Baby, please try to forgive me
Stay here, don't put out the glow
Hold me now, don't bother
If every minute it makes me weaker
You can save me from the man that I've become


Between Black and White Desire


Chapter 7 (The compulsion)


Pintu ruang rawat Sungmin terbuka, menampilkan sosok Kangin dengan masih mengenakan jas kantornya. Perlahan langkahnya mendekat menuju ranjang di mana Sungmin berbaring. Ia terkejut melihat sosok lain bersama putranya. Sosok itu ikut tertidur dengan wajah yang menelungkup dan tangannya yang menggenggam tangan mungil milik Sungmin.

Sosok itu tiba-tiba terbangun menyadari ada orang lain diantara mereka.

"Ahjussi.. mianhamnida saya tertidur di sini."

Kangin tersenyum. "Nde, gwenchanna. Nuguseyo?"

Kyuhyun mendadak bungkam. Ia tahu namja di depannya ini adalah Lee Kangin. Apa harus dirinya memberitahu namanya.

Kyuhyun menarik nafas nya perlahan. " Saya teman Sungmin, ahjussi"

"Oh.. geuraeyo.. kalau begitu terimakasih telah menjaga putraku di sini."

"Baiklah ahjussi saya pamit pulang dulu." Setelah membungkukan badannya Kyuhyun mulai meninggalkan ruang rawat itu. Bersyukur Kangin cepat datang, kalau tidak, Kyuhyun tidak tahu harus bersikap seperti apa ketika Sungmin sadar nanti.

"Kyuhyun-ah"

Tubuh Kyuhyun menegang ketika suara yang sangat familiar itu terdengar olehnya. Kyuhyun menoleh dan mendapati sang appa yang tengah duduk dengan santai di salah satu bangku rumah sakit. Kyuhyun tentu saja terkejut bagaimana Hankyung tahu dia ada di sini. Tiba-tiba saja pikiran nya tertuju pada satu nama.

'Kang Yura' desis Kyuhyun dalam hati.

"Sampai kapan kau berdiri di sana. Kemarilah!" Hankyung menepukan tangannya salah satu bangku kosong di sampingnya.

Kyuhyun berjalan perlahan, entahlah ia sudah terlanjur pasrah dengan apa yang akan dilakukan appa nya terhadap kehidupannya saat ini.

"Appa turut berduka cita atas musibah yang menimpa Sungmin"

"Dia belum meninggal. Kenapa suara appa terdengar menyedihkan" jawab Kyuhyun dingin.

"Oh.. benarkah. Sayang sekali"

Kyuhyun berdecih mendengar suara Hankyung yang terdengar terlalu berlebihan. "Apa yang appa telah rencanakan saat ini?!"

Hankyung tertawa melihat wajah putranya yang tampak mengerikan. "Menurutmu?"

Setelah itu sepasang ayah dan anak itu hanya terdiam. Kyuhyun menatap kosong pandangan di depannya. Sementara Hankyung malah terlihat sedang memfokuskan pandangannya terhadap salah satu object yang berada di rumah sakit itu. Hankyung berkali-kali mengernyit tetap belum sampai Hakyung melihat dengan pasti, sosok itu segera berlalu dari hadapannya.

.

.

Heechul kini tengah dilanda rasa cemas. Beberapa saat yang lalu, pasalnya saat menelpon Sungmin, ternyata appa nya lah yang mengangkatnya dan memberitahu bahwa Sungmin masuk rumah sakit. Bagi Heechul, Sungmin sangat membuat hatinya nyaman. Tawanya, senyuman nya membuat Heechul bisa sedikit bahagia di tengah masalah yang menimpa rumah tangga nya. Kebahagiaan itu bertambah ketika mengetahui bahwa Sungmin mencintai Cho Kyuhyun yang tak lain adalah putranya sendiri. Meskipun Heechul belum memberitahu identitas nya yang sebenarnya.

Heechul sampai di depan pintu ruang rawat Sungmin. Setelah memastikan bahwa ia tidak salah kamar, Heechul pun membuka pintu tersebut.

Mata Heechul terbelalak ketika mendapati dua sosok yang ada di hadapannya saat ini. Selain Sungmin yang nyatanya telah siuman, sosok lagi satu yang membuat dirinya lebih terkejut.

"Lee Kangin?"

"Heechul hyung"

~000oo000~

"Yeoboseo, Minnie hyung?"

"Nde Hae-ah, wae?"

"Ya! Kau di mana. Kenapa tidak masuk kuliah?"

