Title : Only U

Author : Hwang Tae Rin

Disclaimer : Semua character disini milik YME, author Cuma pinjam nama

Rate : T

Main Cast : KyuMin.

Main Pair : Siwon,Changmin,Kibum,Leeteuk,Kangin And Other..

Genre: Family,Hurt/Comfront and Brothership.. (?)

Warning: YAOI,Typo(s),Don't Plagiat,Don't SILENT READERS. . .

Summary : "Ani, jangan Min. Jangan seperti ini."/"Apa yang harus kita lakukan yeobo, apa kita kasih tau sekarang saja?"/"Hyung mian.."

Note : Fanfiction ini murni hasil karya saya selaku author, saya tidak rela dan tidak ikhlas jika hasil karya saya ini si plagiat oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab, dalam bentuk apapun!

DON'T LIKE DON'T READ

HAPPY READING…!

Last Chapter

Di Kantin~

Terlihat tiga namja sedang asik menyantap makanan mereka, tetapi sepertinya hanya dua orang saja yang makan dengan nikmat. Tidak untuk namja satu lagi yang entah sejak tadi hanya diam, mengaduk-aduk makanan di depannya dengan wajah yang dia tangkupkan pada tangan kirinya.

'Menyebalkan! Sekali kenapa hyung malah mengobrol dengan Siwon hyung, bahkan aku yang berstatus sebagai dongsaengnya hanya di biarkan saja. Ekh, Hey! Hey! Kim Kyuhyun kamu bilang apa, sudahlah mereka itu berteman untuk apa kamu marah-marah seperti cemburu pada namjachingu mu eoh!' Batin Kyuhyun.

"Ck! kenapa aku jadi merasa cemburu seperti ini sih!" Gumam Kyuhyun pelan dan berdecak lidah. Tetapi ucapan Kyuhyun masih dapat terdengar Siwon dan Sungmin.

"Apa Kyu kamu bilang apa?" Tanya Sungmin dan Siwon serempak.

"Ekh!"

.

.

.

.

Dengan sebelah alis yang naik, wajah yang terlihat pabbo dan juga eksperesinya yang terlihat terkejut itu membuat wajah sempurna milik seorang Kim Kyuhyun rusak. Yah! Namja ini bagaikan orang ling-lung Sungmin dan Siwon yang melihat sikap serta ucapan aneh dari Kyuhyun bertanya, bukannya di jawab namja tersebut malah hanya terbengong saja.

"YA! Kyu waeyo, kenapa hanya diam." Kesal Sungmin sambil memukul pelan pipi Kyuhyun.

"Ekh! n-nde hyung wae?"

"Ish! Kamu kenapa hhmmm…. Kok sedari tadi hyung lihat kamu hanya mengaduk-aduk makanan mu, ah! ya dan tadi juga kamu bergumam…" Sungmin memasang wajah berfikir berusaha mengingat ucapan Kyuhyun barusan.

"Ck! kenapa aku jadi merasa cemburu seperti ini sih!" Lanjut Siwon sambil mengikuti gaya bicara Kyuhyun tadi. Sedangkan Kyuhyun namja ini sudah malu setengah mati entah salah lihat atau memang kenyataan, Sungmin melihat sedikit semburat pink di pipi Kyuhyun dan jujur saja Sungmin senang melihatnya. Entahlah yang pasti dia berfikir Kyuhyun jadi terlihat manis di matanya.

"M-MWO! Ka-kapan aku bilang begitu?" Tanya Kyuhyun bohong.

"Kyu jangan berbohong, sikap menutupi sebuah kebenaran itu sangat tidak baik. Aku pernah baca buku penulis asal Italia, katanya berbohong adalah salah satu perilaku yang tidak terpuji dan bahkan kamu bisa mendapatkan dosa berkali lipat lebih banyak. Jadi ppali bicara yang jujur, atau kamu akan dosa." Jelas Siwon panjang lebar, bagaikan seorang pendeta gereja. Sungguh ingin rasanya Kyuhyun menjedotkan kepalanya ke dinding, saat ini dia benar-benar dalam keadaan bagaikan di ujung tanduk. Otak pintarnya saja entah kenapa tiba-tiba tidak berkerja normal, membuatnya tambah pusing akan keadaan mendesak.

