From The Darkest Side Chapter 7 BY SANTHY AGATHA

"Kami ini dua yang menjadi satu . satu yang terdiri dari dua. Aku tak tega membiarkanmu mencintaiku, Karena dengan begitu , kau harus bisa mencintai sisi jahatku. Dan sisi jahat ku ini , sangat sulit untuk di cintai ….

Kris Wu -

"Bukankah Cinta Juga sama? Aku selalu Berpikir bahwa cinta hanyalah bentuk puitis dan obsesi dan keinginan untuk memiliki satu sama lain .

Wu Yi Fan –

*****

Sehun sedikit mengernyit ketika menatap Kris yang tiba-tiba berbeda. Lelaki itu tampak begitu bergairah, tatapan matanya seolah akan melahapnya hidup-hidup dan meskipun kegelapan meliputi sosok lelaki itu, Sehun bisa merasakan nafsunya yang meluap-luap.

Dengan penuh nafsu, Kris memposisikan dirinya di tengah paha Sehun, kemudian meluncur masuk tanpa permisi, menyatukan dirinya. Sehun mencengkeram pundak Kris, sejenak menahan perasaan tidak nyaman, karena ini baru kedua kalinya Kris memasukinya. Tetapi lelaki itu tidak mau menunggu, dia menggerakkan tubuhnya dengan penuh gairah, seakan begitu kehausan dan akan mati kalau tidak dipuaskan.

Gerakan Kris sedikit kasar, lelaki itu mengecupi seluruh wajah Sehun, lalu bibirnya melumat bibir Sehun dengan penuh gairah, melahapnya tanpa batas. Bibirnya melumat bergantian bibir atas Sehun dan bibir bawah Sehun, menyesapnya, menghisapnya, mengulumnya dan menikmatinya sesukanya. Lalu lidahnya menelusup masuk begitu dalam dan inten. Ciuman itu menyatukan bibir dan lidah mereka, lalu bergerak menggoda, seiring dengan gerakan pinggul lelaki itu yang semakin cepat di bawah sana.

Percintaan itu keras dan cepat. Kris tidak lembut lagi, tetapi setidaknya dia membawa Sehun ke puncak kenikmatan dengan cepat dan meledak, hingga Sehun hampir tak sadarkan diri ketika akhirnya Kris mencapai puncak kepuasan, sekali lagi meledakkan dirinya dalam-dalam jauh di dalam tubuhnya.

Napas mereka terengah-engah dengan tubuh yang berkeringat. Sehun membuka matanya dan bertatapan langsung dengan mata tajam itu. Kris menatapnya seakan menembus hatinya. Lelaki itu tampak berbeda… tiba-tiba perasaan takut itu datang lagi, membuat Sehun begidik dan merasakan dorongan untuk menjauh. Tetapi Kris tiba-tiba saja meraih pinggangnya dan membalikkannya supaya membelakanginya. Lelaki itu menempelkan kejantanannya yang mengeras di bagian belakang pinggul Sehun. Jemarinya menelusur penuh gairah, menyentuh paha Sehun dan mengangkatnya ke atas…

"Kris…?"

"Aku belum puas sayang, malam ini belum selesai untuk kita…"

Lelaki itu menyelipkan dirinya dari belakang dan menyatukannya lagi dengan Lubang Sehun. Dia menggerakkan tubuhnya lagi penuh gairah. Membawa Sehun kembali naik ke dalam pusaran yang makin lama makin membawa kesadarannya.

Kris benar, malam itu seakan tidak ada ujungnya, gairah Kris seakan tidak ada habisnya untuk Sehun.

Yang tidak Sehun sadari… sepanjang sisa malam itu, dia bercinta dengan Yi Fan.

Sehun menggeliat ketika terbangun dari tidurnya. Dan langsung merasakan rasa tidak enak yang amat sangat. Lubang Belakangnya terasa tidak nyaman dan seluruh tubuhnya terasa pegal. Dia membuka matanya dan mengernyit. Kemudian baru menyadari bahwa Kris masih ada di sebelahnya. Lelaki itu masih telanjang dengan selimut putih membungkus pinggangnya, dia berbaring miring dengan bertumpu siku dan telapak tangannya menopang kepalanya. Lelaki itu tampaknya sudah mengamati Sehun dari tadi, matanya tampak sedih.

Sehun berbaring diam, tiba-tiba merasa malu. Semalam mereka begitu intim dan diliputi gairah. Dan sekarang ketika mereka terbangun dengan logika. Sehun sangat malu dengan ketelanjangan mereka yang diterangi sinar matahari yang menyusup remang-remang dari jendela. Tetapi sepertinya Kris tidak merasakan itu. Jemarinya menelusuri leher Sehun, lalu menurunkan selimutnya ke dadanya, jemarinya menelusur di sana, mengusap dengan lembut ke dada dan turun ke perutnya, selimutnya makin diturunkan ke bawah, ke pahanya…. dan Sehun melihat, semakin jauh selimutnya turun, mata Kris tampak semakin sedih.

"Maafkan aku." Akhirnya lelaki itu bersuara, pekat, penuh kepedihan. Membuat Sehun mengernyitkan dahinya.

"Untuk apa?"

Kris menghela napasnya dengan berat, dia lalu mengecup bibir Sehun lembut, dan mengelus pipinya, "Untuk semua kekasaranku…. ini… bekas-bekas ini… Oh Astaga, aku minta maaf Sehun.."

