"Black line – part 7"
Present story By Gyurievil
Main cast : Cho Kyuhyun, Lee Donghae, all member Super Junior And Other cast—
Genre : tragedy, action, brothership
Rated : k+
Copyright2013
This is my imagination. go away plagiator, don't forget to review ^^ And Don't bashing
Summary : chapter 7 UPDATE / "Sudah eomma, appa ada tamu. Katanya ahjussi ku tapi aku tidak pernah melihatnya"/ " Mobil tuan… jatuh kejurang…"/"Ini semua Karena laki-laki itu, chagi! Eomma mau kau balaskan dendam appamu bersama Wookie pada ahjussi sialmu itu ataupun pada anak-anaknya"/ "Hyung… sakit…." / "ARGG… sial kau Cho Kyuhyun!"/DOR… DOR…/
==Black Line==
O0o0o0o0O
Siwon Pov.
"ARGHHH…. LEPASKAN AKU…. SAKIT…. TANGANKU SAKIT…. TOLONG!"
PLAK
"Aish… bocah sial, kau berisik sekali" kesalku setelah menampar pipinya, tapi akhirnya itu membuatnya diam.
"Hyung … sakit… hiks … tolong lepaskan tanganku… hiks… Biarkan aku menapaki lantai, hyung… hiks sakit" dia menangis, kali ini terlihat sangat seperti anak kecil yang dipukuli appanya. Kasihan juga.
HAH… !
Apa apaan kau Choi Siwon. Ingat apa yang telah dilakukan Appanya kepada keluargamu.
Flashback-Author Pov
"Appa… siapa dia?" permainan game antara ayah dan anak terhenti begitu saja, ketika seorang tamu yang Siwon tidak kenali tiba-tiba langsung berdiri disampingnya
"Dia ahjussi mu wonnie, sudah sana jaga dongsaengmu saja dikamar. Bantu eomma ya, appa mau ngobrol dulu" Ujar Choi Yesung. Ya, appanya adalah Choi Yesung yang sangat kaya dan memiliki perusahaan yang beroperasi di dalam kegiatan sosial masyarakat. Namun hanya orang-orang tertentu yang tau tentang pengoprasian gelapnya dengan perdagangan senjata berbahaya.
"Ne, appa" kemudian Siwon kecil yang berumur 15 tahun yang tidak tahu apa-apa langsung berlari kekamar yang dimana eommanya sedang menemani dongsaengnya tidur . Umur Dongsaengnya masih sekitar 7 tahun, jadi memang masih harus ditemani tidurnya berbeda dengan Siwon yang sudah mampu untuk tidur sendiri.
"Eomma… " Siwon langsung memeluk tubuh eommanya dari belakang,
"waeyo, chagi? Sudah main sama appa nya?" Tanya eommanya bangkit dari posisi tidurnya dari ranjang dongsaengnya yang berbentuk Mc Queen dan memeluk Siwon dari depan
"Sudah eomma, appa ada tamu. Katanya ahjussi ku tapi aku tidak pernah melihatnya" ucapan bocah itu mampu membuat sang eomma diam dengan pikirannya sendiri 'Mau apa dia datang kerumahku?'
"Eomma kenapa? Kok diam?" Tanya Siwon yang bingung melihat eommanya terdiam.
"Ah, gwenchana chagi. Temani wookie dulu ya. Eomma mau menemani appa didepan. Kasihan dia sendiri"
"Ne , eomma" balas siwon langsung mengambil posisi tiduran memeluk dongsaengnya seperti dia melihat eommanya tadi
"Eomma, appa kemana?" Tanya Siwon pada eommanya yang terduduk di sofa ruang tamu
"Eommamu sedang pusing Wonnie, biarkan dia sendiri ya" jawab Kim ahjussi , dia adalah Dokter keluarga disini sekaligus orang kepercayaan Yesung, appanya.
"Eomma sakit? Sini wonnie pijitin kepalanya" Siwon berjalan mendekati tubuh eommanya yang sedang menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan putihnya, kemudian mencoba menarik tangannya.
"Diam Siwon, eomma bilang jaga wookie. Bukan menyusul eomma kesini" bentak eommanya membuat Siwon terkejut
"Eomma kenapa? Mianhae… Siwon punya salah ya sama eomma. Mianhae jeongmal mianhae eomma" lirihnya kemudian menangis membuat eommanya merasa bersalah
"Maafkan eomma , Wonnie. Eomma hanya panik saja. Appamu berangkat mengantar pesanan barang sendirian" jawaban dari eommanya itu membuat Siwon bingung
"Memang barang apa eomma?" tanyannya lagi
'mungkin memang ini saatnya memberitahukan semua padanya'
"Kim tolong kau susul suamiku, aku akan disini menceritakan semuanya pada anakku" suruhnya pada dokter keluarganya itu.
