Ninja-in-cover
The date?(Part 2)
Balesan review: Yang ditaruh Senna ke dalam minuman Ichigo bukan racun tapi obat yang akan membuat orang yang meminumnya jatuh cinta pada Senna.
WARNING! OOC-FOR ONCE!
"Hei, Sen minumannya udah dateng ya!"kata Ichigo yang baru saja keluar dari toilet.
"Iya, habis Ichi lama sih..."kata Senna.
"Hei Ichigo kamu pesen apaan?"tanya Rukia yang memotong pembicaraan mereka.
"Oh, ini caramel frappucino... enak banget lho!"kata Ichigo dengan semangat.
"Apaan tuh, Ruki pengen coba hei Ichigo mau ga tukeran sama milkshake coklat-ku?"kata Rukia, Senna yang mendengarnya melebarkan matanya " Eh? Apaan sih kamu Ruk , itu kan minumannya Ichi! Biar Ichi yang minum, ga usah macem-macem deh..."
"Boleh saja kalau kamu emang mau coba, Ruk.."kata Ichigo dengan wajah datar.
"Eh!"teriak Senna, yang sangat khawatir.
"Yeiii! Ichi emang baik!"kata Rukia dengan fake-smilenya.
"Makanan yang anda pesan sudah datang..."kata seorang pelayan yang berjalan ke arah mereka sambil membawa tiga mangkuk ramen.
"Ayo makan!"kata Ichigo.
"I..iya.."kata Senna yang masih shock.
"kamu kenapa Sen? Gak enak badan?"tanya Ichigo yang agak khawatir.
"Ah..enggak aku ga papa kok."jawab Senna, kemudian ia mengulurkan tangannya ke gelas yang berisi frapucinno itu dan sengaja menumpahkan isinya di atas meja tempat Rukia duduk.
"Aaah!"teriak Rukia(fake scream)
"Ah..maaf, tanganku ga sengaja..."kata Senna dengan wajah tak berdosa.
"Sudahlah Rukia, kamu boleh minum milkshakenya kok"kata Ichigo yang menyuguhkan segelas milkshake ke Rukia.
Sementara itu
"Hahah ketua Hitsugaya takut ketinggian ya?"ejek Ikkaku.
"Berisik kau botak! Cepat makan sana atau kalau ga kumakan !"kata Hitsugaya yang malu.
"Hm, detektif Kira apa yang kau temukan!"tanya Yumichika sambil memegang bulu matanya.
"Entahlah..."jawab Kira asal-asalan.
"Huh dasar buang-buang waktu saja..."kata Hisagi sambil mengunyah ramennya.
Lalu mereka pun pulang ke rumah masing-masing abis makan.
" Daah, Sen ! Sampe ketemu besok!"kata Ichigo.
"Iya dah Ichigo!"kata Senna sebelum berlari ke arah rumahnya .
"Aku juga harus pergi Ichigo...sampe besok"kata Rukia dengan wajah dinginnya.
"Oke..dah, ceb.."
BLETAK
Sementara itu Isshin lagi-lagi menyusup ke kediaman Kuchiki dan menunggu kesempatan untuk menghabisi Byakuya.
Ia tiba di kamar Byakuya dan disambut Byakuya dengan Shuriken Raksasa Senbonzakura miliknya (tentu saja Isshin menghindar).
"Kurosaki...akhirnya waktu ini tiba juga.."kata Byakuya dengan wajah datar.
"Wah, kamu dingin seperti biasa ya, tuan muda.."kata Isshin.
"Bicara hanya buang-buang waktu saja, ayo dengan ini kita tentukan klan mana yang pantas menjadi ninja sejati."sambung Byakuya, memegang Senbonzakura.
"Huh, klan Kuchiki akan berakhir hari ini juga."kata Isshin, menarik katana-nya .
Di kamar Senna
"Aaaargh!Sialan cewek cebol itu! Kalo dia ga ada Ichigo pasti udah jadi milikku!"teriak Senna, histeris.
"Nona Senna, anda perlu bantuan.."tanya seorang pelayan Senna yang berambut agak panjang (walau ga sepanjang babon)berwarna biru .
"Gak ada! Pergi sana, aku gak memerlukan bantuan..."mulai Senna.
Pelayan itu memalingkan diri untuk keluar dari kamar Senna, "Tunggu, Ace! Kamu bisa membantuku melakukan satu hal..."Senna tersenyum menyeringai.
"Dengan senang hati, nona"kata Ace yang menyimpan perasaan pada Senna.
"..."
Setelah mengetahui apa yang diinginkan nonanya, Ace merasa kecewa karena Senna akan menggunaknnya untuk mendapatkan cowok lain. Namun ia akn melakukanya untuk membuat nonanya senang.
Ace kini berjalan di taman luar kediaman tuannya, ia memikirkan saat ia pertama kali bertemu dengan Senna...
Ace's flashback
Orang tuaku dibunuh para ninja klan Kuchiki yang mengira mereka adalah ninja musuh, aku yang berumur enam tahun bersembunyi sendirian di semak-semak untuk bertahan hidup, setiap hari aku kelaparan dan berusaha untuk mencari makanan walau cuma sisa-sisa, kadang aku berebut dengan anjing.
Sampai suatu saat ketika aku sekarat...
"Kamu ga apa-apa, pasti lapar ya!"kata seorang gadis seumuranku yang menatapku dengan wajah khawatir.
"..."aku terlalu lemah untuk bicara.
Gadis itu pun memberiku ayam goreng dan aku melahapnya dengan tingkahku, dia tersenyum ramah.
"Namaku Senna, kalo kamu?"tanyanya.
"Aku tidak mempunyai nama.."jawabku.
"He..kalau begitu aku akan memberimu nama! Emmm..."dia mulai ,mencarikan nama yang cocok untukku.
"Aha!"katanya, tersenyum lebar.
"Bagaimana kalau Ace! Menurutku itu nama yang sangat keren dan cocok untukmu!"katanya.
"Baiklah, uhm...Senna"
"Benar!"
"Namaku...Ace"merurutku itu adalah nama terbagus yang pernah sangat bahagia.
End of flashback
Ace's P.O.V
Aku sangat bersyukur bertemu dengan nona Senna waktu itu dan akan selalu setia kepadanya walaupun hanya sebagai seorang pelayan..
End of P.O.V
TringTrang
Pertatungan sengit di kediaman Kuchiki mendekati puncaknya, Isshin dan Byakuya keduanya sudah babak belur...
"Ini akan berakhir sekarang "kata Isshin, memegang erat katana-nya.
"..huh"kata Byakuya yang siap-siap untuk memberikan final-blownya.
Tiba-tiba...
Brak
"Kakak, hentikan!"teriak Rukia yang mendobrak pintu kamar Byakuya.
Keduanya berhenti menyerang dan menatap Rukia.
"R..Rukia!"kata Byakuya, kaget setengah mati(emang udah hamper mat...*author digebuk Byakuya)
"! Ichi...guo!"kata Isshinyang melihat Ichigo yang memberinya death-glare dari luar jendela Byakuya.
-To-be-continued-
Author: Yeah! Selesai !
Senna: ehm si Ace kira-kira ganteng gay a?
Ichigo,Rukia dan Author tersenyum menyeringai
Senna:Ehk? Bukan begitu maksudku!Beneran kok!
Ichigo:Jangan malu Sen, bilang aja kalau kamu suka padanya..
Senna: Goblok! Dia kan cuma di cerita, ga ada orang aslinya, kan!
Author:Yah..terserah kamu lah...
