di depannya adalah seorang raja muda korea, seberapa banyakpun ia, kyuhyun, siwon dan tony tidak menyukai tindakan yang telah di lakukannya kepada jaejoong, mereka harus menghormatinya.
Sial, akan lebih baik jika mantan suami jaejoong adalah bajingan tengik sehingga mereka bisa menghajarnya untuk membalas perbuatannya tersebut.
"Dan kau jaejoong, bisakah kalian menyelesaikannya secara baik-baik? Kau sudah mendapat tamparan, aku rasa kau sendiri yang lebih tahu emosi mantan suamimu ini." Gumam micky lirih menasehati jaejoong, dia tidak mau mengambil resiko pria di hadapannya ini mendengar sindirannya.
Jaejoong hanya terdiam cukup lama, mencerna saran dari micky, bahkan ia masih syok atas apa yang ia dapatkan barusan karena memancing emosi yunho.
Ia menghela nafas pasrah dan lelah sebelum menatap yunho datar.
"apa yang ingin anda bicarakan yunho?" ujarnya dingin.
Micky benar, ia tidak seharusnya bersikap seperti tadi, ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk mengakhiri semuanya jadi sudah seharusnya jika ia menganggap yunho orang asing.
"eemmmm jae, ajaklah yang mulia bicara di dalam." Micky memberikannya saran untuk kedua kalinya.
Jaejoong mengangguk dan berjalan kembali ke dalam ruangannya, sedangkan yunho berdiri disana sebelum micky menatapnya dan memberinya intrupsi agar masuk ke dalam.
Micky segera menutup rapat pintu ruangan tersebut setelah memastikan keduanya duduk berhadapan di sofa yang saling berhadapan.
Cukup lama keduanya hanya terdiam karena yunho yang sedari tadi sibuk memperhatikan penampilan jaejoong yang sangat berbeda dari jaejoong istrinya.
Lihat saja, rambut blondenya yang di tata adorable, serta telinganya tersemat beberapa tindik, DAMN! Sejak kapan istrinya yang anggun tersebut melubangi telinganya di beberapa bagian.
Yunho mengepalkan jemari tangannya erat menahan gejolak emosinya, lalu ia beralih menatap pakaian jaejoong.
Ia bersyukur setidaknya jaejoong masih berpakaian layak dengan kemeja hitam yang membalut tubuh rampingnya dan oh tidak- mengapa ia harus mengenakan skinny jeans seketat itu dengan robekan beberapa bagian- terutama di bagian atas yang mengekspos paha putih mulus sang istri.
Yunho benar-benar sakit kepala saat ini.
Sedangkan jaejoong yang sedari tadi tahu bahwa yunho memperhatikannya hanya mengernyitkan dahinya mendapati yunho memegang tengkuknya.
"apa tequeila kami membuat anda pusing tuan?" tanya jaejoong memecah keheningan.
"tequeila?" jaejoong mengangguk.
"demi tuhan, aku bahkan belum sempat menyesapnya, kau! Kau yang membuat kepalaku sakit ratu kim." Geram yunho.
"namaku adalah jaejoong!" sanggah jaejoong.
"tidak perlu membuang banyak waktu yunho, apalagi yang ingin kau katakan karena aku harus kembali berkerja." Sambungnya to the point.
"apa yang kau lakukan disini?" tanya yunho datar dan jaejoong hanya berdecih.
"apa yang ku lakukan? kau tidak melihat aku sedang berkerja?" ujar jaejoong menantang.
"aku memintamu ke london, bukan hidup di tempat seperti ini, bahkan berpenampilan tidak ubahnya jalang."
"jika memang aku seorang jalang, apa masalah anda tuan jung?" jaejoong semakin menantang karena ucapan yunho.
"toh aku hidup dengan baik selama ini dengan menjadi JALANG!" tambah jaejoong menekankan kata di akhir kalimat.
"RATU MUDA KIM!"
"Tch, kau membual? Kau memanggil jalang sepertiku dengan sebutan ratu muda? Menggelikan." Cibir jaejoong kembali.
"KAU-
"Sudahlah tuan jung- aku tidak mempunyai banyak waktu untuk menanggapi omong kosong ini, jadi lebih baik kau segera pergi dari sini karena sepertinya pelangganku sudah menunggu."
Dada yunho sudah benar-benar panas saat ini mendengar setiap ucapan jaejoong, namun dia berusaha mengontrol emosinya, dia tidak ingin kejadian beberapa menit yang lalu terulang kembali- ia tidak ingin menyakiti jaejoong kembali.
"jaejoong sudah bangkin dan melenggang dengan santainya ke arah pintu dan membukanya lebar untuk mempersilahkan yunho keluar dari sana.
Yunho yang merasa jaejoong sedang tidak ingin berdebatpun segera bangkin dan menyeret langkah kakinya dengan lemas ke arah jaejoong.
"ku harap ini adalah terakhir kalinya aku melihatmu jung." desis jaejoong.
"tidak akan, karena ini baru awal dariku ratu kim." Balas yunho sebelum melenggang menuruni tangga menyisakan jaejoong sendirian disana dengan tubuh lemasnya.
-To Be Continue-
Jangan lupa reviewnya di follow juga^^
thanks- see you- bey bey^^