Sehun menatap Kris bingung, lalu dia menundukkan kepalanya dan menatap tubuhnya yang tadi di elus oleh Kris. Matanya membelalak, ada bekas-bekas merah ciuman di tubuhnya, dan juga beberapa memar di lengan dan pahanya, mungkin akibat cengkeraman yang terlalu keras. Tetapi Sehun semalam tidak merasakannya, dia terlalu larut dalam gairah, hingga tidak menyadari kalau sentuhan dan ciuman Kris terlalu keras sehingga menimbulkan bekas. Mungkin hal inilah yang menyebabkan tubuhnya terasa pegal dan tidak nyaman ketika bangun pagi tadi.

"Aku kasar dan melukaimu…kau memar-memar seperti ini." Kris menarik Sehun ke dalam pelukannya, memeluknya dengan erat, "Maafkan aku Sehun."

Sehun membalas pelukan Kris, "Tidak apa-apa Kris, toh aku tidak menyadarinya semalam."

"Maafkan aku menyebabkanmu harus mengalami ini." Lelaki itu tampaknya tidak mendengar kata-kata Sehun.

"Maafkan aku."

Sehun tertegun. Kris tampak merasa sangat bersalah karena melukainya. Semalam memang lelaki itu tampak aneh. Dipenuhi dengan gairah yang sepertinya tidak bisa ditahankan lagi, mungkin gairah itu pula yang menyebabkan Kris terlalu kasar, lelaki itu tidak sengaja…. Tetapi sekarang Kris tampak begitu membenci perbuatannya, tampak begitu jijik kepada dirinya sendiri. Membuat Sehun langsung memeluknya dengan lembut,

"Aku tidak apa-apa Kris."

Dan Kris terdiam. Tidak mengatakan apa-apa lagi.

"Kau brengsek." Kris menatap bayangan Yi Fan di cermin. "Kau memperlakukannya seperti pelacur."

Yi Fan mengangkat alisnya, "Aku memang seperti itu kalau bercinta. Lagipula… kau tidak bisa menyalahkanku, aku sudah lama tidak bercinta. Apalagi aku sudah menunggu lama untuk memiliki Sehun, bukan salahku kalau aku terlalu bergairah dan sedikit melukainya."

"Sedikit katamu?" Kris menggeram, mengernyit pahit ketika mengingat pemandangan tubuh Sehun tadi pagi. Hatinya langsung hancur, menyadari bahwa Sehun dilukai, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. "Seluruh tubuh Sehun memar dan merah penuh bekas ciuman dan cengkeramanmu, aku yakin Lubangnya juga terasa sakit meski dia menutupinya darimu. Kau seperti binatang Yi Fan! Dia baru kehilangan keperawanannya, Demi Tuhan!"

"Ah ya…" Yi Fan tertawa, "Dan kau harusnya berterimakasih kepadaku, karena aku memberikan kesempatan untuk mengambil keperawanan Sehun kepadamu. Aku hanya mendapatkan sisanya. Kris. Jadi aku mengambil semuanya."

"Brengsek!" Kris menggeram marah, tinjunya melayang ke arah kaca, menghancurkannya. Membuat bayangan Yi Fan terpecah menjadi kepingan kecil-kecil. Tetapi Yi Fan tidak terpengaruh. Lelaki itu tertawa terbahak-bahak, menertawakan luapan emosi Kris,

"Hati-hati Kris." Yi Fan bergumam di sela tawanya, "Kau tahu kalau kau marah, aku akan menguasai tubuh ini."

"Tuan melukai tangan Tuan begitu dalam." Hankyung mencabut hati-hati serpihan kaca di buku jari Kris, setelah yakin tidak ada kaca lagi, dia membasuh luka Kris dengan alkohol dan antiseptic lalu membalut luka itu. "Anda tahu, anda harus menahan kemarahan anda."

"Aku tahu. Kalau aku marah atau tidak bisa mengendalikan emosi, aku akan lengah dan Yi Fan menjadi kuat." Kris mencoba menggerakkan tangannya yang diperban, lalu mengernyit ketika merasakan sakit, "Kemarin malam aku lengah…. dan Yi Fan melukai Sehun."

"Anda tidak bisa menyalahkan diri anda. Kehadiran Sehun membuat tuan Yi Fan semakin kuat."

"Ya aku tahu. Seharusnya aku menjauhkan Sehun dari diriku… tapi aku.. aku mencintainya Hankyung." Suara Kris menjadi tersiksa. "Aku tahu kalau dia berada dekat denganku, dia akan ada dalam bahaya… tetapi aku begitu egois tidak bisa jauh darinya. Apa yang harus kulakukan Hankyung?"

Hankyung mengamati tuannya dengan sedih. Dia juga tidak tahu. Tuannya ini telah menanggung penderitaan sejak lama karena kehadiran Yi Fan yang begitu kejam di dalam dirinya. Tetapi mereka adalah satu kesatuan. Satu tubuh, dua kepribadian yang bertolak belakang. Tuan Kris sangat baik, sayangnya alter egonya… sangat jahat.

Kris menghela napas panjang, menatap Hankyung dengan hati-hati lalu berucap misterius kepada Hankyung. "Lakukan apa yang harus kaulakukan pada saatnya nanti Hankyung…"

Myungsoo mengamati rumah Sehun dari dalam mobilnya. Dia sudah tahu bahwa rumah itu kosong dan dia tidak akan mendapatkan apa-apa. Tetapi dia ingin datang hari ini dan mencoba menemukan petunjuk.

