SuLay fanfiction Indonesia
The Killers
By
Flying white unicorn
Zhang Yixing * Kim junmyeon
EXO
DLL
Rate M
Don't try this at home/school/'semak-semak'
Wkwk^^
YAOI
Don't plagiat
You'll never fly if you're too scared of the height
You'll never live if you're just too scared to die
…..
Sehun tidak sempat mengenakan jam tangannya ketika mendadak ia dipanggil ke ruangan gelap itu. Waktu terasa sangat lambat, Sehun hanya menggerakkan kakinya antara mengurangi kegugupannya dan membuang waktu yang tidak tahu sudah berjalan berapa lama.
" Lama menunggu?." Tanya suara berat yang baru masuk keruangan gelap itu.
" Tidak master." Jawab Sehun menundukkan matanya.
Pria berumur itu duduk di antara ada ketiadaan cahaya di ruangan itu, Sehun tidak bisa menatap jelas wajahnya. Tapi ia meyakini wajah masternya kini bertambah tua seiring dengan besarnya cucu yang dimilikinya kini.
" Kau tahu apa maksud ku memanggilmu kemari?."
" Tidak, Master." Jawab Sehun pelan
" Kau cukup berani Sehun, mengajak Yixing ke dunia pribadimu."
" Bagaimana Master tahu?." Tanya Sehun seakan-akan bingung
" Im the eye in the sky.."
" Apa master percaya padaku?."
" Apa kau percaya dengan dirimu sendiri?." Tanya balik Masternya
Sehun terdiam, kini arah pandangnya menengok ke bawah menatap arah dadanya sendiri tempat dimana hati dan jantungnya berada.
" Kau tahu hanya satu yang bisa di selamatkan jantungmu atau hatimu. Ku harap kau tetap berpegang kepada janji dan sumpahmu."
" Aku pasti menepati janjiku." Ucap Sehun masih menatap dadanya sendiri
" Bagus. Jangan terlalu percaya hatimu Sehun, dia bukan yang mengendalikan tubuhmu. Jika jantungmu berhenti maka berhenti jugalah seluruh organ vitalmu."
" Baik master aku mengerti. Master, Yixing mengira KJ masih hidup."
" Haha anak itu, kurasa dia sedikit memiliki sifat Zhang. Tidak mudah percaya dengan tipu daya si iblis itu."
" Apa kau masih tidak mau berjumpa dengannya?."
" Belum saatnya. Pulanglah, bereskan semuanya. Kurasa sebentar lagi kita akan menerima tamu dari luar."
" Apa tamu itu sekutu kita Master?."
" Siapa yang tahu Sehun, semua orang bisa menjadi sekutu ataupun musuh kita. Tergantung seberapa perlunya dia untuk kita."
Sehun tidak memperpanjang percakapan mereka, dia lebih memilih untuk diam dan memikirkan tindakannya selanjutnya. Ia tidak ingin Yixing dimiliki orang lain, sejujurnya perasaan nya kepada Yixing lebih besar daripada rasa dendam yang ditahannya.
.
.
Selendang kabut putih akibat salju menumpuki sepanjang mata memandang. Satu demi satu langkah perlahan menginjak gundukkan putih itu, membayangkan pijakkan mereka akan menjebloskannya dalam lubang. Yixing memilih menjadi yang terakhir. Ia menunggu hingga Jongin, yang berjalan di depannya berhasil melewatkan tumpukkan salju itu, kemudian mengikuti bekas langkah Jongin.
" Jongin..."
" Jangan mulai bertanya lagi Yixing."
Sebenarnya Yixing ingin mengatakan agar Jongin lebih perlahan, tapi tampaknya cerewetnya dari tadi yang sibuk mempertanyakan kemana mereka akan pergi membuat Jongin jengah akan suaranya.
Junmyeon dan Jongdae yang berjalan di depan beriringan dan saling berbicara. Jongin yang tampak sangat kesal karena hari liburnya dirusak oleh acara pendakian di musim dingin. Padahal Yixing sendiri tidak mengerti apa yang mereka akan datangi ini.
