Yunho benar – benar tidak tahu harus kemana lagi ia pergi. Ia sudah tidak punya keluarga lagi. Satu – satunya keluarga yang ia punya, hanya tinggal adiknya, Shim Changmin. Namun apa daya, adiknya, satu – satunya kerabat yang ia punya malah mengusirnya.

Yunho merogoh saku celananya dan menemukan setumpuk kunci di sana. Kunci gedung kantornya yang selalu ia bawa untuk mengantisipasi lembur dadakan di kantornya.

.

.

Destiny

chapter 7, Last Chapter

Cast : Jung Yunho x Shim Changmin

They are TVXQ!

Warn : rate change! T to M! NC!cut

.

.

.

Malam itu Changmin berusaha memejamkan matanya yang sama sekali tidak mengantuk di king size kasur yang biasa Yunho tiduri. Kamar Yunho yang mendadak berubah menjadi kamarnya, masih dihiasi oleh barang – barang Yunho.

Ia merasa ada yang salah pada dirinya.

Seharusnya ia merasa senang karena telah berhasil membalas dendam dan menghancurkan kakaknya. Namun sisi lain hatinya merasa khawatir. Dan ia yakin, orang yang membuatnya khawatir saat ini tak lain dan tak bukan adalah kakaknya atau kekasihnya atau bahkan mantan kekasihnya, Jung Yunho.

" Arggh! " Changmin terduduk di kasurnya sambil mengacak – acak rambutnya frustasi.

Changmin kembali mengingat saat – saat ia bersama dengan kakaknya. Ia kembali teringat kejadian waktu ia masih kecil, dimana ibunya memukuli Yunho dan selalu memarahi Yunho jika terjadi apa – apa pada dirinya. Ia mengingat dengan jelas saat ia mencium pipi Yunho, saat Yunho memberinya hadiah. Kemudian ia bertemu kembali dengan kakaknya di Jepang. Pertemuan yang membuat mereka saling jatuh cinta. Berkencan. Bahkan bercinta.

Kau dimana hyung? Apa kau baik – baik saja?, batin Changmin cemas

Akhirnya tanpa pikir panjang, Changmin turun dari kasurnya. Mengganti baju piyamanya dengan jeans dan kaos seadanya. Dan bergegas keluar rumah.

Ia tak tahu harus mencari Yunho kemana. Ia hanya mengikuti nalurinya saja.

Tujuan pertamanya, adalah rumahnya yang dulu. Namun hasilnya nihil. Pemilik rumah itu tak pernah melihat orang dengan ciri – ciri Yunho seperti yang Changmin sebutkan. Changmin kemudian berkeliling ke sekolah – sekolah Yunho dan bahkan ke sekolah taman kanak – kanaknya sendiri. Namun hasilnya juga tetap nihil.

" Hyung, kau dimana?..." gumam Changmin lirih sambil berkeliling kota. Tanpa sadar ia pun mulai menitikan air matanya.

Dengan tenaganya yang terkuras habis dan pikirannya yang terlalu lelah memikirkan kakaknya. Changmin memutuskan untuk tidak kembali ke rumah. Ia berjalan ke arah kantornya yang tidak jauh dari tempat ia berada.

Kantor sudah tutup dan semua lampu sudah gelap. Hanya ada security penjaga di sana yang bertanya padanya mengenai kedatangannya larut malam begini.

" Aku ingin menginap di ruanganku.. " jawab Changmin pelan, hampir menyerupai gumaman. Security itu pun mengangguk tanda mengerti, kemudian menyerahkan kunci – kunci yang ia perlukan.

Untung saja kantornya berada di lantai dasar. Ia tidak perlu harus menguras tenaga untuk menaiki tangga.

Saat Changmin akan membuka kunci pintunya. Alangkah kagetnya ia saat menemukan pintunya sudah dalam keadaan tidak terkunci.

Ia pun meraih handle pintu dan membukanya. Gelap. Tidak ada tanda apa – apa.

Changmin memperhatikan sekeliling hingga tiba – tiba matanya terpaut pada sesosok di pojok ruangan. Dengan segera ia meraih saklar lampu dan menyalakannya.

