*Author's Note*
Cuman mau bilang terima kasih banyak buat Reader yang masih minat baca Fict ini, itu aja sih.
DISCLAIMER : Masashi Kishimoto.
Genre : Adventure - Sci-fi - Fantasy.
Chapter 7
Enjoy This Chapter.
xxxxxx
xxxxxx
Sementara itu Orochimaru tengah berkunjung ke ruang proyek mesin waktu diikuti bawahan setianya, Kabuto. Saat ini wajah Si kolektor ular itu tengah menunjukan raut kaget bercampur geram setelah mendengar apa yang disampaikan Karin yang mengepalai proyek tersebut, menggantikan Naruto.
"A,apa!?" tanya Orochimaru geram.
"I, itu benar Orochimaru sama, kami tak bisa melanjutkan Proyek ini tanpa Naruto," jawab Karin gugup. "Naruto telah memasukan sesuatu pengaman di komputer utama yang tak sanggup aku tembus. Pengaman itu menyimpan data data inti yang akan menyempurnakan proyek ini, tanpa,data itu mustahil proyek ini dapat diselesaikan" lanjutnya, saat ini Karin sudah mulai terlihat tenang.
Karena geram bercampur kesal, Orochimaru membanting gelas berisi minuman favoritnya ke lantai, membuat kaget Karin dan Kabuto yang berada disana.
"Cih, Bocah sialan itu!" geram Orochi. "Kabuto, panggil Si Nara, mungkin dia bisa melakukan sesuatu!" perintahnya pada Bawahannya itu.
"Ha'i Orochimaru sama." jawab Kabuto, lalu bergegas menuju ruangan Shikamaru.
xxxxxxxxx
xxxxxxxxx
xxxxxxxxx- Time Machine Projection -xxxxxxxxx
xxxxxxxxx
xxxxxxxxx
Dikoridor, Sasuke dan Sakura yang tengah berjalan berjumpa dengan Kabuto yang tengah terlihat terburu buru. Melihat ekpresi bawahan setia Orochimaru yang menampakan raut wajah gelisah membuat Sasuke menebak ada masalah serius, karena tak biasanya Kabuto terlihat seperti itu.
"Ada apa Kabuto? kau terburu buru sekali." tanya Sasuke dingin.
"Kalau ingin tahu pergilah ke ruang Proyek mesin waktu." jawab Kabuto ketus, lalu beranjak meninggalkan Sasuke dan Sakura dengan langkah yang terburu buru.
"Chi," decih Sasuke. "ayo Sakura, sepertinya ada yang menarik." sambungnya, lalu mulai berjalan menuju Ruangan yang dikatakan Kabuto tadi.
"Ummm, menurutmu apa yang terjadi, Sasuke kun?." tanya sakura yang mengikuti langkah Laki laki dengan rambut gaya pantat ayam itu.
"Entahlah, mungkin ada hubungannya dengan Si Dobe." jawab Sasuke menebak.
'Kenapa sampai sekarang masih belum ada kabar tentang berhasilnya misi memburu Naruto? padahal seluruh Anggota Organisasi telah dikerahkan. Dasar payah, Organisasi payah' batin Sasuke tanpa ekpresi.
Kabuto kini tengah berdiri didepan pintu ruang milik Shikamaru, dan tanpa menunggu lama langsung mengetuknya.
Sementara didalam ruangan, Si rambut nanas mendengus malas saat mendengar pintunya kembali diketuk. Tapi bukannya beranjak membuka pintu Shikamaru malah merebahkan tubuhnya diranjang.
"Ya ampun, kenapa hari ini pintu ruanganku mendapat banyak ketukan?" tanya Si jenius malas entah pada siapa.
"Biar Aku yang buka pintunya Shikamaru." sahut Chouji yang langsung beranjak menuju pintu.
"Terima kasih Chouji." balas Shikamaru tulus pada sahabat terbaiknya itu.
Pintu terbuka setelah Chouji menarik gagangnya, menampakan Kabuto yang terlihat terburu-buru.
"Dimana Si Nara?" tanya Kabuto datar.
"Didalam, ada a-" Chouji tak jadi meneruskan pertanyaannya saat tiba-tiba Kabuto menyerobot masuk.