" Ok sampai." Ucap Junmyeon
Jongdae dan Jongin merebahkan tubuh mereka di tempat yang menurut mereka sedikit lebih hangat. Sedangkan Yixing menatap apa yang disebut sampai oleh Junmyeon, hamparan salju dengan pohon-pohon yang tampak besar menjulang keatas.
" Er sampai?." Tanya Yixing
" Kita akan berburu." Ucap Junmyeon mengeluarkan panah dan pisau nya.
" Ok berburu, jadi kalian berburu dan aku akan menunggu disini? Begitu?." Tanya Yixing lebih jelas
" Zzzzz." Seru Jongin tampak kesal
Yixing tidak mengerti mengapa triple Kim itu kini memilih memandangi nya ketimbang menjawab pertanyaannya.
" Kau yang berburu dan aku akan menunggu disini sambil membayangkan hangatnya kasurku di rumah." Ucap Jongin mulai memejamkan mata.
" Kalian bercanda? A-aku tidak bisa beburu, aku tidak pandai." Ucap Yixing
" Ayo.. kita akan berburu bersama." Ucap Junmyeon sambil memberikan tangannya kepada Yixing.
Yixing diam, setidaknya pergi berburu bukanlah sesuatu yang mengerikan. Mereka akan berburu binatang, bukan manusia. Setidaknya itu masih manusiawi, bukankah manusia berawal dari sifat berburu antar mahluk hidup. Yixing menerima tangan Junmyeon dan mengikutinya untuk lebih kedepan meninggalkan Jongin dan Jongdae.
" Kau pikir ini akan berhasil?." Tanya Jongin masih menutup matanya
" Itu harapan kita." Jawab Jongdae yang mengawasi kepergian dua orang itu.
Flashback...
Mata Junmyeon tergiring, melihat kedua orang di depannya yang dengan sorotan matanya mulai mempertanyakan tentang dirinya.
" Duduklah dulu." Ucap Junmyeon
" Kami tidak kesini untuk duduk Junmyeon, apa maksudmu? Kau menciumnya?."
" Jongdae, bahkan kami sudah lebih dari itu."
" what the fu*k! Ingat siapa dia Junmyeon! Dia masih orang asing."
" Jongin jaga bicaramu! Aku tahu aku salah, menempatkan suatu kepastian dalam ketidak pastian."
" Maksudmu?."
" Ya aku mulai jatuh cinta padanya. Perasaanku pasti. Tapi dia masih seperti kabut, tidak pasti keberadaannya ada atau tidak."
" Junmyeon, kumohon kau untuk mempertimbangkan lagi perasaanmu. Walaupun dia anak kandung ayah tapi dia tetap orang asing buat kita. Kau lupa tentang sumpah kita?."
" Tidak ada orang lain masuk ke dalam kehidupan kita, bukan?. Apakah itu alasannya kau memilih tidak menyukai siapapun Jongdae?."
Yang ditanya diam menunduk.
" Aku hanya mencoba berdiri diatas sumpah kita." Jawab Jongdae
" Dan apa karena itu kau mencoba menutup jati dirimu Jongin? Berhentilah mempergunakan Krystal untuk harga dirimu."
" Hyung! Kenapa kau jadi membahas urusan pribadiku."
" Entahlah, rasanya sudah terlalu lama aku tidak menggunakan hatiku. Orang yang mengajarkanku untuk mengeraskan hati ternyata orang yang sama menciptakan seseorang yang bisa mencairkan perasaanku."
" Apa kau benar-benar mencintainya?."
Junmyeon tersenyum atas pertanyaan konyol Jongin.
" Kini dia kelemahanku Jongin."
" Sudah ku bilang kan, dia pasti akan membuat kita hancur!. Apa yang kau mau sekarang?." Tanya Jongdae
" Aku akan membangkitkan Zhang Sooyung dalam dirinya."
" Lalu ayah?."
" Anggap akulah pengkhianat dalam satu kerajaan."
" Junmyeon.."
" Hyung..."
