Author : Han Hye Neul

Genre : Romance , sad

Rating : T

Main cast :
Cho kyuhyun as namja
Lee sungmin as yeoja

Other cast : always find by ur eyes ^^

Warning : Typo dimana-mana , GenderSwitch , tak sesuai karakter aslinya.

Annyeong readers, setelah sekian lama hiatus dari dunia perFF-an kali ini aku Comeback membawa FF GS pertama aku dengan pairingnya itu Kyumin. "I give my first love to you" sendiri itu sebenarnya adalah sebuah film one episode (?) Lngsung habis. Karena aku sangat menyukai film ini, terbesitlah dibenakku buat jadiin Film ini jadi FF yang castnya aku ganti jadi kyumin. So Don't BASH ! Don't be Silent reader ! Unlike ?! Just don't READ !. Semoga bsa ksih aku masukan biar jdi author yg baik (?). Okayy ! Go to story !

The STORY BEGIN

-0o0-

*All author POV*

"Kenapa hari ini kyunnie sangat menyebalkan eoh?",ucapnya sambil meminum minuman yang baru dibelinya dengan gusar hingga ada beberapa tetes yang tersisa disudut bibirnya."Pertama dia mengusirku diperpustakaan, kedua ia tidak menghiraukanku saat ketemu 'noona'-nya itu, dan yang ketiga ia melarangku ikut masuk keruangan appa! Aishh! Apa dia mau membuatku emosi hari ini eoh?",kini sungmin berdialog ria dengan sebuah kaleng minuman yang ada ditangannya.

"Aigoo! Aku tidak mau tau pokoknya kali ini aku akan membuat kyuhyun yang mencari-cari aku! Kita lihat saja Tuan Cho!",kini sungmin bermonolog ria dengan dirinya sendiri.

Drrtt drrtt drtt

Getaran ponsel sungmin menandakan ada 1 pesan yang masuk. Langsung saja sungmin membuka pesan itu.

From : My nampyeon ^^

Ming ~
Aku sudah selesai, apa kamu ingin bertemu dengan abeoji ?

Sungmin mempoutkan bibirnya ketika mengetahui itu adalah pesan dari kyuhyun. Dengan cekatan ia mengetikan balasannya.

To : My nampyeon ^^

Anio, aku mau pulang.

Sungmin menyeringai setelah mengetik."Bagaimana rasanya dibalas singkat begitu Tuan Cho ?",gumam sungmin sambil menatap layar ponselnya. Beberapa detik setelah itu ponsel sungmin kembali bergetar."Cepat sekali...",gumam sungmin sambil membuka pesan yang baru masuk itu.

From : 010-xxxx

Annyeong ming ^^
Sedang apa kamu sekarang ?

Sungmin mengerutkan dahinya saat mengetahui itu bukan pesan dari kyuhyun tapi dari nomor yang tidak dikenal. Karena penasaran sungmin membalas.

To : 010-xxxx

Jwisonghaeyo, neo nuguya ?

Ddrttt drrtt drttt

Sungmin membuka kembali pesan yang baru masuk.

From : My nampyeon ^^

Arraseo, kalau begitu kita bertemu didepan pintu rumah sakit ne ?

Sungmin kembali mempoutkan bibir Mnya itu."Eishh! Nappeunom! Setidaknya kamu tuh nanya kenapa gitu! Ishh! Namja yang ga peka",umpat sungmin. Ia kembali memainkan jarinya dilayar ponsel Touchscreen-nya itu.

To : My nampyeon ^^

Arrayo, girdarilke

Hanya pesan itu yang sungmin ketik untuk dikirm ke kyuhyun. Ia kembali memasukkan ponselnya kedalam saku dan berangkat pergi dari kantin rumah sakit itu.

-0o0-

"Omona! Kamu kenapa jadi pendiam gini eum ? Tidak seagresif tadi",ejek kyuhyun yang melihat sungmin tidak bergelayutan lagi ditangannya kini sejak bertemu didepan pintu rumah sakit sampai masuk bus. Sungmin lebih memilih menatap pemandangan jalanan melalui kaca jendela yang ada disampingnya.

"Aku sebal dengan kyunnie!",jawab sungmin singkat.

Seketika kyuhyun langsung menatap sungmin yang masih saja sibuk menatap jalanan.

"Naega wae ? (Aku kenapa?)",tanya kyuhyun polos.

"Mwoya ? Kau masih bertanya 'kenapa' ? Benar-benar menyebalkan!",ucap sungmin kini menatap kyuhyun kesal.

"Ahh! Apa karena ryeowook noona ?",tanya kyuhyun yang lebih kesindiran.

"Cih! Pergi saja dengan noona-mu itu!",ucap sungmin kesal sambil beranjak dari kursi itu dan memilih duduk didepan.

