Fake Fanboy

Yoonmin

Jimin

Yoongi

Namseok

Taejin

Yaoi

Typo

Enjoy

Jimin menatap lautan manusia di depannya dengan mata dan mulut yang membulat.

Pemuda manis itu melongo bagaikan orang idiot yang berada di tengah orang orang yang meneriakan nama nama yang sama sekali tak ia kenali.

Mau bagaimana lagi, ia baru kali ini lagi menginjakkan kaki kaki pendeknya di kota yang membesarkannya ini.

Ini 3 tahun sejak ia pergi ke Amerika untuk melanjutkan studynya.

Kini di usianya yang menginjak 19 tahun, ia memutuskan untuk kembali dan melanjutkan kuliahnya di korea saja. Di tempat ia besar dan di tempat yang banyak menyimpan kenangan.

Hanya saja yang jadi masalah adalah Jimin yang seorang pemuda lugu nan polos ini adalah anak yang punya gedung besar di hadapannya tersebut. Namun Jimin terlalu kudet untuk bisa menengerti apa yang sebenarnya terjadi.

Maka dari itu, ia dan tas ransel warna merahnya diam mematung di antara lautan manusia yang terus menggumamkan kata kata random di sekitarnya.

Untung saja kopernya sudah di bawa oleh paman Shin yang tadi menjeputnya. Namun karena kekeras kepalaannya yang ingin menyusuri jalanan seoul sendiri dan mengunjungi kantor ayahnya kemudian. Tapi, jika seperti ini jadinya ia tak akan mau menuruti keinginan hatinya.

Dan masih dalam mode blanknya seorang gadis mendekat kearahnya sambil berteriak.

"Kyaaa oppa, apa oppa adalah seorang fanboy?" tanya gadis itu antusias. Ia menatap Jimin dengan kedua tangan yang memegang sebuah banner kecil bertuliskan Bangtan Boy.

"Bangtan Boy?" gumam Jimin dengan nada bingung.

"Nde, Bangtan. Kyaaa ternyata benar, oppa satu satunya fanboy di sini" gadis itu kembali histeris, membuat sebagian gerombolan tersebut melirik ke arah Jimin dan gadis itu.

"Wah fanboy? Tapi untuk seorang fanboy, oppa kekurangan aksesoris bangtan." kata yang lain sambil mengeluarkan sebuah bando bertuliskan bangtan dan menyerahkan sebuah banner kecil dengan gambar seorang pria yang terlihat errrr tampan.

Mereka kemudian menarik Jimin lebih masuk ke dalam lautan manusia tersebut. Mengajak Jimin untuk meneriakkan yel yel atau entah apa itu namanya, yang jelas Jimin mengikutinya karena tak tau apa apa.

Sejurus kemudian sebuah van warna hitam berhenti di depan gedung tersebut. Maka makin kencanglah teriakan gadis gadis itu.

Jimin yang semula berada di tengah gerombolan itu entah kenapa kini menjadi orang paling depan diantara kedua gadis yang tadi membawanya sejauh ini.

Gadis di samping kirinya memintanya untuk mengangkat banner yang Jimin pegang tinggi tinggi. Mau tak mau Jimin pun melakukaknnya, walau dengan wajah yang sarat akan kebingungan.

Dan karena posisinya yang berada di depan pula, ia bisa melihat dengan jelas ke 5 pemuda turun dari sana.

Seorang pemuda berdimple turun terlebih dahulu. Di susul dengan seorang pria berambut pink yang nampak sangat mempesona. Ada 2 pria lain yang satu berrambut orange dan satu lagi berbadan cukup tinggi namun terlihat lebih muda dari yang lain, sebelum pria bersurai gelap turun dari sana.

Kulitnya putih pucat, matanya yang kecil menatap malas tapi penuh minat ke arah gerombolan gadis yang meneriaki entah apa. Jimin tidak peka.

Hingga mata itu menyorot ke arah Jimin yang masih belum sadar kalau ia memegang banner dengan gambar lelaki tersebut. Hingga membuat laki laki itu salah paham.