"Pelankan sedikit suaramu. Aku sedang di rumah sakit."

"Mwo?! Kau sakit hyung? Baiklah aku dan Hyukjae akan segera ke sana. Tunggu kami, Min hyung"

Piip

Donghae mengalihkan pandangannya pada Hyukjae yang tengah menikmati minumannya. Donghae terkejut mendengar Sungmin yang masuk rumah sakit.

"Hyukkie-ah?"

"Hm?"

"Sungmin masuk rumah sakit"

Hyukjae hampir saja tersedak. Bagaimana ia baru tahu kalau sahabat nya masuk rumah sakit. Hyukjae merutuki kebodohannya yang sekarang ini lebih sering bersama Donghae daripada Sungmin. bukan karena apa-apa, namanya juga baru merasakan binar-binar jatuh cinta jadi wajar bukan.

"Kita segera kesana Hae!"

Donghae mengangguk, dengan cepat ia mengambil kunci mobil dan menarik Hyukjae segera menuju mobilnya.

~000oo000~

Hankyung telah berada di rumah nya sejak satu jam yang lalu. Tentu saja dengan Kyuhyun, walau sedikit ada pemaksaan oleh Hankyung, toh pada akhirnya Kyuhyun menurut perintah sang appa.

"Appa heran dengan mu. Kau tidak terlalu bodoh untuk mencerna kalimat appa beberapa hari yang lalu kan? Jauhi Sungmin jika kau ingin dia selamat!"

Kyuhyun terdiam. Pikirannya bercabang antara harus menuruti keinginan sang appa dan meninggalkan Sungmin, atau memaksakan kehendak tapi nyawa Sungmin lah taruhannya. Ia tahu bahwa Yura telah mengadu pada Hankyung. Kyuhyun benar-benar frustasi, apa yag harus dirinya pilih.

'Eomma' batin Kyuhyun lirih.

"Jangan sentuh dia!"

"Maka dari itu jauhi dia! Appa sudah menyiapka Yura sebagai pengganti Sungmin. Dia cantik dan tidak taukah kau jika nanti kalian menikah, maka Cho corp akan mendapatkan kekuasaan lebih tinggi lagi karena putra tunggal ku menikah dengan putri dari pemilik Kang corp"

"AKU TIDAK MENCINTAI WANITA MENJIJIKAN ITU!" nafas Kyuhyun tersengal-sengal. Selama ini Kyuhyun yang Hankyung tahu adalah anak yang penurut. Apapun yang diperintahkan pasti Kyuhyun akan segera mengerjakannya tanpa banyak mengeluh. Tapi menyangkut dengan Sungmin, Kyuhyun berani menentang sang appa. "Aku bukan straight.. keluarga ku juga bukan straight. Atas dasar apa appa memerintahkan ku untuk menikah dengan wanita" ujar Kyuhyunn dingin.

"Tapi_"

"Benar! Karena kekuasaan. Semua hanya karena kekuasaan. Apa aku baru saja menjadi korban kekejaman appa ku sendiri? Dengan tega appa merenggut kebahagiaan putranya hanya karena iming-iming kekuasaan semata? Ku rasa keputusan eomma meninggalkan appa adalah keputusan yang tepat!"

PLAK

"Jaga bicaramu Cho" geram Hankyung. Tangannya terasa bergetar setelah dengan reflek menampar pipi kanan Kyuhyun. Inilah pertama kalinya Hankyung menampar putranya sendiri.

Kyuhyun menyeringai sambil memegangi pipinya yang sedikit memerah akibat tamparan yang dilayangkan Hankyung terhadapnya. "Hanya tamparan?" Kyuhyun berdecih. "KENAPA APPA TIDAK MEMBUNUH KU SAJA!" Setelah itu Kyuhyun berlari menuju kamar nya. Membanting pintu kamar nya dengan cukup kuat membuat Hankyung sedikit terperanjat.

Hankyung hanya menghela nafas nya. Ia terlalu dibutakan oleh kekuasaan. Karena bagi dirinya hanya dengan kekuasaan ia bisa mendapatkan kebahagiaan. Hankyung ingin keluarga nya bahagia. Ia tidak ingin keluarga nya merasakan apa yang Hankyung rasakan sewaktu dirinya masih remaja. Terpuruk dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu hanya karena perusahaan ayah Hankyung bagkrut. Tidak tahukah Hankyung, bahwa keluarga perlahan hancur karena tindakannya?