" Hyung?... " panggil Changmin ragu saat ia melihat seseorang yang berjongkok di ujung ruangan dengan kepala tertunduk di tangannya yang terlipat di atas lututnya.

Yang dipanggil kemudian mendongakkan kepalanya. Seketika saja Changmin menangis saat ia akhirnya berhasil menemukan kakaknya, yang kini wajahnya berubah pucat dengan matanya yang sembab.

" Chami.. " panggil Yunho lirih dengan mata sayunya yang memandangnya sedih dan berusaha mengangkat tangannya yang lemah.

" Yuno Hyung! " Changmin berlari ke arah Yunho dan segera memeluknya erat dalam dekapannya.

" Berjanjilah padaku hyung... jangan pernah meninggalkan aku... Maafkan aku hyung... Aku tidak ingin kehilanganmu lagi... " ucap Changmin terisak. Yunho membawa Changmin berdiri dan memeluknya erat.

" Maafkan aku... Maafkan aku Chami... Aku berjanji... Aku tidak akan meninggalkanmu.. Aku akan selalu menjagamu..." Yunho melepaskan pelukannya dan meraih wajah Changmin yang menatapnya sayu. Dengan ibu jarinya ia menghapus air mata Changmin " ... jangan menangis lagi Chami... " Yunho menatapnya dalam namun air mata Changmin masih menetes ".. Aku mencintaimu, Shim Changmin" Yunho mengecup lembut bibir Changmin yang masih berkerut dalam tangisnya.

Yunho tak tahan untuk menekan bibirnya lebih dalam saat mendengar isakan Changmin dan tubuhnya yang semakin gemetar. Yunho menekan tengkuk Changmin dengan tangan kirinya dan memeluk erat pinggang Changmin dengan tangan kanannya.

Merasakan tubuh Yunho yang sepenuhnya menempel dengan tubuhnya, Changmin akhirnya mengalungkan lengannya ke leher Yunho dan menekan tengkuknya untuk mencium Yunho lebih dalam.

Bisa Yunho rasakan degup jantung Changmin di dadanya dan begitu pun sebaliknya. Mereka pun setelah saling menekan bibir mereka masing – masing, akhirnya saling membuka mulut dan saling melumat. Melumat dalam nafsu untuk bergantian melumat bibir atas dan bibir bawah mereka, mengemutnya dan menjilatnya dengan lidah.

Yunho mulai menggerakkan tangan kanannya untuk turun dan meremas pantat kenyal adiknya.

" nngghhh.. " Changmin mendesah dalam ciuman panas mereka saat merasakan pantatnya yang diremas oleh Yunho. Membuat Changmin semakin memperdalam ciuman mereka dan mulai memasukkan lidahnya ke dalam mulut Yunho.

Yunho pun tak kalah bernafsunya dengan Changmin yang kini mendesah dalam ciuman mereka, kini memasukkan lidahnya dalam rongga hangat milik adiknya. Yunho mengeksplorasi rongga mulut Changmin dengan nafsu dan memasukkan lidahnya semakin dalam menyentuh tenggorokan Changmin. Changmin pun tak mau kalah dan ikut mengeksplorasi rongga mulut Yunho.

Hingga akhirnya keduanya merasakan ada yang mengganjal di sela – sela selangkangan mereka. Mereka pun akhirnya saling menggesekkan selangkangan mereka untuk menambah friksi nikmat yang tengah mereka rasakan.

Beberapa kali ciuman mereka harus terpisah karena kebutuhan oksigen. Namun keduanya kembali saling memagut bibir dengan nafsu yang semakin meningkat. Yunho akhirnya menempatkan tangan kirinya di pantat Changmin. Hingga kini kedua tangannya meremas – remas kedua belah pantat Changmin yang kenyal.

Semakin Yunho mengeraskan remasannya pada pantat Changmin, Changmin semakin memajukan selangkangannya ke depan untuk menggesek – gesekkannya kepada selangkangan Yunho. Hingga tiba – tiba Yunho melepaskan ciuman mereka, dan menemukan Changmin yang menatapnya sayu, penuh dengan nafsu, dengan nafas terengah – engah dan bibirnya yang bergetar ingin kembali dicium. Yunho juga melepaskan tangannya dari pantat kenyal Changmin.

