My Enemy's Friend

Kim Yesung

Kim Kibum

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin (girl)

.

Wajah Yesung memerah sempurna saat menyadari posisi mereka. Nafas Kibum yang menerpa wajahnya, membuat jangtungnya terdetak tak sewajarnya. Dadanya terasa sesak. Apa yang harus dia lakukan? Bahkan untuk memalingkan muka saja dia tak bisa.

Kim Kibum, namja itu benar-benar membuatnya gila. Bahkan ia sudah tak mengenali lagi hatinya sendiri. Jantungnya selalu berdebar karena namja ini. Yesung benar-benar tak yakin apa dia masih pantas mengaku sebagai namja normal?

"Jadi..." Kibum memajukan wajahnya. Membuat Yesung semakin gugup.

"Apa aku...," semakin maju.

"Bisa mendapatkan...," jarak mereka semakin menipis.

"Ciumanku?" tanya Kibum menghapus jarak diantara mereka.

Tanpa sadar Yesung memejamkan matanya saat Kibum mengikis jarak itu, membuat si tampan menyeringai senang.

.

Chap 6

.

Tiba-tiba Yesung tersadar saat Kibum mendorongnya berbaring di atas ranjangnya. Namja manis itu mendorong si tampan, memaksanya melepas tautan di bibir mereka.

"Wae?" tanya Kibum sedikit kecewa.

"Kau..., bukankah kau bilang tidak menyukaiku? Kau mempermainkanku?"

"Apa aku mengatakan itu? Mempermainkanmu? Kau bilang tidak tertarik pada namja, kenapa kau merasa dipermainkan?"

"Apa?!" sentak Yesung.

"Apa artinya kau menyukaiku?" tanya Kibum tepat di depan wajah Yesung. Membuat wajah merahnya semakin memerah.

"Ja-jangan bercanda!" Yesung memalingkan mukanya.

"Jadi kau tak menyukaiku?"

"Ani!" jawab Yesung.

Kibum menegakkan tubuhnya. "Arraseo," ucapnya dengan raut wajah datar.

"Mwo?" tanya Yesung tak mengerti.

"Sampai besok," ucap Kibum seraya berbalik meninggalkan kamar Yesung. "Jangan lupa kunci pintu," lanjutnya sebelum menghilang dari pandangan Yesung.

Mata Yesung mengerjap tak mengerti. Namja itu, Kim Kibum, pergi begitu saja dengan mudahnya? Apa dia benar-benar menyerah? Hanya begitu saja?

"Cih! Dasar namja aneh!" maki Yesung. Tapi, kenapa rasanya kecewa juga?

Sesaat Yesung terpaku, tak beranjak dari tempat tidurnya. Hingga deru motor Kibum terdengar meninggalkan rumah Sungmin. Si manis perlahan turun dari ranjangnya, dan keluar dari kamarnya. Setidaknya, dia memang harus mengunci pintu.

Tapi...

"Aish...! Namja mesum, egois, manusia salju! Apa yang kau mau, eoh?!" teriaknya tiba-tiba saat teringat pada Kibum yang selalu berhasil mempermainkan hatinya.

Next day...

Keduanya masih terdiam berhadapan di meja makan. Tak ada yang bersuara, selain sendok yang beradu dengan piring.

Sang Yeoja sesekali melirik namja yang lebih muda di depannya, menunggu reaksi yang telah ia bayangkan semalam. Tapi namja di depannya justru nampak santai menikmati sarapannya. Atau ini adalah ketenangan sebelum perang?

"Tek...!" Yesung meletakkan sendoknya, lalu meneguk jus jeruknya.

Sungmin mendongak menatapnya. Merasa bahwa ketenangan Yesung justru adalah wujud dari kemarahannya yang nyaris memuncak.

"Yesungie, soal stiker itu..."

"Aku akan kembali ke Kanada," potong Yesung.

"Ne?" sentak Sungmin.

"Bukan karena aku merasa kalah, atau karena aku memaafkan kesalahan Noona, tapi aku ingin melihat, apa benar namja itu terbaik untuk noona," ucapnya.

"A-apa?"

"Aku akan sangat menantikan hari itu, saat noona menyesal telah menolakku dan menyabotase kemenanganku demi namja itu. Aku yakin, dia pun pasti kecewa padamu."

