thx buat yang sudi menbaca fic gw ini! dan sory bgt tuk ginryu yg uda review, battlenya masih belum! gomenasai ne!
DISCLAIMER : PERSONA 3 AMA PERSONA 3 FES BUKAN PUNYA GW!
Chapter 7
Hikari menbuka matanya. Waktu menunjukkan pukul 07.00 pm.
Hikari bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan mencuci mukanya. Dia menatap pantulan wajahnya di cermin. Dia teringat akan cowok berambut biru yang muncul di pikiranya sesaat sebelum dia memanggil Orpheus.
"Siapa ya dia? Tapi tak ada gunanya aku menebak sembarangan" pikir Hikari dan menghela napas.
Hikari menganti piyama tidurnya dengan seragam sekolahnya.
"Saatnya berangkat sekolah" pikirnya.
…..
Saat turun ke bawah hikari menemukan Reiji dan ayumi di loby.
"Selamat pagi." sapa Hikari
"Pagi."balas Ayumi tersenyum
"Pagi! Kau akan ke sekolah hari ini? Kupikir kau harus beristirahat dulu." kata Reiji.
"Aku tidak apa-apa,terima kasih." senyum Hikari.
"Ya baiklah kalau begitu. Jangan memaksakan dirimu." ujar Reiji.
"Kau ingin berangkat ke sekolah kan? Ayo kita berangkat sama-sama" tawa Ayumi mengajak Hikari.
Hikari mengangguk kepalanya menyetujui ajakan Ayumi.
….
"Hei Hikari! Ada apa denganmu? Kemari kau tidak masuk sekolah? Sakit ya?" tanya Shin sambil menupuk pundak Hikari yang sedang duduk di kursinya pada saat istirahat.
Hikari tersenyum "Ya…begitu lah..."
''Kau harus menjaga kesehatanmu Hikari." kata Shin menasehati Hikari.
"Terima kasih,aku akan melakukannya." balas Hikari.
Shin tersenyum mendengar kata Hikari dan duduk di depan Hikari.
"Kulihat kau tadi pagi kau datang bersama Reiji senpai dan Ayumi senpai?" tanya Shin hati-hati.
"Iya,aku seasrama dengan mereka."jawab Hikari.
"Apa! Jadi kau tinggal di asrama itu." kata Shin terkejut.
"Memangnya kenapa dengan asrama itu?" tanya Hikari begitu melihat reaksi Shin.
"Uh….kau tidak tau ya. Penghuni asrama itu semuanya orang yang di segani oleh orang."
"Di segani?" tanya Hikari lagi.
"Iya. Pertama Kai Yoshimura ,kelas 3-C .Dia adalah ketua osis, peraih nilai tertinggi di angkatannya. Dipercaya oleh semua guru dan murid sekolah. Tampan,Jago olah raga , baik dan berwibawa. Bahkan ada fans klubnya. Kedua, Nami Himura kelas 3-A. Wakil osis peraih nilai tertinggi setelah Kai Yoshimura. Gadis cantik dan dewasa ketua klup piercing. Sama seperti Kai senpai dia juga memiliki fans club. Ketiga, Ayumi Tanaka kelas 2-A. Gadis manis andalan klub karate. Walau sangat tomboy, banyak cowok yang mengejarnya namun tidak berani mendekatinya. Terakhir Reiji Satoshi kelas 2-C. Dia adalah preman kelas kakap di sekolah kita. Bahkan guru sudah angkat tangan terhadapnya. Dia ditakuti oleh semua murid sekolah bahkan murid sekolah lain juga takut padanya." Jelas Shin panjang dengan penuh semangat.
Hikari cuma diam melihat Shin.
"Ada apa Hikari? Kok diam saja?" tanya Shin sadar kalau Hikari melihatnya.
"Apakah kau akan masuk ke dalam klub surat kabar nantinya?" tanya Hikari.
"Tidak. Aku akan mengambil klup pulang ke rumah." tawanya
Hikari cuma tersenyum namun dalam hati dia berpikir " Dengan bakatnya mendapat informasi lebih baik jika dia masuk ke dalam klub surat kabar."
…..
Fuka sedang duduk di dalam ruangan barunya di Tatsumi memorial hospital.
"TOK….TOK…..TOK….." pintu ruangannya diketuk.
"Masuk" ujar Fuka.
Pintu ruangan terbuka seorang suster berjalan masuk ke dalam sambil menbawa beberapa dokumen. " ini adalah daftar dari pasien yang akan di tanggani oleh dokter."
"Terima kasih." Senyum Fuka dan menerima dokumen tersebut.
