Pairing : Kihyun
Rate : T
Genre : Romance
Disclaimer : Mine
Warning : No Bash!
Happy Reading!
.
.
Kyuhyun duduk di bangku taman dengan air mata yang terus menetes. Kata-kata Kibum masih terngiang di telinganya. Hatinya berdenyut sakit karena kata-kata yang Kibum ucapkan begitu tegas. Nada yang dingin serasa menusuk jantungnya. Kyuhyun sama sekali tidak menginginkan perpisahan. Kyuhyun menginginkan Kibum di sisinya. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Ketika cinta baru berlabuh di hatinya, secepat itu pula cinta itu tenggelam, hanya menyisakan kesakitan.
"Kibum bodoh. Aku tahu dia menyukaiku." Kyuhyun bukan merasa percaya diri. Ia hanya menyimpulkan sesuai prilaku Kibum selama ini. Kibum selalu sabar menghadapi tingkah nakalnya. Kibum selalu mencoba menuruti keinginan konyolnya. Bahkan ketika Kyuhyun dengan sengaja menumpahkan minuman ke jas Kibum, pemuda tampan itu tidak marah. Padahal saat itu Kibum akan menghadiri rapat. Walau Kibum selalu bersifat dingin, tapi Kyuhyun bisa merasakan kehangatan dari sifat Kibum.
"Aku tidak akan membiarkanmu menjauh dariku Kim Kibum jelek. Kau juga harus bertanggung jawab. Kau sudah membuatku menyukaimu dengan semua sifatmu. Kau benar-benar harus bertanggung jawab." Kyuhyun menyeka air mata yang masih mengalir. Ia telah membulatkan tekad untuk mendapatkan Kibum apapun caranya. Kyuhyun ingin Kibum bertanggung jawab karena membuatnya menyukai Kibum. Kyuhyun bertekad membuat Kibum tidak akan bisa lepas darinya.
"Jangan salahkan aku. Ini semua salahmu. Dulu aku ingin lepas, kau menahannya. Dan sekarang kau tidak bisa pergi begitu saja setelah aku benar-benar menyukaimu, bahkan mencintaimu." Kyuhyun langsung bangkit dari tempat duduknya. Setelah mendapat energy baru, Kyuhyun langsung melangkahkan kakinya menjauh dari taman. Ia harus mengumpulkan tenaga untuk misi selanjutnya. Misi yang berbeda dari sebelum-sebelumnya. Jika beberapa waktu lalu misi yang Kyuhyun rencanakan untuk melepaskan Kibum, kali ini misinya adalah kembali mendapatkan Kibum.
Setelah sampai di rumah mewahnya, Kyuhyun langsung mencari keberadaan eommanya. "Eomma." Mendengar seruan anak tersayangnya, Heechul menoleh. Heechul meletakkan majalahnya di kasur. Ia beranjak menghampiri Kyuhyun yang sedang manyun di depan pintu.
"Aigoo, ada apa dengan wajah anak eomma ini, eoh?" tanya Heechul. Tangannya tergerak memiringkan wajah Kyuhyun ke kiri dan ke kanan. "Apa yang terjadi?" tanya Heechul khawatir. "Anak eomma menangis? Siapa yang membuat Kyu menangis?" masih jelas terlihat di wajah Kyuhyun jejak air mata yang membuat Heechul khawatir.
"Eomma, apa Kyu tidak menarik?" alis Heechul saling bertaut. Bukannya menjawab, Kyuhyun justru kembali bertanya.
"Siapa yang berani bilang anak eomma tidak menarik?"
"Jawab saja Eomma," rengek Kyuhyun.
"Tentu saja tidak. Anak eomma ini sudah sangat sempurna. Lihatlah kulitnya yang putih dan mulus seperti yeoja. Rambut Kyunie juga sangat halus. Bahkan kecantikan dan kemanisan wajah anak eomma ini, mengalahkan yeoja di luar sana."
"Kalau begitu, apa karena Kyu nakal, makanya Kyu tidak menarik, Eomma?"
"Tidak…tidak…tidak… itu adalah nilai plus untuk Kyunie." Kyuhyun tersenyum senang mendengar jawaban dari eommanya. Ia langsung memeluk Heechul.