Yesung beranjak dari meja makan. Meninggalkan Sungmin yang terpaku di tempat duduknya. Rasanya ada yang menggores hatinya. Perih.

Yesung yang selalu menempel padanya, Yesung yang selalu merajuk padanya. Yesung yang hanya menatapnya, bisa mengatakan hal setajam itu? Apa kesalahan yang dia lakukan sangat fatal? Dia hanya ingin bersama orang yang ia sukai, apa itu melukai Yesung? Apa dia salah?

...

Langkah Yesung benar-benar tanpa semangat. Dia benar-benar merasa terluka.

Langkahnya terhenti saat melihat sepasang kaki yang menghadangnya. Kepalanya yang tertunduk perlahan terangkat, melihat siapa yang telah menghadang langkahnya itu.

"Selamat pagi," sapa Yesung datar, lalu melanjutkan langkahnya melewati namja yang menghadangnya.

"Mwo?" ucap namja itu heran. "Ya! Kim Yesung! Bukankah ada yang harus kau jelaskan padaku?!"

"Aku tidak punya urusan apapun lagi denganmu kan?" jawab Yesung tanpa menoleh.

"Apa? Kau pikir kau siapa, eoh? Seenaknya masuk dalam kehidupanku, menantangku, dan merebut hatiku, lalu seenaknya saja kau lari dari tanggung jawab?!" teriak namja itu tanpa peduli semua orang menatap ke arahnya.

Tap! Langkah si manis kembali terhenti. Lalu perlahan menoleh menatap namja dibelakangnya. Diputarnya langkah itu kembali mendekat padanya, dan berhenti tepat di depan namja tampan itu.

"A-apa?" tanya si tampan karena terkejut.

Yesung mendekatkan wajahnya, menatap lekat-lekat namja tampan itu, tanpa melewatkan satu sudutpun dari wajahnya. Mencari sebab rasa sesak di dadanya.

Si tampan menyeringai. Tanpa Yesung antisipasi, ia telah merengkuh pinggangnya, menariknya hingga tubuh mereka menempel sempurna.

"Kau ingin aku menciummu?" tanya namja tampan itu sembari mendekatkan wajahnya.

"Ya! Cho Kyuhyun!" protes Yesung seraya mendorong jidat Kyu menjauh dengan telunjuknya. "Singkirkan tanganmu sekarang juga!"

"Kalau aku tidak mau?"

"Maka kau tinggal memilih, lututku, atau sepatuku yang akan bertindak!" ancam Yesung sadis.

Alis Kyuhyun bertaut mendengar ancaman Yesung. Lutut atau sepatu? Batinnya seraya menunduk menatap sebelah kaki Yesung yang sedikit terangkat di antara kedua kakinya.

Sepatu artinya, dia akan menginjak kaki Kyuhyun sekuat tenaga, mungkin sampai kuku jarinya terlepas. Lutut artinya...

"Ya! Itu aset masa depan, andwae!"

"So, just let me go! NOW!"

Cengkraman Kyuhyun seketika terlepas begitu kalimat Yesung selesai terucap. Membuat si manis bernafas lega. Lalu tanpa bicara apapun, Yesung berbalik meninggalkannya.

"Ya! Kim Yesung!"

"Aku tidak ingin bicara denganmu, Cho! Tidak sekarang! Jadi jangan membuat masalah denganku!"

Kyuhyun melongo dengan tidak elitnya. Bagaimana mungkin si nomor satu, Cho Kyuhyun bisa mendapat ancaman dari seorang namja bertampang yeoja seperti itu? Jangan membuat masalah katanya?

"Ya! Akulah penguasa sekolah ini, bukan kau Kim Yesung!" teriaknya kesal.

Terdengar tawa cekikikan di belakang namja evil itu sesaat setelah teriakannya menggema.

"Matilah kau, Cho Kyuhyun!" ucap Joon.

"Oppaku pasti tertawa di atas sana. Menggelikan!" sindir Wookkie.

"Sepertinya wajah tampanmu, tak mempan padanya," desah Suzy.

"Hei, apa aku perlu mengadakan survey, mungkin saja fansmu banyak yang berpindah jadi penggemar Kim Yesung?" ucap YongGuk yang di sambut tawa yang lain.