Ia dengan santainya merebut banner tersebut dan membubuhkan tanda tangan di sana. Dengan seringai yang DEMI CELANA DALAM WARNA MERAHNYA sangat mengerikkan. Bagi Jimin.

Ia lalu mengembalikan banner tersebut pada Jimin masih dengan seringai yang terpasang apik di wajahnya.

"Aku tak mengira, aku memiliki seorang fanboy yang manis sepertimu." bisiknya rendah, membuat Jimin tambah kosong.

Sedangkan gadis gadis di sampingnya berteriak heboh.

Sesaat setelah mereka berlima mengucapkan salam, mereka pun masuk menuju ke dalam gedung. Dengan teriakan histeris gadis gadis tadi.

Lain mereka lain Jimin. Pemuda tersebut terus saja mengeluarkan ekspresi tak karuan setelah mendengar suara berat nan sexy milik lelaki tadi.

"Tuan muda Park?"

Seorang dengan setelan jas dan sepatu yang mengkilap merengsek masuk ke dalam kerumunan fans fans tersrbut. Ia berusaha meraih tangan Jimin yang nampaknya masih membeku seiring waktu.

"Apa anda bak baik saja. Kenapa anda bisa ada di sini? Di sini berbahaya tuan."

Jimin yang baru sadar langsung tersenyum maklum pada lelaki dewasa di hadapannya itu.

"Paman Shin. Aku hanya melihat lihat tadi." jawab Jimin dengan senyum yang tak urung di wajahnya.

"Kalau begitu anda harus segera menemui tuan di kantornya."

"Aaah iya, baiklah tunggu di sini sebentar."

Jimin pun kembali ke arah gadis gadis tadi. Tangannya segera melepas bando di kepalanya.

"Ini. Terimakasih nona nona mau meminjami saya aksesorinya. Sekali lagi terimakasih." ucap sambil membungkuk beberapa kali di hadapan gadis itu. Hingga akhirnya ia barjalan menjauh mengikuti paman Shin.

...

"Aku baru lihat kalau ternyata Yoongi Hyung itu pintar menggoda." pekik seorang lelaki di antara keempat kakak kakaknya

"Hmmm, Jungkook benar. Baru kali ini aku lihat Yoongi yang nampak menyimpan minat pada seseorang" ucap yang berambut orange, Jung Hoseok.

"Eih sudahlah, kalian mau Yoongi Hyung keluar tanduknya?" bisik yang memimpin jalan. Kim Namjoon atau di kenal dengan sebutan Rap Monster.

Seketika kedua orang tadi melirik ke arah belakang, ketempat Hyung yang sedang di bicarakan. Tak ada yang aneh, bahkan pria itu hanya terdiam sambil sesekali tersenyum.

Agak menyeramkan sih, bagaimana seorang Yoongi bertingkah absurd seperti itu.

"Waaah ini lebih menyeramkan dari pada Yoongi Hyung yang bertanduk" bisik Jungkook pada kedua Hyung nya.

Sedangkan diantara ketiga pemuda yang tengah berbisik bisik dan Yoongi yang sedang melamun itu, Jin si member berambut pink itu melihat sekilas dua orang laki laki memasuki ruangan presdirnya secara mengendap endap.

"Aku tidak yakin, tapi sepertinya pak Shin membawa fanboy itu ke ruangan presdir."

Sontak keempat kepala itu menoleh ke arah Jin. Iya empat kepala, termasuk kepala Yoongi yang dari tadi melamun.

"Mungkin dia treneer baru." ucap Namjoon.

"Atau mungkin..." Jungkook menggantung kalimatnya hingga keempat Hyung mendekat ke arahnya penasaran.

"Dia sebenarnya simpanan presdir"

"Mwo?!" pekik empat lainnya bersamaan.

"Jangan bicara yang tidak tidak Kook-ah. Kalau sampai itu jadi gosip kau akan terkena banyak masalah." ucap Namjoon memperingati member termudanya.

"Aku kan hanya mengira ngira."

"Tapi perkiraan mu tidak lucu." tukas Hoseok.

Tak ada komentar lagi setelah itu. Termasuk Yoongi yang kembali berjalan dengan wajah datarnya.