Sedangkan Hankyung hanya mampu memijat pelipisnya yang terasa berdenyut. "Bagaimana tidak nakal jika eommanya mendukung seperti itu," keluh Hankyung dalam hati.
"Saranghae Eomma." Kyuhyun langsung berlari ke kamarnya meninggalkan Heechul dan Hankyung yang termangu di tempat.
"Hannie, ada apa dengan anakmu?" Hankyung hanya mengedikkan bahunya. Ia tidak heran dengan sikap Kyuhyun yang tiba-tiba bisa berubah sangat nakal, manja bahkan berubah sangat manis. Karena Heechul tidak jauh berbeda dengan Kyuhyun.
Kyuhyun memperhatikan dirinya di pantulan cermin. Ia mendengus sebal ketika teringat perkataan Kibum.
"Bodoh! Kau fikir apa yang mau kulakukan pada tubuh sekurus itu?"
"Ck, Kim Kibum menyebalkan. Aku memang tidak bisa merubah bentuk tubuhku. Tapi lihat saja nanti. Tidak akan ku biarkan kau pergi begitu saja. Dasar manusia es berwajah datar bodoh." Kyuhyun tersenyum puas saat ide-ide telah tersusun di otak geniusnya.
.
Aila Nesya
.
"Kyu, kau mau ke mana? Kenapa terburu-buru sekali?" Hongki terus memperhatikan sahabatnya yang terlihat tergesa-gesa. Jam kuliah baru saja berakhir beberapa detik yang lalu. Tapi Kyuhyun langsung sibuk mengemasi barang-barangnya.
"Aku harus pergi ke suatu tempat, Hongki-ya."
"Tempat Kibum?" Kyuhyun hanya mengangguk sekilas. Setelah menepuk pundak Hongki, ia langsung berlari ke luar.
"Haah…cinta memang aneh," keluh Hongki.
Setelah sampai di mobil miliknya, Kyuhyun tidak langsung melajukannya. Ia justru cemberut dengan bibir maju beberapa centi. "Ck, aku jadi malas bawa mobil sendiri." Kyuhyun mendesah. Ia terlanjur terbiasa di antar jemput Kibum. walau awalnya ia merasa sangat kesal, tapi lambat laun Kyuhyun menikmatinya. "Lagi-lagi ini karena Kibum jelek itu," umpat Kyuhyun.
Tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi, Kyuhyun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Seperti biasa, Kyuhyun berjalan santai di perusahaan Kibum. tapi kali ini matanya terlihat was-was menatap sekeliling. Ia takut Kibum tiba-tiba muncul. Walau bagaimanapun ia harus hati-hati. Ia tidak ingin Kibum tahu kalau ia berjalan seenaknya di kantor Kibum. Apalagi sekarang mereka bukan sepasang kekasih lagi.
Kyuhyun terus berjalan sampai tepat di depan ruangan Kibum. Kyuhyun tidak melihat sekretaris cantik yang biasa duduk di tempatnya. Kyuhyun ragu untuk mengetuk pintu atau tidak. Namun saat tangannya akan menyentuh knop pintu, Kyuhyun bisa merasakan akan ada yang membukanya. Secepat kilat Kyuhyun bersembunyi. "Kali ini aku bersyukur memiliki tubuh kurus."
Kyuhyun menajamkan pendengaranny saat mendengar suara Kibum dan sekretarisnya. Walau tidak begitu jelas, Kyuhyun bisa melihat Kibum berhenti karena menerima panggilan. Senyum Kyuhyun terkembang saat mendengar alamat yang akan Kibum tuju.
"Ini misi pertama," batin Kyuhyun.
Kyuhyun masih berdiam di tempat sampai di rasa Kibum benar-benar pergi. Setelah yakin Kibum pergi, Kyuhyun langsung bergegas menuju mobilnya.
"Awas saja kalau dia macam-macam." Dengan semangat yang berkobar, Kyuhyun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Karena terbiasa berkeliling dengan Hongki, Kyuhyun menggunakan jalan pintas yang bisa di pastikan Kibum tidak tahu.
"Aku harus sampai lebih dulu," tekad Kyuhyun dalam hati.
