Fanfiction Naruto dengan Highschool DxD(Main)

Dengan tambahan unsur-unsur dari berbagai anime dan game lainnya.

Rate : M

Naruto, Highschool DxD serta anime-anime dan game yang unsurnya ada disini adalah milik pencipta genius mereka masing-masing dan tidak ada niat mencari keuntungan disini, hanya sekedar beristirahat sejenak dari Real Life

Ruang Angkasa

"Hoaam! Baiklah, aku tidak tahu berapa lama aku istirahat, namun saatnya menuju ke bumi," gumam Hagoromo terlihat bersemangat.

"Are? Cahaya terang apa ini? Seharusnya disini tidak ada bintang seterang ini." Hagoromo menatap bingung menatap cahaya sangat terang itu, dengan cepat ia berbalik ke belakang.

"S-sial, aku memang selalu sial... Tapi... Kali ini keterlaluan?!" teriaknya melihat dua buah benda terang berwarna merah dan putih tengah seperti menyatu, tentu saja ukuran aslinya jauh lebih besar karena berbeda jarak dengan Hagoromo.

Sring! Buuumm! Kedua cahaya itu meledak hebat dilihat dari kedua Rinnengan milik Hagoromo. "Gudoudama!" gumamnya memunculkan sembilan buah bola hitam dari Senjutsu dan langsung memakainya untuk perlindungan.

Beberapa menit berikutnya, gelombang yang sangat panas melewati Hagoromo yang berada dalam Gudodama. Krak! Bagian depan pelindung itu sedikit retak.

"Hn, sudah selesai? Aneh, seharusnya gelombangnya jauh lebih kuat daripada itu," gumam Hagoromo membuka Gudoudamanya.

Pfft! Namun kedua Rinnengannya langsung melotot saat ia bisa melihat dengan jelas dari kejauhan, sebuah cahaya putih yang sangat terang sedang menarik partikel-partikel aneh disekitarnya.

"I-ini, alam benar-benar mengerikan! Terpaksa aku menggunakan celah dimensi lagi, jika tidak bahkan Roh Pahlawan sepertiku bisa langsung hancur disini," ucap Hagoromo berkeringat dingin.

"Padahal aku sudah susah payah memanifestasikan diriku sendiri ke dunia ini tanpa panggilan World maupun Grail seperti yang lain... Semoga Dimension Guardian disini tidak galak!" gumamnya segera membuka robekan dimensi lalu masuk kesana, sebelum ia disapu oleh cahaya apapun itu

Naruto Place

Naruto sedang dalam perjalanan menembus Imaginary Number, Sea of Time untuk pergi ke masa lalu yang berada dalam dimensi berbeda, yaitu Sejarah Alternatif. Ia terlihat sendiri karena Grand Assassin tiba-tiba mengatakan akan memeriksa sesuatu sehingga tidak bisa ikut dengan Naruto.

Ia menghembuskan nafas pelan, merasakan atmosfer yang sudah sangat sering ia rasakan. Sebagai Roh Pahlawan kelas Saver yang mengarungi berbagai dunia untuk membasmi BEAST yang lepas dari Reverse Side of The World, tentu ia sudah berulang kali menggunakan tempat berbahaya ini sebagai jalur transportasinya.

The Imaginary Number, Sea of Time adalah tempat paling berbahaya kedua setelah Reverse Side of The World. Lorong ruang waktu itu sangat merusak apapun yang ada di dalamnya. Butuh kecepatan setara cahaya untuk melaluinya dengan kerusakan minimum.

Berbeda dengan celah dimensi, tempat ini bisa menuju ke suatu Universe secara tepat dan cepat tanpa peluang kesalahan sedikitpun, artinya siapapun yang bisa melintasi tempat ini dengan selamat pasti tidak akan salah alamat dan pasti sampai ke tempat tujuannya.

Meski begitu, sangat sedikit yang mengetahui maupun bisa mengakses tempat ini, karena lebih mengerikan daripada lorong waktu, The Imaginary Number bahkan bisa mengantar kembali ke masa lalu sampai ke awal dimana akan terbentuknya semua Universe, saat dimana belum ada yang namanya waktu.

Lamunan itu harus berakhir tatkala Naruto merasakan guncangan hebat dan cahaya putih muncul di diepannya dan perlahan membesar.