...

Sisa hari itu mereka habiskan dengan berlatih untuk persiapan comeback album mereka. Mulai dari latihan coreo hingga beberapa kali take vocal.

Tubuh kelima member bangtan itu sudah sangat lelah. Tapi bagi si maknae dan si lead dance masih saja bisa menjadi hyper saat batrenya sudah mau habis.

Buktinya mereka masih sanggup berkejaran, padahal tadi mereka berdua mengeluh kelah.

Keduanya berlarian mengelilingi ruangan dance dengan Jungkook yang mengacung acungkan ponsel miliknya yang memperlihatkan gambar Hoseok dengan wajah dreep.

"Sialan Jungkook. Hapus foto nistaku itu."

Hoseok berteriak teriak kencang membuat tiga yang lainnya menutup telinga rapat rapat.

Selanjutnya aksi kejar kejaran itu berlanjut hingga ke luar ruangan. Menyisakan tiga pemuda lain yang masih berbaring di tempat masing masing.

"Mereka berdua memang benar benar." gumam Namjoon yang sama sekali tak di perdulikan oleh dua orang lainnya.

Jin tengah terpaku pada ponselnya. Sedangkan Yoongi, jangan di tanya ia sudah di alam mimpinya bersama kumamon kumamon yang sedang menari erotis.

Namjoon berdesis karena tak di tanggapi. Selanjutnya ia pun meutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya.

BRAK

baru sedetik ia memejamkan mata, pintu ruangan tersebut di dorong secara paksa oleh dua orang yang tak tau tatakrama. Siapa lagi kalau bukan Jungkook dan Hoseok.

"Aaarrggghh kalian sialan" teriak Yoongi murka. Tentu saja, mana mau Yoongi tidurnya di ganggu.

Namun tak ada respon selanjutnya dari Jungkook maupun Hoseok. Keduanya malah berdiri kaku di depan pintu. Membuat sang leader khawatir.

"Ada apa?" tanya Namjoon yang langsung menghampiri keduanya, lebih tepatnya Hoseok.

"Kanapa? Kenapa dengan kalian ha?" tanya Namjoon makin tak karuan saat Hoseok masih saja bertatapan kosong walau tangannya sudah di genggam oleh tangannya.

"Hyung..." kali ini Jungkook yang bicara.

"Sepertinya benar, fanboy Yoongi Hyung itu benar benar simpanan presdir."

"Yak Jeon Jungkook. Kan sudah kubilang jangan bicara yang tidak tidak." kata Yoongi yang entah kenapa malah ikut nimbrung.

"Hyung, aku dan Hoseok Hyung tadi melihat dengan kepala mata kami sendiri kalau namja itu di kecup di kening oleh presdir. Ya kan Hyung?"

" nde."

"Setelah itu, dia masuk di antar oleh Pak Shin dengan mobil Presdir. Ya kan Hyung?"

"Nde"

"Tapi sebelum berangkat namja itu malah turun lagi dan mencium pipi presdir. ya kan Hyung"

"Nde"

Jangan salah, Hoseok berkata demikian bukan karena ia tak bisa merespon omongan Jungkook lebih lanjut. Tapi karena ia terlalu gugup. Tangannya masih di pegang Namjoon omong omong.

"Jadi tidak di ragukan kalau ternyata selama ini Presdir Park adalah seorang sugar daddy."

Mendenga perkataan Jungkook entah kenapa Namjoon mengeratkan pegangan tangannya pada Hoseok dan Yoongi yang mulai mengeluarkan tanduknya.

"Sudahlah. Jika pun iya, jangan sampai kita terlibat terlalu jauh." kata Jin yang mulai ikut menengahi.

"Benar, ini pun sudah malam lebih baik kita pulang." seru Yoongi yang setelah itu langsung mengemasi barang barangnya dan langsung pergi tanpa meperdulikan member lain yang masih terdiam.

Ia kesal kawan.

...

Pagi harinya jauh sebelum matahari menampakan dirinya, Yoongi telah stay di depan peralatan meracik musiknya.