Mendengar Kyuhyun mengungkit kepergian Heechul dari rumah 3 tahun lalu. Membuat hatinya mendadak sakit. Sesak yang ia rasakan ketika tahu bahwa orang yang ia cintai pergi karena tidak tahan menahan malu akibat perbuatannya.

.

.

Kamar Kyuhyun seperti tidak terbentuk lagi. Barang-barangnya berserakan di mana-mana. Sedangkan sang pemilik kamar hanya terduduk dengan menyandarkan punggungnya di dinding.

Kyuhyun tertawa. Ia menertawakan dirinya sendiri yang terlihat sangat memprihatinkan. "Tidakkan aku terlihat seperti orang bodoh sekarang? Diperalat oleh ayah ku sendiri? Hahah.. lucu sekali."

"Kenapa aku dipertemukan oleh mu? Kenapa aku bisa mencintaimu? Kenapa takdir ini begitu kejam terhadap kita berdua LEE SUNGMIN!" Kyuhyun berteriak dengan menjambak rambutnya. Siapapun yang melihat kondisi Kyuhyun saat ini akan meringis.

~000oo000~

"Appa mengenalnya?" Tanya Sungmin ketika melihat wajah terkejut Kangin melihat kedatangan Heechul.

Sebelum Kangin menjawabnya, Heechul pun mendekati Sungmin dan memeluk erat tubuhnya. "Kau baik-baik saja. Aku sangat menghawtirkan mu"

Sungmin tersnyum dan membalas pelukan Heechul. "Aku baik-baik saja, eomma"

Kangin terkejut mendengar Sungmin yang memanggil Heechul dengan sebutan eomma. Ia sungguh tidak mengerti. Di dalam hatinya terus bertanya-tanya apa saja kejadian yang ia lewatkan ketika dirinya berada di Jepang?

"Kau istirahatlah. Aku akan meminjam appa mu sebentar."

"Tapi_"

"Kamu pergi dulu Sungmin-ah" belum sempat Sungmin melajutkan omongannya, tangan Heechul segera mendoronog tubuh Kangin untuk segera keluar ruangan.

"Apa maksud semua ini?" Tanya Kangin penasaran.

"Kau tenang dulu. Bisakah mencari tempat yang sedikit nyaman untuk bercerita?"

.

.

.

Disinilah Heechul dan Kangin sekarang. Terduduk di salah satu café dekat dengan rumah sakit.

Heechul menyesap teh hangat nya sebentar lalu meletakkan kembali cangkir itu di mejanya. "Sungmin tidak tahu bahwa aku adalah eomma Kyuhyun" jelas Heechul.

Kangin mengernyir bingung. "Bagaimana bisa?"

"Karena kami tidak sengaja bertemu, dan aku juga baru tahu bahwa Sungmin adalah putramu. Dia sangat cantik Kangin-ah. Tapi menurutku ini belum saat nya untuk memberitahu padanya yang sebenarnya."

Kangin mengangguk sekilas. "Dia memang cantik. Selain itu hanya Sungmin lah keluarga yang aku punya."

Heechul terdiam. Mendadak perasaan bersalah menghampiri dirinya. Heechul mana mungkin tidak tahu bahwa istri dari Kangin telah meninggal dua tahun lalu. Kabar itu ia dapatkan dari suami sahabat nya Jung Yunho. Dan Heechul pun sudah tahu penyebab dari kematian Lee Jungsoo adalah akibat dari suaminya sendiri. Kalau boleh jujur, sedari tadi Heechul sedikit gugup ketika bertemu dengan Kangin. Ia takut kalau ayah Sungmin itu akan marah padanya dan menyalahkan dirinya atas kematian Jungsoo. Tapi perkiraan nya salah besar. Kangin menyambut nya dengan hangat terlihat seakan tidak ada masalah diantara mereka. Itu membuat Heechul merasa semakin bersalah pada keluarga Lee.

"Aku turut berduka cita atas kematian istrimu dan maaf aku tidak bisa hadir, karena_" Heechul tidak dapat melanjutkan kata-katanya. Sungguh ia tidak sanggup mengutarakan alasannya.

Kangin kembali mengangguk. Ia paham dan tahu apa yang sedang terjadi dengan namja cantik itu. "Aku mengerti"

"Aku mewakili suami dan anak ku meminta maaf atas kesalahan yang telah keluarga kami perbuat terhadap keluarga mu, Kangin-ah"

"Aku sudah memaafkan nya sejak lama"

Heechul menggeleng, seiring dengan liquid beningnya yang perlaha keluar dan membasahi pipi namja cantik itu. "Tidak! Kau tidak bisa memaafkan kami dengan semudah itu. Hankyung telah merenggut nyawa istrimu. Setidaknya hukumlah kami"

Kangiin tersenyum tipis. Ia tahu namja cantik di depannya ini menanggung beban yang sangat berat atas perbuatan suami nya. ia tidak sampai hati untuk melakukan apa yang Heechul minta. Bagi Kangin sekarang adalah kebahagiaan Sungmin. Masa lalu adalah masa lalu, dan ia tidak ingin masa lalu itu ia bawa di masa ini dan masa depannya.