"Ya! Ya! Ya! Kalian cari mati?! Lagi pula, kenapa kau masih saja berkeliaran di Sekolah kami, Kim Ryeowook? Bukankah seharusnya kau kembali ke negaramu?"

"Oh, justru karena itu, karena besok aku harus kembali, bagaimana kalau...," Wookkie menggerakkan telunjuknya memberi kode agar semua mendekat padanya.

"Apa?"

"Bagaimana kalau hari ini kalian semua membolos dan menemaniku jalan-jalan?" usul Wookkie.

"Yey..., aku mau!" seru Suzy tanpa berpikir panjang. "Hei, Bang! Kau ikut kan? Kalau tidak aku tidak akan memaafkanmu!"

"Mwo? Kenapa aku?"

"Karena aku tidak mau sendirian jadi obat nyamuk!"

"Eh?" YongGuk berpikir sejenak. "Ya, baiklah..., aku akan mengajak Minnie."

"Kibum oppa juga!" seru Wookkie yang langsung membuat Joon berdehem. "Hehehe..., mian...," ucap Wookkie sambil meringis.

"Apa Kim Yesung juga diajak?" tanya YongGuk yang mengundang semua mata menoleh padanya.

.

-my enemy's friend-

.

Kibum menoleh saat menyadari kehadiran seseorang. Si tampan segera menutup buku yang dia baca, dan beranjak meninggalkan tempat favoritnya. Tanpa berucap, ia melangkah melewati Yesung yang berdiri tak jauh darinya.

Deg! Jantung Yesung terasa ngilu. Apa namja itu sedang menjauhinya sekarang? Apa dia bosan 'bermain' dengannya?

"Oppa!" panggilan itu membuat Yesung menoleh.

Lagi-lagi yeoja itu. Dengan manja yeoja itu menggandeng Kibum pergi.

Yesung meraba dadi kirinya. Senyum miris tersemat di bibirnya. Dia tahu sekarang. Rasa sakit yang sejak semalam ia rasakan, bukan karena Sungmin dan Kyuhyun. Meski dari awal Yesung berkata dia membenci Kyuhyun, tapi kebencian itu tak sampai melukainya. Luka itu karena orang lain.

Karena Kim Kibum.

"Aku benar-benar sudah gila. Ini harus diakhiri sebelum aku benar-benar terjebak," ucapnya.

...

Jam 10 pagi.

Seharusnya Yesung masih di kelas mengikuti pelajaran. Tapi dia jutru berada di sebuah mobil dalam perjalanan yang entah kemana, dan mendengarkan omelan Hyukkie di telepon.

Tadi setelah istirahat, tiba-tiba seseorang membekap mulutnya dan menyeretnya ke parkiran. Dan ternyata tasnya pun sudah ada di dalam mobil milik sang penculik. Lalu tanpa mendengar penolakan, dia dipaksa ikut kemana penculik itu pergi. Great!

"Ya! Lee Hyukjae, aku juga tidak ingin pergi. Ini penculikan kau tahu! Aku akan berterima kasih jika kau membantuku lapor polisi, dan... ya! Telponku!"

"Kau mau melaporkan kami, eoh?" tanya salah satu penculik yang duduk di sampingnya sambil melingkarkan lengannya di leher Yesung. Untuk selanjutnya kita sebut penculik 1.

"Halo, 'teman Kim Yesung'. Kami bukan penculik, kau tenang saja. Kami akan mengembalikannya dalam keadaan utuh. Ya..., kecuali ada alasan tak terduga. Annyeong!"

Klik! Dan sambungan telepon pun terputus. Satu penculik yang bertugas menjadi sopir mereka atau penculik 2, terkikik mendengarnya.

"Jadi, sambil menikmati perjalanan kita, bisakah kau bercerita hubunganmu dengan si wajah datar, Kim Yesung?" tanya penculik yang merebut teleponnya. Atau penculik 3. (busyet...! ribet amat?)

"A-apa? Hubungan apa? Tidak ada!"

"Jinjja? Jangan menipu kami. Jelas-jelas waktu itu dia bilang kalian pernah berciuman kan? Tidak mungkin tidak ada apa-apa!" sahut penculik 1 tak percaya.

"I-itu...," Yesung tergagap.

"Kalian pacaran di belakang kami?" tuduh penculik 3 sambil memajukan wajahnya menatap Yesung penuh selidik.