Kenapa Sehun menghilang setelah kematian ibunya di rumah milyuner itu? Apakah Sehun tahu identitasnya sudah terbongkar sehingga dia bersembunyi dari wartawan? Tetapi bersembunyi di mana? Myungsoo sudah mencoba mencari di semua orang yang mungkin berhubungan dengan Sehun, tetapi hasilnya nihil. Tidak ada yang tahu di mana Pria itu berada.

Ketika seorang lelaki tua penjual sayur keliling lewat, dan berhenti untuk beristirahat sambil berteduh di perempatan dekat rumah Sehun, Myungsoo langsung turun dari mobilnya dan menghampiri.

"Saya ingin bertamu ke teman saya di rumah ini. Tetapi rumahnya kosong." Myungsoo menunjuk ke arah rumah Sehun.

Pedagang sayur itu menengok ke rumah Sehun dan tersenyum, "Maksud anda Tuan Sehun?"

"Ya. Apakah anda mengenalnya?"

"Saya sudah berdagang di kompleks ini lebih dari tujuh tahun. Saya mengenal Tuab Sehun bahkan saat kakek neneknya masih hidup. Dia Pria yang baik, ramah pada orang tua." Pedagang itu tersenyum mengenang Sehun.

"Anda tahu dia kemana? Tidak ada kabar darinya, dan rumahnya kosong."

"Mungkin dia sedang bersama ibunya?"

Myungsoo langsung mengejar, berharap kalau pedagang sayur itu tahu sesuatu, "Kenapa anda bilang begitu?"

Pedagang itu rupanya tidak mengikuti perkembangan berita artis dan hiburan, dan dia sepertinya tidak tahu kalau Jin-Ri, artis yang sangat terkenal itu adalah ibu Sehun. Pria itu mengerutkan kening mencoba mengingat-ingat, "Terakhir saya bertemu Tuan Sehun dia berbelanja sedikit. Anda tahu dia selalu berbelanja bahan makanan kepada saya, saya menanyakannya, dan kata Tuan Sehun dia akan pergi beberapa lama bersama ibunya untuk berkenalan dengan calon ayahnya."

Itu informasi yang sangat membantu. Myungsoo merenung setelah pedagang sayur itu pergi dan dia kembali ke mobilnya. Tidak ada yang pernah menebak hal itu. Bahwa Sehun pergi bersama ibunya untuk menginap di rumah milyuner bernama Kris Wu itu. Kalau hal itu benar-benar terjadi… berarti Sehun ada di dalam rumah itu ketika kematian ibunya terjadi? Tetapi kenapa tidak ada yang tahu kehadirannya? Bahkan di pemakaman dia tidak muncul. Para wartawan yang sempat berkemah di depan rumah Kris pun tidak bisa menyadari kehadirannya. Sepertinya ada misteri yang tersembunyi di sini. Apakah Kris menyembunyikan Sehun di balik rumah besarnya yang berpagar tinggi?

Myungsoo menjalankan mobilnya, dan mengarahkannya ke rumah Kris dengan penuh tekad. Dia harus bisa mencari tahu apa yang ada di balik pagar yang tinggi itu.

"Astaga… kau terluka." Sehun menyentuh jemari Kris yang dibalut perban, "Kenapa?"

Kris menggelengkan kepalanya, "Luka ini tidak apa-apa, aku mengalami kecelakaan kecil tadi." Tatapannya berubah lembut ketika menelusuri seluruh tubuh Sehun, "Kau sendiri, bagaimana keadaanmu? Kau tidak apa-apa?"

Bercinta dengan Kris sangat menguras energi. Pipi Sehun memerah ketika mengingat itu, dan memang memar-memar dan bekas ciuman di sekujur tubuhnya membuatnya bingung, tetapi Kris sudah meminta maaf bukan pagi itu?

"Aku baik-baik saja Kris."

Tatapan Kris kembali sedih, lelaki itu menyentuhkan jemarinya di pipi Sehun, mengelusnya lembut, "Aku jadi takut bercinta denganmu lagi, aku takut menyakitimu."

"Apakah kau selalu sekasar itu kalau bercinta?" Sehun mengernyit. Kris berkata seolah-olah bercinta dengan kasar itu ada di luar kendalinya.

Pertanyaan Sehun membuat Kris tertegun. Lelaki itu menggelengkan kepalanya, "Tidak… bukan begitu.. aku hanya terlalu bergairah, jadi mungkin aku tidak bisa menahan diri." Dikecupnya bibir Sehun lembut. "Kau harus tahu Sehun, hal terakhir yang ada di pikiranku adalah menyakitimu."

Sehun mendongakkan kepalanya dan tersenyum kepada Kris, "Aku percaya, Kris."

Ketika Myungsoo sedang mengamati rumah Kris di sudut yang tak terlihat, jendela kacanya diketuk. Dia menoleh dan mengernyitkan keningnya melihat sosok lelaki tua berpakaian rapi berdiri di sana. Diturunkannya kaca jendelanya.

"Ya? Ada apa?"

Lelaki tua itu tampak serius, dia melirik ke arah rumah mewah milik Kris Wu dan menundukkan tubuhnya supaya jelas melihat Myungsoo, "Anda Myungsoo wartawan investigasi yang saya tahu punya reputasi bagus. Maaf, saya menyelidiki anda sebelumnya." Hankyung menghela napas panjang, "Saya adalah kepala pelayan di rumah Tuan Kris Wu… saya punya informasi untuk anda. Tetapi sebagai gantinya saya ingin meminta tolong anda melakukan sesuatu."

"Melakukan apa?", Myungsoo langsung tertarik ketika mengetahui ada orang dalam yang ingin memberikan informasi.