"Apa Sungmin telah menceritakan semua nya padamu?" Tanya Hechul sembari menghapus pelan airmatanya.

"Iya. Sungmin telah menceritakan semuanya padaku. Putraku sangat mencintai Kyuhyun. Tapi setelah mendengar cerita dari Sungmin bahwa Kyuhyun mencampakannya. Tidak dipungkiri hati ku juga ikut sakit, hyung. Ini sangat menyiksa putraku."

"Mianhae Kangin-ah, jeongmal minahae."

Untuk kesekian kalinya Kangin hanya mampu menganggukkan kepalanya sekilas.

"Aku belum mengetahui penyebab Sungmin masuk rumah sakit." Ujar Heechul

"Sungmin pingsan akibat anemianya kambuh. Tapi ia bercerita sebelum nya bertengkar hebat dengan putramu. Sesampainya aku di rumah sakit. Putraku telah dijaga oleh seorang pemuda. Tapi aku lupa menanyakan namanya. Kurasa dia yang telah membawa Sungmin ke rumah sakit." Jelas Kangin.

"Begitukah?"

.

.

.

"Sungmin-ah~" Sungmin yang tengah asik menikmati sebuah jeruk di tangannya itu segera menoleh ke sumber suara. Senyum nya mengembang melihat dua sosok yang baru saja memasuki ruang rawat nya. Sahabat nya Lee Hyukjae dan sahabat barunya Lee Donghae.

"Kau sudah baikkan?" Tanya Hyukjae dan dibalas dengan anggukan oleh Sungmin.

"Aigo aigo.. kau sakit tetap manis Sungmin-ah. Ah ya! Lihat ini aku membawakan sesuatu" Donghae menyerahkan bungkusan kecil pada Sungmin.

"Apa ini?" Tanya Sungmin seusai menerima bungkusan dari Donghae.

"Kami membawakan mu kue labu. Kau pernah bilang sangat menyukai labu kan." Ujar Hyukjae.

"Hwaa kue labu.. gomawo Hyukjae-ah Donghae-ah.. kemari!" Sungmin pun merentangkan taangannya sangat lebar. Hyukjae dan Donghae mengerutkan alisnya melihat Sungmin yang seperti itu.

Sungmin berdecak malas melihat tidak ada tanggapan dari kedua sahabat nya itu. "Sini ku peluk, mau tidak?"

Hyukjae dan Donghae tersenyum. "Tentu saja kami mau" ujar nya bersamaan dan menghambur kepelukan Sungmin. Ketiga orang yang saling bersahabat itu hanyut dalam suasana riang, sesekali gelak tawa meramaikan suasana diantara mereka.

.

.

.

Di salah satu bar Kyuhyun terlihat menikmati segelas wine di tangannya. Pemuda aquarius itu seskali menyesap minuman berwarna merah pekat itu. Beberapa yeoja menghampiri Kyuhyun untuk menawarkan tubuh nya padanya, namun dengan kejamnya Kyuhyun menyentak semua yeoja itu.

"Kau.. hanya membuat pikiran ku semakin runyam" racau Kyuhyun.

Kyuhyun mengangkat gelas yg berisi wine itu di hadapannya. Ia tatap lekat cairan di dalam gelas itu. Kyuhyun tersenyum begitu mengerikan ketika ia menatap lekat gelas itu.

"Aku.. apa.. harus meninggalkanmu,huh?" racau Kyuhyun lagi. Pengaruh alkhohol yang cukup tinggi pada wine itu perlahan membuat Kyuhyun mabuk.

Seakan belum puas. Kyuhyun kembali meneguk cairan itu sampai habis. Tubuhnya sudah hilang kendali hingga tertidur di bar tersebut. Tidak ada yang berani memabangunkan Kyuhyun, karena pihak bar tahu kalau ia sampai berani melakukan hal yang menurut Kyuhyun sangat mengganggunya maka Kyuhyun tidak akan segan-segan untuk menutup permanen bar itu.