'Dasar tak sopan.' batin Chouji agak kesal.
"Nara, Orochimaru sama menyuruhmu ke ruang proyek mesin waktu sekarang," ucap Kabuto saat sudah berada didepan ranjang dimana Si rambut nanas merebahkan tubuhnya. "dan jangan membuatnya menunggu." sambung Kabuto yang langsung direspon Shikamaru dengan membangunkan setengah badannya sambil memasang raut wajah kaget, jangan jangan pertemuannya telah diketahui oleh si penggila ular Orochimaru.
"Ada apa dengan wajahmu?" tanya Kabuto bingung saat melihat perubahan raut wajah si jenius malas itu.
Shikamaru yang menyadari Kabuto tengah memperhatikannya langsung memasang wajah tenang.
"Ada apa memangnya dengan wajahku?" tanya balik Si nanas menyembunyikan hal yang tengah dipikirkannya.
"Ah sudahlah, segera bergegas!" perintah kabuto mengacuhkan kebingungannya, lalu beranjak meninggalkan Shikamaru dan teman temannya.
"Aku tau apa yang Kau pikirkan." ujar Neji tiba tiba, pria yang membiarkan surai hitam panjang miliknya tergerai dibelakang punggungnya itu juga memikirkan apa yang dipikirkan Si rambut nanas.
"Tenang saja Shikamaru, bila terjadi sesuatu padamu, kami semua tak akan tinggal diam." sahut Kiba yang sepertinya juga menyadari maksud kekagetan Shikamaru.
"Merepotkan." ucap Shikamaru disertai seulas senyum, lalu beranjak keluar ruangan diikuti teman-temannya.
xxxxxx
xxxxxx
xxxxxx
"Begitulah Shikamaru-san." ucap karin setelah menuturkan masalah yang membuat Si nanas dipanggil keruangan proyek mesin waktu.
Disana juga terlihat Sasuke dan Sakura yang ikut mendengarkan penuturan Karin.
Shikamaru menyembunyikan nafas lega setelah mendengar alasan kenapa dia dipanggil, awalnya ia pikir akan di eksekusi karena tertangkap basah bekerja sama dengan Naruto yang notabenya adalah target Organisasi. Perasaan lega juga terpancar dari wajah teman-temannya yang lain.
Shikamaru menatap Fokus pada layar Kaca komputer utama yang terhubung pada beberapa komputer cabang dengan kabel kabel berukuran besar.
Si rambut Nanas mulai mengoprasikan keyboard komputer didepannya dan mulai menunjukan keahliannya.
Shikamaru kini tengah berusaha membobol pengaman itu, dia mulai memasukan sandi yang ia dapat dari hasil retasannya.
Namun meskipun pengaman itu bisa ia bobol didepannya sudah menunggu pengaman berikutnya. Si rambut nanas kembali membobolnya, namun hal yang sama terjadi lagi. Berkali-kali ia membobolnya namun berkali-kali juga pengaman itu datang lagi.
Shikamaru tak menyerah, dia semakin merasa tertantang. Si jenius malas itu memasukan virus penghancur pengaman yang diciptakannya sendiri kedalam komputer didepannya, namun virus itu tak berpengaruh apa-apa pada pengaman itu.
Shikamaru mencoba cara lainnya yang ia ketahui, namun gagal menembus pengaman, dia mencoba lagi dan lagi hingga akhirnya Si rambut nanas itu frustasi karena semua cara yang ia gunakan untuk menembus pengaman itu berbuah kegagalan.
Shikamaru melepaskan jari-jari dari keyboard, lalu membalikan badannya kebelakang, disana ia melihat wajah Orochimaru yang terlihat kesal, pasalnya Si jenius Nara pun ternyata tak bisa membuka data-data inti proyek mesin waktu karena dihalangi pengaman yang ditanamkan Naruto.
"Pengamannya tak bisa kutembus." ujar Shikamaru menyerah.
Orochimaru mendecih kesal, baginya proyek ini mutlak harus selesai, ini adalah impiannya.
Jika sampai terhenti... Tidak! proyek ini harus terus berjalan sampai tuntas, pasti ada solusinya.