" Aku tahu resikonya dan aku akan siap dengan segala resikonya."
Flashback end
Yixing menatap Junmyeon yang kini sibuk sendiri memantau sesuatu diantara pepohonan, tidak ada yang bergerak tapi Junmyeon terus memandang pohon di depannya.
" Yixing pejamkan matamu, rasakan dan dengar."
Yixing tidak tahu apa dia harus bersikap pura-pura mengerti dengan maksud Junmyeon atau sebaliknya. Tapi mata Junmyeon yang tajam memandangnya seakan percaya Yixing memahami apa yang dia katakan.
Dengan mata terpejam Yixing mencoba merasakan apa yang ada. Bau dingin daun beku, suara angin yang menerbangi salju, suara batuk Jongdae. Sedikit terkejut Yixing bisa mendengar suara batuk Jongdae, padahal jarak mereka sudah jauh, Yixing yakin tadi dia meninggalkan Jongdae dan Jongin di belakang jauh. Pikiran Yixing semakin tajam ke depan, mulai terdengar suara seperti empat kaki yang menapaki gundukkan salju. Yixing membuka matanya.
" Apa yang kau dengar?." Tanya Junmyeon
" Aku mendengar di depan kita ada suara derap langkah kaki hewan. Tidak terlalu besar, sepertinya hewan itu kecil."
Junmyeon tersenyum kecil.
" Lalu apa yang kau rasakan kini?."
Yixing diam, apa dia harus menjawab pertanyaan Junmyeon. Dia ingin tidak menjawabnya karena dia malu ingin mengatakannya. Lebih tepatnya lagi dia malu ingin mengakuinya.
" Jawablah, sejujurnya." Ucap Junmyeon
" A-Aku ingin memburunya." Ucap Yixing menatap Junmyeon
" Ok, lihat caraku. Aku yakin kau akan belajar dengan cepat." Ucap Junmyeon
Junmyeon memejamkan matanya, dan menarik crossbow ya dengan mata terpejamnya.
Jlep..
" Tangkaplah buruannya." Ucap Junmyeon menatap Yixing.
Yixing memandangi Junmyeon dengan sedikit aneh. Bagaimana bisa Junmyeon mengatakan dia telah berhasil tanpa melihat ada atau tidaknya buruan disana dan memanahnya dengan mata tertutup.
" Ayo ambil." Ucap Junmyeon lagi
Mau tidak mau Yixing berdiri menuju panah itu melesat, dan tergeletak seekor kelinci hutan dengan panah yang menembus kepalanya.
" Kyaaaak.. Kau kejam! Kalau kau tahu dan bisa memilih lain kali jangan panah kepalanya!." Ucap Yixing
Junmyeon tersenyum melihat reaksi Yixing yang menggemaskan itu. Padahal tadi dia sendiri yang ingin memburunya.
" Maaf kebiasaanku." Ucap Junmyeon
Yixing terdiam mematung mendengar perkataan Junmyeon, apakah itu berarti selama ini dia sering membunuh orang dengan menembaki kepalanya atau menusuk kepalanya. Yixing tidak ingin membayangkannya.
" Ayo kau mau coba kan?." Ucap Junmyeon
" Kalau tidak?." Ucap Yixing memelas
" Harus." Ucap Junmyeon menyerahkan busurnya.
Busur moderen dengan sedikit tarikan bisa terisi daya yang cukup besar. Yixing sedikit takut-takut memegangnya. Ia pernah melihat ibunya memegang busur seperti ini model yang lebih besar dan lebih terlihat rumit. Yixing mengikuti bagaimana ibunya memegang busur, mencoba terbiasa dengan barang yang ditangannya itu.
" Baik sekarang kita cari lagi sambil kau menguji pendengaranmu." Ucap Junmyeon berangjak dari tempatnya.
Pikiran dan pendengaran Yixing tampaknya tidak mau berkompromi, udara yang dingin semakin membuatnya semakin susah berkonsentrasi. Tampaknya Junmyeon tidak membantunya, ia ikut berhenti ketika Yixing berhenti dan maju jika Yixing maju. Mau tidak mau Yixing mencoba mencari buruannya sendiri.
