Everybody give me an attention!
When I still didn't know a thing and had no choice but to just keep moving forward (This is the story of my glory road)

Ono KenshoZERO


Aku juga ingat, pertama kalinya aku mengajak seorang teman ke rumahku. Ia adalah Ogiwara-kun. Di hari itu, aku memilih pulang ke rumah lebih dulu untuk ganti baju. Baju yang kupakai banjir keringat karena sempat main kejar-kejaran dengan teman sekelas. Lalu tiba-tiba saja hujan turun dan lumayan deras.

Kalau hujan, aku pasti dilarang keluar rumah.

Ketika aku ingin menyelinap sambil membawa bola basket, Obaasan menegur tindakanku.

"Tecchan, tidak boleh keluar."

Pandanganku agak buram saat menatap balik Obaasan.

Ia tersenyum sambil melambaikan tangan kanannya padaku, secara tidak langsung aku disuruh mendekatinya. Aku menurut lalu masuk ke ruang keluarga dan duduk bersisian dengan Obaasan di sofa panjang. "Kalau hujannya sudah berhenti, Tecchan bisa main basket lagi," katanya.

"Tapi ada temanku yang mungkin sudah sampai di sana."

Waktu itu aku merasa ingin menangis. Aku tergugu untuk mengatakan apa yang kupikirkan pada Obaasan. "Aku takut, dia dilarang main basket karena sakit."

Pikiranku teracuni oleh kesepakatan yang dibuat Otousan.

Bel rumah berbunyi, Obaasan menyuruhku untuk membuka pintunya.

"Ogiwara-kun!?"

"Yo!"

Di depanku, ia berdiri dengan baju yang basah kuyub. Tas gemblok juga masih digendong di belakang badannya. Aku panik begitu melihat tubuhnya menggigil. Setelah menyuruhnya masuk, aku lari ke kamar mandi untuk mengambil selembar handuk.

"Ini! Keringkan tubuhmu dulu, terutama rambut!"

Ogiwara-kun terkekeh pelan lalu menuruti perkataanku.

"Mandi sekalian, ya? Ah, tunggu! Aku akan siapkan air panas untukmu."

"Biar Obaasan yang siapkan, Tecchan ambilkan handuk dan pakaian ganti untuk teman Tecchan, ya."

Aku mengangguk sebelum Obaasan pergi ke kamar mandi yang ada di dekat ruang makan. Aku kembali pamit pada Ogiwara-kun yang terlihat bengong di dekat pintu. Sebelum air panasnya siap, aku mengajaknya ke ruang keluarga yang suhunya lebih hangat ketimbang ruang tamu.

"Kenapa Ogiwara-kun tahu rumahku?" tanyaku penasaran.

Itu kali pertama ia datang ke rumah. Aku belum pernah menunjukkan rumahku padanya.

"Aku sempat melihatmu kemarin sore dengan ibumu, ehehe."

Aku hanya tersenyum tipis padanya.


Mungkin itu hari yang cukup sial karena aku tidak diizinkan untuk bermain basket. Tapi aku senang, Ogiwara-kun mau main ke rumahku.

~ Tetsuya's 7th Paper End ~


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca fanfic ZPS! #bow

CHAU!