"Ya! Singkirkan wajahmu!"

"Jawab, atau aku akan memp*rk*samu di sini," bisik penculik 1 di kuping Yesung.

"Andwae!" tolak Yesung. "Noona.., jauhkan dua namja itu dariku...!" teriaknya setelah berhasil melepaskan diri, dan melompat ke jok depan.

"Bang YongGuk! Lee Joon! Sudah, jangan bercanda lagi!" si penculik 2 a.k.a Suzy berubah jadi malaikat pelindung Yesung.

"Cih!" decak dua namja di jok belakang kesal.

"Tapi aku benar-benar penasaran, apa kau benar-benar tak ada hubungan apapun dengan Kim Kibum?" tanya Suzy sambil tetap fokus pada jalanan.

Yesung tak menjawab. Pura-pura asyik mengamati jalanan. Meski sebenarnya, pertanyaan yeoja itu sangat mengganggunya.

Kim Kibum. Sebenarnya apa yang ada di pikiran namja itu? Yesung sama sekali tak mengerti dengannya. Dia tak pernah mengatakan bahwa dia menyukai Yesung, tapi selalu menciumnya seenaknya. Selalu bersikap seakan tak pernah terjadi apa-apa, tapi setelah itu memperlakukannya seolah dia kekasihnya. Dan sekarang dia mengacuhkannya? Apa maunya?!

"Hei, Joon, bukankah itu Wookkie?" tanya YongGuk yang membuat Yesung tersadar dari lamunannya.

"Hmm, dengan Kibum kan?" jawab Joon santai sambil memainkan ponselnya.

Yesung menatap motor yang barusan menyalip mobil mereka. Meski sangat cepat, tapi ia masih bisa menangkap bayangan mereka. Kim Ryeowook tengah memeluk erat pinggang Kibum yang memboncengnya. Posisi yang biasanya ia tempati.

"Kau bisa bicara sesantai itu?" tanya Suzy sambil melirik Joon dari spionnya.

"Waeyo? Mereka memang seperti itu. Wookkie menyayangi Kibum lebih dari rasa sayangnya pada Yonghwa Hyung," ucap Joon.

Ia ingat, saat SMP dulu ia sering merasa cemburu saat melihat Wookkie yang terus menempel pada Kibum. Selalu mengatakan kalau namja itu adalah namja impiannya, tanpa peduli berapa kalipun Kibum menolaknya. Dan karena merasa perasaannya bertepuk sebelah tangan, Joon mulai mencoba berpacaran dengan yeoja lain. Meskipun selalu berakhir tak menyenangkan. Karena matanya hanya tertuju pada Kim Ryeowook seorang.

Hingga suatu kali, saat ia menggantikan Kibum menjemput Wookkie di sekolahnya, karena terlalu ngebut, mereka mengalami kecelakaan, Wookkie beberapa hari tak sadarkan diri. Saat itu, Joon selalu menemaninya. Meski untuk itu ia harus mendapatkan beberapa tamparan dari Yonghwa.

Setelah kejadian itu, Joon tak berani lagi berharap untuk dekat dengan Wookkie, karena Yonghwa. Tapi Kibum dengan santainya justru mengatakan perasaan yang bahkan tak pernah ia ungkapkan pada siapapun itu pada Kim Ryeowook. Joon hampir frustasi karena takut Wookkie akan membencinya, tapi sungguh tak terduga, ternyata yeoja itu memiliki perasaan yang sama dengannya. Selama ini ia menempel pada Kibum hanya untuk membuatnya cemburu. Dua perasaan yang terpendam itu akhirnya menyatu. Tapi mereka terlalu takut untuk mengatakannya pada Yonghwa. Dan akhirnya tak pernah ada kesempatan untuk mengatakannya, karena kepergian Yonghwa yang terlalu mendadak.

Karena itulah, Joon tak pernah merasa terganggu dengan kedekatan Wookkie dan Kibum.

...

Lee Sungmin keluar dari mobil Kyuhyun masih tanpa bicara. Seharusnya dia gembira karena berkesempatan berduaan dengan namja yang ia sukai. Tapi karena peristiwa pagi ini, ia jadi tak bersemangat melakukan apapun. Yang ada di pikirannya hanyalah Kim Yesung yang saat ini bersikap dingin dan tak mau bicara dengannya. Ini rasa bersalah, ataukah perasaan lain? Seolah ada yang hilang dari hatinya.