"Anda yakin nyonya, tak perlu ku temani?" Tanya Dokter Kim
"Tidak, tolong selamatkan suamiku. Apapun taruhannya. Hanya itu pintaku" ujarnya kemudian membawa Siwon keruang keluarga dan menceritakan segalanya tentang perusahaan dan pekerjaan appanya itu.
Kring… Kring…
"Yeoboseyo?"
"Yeoboseyo. Nyonya, mianhae… mobil tuan… " ucapan Dokter Kim terpotong ditelepon
"Kenapa mobil suamiku?" potong cepat Nyonya Choi
" Mobil tuan… jatuh kejurang…"
"…"
"Nyonya Mianhae…"
"ANDWE….! Pasti semua karena si Cho itu ya, Kim?"
"Bukan Nyon…"
TREK… sambungan diputus paksa oleh Nyonya Choi.
"Eomma kenapa?" Siwon yang bingung melihat eommanya marah-marah ditelepon baru memberanikan diri bertanya setelah eommanya meletakan teleponnya dengan tetesan air mata.
"Appa mu nak, appamu tewas" akhirnya tangisan Nyonya Choi keluar dengan keras sambil memeluk anak pertamanya dengan erat
"Ini semua Karena laki-laki itu, chagi! Eomma mau kau balaskan dendam appamu bersama Wookie pada ahjussi sialmu itu ataupun pada anak-anaknya" titah Nyonya Choi sebelum malamnya sang eomma ditemukan gantung diri gudang rumah keluarga mereka.
Flashback Off.
"Hyung… sakit…." Aghhh sial dia masih saja mengeluarkan suaranya
"Sumpal lagi mulutnya, aku benci suara rengekannya" suruhku pada salah satu bodyguard dan pergi meninggalkan suara yang mungkin akan membuatku berubah pikiran.
O0o0o0o0O
"ARGG… sial kau Cho Kyuhyun!" kesalku membanting vas bunga yang ada diruangan khusus untukku di gudang ini. Ruangan ini memang disiapkan untuk tempat perencanaan pembunuhan dan perakitan senjata, selain menjadi ruangan untuk istirahatku.
TOK … TOK …
CEKLEK
"Bos… anak itu apa harus diapakan lagi, dia terlihat kesulitan bernapas dan pucat sekali diwajah juga keringatnya yang banyak sekali" ahh aku sudah tau jadinya kalau menyekap anak penyakitan seperti itu.
"Hyung… aku datang" akhirnya yang aku tunggu-tunggu datang
"Wookie… urus anak tak berguna itu, cek dadanya apa penyakitnya kambuh. Kalau kau bingung panggil saja Kim ahjussi untuk mengurusnya. Dan gunakan inhaler ini" suruhku pada dongsaengku yang memang baru saja pulang kuliah
"Hyung, aku baru pulang" kesalnya
"Urus anak itu, atau kau merasakan tidak kuberi uang jajan selama sebulan penuh" marah, sangat marah aku. Punya dongsaeng yang malasnya minta ampun.
"Aish… ya ya… aku kerjakan" jawab Wookie kesal namun tetap menjalankan apa yang disuruh Siwon dan mengambil inhaler itu kemudian langsung menuju ruangan yang ditempati Kyuhyun sekarang
Kyuhyun Pov.
"Hiks… ugh… ugh" walaupun aku yakin rintihanku tak akan membuat siwon hyung melepaskanku, karena memang pasti dia tidak akan mendengarnya. Mulutku dilakban lagi, tanganku yang sudah kurus dibiarkan menahan beban tubuhku. Aku yakin, tanganku pasti merah sangat merah.
HEUGH…
'Ah sial, dada ku malah sakit disaat seperti ini'
CEKLEK
"Tuan kenapa diam saja" aih… aku butuh obatku saat ini bukan butuh orang tak dikenal ini.
"…heumm…" napasku, paru paruku sesak sekali
"Kau kesakitan ya tuan? Sini ku lepaskan talinya" baik sekali orang ini mau melepaskan ku. Kemudian tali yang mengikat kedua tanganku dilepaskan olehnya dan aku dibiarkan dalam posisi terlentang karena memang posisi sesak seperti ini masa aku harus duduk atau bertelungkup
"owh ya, aku lepaskan lakban dimulutmu dulu. Mianhae tuan klo tarikan ini akan menyakitimu" ujarnya lagi
Cara berbicara orang ini lembut sekali sangat berbeda dengan Siwon hyung, bos kecil yang mereka katakana dan para bodyguard menyebalkan itu
"Apa ada yang sakit tuan?" pertanyaannya tidak mampu ku jawab dan hanya menunjukan posisi dadaku yang sangat sakit
"Heugh…a…ku… butuh… obat…ku" ku paksakan suaraku untuk keluar dan setelahnya semuanya gelap
Author Pov.