"Kalau begitu permisi ." kata suster itu dan meninggalkan ruangan tersebut.
Fuka menbuka dokumen tersebut dan mulai menbaca dokumen itu. Tiba-tiba matanya terbelak saat melihat salah satu daftar pasiennya.
Nama : Yukari Takeba
Penyakit : Kanker otak stadium 3
Status : Koma
Tangan Fuka gemetar saat melihat foto pasien yang dilampirkan dokumen itu. Pasien itu memang Yukari yang dikenalnya. Dengan secepatnya dia mengambil telepon gengamnya dan menelepon Mitsuru.
"Halo, ada apa Fuka?" tanya Mitsuru melalui telepon.
"Mitsuru senpai aku sudah berhasil menemukan Yukari-chan.." katanya dengan suara gemetar.
"Benarkah! Bagus sekali di mana dia dan ada apa dengan mu? Suaramu kelihatan gemetar." Tanya mitsuru.
" Dia ada di Tatsumi memorial hospital dan terdaftar sebagai pasien penderita kanker otak…" jawab Fuka sambil berusaha menahan tanggisnya.
" APA?" teriak Mitsuru.
….
Hikari berjalan menbuka pintu kamar ibunya. Dengan pelan dia berjan memasuki ruangan tersebut dan duduk di samping ibunya yang terbaring tidak sadarkan dirinya.
"Aku datang, ibu…." ujarnya pelan.
Hikari menghela napas saat melihat selang oksigen dan jarum infuse di tangan ibunya. Ibunya Kelihatan bertambah kurus di bandingkan sebelum dia kehilangan kesadarannya.
"Apakah kau memimpikan ayah lagi,bu?" tanyanya.
Hikari mengengam tangan ibunya. "Kau pasti sedang memimpikan ayahkan? Aku tau kau sangat merindukannya. Setelah kupikir-pikir, kau sama sekali tidak pernah menceritakan bagai mana ayahku itu padaku. Wajahmu akan terlihat sangat bahagia dan kemudian akan terlihat sangat sedih saat aku menanyaimu tentang ayah sewaktu aku kecil. Aku tidak suka melihat mu bersedih karena itu aku berhenti bertanya padamu seperti apa ayahku."
Hikari tersenyum lemah. "Kau harus sadar bu. Dan menceritakan padaku seperti apa ayahku itu."
…
Fuka berdiri di depan pintu Tatsumi memorial hospital. Tidak lama kemudian Akihiko,Mitsuru, Junpei ,Ken dan Aigis tiba.
"Fuka apakah kau yakin itu yuka-tan?" tanya Junpei dengan wajah pucat.
"Aku yakin Junpei. Aku sudah melihatnya dengan mataku sendiri. Meski terpisah selama 17 tahun, aku yakin itu Yukari chan. Dan sekarang dia dalam keadaan koma sejak ini" kata Fuka sambil menyerahkan sebuah dokumen kepada mereka.
Mereka melihat dokumen itu dan terdiam.
"Tidak mungkin…" ujar Aigis lemah.
"Itu memang Yukari senpai…" kata Ken pelan.
"Sebaiknya kita segera kekamarnya saja…" kata Akihiko.
Mereka semua berjalan ke kamar Yukari. Tidak ada yang berbicara sepatah katapun dalam perjalanan mereka. Mereka tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.
Fuka menbuka pintu kamar 206. Mereka semua berjalan memasuki kamar tersebut. Ada seseorang di dalam. Orang tersebut bangkit dari tempat duduknya dan menatap mereka semua.
Mata mereka semua terbelak terkejut ,tidak percaya dengan apa yang mereka hadapan mereka berdiri seorang anak laki-laki berambut biru dan bermata abu-abu dengan seragam gekkoukan high school.
"Apa…." Kata Akihiko terkejut.
"Tidak… mungkin…" kata Junpei terbata-bata.
"Bagai mana mungkin…" kata Aigis
"Mustahil…. " kata Ken dan Mitsuru bersamaan.
Fuka Cuma diam namun di sama terkejutnya dengan mereka semua. Dokumen yang berada dalam gengaman tangannya jatuh ke lantai.
" Minato…." panggil Akihiko ragu-ragu.
Anak laki-laki itu berjalan mendekati mereka dan memungut dokumen Fuka yang jatuh. Dia menyerahkannya pada Fuka yang menerimanya dengan tangan gemetar. Anak laki-laki itu tersenyum dan berkata "Aku bukan Minato. Aku adalah Hikari. Hikari Takeba. Minato yang kalian maksud adalah ayahku…"
…