Motor Kibum berhenti di samping mobil Kyuhyun saat namja itu keluar.

"Mana yang lain?" tanya Kyu.

"Di belakang," jawab Wookkie sambil menunjuk sebuah mobil yang datang paling akhir.

Joon dan YongGuk keluar dari sisi belakang mobil yang berhenti di samping kanan mobil Kyu.

"Kalian lama sekali?" ucap Kyu kesal.

"Mianhae, kau kan tahu aku baru beberapa hari boleh menyetir sendiri. Jadi..."

"Mwo? Kenapa kau tidak bilang kalau kau masih belajar? Haah..., untung saja kita selamat sampai tujuan...," ucap Joon.

Suzy terkikik. "Ku pikir kau sudah tahu," ucapnya sambil menjulurkan lidahnya.

"He, Kim Yesung, kau tidak turun?" tanya YongGuk sambil membuka pintu di samping tempat duduk Yesung.

Kyuhyun dan Sungmin spontan menoleh ke arahnya. Sementara Kibum meski juga terkejut, tapi tetap bersikap biasa saja.

Kyuhyun memutar langkahnya mendekat ke mobil Suzy. Memastikan Yesung benar-benar ada di sana.

"K-kau? Cih! Kau beruntung sekali ya, meski kau gagal mengalahkanku, tapi bisa berkencan dengan kami hari ini. baiklah, karena aku baik, hari ini aku akan menjadi milikmu sepenuhnya. Tawaran bagus kan?" ucap Kyu.

Yesung mendorong Kyuhyun menjauh, lalu turun dari mobil itu. "Bagaimana kalau kau menjadi budakku seharian? Itu lebih baik menurutku," jawabnya yang di sambut tawa yang lain.

"Ya! Kau ini..."

"Noona, hari ini kau jadi teman kencanku, ne!" ucap Yesung pada Suzy sambil mengulurkan tangannya pada yeoja itu.

"Jeongmal? Dengan senang hati!" seru yeoja itu sambil menyambut tangan Yesung. Dan tanpa peduli pada yang lain, mereka mendahului masuk ke taman bermain terbesar di Korea itu.

Kyuhyun merengut sebal. Untuk pertama kalinya dia merasa dipermainkan, tanpa bisa membalas sama sekali. Sementara Sungmin hanya menatap punggung keduanya yang semakin menjauh. Yesung benar-benar tak menatapnya. Apa dia benar-benar membencinya?

Dan haruskah aku berikan judul 'Perfect Date' untuk Yesung dan Suzy? Karena keduanya tampak sangat menikmati kencan mereka, selain Joon dan Wookkie tentunya. Mereka asyik mencoba banyak wahana dan game yang ada.

"Suzy'ah..., kita makan sebentar, ne?" pinta Joon yang menggandeng Wookkie.

Yesung yang menoleh bersama Suzy sedikit merasa aneh, karena yeoja itu terus bersama Joon, padahal biasanya ia selalu bermanja-manja pada Kibum.

"Baiklah, kita makan!" ucap Suzy.

Dan mereka pun memutuskan untuk beristirahat sejenak.

"Noona, aku ke toilet sebentar, ne!" pamit Yesung lalu meninggalkan yang lain.

"Hei, Kim Yesung tunggu!" panggil Kyuhyun seraya berlari mengejar Yesung.

"Sepertinya Cho Kyuhyun kita benar-benar sedang jatuh cinta," gumam YongGuk sambil menatap sosok Kyuhyuh yang mengejar Yesung.

Suzy menginjak kaki YongGuk. Membuat namja itu mengerang protes.

"Aow.., Suzy'ah!"

"Apa kau tidak bisa diam?"

"Aku baik-baik saja, Suzy'ah. Kau tenang saja," ucap Sungmin seraya menerima buku pesanan yang diberikan oleh pelayan.

"Ada apa?" bisik Wookkie pada Joon.

Namja itu menoleh, lalu membisikkan sesuatu di telinga kekasihnya tentang Sungmin yang menyukai Kyuhyun yang ternyata menyukai Yesung. Mereka semua terlalu larut dalam pikiran tentang hal itu hingga tak menyadari Kibum meninggalkan bangkunya.