"Aku.. rasa.. aku akan mulai… membenci mu, Sungmin-ah" Kyuhyun kembali bersuara dalam tidurnya.

"Saranghae" itu adalah kata terakhir Kyuhyun sebelum ia benar-benar tertidur dalam keadaan mabuk.

.

.

.

Malam ini Sungmin telah diizinkan untuk meninggalkan rumah sakit karena tubuh Sungmin terlihat lebih baik dari sebelum nya. Sungmin memaksa appa nya untuk mengizinkan dirinya pulang bersama Donghae dan Hyukjae. Meski berat hati, Kangin tetap memperbolehkan Sungmin ikut dengan dua sahabat nya itu.

"Lalu kapan kalian mengajak ku makan ice cream?" Tanya Sungmin dari kursi mobil bagian belakang.

Hyukjae mendengus mendengar permintaan Sungmin. Sebeleum nya memang Hyukjae menjanjikan Sungmin untuk mengajak nya makan ice cream bersama. Tapi kan Sungmin baru saja keluar dari rumah sakit, Hyukjae tidak ingin mengambil resiko jika tubuh Sungmin kembali sakit. "Pasti, Min. Tapi tidak dalam waktu dekat ini." Ucap Hyukjae final.

Sementara Sungmin mengerucutkan bibirnya dan menggerutu kecil. Sangat lucu sekali tingkahnya. Donghae melihat kelakuan Sungmin yang selalu seperti itu membuat pemuda pecinta ikan itu heran. Apa benar Sungmin lebih tua dari nya.

"Benar kata Hyukie, kau baru sembuh. Tidak mungkin kami mengajak mu makan sembarangan. Kau tidak ingat pesan appa mu tadi?" Donghae lah yang kini menggantikan Hyukjae untuk menceramahi Sungmin.

"Iya.. iya.. aku mengerti. Menyebalkan sekali!"

Donghae dan Hyukjae kembali terkekeh kecil. Melihat Sungmin merajuk merupakan hiburan tersendiri bagi mereka.

Cckkiiitt

Tiba-tiba saja Donghae mneginjak rem secara mendadak, membuat Hyukjae dan Sungmin terdorong ke depan.

"Ada apa?" Tanya Hyukjae.

Donghae terdiam. Mencoba menajamkan pengilhatannya di sebuah parkiran bar yang mereka lewati. "Itu.. bukankah mobil Kyuhyun?" Donghae menunjuk salah satu diantara mobil yang berjejer rapi diparkiran itu.

Hyukjae pun mengikuti arah pandang Donghae. Memang benar dari seluruh mobil yang ada di sana. Mobil yang ditunjuk Donghae terlihat lebih mewah dan elegan.

Sungmin terdiam. Walau tidak dipungkiri hatinya berdebar. Ia yakin mobil yang dimaksud Donghae memang benar mobil Kyuhyun, dirinya sangat yakin akan hal itu. Tapi, kalau mobil nya berada di parkiran bar itu pastinya pemilik mobil itu ada di dalam bar kan.

"Kalian tunggu di sini. Aku akan masuk untuk memastikan" Donghae turun dari mobil. Hyukjae yang awalnya berniat mencegah Donghae hanya mampu mendengus melihat tindakan namjachingunya itu.

Hyukjae menoleh ke bangku belakang. Di sana, Sungmin nampak terdiam sambil terus menatap ke luar kaca mobil tepatnya ke arah bar yang dimasukki Donghae.

.

.

.

Di dalam bar Donghae melempar kan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan bar tersebut mencoba mencari sosok yang ia yakini berada di dalam tempat ini.

Pandangan matanya terhenti ketika menemukan sosok yang ia cari. Sosok itu tertidur tetapi tidak benar-benar tidur, karena sosok itu sedang mabuk berat. Donghae mempercepat langkahnya mendekati sosok itu.

"Dasar! Tidak adakah hal lain yang lebih kekanakkan selain mabuk seperti ini" gerutu Donghae sambil membopong tubuh Kyuhyun yang terpejam.

"NUGUYA!" teriak Kyuhyun sambil mengikuti langkah Donghae yang membopongnya.

"Aissshh kau minum berapa botol wine hingga mabuk seperti ini."

Kyuhyun tertawa keras. Matanya sesekali terbuka dan kembali terpejam. "Hahahah.. aku mabuk? Tidak! aku tidak mabuk"

Donghae membiarkan Kyuhyun mengoceh sesuka hati. Bau alkhohol begitu menyengat dari tubuh Kyuhyun. Donghae tahu, kalau Kyuhyun mabuk seperti ini menandakan ada hal yang sungguh-sungguh membuat pikiran namja berkulit pucat itu terganggu. Terakhir kali ia mendapati Kyuhyun dalam kondisi seperti ini adalah saat tiga tahun lalu, di saat eomma Kyuhyun pergi dari rumah.