" Chami.. kita tidak bisa melakukan ini.. " Yunho menatap Changmin dengan sedih "... aku tidak ingin menodaimu untuk yang kedua kali... "

" Hyung.. aku menikmati setiap sentuhanmu.. " ucap Changmin sambil menatapnya lembut

" Tidak Chami! Kita tidak boleh melakukan ini.. ini salahku! Tidak seharusnya aku menyentuhmu! Kau adikku! "

" Tapi aku ingin kau menyentuhku hyung! Aku tidak perduli kau kakakku atau bukan... " Changmin meraih tangan Yunho dan meletakkannya di dadanya " Sentuh aku hyung! Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh orang lain selain aku! "

" Tapi Chami... " Yunho menarik tangannya dari dada Changmin.

" Hyung! " Changmin menarik Yunho dan mendudukkannya di meja kerjanya. Dengan amat perlahan ia membuka jeans serta kaosnya dan meninggalkan boxernya menutupi bagian bawah tubuhnya.

Yunho yang memandang pada tubuh Changmin yang terekspos indah di depannya, mulai menegang, terutama pada bagian bawah tubuhnya.

" Hyung.. " Changmin membuka paha Yunho, melingkarkan lengannya pada leher Yunho dan menggesek- gesekkan kelaminnya yang masih tertutup boxer pada selangkangan Yunho dengan tempo yang perlahan.

" mmhh.. Chami... jangan menggodaku... " Yunho menggigit bibir bawahnya untuk menahan desahannya dan tangannya sudah bergetar mencengkeram lututnya sendiri.

" Hyuung~~ " Changmin mempercepat tempo menggesek – gesekkan kelaminnya pada selangkangan Yunho. Tangan Changmin mulai melucuti pakaian Yunho hingga akhirnya ia membuka retsleting celana Yunho.

Yunho memejamkan mata kuat – kuat dan keringat dingin mulai turun dari pelipisnya.

Changmin menghentikan gerakannya menggesekkan selangkangan Yunho dan tiba – tiba menarik paksa boxer Yunho untuk sedetik kemudian, keluarlah penis besar dan panjang Yunho yang menegang sempurna. Urat – urat pada penis Yunho sudah menyembul keras tanda ingin dipuaskan.

Tak tahan melihat pemandangan tersebut, Changmin membuka lebar mulutnya dan memasukkan penis Yunho ke dalam rongga mulutnya.

" Ahhhhhh Chamiii- " desahan Yunho akhirnya tak tertahankan saat merasakan penisnya dikulum nikmat dalam rongga hangat milik Changmin.

Merasakan nikmat tak tertahan saat Changmin menghisap kuat penisnya masuk ke dalam tenggorokkannya, tanpa sadar Yunho meraih kepala adiknya dan ikut menggerakkan pinggulnya agar penisnya keluar masuk lebih dalam dan mengenai dinding tenggorokan Changmin.

" Nnnnnggghhh... Chami...Ohhhh...Chamiii...Ahhhh...Chami... " Yunho benar – benar merasa di ujung klimaksnya saat bagian bawah perutnya terasa bergejolak hebat

Merasakan penis Yunho yang berkedut – kedut dalam mulutnya, akhirnya Changmin mengeluarkan penis Yunho hingga ke ujung kemudian memasukkannya kembali dengan memperketat mulutnya hingga ke ujung tenggorokannya

" Chamiiiiii!" Tubuh Yunho bergetar hebat dan penisnya berhasil mengeluarkan spermanya dalam mulut Changmin.

Dengan nafas yang terengah – engah, Yunho melihat ke arah Changmin yang kini wajah dan mulutnya berlumuran sperma.

Yunho akhirnya sudah tidak bisa menahan hasratnya hingga sedetik kemudian ia menggendong adiknya dan menghempaskannya ke sofa panjang di samping jendela ruang kantor tersebut.

" Chami... aku mohon... maafkan aku... " Yunho mengungkung tubuh Changmin di bawahnya, suaranya bergetar karena menahan nafsu terlalu lama pada adiknya "...aku tidak tahan untuk menyentuhmu... " Yunho melepas boxer yang dikenakan Changmin.

