"Aniki... malam ini kita akan pergi..." Usui berkata pelan.
"Kemana?"
"Britania..."
Bloody Red Habanero, Yellow Flash, Oni Kaichou, and Perverted Alien
Disclaimer : Naruto by Masashi Kishimoto
Kaichou wa Maid Sama! By Fujiwara Hiro
Pair : MinaKushi and MisaUsui
Genre : idk :3
Warning, alur cepat(menurutku), ada typo(mungkin?) dan yah... sejenis itulah...
Happy Reading!
"Apa? Untuk apa kita kembali kesana? Terlebih lagi aku harus kesana lagi?" Minato mengernyitkan dahi, heran.
"Aku juga tidak tau, Oto-sama menelponku langsung tadi..." Usui masih menggenggam HP nya.
"Harus malam ini?"
"Malam ini juga..." Usui menatap Minato dengan serius, sejujurnya ia juga tidak tega. Minato pasti saat ini ingin menjaga Kushina.
Minato menunduk, jika ini perintah Oto-sama, ia tidak bisa menolak. Tanpa berpamitan pada Misaki dan Hyoudou, mereka berdua langsung pulang.
Saat sampai di apartemen, pintu mereka sudah tidak terkunci, dan mendapati pria berumur 50-an dan berkumis sedang duduk diruang tamu sambil meminum segelas teh.
"Oto-sama..." Usui memanggil pelan.
"Ah... Takumi... Minato... Kalian sudah pulang, ayo segera ganti baju kalian dan kita segera berangkat..." Oto-sama segera berdiri dan membenarkan dasinya.
Seorang lelaki paruh baya, tubuhnya sedikit lebih pendek dari Usui dan Minato, dan sedikit gemuk. Dan memakai kacamata.
Minato terus menunduk, "Sebenarnya kenapa kita harus ke Britania sekarang? Aku baru pulang dari sana sekitar 3 bulan lalu, dan kenapa aku harus kembali kesana Oto-sama?" Bukannya Minato tidak suka berada di Britana, tapi saat ini ia sangat ingin menemani Kushina, terlebih Kushina baru saja mengalami hal yang sangat buruk.
"Aku juga tidak tahu... Tapi, Kakek Takumi memintanya untuk segera pergi kesana, dan ia juga memintamu ikut dengannya..." Jelasnya.
Minato ingin marah, tapi ia tidak bisa mengungkapkan kemarahannya. Minato hanya menghembuskan napasnya, dan mencoba tenang.
"Tunggu dulu..." Oto-sama mendekati Minato, "Ada apa dengan bibirmu?" Oto-sama menyentuhnya, dan Minato sedikit meringis, "Kau habis berkelahi?" Oto-sama terkejut, lalu ia memandangi Takumi, bajunya juga sedikit kotor, "Kau juga?" Takumi hanya tersenyum kecil.
"Setidaknya kita sudah menyelamatkan seseorang..." Takumi segera pergi dan mengganti bajunya. Minato mengikutinya kemudian.
Oto-sama hanya tersenyum. "Jadi kalian sudah besar ya..."
Penerbangan First Class sudah mengudara sejak 30 menit lalu, Usui sedang membaca sebuah buku dengan kacamata baca yang bertengger di matanya, sementara Minato sedang mengistirahatkan tubuhnya, meskipun Usui tau, Minato tidak benar-benar mengistirahatkan tubuhnya.
Minato terus bungkam mulai mereka meninggalkan apartemen. Pikirannya masih penuh dengan kecemasan pada Kushina.
Room 10 - Uzumaki Kushina. Tengah malam.
Misaki keluar dengan gontai, malam ini ia akan pulang, sejak tadi ia menemani Kushina yang masih belum sadar, ia diminta pulang oleh Hashirama-san, karena besok Misaki masih harus bersekolah. Misaki tidak bisa menolak itu, karena memang yang dikatakan Hashirama-san benar.
"Besok sepulang sekolah aku akan kesini lagi..." Misaki menggumam.
