Setelah malam yang dilalui berdua bersama Kuroko, Akashi masih tak bisa meningat apapun akibat wine ang di minumnya.

Sangat disayangkan Akashi tidak mengingat sama sekali apa yang terjadi padanya malam itu.

Yang membuat Akashi kesal seingatnya hari ulang tahun yang ia lewati adalah malam di hotel tanpa ucapan selamat ulang tahun dari Tetsuya, dan itu membuatnya kesal teramat kesal sangat amat kesal!

Kini sudah lebih dari 4 hari berlalu Akashi terus lembur dengan berkas- berkas yang ada di kantor untuk melampiaskan kekesalannya, sampai pada-

"Wah wah ku kira kau sedang berkencan dengan Kuroko, Sei-obocama" Goda Nijimura pada sang sepupu masuk tanpa mengetuk pintu.

"Suzo aku sedang sibuk, jadi bisakah kau tinggalkan ruangan ini" Ucap Akashi masih sibuk dengan pekerjaannya.

"Lalu bagaimana dengan malam ulang tahunmu kemarin, dengan Kuroko?" Goda Nijimura lagi.

"Hah!? Apa yang kau katakan, malam ulang tahun aku berada di hotel" Ucap Akashi semakin kesal namun Akashi terdiam sejenak, kenapa waktu itu dia terbangun di ruangan Kuroko?

Namun melihat ekspresi Akashi yang tidak sedang berbohong tentu membuat Nijimura sedikit terkejut.

'Ahh apakah Sei melupakannya? Anak ini benar-benar sangat di sayangkan'

.

.

.

Sore harinya saat Kuroko pulang wajahnya yang awalnya pucat kini semakin pucat.

"Tada-ima~ Chihiro-nii eh ada Nijimura-san juga" Ucap Kuroko menyadari tubuhnya sedang tak fit.

"Okaeri Kuroko (ucap Nijimura dan Chihiro bersamaan)? Wajahmu tampak pucat, apa kau baik baik saja?" Ucap Chihiro yang awalnya berada di bangku yang sama dengan Nijimura, kini berjalan mendekati Kuroko.

"Aku baik-baik saja, tapi aku akan langsung istirahat" Ucap Kuroko berjalan ke kamarnya.

"Kuroko~" Ucap Chihiro sedikit cemas.

.

.

.

Dikamar

"Moshi-moshi, Ogiwara-kun ada apa?" Ucap Kuroko mengangkat teleponnya yang berdering.

"Kuroko, besok minggu ada acara?" Ucap Ogiwara terdengar sedikit panik.

"Ada apa? Ogiwara-kun" Jawab Kuroko tak mau basa-basi.

"Sebenarnya hari minggu ini aku mau ke rumah sakit pusat dan harus membawa Mochi tapi Kaia?"

"Ah Kaia sedikit tidak suka dengan suasana rumah sakit?"

"Emp begitulah~" Ucap Ogiwara pasrah.

"Emp baiklah, minggu bawa ke mari. Aku akan menjaga Kaia" Ucap Kuroko.

"Arigatou! Kuroko" Itulah akhir dari perbincangan telepon mereka, dan Kuroko tanpa melepas smartphone dari tangannya benda itu sudah terjatuh dan kesadaran Kuroko mulai menghilang.

.

.

Ditempat lain

Usia kandungan Chihiro semakin membesar dan masa mengidam semakin terasa, Nijimurapun semakin protektif. Ia sering menginap di kediaman Chihiro.

"Chihiro apa perutmu baik-baik saja?" Ucap Nijimura yang dengan nyamannya memeluk Chihiro.

"Emp"

"Apa kau sudah minum susu?" Ucap Nijimura

"Emp"

"Mau makan lagi?"

"Nijimura-san berisik!"

"Chi-chihiro?" Ucap Nijimura lagi.

"Aku merasa ada yang tidak beres dengan Kuroko" Ucap Chihiro tampak cemas.

"Berhentilah berfikir yang aneh aneh, itu akan membebani kandunganmu"

"Emp aku tahu itu" Mulai kembali ke pelukan sang kekasih.

.

.

.

Di tempat Akashi yang masih bergumul dengan berkas-berkas kantor miliknya.

Tiba-tiba ada yang memasuki ruangan tanpa mengetuk dengan wajah sangarnya ia berkata dengan nada tinggi.

"AKASHI! BERANI-BERANINYA KAU MEMUTUSKAN KONTRAK SEPIHAK!"

"shogo"

"KARENA KAU MEMUTUS KONTRAK SEPIHAK, PERUSAHAANKU JADI MERUGI SANGAT BESAR!"

"Itu karena tak ada untungnya aku melanjutkan kerja sama dengan perusahaan sampah seperti milikmu"

"APA! KAU AKAN MEMBAYAR MAHAL ATAS INI AKASHI!"

". . ."Tanpa menghiraukah Haizaki Shogo di depannya.

"AKU AKAN MENGHANCURKAN MILIKMU YANG PALING BERHARGA SAMA SEPERTI YANG KAU LAKUKAN PADA PERUSAHAANKU!"

"Kita lihat saja" Ucap Akashi mulai tersulut api oleh ancaman pria di depannya.

.

.

.

Tanpa terasa hari minggupun tiba, di kamar Chihiro yang biasanya ada Nijimura di sisinya saat terbangun.

"Ni-jimura-san?" Menyadari bahwa sang kekasih sudah tak ada di sisinya, dan rasa mual hebat kembali menyerang. Hanya wangi tubuh dari sang kekasih yang bisa meredakannya, sedang di tempat lain Nijimura sedang asik jalan dengan wanita, di sebuah toko berkelas mereka tampak sangat serasi, tak ada sedetikpun terlewatkan tanpa senyum menghiasi wajah mereka berdua.

TBC


A/n

Maaf ya autor masih belum bisa nulis yang bener kayak gimana maklum belajar nulis fanfik otodidak.

(_ _)

maaf kalo up nya telat trus dikit