Zuuuz! Vimana muncul diatas langit yang berwarna sangat putih "Astaga, parah sekali! Apa yang sebenarnya terjadi di bawah?" Naruto heran melihat keadaan ini. Di bawahnya hanya ada hamparan wilayah putih bersih.

Krak! Krak! Krak! "Sial, bahkan sampai Vimana juga! Aku harus segera turun sebelum Vimana membeku disini," Gumam Naruto melihat sayap kiri Vimana yang perlahan membeku menjadi es karena rendahnya suhu udara.

Zuuuz! Dengan cepat ia mengendalikan Vimana ke bawah dan membuatnya menukik untuk turun dengan kecepatan tinggi. Krak! Krak! Krak! Krak! Suara-suara pembekuan mulai terdengar lebih cepat dari tadi.

Naruto sendiri sampai harus menyilangkan tangannya saat menembus awan-awan yang terasa sangat dingin bahkan bagi dirinya, padahal saat ini ia memakai jaket sweater berwarna emas dari bahan bulu domba yang merupakan seekor Divine Beast yang sudah dipastikan sangat hangat untuk perkiraan kondisi semacam ini.

Karena di Rusia pada masa Naruto datang dari dimensi DxD memang sedang terjadi penurunan suhu yang tiba-tiba, padahal seharusnya memasuki musim panas. Karena itulah ia memprediksi bahwa daerah dingin bersalju adalah daerah Rusia di masa lalu, jadi ia mengenakan baju itu.

Namun, suhu yang ia rasakan sekarang bahkan melebihi prediksi Naruto, hawa dinginnya masih menusuk tulang walau ia memakai pakaian terhangat dari GoB.

Swussh! "Sial!" Naruto terkejut melihat sebuah benda besar ada sangat dekat darinya, sebuah puncak gunung es.

Zrakk! Dengan cepat ia menggeser Vimana, namun salah satu sayap kirinya terbentur puncak gunung dengan keras hingga hancur dan membuatnya oleng sekaligus membuat Naruto terlempar darinya.

"Ukh..." Naruto mengarahkan tangannya ke Vimana yang hendak jatuh. Presh! Bahtera itu berubah menjadi serpihan cahaya dan menghilang.

Buk! Sedangkan Naruto sendiri membentur sebuah pohon pinus dan jatuh ke hamparan salju tebal.

"U-ukh, lebih baik aku menghilangkan Vimana dulu sebelum kerusakannya tambah parah, aku akan menyerahkannya pada Archimedes untuk diperbaiki nanti," gumam Naruto bangkit dan membersihkan salju-salju di jaketnya.

Bahkan dengan sepatu boot terbaik yang ia punya, dingin dari hamparan salju yang ia pijaki sekarang masih sangat terasa di telapak kakinya.

"Dengan kondisi seperti ini, aku ragu apakah masih ada yang hidup disini," ucapnya menatap jalan menurun yang penuh salju. "Akan sulit turun dengan jalan kaki, Vimana juga rusak, naik motor juga pilihan bodoh." Naruto memikirkan cara turun yang paling aman.

"Ah bodoh amat, aku ingat kalau bisa memanipulasi garis dimensi," ucapnya melompat dan mendarat di beberapa garis-garis biru kecil yang muncul di bawah sepatunya. "Yah meski dengan begini aku hanya bisa jalan kaki." Ia menghela nafas lalu berjalan menapaki garis-garis biru yang muncul menyambung setiap langkahnya.

3 Jam dan Naruto sampai di kaki gunung. Pemandangannya masih sama, yaitu hamparan pohon pinus dan salju sejauh mata memandang, hanya saja kali ini terasa datar.

Puk! Naruto menghentikan kemampuannya dan mendarat ke salju yang tidak terlalu tebal. "Mana-ku tidak lagi hampir tidak terbatas seperti di dunia cermin, aku harus lebih bijak lagi dalam menggunakannya," gumamnya berjalan menyusuri tempat itu.

Mirror World

"Sudah dua hari dan belum ada kabar apa-apa dari Saver, sekarang bagaimana ini, Zhuge Liang?" tanya Ozy menopang dagunya sambil menatap Zhuge Liang yang sedang berbicara pada Arash.

