Aarghh, ternyata susah untuk membuat fic di saat holiday! Risa ngga bisa fokus dengan cerita dan plot cerita yang sudah disiapkan hampir bubar dari kepala,

Gomen,minna kalau tidak terlalu memuaskan…

Yolandauchiha9 : Iya,Saso stres makanya hampir memperkosa Saku, yup! Perang rebutin Saku

Resa : Hahaha gimana ya? Risa belum bisa beri bocorannya sampai sejauh itu sih,waow teriak O_O awas dikira yg ngga-ngga loh… ok,Risa maafin! Review di chap ini lagi yaa,siap! Ini udah usahain update kilat

Hana-chan noBaka : Ini udah update

Pinky Kyukyu : Gaara? Haha Risa juga ngga bisa bayangin,tapi Risa coba buat Itachi dengan yang beda daripada biasanya haha

Uzumaki Shizuka : belum jatuh cinta kok,masih tertarik doang hihi tenang,Saso juga punya happy end sendiri kok cairan Saso itu nanti bakalan terjawab kok

Kawaihana : siap!

Hanna Hoshiko : Sasu menang ngga ya? Risa punya rencana lain sih *evilsmirk

Kiria-Akai11 : Tet tot,salah! Dei cuman mampir lewat doang kok hihi kekasihnya Itachi ada di chap ini

No name : Jangan Kankuro dong,nanti Itachi ketularan dandanan dia lagi haha siap!

Aozora Straw : Rencananya sih gitu tapi malah terlena suasana -_-

Universal playgirl : iya ini udah kok :)
Yoshikuni Ayumu : Liat aja di chap ini yaa

Lhylia Kiryu : Iya poor Saso, hehe Risa terlalu semangat ngetiknya jadi silap thanks udah ngingetin

Ookami-HinataLove : Aduh jangan histeris,Gaara bahagia kok ama Itachi terus Hinata lagi ama Naru,Oops Risa udah buat kecewa di chap ini kayaknya,tapi ini yang terakhir kok. Semoga…

Hachikodesuka : Review lagi disini ya dede nya nanti bakalan ada kok

Artha : di chap ini muncul kok,hihi mereka happy jadi restuin aja ya

Eysha'Cherryblossom : masalah obat bakalan muncul bentar lagi,ditunggu aja yaa

Bubble : aduh susah,karna mereka jadi couple n Itachi gay udah bagian plot cerita

Hana Kumiko : Salam kenal juga Hana-san,oops jangan sakit hati ya,restuin mereka please :p

Kiren Nia : Semangatnya beda haha siap! Ini udah update lagi

Amu-b : Saku belum di rape kok,cuman digrepe doang *ditonjokSaku beres! Review lagi yaa

White moon uchiha : Nanti ya ngantri dulu kalo mau dipeluk Sasu *plak

Reika chan : Salah,Dei cuman numpang lewat di fic ini hehe Risa relain deh Saso buat Reika,apa sih yang ngga :p

Nedya chan : Saku masih dalam tahap tertarik tuh,tapi bentar lagi bakalan ada kok *senggolSaku hamil? Disini jawabannya

Xiu Mei-chan : Ia mereka masih saling tertarik tuh,obat itu bakalan ada kok bentar lagi,Konan ga ada bagiannya di fic ini gomen… Jawabannya disini nih :)

Luca Marvell : Muncul kok dianya,tebakannya salah semua hehe yang terjadi adalah…

Erica Liana : Risa belum ada rencana tamat ampe berapa sih tapi mungkin ada sampe 10 hehe botol itu bakalan muncul kok,siap! Review lagi yaa

Mysaki : Jangan ampe Saso jadi psikopat,Risa ga rela *plak itu ambisi karna rasa cinta yang tak kesampaian kok(halah bahasane) iya masih sekolah :( Saku hamil atau ngga nya ada di chap ini

zhaErza : wokeh!

Setsuna f seie : Penasaran? Akan Risa buat semakin penasaran lagi haha

Hayzelnut : Aduh udah penasaran ama anaknya,SasuSaku aja belum kelar haha

Hanazono yuri : siap!

The Deathstalker : Hahaha Sasu bakalan menderita bentar lagi *evilsmirk aduh jangan disunat nanti Saku ga punya baby loh

P.w : Ayahnya Saso udah ke laut :P gomen chap ini malah lama karna kebawa suasana -_-

Anzu qyuji : iya,poor Saso…

wedusgembel41 : Kapan ya? Mungkin bentar lagi kok hehe

Haru no baka : Saso bakalan ada penggantinya kok,Risa sih pengennya Happyend kok ditunggu aja yaa

Alany rien : Congrats udah selesai uas hehe ayahnya Saso bukan gay kok dia tu stres karna ditinggal istri jadinya ya gitu lagian 'kan Saso cantik gimana gitu wajahnya *DitendangSaso hmm… siap-siap kecewa yaa

