Title : Truly Love
Cast : Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Jung Eunhee (OC)
Genre : Friendship, Romance.
Rating : T
Summary : Baekhyun terjebak dalam suatu keadaan yang rumit! Apa yang akan Baekhyun lakukan? BAEKYEOL INSIDE! YAOI~!
Disclaimer : They belong to God, their family & themselves! But I own this fiction.
Happy reading~~
[EPILOGUE]
-Author POV-
"Kau bisa bercerita padaku, Yeol… Jangan memendam masalahmu sendirian. Aku berjanji akan membantumu sekuat yang kubisa." Suho tersenyum angelic
"Jinjja hyung?"
"Ne… Yakseok!"
"Kau memang malaikat, hyung! Kamsahamnida!"
"Memangnya apa yang terjadi, Yeol-ah?" Suho tak bisa menghilangkan rasa penasarannya pada masalah yang—mungkin akan diceritakan oleh Chanyeol padanya.
"Sebenarnya ini tentang Baekhyun, hyung…" kali ini wajah Chanyeol kembali murung—lebih tepatnya serius
"Baekhyun? Ada apa dengan Baekhyun?" tanya Suho makin penasaran
"Baekhyun… Dia menyukaiku."
"MWO?!"
Chanyeol menutup telinganya mendengar lengkingan suara Suho—meski tak semelengking suara Baekhyun. Suho tersenyum malu
"Mianhae, Yeol-ah… Aku terlalu kaget… Jadi? Kau menolaknya atau bagaimana sampai kalian berjauhan seperti ini?"
"Aku tidak menolaknya, hyung. Aku tidak mengatakan apapun setelah ia menyatakan perasaannya padaku. Dan semuanya berujung dengan Ia yang meminta bertukar kamar denganmu. Sampai sekarang aku tidak berani mengajaknya berbicara. Aku takut dia membenciku."
"Kenapa dia yang malah menghindarimu?"
"Dia pikir aku akan merasa jijik atau apalah itu. Dan jujur hyung, aku memang merasa seperti itu sesaat setelah dia mengatakannya."
"Kau benar-benar jijik padanya?" Suho menatap Chanyeol tak percaya
"Aniya… Itu hanya saat pertama dia mengatakan itu. Aku tidak merasa jijik, hyung. Aku malah merasa bersalah karena aku sudah menyakitinya dan tidak peka dengan perasaannya terhadapku."
"Kau seharusnya segera meminta maaf. Kasihan Baekhyun. Mungkin ia sudah terlalu lelah dengan perasaannya padamu."
"Ne hyung. Aku semakin bersalah karena sudah mengatakan padanya bahwa aku menyukai seorang yeoja…"
"MWO? Kau mengatakan hal itu di depan orang yang menyukaimu? Jeongmal baboya!"
"Ne, hyung. Aku memang babo! Kalau begitu bantu aku, hyung!"
"Bantu apa?"
"Bantu aku untuk berbicara dengan Baekhyun…"
"Tsk! Kau ini!" satu jitakan mendarat halus di kepala Chanyeol
"Aww! Hyung! Kenapa dijitak?" seru Chanyeol
"Kalau ingin berbicara, ya berbicara saja! Kau harus mencobanya dulu. Kau namja atau bukan? Mulailah dulu, baru kalau dia tak merespon, aku akan membantumu."
"Ne, hyung. Geuraeyo… Aku akan melakukannya."
Suho hanya tersenyum sambil menatap Chanyeol yang sedang mengangguk-angguk tanda mengerti.
.
.
.
.
.
.
.
.
Saat itu suasana dorm sedang ramai. Semua—EXO—12 berkumpul di depan TV. Masing-masing terlihat sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ada yang sibuk dengan couplenya, ada pula yang asyik dengan gadget dan juga dengan TV.
"Baekkie-ah…" panggil Chanyeol
Suasana yang tadinya ramai mendadak hening saat suara besar Chanyeol terdengar memanggil Baekhyun. Sontak saja semua terdiam karena mereka tahu bahwa BaekYeol sedang bertengkar dan ini adalah kali pertama BaekYeol berinteraksi setelah bertengkar satu bulan. Baekhyun—yang namanya terpanggil, terpaku di tempat duduknya. Bulu kuduknya meremang, jantungnya berdetak kencang, keringat turun di pelipisnya, dan wajahnya pucat seketika. Baekhyun saat ini benar-benar terlihat seperti baru bertemu hantu.