Clek
Yixing terdiam begitu juga dengan Junmyeon, ia mendengar sesuatu di depan. Berkaki empat dan lebih besar dari kelinci tadi.
" Cobalah." Bisik Junmyeon
Yixing tidak tahu harus menutup matanya seperti Junmyeon atau menajamkan matanya mengikuti arah suara yang ia pantau. Dengan mengeluarkan nafas melalui mulutnya ia membawa mata busur menuju suatu arah. Yixing akhirnya memilih untuk memiringkan kepala dan badannya, dia tidak menutup matanya. Ia mencari posisi dengan telinganya. Dengan satu tangan ia memegang crossbow itu dengan posisi tangan tegak lurus menuju sasaran. Dengan telinga nya Yixing mulai mencoba mencari si buruannya.
Plaak
" Mari kita lihat." Ucap Junmyeon berlari menuju arah buruan Yixing. Yixing mengikuti Junmyeon dan menatap seekor rusa yang sedang di angkat Junmyeon dengan kedua tangannya.
" Ucapkan sekali lagi kau tidak bisa berburu." Ucap Junmyeon tersenyum melihat reaksi Yixing melihat hasil buruannya.
Dengan posisi menunggu Jongdae yang melihat kedatangan Junmyeon dan Yixing segera bangkit, membangunkan Jongin yang disebelahnya sedang mencoba tidur diantara tumpukan salju. Junmyeon masih membawa rusa sedangkan Yixing membawa kelinci hutan kedua nya masih tertancap panah besi dari crossbow.
" Menunggu lama untuk seekor kelinci? Bagus." Ucap Jongin
" Spesialis rusa Junmyeon? Kali ini rusa sesungguhnya." Ucap Jongdae
" Lanjutkan ocehan kosong kalian. Rusa ini milik Yixing, aku yang menangkap kelinci itu." Ucap Junmyeon dingin
" Apa?!." Teriak Jongdae dan Jongin tidak percaya.
Jongin maju kedepan seakan memeriksa apakah itu rusa asli ataupun tidak, tertancap diantara kedua mata kanan dan kiri atas tulang hidung panah Yixing menembus kepala si rusa.
" Sadis haha.." Ucap Jongin sambil menepuk tangannya senang
" Er Junmyeon apa itu reaksi yang wajar?." Tanya Yixing
" Tidak usah dipikirkan, Jongin memang suka daging rusa." Jawab Junmyeon
" Se-Sebenarnya aku tahu kalian siapa." Ucap Yixing menghentikan tawa Jongin
" Kami siapa?." Tanya Jongdae lagi
" K-Kalian.."
" Pembunuh." Sambung Junmyeon
" Hyung!." Teriak Jongin
" Sehun yang memberitahukan mu?." Tanya Junmyeon lagi
" Ne, aku tidak tahu apa maksud kalian mengajakku berburu, tapi kurasa bukan untuk mencari lauk makan siang kita kan?."
" Hyung, apa-apaan kau ini. Berhenti mengucapkan hal yang seharunya dia tidak tahu." Ucap Jongin
" Lalu dia tahu dari Sehun? Kau suka bila orang yang memiliki kita dipegang Sehun? Kau suka?!."
" Junmyeon tahan emosi, kurasa lebih baik kita pulang. Tidak bagus mencampur adukkan masalah pribadimu bersama Yixing dengan masalah internal kita." Ucap Jongdae
Jongdae menarik bahu Junmyeon untuk terus maju kedepan, Yixing mengetahui hal tentang mereka sebenarnya sudah bukan menjadi rahasia lagi. Semenjak tahu Yixing dekat dengan Sehun mereka menduga bahwa Yixing telah mengetahui siapa mereka sebenarnya.
Kecurigaan mereka terhadap Sehun tampaknya terbukti, Sehun sedang mencuci otak Yixing. Walaupun Yixing bukan siapa-siapa bagi mereka tapi mereka sadar bahwa nasib mereka kini di miliki oleh Yixing. Satu hal yang belum diketahui Sehun.