"Maaf Ozy-sama, tapi kurasa mau tidak mau kita harus menunggu, yang tahu letak keberadaan sejarah alternatif hanyalah Saver," balas Zhuge Liang. "Mah, mau bagaimana lagi, kuharap mereka bisa mengatasi kebosananku." Ozymandias hanya menguap bosan disaat pintu kuil dibuka dan beberapa sosok Roh Pahlawan masuk.

DxD and Vali team

"Aku hampir tidak bisa merasakan keberadaan apapun selain kita disini, apa benar ada banyak dari mereka disini?" gumam Issei melihat beberapa gedung kosong. "Sepertinya kau tidak tahu, Sekiryuutei," balas Vali. "Apa maksudmu Vali-san?" tanya Akeno.

Vali hanya tersenyum pelan sambil menoleh kearah Arthur. "Mereka adalah Roh Pahlawan, mereka sudah mati di masa lalu mereka, alasan kita tidak bisa merasakan mereka adalah karena mereka memang sudah mati, sejatinya yang ada disini adalah Roh mereka," jelas Arthur singkat.

"Roh? Hantu?" beo Kiba. "Hum, hampir seperti hantu dan kita tidak bisa merasakan sesuatu yang telah mati, kecuali mereka menggunakan kekuatan mereka, kita tidak bisa merasakan mereka," balas Arthur.

"Haaah, aku mulai ragu aku bisa menemukan Knight of Round disini," ucap Xenovia dengan nada putus asa. "Ah ada orang di toko itu!" tunjuk Lee Fay kearah sebuah toko kecil.

"Ikan! Ikan! Ikan segar!" teriak seorang pria berambut biru dengan pakaian ketat serba biru, dialah salah satu Lancer (F) yang terpanggil ke dunia cermin, Chu Chulain.

Tap! Tap! Karena penasaran, Tim DxD dan Vali langsung menghampiri toko itu.

"Ah! Ada pelanggan juga, yo! Silahkan dipilih ikannya," ucap Chu terlihat ramah. "Siapa kau? Apa kau Roh Pahlawan?" tanya Vali dengan nada tajam. "Apa yang kau ucapkan? Tentu saja aku Roh Pahlawan, bukankah kalian juga begitu?" tanya Chu tanpa tahu darimana asal tim DxD dan tim Vali.

Sring! Zuuuz! Boomm! Tiba-tiba saja laser biru menghantam toko itu dan pemiliknya. "Aku lupa kucing-kucing itu ada didepan kita," ucap Kuroka melihat satu legiun Galaxy Sphinx yang bertugas membimbing mereka, sepertinya ia mulai bisa menganggap para Sphinx itu sebagai kucing.

"Huh, baiklah mari kita temui pemimpin disini lalu aku akan bertarung lagi," ucap Vali berbalik dan mengikuti para Sphinx itu kearah Piramida, meninggalkan pemilik toko yang terbujur gosong dengan mulut berasap dan mata memutih beserta tokonya yang hancur.

"Haaah, lupakan kurasa akan sulit menemukan Knight of Round disini," ucap Xenovia. "Benarkah? Aku sudah menemukannya," balas Arthur tertawa kecil. "Benarkah?! Dimana?!" semangat Xenovia langsung naik drastis mendengar ucapan Arthur, bagaimanapun itulah tujuannya datang ke dunia cermin ini.

"Itu..." Arthur menunjuk sebuah gedung tingkat tiga berukuran cukup besar dengan sebuah papan lampu berukuran besar yang bertuliskan "Round Table Club" dan sebuah tulisan kecil dibawahnya "We Open Recruitment, Join Us and Become a Servant of King Arthur, Forever!"

"Aku inginnya kesana, tapi kurasa Sphinx itu akan menghentikanku," lanjut Arthur melirik kedua mata Sphinx terbesar yang siap menembak laser jika mereka berhenti lagi.

"Yah sebaiknya kita bersabar, lagipula tujuan utama kita adalah mencegah kehancuran dunia, itu yang terpenting saat ini," ucap Rias sebagai ketua. Setelahnya, mereka kembali meneruskan perjalanan kearah piramid besar itu.

Back to Naruto

Fuushh! "Udara terasa semakin dingin, akan ada badai salju besar sebentar lagi, aku harus segera menemukan atau membuat tempat berlindung," gumam Naruto.