Hankyung melirik ke kanan dan kiri, tampak tak nyaman berdiri di luar mobil Myungsoo, "Boleh saya masuk? Tidak aman bagi saya untuk berdiri di sini dan bercakap-cakap dengan anda."

Sejenak Myungsoo ragu. Dia menatap Hankyung lagi, tetapi kemudian menyimpulkan bahwa lelaki itu adalah lelaki baik-baik. Dia membuka kunci pintu mobilnya. Bunyi 'klik' terdengar dan Hankyung melangkah masuk ke dalam mobil, duduk di sebelah Myungsoo. "Sekarang bagaimana?", tanya Myungsoo kemudian.

"Mohon jalankan mobil anda menjauh dari rumah ini. Saya akan menjelaskan semuanya kepada anda di perjalanan."

Hankyung tidak menjelaskan semuanya kepada Myungsoo, informasi yang diberikannya kepada Myungsoo hanyalah kebohongan yang bisa memberikan alasan kepada Myungsoo untuk membantunya. Tuan Kris telah menyuruhnya mencari orang yang dipercaya untuk membawa Sehun kabur kalau tiba waktunya Yi Fan menguasai tubuhnya. Dia harus menyelamatkan Sehun dari Yi Fan. Tetapi Tuan Kris melarangnya memberitahukan semua rencananya kepadanya. Hankyung harus merencanakan semuanya sendiri, dan menjaga jangan sampai Tuan Kris tahu, karena kalau Tuan Kris tahu, Yi Fan kemungkinan besar juga tahu. Rencana ini mengancam nyawanya, Hankyung tahu itu.

Tetapi dia tidak peduli. Anak, menantu, dan cucunya sudah dimintanya pindah jauh ke tempat yang semoga tidak terdeteksi oleh Yi Fan. Hankyung telah memutuskan hubungan dengan mereka. Dia telah mengucapkan selamat tinggal dalam perpisahan yang haru. Toh usianya tidak akan lama lagi, dia sudah tua dan siap mati demi kesetiaannya kepada Tuan Kris.

Sekarang tinggal meyakinkan Myungsoo untuk membantunya. "Tuan Sehun terjebak di rumah Tuan Kris, dia menahannya. Karena Tuan Kris ingin menjadikan Tuan Sehun sebagai pengganti Ibunya." Hankyung menyelesaikan kebohongannya, "Saya meminta bantuan anda untuk membantu Tuan Sehun melarikan diri, Karena saya tidak bisa melakukannya, saya sudah terlalu tua dan Tuan Kris pasti akan bisa melacak saya. Bawa Tuan Sehun menjauh dari rumah ini. Dari kota ini kalau perlu. Saya tahu anda mempunyai banyak koneksi yang bisa membantu anda, dan anda bisa pergi kemana saja tanpa ketahuan, karena itulah saya meminta bantuan anda untuk membantu Tuan Sehun kabur ke luar negeri kalau perlu."

Ini akan menjadi berita yang luar biasa bagus. Myungsoo menghela napas panjang. Merasa senang, "Kalau aku melakukan itu. Apa yang akan kudapatkan?"

"Anda tidak boleh memuat berita tentang pelarian Sehun atau obsesi Tuan Kris untuk membuatnya menjadi pengganti ibunya." Hankyung tampak serius, "Kalau anda melakukannya, saya akan menyangkal semua pemberitaan anda, dan Tuan Kris bisa membuat anda kehilangan kredibilitas dengan menuntut anda atas pencemaran nama baik."

"Lalu aku dapat untung apa?" Myungsoo mengernyit, mulai merasa bingung atas kesepakatan ini.

"Anda akan mendapatkan berita ekslusif mengenai siapa ayah kandung Sehun. Siapa laki-laki yang menghamili Jin-Ri di masa mudanya. Berita itu akan menguntungkan anda."

Wah. Itu baru luar biasa. Myungsoo tidak bisa menahan diri untuk tidak menyeringai, " Oke deal. Jadi siapa ayah kandung Sehun?"

Hankyung menggelengkan kepalanya. "Seseorang akan mengirimkan semua berkasnya ke kantor anda. Nanti setelah anda berhasil membantu Tuan Sehun. Sebelumnya anda harus membantu Tuan Sehun melarikan diri dulu dan menolongnya ke luar kota, kalau perlu ke luar negeri. Anda bisa meminta bantuan koneksi anda yang banyak." Lelaki itu mengeluarkan amplop cokelat yang besar dan tebal dari dalam jasnya. "Saya tidak bisa menggunakan cek atau rekening bank karena itu akan terlacak, jadi maafkan saya menggunakan uang tunai. Ini uang untuk proses membantu Tuan Sehun melarikan diri. Semoga cukup." Hankyung meletakkan amplop itu di dekat perseneling di antara kedua kursi.

Koneksiku memang banyak dan pekerjaan ini tampaknya mudah, dia tinggal meminta bantuan teman-temannya untuk menyembunyikan Sehun dan kemudian membantunya kabur ke luar negeri, itu gampang. Apalagi amplop cokelat itu tampaknya sangat tebal, uang akan memuluskan sehalanya… Myungsoo membatin sambil melirik amplop cokelat itu. Tapi Hankyung tampak begitu ketakutan seakan kabur dari Kris Wu adalah hal yang sangat sulit,

"Apakah Kris Wu sebegitu hebatnya?" Myungsoo bertanya.