" Aku mencintaimu hyung.. " jawab Changmin pasrah dengan penis panjangnya yang menegang tinggi.

Detik - detik berikutnya, di ruangan itu hanya terdengar suara desahan – desahan nikmat Yunho dan Changmin. Tanpa memikirkan status mereka lagi, kini mereka bercinta dengan liar.

Berkali – kali Yunho menghujam lubang rektum Changmin dengan penis besarnya, membuat tubuh Changmin bergelinjang dengan penuh nikmat. Hingga Yunho tidak bisa menahan kenikmatan penisnya yang dicengkeram erat oleh lubang Changmin yang ketat dan melenguh nikmat mengeluarkan spermanya dalam tubuh Changmin.

.

.

" Hyung, maafkan aku.. " ucap Changmin lirih dalam pelukan hangat Yunho seusai mereka bercinta ".. tidak seharusnya aku berniat membalas dendam padamu... aku janji akan mengembalikan kedudukanmu.. "

" Tidak perlu Chami.. Kau kan adikku.. kamu juga berhak menjadi direktur utama perusahaan ini.."

" Tapi hyung.. "

" Sudahlah Chami.. hal seperti ini tidak perlu dibahas.."

" Tentu saja ini harus di bahas!" Changmin menatap Yunho serius kali ini " aku kan tidak tahu bagaimana dan harus melakukan apa sebagai direktur utama!" Changmin mempoutkan bibirnya

" aigooo.. kamu serius sekali " Yunho mengacak – acak lembut rambut adiknya " ...tentu saja aku akan membantumu, Sayang.. " Yunho mengecup kening Changmin dengan lembut.

" Kalau aku tidak bisa bagaimana? "

" Kamu pasti bisa.. pelan – pelan saja.. aku akan selalu di sampingmu untuk mendukungmu.. " Yunho mengeratkan pelukannya.

" Tapi hyung, apa tidak apa – apa kalau... ngg... kita... 'begini'... di sini?"

" Ish kamu ini!... " Yunho mencubit gemas pipi Changmin, mendengar ucapan adiknya itu. "..Makanya lain kali jangan menggodaku! "

Malam itu, mereka tidur di dalam ruangan kantor mereka.

Banyak hal yang mereka bicarakan dengan serius. Mulai dari Yunho yang akan menjadi asisten Changmin, hingga status mereka yang akan mereka rahasiakan.

.

.

" Selamat pagi, Sayang.. " Yunho mengecup lembut kening Changmin yang masih tertidur. Bukannya bangun, Changmin malah bergelung dalam selimutnya. Sejak mereka kembali tinggal bersama, mereka memang sepakat untuk tidur dalam satu ruangan dan satu ranjang bersama.

" Ayo Chami sayang... cepat bangun.. " Yunho membelai lembut rambut adiknya sekaligus kekasihnya itu.

" nggg... hyung.. ini kan hari libur... " Changmin meracau dalam tidurnya.

" Aku ingin mengajakmu berkencan hari ini.. " bisik Yunho di telinga Changmin dan sontak membuat Changmin membuka matanya dan menemukan Yunho yang sudah rapi dengan pakaiannya.

" Apa?!...k..ken..can? " tanya Changmin malu

Yunho hanya mengangguk pelan sambil tersenyum manis. " ... ayo cepat mandi.. aku tunggu kau di meja makan.. "

Yunho meninggalkan Changmin yang masih berusaha mengumpulkan kesadarannya.

Setelah rapi, Changmin menuju meja makan dimana sudah ada Yunho yang menatapnya lembut menunggu di sana.

" Kau manis sekali hari ini.. " ucapan Yunho membuat pipi Changmin merona

" terima kasih.. kau juga... tampan sekali.. " ucap Changmin malu

" Ayo cepat dimakan sarapannya.. aku tidak ingin kita terlambat sampai bandara.. "

" Tunggu tunggu!.. barusan tadi apa yang kau bilang hyung?... bandara?... memangnya kita mau kemana? " tanya Changmin bingung

Yunho tidak menjawab pertanyaan Changmin. Ia malah melahap sarapannya sambil tersenyum simpul dan membuat Changmin semakin penasaran.