Kyuhyun melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Cuma butuh waktu sepuluh menit." Kyuhyun tersenyum puas. Ia bisa menjamin Kibum masih berada di perjalanan. Kyuhyun memasuki kafe setelah melakukan penyamaran. Ia memilih bangku yang menjorok ke belakang, agar leluasa melihat apa yang Kibum lakukan.
Saat Kibum memasuki kafe, Kyuhyun pura-pura larut dengan korannya. Matanya terus tertuju pada pemuda tampan yang duduk tidak jauh darinya.
"Siapa yang sebenarnya dia tunggu? Kenapa harus di kafe seperti ini?" sedikit banyak, Kyuhyun menaruh rasa curiga. Biasanya Kibum menemui clientnya di tempat-tempat mewah. Tidak seperti saat ini. Kafe yang menjadi tongkrongan anak muda.
"Aku benar-benar ingin menguliti wajah jelekmu itu Kim Kibum," umpat Kyuhyun dalam hati. Bohong jika Kyuhyun mengatakan Kibum jelek. Ia justru terpesona pada ketampanan CEO muda itu.
Mata Kyuhyun menyipit saat melihat seorang wanita menghampiri kekasihnya. Maksudnya calon kekasihnya. Wanita itu tersenyum sangat manis membuat Kyuhyun merasa jengah. Ingin rasanya Kyuhyun menghampiri wanita itu dan mencabik wajah yang di tutupi make up tebal itu. Tapi hal itu tidak akan Kyuhyun lakukan. Kyuhyun tidak mau mengambil resiko jika Kibum membencinya.
Kyuhyun diam beberapa saat, memikirkan cara agar pertemuan Kibum dengan wanita menyebalkan itu gagal. "Ughh…aku harus melakukan sesuatu. Bagaimana kalau Kibum tertarik dengannya?" Kyuhyun gusar dengan pemikirannya sendiri. Masih jelas di ingatanya ucapan Hongki kalau Kibum pernah akan di tunangkan dengan gadis cantik. Dan itu artinya, Kibum masih menyukai wanita. Kyuhyun sendiri tidak yakin dengan pemikirannya barusan. Namun itu lah yang bisa ia simpulkan.
Sebuah lampu seolah berpijar di kepalanya. Otak geniusnya langsung berjalan saat melihat wanita itu berjalan ke arah toilet.
Dengan santai, Kyuhyun berjalan ke arah toilet. Kyuhyun menunggu sampai wanita itu keluar. Karena tidak mungkin Kyuhyun ikut masuk ke dalamnya. Ia tidak ingin wajah tampannya babak belur. Walau eomma-nya selalu mengatakan kalau ia cantik mengalahkan yeoja, tapi sangat bodoh jika Kyuhyun memaksa masuk.
Seringan Kyuhyun tercetak di bibirnya yang tertutup masker saat wanita itu keluar. Sesuai yang tersusun di otaknya, Kyuhyun berjalan mendekati wanita itu.
"Yak…apa yang kau lakukan?" pekik wanita itu.
"Ah…maaf Noona, saya tidak sengaja. Sekali lagi maafkan saya." Kyuhyun membungkuk dalam. Setelah itu ia berlalu begitu saja dengan menahan tawanya.
"Aish, bajuku jadi basah seperti ini." Wanita itu memandang jengkel bajunya yang terkena tumpahan jus.
"Kau memang pintar Tan Kyuhyun. selamat menikmati waktumu Kibum."
.
Aila Nesya
.
Kyuhyun berbaring di kasurnya. Matanya menerawang mengingat saat masih bersama Kibum. Saat ini ia benar-benar sadar, Kibum itu berarti untuknya. Cinta yang Kyuhyun tidak tahu kapan bersemi di hatinya. Namun kesadaran itu menghampirinya saat Kibum tidak bersamanya lagi.
"Apa lagi yang harus ku lakukan? Aku harus bagaimana untuk mendekati Kibum?"
Kyuhyun meraih smartphonye yang tergeletak tak jauh darinya. Ia berniat menghubungi Hongki. Namun ia melempar smartphone ke kasur sembari mendesah. "Aku baru ingat, ini kan malam minggu. Hongki pasti sedang kencan."