"Kyu gwencahana eoh?" Tanya Sungmin khawatir.

"Te-tentu saja hyung aku tidak apa-apa, masih sehat." Jawab Kyuhyun kaku dengan sebuah cengiran yang menghiasi wajah tampannya.

"Apa kamu cemburu aku dan Sungmin dekat seperti sepasang kekasih!" Tebak Siwon, dan gotcha! Tebakan yang sebenarnya asal-asalan tadi memang benar terkena pas di bagian utama fikiran Kyuhyun saat ini. Sungmin yang mendengar ucapan Siwon cukup berharap, dia juga tidak tau kenapa. Yang penting perasaannya saat ini memang berharap, bahwa sang dongsaeng ternyata mulai bisa menyukainya yah! Walaupun hubungan sesama namja di pikir aneh sebagian orang, bahkan di anggap gila tetapi Sungmin tidak peduli itu. Sungguh Sungmin hanya menginginkan Kyuhyun di sampingnya setiap saat, dan menganggapnya bukan sebagai saudara atau lebih tepatnya sebagai namjachingunya.

"Hahahaha… Siwon hyung kamu sangat lucu, mana mungkin aku menyukai hyung ku sendiri. Bukankah aku dan Sungmin hyung saudara, kalau memang aku menyukai Sungmin hyung hubungan tersebut sangat tidak baik. Hubungan sesama jenis itu sangat melanggar agama bahkan norma, sungguh aku tidak pernah berfikir seperti itu." Tolak Kyuhyun dengan sebuah tawa yang menurutnya dapat mengubah suasan mencengkam tadi, menjadi mencair agar dia tidak di introgasi lebih lanjut dengan pertanyaan-pertanyaan aneh lainnya.

Namja manis itu terdiam di samping Kyuhyun, ketika mendengar ucapan serta penjelasan dari bibir itu langsung. Membuat hatinya tertohok seketika, bahkan Siwon yang mendengarnya juga sempat kaget karena yang Kyuhyun ucapkan sebenarnya memang benar. Tetapi yang membuatnya khawatir bagaimana namja itu, Sungmin namja yang dia suka namja yang sangat,sangat dia cintai itu bagaimana. Siwon yakin perasaan Sungmin sudah hancur saat ini, bagaikan kepingan kaca yang rapuh. Bahkan terkadang Siwon sangat kagum dengan sikap Sungmin, dengan perlahan namja imut itu masih bisa bertahan menunggu sang dongsaeng yang mungkin tidak akan pernah melihatnya.

Memang Sungmin seorang namja tetapi, namja ini berbeda dia memiliki hati yang lembut dan rapuh. Siwon yang notabenenya sebagai teman atau sahabat dekat seorang Kim Sungmin, dapat melihat jelas perasaan Sungmin dari raut wajahnya. Namja tampan itu terkadang berfikir, Sungmin itu bagaikan sebuah kaca yang mudah rapuh dan juga hancur tetapi juga susah memasang kembali setiap inchi kaca tersebut. Sama halnya dengan Sungmin, hati namja ini terkadang pecah tetapi di saat itu juga dia berusaha menyatukan kembali perasaanya hanya untuk seorang namja Kim Kyuhyun walaupun rasa kecewa serta sakit itu sangat lama untuk dia hilangkan.

Kyuhyun yang sudah selesai berbicara menoleh ke Sungmin, hanya untuk mendapatkan pendapat pada hyungnya itu. Tetapi betapa kagetnya dia ketika melihat air mata yang mengalir bebas di pipi hyungnya.

"Hahaha.. iyakan Sungmin hyung, ekh! Su-Sungmin hyung.. hyung kenapa pipi mu basah, apa kamu menang-.." Belum selesai Kyuhyun berucap, Siwon dengan sigap menarik Sungmin berdiri dari duduknya dan mendekap Sungmin berusaha menutupi air mata tersebut.