"Aku juga..." Ujar Hyoudou-san yang berjalan beriringan dengan Misaki. Mereka diantar oleh supir pribadi Hashirama.
Jemari Kushina bergerak pelan, matanya juga terbuka perlahan, hal yang ia lihat pertama adalah langit-langit kamar berwarna putih meskipun buram, Kushina masih bisa melihatnya, bau obat menyengat hidungnya membuatnya tak nyaman.
"Sudah sadar?" Suara laki-laki mendekat, dan Kushina melihat wajah Kakashi yang tersenyum masam. Kushina ikut tersenyum kecil. "Kau membuat kami khawatir..." Ujar Kakashi pendek.
"Ah... Kushina... kau sudah sadar..." Hashirama yang baru memasuki kamar segera menghampiri Kushina. "Ini di rumah sakit?" Ujar Kushina lemah. "Ya... dan kau baru di pindahkan ke kamar sini..." Hashirama tersenyum lega.
"Aku akan memanggil dokter..." Kakashi keluar dari kamar.
"Lalu... dimana Minato, Misaki dan Usui? Aku tau mereka datang menyelamatkanku tadi..." Kushina memaksa duduk dan tentu saja tidak diperbolehkan oleh Hashirama.
"Mereka sudah pulang..."
"Padahal aku belum berterima kasih pada mereka..." tatapan mata Kushina menyendu.
"Tenang saja... kau akan bertemu mereka nanti..." Hashirama mengecup singkat dahi Kushina, "Yang penting kau sudah tidak apa-apa, Kushina..."
"Permisi..." Seorang dokter dan 2 perawat memasuki kamar Kushina, dan segera mengecek keadaan Kushina.
"Keadaan Kushina-san sudah membaik, mungkin setelah beristirahat 5-7 jam, Kushina-san bisa berpergian jauh, dokter keluarga Uzumaki sedang berada di Britania kan? Kushina-san sudah cukup kuat untuk pergi kesana..." Ujar dokter itu.
"Apa? Britania?" Tanya Kushina.
"Ya, Dokter Shimazaki berada di Britania sekarang, kita akan pergi kesana, untuk kesehatanmu, dan untuk refreshing..." Jawab Hashirama.
"T-tapi... bagaimana dengan sekolahku?"
"Aku akan meminta izin. Oh, kau juga ikut Kakashi..." Ujar Hashirama lembut.
Kakashi hanya mengangguk.
"Lalu bagaimana dengan Misaki? Apa kita tidak bisa mengajaknya juga?"
"Misaki akan ku kabari nanti, tapi untuk ikut ke Britania, sepertinya dia masih sibuk dengan sekolahnya, aku tidak mau membebaninya nanti..." Hashirama mengelus rambut Kushina.
"Ah, tidak usah paman... biar nanti aku saja yang bilang ke Misaki..."
Kushina menghela napas. Sungguh, hal ini membuatnya trauma, ia hampir diperkosa oleh 4 laki-laki yang tidak ia kenal, 4 orang. Bayangkan, kau terbangun dengan keadaan setengah bugil dan di ikat di kursi. Kushina tidak bisa menangis, ia lebih merasa bersyukur, skenario terburuk tidak pernah terjadi. Minato, Misaki dan Usui datang menyelamatkannya.
Kushina tersenyum tipis, dan pagi ini juga ia akan segera terbang ke Britania.
-Pagi hari sekitar jam 06.00-
Infus Kushina sudah dilepas. Ia sudah memakai baju santai. Dan saat ini juga ia, Kakashi dan Hashirama akan pergi ke Britania. Kushina menggunakan kursi roda menuju lobi rumah sakit. Sebenarnya ia sudah kuat untuk berjalan bahkan berlari, memang terkadang Hashirama terlalu khawatir padanya, tapi Kushina tidak bisa marah, karena ia sadar, itu bentuk kasih sayang Hashirama padanya.
