Chapter 7
HongKong, Pukul 18.00 sore
Mereka berdua menyusuri pinggir pelabuhan Hongkong. Menikmati angin sore yang semilir agak kencang. Rambut orange Orihime dimain – mainkan angin. Ichigo yang melihatnya langsung menyalakan kameranya.
"Apa yang kau lakukan, Kurosaki-kun?"
"Rambutmu sangat bagus jika senja, Inoue"
"kau membuatku malu" terlihat dari wajah orihime yang memerah.
Ichigo masih merekam setiap gerak Orihime yang sibuk merapikan rambutnya yang digoda angin.
"Suatu hari nanti pasti film-mu akan diputar dibioskop seluruh dunia, Kurosaki. Dan aku akan katakan juga pada semua orang kalau aku pernah bekerjasama dengan sutradara Kurosaki Ichigo, lho hehehe"
"Memang film macam apa yang kau suka, Inoue?" Ichigo masih merekamnya.
"Love story. Walau awalnya sedih tapi akhir ceritanya pasti bahagia. Iya kan kurosaki?" tanya gadis berambut senja itu. Dan itu membuat Ichigo merah merebut kamera dari tangan Ichigo dan menghadapkannya ke Ichigo.
"Apa hal terpenting yang ingin kau lakukan didunia ini, Ichigo?"
"Inoue, ayolah" Ichigo berusaha merebut kembali kameranya tapi Orihime dapat menepisnya.
"Ayolah. tadi aku sudah sekarang kau".
"Ehemhem. Aku hanya ingin menjadi sutradara membuat film yang melegenda tapi, mungkin ini adalah karya pertama dan terakhirku" Ichigo tersenyum dan meminta kembali kameranya lalu mematikan kemudian memasukannya dalam tas.
Terlihat gurat – gurat sedih, kecewa dan sedikit bahagia dari wajah pemuda bermata coklat ini. Rasanya sangat menusuk hati siapa saja yang melihatnya. Tiba – tiba saja Orihime mencium pipi kanan Ichigo yang sedang melihat senja diufuk barat sana. Ichigo tersentak kaget.
"Maaf, tapi itu hadiah dariku karena kau menjadikanku pemeran wanita utama dalam film-mu itu" wajah Orihime merah padam. Dan dengan tiba – tiba saja Ichigo juga mencium pipi kiri wanita yang ada disampingnya itu.
"Ini hadiah dariku karena kau memberiku semangat" Ichigo tersenyum sangat tampan dilihat. Ichigo memberanikan diri menggenggam tangan Orihime.
"Apa kau tinggal disini, Inoue?"
"HongKong? Oh tidak. Besok pagi aku kembali ke Jepang"
"Besok pagi? Secepat itu kah" Ichigo tambah erat lagi menggenggam tangan Orihime.
"Apa kau tetap disini atau pulang ke Jepang?"
"Aku tidak tinggal disini. Aku akan kembali dan itu bukan ke Jepang. Aku tinggal di Korea"
Orihime menghadapkan tubuhnya pada Ichigo dan melepaskan tangannya dari genggaman pemuda itu. Mereka saling menatap kedalam mata satu sama lain. Hanya burung – burung laut, angin dan ombak yang saling bersautan.
"Apa kau punya e-mail?" tanya Orihime memecahkan suasana.
"ya" Ichigo mengeluarkan kertas dan pulpen dari tasnya.
Ditulisnya Kurosaki dan Orhime juga mengeluarkan memo lalu menyobeknya dipinjamnya pulpen Ichigo. Orihime inoue tulisnya dalam secarik kertas.
~ oOo ~