Moodnya sedang dalam keadaan paling bawah. Jadi ia memutuskan untuk sesegera mungkin mengurung diri di studio pribadinya yang terletak berhadapan dengan studio dance yang biasa Hoseok gunakan untuk latihan atau mencipatakan gerakan mereka sendirian.

Sejak kejadian fanboy itu dia jadi sedikit sensitif. Apa lagi saat memikirkan ucapan Jungkook kemarin yang seolah menjungkir balikan suasana hatinya.

Presdir yang ia hormati, seorang yang begitu ia idolakan mempunyai sisi gelap bersama seorang pemuda yang ia rasa bahkan umurnya masih di bawah Jungkook yang tahun kemarin baru legal.

Tapi nyatanya bukan fakta itu yang mencubiti ulu hatinya.

Ini tentang siapa yang menjalin hubungan dengan sang Presdir.

Fanboynya, yang bahkan baru pertama kali ia temui. Sebelumnya wajah itu tak pernah ia lihat di setiap konser atau fanmeet yang mereka jalani.

Tapi kenapa? Kenapa saat Yoongi pertama kali melihat wajah dengan pipi chubby itu jantungnya seakan ingin melarikan diri dari rongga dadanya.

Seolah wajah sehalus sutra itu begitu memikat dengan sorot mata lugu yang cantik.

Tapi seakan wajah polos itu menyimpan belati di dalamnya, Yoongi merasa hatinya di lubangi dengan pancaran cantik tersebut.

Membuatnya susah tidur, aktivitas paling ia cintai setelah bermusik. Tapi anehnya baru setengah saja duduk di depan peralatannya, matanya terasa memberat.

"Aku butuh kopi" gumamnya entah pada siapa.

Maka sosok dengan rambut gelap itu pun melangkahkan kakinya ke arah mesin minumam yang ada tepat di depan studionya.

Tapi langkahnya terhenti di saat telinganya yang kelewat peka mendengar sayup sayup suara musik dari dalam studio dance.

Siapa kira kira orang kurang kerjaan yang menari di pagi pagi buta seperti ini.

Dan ketika suara musiknya berhenti, Yoongi sukses menahan napasnya.

Seseorang keluar dari dalam studio tersebut. Baju biru v neck nya terlihat basah dengan peluh yang membasahi hampir suruh badannya.

Rambutnya yang keabu abuan terlihat lepek serta napasnya yang memburu terlihat dari dadanya yang naik turun. Tapi yang lebih membuat Yoongi kehilanga kesaarannya adalah saat ia mengetahui kala yang di depannya ini adalah fanboy nya.

"Oh, hay..." gumam Jimin kikuk.

Sebelah alis Yoongi terangkat. Sedangkan Jimin telihag malu malu dengan meremas lengan bajunya yang menenggelamkan sebagian besar jemari tangannya .

"Kenapa kau bisa di sini?" tanya Yoongi, tak ayal membuat dadanya ngilu karena demi apapun pandangan sangat menusuk.

"Oh, paman Shin menyuruhku menggunakan ruangan ini jika bosan"

Paman Shin, bahkan orang kepercayaan no satu Presdir Park mendapat panggilan begitu akrab dari pemuda ini.

"Kau terlihat sangat akrab dengan pak Shin yaa."

"Eum, dia satu satu ya yang bisa menemaniku di sini selama Daddy sibuk."

Daddy, yang benar saja. Itu adalah panggilang paling kinkka yang Yoongi pernah dengar dari seorang pemuda manis di depannya ini. Dan Yoongi yakin kalau panggilan Daddy itu di tunjukan Untuk Presdir Park.

Seketika otak iblis Yoongi terbangun ketika kebenaran dari ucapan Jungkook kemari terbukti.

"Ah, Presdir yaa?"

"Eumm nde" kata Jimin masih dengan tingkah malu malunya. Dan Yoongi benci itu.

"Si payah itu."

"Eoh?"

Jimin menganggkat wajahnya, menatap Yoongi dengan sorot mata bertanya.

"Kau tau, dia adalah Presdir paling payah. Tak punya pendirian. Dan yang paling penting dia itu orang yang sangat menyebalkan."