Mereka memasuki mobil hitam yang sudah menunggu di depan lobi, Kushina duduk di tepi, lalu Kakashi disampingnya. Kushina melihat Hashirama berbincang dengan seorang dokter, tak lama kemudian Hashirama memasuki mobil dan duduk disamping sopir.
"Kau tidak pusing Kushina? Kalau kau merasa ada yang tidak enak, segera beritahu aku..." Ujar Hashirama sambil membetulkan dasinya.
"Iya iya... Paman tidak usah terlalu khawatir. Aku baik-baik saja..." Kushina membetulkan duduknya senyaman mungkin, karena perjalanan dari rumah sakit menuju bandara kurang lebih 1 setengah jam. Belum lagi perjalanan udara ke Britania yang sudah pasti sangat lama.
"Halo... Misaki-chan..."
"Halo... Kushina! Kau sudah siuman?" Suara Misaki terdengar dari seberang.
"Begitulah..."
"Syukurlah kalau begitu..."
"Bagaimana keadaanmu-HEI TRIO BAKA! JANGAN LARI-LARI DI KORIDOR!!" Suara Misaki terdengar menggelegar di HP Kushina, sampai Kakashi yang disamping Kushina ikut mendengarnya. Mata Kakashi melotot ke Kushina.
Kushina hanya tertawa. Setelah suara Misaki mereda, Kushina membuka suara lagi "Misaki... aku akan pergi..."
"Hah? Halo? Apa katamu tadi?"
"Aku akan pergi..." Kushina mengulang kalimatnya.
"Ke...?"
"Britania..."
"HAH?!! KAU GILA YA?! KAU MASIH SAKIT!! KAU HARUS BANYAK ISTIRAHAT! LAGI PULA KAU MASIH ADA DI RUMAH SAKIT KAN??!!! NGAPAIN KE BRITANIA??!!!!" Kushina refleks menjauhkan HP dari telinganya.
Kakashi melotot lagi kepada Kushina, "Dia kesurupan ya?" Kushina hanya menyeringai.
Kushina mendengar napas Misaki yang menggebu di HP nya, ia menunggu sampai napas Misaki kembali normal. "Sudah tenang?"
"Tidak. Kau bercanda kan Kushina?"
"Tidak. Aku sudah di jalan menuju bandara sekarang." Kushina tersenyum kecil.
"Untuk apa kau pergi ke sana?"
"Untuk menemui dokter keluarga dan refreshing..."
"Begitu..." Suara Misaki mengecil.
"Tenang saja Misaki, nanti akau akan mengajakmu ke sana untuk jalan-jalan..."
"Bukan itu maksudku... tapi... apa... kau baik-baik saja? Kejadian tadi malam..."
"Misaki... aku tidak apa-apa... aku malah bersyukur, kalian menyelamatkanku di saat yang sangat tepat, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya kalau kalian tidak datang... Sungguh, terima kasih..."
Misaki membungkam mulutnya, para siswa yang melihatnya menjadi heran, ada apa dengan Oni Kaichou?
Melihat sahabat dan saudaramu yang dilecehkan seperti itu, sudah pasti membuat Misaki sangat mengkhawatirkan Kushina. "Tidak perlu berterima kasih, Kushina..."
"Tidak, aku harus berterima kasih. Oh, iya, sampaikan ucapan terima kasihku pada si kembar itu ya!"
"Kembar? Siapa?" Misaki mengernyitkan dahinya.
"Si Usui dan Minato! Rambut mereka sama-sama pirang dan jabrik..."
"Sekilas memang mirip sih... Ah, bel... Kushina, aku masuk dulu ya... hati-hati disana, jangan lupa oleh-olehnya..." Ujar Misaki riang.
"Tentu saja! Aku akan membawakanmu daun pohon yang banyak dari sana!"
Lalu mereka berdua tertawa, "Dasar kau ini..."
"Hahaha... sudah sana masuk... Bye..."
"Bye..."
End call.
"Dasar cewek..." Kakashi mencibir.
