Disclaimer : Naruto mutlak milik Masashi Kishimoto.

September, 2016

"NARUTO" fanfiction

Azmaria Eve

Presents

TADAIMA,SAKURA

"NATSU" (CHAPTER 6)

"Hisao-sama. Semuanya sudah siap. Silakan memberikan perintah anda." Gadis itu, Kana, berjongkok di tanah dengan tangan kiri menempel pada bahu kanannya, memberi hormat pada laki-laki di depannya. Laki-laki yang ditunggunya untuk memberikan perintah menatapnya tajam, tatapan dingin tanpa ekspresi tertentu di wajahnya. "Gadis itu?" tanya laki-laki yang dipanggil dengan nada penuh hormat oleh Kana bertanya pelan. "Hm. Boneka khusus saya sudah menanamkannya. Ditambah dengan efek ilusi bunga itu, semuanya sudah siap." Kana menjawab dengan mantap. Hisao tersenyum kecil. Senyum yang juga dingin di bibirnya. "Kalau begitu, lakukan. Jangan biarkan seorangpun mengganggu. Siapapun yang menghalangi, bunuh." Ucap Hisao pelan. "Baik!" seru Kana tegas. Ia segera bangkit dan bersiap melangkah meninggalkan tempat itu. "Kemarilah. Ada tugas terakhir untukmu dan setelahnya kau akan kubiarkan mati." Kana melirik ke sudut ruangan dan sesosok tubuh berjalan keluar dari kegelapan. Hayato. Tatapannya kosong tanpa ekspresi apapun. Keduanya berjalan pergi meninggalkan tuan mereka sendirian. Hisao masih memandangi kedua sosok itu menjauh, sebelum dirinya berbalik dan melangkah pergi. "Kau pasti tak sabar lagi, Hisako." Pria itu tertawa kecil. Tawa yang bergema pelan di dalam tempat yang merupakan gua yang cukup besar tersebut.

...

"Sialan! Apa maksudmu Sakura-chan penyebab kekacauan?! Jangan bohong!" teriak Naruto sambil mencengkram vest Anbu yang melaporkan bahwa Haruno Sakura menyebabkan kekacauan. Anbu tersebut tak bergeming karena ia tahu betul siapa pemuda tersebut. Selain itu, ia hanya bertugas menyampaikan pesan kepada Hokage, tak lebih dari itu. "Jelaskan lebih terperinci." Perintah Kakashi. Pasukan reguler tim Asano sedang berjaga di sekitar area rumah sakit ketika tiba-tiba terdengar bunyi ledakan keras. Dinding bangunan hancur dan rubuh di beberapa bagian. Para anggota tim segera mendekati lokasi ketika Haruno Sakura keluar perlahan dari balik dinding yang hancur tersebut. Seseorang dari tim mendekatinya untuk bertanya apa yang terjadi namun Haruno Sakura melumpuhkannya dalam sekejap. Anggota tim yang lain segera bertindak dan akan meringkus medic-nin tersebut. Saya segera pergi dari lokasi untuk melaporkan hal ini pada anda." Anbu yang rupanya ditugaskan bersama tim reguler di area rumah sakit tersebut menyudahi laporannya. "Kami menunggu perintah dari anda, Hokage-sama." Kata Anbu tersebut lagi. Semua yang berada di ruangan tersebut terdiam tak berkata-kata. Serangan di desa dan sekarang ada hal tak terduga seperti ini.

"Kau bergabunglah dengan yang lain sekarang. Terus pantau keadaan desa dan biarkan pasukan reguler mengamankan desa. Apabila keadaan sudah di luar kendali, kalian sudah tahu bukan harus melakukan apa. Pergilah sekarang." Kakashi memberi perintah. "Apa?! Bagaimana dengan Sakura-chan?!" seru Naruto. Tangannya masih mencengkram erat vest Anbu di depannya. Kakashi mengalihkan pandangannya kepada Naruto. "Uzumaki Naruto dan Uchiha Sasuke. Kalian kuperintahkan segera menuju ke rumah sakit dan mengamankan keadaan di sana. Bantu shinobi yang ada di sana. Shizune pasti sedang bertarung dengan Sakura sekarang apabila kejadiannya seperti yang dilaporkan sebelumnya." Naruto melepaskan cengkramannya dan Anbu tersebut langsung menghilang untuk melanjutkan misi dan perintah dari Kakashi. "Kakashi-sensei-"

"Aku tak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Sakura tak mungkin menyerang orang-orang di desa tanpa sebab. Kalian juga pasti tahu bagaimana dia. Sangat tidak mungkin. Maka dari itu, aku meminta kalian untuk melihat keadaan di sana dan menghentikan Sakura, apapun keadaannya. Aku tahu kalian akan melakukannya dengan baik karena kalianlah, bisa dibilang, yang paling tahu bagaimana Sakura." Kakashi memandang kedua anak didiknya tersebut. Naruto mengangguk dan segera berbalik meninggalkan ruangan Hokage. "Ayo! Sasuke!"