.

.

"Oh! Itu mereka!" seru Hyukjae ketika melihat dua pemuda keluar dari bar tersebut. Pemuda yang satu terlihat mabuk, dan satu lagi terlihat kelelahan membopong pemuda yang sedang mabuk itu. Hyukjae segera turun dari mobil dan membantu Donghae untuk membopong Kyuhyun.

Sungmin menatap tubuh namja yang tengah mabuk itu dengan tatapan nanar. Ia buang pandangannya ke segalah arah, mencoba menahan air matanya yang pasti akan keluar sebentar lagi.

"Kau bawa dia ke mobil ku, akan kusuruh orang untuk membawa mobil Kyuhyun. Brengsek ini sedang mabuk berat"

Hyukjae mengangguk patuh dan membawa tubuh Kyuhyun segera menuju mobil Donghae. "Sungmin-ah tolong bantu aku" titah Hyukjae sembari mendudukan tubuh Kyuhyun tepat di samping kursi Sungmin. Walau sedikit enggan, toh Sungmin tetap membantu.

"Hahh.. terakhir kali ku lihat dia mabuk itu sewaktu tiga tahun yang lalu. Sewaktu ditinggal eomma nya. sekarang apalagi yang membuatnya kembali seperti ini" ucap Donghae. Namja dengan sejuta pesona itu menyalakan mesin mobil nya.

"Eomma Kyuhyun memangnya ke mana?" Tanya Hyukjae penasaran.

Donghae mendengus, ia ingat betapa mengenaskan nya penampilan Kyuhyun waktu itu. "Eomma nya kabur dari rumah dan sampai sekarang tidak kembali lagi".

Hyukjae ber oh ria mendengar penjelasan dari Donghae. Namja bergummy smile itu menadadak iba. Kyuhyun tidak seperti yang ia kira.

Sementara Sungmin hanya duduk terdiam, dirinya merasakan detak jantungnya tidak menentu karena kehadiran Kyuhyun di sampingnya. Walau tertidur, Sungmin tidak memungkiri bahwa ketampanan Kyuhyun memang tidak pernah luntur meskipun dengan mata yang terpejam. Sungmin mendengarkan apa yang diceritakan oleh Donghae, sedikit banyak Sungmin tahu tentang Kyuhyun yang juga ditinggalkan oleh sosok eomma nya. Meski tidak sama seperti dirinya, ia tahu bagaimana rasanya ketika kita hanya seorang diri tanpa belaian kasih dari seorang ibu. Pasti sangat berat menanggung itu semua.

Puk.

Eh? Sungmin tersentak begitu merasakan pundaknya ada yang mengganjal. Ternyata kepala Kyuhyun tidak sengaja terjatuh di pundak Sungmin. Hembusan nafas dari namja itu membuat Sungmin tidak bisa berkutik. Getaran halus itu kembali muncul sama persis ketika Sungmin pertama kali bertemu dengan Kyuhyun.

"Aku sangat.. bodoh.. " Kyuhyun kembali meracau di tengah keheningan yang tercipat di dalam mobi Donghae.

"Aku membenci mu, appa. Sangat!" suara Kyuhyun terdengar lebih lirih dari sebelumnya.

"Aku membenci mu, Sungmin. Menjauh dariku"

DEG

Sungmin memejamkan matanya erat. Sangat sakit rasanya ketika untuk kedua kalinya ia mendengar kalimat itu. Perlahan Sungmin membuka matanya, ia menyadari bahwa matanya mulai berkaca-kaca. Sungguh tidak sanggup ketika kata-kata itu harus ia dengar kembali dari mulut seorang Kyuhyun.

"Min-ah" Hyukjae yang bermaksud ingin menenangkan Sungmin tiba-tiba Donghae menempatkan telunjuk di depat bibirnya, mengisyaratkan Hyukjae untuk tidak berbicara apapun.

"Kau akan membawa kami ke mana, Hae?" Tanya Sungmin dengan suara parau, ia menahan mati-matian air mata bodohnya yang memaksa keluar dari pelupuk mata cantiknya.

"Kita akan mengantar Kyuhyun terlebih dahulu ke rumah nya."

Hyukjae dan Sungmin sontak terbelalak.