Jimin terdiam dengan ucapan Yoongi. Sungguh, ayahnya di jelek jelekkan di dapannya, langsung.

"Wah, aku tak menyangka." ucap Jimin sedikit syok. Berani sekali orang ini pikir Jimin.

"Tentu selain itu Presdir juga sangat menyiksa artisnya. Bahkan aku juga rencananya ingin keluar dari agensi jika kontrak ku sudah habis."

Bohong besar, nyatanya Yoongi ingin sekali agensi memperpanjang kontraknya nanti. Bekerja di bawah naungan agensi milik Tuan Park adalah hal yang paling menyenangkan yang pernah Yoongi lakukan seumur hidupnya.

Apalagi dengan Presdir Park yang seperti anak muda gaul sebagai pemimpinya. Pria berusia setengah abad itu sangat mengerti bagaimana memperlakukan seorang artis. Oleh karena itu tak sedikit yang ingin bergabung dengan agensinya.

Namun rasa cemburu begitu membutakannya. Hingga dengan lancang menjelek jelekkan Presdir nya di depan pemuda ini.

"Eum itu sedikit mengejutkan." Jimin berkata pelan, tapi mampu membuat Yoongi menyeringai lebar.

Tiba tiba suara dering ponsel Jimin berbunyi nyaring.

Jimin hanya melihatnya sekilas, lalu memasukkan kembali kedalam saku jeansnya.

"Eum maaf, sepertinya obrolan kita harus berakhir, aku harus segera pergi."

Yoongi mengangguk kecewa mendengar ucapan Jimin. Ia tak rela.

"Oh tunggu, apa banner itu masih kau simpan?" tanya Yoongi sedetik sebelum Jimin pergi.

Jimin mengangguk dengan senyum yang membuat matanya tenggelam. Ia seakan lupa dengan perkataan Yoongi yang menjelek jelekkan ayahnya.

"Tentu. akan selalu ku simpaan"

Dan, ucapan Jimin menyadarkan Yoongi kalau ia sama sekali tak mengetahui nama fanboynya tersebut.

...

Jin masih setia memandangi kunpulan para treneer yang tengah berlatih, diantaranya ada seorang pemuda dengan rambut jamur yang begitu menarik perhatiannnya.

Kim Taehyung namanya. Si manis yang tak kalah hyper aktifnya dengan Jungkook dan Hoseok.

Awalnya dia adalah salah satu kandidat yang akan menjadi member grupnya, namun sayang sebulan sebelum debut Taehyung cidera pergelangan tangan karena terjatuh dari tangga. Hingga akhirnya posisi Taehyung harus di gantikan oleh Jungkook.

"Masih tak mau bicara dengannya Hyung?" tanya Jungkook yang kebetulan lewat.

Jin tersenyum miris. "Aku selalu bicara padanya."

"Bukan, maksudku bicara yang lebih serius, tentang perasaanmu mungkin?"

"Anak kecil tau apa? Lebih baik kau urusi saja asmaramu dangan anak agensi sebelah itu." cibir Jin.

"Hyung aku dan Yugyeom hanya berteman" ucap Jungkook dengan wajah yang emmm merona.

"Sudahlah Kook lebih baik kita berkumpul di Hall. Tuan Park akan mengumumkan seseuatu." kata Jin sambil berjalan santai di depan Jungkook.

...

Hampir seluruh artis dan treneer Agensi berkumpul di Hall untuk mendengarkan pengumuman yang akan di bicarakan oleh tetua agensi.

Tuan Park dan pak Shin telah duduk di balik meja berwarna putih. Di tengah mereka ada sebuah kursi kosong yang entah di tujukan untuk siapa.

Bangtan Boy yang berada di barisan paling depan bisa melihat dengan jelas sorot mata bahagia dari Presdir mereka.

"Apa Presdir akan mengenalkan sugar babynya pada kita yaa?"

"Jeon Jungkook" Geram Namjoon.

Berbeda dengan Jin dan Hoseok yang terlihat antusias, Yoongi justru bersikap ogah ogahan dengan pengumunan ini. Entahlah, saat mengetahui yang sebenarnya dari Presdirnya, Yoongi jadi kurang simpatik pada pria yang aslinya menyenangkan ini.