"Ah! Aniyo Kyu biasanya mata hyung mu ini kelilipan mungkin, jadi mengeluarkan air mata. Sudah dulu ya kami harus buru-buru ke kelas Yoochun seosangnim memanggil kita, sampai jumpa lagi Kyu." Dengan sedikit terburu-buru Siwon merangkul Sungmin untuk berjalan menjauhi Kyuhyun, yang saat itu hanya menatap bingung kepergian dua namja tersebut.

"Sungmin hyung kenapa, apa dia sakit hati dengan perkataan ku tadi." Gumam Kyuhyun pelan, sambil menangkup wajahnya.

"Jika memang benar, berarti…" Kyuhyun menghentikan ucapannya dan tidak lama melanjutkannya.

"Hyung menyukai ku." Bisik Kyuhyun sambil menunjuk dirinya sendiri.

"Ah! Hahahaha… itu tidak mungkin, Sungmin hyung mana mungkin menyukai ku. Kita kan bersaudara bahkan sesama namja, ck! Memang sih akhir-akhir ini hubungan sesama namja banyak yang melakukannya. Tetapi tidak mungkin Sungmin hyung adalah namja penyuka sesama jenis, dan aku kan namja normal. Aniyo aku ini normal, namja normal yang pastinya menyukai yeoja aish! pasti semua pemikiran ku ini salah nde aku yakin itu!" Ucap Kyuhyun yakin sambil memakai tas punggungnya, dan berdiri dari kursinya dengan mulut dan logika yang masih berkerja.

"Aigo! kenapa kepala ku tiba-tiba pusing, ck! Dan kenapa aku merasa sangat melukai perasaan Sungmin hyung. Bukankah perkataan ku tadi memang benar, semua hubungan sesama jenis itu tidak baik." Lanjut Kyuhyun lagi. Baru saja namja ini ingin melanjutkan pemikirannya, seseorang malah seenak jidatnya menerjang punggungnya.

"Kyuhyun! My best friend evil!" Teriak Changmin dengan tubuh yang berada di punggung Kyuhyun, seperti anak koala.

"YA! Changmin turun dari punggung ku, kamu ini berat pabbo." Bentak Kyuhyun sambil berusaha menjaga keseimbangan agar mereka berdua tidak akan jatuh bersama, dan akan menanggung malu yang besar.

"Hehehehe…. Ne ne.. mianhae, oh! iya Kyu tadi kamu mikirin apaan sedari tadi aku mendengar mu bergumam 'Bagaimana ini, bukankah hubungan sesama jenis itu tidak baik dan bla bla bla..' Kamu kesurupan apa, kenapa tiba-tiba kamu berfikir hubungan sesama namja. Atau jangan-jangan kamu mulai tegoda untuk melakukan hubungan sesama jenis, huwwaaa! Aniyo jangan rebut kesucian ku!"

BLETAK!

"YA! kenapa memukul kepala ku dengan tas besar mu itu eoh! hiks.. appoyo.." Sakit Changmin, karena memang benar tas Kyuhyun sangat berat jadi jika di pakai sebagai senjata kemungkinan siapa saja akan pingsan.

"Siapa suruh kamu berbicara sembarangan, dan aku tidak menyukai namja. Aku ini masih normal Shim Changmin, dan aku tidak sudi melihat tubuh tiang mu itu. Masih bagus juga tubuh ku, dasar orang gila!" Gerutu Kyuhyun dan tanpa babibu namja ini langsung meninggalkan Changmin.

"Ekh! YA! Kyu jangan tinggalkan aku, aku ikut dengan mu!" Teriak Changmin lalu mengikuti Kyuhyun yang sudah berjalan jauh meninggalkannya.

_Only U_

Pukul 16.36~

Dengan hati-hati Siwon mendudukkan Sungmin di sebuah bangku panjang, yang terdapat di taman tengah kota. Yah! Saat ini kedua namja ini berada di sebuah taman yang termasuk banyak di datangi oleh masyarakat Seoul, jadi tidak heran bahwa keadaan taman ini sangat ramai tetapi juga sangat nyaman bersamaan.

"Minnie." Panggil Siwon pelan.