Dan Hankyung mengangguk tanpa ragu. "Dia sangat hebat. Anda harus sangat berhati-hati. Kalau menginginkan sesuatu dia akan mengejarnya sampai dapat. Saya mohon lindungi Tuan Sehun sampai dia bisa kabur, surat berisi berkas-berkas tentang ayah kandung Tuan Sehun sudah saya siapkan di brankas rahasia di sebuah bank. Orang kepercayaan saya akan mengirimkannya kepada anda segera setelah anda berhasil menyelamatkannya." Hankyung mengisyaratkan Myungsoo untuk menepi dan lelaki itu melakukannya, dia meminggirkan mobilnya di tepi trotoar dekat kawasan perdagangan, Hankyung tersenyum kepada Myungsoo, mengulurkan tangan dan Myungsoo menjabatnya, "Terima kasih atas kerjasama anda Myungsoo. Nanti kalau ternyata terjadi sesuatu kepada saya sehingga saya tidak bisa bertemu anda lagi, anda tahu betapa saya menghargai bantuan anda."

Lalu lelaki tua itu keluar mobil dan melangkah pergi. Myungsoo memandang sampai Hankyung menghilang di keramaian. Dahinya mengernyit ketika dia melirik amplop cokelat itu. Diambilnya, dan diintipnya.

Semuanya dalam dollar Amerika. Dan mengingat banyaknya tumpukan di dalamnya, jumlahnya mungkin ada puluhan ribu dolar…

Kris merasakannya. Dia sudah tidak mampu menahannya. Yi Fan begitu kuat, mendesak untuk menguasai tubuhnya. Kris sudah sekuat tenaga menahannya. Dia tidak mau Sehun menghadapi sosoknya yang mengerikan ini. Sosok kejam Yi Fan. Sehun pasti akan langsung membencinya.

Jauh di dalam sana Yi Fan tertawa mengejek. "Kau bodoh karena terperangkap perasaan Kris, cinta hanya akan memberatimu. Sekarang kau makin lemah karena kau jatuh cinta."

"Diam kau!" Kris mencoba menghilangkan bisikan-bisikan Yi Fan di dalam sana. "Aku tidak akan membiarkan kau menyakiti Sehun."

"Sehun milikku." Yi Fan mengucapkannya dengan yakin seakan itu sebuah kebenaran absolut. "Kau tidak akan bisa menyingkirkannya dariku Kris, apapun rencanamu, aku akan mendapatkannya. Aku tahu kau sedang merencanakan sesuatu dibantu oleh si Tua Hankyung, kalian tidak akan berhasil. Sehun akan menjadi milikku."

"Dia mencintaiku. Bukan dirimu." Kris menggeram marah.

"Aku tidak membutuhkan cinta dari Sehun, silahkan. Miliki saja cintanya." Yi Fan terkekeh, "Aku butuh tubuhnya untuk memuaskanku, aku butuh dia tak berdaya di tanganku, jatuh di bawah kuasaku dan tidak berdaya."

"Kau gila!"

"Itu sudah bukan rahasia Kris…" Yi Fan tersenyum kejam. "Kegilaanku, dan hasrat ingin membunuh ini sebenarnya milikmu juga. Apa kau sudah lupa? Kita ini satu. Dan mengingat kita ini satu… apakah Sehun masih bisa mencintaimu kalau tahu bahwa kitalah yang membunuh seluruh keluarganya? Kakek dan nenek dari pihak Jin-Ri, kakek dan nenek dari pihak Woo Bin, dan kedua orang tuanya, Jin-Ri dan Woo Bin. Sehun pasti akan sangat membencimu dan kehilangan cintanya kepadamu seketika kalau dia tahu."

Kris mengernyit, merasakan kepalanya berdentam-dentam. "Kau yang melakukan semua kejahatan keji itu. Bukan aku, dasar Iblis!"

"Aku melakukannya dengan tanganmu, Kris. Ingat itu. Kita ini dua yang menjadi satu. Satu yang terdiri dari dua."

Yi Fan tertawa. Dan saat itulah Kris merasakan semuanya menjadi gelap. Ia berusaha menggapai dan menahan, tetapi Yi Fan terlalu kuat dan mendesaknya hingga dia menyerah.

"Sehun.." Nama itu terucap di bibirnya sebelum kesadarannya hilang….

Kris mengurung dirinya di ruang kerjanya sejak tadi. Lelaki itu bahkan tidak turun untuk makan siang. Sehun mengernyit. Ada apa sebenarnya? Tiba-tiba saja Sehun merasa sangat cemas. Kris tampak pucat dan aneh di pertemuan mereka terakhir tadi. Lelaki itu menatap Sehun seolah mereka akan berpisah lama.

Sehun hendak melangkah dan mengetuk pintu ruang kerja Kris ketika dia berpapasan dengan Hankyung. Lelaki itu mengenakan baju biasa, bukan seragam pelayannya. Tampaknya dia baru pulang dari berpergian.

"Tuan Sehun…" Hankyung membungkukkan badannya dengan sopan. "Apa kabar. Kenapa anda sendirian? biasanya Tuan Kris menemani anda siang-siang begini?"

Sehun melirik ke arah ruang kerja Kris, kemudian menatap Hankyung dengan bingung. "Itulah yang ingin kutanyakan Hankyung, Kris mengurung dirinya sejak tadi di ruang kerjanya, apakah mungkin dia sakit? Tangannya tadi terluka dan aku mencemaskannya."