"Hanya ada satu cara untuk membukanya." lanjut Shikamaru menyadarkan Orochimaru dari pikirannya yang tengah berkecamuk.
Orochimaru menatap Si jenius Nara itu dengan pandangan yang seperti mengatakan Cepat katakan.
"Kau harus membawa Naruto kemari dan menyuruhnya membuka pengaman ini," tutur Shikamaru "hanya dia yang bisa." lanjutnya.
Shikamaru mendapap tatapan kaget dari teman-temanya setelah menuturkan solusinya.
Bukankah itu akan membahayakan Naruto? apa Shikamaru berniat mengkhianati Naruto karena terobsesi pada mesin waktu?.
Mereka menyimpan banyak pertanyaan untuk nanti ditanyakan pada Si rambut nanas saat situasinya sudah tepat.
Orochimaru terlihat berpikir menimbang nimbang solusi yang diberikan Shikamaru.
"Kabuto, informasikan pada seluruh anggota Organisasi untuk menangkap Uzumaki Naruto hidup-hidup." perintah Orochimaru memberi keputusan.
"Baik Orochimaru-sama." sahut Kabuto sambil membungkuk, lalu meninggalkan ruangan.
Tak lama kemudian Sasuke dan Sakura pun meninggalkan ruangan.
'Bagus, ini akan semakin menarik' batin si pemilik mata Onyx sambil menyeringai.
xxxxx
xxxxx
Naruto, Fuu dan Sara kini tinggal di Apartemen milik Sara yang masih terletak dikota Konoha, mereka memutuskan tinggal di Apartemen Sara atas saran Sara sendiri.
Fuu langsung menuju kamar yang jadi bagiannya tanpa mengatakan apapun, sejak di hellikopter sampat tempat yang mereka tinggali sekarang Perempuan bersurai green mint itu tak banyak mengeluarkan suara.
Sara yang memang mengerti suasana hati Senpainya tak banyak meracau seperti biasanya, lalu memutuskan untuk masuk kamar pribadinya.
Tinggal Naruto yang entah mau kemana, sepanjang dari perjalanan sampai saat ini Si blonde terus kepikiran Pria bersurai merah yang ditemuinya diatas gedung hotel siang tadi.
Tak mau lebih lama lagi diganggu pikirannya, Naruto memutuskan untuk menanyakannya pada Sara, perempuan itu pasti mengetahui sesuatu.
'tok tok tok'
Sara yang memang belum memejamkan matanya segera beranjak dari ranjangnya begitu mendengar pintu kamarnya di ketuk Perempuan bersurai merah itu bergegas cepat kearah pintu, dia sudah bisa menebak siapa yang ingin menemuinya, siapa lagi kalau bukan seorang pemuda yang tengah penasaran.
"Eh Naruto-kun, ada perlu apa?" tanya Sara dengan nada dan raut wajah dibuat buat kaget setelah membukakan pintu.
Naruto memandang aneh perempuan didepannya, raut wajah dan nada bicara Sara terlalu berlebihan.
"Aku.." Naruto menggantung katanya, memikirkan dari mana dia harus mulai bertanya. "ini tentang orang yang bernama Gaara, dia itu siapa?" tanya Naruto akhirnya.
"Eumm, kamu mau tau? bener-bener mau tau?" tanya Sara sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Naruto, membuat pemuda blonde itu menarik kepalanya kebelakang dengan tatapan ngeri, Sara menahan diri untuk tidak terkikik melihat ekspresi Naruto.
"I,iya, sangat ingin tau sekali." jawab Si blonde menegaskan.
"Bagaimana ya? aku akan menceritakannya kalau kau mau memenuhi satu permintaanku." tawar Sara.
"Apa yang kau inginkan memangnnya?" tanya Naruto heran, kalau perempuan ini menginginkan sesuatu kenapa tidak langsung katakan saja, gak harus bertele-tele sampai harus menjadikannya syarat segala.
"Aku.." Sara memasang wajah malu-malu sambil memainkan jari-jari tangannya. "aku ingin menceritakannya sambil dipeluk Naruto kun." lanjutnya membuat pemuda blonde dihadapannya terjengkang kebelakang saking kagetnya.