" Tunggu satu lagi, ini sudah menganggu pikiranku. Tapi boleh aku bertanya?." Ucap Yixing menghentikan langkahnya
" Apa?." Tanya Junmyeon
" Er.. daging yang BBQ kemarin. Apa itu.."
" Itu rusa asli. Kami tidak memakan manusia." Ucap Junmyeon
" Oh Syukurlah."
" Kami hanya memotong kepala manusia." Sambung Jongin
" Jongin!." Hardik Junmyeon dan Jongdae
" Haha aku benarkan."
...
Tidak biasanya Sehun yang banyak berbicara dengan Yixing, kini mendadak menjadi pendiam. Sepanjang perjalanan menuju sekolah Sehun hanya diam kini di dalam kelas pun ia banyak diam ketimbang menjawab pertanyaan-pertanyaan Yixing.
" Sehun.. kau sakit?."
" Tidak."
" Lalu kenapa kau diam saja daritadi?."
" Aku tidak apa-apa."
" Mwo? Aku tahu kau marah padaku kan? Pasti karena aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan triple Kim kan?."
Sehun diam tidak menjawab pertanyaan Yixing.
" Hmm.. Ya sudah aku kembali ke tempat dudukku dulu." Ucap Yixing mengangkat pantatnya dari bangku Jongin
" Tunggu. Jangan pergi dariku." Ucap Sehun sambil memeluk Yixing.
" Ne." Jawab Yixing tersenyum
Di pintu kelas tampak Junmyeon dan Jongdae yang baru saja tiba melihat pelukan Sehun untuk Yixing.
" Sabar aja la bro." Ucap Jongin yang baru tiba
" Betul, tahan emosimu." Ucap Jongdae
" Aku tidak apa-apa." Ucap Junmyeon meyakinkan kedua kawannya.
Mereka pun masuk ke dalam kelas, Yixing melihat kedatangan Junmyeon segera melepaskan pelukan Sehun. Ia pun segera pergi menuju tempat duduknya, dan Jongin duduk menggantikan posisi duduk Yixing tadi. Sehun yang sedikit terkejut karena Yixing tiba-tiba melepas pelukkannya hanya terdiam.
" Mau kugantikan pelukannya?." Tanya Jongin usil
" Diam kau." Ucap Sehun
" Haha." Tawa Jongin
Yixing menatap Junmyeon sedikit, entah mengapa dia seperti maling yang ketahuan mencuri begitu Junmyeon menatap dia berpelukan dengan Sehun. Bukankah itu suatu yang wajar, Sehun dan dia menjalin hubungan. Sedangkan dia dan Junmyeon tidak. Bahkan Yixing sendiri tidak tahu harus menjelaskan apa hubungan mereka sebenarnya.
" Kalian sudah datang." Ucap Yixing memulai percakapan
" Ne. Kau pergi terlalu pagi. Tidak sarapan bersama kami."
" Maaf, tadi Sehun mengajakku sarapan diluar sebelum kesekolah." Ucap Yixing
" Oh. Baiklah, setidaknya aku tidak perlu khawatir kau kelaparan." Ucap Junmyeon dingin.
Junmyeon yang kembali dingin walaupun percakapan mereka mengalami kemajuan daripada dulu. Yixing memilih untuk tidak melanjutkan percakapan lagi.
" Yixing, nanti pulang sekolah kerumah lagi ya." Ucap Sehun berbicara dekat telinga Yixing tetapi tidak berbisik.
Junmyeon menatap Sehun tajam, begitu juga Sehun yang lalu pergi dengan senyum sinisnya kepada Junmyeon.
" Apa kau akan pergi?." Tanya Junmyeon
" Mwo? Oh ya." Ucap Yixing merona
" Sepertinya kau betah di rumahnya Sehun, apa dia membawamu ke kamarnya?."
