jejak remah
Hetalia – Axis Powers © Hidekaz Himaruya. Tidak ada keuntungan material apapun yang didapat dari pembuatan karya ini. Ditulis hanya untuk hiburan dan berbagi kesenangan semata.
Pairing: Spain/Belgium. Genre: General/Romance. Rating: T. Other notes: untuk Spabel Week 2015.
(Jejak-jejak remah kisah-kisah. Dari fantasi hingga melodi sehari-hari.)
day 7: 7 Deadliest Sins [ Burgundy ]
warning: T+. not recommended for underages for the slight depiction of domestic violence. ditulis hanya untuk kepentingan plot, tidak untuk ditiru dan dibenarkan.
.
a. merah
Antonio datang dengan cengiran aneh malam itu, yang membuat Emma terpaku sejenak di samping meja makan. Untunglah Lovino, si kecil Louis dan Camille sudah tidur dan hanya dia sendiri yang menyaksikan Antonio meletakkan kapak besarnya yang punya noda mencurigakan itu.
Emma tak menemukan noda lain selain di sana—tidak, semoga tidak di jubah karena warna dasarnya yang telah merah darah itu kadang-kadang menyembunyikan banyak hal. Dia berusaha tersenyum dan menyapa, "Selamat datang, Antonio. Selamat malam ... aku membuatkan beberapa masakan—"
Antonio masih mempertahankan senyuman itu ketika menghampiri Emma. Dan dia memeluk lalu mencium dan—bau itu. Darah. Emma menutup mata ketika Antonio masih merengkuhnya—'Tonio, kapan kau berhenti menghentikan nafsu penaklukanmu ini?
b. siapa
Lelaki itu datang dalam keadaan berkantung mata dan berwajah lelah juga penuh gurat-gurat luka. Emma telah menunggunya di balkon istana dan mata mereka bertemu ketika kuda Antonio memasuki gerbang. Mereka bertemu di jembatan kecil menuju kastil dan Antonio langsung menyeretnya ke ruang atas, kamar Emma, tanpa mengizinkan wanita itu mendapatkan jawaban atas salam penyambutannya.
"Hei, cepat layani aku," Antonio menggigit leher Emma seperti kucing yang meminta pemanjaan, "aku lapar. Aku merindukanmu. Daerah taklukkan tak punya wanita secantik kau. Ayo," ia membanting tubuh Emma ke atas tempat tidur. Tempat tidur itu adalah yang terbaik dipilihkan Antonio, namun tetap saja, ada rasa sakit setiap kali diperlalukan seperti ini, entah karena perasaan atau fisik—
—Emma meringis ketika Antonio mulai main tangan dan mulut padanya, padahal masih ada bau amis dan ganyir dari tubuhnya serta masih ada luka merah menganga di keningnya. Tetapi dia tetap balas memeluk mencium merengkuh dan meraba ketika Antonio melakukan hal serupa, bahkan tarian liar pun dibalas gerakan sama. Jadi, siapa yang punya nafsu di sana?
c. tanda
Emma tak tahu ini karena faktor pakaian merah selutut model sackdress-nya atau apa, tetapi permintaan Alfonso kali ini adalah yang ketiga diterimanya dalam satu jam ini. Bahkan dari jauh, Gilbert yang baru saja selesai berdansa dengan Elizaveta mengendikkan dagu ke arahnya sambil menyenggol-nyenggol Ludwig yang memerah wajahnya.
Dia baru saja akan menjawab Alfonso tapi ternyata bukan mulutnya yang bersuara, "Dia milikku malam ini dan sebelumnya, juga seterusnya." Lalu dia merasakan tarikan pada lengannya dan dia dibawa ke pojok ruangan di mana meja dengan wine burgundy masih penuh. "Kau tidak boleh berdansa dengan siapapun lagi, oke, señorita?"
Itu memang dikatakan dengan nada santai dan ringan juga setengah lucu tapi Emma yakin jika ini terjadi terlalu sering maka ... itu bukan hal yang bagus untuk dibiarkan.
d. mahkota
Armada telah tertambat, barang-barang bawaan telah dibagikan, kekuasaan telah dikuatkan, dan Antonio telah kembali ke peraduan setelah panjangnya perjalanan. Dia lututkan Emma di hadapannya dan dia taruh hal yang ia rasa terhebat yang dia dapatkan di atas kepala wanita itu. Sebuah mahkota emas murni dengan berbagai permata dan bebatuan mulia yang bersinar.
"Akulah raja terhebat di dunia yang bisa memberimu mahkota termahal ini—ha ha ha, siapa lagi yang bisa menjadikanmu ratu seperti ini?"
Emma hanya menunduk dan mempertahankan kekuatannya untuk menyimpan airmata karena ... kembalikan, kembaikan Antonio-ku yang rendah hati itu—kekuasaan di dunia baru ini cuma membuatnya gila ...
e. anggur
Antonio suka merahnya anggur dan aromanya. Ia suka menghabiskannya, namun sesekali saja dia bisa menghabiskan dua gelas sekaligus—walau ia suka warna merahnya. Ia lebih tahan pada bir, enta kenapa, mungkin karena pengaruh Gilbert?
Tapi tidak ia suka jika anggur merah itu dihabiskan di hadapannya hingga bergelas-gelas dan hingga sampai menitik ke lantai dan bergenangan.
—Karena dia pasti kehilangan si Emma polos dan lucunya karena rakusnya wanita itu pada anggur ketika dia sedang kelelahan dan kehilangan pegangan lalu lupa banyak hal termasuk kepercayaan ... lantas wanita itu akan memeluk, mencium bahkan mengaitkan kakinya di tubuh Antonio, tak peduli itu di tengah umum atau di mana.
end.
trivias (for chapter 1-7):
1) chapter 1: icterine = warna kuning
2) chapter 2: fuchsia = warna sejenis magenta, transisi antara merah tua dan merah muda (mungkin bisa digambarkan jadi 'merah muda terang/mencolok')
3) chapter 3: mauve = warna ungu
4) chapter 4: café au lait = warna krem/warna kopi susu
5) chapter 5: peach = warna oranye muda
6) chapter 6: citrine = warna keemasan
7) chapter 7: burgundy = warna merah bata
thanks for reading til this far! o/