"Apa-apaan permintaanmu itu, aku bisa dibunuh Fuu jika melakukannya." sahut Naruto menanggapi permintaan Sara.
"Ya sudah kalau kau tak mau juga tak apa-apa," Sara mulai menyudutkan Naruto, perempuan bersurai merah itu mulai menutup pintu memancing reaksi Si blonde, Sara yakin Naruto tak akan membiarkan rasa penasaran terus mengganggunya.
Dan tepat sekali, pemuda bersurai kuning itu menahan pintu kamar yang tengah ditutup Sara.
'Yosshha' batin Si rambut merah penuh kemenangan.
""Kau," sengit Naruto. "perempuan memang merepotkan" lanjut Si blonde mendengus malas, membuat Sara terkikik geli.
xxxxx
xxxxx
"Jadi kau mau mulai darimana?" tanya Sara.
"Ceritakan saja siapa Gaara itu, lalu hubungannya dengan Fuu, dan apa yang telah dilakukan lelaki itu sampai Fuu terlihat sangat membencinya." jawab Naruto dengan nada antusias.
"Baiklah-baiklah, tapi eratkan dulu pelukanmu Naruto-kun." pinta Sara dengan nada merengek, saat ini mereka tengah bersandar disebuah soffa, posisinya Naruto bersandar dibawah dengan tangannya melingkar di perut Sara yang bersandar diatas tubuh Si blonde.
Naruto mengeratkan pelukannya pada tubuh perempuan berambut merah itu sambil bergumam "Dengar ya, aku melakukan ini hanya karena ingin mendengar hal yang bisa membuang rasa penasaranku," ucap Naruto hati-hati, "jadi.. jangan berpikir macam-macam, aku tak mungkin mengkhianati Fuu." Si blonde bukan bermaksud menyakiti hati Sara bila firasatnya benar kalau perempuan yang tengah dipeluknya itu menyukainya, dia hanya ingin membatasi dirinya dengan Sara.
"Santai saja Naruto-kun," sahut Sara tenang "tak perlu memikirkan hal seperti itu." lanjutnya.
"Kalau begitu tunggu apalagi, ceritakanlah." ujar Naruto tak sabaran.
Sara meraih lengan Naruto yang melingkar diperutnya.
"Dulu, dulu sekali. Saat Senpai baru menjadi anggota Black Mask, dia berpartner dengan Gaara, pemuda berambut merah yang kita temui diatas gedung. Senpai dan Gaara menjadi teman yang sangat dekat karena mereka selalu bersama setiap kali ada misi. Gaara yang memiliki sifat dingin dapat dihangatkan dengan sifat Senpai yang selalu ceria, hingga perlahan Gaara menaruh hati pada Senpai, bahkan sikap Gaara jadi sangat protektiv pada senpai kepada siapa saja lelaki yang mencoba berteman dengan Senpai.
Hingga suatu hari Gaara melihat Senpai tengah berbicara akrab dengan seorang laki-laki.
Gaara sangat benci melihatnya, dia tak bisa melihat Senpai bersama laki-laki lain, Gaara yang telah dibutakan oleh rasa cemburunya membunuh laki-laki itu.
Lalu Senpai jadi sangat membenci Gaara setelah mengetahui Gaara yang telah membunuh laki-laki yang ternyata adalah sepupu Senpai, Shibuki.
Sepupunya itu adalah satu-satunya keluarga yang tersisa yang dimiliki Senpai.
Gaara sangat menyesal setelah mengetahui jati diri dari laki-laki yang telah dibunuhnya itu.
Namun bagi Senpai, kesalahan yang Gaara lakukan adalah sesuatu yang tak akan pernah bisa dimaafkannya, sampai akhirnya Gaara memutuskan untuk keluar dari Black Mask, dan tak kusangka dia bergabung dengan ROOT." Sara mengakhiri ceritanya yang disambut dengan nafas kepuasan Naruto, malam ini Si blonde bisa tidur dengan tenang.
"Terima kasih Sara, aku sudah mengerti sekarang," ujar Naruto "bisakah kau bangun, aku sudah cukup ngantuk." sambungnya meminta.