" Kenapa kau bertanya seperti itu?." Tanya Yixing
" Aku hanya ingin tahu." Ucap Junmyeon dingin
Yixing akhirnya merasa muak sendiri, melihat sikap Junmyeon yang bersikap berusaha tetap dingin padanya tetapi selalu ingin tahu banyak.
" Ne. Dia membawa ku kamarnya dan tidak ada apapun di kamarnya yang bisa kau tanyai." Ucap Yixing emosi
" Bagus." Ucap Junmyeon lalu pergi meninggalkan Yixing dan kelas.
Yixing menatap kepergian Junmyeon yang entah kenapa semakin membuat dirinya kesal sendiri.
" Kenapa dia?." Tanya Jongin yang duduk menggantikan Junmyeon disebelah Yixing
" Mencurigai Sehun." Ucap Yixing kesal
" Curiga?."
" Ne dia tanya apa aku kerumah Sehun itu masuk ke kamarnya jadi aku bilang saja iya dan tidak ada apa-apa yang bisa dicurigai dikamarnya." Jelas Yixing kesal
" Omoo bukan itu maksudnya." Ucap Jongin
" Maksudmu?."
" Hmm kau ini pantas saja mau dengan Sehun rupanya agak kurang.."
Plaak
" Maksudmu agak kurang jongin!."
" Aduh.. duh maksudku itu dia bertanya kau dibawa ke kamarnya apa tidak itu artinya apa kau dan Sehun sudah you know lah." Kode Jongin dengan matanya
" You know lah? Maksudmu? Ha! Apa maksudmu itu dimulai dengan S berakhir dengan X?." Tanya Yixing lugu
" Ha itu tahu."
Yixing menutup mulutnya sendiri sedangkan Jongin tertawa bahagia disebelah Yixing.
" Ta-Tapi aku tidak melakukan apa- apa di kamarnya." Ucap Yixing
" Siapa peduli. Yang penting pikiran Junmyeon tentang kamar itu ya berhubungan dengan yang kubilang tadi. Singkatnya sih dia cemburu." Bisik Jongin lalu pergi meninggalkan Yixing.
Junmyeon cemburu padanya. Tetapi seperti tidak mungkin. Pikiran Yixing berkecamuk memikirkan yang baru saja terjadi. Apa dia harus membatalkan janji dengan Sehun, tapi untuk apa. Dia dan Junmyeon tidak memiliki hubungan apapun. Apa tidak terlalu jahat untuk Sehun nantinya jika ia juga mempunyai perasaan kepada Junmyeon, sedangkan hubungan mereka masih terjalin.
.
.
Ini kedua kalinya Yixing dibawa ke hutan oleh dua orang yang berbeda, pertama Junmyeon kemarin dengan tak terduga mengajaknya berburu bersama kedua saudara angkatnya. Kini Yixing kembali masuk kehutan bersama Sehun. Tanpa crossbow ataupun senapan. Sehun hanya membawa pisau-pisau kecil yang berbunyi berisik di kantong celananya.
Yixing mengikuti perjalanan Sehun yang semakin jauh dari rumahnya. Tampaknya Sehun sudah hafal mati jalan berliku itu diluar kepalanya, hingga mereka sampai di sebuah lapangan dengan pohon yang berjejer seakan menyerupai prajurit yang menghadang mereka untuk lebih masuk ke dalam hutan.
" Kau lihat pohon itu?." Tanya Sehun
" Ne, pohon berjajar itu?." Tunjuk Yixing memastikan
" Ne, memang agak jauh tapi kurasa tidak ada salahnya kita mencoba."
" Coba apa?."
" Ini pegang pisau ini, lemparkan ke arah pohon itu. Belajar dulu menancapkan setelah itu aku akan mengatur titik pusatnya." Ucap Sehun
Yixing yang tidak mengerti hanya terdiam, bagaimana mungkin dia sanggup menancapkan pisau itu di pohon yang jauh. Sekuat apapun tenaga tangannya.
" Cobalah." Ucap Sehun
Yixing mulai melemparkannya dan benar, tidak sampai setengah jarak dari dirinya ke pohon itu pisau itu sudah jatuh.