"Loh Kim ahjussi, bocah ini mau dibawa kemana? Katanya sakit?" Tanya ryeowook pada Dokter Kim yang sedang menutup pintu ruangan tempat Kyuhyun disekap tadi sambil menggedong Kyuhyun dipunggungnya
"Aku bawa ketempatku, disana ada tabung oksigen juga alat medis lainnya" jawab orang yang dipanggil Kim ahjussi oleh Ryeowook tadi
"Ohh… oke lah, tumben sekali Kim ahjussi menyimpan seperti itu. Mau kembali jadi dokter ya?" Tanyanya lagi sambil mengikuti langkah Dokter Kim
"Aniyo, sekarang hanya alat itu saja yang tersisa setelah meninggalnya Tuan besar dan nyonya besar tuan muda dulu, jadi aku harus menyimpannya" katanya dan meninggalkan Ryeowook yang terdiam
'Appa, eomma bogoshipoyo' lirihnya
"Ah, ahjussi… ini inhaler untuk bocah itu dari Siwon Hyung" Ujarnya kemudian mengikuti Dokter Kim keruangannya.
Eunhyuk Pov.
"Hyukkie… perasaanku makin tidak enak pada Kyuhyun" ucapan Donghae menbuat kita makin panik, tapi aku yakin Donghae pasti lebih panik terhadap Kyuhyun dari pada aku.
"Hae, aku akan mulai dari pintu dulu, ingat lindungi aku. Pegang senjata ini dengan tenang dan jangan panik" aku mencoba menenangkannya. Aku tau dia lebih mahir dariku saat tembak menembak. Tapi untuk saat ini aku sedikit khawatir padanya setelah dia mendengar teriakan Kyuhyun tadi. Dia jadi terlihat tegang.
"Oke" jawabnya dan aku langsung berjalan perlahan menuju bodyguard yang memang saling kenal itu denganku
"Hai Bro" sambutku pada mereka
"Hyuk, sedang apa kau disini. Kau sedang tidak ditugaskan disini kan?" jawab Shindong yang memang sudah mengenalku.
"Aniyo, aku hanya rindu kalian. Sedang apa kalian disini?" tanyaku kembali sambil merangkul kangin yang sedang membersihkan telinganya sambil duduk.
"Lepaskan! Kami sedang berjaga. Kau tidak dengan Si bocah hiperktif itu?" kesalnya padaku sambil melepaskan rangkulanku
"Aniyo, tapi Shindong Hyung dan Kangin Hyung… untuk saat ini mianhae" aku mengalihkan pembicaraan. Khawatir mereka akan ingat kalau aku ini sahabatnya Hae. Memang panggilan Hyung tak pernah aku sebutkan untuk mereka karena memang didalam organisasi ini tidak terlalu mementingkan tua muda selama status mereka sama
"Tumben kau memanggil kami dengan…"
DRRTTZZ… "Bruk"
"Hey apa apaan kau Hyuk" Teriak Shindong
"Mianhae…"
DRRTTZZ… "Bruk"
"Donghae, bergerak mereka pingsan" ujarku pada Handsfree yang aku gunakan di telinga sebelah kananku
"Oke hyuk"
Sambil menunggu Donghae aku meminum kopi yang ada di meja dekat kursi yang tadi diduduki oleh Kangin
"Hey… pakai diminum segala, kita kearah jendela sekarang" ujar Donghae berdiri tepat dihadapanku
"Ehehe… haus Hae, kau mau minum? Ya ini belum tersentuh sepertinya" balasku
"Tidak , kita harus selamatkan Kyuhyun sekarang" jawab Donghae berjalan meninggalkanku menuju kesamping sebelah kanan yang aku pasti menuju jendela utama target kita. Kemudian aku berlari mengejarnya yang memang sudah tidak terlihat. Tapi…
DOR…
DOR…
"Ah tidak! Hae!" Teriakku panik
To be Continue*
Apa ini peningkatan soal lamanya aku update? Ehehehe lumayan 4 hari jaraknya dan ini baru dikerjakan awal saat jam 10 pagi hari ini. Maklum masih suasana lebaran, mumpung libur kerja sama kuliahnya.