Dengan berat hati Sara membangunkan tubuhnya diatas tubuh Si blonde, kalau boleh jujur perempuan bersurai merah itu masih betah diposisi sebelumnya. Sara jadi menyesal tidak memperpanjang ceritanya.
"Naruto-kun," ucap Sara, saat ini posisi mereka saling berhadapan "bolehkah aku.." Sars meraih dagu Naruto lalu mulai mendekatkan bibirnya kebibir Si blonde.
Naruto dengan lembut memegang kedua pundak Sara untuk menahannya agar tak semakin mendekat.
"A-aku sudah ngantuk banget, selamat tidur Sara." ucap Naruto gugup, lalu membalikan tubuhnya dan beranjak keluar kamar Sara.
"mendapatkan ciumanmu." ucap Sara melanjutkan kata-katanya yang tadi tertunda, namun sayangnya Naruto tak mendengarnya.
xxxxx
xxxxx
xxxxx
Kiba langsung mendorong tubuh Shikamaru mengakibatkan punggung Si nanas terbentur dinding cukup keras, lalu pemuda dengan tatto segitiga terbalik dimasing-masing bawah matanya itu memegang kerah jas Shikamaru kasar, dan tangan lainnya menodongkan pistol ke kepala Si nanas yang hanya memasang wajah malas.
Saat ini mereka berada di ruangan tadi mereka berkumpul, kamar Shikamaru.
Disana juga ada Neji, Shino, Chouji dan yang lainnya yang tengah memasang wajah khawatir, takutnya kiba bertindak berlebihan, mereka juga membutuhkan penjelasan mengapa Shikamaru memberikan solusi yang akan membahayakan Naruto.
Chouji yang sangat mempercayai Shikamaru bermaksud menghentikan kiba yang terlihat berlebihan sebelum kemudian Shino menghentikannya.
Chouji mendecih, Pria bertulang besar itu khawatir melihat kiba yang terlihat terlalu kalap.
"Jelaskan Brengsek! Apa kau ingin mengkhianati Naruto? Hah!" kiba semakin mendorong pistolnya dikepala Shikmaru, membuat kepala Si rambut nanas semakin menempel ke dinding.
Neji yang melihat keadaan yang mulai tak terkendali segera beranjak menengahi.
"Tenangkan dirimu Kiba, biarkan Shikamaru menjelaskan tujuannya." ucap Neji sambil memegang pundak Kiba.
Hasilnya cukup bagus, perlahan-lahan Kiba mulai menurunkan pistolnya, meskipun raut wajahnya masih menunjukan tensi emosi yang tinggi.
"Kau seperti biasanya Kiba," ucap Shikamaru "sangat cocok jadi kepala introgasi." lanjutnya setengah bercanda, dan hanya dibalas decihan dari Kiba.
Shikamaru beranjak menuju kursi sambil tak lupa menepuk pundak Kiba.
"Tujuanku memberikan solusi itu pada Orochimaru justru untuk keselamatan Naruto." Shikamaru mulai menjelaskan, membuat semua yang ada didalam ruangan kaget sekaligus bingung.
"Apa maksudmu Shikamaru? jangan membuat kami tambah bingung dengan penjelasanmu." tanya Shion mewakili teman-temannya yang lain.
"Jangan memotong penjelasannku Shion." sahut Shikamaru.
"Ma,maaf.." ucap Shion sedikit malu.
"Merepotkan, aku sampai lupa mau mulai menjelaskan darimana." dengus Shikamaru sambil menyilangkan tangannya dibelakang kepala.
"Kau jangan main-main Shikamaru." ancam Kiba yang masih terlihat kesal.
"Baiklah," Shikamaru memasang wajah serius "kalian tau kan prinsip Organisasi ini?" lanjutnya bertanya.
"Kejar target walau sampai neraka." jawab Chouji yang masih bingung.
"Naruto tak akan pernah berhenti dikejar, kalian pikir sampai kapan Naruto bisa terus selamat? dua anggota Black Mask yang melindunginya tak bisa menjamin dia akan tetap aman selamanya, maka dari itu jika kita ingin menyelamatkan Naruto, satu satunya cara hanya dengan.. menghancurkan Organisasi ini." jelas Shikamaru serius.