Kushina hanya memutar bola matanya. "Aku tidak sepertimu yang tidak punya 1 teman pun..." Balas Kushina.
"Masih nggak butuh..."
"Untuk saat ini memang sih, tapi berani taruhan nggak? Nanti waktu kamu udah SMA, kamu pasti menjadi sepertiku..." Kushina menyimpan HP di tas kecilnya.
"Ogah..."
Bletak~
"Sakit tau!"
"Hah... dasar anak-anak ini..." Hashirama hanya mendesah pelan dari kursinya.
-Sementara itu, di belahan lain Bumi-
"Minato-nii... bangun... kita sudah sampai..."
Usui Takumi membangunkan Minato sepelan mungkin. Minato menggeliat dan membuka matanya. "Ah... iya..."
"Ayo..." ujar Oto-sama sambil mengenakan jas nya.
Usui dan Minato mengikutinya, mereka segera turun dari pesawat. Sebuah mobil hitam sudah menunggu mereka didekat pesawat. Minato, Usui dan Oto-sama segera masuk. Perjalanan dari bandara menuju Kastil keluarga Walker -Tujuan mereka- membutuhkan waktu sekitar 2 jam.
Minato dan Usui duduk berdampingan, sementara Oto-sama duduk didepan mereka. "Sebenarnya sejak kita keluar dari apartemen, aku sangat ingin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Aku tidak pernah melihat Minato-kun bungkam seperti ini, lagi pula, nanti aku harus menjelaskan lebam dan luka dibibir kalian nanti saat sampai disana..." Oto-sama membuka pembicaraan.
Minato dan Usui terdiam. Bingung harus memberitahu Oto-sama mulai dari mana.
"Kalian tidak mau memberitahuku?"
"Bukan seperti itu..." Minato yang pertama membuka suaranya, lirih dan pelan. Usui merasa, biar Minato yang mengatakannya sendiri.
Cerita Minato mulai bergulir, mulai dari siapa Kushina, sampai ada apa dengan Kushina, cerita Minato tersendat saat ia bercerita tentang kejadian tadi malam, yang membuat wajahnya dan wajah Usui lebam.
Oto-sama tersenyum, baru kali ini anak lelakinya mencurahkan isi hatinya tentang seorang perempuan. "Kau menyukainya?" Oto-sama menyudutkan Minato.
Minato bungkam, wajahnya merona. Lalu Usui tertawa dan merangkul Minato.
"Oto-sama... Aniki tidak pernah mengatakan kalau dia suka pada Kushina, padahal waktu Kushina tersenyum pada Aniki, wajah Aniki langsung memerah! Aniki ini... malu-malu kucing!"
Oto-sama ikut tertawa. "Kalian sudah mulai dewasa ternyata..."
"Padahal dulu aku masih sanggup menggendong kalian bersamaan..." lanjut Oto-sama, Usui tertawa dan Minato hanya tersenyum, setidaknya Minato sudah bisa tersenyum sekarang.
Setelah perjalanan yang sedikit panjang, Usui, Minato dan Oto-sama sampai di Kastil Keluarga Walker. Keluarga kandung Usui Takumi.
Mobil memasuki gerbang, seorang butler membuka pintu mobil. "Selamat datang, Tuan Usui..." butler itu mengangguk sopan.
Oto-sama turun terlebih dahulu lalu diikuti Minato dan Usui. Mereka segera masuk.
Kastil keluarga Walker sangat mewah, semua perabotannya tidak ada yang murah, semuanya sangat elegan.
"Selamat datang, Paman Usui..." Lelaki berambut biru gelap dan bermata biru terang menyambut mereka sesaat memasuki ruang tamu, Gerard Walker.
"Kakek menunggu paman di ruangannya..." Ujar Gerard sopan.
"Baiklah..." Oto-sama meninggalkan mereka bertiga.
"Jadi... Anak haram dan anak pungut, kita bertemu lagi..." Nada Gerard langsung berubah sinis.
Tbc