" Hahhh.. " Changmin menghela nafasnya tanda menyerah " ... kau pasti ingin memberiku kejutan lagi... baiklah.. baiklah... terserah kau saj—"

" ini.. " Yunho memotong perkataan Changmin dengan menyodorkan sebuah kotak berwarna merah ke hadapannya.

" Ap..apa..ini ? " tanya Changmin gugup, mengantisipasi apa isi dari kotak merah di hadapannya itu.

" Buka saja.. " Yunho tersenyum lembut pada Changmin

Changmin terkesiap saat membuka kotak itu

" itu... mm... kalau... kau mau... memakainya...mmm.. kita akan pergi ke paris.. tapi kalau tidak... yaa.. kita...mm... tidak jadi..pergi... " ucap Yunho gugup

" Katakan dengan jelas, Yuno hyung.. " Changmin kini menatap Yunho dengan mata bulatnya yang berkaca – kaca

Yunho mengatur nafasnya, menghirupnya dalam dan menghembuskannya perlahan.

" Shim Changmin, maukah kau menikah denganku? "

Changmin sudah tak sanggup menjawab pertanyaan Yunho. Hatinya terasa sangat penuh. Ia hanya bisa menangis bahagia dan memeluk Yunho sebagai jawaban ' ya ' untuk pertanyaan Yunho.

" Dasar Jung Yunho bodoh! Kalau kita akan menikah, berarti kita bukannya kencan hari ini..tapi... honeymoon..." ucap Changmin di pelukan Yunho. Yunho hanya tertawa ringan mendengar omelan kekasihnya itu.

Selepas pelukan itu, Yunho menyematkan cincin emas putih dengan bentuk hati ke jari manis Changmin.

" Aww! " Changmin berteriak kesakitan, karena ternyata cincin yang di sematkan ke jarinya tidak cukup untuk jari manisnya. " Yah! Kau ini memang super bodoh! Memangnya kau tidak mengukur jariku dulu sebelum membeli cincin ini? " omel Changmin

" Maaf... aku tidak tahu kalau jarimu sebesar ini... "

" Apa kau bilang?! Jariku besar? Kau harus dihukum! "

Pernyataan maaf Yunho hanya menyulut kemarahan Changmin akhirnya. Ia tahu kalau tidak seharusnya ia berkata seperti itu.

" hukum? Apa hukumannya? " tanya Yunho menyerah karena Changmin yang sedang marah

" Kau harus mencium jariku setiap pagi sambil menyatakan cinta padaku! SEUMUR HIDUP! "

Bukannya menyesal, Yunho kini malah tersenyum bahagia mendengar hukuman yang harus ia jalani seumur hidupnya.

" Baiklah... " Yunho kembali meraih jemari lentik Changmin dan menciumnya lembut " ... Aku mencintaimu, Shim Changmin.. "

" Aku akan membelikanmu cincin yang lebih baik dari ini setiba kita di Paris.. " Yunho memakaikan cincinnya di jari kelingking Changmin akhirnya.

" Aku juga mencintaimu... calon suamiku.." ucap Changmin malu – malu sambil kembali memeluk kakaknya yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.

Semua orang hanya akan melihat mereka sebagai adik kakak, namun di dalam hati mereka masing – masing, mereka menetapkan akan menjadi kekasih selamanya.

.

END

.

.

Akhirnyaaaa...bener - bener END!

Terima kasih reader-san yang udah mau baca dan review ff aku selama ini. Terima kasih atas support kalian.

terimakasi terimakasi *kecup basah dari nanachan*

Tetep dukung ff aku yang lain yaa..

Sebenernya aku lagi sedih bgt, tiba - tiba dapet WB dari admin trus ff aku yang You Belong with Me juga diremove mendadak sm admin. (T.T)

Padahal pengen update cepet, tapi jadi gak bisa.

Ini udah dibuat happy ending nih ceritanya, gimana gimana? review yaaa buat semangatin aku bikin ff lagi

Masih rada trauma sih buat bikin ff lagi..

Maaf kalo emang banyak yang gak suka sama author *deep bow*