"Hiks.. hiks.. Wonnie eotthokhe? Hiks.. Kyuhyun pasti sangat jijik kepada ku, dia tidak mungkin menyukai ku. Bahkan melihat ku saja tidak, perasaan ini sama sekali tidak dia ketahui hiks.. aku sudah tidak kuat hiks.." Sedari tadi Sungmin terus saja menangis, dari kampus sampai perjalanan mereka ke taman ini Sungmin masih saja betah menangis. Bahkan Siwon yang melihatnya hanya bisa diam, mendengar setiap ucapan Sungmin yang keseluruhannya adalah tentang Kyuhyun.

'Apakah kamu juga tidak pernah melihatnya Min, melihat perasaan ku. Perasaan yang sudah lama aku rasakan sampai saat ini.' Batin Siwon lirih.

"Hiks.. aku harus bagaimana hiks.. ak-.."

Cup!

Secara tiba-tiba entah sejak kapan bibir itu sudah menempel di bibir yang berbentuk M milik Sungmin, hanya menempel dan lepas begitu saja. Tetapi entah kenapa rasanya sangat hangat dan juga lembut.

"Ap-apa yang kamu lakukan Wonnie, ke-kena-.."

"Sssttt… sudah jangan menangis lagi Min, mian aku mencium mu tadi. Habis aku sudah bingung bagaimana membuat mu diam, dan tenang sejenak. Aku juga tidak menyangka bahwa aku mencium mu tadi, tubuh ku bergerak sendiri." Jelas Siwon takut, takut bahwa Sungmin akan marah kepadanya akibat sikap tidak sopannya tadi. Sedangkan Sungmin, sudahlah namja ini hanya diam dan menyandarkan dirinya di senderan bangku berusaha merasakan hembusan angin yang menerpa dirinya saat ini. Ya walaupun perasaan canggung mulai merasukinya, karena kejadian barusan.

"Min." Panggil Siwon dengan tangan yang mengelus tengkuk lehernya, demi apapun itu Siwon sungguh tidak suka dengan suasana saat ini terasa kaku dan hening. Itu semua karena sikap mu tadi tuan Cho. -_-

"Apa aku harus mengatakannya sekarang." Ucap Siwon tanpa sadar, dan Sungmin yang mendengar ucapan Siwon barusan bertanya balik.

"Wo-Wonnie kamu mau mengatakan apa?" Tanya Sungmin pelan.

"Ekh! i-itu.. eeemm…."

'Ya sudahlah dia sudah terlanjur dengar, lebih baik aku bilang sekarang saja.' Ujar Siwon dalam hati.

"Haaahh.. begini Min, ak-aku.." Ucapan Siwon berhenti ketika melihat seorang ajhusi yang berjualan balon memang jaraknya cukup jauh tapi bukan Choi Siwon namanya kalau cepat mengeluh, dengan senyum yang mengembang namja ini menoleh ke Sungmin.

"Min tunggu dulu ne, aku pergi sebentar saja kok!" Ketika berucap seperti itu Siwon langsung pergi meninggalkan Sungmin yang terbengong bingung dengan keadaan.

"Woonie kenapa?" Gumam Sungmin.

.

.

.

Selama Sungmin yang masih menunggu Siwon, namja tubuh kekar ini berlari menghampiri ajhusi tersebut yang sudah sangat banyak di kelilingi oleh anak-anak.

"Hosh.. Hosh.. Hosh.." Dengan nafas yang memburu, Siwon mengelap keringatnya yang mengalir dari pelipisnya. Lalu melihat-lihat bentuk dan warna bermacam-macam balon yang di jual oleh ajhusi tersebut.

"Permisi tuan." Panggil seseorang dan membuat yang di panggil tuan itu menoleh.

"Nde ajhusi wae?" Tanya Siwon sopan.

"Apa anda ingin membeli balon? untuk siapa?" Tanya sang penjual balon bertubi-tubi, sempat membuat Siwon bingung untuk menjawab tetapi akhirnya Siwon lebih memilih jujur saja.