" Lakukan dengan niat." Ucap Sehun tegas
Yixing mengambil satu pisau lagi dari Sehun dan mencobanya dengan jengkel, mudah sekali Sehun mengatakan dengan niat. Dengan jarak sejauh itu mana mungkin bisa. Yixing mengkonsentrasi emosi dan pikirannya dan melemparkannya lagi.
Tidak lebih baik dari yang pertama, baik Yixing maupun Sehun menghela napas mereka.
" Niat Yixing niatkan!." Ucap Sehun
" Kau coba saja sendiri." Ucap Yixing kesal
Sehun mengambil pisau itu mengkonsentrasikan pikirannya dan melemparkannya.
Jep
Pisau kecil itu tertancap di pohon. Yixing memandang hasil tancapan Sehun dengan kagum, segera ia kondisikan pandangannya karena malu tantangannya di jawab oleh Sehun.
" Coba sekali lagi. Niatkan kau ingin menancap pohon itu." Ucap Sehun
Yixing memandang pohon di depannya dengan tajam, apapun yang dia inginkan hanyalah menacapkan pisau ditangannya itu ke pohon yang lumayan jauh itu. Di mundurkan kakinya sedikit dan ia mulai melemparkannya dengan memposisikan ujung pisaunya dibawah.
Jep
" That's what I said!." Ucap Sehun senang melihat hasil Yixing.
Sehun mengambil pisau-pisau yang dibuang Yixing tadi dan di pohon yang tertancap. Ia menambahkan sebuah tanda merah di pohon itu lumayan kecil, tapi masih terlihat oleh Yixing.
" Lempar ke titik itu Yixing. Aku tahu kau bisa." Ucap Sehun mengebu.
Yixing tidak tahu ucapan Sehun apakah itu sebuah sanjungan atau semangat untuk dirinya, tapi ia merasakan Sehun tidak berbicara dengannya melainkan berbicara sendiri kedirinya. Yixing tidak memikirkan lebih jauh lagi. Ia sendiri kini yakin dengan kemampuannya, ia yakin ia bisa. Entah mengapa mungkin karena pisau lebih ringan dan lebih akrab di tangannya.
Jeep..
Sehun menepuk tangannya dan tertawa melihat hasil bidikan Yixing yang sempurna. Yixing melihat sekali lagi, dia sendiri tidak menyangka akan tepat sasaran seperti itu.
" Benarkah itu?." Tanya Yixing tidak yakin
" Kau memang benar rienkernasi KJ Yixing, taukah kau dia sangat ahli menggunakan pisau." Ucap Sehun
Yixing diam, dia tidak tahu harus bahagia atau sedih mendengar fakta itu. Sehun menyadari kebisuan Yixing kini mendekati Yixing dan menghentikan tawanya. Satu tangannya menyibak anak rambut Yixing yang menari tertiup angin.
" Maafkan aku." Ucap Sehun pelan
" Harusnya aku yang meminta maaf padamu, atas perbuatan ayahku kepada keluargamu." Ucap Yixing
" Ani, kau tidak perlu." Ucap sehun sambil mencium bibir Yixing.
Yixing mundur ke belakang, gerakan spontan. Kakinya menyuruhnya menjauh dari ciuman Sehun. Walau hatinya sendiri tidak tahu mengapa ia berbuat seperti itu.
" Maaf Sehun." Ucap Yixing cemas melihat reaksi Sehun yang kaget
" Tidak apa, baik kita lanjutkan lagi. Bagaimana kalau kali ini dengan mahluk hidup? Binatang barangkali."
" Tentu! Apa kau pikir manusia?." Ucap Yixing panik
Sehun tersenyum dan berjalan kedepan lagi, Yixing mengikuti dari belakang. Ia tidak tahu apakah Sehun marah atau tidak dengan reaksinya tadi ketika di cium Sehun.
Teet teet..
Suara ponsel Yixing berbunyi, satu nomor tidak dikenali dan asing lagi. Yixing menghentikan langkahnya begitu pula Sehun dengan wajah bertanya.