'ANDWE!' Batin Sungmin menjerit. Tidak! untuk kali ini ia sangat memohon untuk tidak dipertemukan oleh ayah dari Kyuhyun. Mata Sungmin bergerak gelisan, harus bagaimaa dirinya bersikap untuk sekarang ini.

Hyukjae tahu bahwa sahabat nya kini tengah dilanda rasa cemas. Ia tahu bahwa Cho Hankyung adalah orang yang sangat Sungmin benci, walau Sungmin berkata mencoba memaafkan appa Kyuhyun, tapi tak dipungkiri bayang-bayang kejadian dua tahun lalu selalu membuat Sungmin ingin balas dendam.

"Apa tidak sebaiknya kita antar ke apartemen nya saja, Donghae-ah? Ku rasa Kyuhyuun sedang ada masalah dengan appa nya."

Donghae berfikir sebentar. "Ah ya.. kau benar, hyung. Kita membawa nya ke sana saja" Donghae memutar balikkan arah laju mobilnya ke perkawasan apartemen elit di daerah gangnam.

Sungmin dan Hyukjae mendesah lega. Ketika mendapati nasib baik kembali menghampiri dirinya untuk saat ini.

~000oo000~

"Kau yakin bisa kami tinggal, Min?" Tanya Hyukjae ragu. Ya mereka telah sampai di kamar apartemen Kyuhyun. Tiba-tiba saja mereka dikejutkan dengan permintaan Sungmin untuk menemani Kyuhyun seorang diri. Donghae merasa cemas, karena ia tahu hubungan antara Kyuhyun dan Sungmin sedang tidak harmonis.

Hyukjae masih menatap sangsi ke arah namja cantik itu. "Aku takut jika Kyuhyun lepas kendali maka ia akan berbuat di luar batas, Min"

Sungmin menggeleng lemah. "Tidak usah menghawtirkan ku. Aku di sini hingga sampai keadaan Kyuhyun membaik. Justru aku yang akan sangat khawatir Kyuhyun ditinggal sendiri di sini dalam keadaan mabuk."

Hyukjae menghela nafasnya. Kalau sudah begini, Sungmin tidak bisa dibantah lagi. Watak Sungmin yang keras kepala membuat Hyukjae memilih mengalah pada namja mungil itu.

"Ya sudah kalau itu yang kau mau. Kalau ada apa-apa segera hubungi kami."

Sungmin mengangguk dan mengantar kepergian Hyukjae dan Donghae dari apartemen Kyuhyun . Setelah sepasang kekasih itu menghilang dari pandangannya. Sungmin menutup pintu apartemen Kyuhyun secara perlahan dan menghampiri sosok Kyuhyun yang masih setia tertidur.

Sungmin menaikki ranjang Kyuhyun untuk melepaskan pakaian Kyuhyun yang sangat dominan dengan bau akhohol yang sangat menyengat dan mengganti nya dengan pakaian yang baru.

Jari tangan lentik itu perlahan membuka satu persatu kancing kemeja yang dipakai Kyuhyun. Apa Sungmin tidak membenci Kyuhyun? kalau kalian membutuhkan jawaban maka jawabannya adalah 'tidak!' karena Sungmin telah mencoba menanamkan kebencian dirinya terhadap pemuda bermarga Cho itu. Tapi hasilnya ia malah makin mencintai namja berwajah stoic itu.

Kancing kemeja Kyuhyun telah terlepas dengan sempurna. Dan memperlihatkan dada bidang Kyuhyun serta perutnya yang memperlihatkan abs samar nya. Sungmin meneguk ludah nya. tangannya mendadak bergetar ketika perlahan ia ingin melepas kemeja itu dari tubuh Kyuhyun.

Tapi belum sampai Sungmin melepas nya. Tangan kekar Kyuhyun tiba-tiba mencengkram keras tangan Sungmin dan membuat namja cantik itu terkejut dan meringis dalam waktu bersamaan. Ia menatap mata Kyuhyun yang masih terpejam. Apa namja itu sedang mengigau.

Dengan cepat Kyuhyun membalikan tubuhnya membuat tubuh Sungmin ikut berbalik sehingga posisi mereka saling bertindih, Kyuhyun yang menindih dan Sungmin yang ditindih.

"Kyu, apa yang kau lakukmmmpppffthh" tanpa memberikan Sungmin kesempatan untuk berbicara, bibir Kyuhyun langsung menyambar bibir Sungmin dengan ganas.