"Aigoo, minnie! Aku tidak ada apa-apa dengan ryeowook noona, ia hanya berbagi cerita tentang penyakitnya saja. Tidak lebih. Percayalah",jelas kyuhyun kini dengan memelas.

"Dan kau berharap aku percaya ? Ishh! Bahkan kau melupakanku tadi",umpat sungmin.

"Omona! Aku tidak bermak-..",ucapan kyuhyun terhenti saat sungmin merogoh ponselnya yang bergetar. Ternyata ada pesan yang masuk. Tanpa menghiraukan kyuhyun,sungmin lebih memilih membuka pesannya.

From : 010-xxxx

Aku henry lau, apa kau ingat?

Pesan singkat itu membuat sungmin membulatkan mata foxy-nya. Mengingat ada kyuhyun didekatnya."Mati aku kalau sampai kyuhyun membacanya",umpat sungmin dalam hati.

"Nuguya?",tanya kyuhyun penuh selidik melihat gelagat aneh sungmin saat membuka pesan itu.

"Eobsoyo",jawab sungmin gugup dan ia buru-buru memasukkan ponselnya kedalam saku. Namun usahanya memasukkan ponsel kedalam sakunya itu gagal, karena kyuhyun berhasil merebutnya. Kyuhyun membulatkan matanya saat melihat isi pesan dari nomor yang tak dikenal itu."Henry?",gumam kyuhyun.

"Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya,bahkan aku baru mengenalnya",jelas sungmin dengan wajah datarnya.

"Tck! Kau benar-benar membangunkan iblis tidur bocah tengik!",umpat kyuhyun dalam hati sambil meremas kuat ponsel sungmin. Tak lama kemudian kyuhyun mengembalikan ponsel sungmin dan ia memilih duduk disebelah sungmin serta tidak mengeluarkan kat-kata apapun."Kenapa sekarang jadi berbalik dia yang marah ?",gumam sungmin dalam hati.

-0o0-

Sesampainya didepan Kyunghee University kyuhyun dan sungmin turun. Mereka masih dalam suasana diam-mendiami (?). Kyuhyun berjalan didepan, ia tidak berjalan berdampingan dengan sungmin. Sampai dipersimpangan antara asrama yeoja dan asrama namja, kyuhyun membalikkan tubuhnya agar menghadap sungmin.

"Jalja",hanya satu kata itu yang keluar dari mulut kyuhyun setelah itu dia melanjutkan jalannya menuju asrama namja.

Sungmin menghela nafas panjang,"hhffttt, seharusnya aku yang marah, kenapa keadaannya jadi begini ? Eishh! Baiklah! Kita lihat siapa yang akan tahan begini!",ucap sungmin bermonolog lalu ia melanjutkan langkah kakinya menuju asrama yeoja.

"Cho kyuhyun-ssi..",panggil seseorang yang membuat kyuhyun menghentikan langkah kakinya. Ia menoleh kearah sumber suara.

"Apa kamu sudah cek kesehatanmu tadi ? Apa kau yakin akan memenangkan pertandingan ini ?",pertanyaan khawatir yang lebih ke meledek terlontar dari namja tampan yang sipit alias henry yang entah muncul dari mana.

"Cih! Persiapkan saja mentalmu untuk kalah bocah!",ucap kyuhyun meremehkan.

"Whoaa, aku tidak sabar untuk itu cho kyuhyun-ssi. Tapi aku adalah pelari jarak pendek tercepat dan seluruh Kyunghee University juga mengetahui ini, apa kau yakin ?",tanya henry lagi.

"Aku tidak peduli kau itu tercepat atau tidak! Kita lihat saja nanti!",ucap kyuhyun santai.

"Ahh! Satu lagi..",ucap kyuhyun menggantung dan mendekati henry.

Bughh

Satu pukulan berhasil mendarat di pipi mulus henry hinggal membuat sudut bibirnya mengeluarkan sedikit darah."Ini peringatan untukmu agar jangan mendekati sungmin dalam bentuk apapun lagi! Sekalipun itu pesan singkat!",ucap kyuhyun posesif.

Henry menyeringai sambil mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya menggunakan ibujarinya."Cih! Hyperprotektive Mr. Cho. Bahkan ponselnya saja kau atur-atur",cibir henry. Dan kali ini kyuhyun lebih memilih pergi, ia takut akan kalap jika melanjutkan perbincangannya dengan henry.

-0o0-

Sinar matahari kini benar-benar menyengat kulit siang ini. Namun karena ini masih jam ditengah pelajaran maka lapangan yang berada dibelakang Kyunghee Universitypun sepi. Hanya ada 2 namja yang tengah melakukan pemanasan.

"Jika kau ingin menyerah lebih baik menyerah saja, aku akan memberikanmu kesempatan waktu untuk menyerah",ucap henry sedikit berteriak kepada namja yang ada disebrangnya.