"Ah! Nde saya ingin membeli balon untuk.. eeemm…. Mungkin bisa di bilang untuk orang yang saya sukai, tapi kita belum resmi berpacaran. Karena itu ajhusi saya ingin membeli balon untuknya, sebagai pendamping saya untuk menyatakan perasaan kepadanya." Jawab Siwon dengan senyum yang tidak lepas pada wajah tampannya, ajhusi itu tersenyum mendengar ucapan Siwon.

"Oh! begitu apa bisa saya bantu memilih, mungkin saja calon pasangan tuan akan senang."

"Eoh! jinja? Kamsahamnida ajhusi." Balas Siwon gembira.

"Nde ya sudah sekarang orang yang tuan taksir itu, menyukai warna apa dan bentuk yang seperti apa?" Tanya ajhusi tersebut sambil mencari-cari balon yang dia punya.

"Dia menyukai warna pink, tapi kalau bentuk saya cukup bingung ajhusi."

"Kalau begitu bentuk hati ini saja ne, bukankah kamu mau menyatakan perasaan mu." Ujar ajhusi tersebut sambil melihatkan bentuk balon yang berbentuk hati, dengan warna pink yang terlihat lembut.

"Baiklah saya beli ini ne ajhusi, oh! iya tapi apa ada lagi yang serupa dengan balon hati ini?" Tanya Siwon.

"Nde bahkan sangat banyak."

"Ah! Bagus.. kamsahamnida ajhusi sudah mau membantu saya." Ucap Siwon dan membungkukkan tubuhnya sopan.

'Aku berharap semoga kamu senang Min, dan menerima ku.' Batin Siwon semangat.

.

.

.

Sudah sekitar 10 menit Sungmin menunggu kehadiran Siwon, tetapi entah kemana perginya namja tersebut. Sambil terus melihat arlojinya Sungmin mendengus kesal, karena tidak melihat batang hidung temannya itu.

"Aish! Woonie kemana sih! Lama sekali dia pergi, apa mungkin dia meninggalkan ku sendirian di sini. Mana hari mulai mendung." Ucap Sungmin dengan kepala yang menengok ke atas di mana awan memang mulai gelap.

"Huufff.. dasar namja itu." Gerutu Sungmin kesal.

Sungmin yang memang moodnya buruk, malah makin memburuk dengan hilangnya Siwon. Bahkan sedari tadi Sungmin hanya melihat arlojinya tersebut, lebih tepatnya melamun.

"MINNIE!" Teriak seseorang dan Sungmin tau benar siapa pemilik suara tersebut, dengan pelan Sungmin mendongakkan kepalanya dan apa yang dia lihat sekarang membuat namja imut ini menutup mulutnya terkejut.

"Astaga! Apa-apaan ini?" Tanya Sungmin pelan, seperti sebuah bisikkan.

Namja imut ini dapat melihat jelas Siwon yang berada di tengah-tengah banyaknya anak-anak di taman tersebut, dan tiap anak memegang balon berwarna pink dengan bentuk hatinya yang terlihat lucu. Sedangkan Siwon namja itu memegang balon yang sangat banyak, tetapi balon itu serupa dengan balon yang lain hanya saja balon yang Siwon bawa jumlahnya lebih banyak dan mengakibatkan sekumpulan balon yang di genggam Siwon membentuk hati yang besar.

"Wo-Wonnie apa yang kamu lakukan?" Tanya Sungmin lagi, sambil berdiri dari duduknya memperhatikan kejadian di depannya sekarang. Karena jarak Siwon dan Sungmin cukup jauh, karena itu Sungmin harus sedikit maju untuk melihat lebih jelas.

"MINNIE! AKU INGIN MENGUCAPKAN SESUATU PADA MU DENGAN BALON-BALON INI, LIHAT DAN JAWAB NE!" Teriak Siwon dari tengah taman, bahkan sebagian pengunjung sudah berkumpul di sekitar tampat tersebut.

"Ok! ketika Siwon ajhusi bilang hitungan ketiga balik semua balon ne." Suruh Siwon pada anak-anak tersebut, dan tentunya Sungmin tidak mendengar karena jarak mereka. Sedangkan anak-anak tersebut hanya mengangguk semangat.

"Baiklah! HANA DUL SET!" Ucap Siwon dan semua balon yang di bawa anak-anak tersebut di balik, menampakkan sebuah kata yang berada pada setiap balon.