"Kyuhyun, ayo lah berfikir, ayo berfikir. Mana otak geniusmu." Kyuhyun mendumel sendiri dengan berguling-guling di kasurnya.
"Appa." Mengingat sang appa, Kyuhyun langsung melompat dari kasurnya. Benar-benar tingkah yang seperti anak kecil.
"Eomma, appa di mana?"
"Ommo." Heechul terkejut karena Kyuhyun muncul dengan tiba-tiba. "Appa ada di ruang kerja." Alis Heechul saling bertaut melihat kelakuan anak semata wayangnya. "Ada apa lagi dengan anak itu?"
Tok…tok…
"Masuk."
Kyuhyun membuka pintu ruang kerjanya dengan perlahan. Pertama ia hanya melongokkan kepalanya saja. Ingin melihat apa yang sedang appa-nya lakukan. "Appa sibuk?" tanya Kyuhyun. walau nakal, Kyuhyun tidak pernah menganggu pekerjaan appa-nya.
"Tidak Kyu. Masuklah!" Kyuhyun duduk tepat di hadapan Hankyung. Sedangkan Hankyung langsung menutup berkas-berkas yang sedang ia pelajari. "Apa Kyu butuh sesuatu?" tanya Hankyung.
"Appa sudah lama kenal dengan Kim Kibum itu?"
"Sekitar tiga atau empat tahun yang lalu," jawab Hankyung sembari mencoba mengingat. "Memangnya ada apa, Kyu?"
"Em…" Kyuhyun terlihat ragu. Ia menggaruk leher belakangnya sembari tersenyum aneh. "Appa tahu apa makanan kesukaan Kibum?" Hankyung mengerutkan keningnya. Tapi ia tersenyum setelah mengerti maksud anaknya.
"Dia bukan orang yang pemilih. Beri saja dia makanan yang bahan dasarnya itu daging, dia pasti sangat suka."
"Ternyata dia karnivora," batin Kyuhyun sembari tersenyum evil.
"Appa, Kyu mau menemui eomma." Setelah pamit dan membungkuk, Kyuhyun langsung berjalan keluar. Ia mencari keberadaan eomma tercintanya.
Satu jam kemudian, Kyuhyun berada di dalam mobil dengan pakain kasualnya. Ia tersenyum puas melihat kotak bekal di tangannya. tanpa perlu memaksa dan rayuan, Heechul langsung membuatkan makanan untuk Kibum.
"Aku tidak tahu ini berhasil atau tidak. Tapi aku harus mencobanya. Sekalipun dia langsung mengusirku," tekad Kyuhyun dalam hati. Ia sudah memikirkan matang-matang untuk mendekati Kibum dengan cara apapun. Termasuk dengan membawakan makanan. Hal yang tidak pernah Kyuhyun lakukan sedari dulu.
Setelah memastika barang bawaanya aman di bangku belakang, Kyuhyun memajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia tidak mau mengambil resiko membuat makanannya berantakan karena melaju kencang.
Kyuhyun kembali tersenyum saat tiba di apartemen Kibum. melihat apartemennya saja membuat rindu Kyuhyun membuncah. Ia tidak tahu kenapa bisa sangat merindukan laki-laki berwajah datar yang menurutnya sangat menyebalkan itu.
"Hah…Kibum bodoh itu benar-benar membuatku merindukannya," monolog Kyuhyun.
Kyuhyun melangkahkan kaki jenjangnya ke apartemen Kibum. belum bertemu saja jantungnya sudah berdetak tidak normal. Ia harus berlatih memasang wajah datar saat bertemu Kibum nanti. Ia tidak mau lepas kendali dan langsung memeluk Kibum saat melihatnya.
Tangan Kyuhyun terlihat ragu menekan bel apartemen Kibum. ia menariknafas dalam-dalam. Mempersiapkan hatinya dan harus siap apapun yang akan Kibum katakan padanya. Termasuk tidak menerima bekalnya atau lebih parah mengusirnya.
"Ugghh…kenapa setegang ini?" keluh Kyuhyun saat menunggu Kibum muncul.