Baekhyun ketakutan. Ia juga sangat malu pada member lain yang sedang memperhatikannya. Dan yang paling ia takutkan adalah—siapa lagi kalau bukan namja yang baru saja memanggilnya? Ia sangat takut saat Chanyeol memanggilnya—takut kalau ia tak bisa melupakan cintanya pada namja itu. Meskipun sudah berdiam-diaman selama satu bulan, Baekhyun tetap saja tak bisa menghilangkan secuilpun perasaannya pada Chanyeol. Pada kenyataannya, berjauhan dari Chanyeol malah membuatnya semakin menderita, bukan melupakan Chanyeol.
"Baek?" panggil Chanyeol lagi
"Ne..? A-ah! Ak—aku.. Aku lupa aku harus melipat baju!" Baekhyun berdiri dan meninggalkan ruang TV beserta seluruh member yang cengo melihat kelakuannya yang gugup seperti tadi
"BAEKHYUN HYUNG! KENPA MASUK KE KAMARKU!" teriak Kai tak mengerti
Bukankah tadi Ia bilang ingin melipat baju? Kenapa ia malah masuk ke dalam kamar KaiSoo? Apa Baekhyun ingin melipatkan baju KaiSoo couple? Ckckck… Gugup bisa membuat seseorang kelihatan bodoh, ternyata…
.
.
.
.
.
.
Malam itu, rencana pertama Chanyeol untuk mengajak Baekhyun berbicara gagal total. Chanyeol putus asa.
"Hyung… Tak berhasil… Dia menghindariku…" Chanyeol menghela napas lesu sambil menyandarkan punggungnya di sandaran bednya
"Ne, arasseo… Tadi aku melihatnya. Karena tak berhasil, aku punya rencana bagus!" ujar Suho
"Apa hyung?"
"…." Suho membisikan rencananya pada Chanyeol
"WAH! Hyung! Jalhada, hyung! Niga jeil jalnaga!" serunya senang
"Jangan berisik, Yeol! Nanti Baekhyun mendengarnya… Tapi setelah itu, aku minta satu hal dari kalian..." Suho merubah aura wajahnya menjadi serius
"Ne hyung..?"
"Berhentilah bertengkar! Jangan sampai setelah itu, kalian malah benar-benar tak pernah berbicara lagi. Ingat perkataanku ini, Yeol! Sebagai leader, aku merasa gagal apabila member di grupku bermusuhan.."
"Tenang hyung! Serahkan semuanya padaku!"
"Aku mempercayaimu, Yeol!" Suho menepuk-nepuk pundak Chanyeol
.
.
.
.
.
.
.
.
-Baekhyun POV-
Hari ini aku mendapat pengalaman yang sangat buruk. Tadi Chanyeol memanggilku! Tentu saja aku panik dan malah melakukan hal-hal tak waras. Anyeol akan kenapa, hanya kata melipat baju yang ada di otakku saat itu. Dan dengan sangat bodoh, aku malah masuk ke dalam KaiSoo! WTF! Aku hanya menahan malu lalu masuk ke dalam kamar Sehun dan Suho hyung.
"Hyung! Kau aneh sekali hari ini. Kenapa hyung menghindari Chanyeol hyung? Kalau seperti ini terus, kapan kalian akan berbaikan? Maafkan dia, hyung…" kata Sehun sok bijaksana. Ok, tolong garis bawahi kata sok di atas, karena Sehun memang sok bijaksana dengan menasehatiku
"Kau tidak mengerti, Hun-ah…" dengusku
"Aku memang tak tahu apa masalah kalian, hyung. Tapi aku yakin kalau sebenarnya Chanyeol hyung tidak bermaksud seperti itu padamu. Mungkin dia hanya salah bertingkah saja, hyung. Ayolah… Maafkan Chanyeol hyung… Aku sedih melihat hyung-hyungku bertengkar seperti ini. Apalagi kalian berdua adalah yang terberisik di grup. Semenjak kalian bertengkar, suasana menjadi sangat suram dan hening…" Sehun berbicara panjang lebar
"Oh Sehun! Kau terlalu sok dewasa dan sok tahu! Bukan itu masalahnya, Odult!" aku menjitak kepalanya keras
"Ya! Hyung! Apo!" Sehun mengelus kepalanya
"Rasakan! Siapa suruh kau begitu sok tahu! Dasar anak kecil! Jangan coba-coba mencampuri urusan orang dewasa!" omelku galak
"Kau galak sekali, hyung! Bahkan eommaku tak segalak dirimu…" ujar Sehun mengerucutkan bibirnya kesal
"Aku memang galak!" jawabku mengabaikannya.
Baru saja aku akan bermain iPad tercintaku, tiba-tiba BRAK! pintu terbuka dengan sangat tidak elit. Eh, Suho hyung…?!