Sungmin melotot melihatnya, sungguh ini semua tidak pernah di bayangkan bahwa yang tertulis pada balon itu adalah…

S-A-R-A-N-G-H-A-E K-I-M S-U-N-G-M-I-N

"Wo-Woonie.." Ujar Sungmin lirih, entah kenapa air matanya mengalir begitu saja dari mata indahnya. Dia cukup kaget dan bingung dengan apa yang terjadi sekarang, bahkan seluruh orang yang melihat moment romatis ini berteriak 'TERIMA! TERIMA!' Seluruh berteriak seperti itu, dan malah tambah membuat Sungmin bingung harus menjawab apa. Bukankah selama ini Siwon tau kalau dia menyukai Kyuhyun, bukan dirinya.

Perlahan Siwon melangkah maju menghampiri Sungmin dengan kumpulan balon yang masih berada di tangan kirinya, lalu terus berjalan ke Sungmin yang saat itu menangis dengan telapak tangan yang menutupi mulutnya berusaha menahan isakkan tangisnya.

"Minnie ka-kamu menangis?" Tanya Siwon kaget, membuat namja tampan ini jadi kalang kabut.

"Mi-Minnie jebal jangan menangis, kalau kamu memang tidak ingin menerima perasaan ku ju-juga tidak apa-apa. Aku tau kamu menyukai dan bahkan sangat mencintai Kyuhyun, hanya saja selama ini aku juga menyukai mu dari sejak pertama kita bertemu di Senior High School." Ujar Siwon dengan kepala yang tertunduk lesu, yah sebelum dia melakukan ini semua dia sudah menanamkan kegigihan pada hatinya. Jika memang Sungmin tidak menerimanya dia akan rela melepaskan Sungmin, mengubur semua perasaannya pada Sungmin.

"Hiks.. kenapa kamu melakukan ini semua Woonie, hiks.. apa kamu tidak mengerti ucapan Kyuhyun tadi, hubungan sesama namja it-.."

"Aku tidak peduli." Ucap Siwon, memotong ucapan Sungmin.

"Aku tidak peduli Min, walaupun aku tau nanti orang tua ku pasti akan melarang hubungan ini dan mungkin saja aku akan di tendang dari keluarga Choi. Aku rela meninggalkan semuanya, harta keluarga dan mungkin cita-cita ku. Karena aku mencitai mu Min, aku akan rela melakukan apapun untuk mu. Segalanya, segalanya akan aku lakukan untuk membahagiakan mu." Siwon menghentikan ucapannya, dan melihat derasnya air mata yang mengalir dari mata Sungmin.

"Saranghae Kim Sungmin neomu neomu saranghae." Dengan suara yang terdengar lirih Siwon, mendekatkan tubuhnya dengan Sungmin lalu memegang tangan yang lebih mungil darinya dengan tangan kanannya.

"Min mau kah kamu menjadi namjachingu ku?" Tanya Siwon lembut, dengan senyum yang tidak lepas dari wajahnya.

"Wo-Wonnie aku… aku tidak tau." Jawab Sungmin. Saat itu jugalah entah kenapa perasaan cemas masuk ke hati Siwon.

"Wae? apa kamu masih ragu dengan perasaan ku Min, sungguh aku sangat mencintai mu. Bahkan melebihi dari Kyuhyun, namja yang tidak pernah memperhatikan mu."

"Wonnie jaga ucapan mu." Bentak Sungmin dan menyentak genggaman Siwon.