Drap! Drap! Drap! Drap!

Auuu! Daerah bersalju dan bersuhu sangat dingin merupakan tempat yang jarang ada kehidupan, jikapun ada maka kehidupan itu sangat sedikit, dan kebanyakan mereka adalah karnivora, mereka akan menyerang makhluk hidup lain yang memasuki wilayah mereka untuk sebuah makanan yang sulit mereka dapatkan.

"Seekor" serigala melompat dari balik batang pohon menuju kearah Naruto. Klang! Naruto yang masih terkejut hanya sempat memunculkan satu buah tameng dari GoB untuk menghadang serangan makhluk di depannya.

"T-tombak?!" kaget Naruto melihat sesosok manusia serigala yang mengayunkan tombak kearahnya. Grrr! Manusia serigala itu menggeram pelan kemudian mengangkat tombaknya hendak menusuk Naruto dari atas.

Tanpa basa-basi, Naruto langsung menarik hook blade kecil dari GoB dan menghantamkannya pada tombak yang sudah sampai tepat diatas kepalanya. Trang! Tombak itu terlempar keatas bersama dengan hook blade itu.

Duagh! Hook Blade hanya untuk pengalihan, sementara Naruto menendang manusia serigala itu tepat di atas perutnya. Manusia serigala itu terlempar dan langsung pingsan setelah membentur pohon dengan keras.

"Manusia serigala? Mustahil, padahal aku tidak mendeteksi adanya aura dari ras makhluk itu, dan kekuatan fisiknya terlalu lemah untuk ukuran makhluk supranatural," kaget Naruto. Bagaimanapun sebagai Saver ia telah terpanggil di berbagai dimensi dan ia telah menyaksikan banyak hal. Walupun ia terbilang muda dalam Throne of Heroes namun pengetahuannya melebihi rata-rata Roh Pahlawan yang lebih tua disana.

"!" Naruto membulatkan matanya, langkah kaki yang sangat banyak tiba-tiba masuk ke pendengarannya yang telah terlatih. "Manusia serigala lagi? Jumlah macam apa ini, rasanya seperti ada belasan ribu dari mereka," gumam Naruto.

Wuuushh! Sementara itu, benda-benda putih semakin deras turun dari langit, begitu juga dengan angin yang semakin kencang. "Pasti ledakan kecil akibat hancurnya sayap Vimana dan suara benturannya telah menarik perhatian mereka," gumam Naruto.

Bagaimanapun mereka adalah manusia serigala, pendengaran dan penglihatan mereka melampaui manusia pada umumnya, jadi sinar atau suara sedikit saja dapat mereka lihat dari jarak yang cukup jauh.

Groaa! Groaaa! Dua belas manusia serigala muncul dari arah selatan Naruto dengan membawa pedang, tombak, bahkan cangkul.

Dorrr! Dorr! Dorr! Tiba-tiba dua belas manusia serigala itu jatuh terkapar dengan dada yang bolong terkena tembakan.

"Ayo pergi dari sini!" Sebuah suara datang dari arah barat Naruto, tiga orang sosok bertudung dan memakai jaket musim salju lengkap sedang memegang masing-masing satu senjata Shotgun jenis Double Barrel.

Naruto yang masih agak bingung langsung saja mengikuti tiga sosok bertudung itu pergi kearah barat hutan dan menghindari para manusia serigala yang bergerak entah kemana.

Drap! Drap! Drap! Naruto terus mengikuti orang-orang yang mengajaknya lari itu. Sepintas saat ia memincingkan matanya, ia melihat bulu-bulu putih di sela antara kaki dan sepatu boot kulit yang dikenakan para sosok itu.

"Kamu orang luar yah?" Tanya salah satu dari mereka memecah keheningan kata-kata. "B-benar, aku orang luar yang mengendarai pesawat kemari, namun membentur gunung es dan terjatuh," Balas Naruto sedikit menjelaskan, tentunya dengan kebohongan.

"Apa? Pesawat? Aku tidak tahu apa yang kamu maksudkan, namun saat berjaga, kami mendengar suara benda hancur yang cukup keras, jadi kami langsung mendatanginya," Balas salah satu dari mereka.