Hankyung tertegun, tampak waspada. Matanya melirik ke arah pintu ruang kerja tuannya. Apakah sudah saatnya? Tuan Kris bilang dia berusaha mengendalikan Yi Fan sekuat tenaga meskipun dia tidak yakin akan menang. Yi Fan bertekad kuat memiliki Sehun dan dia semakin kuat. Tuannya bilang dia akan mengurung diri dan mencoba menahan Yi Fan. Apakah sekarang Tuan Kris sedang melawan Yi Fan di dalam sana? Jantung Hankyung berdebar kencang. Ini lebih cepat dari perkiraannya. Dia belum menyiapkan Tuan Sehun untuk rencana melarikan dirinya. Well, Hankyung harus bertindak cepat kalau ingin semuanya lancar.

"Tuan Sehun." Hankyung berbisik lirih, memandang cemas ke arah pintu ruang kerja tuannya lagi, "Kalau boleh saya ingin berbicara dengan anda. Penting."

Sehun mengernyitkan dahinya. "Tentang apa Hankyung?"

"Silahkan anda ikut saya." Hankyung mengajak Sehun ke arah dapur. Di sana ada ruang bawah tanah untuk menyimpan persediaan anggur. Lebih aman di bawah sana, karena Tuan Kris dan Yi Fan hampir tidak pernah ke area dapur.

Mata Sehun membelalak kaget. Wajahnya pucat pasi.

"Kepribadian ganda? Apakah kau serius Hankyung?"

Sang kepala pelayan sudah tidak mampu mempertahankan ekspresi datarnya. Dia sudah menceritakan semua kepada Sehun, mengenai Kris dan alter egonya yang jahat, yang bernama Yi Fan.

"Anda tentunya menyadari bahwa kadang-kadang Tuan Kris tampak begitu berbeda. Alter egonya….Tuan Yi Fan sangat kejam dan dia membawa aura menakutkan itu ke sekelilingnya."

Sehun tertegun. Ingatan pertamanya adalah ketika Kris tiba-tiba muncul di kamar mandi, ketika Sehun sedang berendam, itulah pertama kali Sehun merasakan bahwa Kris membawa aura menakutkan… Kemudian malam itu di ruang makan, ketika Kris meminta maaf dan mengatakan bahwa dirinya mungkin sedang mabuk… dan terakhir…. kemarin malam, ketika mereka bercinta. Kris berubah menjadi sosok yang begitu bergairah dan kasar, paginya lelaki itu tak henti-hentinya meminta maaf karena tidak bisa mengendalikan dirinya…. Wajah Sehun menjadi pucat pasi ketika menyadari kenyataan itu, Apakah itu berarti semalam dia telah bercinta dengan Yi Fan? Apakah Yi Fan yang meninggalkan bekas memar dan kemerahan di tubuhnya?

"Tuan Yi Fan terobsesi kepada anda. Anda tahu. Begitu tuan Woo Bin meninggal, ketika anda berumur delapan tahun. Tuan Kris hendak menemui anda, beliau menyusul anda ke taman hiburan, karena dia mendapatkan informasi bahwa nenek anda membawa anda ke sana. Tetapi kemudian ada insiden seorang penodong berusaha merampoknya, dan karena bersedih atas kematian keluarga angkatnya, Tuan Yi Fan menjadi kuat dan mengambil alih seketika itu juga…. saat itulah Tuan Yi Fan pertama kali bertemu dengan anda." Hankyung menjelaskan kisah yang pernah dikatakan Tuan Yi Fan kepadanya, kisah pertemuan pertamanya dengan Sehun.

Sehun mengernyitkan dahinya makin dalam. "Aku pernah bermimpi di taman hiburan…. oh astaga.. mungkinkah itu bukan mimpi? Mungkinkah aku benar-benar bertemu dengan Darr… Yi Fan di usiaku yang ke delapan?"

"Itu benar-benar terjadi." Hankyung mengangguk meyakinkan Sehun. "Dan entah apa yang anda lakukan, anda membuat Tuan Yi Fan terobsesi kepada anda sejak saat itu."

Dalam mimpinya Yi Fan sudah hampir membunuh dirinya yang masih kecil. Sehun bergidik mengingat betapa tidak ada belas kasihan dan penyesalan di mata Yi Fan ketika dia membunuh penodong itu… juga ketika dia akan membunuh Sehun kecil, tidak ada keraguan sedikitpun di matanya. Lelaki itu hampir tidak punya emosi menyangkut pembunuhan…. tetapi kemudian, Yi Fan mengurungkan niatnya untuk membunuh Sehun karena..

"Aku menawarkan plester untuk menutup lukanya akibat percobaan penodongan itu." Sehun mencoba menguak ingatannya yang berkabut.

"Mungkin itu pemicunya. Tidak pernah ada orang yang seberani itu kepada Tuan Yi Fan, semua orang ketakutan kepadanya dan menghindarinya. Saya mengikuti Tuan Kris dan Tuan Yi Fan sejak beliau kecil, dulu saya adalah pelayan pribadi ayah Tuan Kris. Ketika Tuan Yi Fan ada, semua orang kabur ketakutan menghindarinya." Hankyung menghela napas panjang. "Plester itu bahkan masih tersimpan di kotak kaca di brankas Tuan Kris. Anda benar-benar membuat Tuan Yi Fan terobsesi kepada anda karena itu.

Karena sebuah plester? Sehun merasakan tubuhnya gemetar. Tidak! Bukan karena sebuah plester. Perbuatannya itu mempunyai arti yang sangat dalam bagi Yi Fan. Sehun satu-satunya orang yang tidak takut padanya. Oh Astaga, mimpi apa dia sehingga monster menakutkan seperti Yi Fan terobsesi kepadanya?

