"siapa disana?" Sehun membuka pintu mobil sedikit terbatuk-batuk karena masih terkejut pria itu melangkah keluar menapaki jalan lenggang dihadapanya, wajar waktu telah menunjukan pertengahan malam. Suara cicitan kecil membuat Sehun berlari kecil menuju arah depan mobilnya.
"Oh tuhan." Kagetnya menatap seekor anak anjing yang merintih kecil. Anjing itu terlihat menggemaskan dengan warna putih dan hitam disekitar mata persis layaknya seekor panda. Dengan prihatin Sehun membawa anjing itu dalam gendongannya, ada luka di kaki bagian depannya. Setelah meletakan dimobil Sehun segera melajukan mobilnya. Senyum tercetak bahagia di wajahnya.
"Jong-in pasti senang." Gumanya melirik anak anjing yang terlihat tenang.
Sehun berlari tergesa-gesa menuju rumah sakit tempat rawat Jong-in. Pria albino itu mengedarkan pandangannya mencari seorang ganosha yang bisa merawat anjingnya.
"Dimana aku bisa mendapatkan perawatan untuk anjing ini." Kata Sehun terengah.
"Berikan pada saya, tuan. Kami akan mengirimkannya kepusat perawatan hewan. Tolong nama anda atau kartu nama." Sehun dengan cepat merogoh sakunya menyerah kan satu buah kartu nama. Setelah itu pergi dengan mengatakan terima kasih sebelumnya.
"Cepat cepat." Sehun berguman menatap angka - angka dalam lift yang silih berganti. Hatinya berdebar oleh kebahagiaan.
Ting.
Langkah demi langkah terasa lebih ringan saat Sehun keluar dari pintu lift satu belokan dan Sehun bisa melihat disana berdiri Baekhyun, Chanyeol, Kris dan Luhan juga Kyung-soo. Semakin Sehun melangkah semakin jelas dia bisa melihat mereka tengah berdiri. Diliputi kebahagiaan Sehun bahkan tak sadar dengan raut wajah mereka yang menunjukkan kesan berbeda.
"Sehun..." Guman Baekhyun menatap Sehun yang tersenyum lebar. Semua eksistensi jatuh padanya.
"Bagaimana? Kapan kita bisa bertemu Jong-in." Balas Sehun. Baekhyun tampak menghirup nafas berat bibirnya bergetar. Sehun tak tahu tapi rasanya hawa disekitar terasa dingin. Sehun menatap semua orang disana, tak ada kebahagiaan semua menatapnya prihatin dan penuh duka.
"Kapan Jong-in dipindahkan dari ICU?" Tanya lagi. Chanyeol maju dan meremas pundaknya yang mulai kaku. Sehun menepis tangan Chanyeol lalu melangkah ke arah Kris yang sedari menunduk.
"Ada apa ini?" Katanya setengah mendesak Kris. Kris masih menunduk. Begitu pula Luhan dan Kyung-soo yang sama - sama memutuskan untuk bungkam.
"Jawab aku kenapa kalian diam."
"Sehun..."ujar Kris dengan nada rendah.
"He's gone... Jong-in was gone," lanjutnya. Membuat raungan Baekhyun pecah memenuhi koridor. Sehun masih dalam keterdiamanya. Dia menatap Kris dalam lamunan panjang.
"Sehun..."ujar Chanyeol menyadarkan Saya Sehun. Sehun menatap Chanyeol.
"Katakan bahwa ini bohong."
"Dia mengalami kegagalan operasi beberapa saat kemudian." Sela Kris.
"Sehun..." Ujar Chanyeol kembali menenangkan.
"Jong-in sudah berjanji padaku. Aku bahkan mendapatkan anak anjing itu."
"Kau masih punya kami." Sehun menatap mereka dengan duka berjalan mundur seakan - akan merasa asing dengan keberadaannya.
"I-ini tidak mungkin..."
"Kau harus tegar seperti apa yang selalu Jong-in katakan padamu."ujar Kris pada akhirnya.
"Tidak."
"Ini semua salahku. Aku yang membuatnya pergi..."lanjutnya.
"Jangan lagi menyalahkan dirimu. Jong-in akan sedih." Lirih Baekhyun menahan isakanya.
"Tidak.."
"Tidak,"
"Tidak!"
Tidak dan tidak Sehun hanya bisa berguman kata - kata itu. Lalu yang akhirnya terjadi hanya dirinya yang menangisi dirinya sendiri. Ini memang salahnya.
****"
2 tahun kemudian
"Oh grup memang hebat. Pesta ini hebat."
"Hati - hati Baekhyun didalam perutmu ada sesuatu yang berharga selain lemak - lemakmu itu."
"Hey Oh Sehun kau sangat kejam. Aku bahkan tak berlemak."
"Orang hamil memang mengerikan." Ledek Sehun.
"Akan ku adukan kau pada Chanyeol." Sehun hanya mendelik.