"Ano, sebenarnya apa yang terjadi dengan tempat ini?" Tanya Naruto heran. Drap! Drap! Drap! "Penjelasannya nanti saja saat sampai, sekarang kita fokus berlari saja," Ucap sosok terdepan.

Drap! Drap! "Tahan!" Ucap salah satu sosok di depan kiri Naruto tiba-tiba berbalik dan menarik pelatuk Shotgunnya. Dor! Timah panas itu melesat dan menghancurkan kepala salah satu manusia serigala yang mengejar mereka.

"A-apa?" Kaget Naruto melihat wajah yang tersingkap dari balik tudung itu, namun ia menyembunyikan wajah kagetnya dan segudang pertanyaan sampai para sosok itu berhenti berlari

Drap! Drap! Drap! "Bukaa! Bukaa!" Teriak mereka bertiga saat sampai di depan sebuah pagar tinggi yang terbuat dari kayu yang sangat lancip. Dari atas, dua sosok bertudung lainnya muncul dan memberikan kode dengan tangan.

Setelahnya, gerbang besi besar di depan mereka terbuka perlahan. "Ayo masuk, kami akan menangani mereka," Ucap salah satu sosok. Naruto mengangguk dan mengikuti mereka masuk.

Di dalam tembok kayu itu, sebuah perkampungan yang terdiri dari rumah-rumah kayu atau Log Cabine berjejer rapi. Drap! Drap! Drap! Puluhan sosok bertudung datang dari salah satu bangunan dan segera memanjat keatas pagar kayu yang memang dirancang seperti benteng pertahanan.

Dor! Dor! Selanjutnya, suara tembakan memenuhi udara, menandakan mereka semua sedang mencegah para manusia serigala diluar agar tidak meringsek masuk ke perkampungan ini.

Ketiga sosok yang menyelamatkan Naruto tadi membuka tudung mereka, menampakkan kepala serigala mereka. Dan kali ini Naruto tidak bisa mempertahankan wajahnya untuk tidak terkejut.

"Kau terkejut yah? Aku memang penasaran bagaimana cara orang luar bertahan dengan hawa dingin ini, namun inilah cara kami, penduduk Rusia yang tersisa bertahan," Ucap salah satu orang itu.

"Heee! Lihat! Ada orang luar!" teriak beberapa anak-anak berlarian kearah Naruto, mereka juga memakai pakaian yang sama dengan orang-orang dewasa. Mereka mengerumini Naruto dan menatap kagum.

Karena bagi mereka yang lahir pada masa ini, mereka tidak pernah merasakan bentuk normal manusia seperti para orang tua mereka, makannya mereka kagum saat melihat ada orang yang berbeda wujud dari mereka.

"Kalian, masuklah ke rumah! Disini akan ada badai salju," ucap salah seorang tadi sambil meletakkan Shotgunnya. Anak-anak itu menunjukkan wajah tidak senang. "Masuklah ke rumah kalian, kalian akan sakit jika terkena badai salju itu,"ucap Naruto merendah dan tersenyum untuk menepuk kepala salah satu dari mereka.

"Aaa! Kepalaku ditepuk olehnya!" teriak anak yang kepalanya ditepuk oleh Naruto, ia merasa sangat senang. "Kembalilah, tenang saja aku akan disini untuk sementara waktu!" ucap Naruto. "Yaaay! Benarkah?! Kalau begitu, sampai nanti orang luar!" ucap anak-anak itu senang, mereka berlari ke rumah masing-masing untuk menghindari badai salju yang akan datang sebentar lagi.

"Haha, kau sangat ramah juga ternyata, kami senang tidak dapat tamu yang barbar," tawa salah satu dari mereka. "Benar, kau juga! Ayo, kita berlindung di rumah tetua!" ajak salah seorang manusia berkepala serigala itu.

Naruto mengangguk kemudian mengikuti mereka berjalan ke sebuah bangunan kayu mirip sebuah balai desa, namun semuanya tertutup rapat oleh tembok untuk mengindari kemungkinan badai salju yang kapan saja bisa terjadi.

Beberapa waktu berlalu sementara angin kencang dan salju turun dengan derasnya.