Anka-chan : Wokeh ditunggu Reviewnya lagi hihi

Kumada Chiyu: Ada dong,masa gatau sih yang dari Suna tu? Haha siap-siap kecewaa

Ressa octaviani 9 : Ga seru dong bisa gampang ketebak haha Saso bakalan bahagia kok nanti

Mela : Sasu bakalan jadi suami baik n protektif kok,tapi nanti haha

Uchiha Shesura-chan : Bukan dunia yang kejam,tapi ayahnya hoho salah,pacarnya Itachi ada di chap ini kok

Nada nada 5059601 : Gomen Risa kebawa suasana jadi mungkin chap ini kurang maksimal *tunduktunduk

Wong kurang kerjaan : Saku bakalan bales ga yah? *sokmisterius

AP NDF AP : Iya Risa walau lagi holiday pasti update kilat kok,review lagi di chap ini ok!

Lanjutt

Disclaimer : Kishimoto-sensei!

Warning : Typo,OOC,Gaje,Au,Alur kecepatan,dll…

# # # # #

Apakah diujung pertemuan semua kisah akan berakhir atau berulang?

Beberapa hari sudah berlalu dan tidak ada tanda-tanda Sasori menampakkan dirinya. Seolah menghilang setelah pernyataan perang di ucapkan. Tentu saja hal seperti ini membuat Sasuke semakin curiga dengan tindakan atau rencana Sasori.

"Begitulah,Tuan Sasori beraktifitas seperti biasanya di kantor miliknya. Saya sudah memeriksa dan mengirimkan mata-mata ke kantor dan apartemennya,namun tidak ada tanda-tanda apapun yang mencurigakan," lapor Kabuto

Sasuke bersandar pada kursi miliknya dan tangannya ia taruh di pelipis menampilkan sikap berpikir mendengar laporan sekretarisnya tersebut. Ia yakin,Sasori akan berbuat sesuatu walaupun tidak membuat tindakan yang mencurigakan,pria itu berbahaya secara pribadi.

"Hn,baiklah. Lanjutkan penyelidikan,berikan mata-mata untuk Sakura juga. Mungkin saja ia akan langsung melakukan tindakan pada Sakura," perintahnya

Kabuto menganggukan kepalanya dan segera pergi dari ruangan milik Sasuke tersebut meninggalkan sang pemimpin itu tenggelam dalam pemikirannya.

Sasuke meminta pertolongan pada Shikamaru dan Temari yang pastinya paling bisa berhubungan langsung pada Sasori dan itu percuma. Entah kenapa,Sasori tidak bisa dihubungi oleh mereka membuat Sasuke tidak bisa melakukan apapun selain antisipasi jika terjadi sesuatu pada dirinya maupun Sakura.

Mata onyx miliknya melirik sebuah bingkai foto yang terpajang pada meja miliknya. Biasanya ia tidak pernah memajang apapun yang berhubungan dengan kehidupan pribadinya di kantor miliknya ini karena ia tidak pernah merasa itu diperlukan. Tetapi entah kenapa,ia khawatir pada wanita yang menjadi istrinya. Setiap kali ia berusaha untuk melakukan sesuatu yang menyakiti hati sang istri,ia pasti akan terkena imbasnya. Hatinya juga dapat merasakan pedih akan tangisan yang dikeluarkan oleh istrinya,membuatnya ingin memeluk wanita itu dan mengurungnya di sebuah tempat agar tidak ada yang menyakitinya.

"Sial," umpat Sasuke "Kenapa kau dengan mudah mengacaukanku?" gumamnya masih melihat foto tersebut

Drrrt drrrt

Sasuke mengangkat ponselnya tanpa melihat siapa yang menghubunginya.

"Apa?!"

.

Di sisi lain…

Lagi-lagi Sakura membuang isi perutnya di toilet rumah. Dengan tubuh lemas,ia segera beranjak dari toilet ke kasurnya. Akhir-akhir ini tubuh Sakura sangat cepat lemas,kepalanya pusing dan sering mual hingga harus mengeluarkan isi perutnya seperti tadi. Ia khawatir akan terkena penyakit serius karena akhir-akhir ini ia sering menemani Sasuke minum-minum wine berbotol-botol yang dibawakan oleh teman-temannya beberapa hari lalu.

"Ini menyusahkan… untung saja di sekolah aku tidak apa-apa," gumamnya

Merebahkan diri adalah kegiatan Sakura di siang hari saat Sasuke tidak ada. Tentu saja jika ada tugas dari sekolah ia mengerjakannya terlebih dahulu sebelum bersantai seperti ini.

"Sakura!" teriak suara baritone membuka pintu kamar dengan paksa

Tentu saja Sakura terkejut dan segera mengambil posisi duduk menatap seorang pria yang sedang terengah-engah menatapnya dengan onyx yang memburu.

"A-ada apa Sasuke?"

Dengan langkah kaki yang cepat Sasuke mendekati Sakura dan duduk di sampingnya sambil melonggarkan dasinya kemudian melepas dua kancing kemeja putihnya. Jasnya ia taruh begitu saja pada kasur tanpa digantung.