Seakan Kyuhyun mendapatka permen yang rasanya sangat manis. Namja jangkung itu terus saja memainkan bibir milik Sungmin itu dengan lihai. Dan tanpa Kyuhyun sadari, sosok yang ia cium menteskan air mata. Hati Sungmin berdenyut nyeri ketika mendapati bahwa tubuhnya tengah terkekang oleh tubuh orang yang membencinya.

"Ngghh mmpphhhh" Sungmin terus melenguh, batinnya memberontak antara harus menolak atau justru menikmati permainan Kyuhyun.

"Cuuhh kup Kyyuuuhhh.. mmmpphhhh"

.

.

.

.


TBC


Apa ini? Ahahhah… saya aja gak tau kenapa tiba-tiba update chap gaje begini xD otak saya lagi pas-pasan buat mikir..

Enaknya ini ff ditamatin cepet-cepet atau dilamain, saya juga bingung.. endingnya udah terpikir bakal bagaimana.. tapi masih belum rela kalau ff ini end gitu aja #ditimpuk

(For chap 6):
Cho Adah Joyers: nah iya.. gimana donk ini.. kalau tamat nya cepet ntar gak seru..

Kim Yong Neul: sayangnya Hankyung tidak akan semudah itu membiarkan Kyuhyun jatuh cinta ama ming TT Heechul bakal segera keluar kok… nih orangnya #tentengHeechul

Rahma Lau137: udah lanjuttt

zagiyajoyers: apa hayoo yg bakal dilakukan hankyung? Pada pingin cepet2 nyuruh heechul munculin diri ya? Hehe sabar oke semua ada waktunya.

gyumin4ever: iya! Yura itu siapa lagi… main muncul2 aja, siapa yang munculin sih.. xD hankyung insyaf tunggu di kisseu heechul dulu #apaini

Cho MeiHwa: hankyung appa gak jahat kok dia baik huhu.. #puk2appaHankyung

henlicopter: eh? Masa sih.. ahahaha,, saya typo again -_-, iya emank pertamanya peran yeoja nya saya mau pake nama eunji, Cuma rada gak sreg aja..

abilhikmah: kalo berani bunuh ming.. saya bunuh yura duluan.. *smirk

Ami Yuzu: emank yura siapa? Saya aja gak kenal #plak# iya donk pembuktian kekuatan cinta kan emank harus banyak yang menghalangi, kalau berhasil melewati itu semua, berarti cinta mereka kuat. Seperti punya daddy #ups

delimandriyani: yura not yuri. Kira2 kangin bagusnya ngelakuin apa biar hankyung cepet sadar? Saya line 99.. #mudabangetyaaa xD

ShinJiWoo920202: huuhh yeoja itu siapa yang munculin sih.. xD maunya hankyung diketemuin sama kangin gak? Itu terserah saya.. hahahah #dibekep

hayjj: chulli eomma kabur karena gak kuat nahan malu akibat kelakuan hankyung yang selalu melenyapkan pesaing2 nya dengan cara keji hanya demi kekuasaan, yahh termasuk keluarga sungmin juga TT

ratu kyuhae: saya kesel ama yura aja, kalo hankyung nya hanya jadi korban cast dari ff saya aja #pundung# jungmo udah mati sejak chap 1 TT #nangisdipojokan

ZaoLdyKyu: Sungmin cerita banyakk banget ke chulli.. saking banyaknya ampe gak tau mereka ngomong apa aja #plak
mian eon belum bisa nyalin comment eon ke kotak review.. lagi sibuk sama sesuatu #jiahhh

mayasiwonesteverlastingfriends:: han appa gak jahat kok.. #pukpuk

reiasia95: benci ama yura ya? Iyasih saya juga sebel, itu yeoja datang darimana juga saya gak tau tiba2 udah nyempil aja di ff saya..

Chika sparkyu: ammiinnn semoga hal buruk gak terjadi.. doain aja supaya ming selamat.. gak perlu diminta kyuhyun pun akan selalu menjaga tambatan hatinya #eeaaa

kity ming90: bakalan saya paksa kyuhyun nya supaya mau ngelakuin sesuatu..

(for chap 5):
Guest: iyaa pasti bakal dibantu, doain aja yahh..

5351: ammiiinnnn

oh yaa.. saya cuma mau minta pendapat aja nih.. kira2 kalo ff ini saya post di wp setuju gak?

Nahh udah saya jawab semuanya… #kibar2benderakyumin#
dan makasih juga yang udah fav and follow ff saya ini..
bagi yang masih bingung silahkan nanya aja, saya bakal jawab biar nggak bingung lagi.

SEE YOU AT NEXT CHAP~