Naruto menyeruput segelas "teh" hangat di dalam ruangan yang hanya diterangi oleh cahaya api. Bahkan dari dalam, ia bisa mendengar kerasnya suara jatuhan salju dan suara angin yang cukup keras.

Tentu saja, itu bukan berasal dari daun teh sungguhan, namun daun suatu tumbuhan yang rasanya pahit namun bisa menaikkan suhu tubuh, tapi Naruto tidak terlalu memikirkan rasanya, ia sudah sangat sering makan makanan aneh, bahkan daging Hydra yang konon merupakan makhluk paling beracun di dunia.

"Aku terkejut kayu-kayu ini bisa menahan hantaman salju sekeras itu," ucap Naruto memecah keheningan. "Hm, kayu-kayu ini berasal dari pepohonan pinus di kaki gunung, oleh karena suatu alasan mereka bisa beradaptasi dengan cukup cepat sehingga mereka cukup kuat dalam mengatasi iklim seperti ini," balas salah satu dari mereka.

Naruto menganggukkan kepalanya, mengerti akan apa yang mereka katakan.

"Ano... Maaf menanyakan ini, sebenarnya kalian ini apa?" tanya Naruto berusaha dengan nada sesopan mungkin.

Ketiga sosok disana terdiam sebentar sampai sosok keempat masuk ke ruangan rapat itu dengan satu sosok lagi yang terlihat tua.

"Sepertinya kamu orang luar yah? Wajar kamu bingung kami ini apa, ini cara kami menghadapi iklim seperti ini," balas tetua itu duduk berhadapan dengan Naruto, disusul oleh keempat sosok tadi yang duduk di sekeliling mereka.

"Cara bertahan hidup? Apa maksud kalian?" bingung Naruto. "Kami dulunya juga manusia normal sepertimu, sampai musim dingin abadi ini datang, penguasa kami melakukan cara agar rakyat yang tersisa dapat bertahan..." jeda tetua itu. "Yah, dan inilah caranya, dengan teknologi aneh, dia mengkombinasikan berbagai gen hewan aneh yang dapat bertahan di iklim ini dan memaksa para rakyatnya yang tersisa untuk menjadi kelinci percobaanya," sambungnya.

"Yah benar, pohon-pohon itu sepertinya juga hasil eksperimen sebelum digunakan pada manusia," tambah seorang lagi.

"Kami menyebut diri kami sebagai Yaga," ucap salah satu dari keempat sosok itu. "T-tunggu dulu, mengapa negara ini dilanda musim dingin yang begitu lama, sampai-sampai langitnya saja kelihatan membeku," ucap Naruto berusaha mengutarakan tanda tanya besar di kepalanya.

"Ini terjadi kira-kira 20 tahun lalu, dimana sebuah meteor aneh menghantam Moscow dan menyebabkan semua ini, 90 tewas membeku, selain itu, awalnya kami menolak keputusan Raja, namun setelah menyadari sebagai manusia kami tidak mungkin hidup lama dalam iklim ini, kami akhirnya menerimanya," jelas tetua Yaga itu.

"Benar, kami tidak punya pilihan lain, parahnya tidak ada bantuan negara lain yang masuk, sehingga kami harus membuang wujud manusia kami dan menjadi Yaga," tambah salah satu dari mereka.

"Tunggu, maaf bertanya, tapi apa manusia serigala yang menyerangku tadi berbeda dengan kalian?" tanya Naruto mengingat manusia serigala hitam yang menyerangnya.

"Mereka juga Yaga, awalnya mereka bagian dari kami sampai sepuluh tahun lalu, prajurit-prajurit hitam aneh yang entah darimana asalnya datang dan membawa banyak Yaga seperti kami kembali ke istana, namun mereka seperti diubah menjadi hewan sepenuhnya," geram tetua.

"Benar, menurut pengintaian, pasukan hitam itu telah lenyap beberapa hari lalu dan membiarkan puluhan ribu Yaga yang diubah menjadi hewan, lepas dan membuat banyak kerusakan dimana-mana," lapor salah satu dari mereka.

"Jadi, kalian adalah para Yaga yang selamat dan mendirikan desa disini?" tanya Naruto. "Benar, kami adalah Yaga yang selamat dan mendirikan desa disini, diluar pemerintahan," jawab tetua.