"Ada apa ini?" Ujar suara bass di belakang mereka.
"Sehun menyebalkan dia mengatakan padaku bahwa aku berlemak."
"Berhenti kekanak - Kanakan paman Oh. Pergilah."
"Kau mengusirku?"
"Tidak... tapi apa kau tidak mendengar namamu dipanggil? cepat pergi sana CEO Oh."
Sehun meninggal pasangan itu dengan senyum di bibirnya melangkah kakinya menuju podium. Sementara Baekhyun mulai menyandarkan dirinya di dada bidang Chanyeol sambil menatap Sehun yang tengah memberikan pidatonya.
"Aku tak menyangka akan ada hari dimana Sehun akan menjalani hidupnya lagi. Lihat betapa cerianya dia."
"Kepergian Jong-in yang membuat Sehun sangat terpukul. Sempat membuatku khawatir bahwa Sehun tak akan bisa seperti ini tapi aku sangat senang sekarang. Bisa melihat dia tersenyum setiap hari." Balas Baekhyun
"Sehun hanya ingin mengwujudkan permintaan terakhir Jong-in."
"Jong-in pasti senang sekarang."
"Aku berharap Sehun pun begitu."
"Dia pasti bahagia jangan khawatir."
"Aku juga ingin memberikan selamat untuk manager juga selaku sahabatku untuk kehamilan anak pertama mereka. Sekarang lengkap sudah kebahagiaan mereka membuatku tenang." Ucap Sehun dipodium Chanyeol memberikan simbol okey padanya. Membuat Sehun tersenyum.
Sehun melajukan mobilnya pelan melewati Sungai Han lalu berhenti dan berjalan disisi sungai. Menatap air sungai yang mengalir riak.
"Dengar Jong-in sekarang aku bahagia. Jadi apa kau senang. Tak ada yang bisa menebak apakah aku benar - benar bahagia. Berpura-pura seperti ini menyiksaku. Jong-in kenapa kau tak kembali sedang aku disini menepati janjiku dan kau tidak. Ahhh aku menitipkan Jangga pada Baekhyun Jangga adalah nama anjing kecil kita. Ngomong - ngomong tentang Baekhyun. Baekhyun tengah hamil 8 bulan usia yang matang untuk menghadapi kelahirannya. Aku harap aku bisa melihat anak mereka. Tapi aku terlalu merindukanmu jadi aku hanya bisa mengucapkan selamat pada mereka. Lihat aku akan mengirim pesan singkat pada mereka."
Sehun membalikkan tubuhnya berjalan menuju jalanan yang ramai dengan lalu lalang mobil. Pria itu tersenyum.
"Jong-in ah sekarang rasanya aku bahagia."
Cahaya yang datang hanya membuat Sehun melayang. Meski sekujur tubuhnya merasakan sakit aneh hal itu membuat hatinya damai.
"Apa kau fikir Sehun dan Luhan."kata Baekhyun penasaran.
"Kuharap ya. Apa kau tidak apa - apa tentang Luhan."
"Sehun harus meneruskan hidupnya dengan Luhan dia pasti bisa cepat melupakan Jong-in. Bukan berarti aku melupakan Jong-in dia selalu tak terlupakan untuk diriku pribadi dan jika Sehun bisa melupakan Jong-in aku bahagia. Jong-in pasti sependapat." Kata Baekhyun serius.
"Aku tau ini demi kebaikannya juga."
"Kalau begitu cepat hubungi Sehun katakan padanya tentang Baby party kita dia selalu menjadi yang paling semangat. Katakan padanya untuk memberikan kado istimewa." Chanyeol ikut tersenyum saat melihat Baekhyun yang terlihat antusias.
"Dia mengirimkan pesan." Ujar Chanyeol.
"Benarkah... Apa katanya." Chanyeol membuka pesan.
"Park Family... Selamat untuk kelahiran anakmu satu bulan lagi. Aku sudah menyiapkan hadiah... Aku bahagia melihat kalian dari atas podium tadi. Oh iya hari ini aku ingin mengejar kebahagiaan ku... Kau tau selamanya Jong-in adalah segalanya untukku. Jadi kalian taukan... Aku pergi berbahagialah..."
"Tidak mungkin." Baekhyun menatap Chanyeol tubuhnya gemetar.
"Angkat telponya idiot!"
"Sehun dia..."
Sekilas info
Pemilik dari Perusahaan ternama di Korea Selatan bernama lengkap Oh Sehun ditemukan sudah tidak bernyawa dalam sebuah kecelakaan tunggal dijalanan besar Sungai Han belum jelas apa motif di belakang ini yang jelas beberapa saksi mata mengatakan bahwa korban berjalan melin-
"Chanyeol..." Raung Baekhyun.
"Sehun kau penipu. Kau bahagia?"
Kita rangkai memori ini untuk diri kita sendiri
Dimana hati kita tak pernah patah
Dan waktu selamanya beku. Selalu
END
Jangan pada marah ye heheh