Saat Kibum membuka pintu, yang pertama di perlihatkan adalah wajah datar tanpa ekspresi. Kalau Kyuhyun tidak sedang melakukan misi untuk mendapatkan Kibum, bisa di pastikan kotak bekal yang ia pegang saat ini melayang ke wajah tampan Kibum.
"Annyeong Hyung!" sapa Kyuhyun sembari tersenyum manis. Kibum tidak menjawab. Ia justru meninggalkan Kyuhyun begitu saja. tapi Kyuhyun tetap tersenyum karena Kibum tidak menutup pintunya. Secara tidak langsung, Kibum menyuruhnya untuk masuk.
"Ada perlu apa?" pertanyaan pertama. Suara pertama yang Kyuhyun dengar saat terakhir kali mereka bertemu. Tapi suara itu begitu dingin. Bahkan wajah Kibum benar-benar tanpa ekspresi. Tapi seperti yang telah menjadi tekat Kyuhyun, ia siap apapun yang Kibum katakana.
"Aku hanya membawa ini." Kyuhyun mengangkat kotak bekal di tangannya. "Ini dari eomma. Dan eomma sendiri yang membuatnya." Bohong! Kyuhyun sadar ia tengah berbohong. Tapi ia lakukan untuk melancarkan misinya.
"Aku masih kenyang," jawab Kibum. Masih dengan ekspesi datar dan suara dinginnya.
"Aku akan menunggu sampai Hyung selesai memakannya. Karena eomma ingin aku memastikan Hyung memakan semuanya." Lagi-lagi Kyuhyun berbohong. Tapi ia tidak peduli dengan dosa. Baginya dosa tidak pernah jauh dari kehidupannya.
"Tidak perlu! Aku akan memakannya." Rasanya Kyuhyun ingin menggeram marah. Tapi ia mencoba sekuat tenaga untuk menahannya.
"Tapi aku harus menunggu. Ini perintah eomma." Sejak kapan Kyuhyun menjadi anak yang begitu penurut? Mungkin itu yang akan di pertanyakan setiap orang yang mendengarnya. Dan apa Kyuhyun peduli? Tentu saja tidak!.
"Kalau begitu tunggulah! Aku mau tidur. Bangun tidur aku akan memakannya?"
"Sabar Kyu, sabar. Orang sabar akan selalu tampan," batin Kyuhyun untuk menguatkan dirinya sendiri. "Awas saja kalau aku bisa mendapatkanmu. Akan ku balas!" tekad Kyuhyun dalam hati. "Sekarang kau bisa berlaku sesukamu. Tapi awas saja nanti."
Kyuhyun cemberut saat Kibum benar-benar meninggalkannya dan tidur di kamarnya. Ia mendesah saat melihat sekeliling. Di apartemen Kibum tidak ada yang menarik. Tidak ada PS untuk dia mainkan. Kalau terus-terusan menunggu, bisa di pastikan ia akan mati kebosanan. Apalagi ia tidak tahu berapa lama es datar itu tidur.
Namun bukan Kyuhyun namanya jika tidak memiliki seribu cara untuk mengusir kebosanannya. Ia mengukir smirk di bibirnya saat terlinta ide menarik. Dengan perlahan ia berjalan mengendap-endap ke kamar Kibum. Senyumnya terkembang saat di rasa jenuhnya benar-benar akan hilang.
.
.
TBC
.
.
Maaf belum bisa panjang.
Nay lagi nyoba mengembalikan mood lanjutin ff ini.
Karena tanpa sengaja baca ff Kibum uke, mood Nay langsung hancur.
Soal typo harap maklumi ya. Sampai saat ini typo masih menjadi kebiasaan Nay. hehehe
.
.
Spesial Thanks for :
Taenggo Desviana407 Mingyutae00 dona tan 144 Septianurmalit1 Ariyanindud aya Phn19 Shin Ririn 1013 FTafsih Dyayudya Aliyah694 Fazarzee Arolinar Shofie Kim Lydia Sparkyu Elf Hadisya Aghenia Ji Xian Kyuubebi Rezy K Angel Sparkyu Permenkaret Guest Yeri Lixiu Hanna Shinjiseok nhaesparKYU Kadek Sparkyumihenecia ChoiChoi Jenny hzb Guest Ae mi Rheina Kyuhae