"Mi-Minnie jebal jangan seperti ini, apa kamu benar-benar tidak pernah merasakan perhatian ku selama ini kepada mu. Sejak dulu aku selalu mengikuti mu, bagaikan seorang penguntit aku selalu berusaha menjadi teman mu tetapi kamu selalu mengacuhkan ku. Sudah sekian lama aku berusaha akhirnya kamu mau menjadi teman ku sejak aku pernah menolong mu dari bullyan teman-teman dulu, aku sangat senang saat itu dan bahkan aku berjanji akan selalu melindungi mu serta perasaan mu. Aku sudah lama bersabar menunggu mu, menunggu bagaikan orang bodoh yang tidak mungkin perasaannya terbalaskan. Bahkan berkali-kali kamu selalu menghancurkan perasaan ku, karena setiap hari aku mendengar mu bercerita tentang Kyuhyun bukannya diri ku yang selalu di sisi mu." Mata itu mulai memerah dengan setiap kata yang namja ini ucapkan, hatinya waktu itu sangat sakit ketika tau bahwa namja yang dia suka menyukai namja lain. Menyukai namja yang ternyata adalah dongsaeng atau saudaranya sendiri Kim Kyuhyun.

"Wonnie…" Ucap Sungmin pelan, sambil menatap Siwon seperti tatapan memohon untuk tidak melanjutkan ucapan tersebut. Karena hati Sungmin makin tersiksa dan bersalah.

"Min." Panggil Siwon, dengan tangan yang kembali menggengam tangan Sungmin erat.

"Haaahhh… Minnie sekali lagi aku tanya kepada mu, apa kamu mau menjadi namjachingu ku. Jika kamu mau please ambil balon ini jika tidak, ambil dan lepaskan semuanya." Jelas Siwon.

Sungmin kembali menatap manik mata Siwon, memang terlihat jelas sekali bahwa mata itu mengatakan keseriussan dengan semua ini.

"Aku.. aku.."

.

.

.

.

TBC

Chapter 7 Update! XD

Aigo! eottheeee? Apa chap ini mengecewakan? D:

Hhhhmm… apa chingudeul pada tau apa jawaban Sungmin untuk Siwon? Hayooo! Apa? =D Kekeke~ :D

Gomawo ne untuk chingudeul yang masih mau mereview, dan juga tae rin berterima kasih mau memfavorite, bahkan memfollow FF tae rin.. :)

Oh! iya ini balasan reviewnya neee… :D

Heldamagnae chap 6 : Kekeke~ gomawo neee.. :)

sitapumpkinelf cha 6 : Nde udah kmarin mlam.. :D

SSungmine chap 6 : Hhhhmm….. sepertinya ya.. PLAK! v(^_^)

mhinniemin chap 1 : Aigo! Gomawooo neee.. XD

sissy chap 6 : OK! :D

ChoFanni chap 6 : Oh! nenek eonni kenapa? D: apa eeemm… ya meninggal.. D: ya ampun eonni, yang sabar neee.. D: nde tae rin doakan semua ibadahnya di terima di sisi Allah.. :) *hug

valen chap 6 : Kekeke~ Nde gwenchana.. :)

hyuknie chap 1 : Hehehe nde.. :)

hyuknie chap 2 : Iya juga sih!.. ._. Tpi mau gimana lagi.. D: tae rin cukup bingung memberi marga apa?

hyuknie chap 3 : Ooohh…. Kalau masalah itu hhmmmmm tae rin belom tau PLAK *digamparKyu

hyuknie chap 4 : Ekh! prg itu apa ya? ',')a

winecouple chap 6 : Oh! itu.. iya bner bnget, tpi nanti deh itu semua tae rin buka di chap laen Ok! jadi please bersabarlah.. :) Lho! Chingu review dua kali, apa kepencet ya..? tapi gpp sih terserah chingu. Kekeke *samaaja -_-

kyky chap 6 : Hehehe.. jawaban ada di chap iniiii.. XD

hyuknie chap 5 : Ani mereka hanya bercandaan aja tuh!.. :D

hyuknie chap 6 : Hhhhmm….. Klo rahasia KangTeuk nanti pokoknya ada deh di chap laen, so please tunggu dulu ne.. :) Hhhmm… Kyu suka atau nggak sama Min nanti deh! Di chap laen pasti terbuka semua.. ^_^

Ok! balas-balas review kemarin dan kemarin lusa udh di blas.. maybe.. v._. PLAK! *digamparchingudeul Hehehe :D

Baiklah seperti biasa kawan-kawan jangan lupa habis baca di review Ok! ok!..

Hhhmm… akhir kata samapi jumpa di next chaap yooo… b(0_0)

Annyeonggg.. ^-^