Kibum menghentikan langkahnya, saat Yesung berjijit mencium Kyuhyun. Setidaknya itu yang ia tangkap dalam pandangannya. Namja tampan itu mengepalkan tangannya kesal, namun tetap berusaha bersikap tenang.

Yesung memundurkan tubuhnya. "Ingat janjimu baik-baik, Cho Kyuhyun!" ucapnya sambil melangkah meninggalkan Kyuhyun yang masih terpaku di tempatnya berdiri.

Namja itu sempat menghentikan langkahnya di samping Kibum, lalu melanjutkannya tanpa bicara apapun.

Refleks, si tampan langsung berbalik mengejarnya, menghentikan langkahnya yang hampir kembali bergabung dengan teman-temannya dan menariknya meninggalkan restoran.

"Ya! Kim Kibum, kau mau membawaku ke mana?" tanya Yesung yang terus ditarik oleh namja tampan itu.

Kim Kibum tak menjawab, hanya terus menariknya ke sebuah wahana.

"Bianglala?" tanya Yesung tak mengerti.

Kibum tak menjawab, hanya memberinya kode untuk masuk ke gondola saat petugas membukakan pintu untuk mereka.

Dan di sinilah mereka. Duduk berhadapan di dalam gondola yang perlahan bergerak semakin ke atas. Tak ada kata yang terucap, hanya tatapan Kibum yang terus menatap ke arah Yesung yang salah tingkah.

"Waee?!" ucap Yesung kesal. "Apa maumu, eoh?!"

"Apa yang kau lakukan dengan Kyuhyun?" tanya Kibum akhirnya.

"Cho Kyuhyun?" ulang Yesung. "Memang apa?" tanyanya balik.

"Kalian berciuman?"

"MWOOOO?!" teriak Yesung.

"Ya! Kenapa kau berteriak?"

"Seharusnya aku yang bertanya! Kenapa kau menanyakan hal seperti itu, eoh? Berciuman dengan Cho Kyuhyun? Apa aku sudah gila hingga melakukannya?" omel Yesung.

"Tapi tadi..."

"Tadi?" ulang Yesung, mencoba mengingat apa yang terjadi antara dirinya dan Kyuhyun.

.

"Ya! Kim Yesung, aku belum menyerah! Kita tanding ulang, aku yakin aku akan menang! Dan saat itu kau harus mau menjadi namjaku!"

"Jangan berkhayal! Meski aku kalah segalanya darimu, aku tidak akan kalah dalam hal menyanyi, Cho Kyuhyun'ssi."

"Cih! Kau benar-benar sombong!"

"Itu kenyataan, tuan muda! Apa kau tahu, seharusnya aku menang darimu waktu itu?" ucap Yesung sambil bersidekap menatap Kyuhyun.

"Mwo? Jelas-jelas kita seimbang."

"Aniyo! Bukankah selain peserta kau juga bagian dari juri? Dan kau belum memberikan pendapatmu."

"M-mwo?"

Yesung maju selangkah, berjinjit, menyejajarkan wajahnya dengan telinga Kyuhyun. "Suzy Noona bilang, kau selalu mengatakan pada semua peserta, bahwa suaramu adalah milik mereka. Aku tau itu kau katakan, karena kau merasa yakin kau tidak akan terkalahkan. Tapi pasti kau tak memikirkan jika hasilnya seri kan?" bisiknya.

"Kau...!"

"Jadi mulai sekarang jangan ganggu aku!" ucap Yesung seraya menjauhkan wajahnya."Ingat janjimu baik-baik, Cho Kyuhyun!"

.

Yesung tertawa menyadari apa yang Kibum maksud dengan ciuman itu.

"Ya! Apa yang kau tertawakan, eoh?" tanya Kibum sambil memenjarakan Yesung dengan sepasang tangannya.

"K-kibummie...!" sentak Yesung kaget saat menyadari kedua tangan Kibum yang berada di sisi kanan dan kirinya.

"Waah, kau menyebut namaku semanis itu setelah membuatku cemburu? Apa kau berpikir itu akan membuatmu dimaafkan?" bisik Kibum.

"M-mwo? Cemburu?"