*mau sedikit cerita juga—sebenernya aku lagi sakit flu berat dari kemarin sampe susah napas karena emang mampetnya itu bikin haduh … pusing kepala. Tapi ada dari satu reviewers yang bikin aku malah makin semangat ngelanjutin FF ini, terimakasihsekali untuk reviewnya yang bilang "aku harus belajar nulis dulu" sempet sedih juga karena saking gak bagusnya ff yang aku buat dia gak sanggup baca sampai akhir ffku ini. Mianhae kalau karyaku agak mengganggu Reviewer terhormatku itu. Tapi itu yang membuat aku makin terdorong, 'apa kalau aku cepat update dia akan tertarik sedikit saja?' ya mudah-mudahan lah.
*sekian cerita sedikit gaje yang author mau bagi. Mian ya,
Sekarang Balasan Review:
Pandagame: yey chingu yang pertama, gomawo udah review. Penasaran dendam Siwon? Apa yang dichapter ini sudah sedikit menjelaskan?
Ratnasparkyu: ahaha iya, aku juga bersyukur akhirnya bisa dilanjut juga. Yak! Kita sama bgt. Temen-temenku juga pada tau kalau aku suka FF kyuhyun oppanya merana. Gak merana gak akan seru Soarkyu kejam kita. Gomawo reviewnya
Siskasparkyu0: ehehe mian sudah membuat menunggu lama, tapi kali ini lebih cepet kan. Panjangnya gak seberapa tapi semoga gak membuat chingu menunggu lagi. Gomawo reviewnya
Aisah92: review yang paling kocak, apa mimpi hantu sampe si author epil ini muncul? Haha pendek ya? Mianhae. Emang lagi mampunya sampe segitu aja. Apa chapter ini termasuk cepat updatenya? Gomawo udah review ya. Thanks buat semangatnya
AriskaXian: trimakasih protesnya. Aku lebih suka reviewer yang protes tapi menujukan namanya kayak chingu. Gomawo reviewnya, ini udah lumayan cepet kan?
Lee minji elf: Terima kasih, ini udah dilanjut. Gomawo reviewnya
Oelfha100194: mianhae, chapter kmrin memang pendek bgt. Tapi emang segitu kapasitas authornya. Daripada gak update ya. Ahaha… apa disini udah mulai kelihatan dendamnya? Klo belum tunggu chapter besoknya ya. Gomawo udah review.
Desviana407: iya akhirnya update juga ya. Diapainkah udah liat dichapter ini? Ne, apa ini lumayan cepet? Pertanyaannya aku jawab "kenapa chingu updatenya lama bgt?" karena feel aku terkadang gak ngalir kesini aja. Aku masih punya ibu yang memang harus di tuntun untuk kemana-mana bahkan makan pun harus dibantu. Tapi aku tetep seneng bisa membantu beliau. Selain itu aku ini orangnya gak bisa fokus terlalu lama. Efek dari kecelakaan motor beberapa tahun lalu yang buat aku sedikit bermasalah dikepala. Jadi klo lagi ngetik ff dan tiba-tiba ada yang manggil atau ada suara-suara. Udah pasti bakalan ilang mood ngetiknya dan lumayan butuh waktu buat munculin lagi. Dan satu lagi, ehehehe aku suka lupa sama alur ff yang aku buat sendiri. Bukan untuk dikasihanin ya aku cerita kechingu. Aku hanya menjawab pertanyaan chingu yang pasti dipertanyakan juga oleh reviewers lain. Gomawo reviewnya.
Guest: klo chingu bilang FF aku jelek, emang kenapa? Kloudah tau jelek kenapa harus dibaca? DON'T LIKE, DON'T READ. ENOUGH!
Bunnykyunnie : annyeong, minal aidinwalfaidzin juga. Kenapa kyuhyun oppa dapet peran penuh derita terus? Karena aku suka. Ehehehe aku malah sengaja searching di Google tentang "fanfiction Kyuhyun merana" mantap pasti nemuin banyak. Aku suka. Gomawo reviewnya
Cath0797: gomawo reviewnya. Ini udah di update lagi chingu
heeeHyun: mianhae membuat chingu menunggu. Mian ya lagi enak-enak aku cut gitu aja. Habis bayar si Kyu itu lumayan mahal buat FF ini. Kekekek *justKidding , mana salam temple buatku?
Ah… akhirnya selesai. Tinggal beberapa chapter lagi atau malah bisa chapter besok bisa jadi chapter akhir, tergantung feelnya y.
Mian ya sempet ada curhat gaje ataw ada balasan yang kurang mengenakan. Kosong-kosong kita masih dalam suasana bulan penuh maaf.
Mohon maaf lahir batin reviewers…
Gyurievil,
sign