"Menyerah ? Bermimpi saja kau bocah!",ucap kyuhyun acuh.

"Baiklah, ayo kita mulai!",instruksi henry untuk kyuhyun agar berdiri digaris start bersamanya.

"Hana...",kini mereka sudah diposisi start jongkok.

"Dul..",posisi bersiap.

Dan...

"Set!",hitungan ketiga henry kini mereka berdua mulai berlari.

Dari garis start sampai setengah lintasan henry masih memimpin lomba. Kini pikiran kyuhyun sudah melayang kemana-mana.

"Kyuhyun hanyalah milik seorang sungmin dan sungmin hanya milik seorang kyuhyun"

"Aku mohon! Jangan ambil dia dali aku! Tolong cembuhkan kyunnie! Aku mau kyunni akan menjadi cuamiku! Aku cidak mau yang lain! Aku mohon cembuhkan penyakit kyunnie! Hikss! Jebal! Jangan ambil kyunnie dali aku! Jangan bawa kyunnie menemui eomma!"

" saranghae kyunnie"

"Kyunnie menyebalkan, padahal aku sampai belajar privat untuk bisa lolos ujian masuk fakultas ini"

Semua kata-kata sungmin yang lalu kini terngiang-ngiang dikepalanya."Min, berikan aku kekuatan ne? Kenangan kita terlalu indah untuk aku lepaskan",gumam kyuhyun dalam hati. Entah dapat kekuatan darimana, kyuhyun menambah tempo kecepatan larinya sampai-sampai detik-detik garis finish kakinyalah yang pertama kali sampai. Henry menatap punggung kyuhyun tak percaya,"mustahil..",gumam henry pelan sambil mengatur nafasnya yang masih memburu.

"Whooo! Aku berhasill min! Aku berhasil!",teriak kyuhyun antusias. Kini ia memilih merebahkan tubuhnya dilapangan sambil mengatur nafasnya yang kian memburu. Namun senyum lebarnya tak henti-hentinya ia umbar.

Henry yang melihat kyuhyun merebahkan tubuhnya ditengah lapangan menghampiri kyuhyun. Dan ia pun merebahkan tubuh atletisnya disamping kyuhyun."Kau hebat!",puji henry.

"Ania! Kau lebih hebat, tapi mungkin ini yang dinamakan The power of love",ucap kyuhyun sambil penuh senyum kemenangan.

"Sepertinya sungmin memang bukan untukku ya ?",ucap henry kecewa.

"Tentu saja babo! Sampai kapanpun sungmin cuma milik Cho kyuhyun!",ucap kyuhyun telak.

-0o0-

Sungmin mengetuk-ngetukan ujung pensilnya dimeja sambil menatap jendela kelasnya yang menyajikan langit biru nan matahari yang sangat cerah itu."Kemana kyunnie ? Apa dia benar-benar marah ya ?",ucap bimbang sungmin dalam hati.

"Hhfffttt",hanya helaan nafas saja yang sedari tadi keluar dari bibir M sungmin.

"Omona! Sadarlah min! Kau juga memang harus mendiamkannya kali ini! Berjuang!",ucap sungmin menyemangati dirinya sendiri dalam hati.

Kini sungmin memilih untuk memfokuskan dirinya pada pelajaran Choi seonsaengnim sekarang.

-0o0-

"Ahh! Sepertinya hari ini moodku sedang baik dan aku tidak ingin mengikuti pelajaran. Lebih baik aku ganti baju dan pergi ke Rumah sakit.",ucap kyuhyun bermonolog ria sambil beranjak dari kasurnya setelah tadi ia beristirahat.

Setelah bersiap-siap dengan baju santainya ia menuju pintu dan berniat membuka knop pintunya."Ahh! Sepertinya aku juga harus membawa itu",ucap kyuhyun sambil kembali lagi kemeja belajarnya. Dibukanya laci itu dan ia mengambil sebuah surat yang sudah agak usang dan langsung saja ia masukkan kedalam saku celana belakangnya.

Kyuhyun kini melangkahkan kakinya menuju taman belakang Kyunghee University. Dari tembok belakang yang tidak cukup tinggi itulah banyak murid yang ingin bolos ya melewati jalan itu. Entah bagaimana kyuhyun yang notabane-nya anak jenius mengetahui jalan tikus itu. Dari jarak yang cukup jauh ada sesosok orang yang memperhatikan gerak gerik kyuhyun yang mencoba melewati dinding pembatas itu.

"Mau kemana dia ?",ucap sosok itu yang ternyata adalah henry. Dia segera pergi dari situ, ia tidak mau pusing dengan apa yang dilakukan kyuhyun.

Karena kaki panjang yang kyuhyun miliki, itu sangat mendukung kelancaran aksinya.