"Ne! Aku tidak suka melihatmu bersama Kyuhyun! Aku tidak suka melihatmu bersama Suzy, bahkan dengan Sungmin sekalipun!" ucap Kibum tegas.

"W-waeyo?"

"Karena kau hanya boleh menatapku!"

"Mwo! Kau egois Kim Kibum'ssi! Bagaimana kau bisa berkata seperti itu sementara kau sendiri selalu bermesraan dengan yeoja lain?!"

"Maksudmu kim Ryeowook? Kau cemburu padanya?" tanya Kibum. Tiba-tiba saja dia merasa menang.

"Mwo? A-aniyo! Mana mungkin aku cemburu! Aku bahkan tidak tertarik padamu!" ucap Yesung sambil membuang muka menghindari tatapan Kibum.

Namja tampan itu menyeringai. Dia yakin, Yesung merasa cemburu pada Kim Ryeowook. Ia telah menyadarinya sejak beberapa hari sebelumnya. Tapi Kibum sengaja tak menjelaskannya agar Yesung menyadari perasaannya dengan sendirinya. Dan rencananya nyaris berhasil. Dia tahu, tadi di sekolah Yesung terlihat kecewa saat melihat Kibum pergi bersama Wookkie. Juga sikap mesranya dengan Suzy, adalah untuk membalasnya. Kibum bisa menahan perasaan tidak sukanya saat Yesung bersikap sangat manis pada Suzy, tapi dia benar-benar tak bisa menahan rasa cemburunya saat melihatnya bersama Kyuhyun. Dia merusak rencananya sendiri, untuk membuat Yesung menyadari bahwa ia mulai menyukai Kibum.

"Hei, lihat kemari!" ucap Kibum.

"Shireo!"

"Ku bilang tatap aku, Kim Yesung!" perintah Kibum.

"Aku tidak ma-, eummmph...!" teriakan Yesung terputus saat Kibum memaksanya menoleh dan langsung menciumnya.

"Apa yang kau..., eummmph! Emmph!" dan lagi.

Kibum terus menciumi bibir Yesung, sambil menyudutkan namja manis itu di ruang sempit gondola yang mereka naiki. Meski awalnya murni paksaan, tapi perlahan, tanpa ia sadari, atau sebenarnya karena mulai menikmatinya, Yesung mulai membalas ciuman Kibum. Membuat si tampan menyeringai senang di sela ciuman mereka. Tanpa menyadari gondola yang mereka tumpangi perlahan mulai turun dan berhenti.

"Ehm! Tuan-tuan, bisakah berhenti sebentar? Anda berdua merusak kesucian mata pengunjung yang lain!" ucapan seseorang membuat kegiatan mereka terhenti.

Kibum menoleh. "Apa yang kalian lihat, eoh?!" ucapnya sambil menarik tengkuk Yesung, menenggelamkannya dalam dadanya. Menyembunyikan rona merah di wajah namja manis itu, yang ia yakin akan membuatnya bertambah manis dan menyebabkan tatapan lapar orang-orang.

"Cih! Kami kebingungan mencari kalian sampai tidak jadi makan siang, tapi ternyata kalian justru saling 'memakan' di tempat ini!" sindir Wookkie.

Kibum tak menyahut, perlahan menarik Yesung keluar dari gondola. "Siapa suruh kalian tidak makan?" ucapnya cuek, sambil meninggalkan teman-temannya.

"Ya! Kim Kibum! Sejak kapan kalian sedekat itu, eoh?!" teriak Kyuhyun kesal.

Kibum menghentikan langkahnya, menoleh pada Kyuhyun. "Sejak Kim Yesung datang dia sudah menjadi milikku. Apa kau puas dengan jawabanku?" ucap Kibum sambil menarik Yesung ke dalam dekapannya.

"Mwo?"

"Nikmati saja sisa hari ini. Kami akan pergi lebih dulu. Aku tidak ingin merusak kesucian mata kalian lebih dalam lagi," ucap Kibum yang membuat Yesung merona sempurna.

"Mwo?!" teriak teman-temannya yang sama sekali tak ia pedulikan.

.

-my enemy's friend-

.

Yesung menahan tangan Kibum yang hendak melepas kancing kemejanya. Mereka berada di rumah Kibum saat ini.

"Wae?"

"Kau belum menjelaskan padaku tentang yeoja itu!" ucap Yesung dengan wajah memerah karena ciuman panjang yang baru saja mereka lakukan.