Sasuke hanya diam dan tak beranjak sedikitpun untuk mengikuti Naruto. Matanya masih memandang Kakashi. "Aku percayakan Sakura padamu, Sasuke." Ucap Kakashi pelan namun pemuda itu masih bisa mendengarnya.

"Jangan berharap banyak padaku." Sasuke membalas kata-kata Kakashi sebelum ia berbalik dan menyusul Naruto yang pergi lebih dahulu. Kakashi hanya menatap kepergian dua muridnya tersebut. "Yah, tentu saja aku berharap banyak padamu. Bagaimana aku tidak bisa berharap, jika aku melihat sorot matamu yang seperti itu jika mengenai Sakura." Kakashi memandang desa dari balik jendela ruangannya. "Kau sudah banyak berubah rupanya, Sasuke."

...

つづく

Short chapter ya? Bener-bener short. Well, karena ini memang sedikit selingan, haha *ngaku aja kalo emang males ngetik banyak-banyak. Chapter ini spesial saya buat secepat kilat khusus buat wowwoh geegee-san ama Katharina-san yaa. Kilat ngetik mulai jam 8 malem ampe sekarang jam 9 malem, sejam doang. Maafkan sayaaaa karena ceroboh tak mengecek ulang postingan saya setelah load di fanfic. Namun sumpahhhhh, Eve udah nyenggol anda di chapter sebelumnya(jatoh ke kubangan ngga waktu disenggol Eve?). Ada bener di file asli Eve di laptop, tapi ternyata ngga muncul nama anda waktu publish di fanfic. Apa mungkin karena nama kamu pake "." Jadi sistem ngebacanya itu address kali yak, makanya ngga muncul di chapter publish-an. Di sini Eve ucapin banyak terima kasih buat para reviewers yang udah mampir dan meninggalkan jejak kalian di tiap chapter cerita ini. Boleh ya Eve bales, mumpung short chapter nih, hehe

Namerayhani : Ini udah lanjut. Walau singkat, tapi udah lanjut, hehe

Joanna Katharina 37 : Anda mendapatkan predikat pe-reviewer dengan kalimat yang panjang,selamat! Eve suka baca reviewer kamu. Suka dengan penggambaran ekspresi kamu ketika membaca cerita di fanfic ini. Juga atas curhatan-curhatan kamu. Dan kamu benar, cukup susah menggambarkan Sasuke dalam fanfic bertema khusus. Kalau dibuat OOC jadi gimanaaa, kalo dibuat sesuai karakter juga gimanaaa. Hahahaha, begitulah. Thank you so much dear!

Sa : Err, nama kamu Cuma 'Sa' doang?Heheh,unik. Ikutin aja terus ya, ntar Eve ceritain atu-atu dalam bentuk chapter. Kilat khusus pake materai ya,hahaha

Ranindri : Anda juga reviewer setia. Sankyuuu bgt. Mantra sihir mah, harus nanya Harry Potter dulu atuh neng,hehe

Riana741 : Terima kasih udah mampir yaa

Bougenville : Bunga bougenville? Hehehe. Kamu juga dapet predikat reviewer setia ini. Update-an ini buat kamu juga yaaaaa

Ayuniejung : Oh ya? Hehehe, Eve usahakan agar abang Sasu ngga OOC banget di sini. Dan jejak kamu dalem banget. Ampe aspalnya pada bolong-bolong karena jejak kamu, hahaha

JuliaCherry07 : Okeee

Octaviadwins : Oke dooooonggg

TheLimitedEdition : Pfttt, nama kamu. Oke thor

Zarachan : Okeee

wowwohGeegee : Hahaha, ini nih orangnya. Ntar nama kamu aku rombak jadi gini aja ya biar muncul waktu Eve senggol di-publish next-nya. Semoga kamu ngga nyebur selokan karena Eve senggol,hahaha. Sankyuuu, soshite gomen na

DaunIllalangKuning : Up gan. Sasu nya lengan satu kok. Udah dijelasin di chapter-chapter sebelumnya. Hayoooo, ngga konsen yaaa *wink wink. Greget-greget gimana gimana apaan ya? Ngga ngerti Eve, hahahah. Sankyuu

KrulciferAkitsukii : Hahaha,kalo ngamuk gara-gara genjutsu Sasuke, udah ditabokin dong abang Sasu waktu dia bangun di kamar rumah sakit chapter sebelumnya. Kan Sasu juga ada di situ waktu dia bangun. Siaaapppp

Hanazono yuri : Okeeeehhh

Thank's to : silent readers, likers, favoriter, followers, etc.

Itulah balesan Eve untuk para reviewer di chapter sebelumnya yaaa. Mumpung short chapter jadi ada chance buat ngebalesin, hehehe. Next chapter mungkin Sakura vs Sasuke & Naruto. Sudah mulai masuk ke konflik yak. Bentar lagi klimaks dan tamat. Terima kasih atas kesediaannya untuk menunggu update-an fic ini dan atas kesetiaannya.

See you!

Listening to : Lotus Pain ( -man Hallow Ost.)

色々な事、有難うございます

AZMARIA EVE