Srett

Namun yang sayangnya adalah akibat aksinya yang memanjat (?) dinding pembatas itu membuat surat yang ada disaku belakang celananya itu terjatuh ditanah. Dan kyuhyunpun tidak menyadari itu.

-0o0-

Sesampainya dirumah sakit, kyuhyun dengan langkah yang panjang mencari kamar ryeowook. Dengan sebuket bunga mawar putih ditangannya yang ia beli tadi ditengah perjalanan ia menuju kamar ryeowook setelah bertanya pada resepsionis.

Tok tok tok

Kyuhyun mengetuk terlebih dahulu sebelum ia membuka knop pintu.

Cklek

Dengan sangat perlahan kyuhyun membuka pintu knop itu. Dilihatnya punggung ryeowook yang menyambutnya karena ryeowook tengah memandang kejendelan yang ada dikamarnya."Bukankah tadi suster sudah mengganti infusku ? Kenapa kembali ?",ucap ryeowook tanpa membalikkan tubuhnya.

Kyuhyun sedikit terkekeh mendengar ucapan ryeowook."Tapi kali ini aku membawa buket bunga bukan tabung infus",ucap kyuhyun.

"Buket bunga ?",ucap ryeowook kaget lalu membalikkan tubuhnya hingga menghadap kyuhyun."Kyuhyun-ah!",ucap ryeowook terkejut.

"Annyeong noona",ucap kyuhyun ramah tak lupa senyum diwajahnya.

"Omona! Ada apa kau kesini ?",tanya ryeowook antusias.

"Bukankah aku udah janji akan menjengukmu sering-sering ?",jawab kyuhyun yang direspon o-ria oleh ryeowook.

"Ahh iya! Apa kamu kesini bersama sungmin ? Lalu kemana dia ?",ucap ryeowook sambil celingak-celinguk seolah mencari sesuatu.

Kyuhyun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,"aku tidak mengajaknya",ucap kyuhyun."Entah bagaimana reaksi sungmin kalau tau aku menjengukmu noona",ucap kyuhyun dalam hati.

"Waeyo?",tanya ryeowook namun bukan menjawab tapi kyuhyun malah menyodorkan sebuket mawar putih ditangannya."Ini untukmu noona". Ryeowook mengambil buket bunga itu dan mencium aromanya sekilas,"yeppeuda",gumamnya senang.

"Ahh! Ada satu lagi yang ingin aku berikan",ucap kyuhyun sambil merogoh saku celananya.

"Eh?",kyuhyun terkejut karena menyadari kantong celananya kosong."Apa terjatuh ?",gumamnya pelan.

"Ada apa kyu ?",tanya ryeowook.

"Ani! Aku hanya ingin memberikan surat wasiat yang aku buat sewaktu kecil untukmu, surat itu selalu menjadi penyemangatku. Dan aku ingin itu juga menyemangatimu noona",ucap kyuhyun dengan nada suara yang kian melemas.

"Go-gomawo kyu.. Geunde boleh aku minta satu permintaan ?",ucap ryeowook kini yang membuat kyuhyun fokus padanya.

"Apa itu noona? Selama aku bisa melakukannya, akan aku lakukan",ucap kyuhyun semangat.

"Eum.. Aku ingin menciummu, apa boleh?"

-0o0-

Sungmin yang semakin tak fokus pelajaran karena walaupun jiwanya ada diruangan kelas namun raganya berada bersama kyuhyun."Aishh! Tidak bisa begini! Lebih baik aku cari dia!",gumam sungmin. Kini ia mengangkat tangan kanannya."Ada apa Nona Lee ?",tanya choi ssaem.

"Saya ingin ke toilet ssaem",ucap sungmin langsung ia keluar dari kelas yang menurutnya membosankan tanpa kyuhyun itu.

Ia menyusuri gedung Kyunghee University sampai akhirnya..

"Ming~",panggil seseorang.

"Henry-ssi",ucap sungmin.

"Apa kau mencari kyuhyun ?",dan tebakan henry kali ini memang tepat sasaran.

"Kau mengenal kyuhyun ? Apa kau liat dia ?",tanya sungmin.

"Baru saja aku melihatnya pergi lewat dinding pendek ditaman belakang itu",jelas henry polos.

"Antarkan aku kesana ne ?",pinta sungmin.

"Dengan senang hati Mrs. Lee",ucap henry sambil menggandeng tangan sungmin agar mengikutinya. Tak lama kemudian ia sampai didinding pendek itu.

"Sepertinya dia sudah jauh",ucap henry yang hanya membuat sungmin menunduk kecewa.

"Eh?",mata sungmin membulat ketika ia melihat sebuah surat usang yang sedikit terinjak oleh sepatunya. Diambilnya surat itu perlahan, dilihat belakang surat itu."Cho kyuhyun..",gumam sungmin.

-TBC-