Tanggapan teman-temannya terkejut mendengar penjelasan Si rambut nanas, lalu kemudian mereka mulai memahaminya, bagi mereka Organisasi ini telah melenceng dari jalur yang seharusnya, awalnya Organisasi ini didirikan untuk menjadikan para kriminal yang banyak berkeliaran sebagai target oprasi, tapi semakin kesini orang yang dijadikan target bukan hanya para kriminal tapi orang yang tak bersalah pun seperti Naruto harus disingkirkan.
Organisasi ROOT sudah kehilangan Idealismenya..
"Jadi.. hanya itukah satu-satunya cara?" tanya Tenten mencoba memastikan, bagaimanapun ROOT telah menjadi bagian hidupnya, mendengar Organisasi ini akan dihancurkan rasanya... Ah entahlah.
"Hanya dengan memadamkan apinya, maka asap tak akan lagi mengganggu." jawab Shikamaru memberi perumpamaan.
"Itu perumpamaan yang buruk, Shikamaru." sahut Shino datar.
"Kalau begitu apa kau punya perumpamaan yang lebih baik?" tanya Si rambut nanas malas.
"Bagaimana jika ini, cara untuk menghindari sengatan lebah adalah dengan menghancurkan sarangnya." tutur Shino memberikan pendapat dan langsung direspon sweetdrop teman-temannya.
"Ya ampun, itu bahkan lebih buruk." sahut Kiba malas.
"Tapi jika Naruto tertangkap, bagaimana cara kita melindunginya?" tanya Lee kembali pada topik utama.
"Entahlah, aku belum memikirkannya." jawab Si rambut nanas cuek.
"Yang benar saja." sahut Neji heran melihat Shikamaru se cuek itu.
"Tenang saja, lagi pula Naruto pasti sudah merencanakan ini semua," jawab Shikamaru terdengar serius "aku menyadarinya saat mengetahui Naruto menanamkan pengaman yang bahkan tak bisa kutembus." lanjutnya.
"Jadi maksudmu Naruto sendiri yang berencana datang lagi kemari untuk melepaskan pengaman itu?" tanya Shino.
"Itu kemungkinan kecilnya," jawab Shikamaru "membayangkannya saja sudah membuatku bergidik jika memang benar Naruto berencana datang lagi kemari." lanjut Si rambut nanas.
"Tapi apa benar Naruto kun akan se nekat itu?" tanya Shion meragukan.
"Yang aku tau, Naruto itu.. memang agak sinting sih." celetuk Kiba, membayangkan kembali saat anjing miliknya, Akamaru kabur dan Naruto mengejarnya, bahkan saat Akamaru meloncat dari satu gedung ke gedung lainnya Naruto mengejarnya dari belakang.
xxxxxxx
xxxxxxx
xxxxxxx
Sasuke dan Sakura saat ini tengah berada dalam mobil sport jenis Pagani yang melaju dengan kecepatan sedang.
"Jadi itu kah rencanamu, Sasuke kun?" tanya Sakura memastikan.
"ya, aku butuh bantuanmu untuk melakukannya," jawab Sasuke "karena tak ada yang bisa kupercaya selain dirimu." lanjutnya.
"Aku pasti selalu ada untukmu Sasuke kun," balas Sakura disertai senyumannya "tapi apa yang akan kau lakukan pada Naruto?" tanyanya penasaran.
"Kau mengkhawatirkannya?" tanya Sasuke terdengar kesal.
"Tidak, bukan itu," koreksi Sakura cepat, dia tak mau Sasuke berpikir macam-macam "hanya saja, bukankah Naruto itu.. orang yang juga dekat denganmu." lanjut Si pemilik surai merah jambu itu
"Cih, dia bukan orang dekatku, dia hanya orang yang sok akrab." jawb Sasuke tak suka..
Sakura terkikik geli melihat ekpresi Sasuke saat ini yang menurutnya sedikit OOC.
"Jadi?" tanya Sakura kembali ke topik utama.
"Entahlah, itu akan kupikirkan nanti." jawab Sasuke kembali ke karakternya.
xxxxxxxx
xxxxxxxx
xxxxxxxx
Bersambung...