"Ehm,kenapa kau berkeringat seperti ini? ini masih siang dan kau pulang cepat?"

"Aniki mau membawa kekasihnya,"

Kekasih Itachi?

Berarti…

"Permisi,Tuan. Tuan Itachi dan temannya sudah berada di ruang tamu," ucap seorang pembantu tiba-tiba

Sasuke mengangguk dan menyuruh pelayan itu pergi,"Mereka sudah datang. Tadi tiba-tiba saja Aniki menelponku dan menyuruhku untuk segera pulang karena ia membawa berita penting tentang Sasori,"

Sakura mengangguk mengerti "Pergilah ganti baju,Sasuke. Aku akan menemui mereka," ucap Sakura mencoba untuk berdiri dan ternyata tubuhnya masih lemas. Ia segera jatuh terduduk pada kasurnya membuat Sasuke yang melihat hal itu khawatir kemudian menghampirinya.

"Kau kenapa? wajahmu… pucat,"

Sakura menggelengkan kepalanya,"Tidak,hanya pusing saja,"

Tentu saja Sasuke tidak percaya. Wajah yang biasanya sangat berwarna baginya itu kini terlihat pucat membuatnya khawatir dengan kesehatan istrinya. Ia tidak mungkin membiarkan Sakura menuruni tangga dengan tubuh seperti ini. Sasuke tidak punya pilihan lain.

"KYAAA!" teriak Sakura

Lagi-lagi Sasuke mengangkat istrinya dalam dekapan lengan kekarnya itu. Ia menggendongnya dengan bridal style agar istrinya itu merasa nyaman. Sasuke tidak menghiraukan teriakan istrinya dan hanya terus berjalan keluar kamar,menuruni tangga dan berakhir pada ruang tamu rumah mereka yang sudah ada Itachi dan seorang pria berambut merah yang membuat Sakura tidak mempercayai pengelihatannya.

"Kenapa kau menggendongnya?" tanya Itachi heran

"Dia sakit," jawab Sasuke kemudian menurunkan Sakura

Tentu saja Sakura malu. Apalagi di depan kakak iparnya dan orang asing yang kemungkinan besar adalah kekasih Itachi. Mata hijau Sakura melihat dengan seksama pria itu. Rambut merah yang sangat ia kenali dan wajah tampan itu…

"Jadi apa yang ingin kau katakan padaku,Aniki?" tanya Sasuke

"Ah,benar juga. Ini soal Sasori,sebelumnya aku ingin mengenalkan kalian padanya," ucap Itachi merangkul bahu pria di sebelahnya itu "Ini Gaara,kekasihku. Gaara,dia adikku dan istrinya. Sasuke dan Sakura," lanjutnya

Pria bernama Gaara itu tidak tersenyum maupun mengubah ekspresinya. Ia hanya menatap Sakura dan Sasuke sambil menundukkan kepalanya kemudian kembali pada posisinya semula.

"Hn,"

"Ehm… Berarti Gaara selama ini tinggal di Oto?" tanya Sakura

Gaara mengangguk,"Aku pindah kemari," jawabnya

"Maaf,Gaara tidak terlalu bisa menampakkan ekspresinya dan ia memang pendiam," ucap Itachi menautkan jari mereka satu sama lain kemudian mengecup dahi yang mempunyai tato disana "Tapi aku menyayangi dia sepenuh hatiku… " lanjutnya memandang lembut Gaara,Sungguh pemandangan yang membuat iri Sakura.

"Aniki,carilah kamar atau pergilah ke hotel jika ingin melepas rindu," sindir Sasuke

"Kau hanya cemburu bukan?" balas Itachi

Sakura hanya diam memandang kedua pria yang saling mencintai bagaikan pria-wanita tersebut. mereka tampak tidak mempunyai beban dan sangat bebas mengekspresikan cinta mereka walau bagi orang lain itu salah. Sakura sangat iri dengan percintaan mereka.

"Sakura?"

Merasa namanya di sebutkan,Sakura tersadar dari lamunannya,"Eh? Ma,maaf… "

"Kau masih tidak enak badan? Akan kugendong… "

"Tidak terima kasih! A-aku baik-baik saja," potong Sakura cepat

Sasuke mendengus mendengar jawaban Sakura. Siapa yang ingin dipermalukan di depan keluarga sendiri? Sakura lebih suka menahan rasa sakitnya daripada harus dipermalukan dengan cara Sasuke membawanya tadi.

"Bagaimana dengan Sasori,Aniki?"

"Benar juga,mungkin lebih baik kalau Gaara sendiri yang menjelaskan," ucapnya

Gaara mengangguk dan menatap Sakura secara seksama,"Aku adik Sasori dan umurku sama denganmu," ucapnya

"K-kau adik Sasori?"

"Aniki! Apa-apaan kau pacaran dengan adik Sasori? Bagaimana kalau dia tahu hah?!"