"Oke, langsung saja. Di sini aku ingin memperkenalkan kalian pada seorang ya g sagat berharga untuk ku selama ini."

Berbagai tanggapan Tuan Park bisa dapat. Dari yang penasaran hingga yang malas malasan. Yoongi contohnya.

"Dia baru saja kembali kemarin dari Amerika. Baby, kemarilah" titah tuan Park.

Dan tebak siapa yang keluar, tentu saja Park Jimin.

"Ya tuhan Hyung, benarkan pemuda itu babynya Presdir Park."

Tuan Park hanya tersenyum pada Jungkook, sedangkan Namjoon hanya bisa meringis malu.

"Dia Park Jimin. Dan Jimin adalah anakku satu satunya."

Byar

Ada kembang api di dada Yoongi. Mengagetkan namun menyenagkan.

"Anyeonghaseo, saya Park Jimin. Salam kenal untuk semuanya. Senang bisa bertemu dengan kalian. Dan saya harap tak ada sutu pun dari kalian yang mengakhiri kontrak kalian dengan agensi"

Pernyataan Jimin mengundang tawa dari seluruh manusia yang berada di sana. Terkecuali satu orang.

Yoongi.

Yang baru sadar kalau telah menjelek jelekkan Presdirnya di depan anaknya sendiri.

Sialan, mana mau tuan Park menerimanya nanti sebagai menantunya kalau ia jelas jelas telah menjelek jelekkannya.

The end

Hay hay kembali lagi bersama aku. Setelah semedi di watnet selama 12 jam full akhirnya bisa buat ff ini dalam waktu satu jam. Tanpa edit di tengah tengah esay yang menumpuk.

Jadi maaf kalo feelnya kurang, salahkan saja laptopku yang tiba tak bisa di gunakan.

Terimakasih untuk semua yang telah mendukung kelangsungan Yoonmin Oneshoot. Rencanaya ini akan jadi story terkhir. Aku mau hiatus dulu permirsa. Ngga lama kok di usahain

Hal ini berkenaan dengan beberapa hal yang harus ku urus.

Sekali lagi terima kasih banyak atas dukungan selama ini. Kalian Readers terbaik yang pernah aku miliki.

Untuk para readers yang menyempatkan untuk me reviews untuk para followers dan yang udah memfavoritkan. Maaf aku ngga bisa sebutkan satu satu. Dan juga para sider yang rela waktunya kebuang percuma untuk membaca ff kurang mutu ku.

Sekali lagi aku berterima kasih sebesar besarnya. Dan aku berharap suatu saat nanti kalau aku balik lagi kalian bisa terima aku lagi dengan senang hati.

Saya

ugii undur diri.

Bye semua chu~chu~

harunanaserai

Iya tak apa apa. Aku udah strong lagi kok sekarang mah hehehe

avis alfi

Ketik aja apa yang mau kamu ketik. Marah marah juga boleh. Emang udah mah sifat dua duanya beda lagi. Tapi mereka sweet kok menurutku.

Iya gpp. Akhirnya aku pun menyerah juga sama wabah WB ini

thalkm

Iya ini udah lanjut lagi

Hanami96

Iya kak hana sama sama ini ada lagi yang baru. Nanti deh kalo wbnya udahan aku bikinin yang jadi. Tapi ngga janji hehehe

Park RinHyun-Uchiha

Semuanya mikir Yoongi nga berbahaya dalam hal lain, ternyata ckckck

Zahara Jo

Kamu mikirnya kejauhan ra haaaha. Yoongi ngga akan se aneh itu kok. Cuman takut kelepasan aja kalo bareng Jimin

haneunseok

Yoongi cuman takut kebablasan. Itu intinya

yongchan

Iya lah Yoongi mana tahan kalo lagi berduaan sama Jimin. Lagian siapa sih yang tahan sama imut imut seksehnya si nchim

ChiminsCake

Sama aku selalu butuh yang panjang kalau berhubungan dengan Yoonmin#sorry ambigu

Itu hpnya buat aku aja dari pada di banting