"Tunggu, siapa nama Raja kalian?" tanya Naruto. "Dia disebut sebagai Yaga pertama, aku tidak tahu nama pastinya, namun prajurit itu menanggilnya Ivan-sama," balas tetua. "Namun begitu, kami juga sering menghadapi binatang yang juga bisa beradaptasi, entah mereka hasil eksperimen atau bukan, namun mereka seperti berevolusi sehingga sulit diburu," keluh salah satu dari mereka.

"Haah, untung disini sudah ada senjata hebat ini, dan membuatnya juga tidak terlalu sulit!" ucap seorang Yaga mengelus-elus Shotgunnya.

Naruto hanya tersenyum kecil, membayangkan kegilaan-kegilaan senjata yang dibuat manusia di masa depan, dari senjata kayu sederhana sampai robot dan pesawat tempur antar bintang yang mengerikan, hal itulah yang menjadi salah satu pemicu kepunahan mereka sendiri, ironis memang.

"Baiklah, aku telah mengerti permasalahannya, aku akan membantu kalian..." ucap Naruto. "Benarkah? Terimakasih, kami menghargai bantuan dari siapapun dan sekecil apapun," balas tetua itu hormat.

Sementara sosok yang dihormati hanya bisa tersenyum pilu. "Kebohongan apa yang kulakukan? Jika aku mengembalikan masa ini pada sejarah aslinya, itu artinya Kalian semua yang berasal dari Sejarah Alternatif ini juga akan... Menghilang"

Mirror World

"Ck, seandainya aku tahu dimana Naruto sekarang, kurasa aku bisa mengirim kalian semua, tapi sepertinya kita harus menunggu," kesal Ozy sambil menatap tujuh orang yang berdiri dijadapannya.

Rama, The Seventh Avatar of Vishnu hanya bisa menghela nafas mendengarnya, ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk datang ke sejarah alternatif itu.

Arash, Hero of Persia itu juga hanya bisa menunggu saja sambil mengasah anak panahnya.

Romulus, Founding Father of Roma malah sedang membicarakan hal menarik dengan Zhuge Liang.

Wolfgang Amadeus Mozart sang God Of Love karena lagunya hanya bisa memasang wajah cemas.

Sementara Darius III, The Last King of Achaemenid Dynasty itu hanya bisa menggeram tak jelas, bagaimanapun keyakinannya adalah jika dunia hancur, maka ia dan Iskandar tidak akan bisa bertarung lagi, jadi ia harus menyelamatkan dunia lalu bertarung lagi dengan Iskandar selama-lamanya.

Kriet! Tiba-tiba pintu terbuka memecah keheningan, disana beberapa sosok melangkah masuk. Melihat itu, sontak semua Roh Pahlawan dalam ruangan itu mengalihkan pandangan mereka.

Terutama Ozymandias yang sedari tadi menyangga kepalanya dengan tangannya, kali ini ia menegakkan kepalanya dan tersenyum menyeringai dari atas singgasananya. "Hahaha, tamu-tamu atau musuhku sudah datang di kuil kecilku ini..."

To be Continued

Yooo! Gomen kalau up kelamaan, soal masalah Update emang nggak bisa janji cepet, soalnya ada kesibukan besar di RL mendekati Desember ini. Soo, maaf kalo updatenya gk beraturan.

First, Thx Senior Hanakirei udah ngingetin, efek jarang baca rules&guidelines. Namun, ini udah diedit lagi, bagus! Review seperti milik anda yang justru ane inginkan, buat kemajuan fict ini.

Dan mungkin masih ada typo atau kesalahan tanda baca, jadi kalau menemukan sebisa mungkin disampain aja, biar makin ilang tuh minus-minusnya, XD.

Yo, fans Shisou! Tenang aja, Shisou bakal ada debutnya sendiri dan bakal agak lama, namun itu berada di Arch depan, mungkin.

Dan Cuma Gil, Enkidu, Richard, dan Alcides saja yang ane pake dari F/sf, laennya kaya Pale Rider, Unknown Hassan, dan Watcher gk saya pake karena info tentang mereka masih sangat sedikit dan sulit di deskripsikan, sekian.

Btw, Fict lainnya akan menyusul upnya

Ok, See Ya next Chap.

Next :Take Life for the Living for the sake of something that leads to Death.