Itachi menghela nafasnya,"Aku juga tidak tahu kalau Gaara adiknya. Aku tidak pernah bertanya tentang hal itu dan aku tidak pernah mendengarnya menyebutkan nama Sasori,"

"Ya,aku memang merahasiakannya. Aku jarang bertemu dengan kakakku,jadi kuputuskan untuk diam jika tidak ada yang bertanya," jelas Gaara

Semua yang mendengarkan hanya bisa diam. Baiklah,masalah semakin rumit dengan adanya adik Sasori menjadi kekasih Itachi. Bagaimana reaksi Sasori jika ia mengetahui adiknya menjadi gay?

"Jadi,kau mantan Sasori,"

"Y-ya… apakah Sasori pernah bercerita tentangku?"

Gaara kembali menganggukan kepalanya,"Dulu kakak berkata ingin mengenalkanmu pada kami jika ada waktu," ucapnya

"Cih! Itu masa lalu,bisakah kita kembali ke masa sekarang? Jelaskan apa yang kau tahu tentang kakakmu itu," ucap Sasuke tidak suka

"Benar,apa yang terjadi pada Sasori 3 tahun yang lalu setelah ia berpisah dengan ayahnya?" tanya Sakura

"Kakak pergi menemui ibu di Suna. Ia meneruskan usaha ibu dan ia pernah berkata semua yang ia lakukan hanya untuk membahagiakanmu,"

Itachi merangkul bahu kekasihnya yang perlu diingat adalah seorang pria. Tubuh Itachi lebih besar daripada Gaara karena umur mereka yang terbilang jauh itu. tampak sebuah kecemasan terlihat dari wajahnya saat Gaara menceritakan sang kakak. Itachi bahkan menautkan jari-jari mereka satu sama lain. Sakura merasa malu sendiri melihat adegan mesra kedua orang di depannya. Bagaikan di film,ucapan dan perilaku romantis berada di depan matanya.

"Aku yang akan melanjutkannya,oke?" ucap Itachi kemudian menatap Sakura dan Sasuke yang merasa risih dengan adegan percintaan kakaknya itu.

"Sebaiknya kalian hati-hati dengan Sasori,ia mengatakan pada Gaara bahwa ia akan menaklukan Sakura dengan semacam obat apapun itu yang ia pesan pada seorang ilmuwan kenalannya. Sepertinya obat itu selesai tahun ini,"

Sasuke memasang tampang garang mendengar hal tersebut. obat? Untuk Sakura? Apa-apaan pria yang dulu ia kenal akrab itu!

"Em… kau yakin? Sasori tidak mung… "

"Aku yakin. Kau kekasih kakak yg seharusnya tahu dia bagaimana bukan? Dia terlalu ambisius untuk suatu hal," potong Gaara

Sakura terdiam. ia mengerti. Sangat mengerti jika Sasori sangat ambisius. Ah bukan,dia terlalu serius untuk suatu hal yang menjadi tujuannya. Setidaknya begitu menurut pendapat Sakura.

Tanpa ia sadari,airmata kembali menggenangi pelupuk matanya. Ia merindukan sosok Sasori yang pernah menjadi kekasihnya itu. sosok yang sangat ia cintai dan ia percayai…

"Sakura?"

Merasa namanya disebutkan oleh suara baritone yang sangat ia kenali,Sakura segera menghapus airmata sebelum terjatuh dan terlihat oleh suaminya itu.

"Y-ya? Ada apa,Sasuke?"

Sasuke menatap emerald yang basah itu. jujur,ia tidak tahu arti perasaan yang ia punya pada Sakura saat ini,tapi jika harus memenangkan perang yang dikibarkan oleh Sasori dan memiliki Sakura seutuhnya,ia bisa menjadi lebih kejam dari Sasori.

"Kenapa kau menangis untuknya?" tanya Sasuke

"A-aku tidak me… "

"Kau menangis untuknya! Apa kau masih mempunyai rasa dengannya?!" Sasuke menaikkan nadanya hingga membuat Sakura terdiam

"Sasuke!" tegur Itachi

Tidak bisa. Sasuke tidak bisa menahan perasaan ini lagi. Perasaan kalah yang dikatakan oleh Sasori padanya. Tentang hati Sakura yang masih menjadi milik Sasori…

"Cih!"

Sasuke berdiri dan segera meninggalkan ruang tamu tersebut. ego nya meneriakkan untuk memiliki Sakura seutuhnya sebagai istrinya,tapi benar kata Sasori. Hati Sakura tidak bersamanya. Sekeras apapun usahanya untuk memiliki Sakura bahkan merampas kesucian gadis itu.

"Sasuke!" panggil Sakura tapi tidak ada jawaban. Yang terdengar hanya suara pintu dibanting kasar. Mengetahui Sasuke pergi dengan marah,Sakura menyalahkan dirinya. Ia benar-benar bodoh! Kenapa ia bisa-bisanya menangis untuk mantannya disaat suaminya berjuang untuk memenangkan hatinya?