" Ha-Halo?." Jawab Yixing
" Oh harapanku terlalu tinggi untuk another ni hao again?."
Yixing tahu suara ini, suara berat ini milik Kris. Orang yang menghubunginya kemarin secara misterius. Sehun mendekati Yixing, meminta agar Yixing mengspeakerkan teleponnya. Yixing menekan tombol speaker. Kini suara Kris terdengar lebih jelas dan lantang.
" Kau lagi?." Tanya Yixing
" Lagi? Bahkan kita belum berjumpa darling."
Sehun menahan emosinya tetapi wajah dan tangannya menandakan ia siap meninju siapapun itu yang dengan lantang berani memanggil Yixing dengan panggilan sayang.
" Sekarang kau mau apa?."
" Tidak..Tidak bukan aku yang menginginkan sesuatu melainkan kau yang menginginkan sesuatu dariku."
" Apa maksudmu?."
" Kau akan membawa apa yang ku mau. Sedangkan aku, punya sesuatu yang kau inginkan."
" Aku tidak menginginkan apapun darimu." Ucap Yixing
" Oh benarkah. Hmm by the way how your day darling?."
" Jangan mengalihkan pembicaraan." Ucap Yixing
" Oh so rude. Bagaimana latihanmu bersama Sehun atau sesi berburumu bersama Junmyeon?."
Yixing dan Sehun terdiam, seketika mereka berkeliling seakan mencari sosok laki-laki dengan telepon di telinganya.
" Bagaimana kau tahu?!." Tanya Yixing cemas
" Haha dont leave false illusions behind i can read your mind.."
" Bermimpilah!." Ucap Yixing kesal
" Ok sebelum aku menutup percakapan manis kita satu hal yang harus aku katakan padamu trust your heart Yixing, your process. There's no other way to do it. Dan salam buat laki-laki yang menguping disebelahmu. Bye darling."
Telepon ditutup sepihak dari Kris. Yixing menatap Sehun ketakutan, seakan pria yang bernama Kris bersemayam di badannya. Mengetahui apapun yang dilakukannya.
" Tenanglah.. ada aku." Ucap Sehun mendekap Yixing sambil berpikir keras.
" Apa aku harus memberitahu triple Kim juga tentang Kris? Dia mengetahui apa yang kami lakukan juga." Ucap Yixing khawatir
" Tidak, jangan beritahu mereka. Mereka paranoid akut tentang hal seperti ini." Ucap Sehun memberi alasan.
Musuh ataupun lawan tidaklah diketahui sampai ia keluar menjumpai mereka. Begitu pemikiran Sehun. Ia berharap pria tahu segalanya itu berada di pihaknya. Keuntungan baginya triple Kim tidak mengetahui sosok Kris yang menghubungi Yixing.
TBC
...
*JANGAN LUPA REVIEW KAKA^^*
Mianhe baru sempat upload lagi nyeri PMS dari kemarin huaa T.T
Otakku seketika berhenti oleh kesakitan ini hiks T.T
D'eXrusius Paripachuka wkwkwk bisa aja^^ iya mau membolak balik pasangan nih disini wkwkwk
MinieZhang wkwkwk jumen menang banyak kaka^^
Guest09 huaa maaak lagi nyeri peyuut ku mak hiks maaf baru bisa upload T.T
YuKillua-Kira cemburu, dendam semua nya ada disini kaka ayoo baca terus ya kaka ud mo tamat kok semoga hihihi ^^
Yxingbunny wkwkkw thehun ga mau jomblo kaka berikan thehun kekasih
Pearl Luce masih belum terjawab rupanya di chap ini hmm
Guest huaa thehun bukan ikan kembung kaka thehun ga amiis kaka hihihi. Makasih ya ud nungguin terus hiks menangos
Angsongsaenim hihihi namanya juga SuLay shipper neng hihihi
Chensingmachine masih banyak ke abu abuan dalam FF ini sama kyk abu-abu authornya yg masih nyeri-nyeri perutnya hiks hiks
Poppyfajar260801 hihihi aku juga tidak tega kaka hihihihi ^^