Kibum tersenyum. "Dia adik sunbaeku," ucapnya sambil mengecup bibir Yesung. "Dan dia kekasih Lee Joon."

"Mwo?"

"Aku tahu kau cemburu padanya," ucap Kibum sambil mengecup setiap sudut wajah Yesung.

"Apa? Jadi kau sengaja melakukannya?!"

"Ne! Aku sengaja membiarkannya bermanja-manja padaku, untuk membuatmu cemburu," ucap Kibum sambil turun menciumi leher Yesung.

"Sssh.., Kim Kibumph.., bisakah kau berhenti menyentuhku sebelum kita selesai bicara!" ucap Yesung kesal sambil menahan desahannya.

Kibum menjauhkan wajahnya. "Kau ingin bertanya apa lagi, hmmm?" tanyanya lembut.

Jantung Yesung nyaris berhenti karena gugup mendengar ucapan lembut itu. juga tatapannya yang sangat dalam.

"Sepertinya tidak ada. Jadi bisa kita lanjutkan?" tanya Kibum lagi sambil melepas kancing kemeja Yesung.

"Ya! Aku bahkan belum mengatakan apa-apa! Hentikan! Apa yang kau laku-emmph...! Kim Kibum! Lepaskan aku! Aku bahkan belum setuju untuk menjadi namjachi-, eummphh!"

Kibum menghisap bibir Yesung sedikit kasar. "Kau mau tahu sejak kapan aku menyukaimu kan? Sejak sebelum kau datang, dari foto milik Lee Sungmin."

"Mwo?"

"Aku juga yang membuatnya berani menantangmu bertaruh untuk mengalahkan Kyuhyun."

"A-apa? Jadi kau...?"

"Memanfaatkan Sungmin dan Kyuhyun untuk mendekatimu? Begitulah...," ucap Kibum sambil memberikan tanda di dada Yesung.

"Eungh..., kau licik Kibummieh...,"

"Ani, tapi aku jenius, baby. Sudahlah, jangan bertanya lagi," ucap Kibum sambil membuka ikat pinggang Yesung.

"Andwae!" cegah Yesung tiba-tiba.

"Waeyo? Kau tak percaya padaku? Atau kau masih merasa ini aneh?"

Yesung menggeleng pelan. "Mianhae. Tapi aku harus kembali ke Canada. Jadi...,"

"Mwo?" sentak Kibum seraya menjauhkan dirinya dari Yesung.

"Kibummie?" ucap Yesung lirih sambil meraih tangan Kibum, tapi namja itu menepisnya.

"Kapan kau akan pergi?" tanyanya dingin.

Yesung sedikit kecewa mendengarnya. "Lusa," ucapnya sambil menunduk.

Kibum turun dari ranjangnya. "Pakai bajumu, aku akan mengantarmu pulang," ucapnya seraya keluar dari kamarnya.

Yesung menatap pintu kamar Kibum yang mulai tertutup. Hatinya terasa nyeri. Seharusnya ia tak pernah memulai hubungan ini. Seharusnya ia menghapus perasaannya. Tapi kenapa semua justru terjadi sebaliknya? Dia telah jatuh dalam jeratan Kim Kibum. Dan dalam detik yang sama ia harus meninggalkan namja yang bari ia sadari memiliki arti yang sangat kuat di hatinya.

Apa yang harus ia lakukan? Dia merasa takut tersakiti dan menyakiti dalam waktu yang bersamaan. Apa yang harus ia lakukan?

.

Tbc

.

Apa ada yang merasa chap ini membosankan? Atau hanya saya? Entahlah, rasanya kurang feel. Mianhae, mungkin karena saya lagi nggak enak badan. Flu, batuk, sariawan, maag, di saat bersamaan. Wooow banget kan? Tapi hari ini udah mendingan. Moga-moga besok udah Fit secara sempurna. Amin...

Ohya, buat Readers, saya lagi penasaran nyari idol yang seratus persen mirip ma Kyuhyun siapa ya? Ada nggak yang setuju milih Jonghyun CN Blue? Atau ada yang lain? Kasih tau ya..., plisssss!

Dan tengs to semua yang udah review. Maaf lagi2 gak di sebutin satu2.

See you in the next chap. Bye...!