"Sa-Sasuke… " Sakura menjatuhkan airmatanya dan kali ini untuk suaminya

"Sakura,tenanglah… kau masih tidak enak badan," Itachi berusaha untuk menenangkan Sakura tetapi terlambat. Sakura kehilangan kesadarannya karena kepalanya yang semakin pusing dan mual yang melanda perutnya

"Sakura!"

Apakah berdosa untuk mencintai dirinya sedangkan aku memilikimu?

.

Kizashi dan Mebuki segera berlari ke rumah sakit setelah diberitahu oleh keluarga Uchiha saat Itachi dan Gaara membawa Sakura yang pingsan. Tampak kekhawatiran dari wajah kedua pasangan tersebut yang juga merindukan anaknya setelah menikah.

"Ah,Pak Kizashi… "

Kizashi yang melihat Fugaku dan Mikoto berada di ruang tunggu rumah sakit mendekatinya.

"Ba-bagaimana dengan Sakura?" tanyanya panik

"Ia tidak apa-apa bukan?" timpal Mebuki yang menahan tangisnya

Mikoto memegang bahu Mebuki yang bergetar,"Sakura tidak akan apa-apa. Percayalah," ucapnya lembut

"Kau…?"

"Ah,ini pertama kalinya kita bertemu. Perkenalkan aku ibu Sasuke,Uchiha Mikoto," ucapnya

"Y-ya… salam kenal. Terima kasih sudah menjaga Sakura,"

"Bagaimana dengan anak kami?"

Itachi yang keluar dari ruang pemeriksaan melihat keempat orang yang ia panggil tadi dan mendekatinya bersama Gaara yang ikut bersamanya setelah Sakura pingsan.

"Ibu,Ayah… " panggilnya

"Oh,Itachi. Bagaimana keadaan Sakura?" tanya Mikoto

"Sakura… "

"Dia tidak apa bukan?!"

Itachi menggelengkan kepala,"Sebaiknya kalian melihatnya dan berbicara sendiri dengan dokter," ucapnya

Tentu saja Kizashi dan Mebuki segera masuk ke ruang perawatan dan menemui seorang dokter berambut pirang berkuncir dua sedang duduk menulis sesuatu. Disampingnya Sakura masih tertidur dengan lelap.

"Dokter,saya orangtua Sakura. Bagaimana keadaanya?" tanya Kizashi

"Oh,silahkan duduk. Saya Tsunade,kalau boleh tahu dimana suami anak itu?"

Orangtua Sakura saling berpandangan seakan mereka baru menyadari jika menantu mereka,Sasuke tidak berada dirumah sakit ini. dengan enggan mereka menggelengkan kepala.

"Begitu,baiklah mungkin ini berita baik bagi kalian dan suaminya,"

"Baik? Maksud dokter… "

"Ya,Sakura dinyatakan positif hamil. Kandungannya sudah berjalan 3 minggu,"

Kizashi dan Mebuki terdiam mendengar kabar yang membahagiakan itu. mereka sangat khawatir dengan anak mereka,tetapi saat ini kekhawatiran itu tergantikan dengan perasaan lega dan bahagia. Mereka senang anaknya baik-baik saja.

"Begitu,terima… "

"KYAAA!"

Teriakan dari belakang orangtua Sakura membuat keduanya menoleh pada seorang wanita yang tadi mereka anggap anggun dan kalem itu.

"Sakura hamil?! Benarkah,dokter?" tanyanya memastikan

Tsunade mengangguk membuat Mikoto langsung memeluk Fugaku yang sukses membuatnya memerah dan menyembunyikan wajahnya itu.

"Sakura hamil! Akhirnya,ini adalah mimpi yang terwujud!" ucap Mikoto Girang

"Mi-Mikoto,tenanglah. Nanti Sakura bangun," ucap Fugaku

Itachi dan Gaara memasuki ruang perawatan dan tersenyum. Ini memang kabar yang membahagiakan bagi mereka dan seharusnya… orang yang menjadi ayah dari calon bayi itu ada disini.

"Jadi,dimana Sasuke?" tanya Kizashi

Semua yang bermarga Uchiha termasuk Gaara itu terdiam. tidak ada yang menjawab maupun menatap mata orangtua Sakura. Hal tersebut membuat mereka merasa ada yang tidak beres.

"A-apakah mereka bertengkar?" tanya Mebuki

Itachi maju untuk menjelaskan,"Sasuke mempunyai urusan penting yang tidak bisa ditinggalkan. Nanti dia akan langsung kemari," ucapnya tersenyum

Mendengar hal itu orangtua Sakura lega dan memutuskan untuk percaya pada sang sulung Uchiha tersebut.

"Baiklah,biarkan Sakura istirahat disini dan sebentar lagi jam kunjungan akan selesai. Saya harap kalian sudah menyelesaikan semua keperluan yang dibutuhkan," ucap Tsunade

"Ah,biar kami yang mengurusnya!" usul Kizashi

Itachi dan Gaara keluar dari ruang pemeriksaan dan duduk di kursi dekat tempat tadi. Ia lelah setelah panik dan tenaga yang mereka keluarkan untuk membawa Sakura kemari.