"Saya mungkin menyakiti anda dengan apa yang akan saya katakan kepada anda." Hankyung menatap Sehun sungguh-sungguh. "Tetapi saya mohon, setelah anda tahu, jangan anda membenci Tuan Kris, dia sudah berusaha mencegahnya, tetapi kadang-kadang Tuan Yi Fan terlalu kuat."

Jantung Sehun berdebar, entah kenapa. "Mengetahui tentang apa?"

"Bahwa Tuan Yi Fanlah yang bertanggung jawab atas kematian seluruh keluarga anda, kakek dan nenek anda…keluarga angkatnya, termasuk ayah anda, Woo Bin… dan yang terakhir… ibu anda, nona Jin-Ri…"

Kata-kata Hankyung bagaikan petir yang menyambar dirinya dengan keras dan tanpa ampun. Sehun sampai terhuyung dan harus berpegangan kepada rak anggur di belakangnya, "Apa?"

"Yang pertama Tuan Yi Fan bunuh adalah keluarga angkatnya. Ayah dan Ibu Woo Bin mengetahui bahwa Tuan Kris mempunyai kepribadian ganda ketika anjing mereka dibunuh dengan kejam dan mayatnya digantung di pohon, hanya Tuan Kris yang ada di rumah waktu itu, tetapi tuan Kris mengaku tidak ingat apapun… sejak ikut keluarga angkatnya dia telah berhasil menekan Tuan Yi Fan supaya tidak bangkit, anjing itu dibunuh Tuan Yi Fan, tentu saja dia mengambil kesempatan ketika Tuan Kris lengah, dan berusaha menunjukkan kalau dia masih eksis. Keluarga angkat Tuan Kris lalu mengirimkan Tuan Kris ke psikiater …. dan psikiater itu melakukan usaha hipnotis untuk berkomunikasi dengan Tuan Yi Fan. Sebuah kesalahan bodoh, karena Tuan Yi Fan pada akhirnya bangkit setelah sekian lama. Dulu Tuan Yi Fan hanya bangkit sebentar-sebentar ketika Tuan Kris lemah, hipnotis itu memberinya kekuatan." Hankyung melanjutkan kisahnya sambil beberapa kali menatap ke arah pintu ruang bawah tanah di atas.

Sementara itu Sehun menahan napasnya mendengar cerita itu. Oh ya ampun.. " Lalu apa yang terjadi?"

"Tuan Yi Fan bangun dan pulang ke rumah. Berpura-pura seperti Tuan Kris. Keluarga angkatnya tidak ada yang menyadari bahwa dia adalah pribadi yang berbeda… lalu pada suatu hari, ketika kedua orang tua angkatnya dan Tuan Woo Bin sendiri mengendarai mobil untuk suatu urusan… mereka menabrak truk besar karena rem mereka blong." Hankyung tampak ketakutan, "Tuan Yi Fan telah merusak rem mobil mereka."

Sehun merasakan bulu kuduknya berdiri, Yi Fan benar-benar kejam… dan dia… dia satu tubuh dengan Kris, Kris yang dicintainya. Apa yang harus dia lakukan? Yi Fan telah membunuh kedua orang tua ayahnya yang berarti kakek dan neneknya juga, dia juga membunuh Woo Bin, ayahnya, sehingga tidak sempat bertemu dengannya. Yi Fan telah merenggut kesempatan Sehun untuk bertemu ayah kandungnya. Dan Yi Fan sama dengan Kris…. Kris sama dengan Yi Fan… hati Sehun berdarah oleh rasa sakit.

Tetapi Hankyung rupanya belum selesai, masih ada lagi rasa sakit yang akan mengoyak-koyak hati Sehun." Kemudian Tuan Yi Fan mengejar anda… dia menemui kakek dan nenek anda, mengatakan akan mengambil anda untuk mengemban pesan dari ayah kandung anda, Tuan Woo Bin. Tentu saja kakek dan nenek anda menolaknya. Mereka melarang Tuan Yi Fan mendekati anda selamanya, selain itu mereka takut akan terjadi skandal karena Jin-Ri sedang berada di puncak ketenarannya…" Kemudian, Tuan Kris berhasil bangkit lagi, dia menenggelamkan Tuan Yi Fan dan berusaha memperbaiki semuanya. Bayangkan kesedihan yang dirasakan Tuan Kris ketika menyadari bahwa orangtua angkatnya, kakak angkatnya dibunuh dengan tangannya sendiri, dan dia tak kuasa mencegahnya." Hankyung menarik napas panjang. "Saya ada di sisi Tuan Kris waktu itu, beliau sangat menderita…"

Karena itulah Kris tampak sangat menyesal. Sehun bisa merasakan betapa sayangnya Kris kepada keluarga angkatnya. Memiliki monster tersebut di dalam dirinya dan tidak bisa mengendalikannya…. rasanya pasti sangat menyiksa.

"Tetapi ternyata Tuan Yi Fan tidak kalah. Dia hanya memutuskan duduk dan menunggu hingga saatnya tepat. Dialah yang menyebabkan kakek anda meninggal…"

"Tetapi kakekku meninggal karena sakit…. dia meninggal di rumah… tidak mungkin Yi Fan yang membunuhnya."

"Tuan Yi Fan yang membunuhnya. Karena kakek anda mengancam agar dia tidak berurusan lagi dengan anda."

Hankyung menatap Sehun lurus-lurus, "Anda ingat pembantu rumah tangga di rumah anda, yang bersedia digaji murah untuk membersihkan rumah kakek dan nenek anda?"