"Hah… aku harap adik bodohku itu tidak macam-macam diluar sana," gumamnya

# # # # #

Tidak perlu jauh-jauh untuk mencari seorang pria yang sedang merasa harinya buruk atau moodnya tidak dalam keadaan baik. Carilah mereka di tempat-tampat yang penuh dengan dentuman musik,orang-orang menari erotis satu sama lain dan tentunya minuman keras siap menemani. Hampir semua pria ke tempat yang seperti itu tidak terkecuali sang pemain wanita,Uchiha Sasuke.

Entah sudah berapa jam ia di club malam ini ditemani dengan wine dari berbagai merek dan wanita-wanita yang menggodanya. Untungnya ada Naruto dan Shikamaru yang kebetulan bertemu dengannya menahan pria itu untuk tidur dengan setiap wanita yang datang padanya.

"Teme! Berhentilah minum,lihat sudah berapa banyak gelas yang teguk!" protes Naruto

"Berisik,Dobe. Apa tujuanmu disini jika bukan minum?" jawabnya

"Tapi kau sudah sangat mabuk! Dan yang paling penting apa yang membuatmu seperti ini?!"

Shikamaru yang daritadi diam dan tampak cuek dengan Sasuke,langsung mendatanginya setelah melihat Naruto yang kewalahan menghadapi pria berambut biru dongker tersebut.

"Kau ada masalah dengan Sakura?" ucapnya to the point

"Bukan urusanmu," balas Sasuke menegak segelas wine berwarna hijau

Naruto yang menyadari hal tersebut langsung mengerti,"Kau bertengkar dengan Sakura-chan!? Dan kau malah minum-minum disini! Apalagi tadi kau siap tidur dengan wanita lain jika saja aku dan Shika tidak kebetulan melihatmu disini!"

Protes Naruto sama sekali tidak di dengar oleh Sasuke. Pria itu terus menegak minuman yang ia pesan berkali-kali membuat sang bartender mendatanginya berkali-kali.

"Sasuke-kun~"

Naruto menoleh pada seorang wanita berambut merah yang tiba-tiba saja datang bergelayutan pada lengan Sasuke membuatnya menganga. Beda dengan reaksi Shikamaru,ia terlihat terbiasa dengan apa yang setiap wanita lakukan pada Sasuke.

"Sasuke-kun ternyata ada disini,aku merindukanmu~" ucapnya mendekatkan bibirnya yang merah pada telinga Sasuke "Aku sedang kosong,bagaimana denganmu?" bisiknya

Naruto mengerti apa yang dibisikan oleh wanita itu hanya dengan melihat tindakannya pada Sasuke. Apalagi jika bukan karena meminta 'itu'?

"Hei,Teme sedang sibuk!" ucap Naruto

Tentu saja wanita itu tidak terima,"Apa-apaan kau,aku tidak sedang berbicara denganmu," balasnya sinis kemudian melirik Sasuke "Sudah lama bukan,Sa-su-ke?" godanya

"Hn,ayo pergi Karin," ucap Sasuke

Naruto tidak percaya dengan apa yang ia lihat dan dengar. Sasuke setuju untuk pergi dengan wanita itu!

"TEME! Tunggu,bagaimana dengan Sakura-chan!?" teriaknya

Sayangnya,Sasuke tidak menghiraukan Naruto dan terus berjalan pergi dengan merangkul pinggang wanita yang bernama Karin itu.

"Merepotkan,Naruto kau hubungi Sakura dan aku mengikuti Sasuke,akan kuhubungi lagi nanti," saran Shikamaru mengikuti Sasuke

Tidak ada pilihan lain. Ia harus memberitahu Sakura.

"Cih! Teme bodoh," makinya

.

Drrt drrtd

Gaara menyadari bahwa ada yang bergetar dari jaket yang dibawa Itachi tadi saat mereka membawa Sakura ke rumah sakit. Ia pun berinisiatif untuk mencari getaran yang berada dalam jaket tersebut dan menemukan ponsel milik Sakura.

"Hm?ponsel Sakura ya?" tanya Itachi

Gaara mengangguk,"Sepertinya ada yang menelpon,"

Itachi langsung mengambil ponsel Sakura dan membukanya tanpa melihat siapa yang menghubungi ke ponsel tersebut.

"Sasuke?!" tanya Itachi berharap adiknyalah yang menelpon

"Sakura-chan? Ini Naruto!" sahut dari sebrang

Itachi menghela nafas kecewa,"Ada apa Naruto? Sakura sedang tidak bisa menjawab dan ini aku Itachi,"

"Aaah,Dimana Sakura-chan?! Aku ada kabar penting untuknya,"

"Apa itu?"

"Ini masalah Sasuke!"

Itachi langsung antusias mendengar nama adiknya disebut sekaligus sebuah firasat buruk merayapinya

"Sasuke,dimana dia?!"

"Err…. Dia sedang… "

"Ah sudahlah! Kau dimana,aku akan menemuimu sekarang!" ucap Itachi kemudian mengangguk setelah mengetahui nama club yang didatangi oleh Sasuke lalu memutus sambungan secara sepihak

"Kau mau pergi?" tanya Gaara

"Sasuke sedang bersama wanita lain,adik bodoh itu… "

"Boleh aku ikut?"

Itachi mengangguk dan mereka segera berjalan menemui Naruto di club.

Beberapa menit berlalu dan Itachi melihat Naruto yang bersama dengan Shikamaru menunggunya di depan Club melambai padanya.

"Dimana Sasuke?"

"Dia masuk ke hotel disana itu nomor 356,merepotkan sekali mengikuti mereka tanpa diketahui… " ucap Shikamaru

"Begitu,aku akan menyusul adik bodoh itu! Sakura perlu dia," ucap Itachi kemudian pergi menuju tempat yang ditunjukan oleh Shikamaru. Naruto yang mendengar Itachi,langsung mengikutinya.

"Ada apa dengan Sakura-chan?" tanyanya

"Sakura… dia hamil,"

"APA?!"

.

"Aaah…. Emmh,Sasuke! Lebih keras… " desah Karin

Sasuke semakin cepat memaju mundurkan pinggangnya untuk mencapai klimaks dan setelah beberapa menit,ia mengeluarkan cairannya dengan beberapa kali tembakan. Setelahnya ia melepaskan penghubung diantara mereka yang sudah lemas itu dan melepaskan sebuah plastik yang sudah penuh dengan cairan kemudian membuangnya ke sembarang tempat.

Sasuke merebahkan dirinya dan Karin mendekati pria itu dengan menempel pada lengan kekarnya seolah mereka adalah suami-istri malam ini.

"Hihi,Sasuke… sudah lama sekali rasanya,"

"Hn,"

"Apakah kita masih bisa bertemu lagi?"

Tidak ada jawaban dari Sasuke. Kepalanya masih pusing dengan belasan gelas yang ia minum tadi. Bahkan setelah menuntaskan hasratnya ia masih belum puas,ada sesuatu yang kurang….

Ting tong… ting tong…!

Sebuah suara bel kamar di bunyikan dan tidak ada dari mereka berusaha untuk membukanya. Keduanya bahkan berusaha untuk larut menuju mimpi terindah mereka jika saja tidak…

"Woi,Sasuke! Buka!"

Sasuke yang sangat mengenal suara itu langsung membuka mata onyx nya walau ia ragu untuk bangun. Tapi ia sangat penasaran dengan suara yang sangat ia kenali itu,kenapa ia ada disini?

"TEME!"

Ah,sekarang ia tahu kenapa suara tadi berada disini.

Dengan segera ia bangun dari kasur,memakai celananya dan segera berjalan menuju pintu meninggalkan Karin yang masih tertidur pulas di ranjang bekas mereka bercinta tadi.

Ting tong… ting tong!

Sasuke dengan cepat merasa kesal karena suara bel yang tidak kunjung berhenti apalagi kepalanya masih sangat pusing sekarang. Ia membuka pintu dengan kesal dan melihat ketiga orang yang sangat ia kenal berada di depannya menatap dengan marah. Kecuali pria berambut merah tanpa ekspresi.

"Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Sasuke

Itachi tidak percaya melihat adiknya yang penuh dengan bercak merah pada tubuhnya mengatakan hal tersebut. oke,ia tahu Sasuke memang seorang pemain wanita. Tapi itu sebelum menikah!

"Kau,apa kau tidak sadar sudah mempunyai istri?!"

Sasuke memijat pelipisnya dengan tidak berminat,"Istri? Ah,maksudmu wanita yang tidur denganku tapi mencintai orang lain itu?"

Mendengar hal itu membuat Itachi hampir melayangkan tinju pada adiknya itu sebelum Gaara menahan lengan Itachi dari belakang.

"Teme….! Apa kau tahu bagaimana keadaan Sakura-chan sekarang!? Kenapa kau malah tidur dengan wanita lain,hah?!"

"Suruh dia hubungi Sasori," jawab Sasuke

"Cukup,Teme! Sakura-chan mungkin masih memiliki perasaan pada mantannya,tetapi bayi yang berada dalam perutnya adalah milikmu!"

Sasuke diam. Tadi… telinganya seperti mendengar sesuatu tentang dirinya dan Sakura.

"Apa kau bilang?" tanyanya memastikan

Itachi menyentuh bahu Sasuke dengan lembut. Menatap adiknya yang masih menuntut jawaban.

"Sakura hamil. Selamat Sasuke,kau sudah menjadi ayah,"

Mata onyx miliknya melebar mendengar hal itu. ia kemudian buru-buru memasuki kamar dan memakai kemeja serta merapihkan rambutnya. Dengan cepat ia menemui Itachi,Gaara dan Naruto lagi.