Sehun ingat. Pembantu itu, Pria setengah baya yang datang di pagi hari dan pulang ketika menjelang malam. Untuk memasak dan membersihkan rumah mereka, serta mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tangga.

"Pembantu itu adalah orang suruhan Tuan Yi Fan. Dia jugalah yang memotret anda setiap saat tanpa ketahuan dan mengirimkannya secara berkala kepada Tuan Yi Fan."

Sehun ingat album foto yang ditunjukkan Kris kepadanya, hanya ada tiga dan semuanya berisi kumpulan foto masa kecilnya yang dikirimkan oleh kakek neneknya sendiri kepada Woo Bin, ayahnya.

"Kakek dan nenek anda berhenti mengirimkan foto setelah Woo Bin meninggal. Jadi Tuan Yi Fan mengirimkan pegawainya untuk mengawasi dan mengirimkan foto-foto anda kepadanya. Dia punya delapan album besar berisi foto anda."

Dan yang Kris tunjukkan kepadanya hanya tiga album. Sehun membatin. Menunggu Hankyung melemparkan bom yang lebih besar itu kepadanya.

"Pembantu anda yang memasukkan racun yang tidak terdeteksi kepada makanan kakek anda…. dia memberikannya sedikit demi sedikit kepada kakek anda sehingga kondisi kakek anda menurun dan makin melemah, hingga pada akhirnya meninggal dunia."

Mata Sehun terasa panas mendengarkan informasi itu. Oh betapa kejamnya Yi Fan, lelaki itu melindas nyawa siapapun yang menghalanginya dengan kejam, sangat kejam!

"Tuan Yi Fan berpikir bahwa dengan meninggalnya kakek anda. Dia bisa membujuk nenek anda untuk menyerahkan anda di bawah perwaliannya. Tetapi nenek anda sama keras kepalanya dengan kakek anda, mungkin dia melihat ada aura jahat di dalam aura Tuan Yi Fan, sehingga bahkan ia menawari nenek anda uang, tetapi nenek anda menolaknya mentah-mentah….bahkan nenek anda mulai mencari informasi tentang Tuan Yi Fan, dan hampir menemukan kejanggalan atas kematian suaminya. Sayangnya, Tuan Yi Fan sudah menginstruksikan untuk membunuh nenek anda juga. Tubuh nenek anda makin melemah, dan ketika dia menyadari bahwa kakek anda dan dia diracun, semua sudah terlambat, dia bahkan terlalu lemah untuk memperingatkan anda…"

Sehun ingat neneknya terus menangis, tetapi kondisi neneknya sangat lemah sehingga jangankan berkata-kata, menelan ludahpun sangat sulit dilakukan neneknya. Waktu itu Sehun berpikir bahwa neneknya menangisi kakeknya, bahwa kondisinya melemah karena patah hati. Sehun tidak berpikir bahwa gejala penyakit kakek dan neneknya sama persis, kondisi tubuh yang menua diikuti kerusakan organ-organ vitalnya, ginjal, paru-paru, jantung, dan kemudian syarafnya….. Apakah waktu itu neneknya menangisinya? Karena neneknya tidak bisa memperingatkannya? Air mata Sehun menetes di pipinya mengingat penderitaan neneknya di saat-saat terakhirnya. Yi Fan sungguh kejam. Lelaki itu tak punya hati. Dia seperti iblis yang jahat dan tiba-tiba kebencian memuncak di hati Sehun. Lelaki itu telah merenggut seluruh keluarganya, seluruh keluarganya!

"Apakah Yi Fan juga yang membunuh ibuku?"

Hankyung menganggukkan kepalanya, "Nona Jin-Ri berada di tempat yang salah dan waktu yang salah. Tuan Yi Fan mengejarnya hanya untuk memasukkanmu ke rumah ini. Kemudian Nona Jin-Ri menemukan album foto anda tanpa sengaja, membuat Tuan Yi Fan marah…" Hankyung menatap Sehun yang berurai air mata dengan sedih, "Tuan Yi Fan…mendorong Nona Jin-Ri jatuh dari tangga."

Pemandangan mengerikan itu berkelebat di benak Sehun. Ibunya yang sudah menjadi mayat, terbaring dengan posisi aneh bersimbah darah di bawah tangga. Ekspresinya ketakutan…. Yi Fan benar-benar kejam dan menakutkan. Tiba-tiba Sehun menyadari bahwa dia terjebak di rumah ini bersama Yi Fan.

"Kenapa Kris mengurung diri di ruang kerjanya?" Sehun menyadari firasat buruk itu.

Hankyung menghela napas panjang, "Karena Tuan Yi Fan makin kuat dari hari ke hari… dia..bisa saja bangkit dan mendesak Tuan Kris…. Tuan Kris meminta saya mempersiapkan kalau ini semua terjadi."

Sehun gemetar. Dia takut, dia telah mendengar kisah kekejaman Yi Fan. Dan sekarang dia hanya bergantung pada kekuatan Kris. Bagaimana kalau Kris kalah dan Yi Fan menguasainya?

"Saya merencanakan pelarian anda. Seharusnya tidak secepat ini. Tetapi sepertinya kita harus bergerak cepat. Malam ini anda harus bersiap-siap." Hankyung bergumam dengan gelisah. Sehun menyadari Hankyung gemetar. Lelaki itu ketakutan. Sama seperti dirinya. Takut kepada Yi Fan yang mengerikan.

T.B.C

I be backkk all … miss me ?