"Bawa aku padanya," ucapnya

Itachi tersenyum. Ia senang akhirnya adiknya bisa berpikir jernih.

# # # # #

"Maaf,jam kunjungan sudah habis. Silahkan kembali esok hari," ucap salah satu perawat

Sasuke menatap tidak percaya. Ia harus menemui istrinya sekarang juga!

"Suster,saya suaminya! Saya tadi ada urusan dan sekarang juga harus menemuinya!" ucapnya seolah kehilangan perasaan tenang dalam dirinya

"Tenang,Sasuke. Ini rumah sakit," ucap Itachi

"Apa… "

"Ada apa ini?" potong sebuah suara

Suara yang asing itu terdengar pada telinga Sasuke dan melihat seorang wanita memakai jas dokter sedang menatapnya dengan heran.

"Ah,dokter Tsunade," ucap Itachi

"Hm? Apakah dia suami Sakura? Baiklah,aku memberimu ijin untuk melihatnya," ucap Tsunade kemudian mengangkat tangannya,"Dia ada di ruangan ujung lorong ini," tunjuknya

Sasuke mengangguk mengerti dan segera melesat pergi menuju arah yang ditunjuk oleh Tsunade tadi tanpa mengucapkan apapun dan memperdulikan apapun.

"Huh,dasar bocah! Setidaknya berterima kasihlah," protesnya

Sasuke dengan cepat menemukan ruangan yang bertuliskan nama istrinya dan tanpa basa basi ia memasuki ruangan itu melihat istrinya sedang tertidur dengan sebuah infus memasuki tangan kirinya. Wajahnya sudah tidak sepucat tadi membuat Sasuke merasa lega melihatnya.

"Sakura… " gumamnya sambil mengelus pipi mulus itu

"Eng… " erang Sakura

Tidak ingin membangunkan istrinya,Sasuke menarik kembali tangan miliknya dan memperhatikan wajah Sakura yang kembali tidur lelap. Kenapa ia bisa bodoh? Termakan oleh rasa ego dan kecemburuannya pada Sasori.

Cemburu?

Baiklah,ia baru menyadari perasaan itu. apakah ia sudah mulai merasakan cinta untuk Sakura? Bisakah ia sebut itu?

"Sasuke,"

Itachi memangil dengan suara pelan dan mendekati adiknya itu,"Ayo pulang. Besok kita akan menemuinya lagi," ucap Itachi

Sebenarnya ia keberatan untuk meninggalkan Sakura,tapi tidak ada pilihan lain. Ia harus membiarkan istrinya beristirahat dan calon bayi mereka juga. Apalagi ia butuh mandi untuk menghilangkan bekas di tubuhnya yang tersentuh oleh wanita lain tadi.

Perlahan,Sasuke mengecup dahi istrinya yang lebar itu dengan lembut seperti Itachi mengecup Gaara tadi siang. Setidaknya ia bisa mempelajari cara-cara bersikap romantis dari kakaknya.

"Cepat sembuh… " gumamnya kemudian mengikuti Itachi keluar dari ruangan tersebut

Di dalam ruangan,tidak ada yang menyadari bahwa airmata dari kelopak yang tertutup itu mengalir. Entah apa yang mimpikan,tapi hanya satu nama dalam kepalanya yang masih bisa merasakan sesuatu walau masih dalam keadaan tidur itu.

"Sasuke… "

.

Seorang pria dengan jas putih bagaikan dokter melenggang melewati koridor demi koridor dalam rumah sakit seakan mencari sesuatu di dalamnya.

"Loh,dokter sedang bertugas?"

Ia menyeringai,"Begitulah. Oh,ruangan Uchiha Sakura dimana? Tsunade menyuruhku untuk memeriksa kondisinya,"

"Uchiha Sakura yang baru datang tadi sore ada di lantai dua ruangan paling ujung,"

"Begitu,terima kasih ya," ucapnya kemudian pergi menuju tempat yang dikatakan tadi

Ia kini sudah berada di depan ruangan Sakura. Dengan cepat ia membuka pintu tersebut dan mendekati wanita berambut merah muda yang masih tertidur di kasurnya dengan infus masih terpasang.

Tangan pria itu mengambil sesuatu dari kantongnya dan menyuntikannya pada infus yang dipakai oleh Sakura. Ia menunggu beberapa saat sampai cairan itu tercampur pada infus dan memasuki tubuh Sakura.

"Baiklah,sepertinya sudah masuk," ucapnya kemudian melepaskan selang infus

Rambutnya yang panjang berwarna pirang ia singkirkan dari bahunya agar mudah untuk membawa Sakura.

"Dasar,Sasori. Meminta hal yang benar-benar menyusahkanku," ucapnya kemudian membawa Sakura pada bahunya meninggalkan ruangan tersebut.

Apa yang harus kulakukan pada hati yang terus mencari dirimu ini?

# # # # #

Akhirnya!

No comment deh buat chap ini -_-

Kira-kira siapa itu yang membawa Sakura pergi? Ada yang sudah tahu?

RnR please!