"ANNYEONG!" seru Suho sumringah sambil membawa bantal serta selimutnya
"Hyung! Kau mengagetkanku…" ujar Sehun
"Hehehe… Ah ya… Mulai malam ini aku akan tidur disini lagi! Ahhh.. Aku rindu pada kamarku.. Menyingkirlah Baek, aku ingin tidur…" Suho hyung menggiringku
"Keundae hyung… Aku bagaimana?" tanyaku memelas
"Entahlah… Tanya saja pada Chanyeol.. Jaljayo, Baek… Semoga malammu menyenangkan…" Suho hyung tersenyum dan langsung reba
Hatiku mencelos mendengar nama Chanyeol terucap dari bibir Suho Hyung. Astaga… Jadi malam ini aku akan tidur dengan Chanyeol lagi? Aniya—Byun Baekhyun! Apa yang aku pikirkan? Tentu saja aku bisa tidur di sofa depan TV. Suho hyung jahat sekali. :(
Aku keluar dari kamar menuju depan TV. Sudah tak ada siapa-siapa. Tentu saja tak ada siapa-siapa. Sudah jam 11 malam. Yang lain pasti sudah tidur dengan bahagia di bed masing-masing. Sedangkan aku? -_-…
Aduh… Kenapa dingin sekali? Oh. Pantas saja. Pintu balkon tidak ditutup. Kenapa harus aku juga yang menutupnya? Kenapa sial sekali kau, Byun Baekhyun?! Dengan malas-malasan aku mendekati pintu balkon. Tapi kenapa ada banyak lilin diluar sini? Ahh… Aku juga belum terlalu mengantuk. Aku menuju ke luar—tepatnya ke atas balkon. Lilin ini membuatku sedikit hangat. Aku menatap pemandangan kota Seoul yang sangat indah. Siapa yang memasang lilin sebanyak ini disini? Seperti sudah direncanakan saja. Aku mengabaikannya dan terus memandang ke bawah. Huaahhh… Jinjja areumdawo!
SRAKK! Pintu balkon tiba-tiba terkunci. Aigoo! Eotteohkke? Aku menoleh ke arah pintu, menerka-nerka siapa yang menutup pintu. Dan aku melihat sekelebat bayangan hitam tinggi besar. Jantungku hampir meloncat keluar saat sosok besar itu mendekatiku.
"Jangan mendekat! Atau aku akan loncat!" ancamku—yah tentu saja tidak benar-benar lompat. Aku mana punya keberanian untuk melompat begitu saja
"…" sosok itu tidak menjawab, namun semakin mendekat
"Haneunim… Selamatkan aku!" aku berdoa—mungkin lebih tepatnya berteriak
"Ini aku, Baek.."
Jantungku yang nyaris meloncat rasanya telah meninggalkan tempatnya di dadaku dan terjun bebas ke bawah. Nafasku tercekat. Itu suara… Chanyeol!
"Ch—Chanyeol…?" desisiku pelan
"Ne… Ini aku.." kini Chanyeol berdiri tepat dihadapanku—dan terlihat, aneh?
"…"
Aku meninggalkannya dan berlari ke arah pintu balkon. Namun nihil. Balkon ini sudah dikunci! Apa yang dipikirkan Chanyeol saat ini? Kenapa ia mengunci kami hanya berdua disini?
"Kau tidak bisa lari, Baek. Aku sudah menguncinya.." ucapnya dengan suara berat khasnya
"A—apa yang kau lakukan disini, Yeol?" tanyaku takut
"Aku hanya ingin bersamamu.. Kemarilah, Baek.." tawarnya
Aku tak menjawabnya, tapi berjalan pelan ke sampingnya. Kami melihat pemandangan kota Seoul dalam diam. Aku terpana memandang keindahan yang terhampar di depanku saat ini. Gemerlap lampu dari gedung-gedung bertingkat dan rumah-rumah membuat pemandangan semakin indah.
"Kau menyukainya?" tanya Chanyeol
"Ne.." jawabku spontan
"Aku bahkan tak bisa melihat apapun saat ini." Ujarnya
Aku terdiam. Aku baru ingat kalau Chanyeol memang tak bisa melihat dalam gelap karena matanya bermasalah. Bisa dikatakan kalau saat in ia sedang buta. Matanya rentan pada cahaya yang terlalu terang ataupun terlalu gelap.
"Lalu kenapa kau di sini sekarang? Kenapa mengunci pintu balkon?" tanyaku
"Sudah kubilang, aku hanya ingin bersamamu.."
"Babo! Matamu tak bisa melihatku, untuk apa ingin bersamaku di tempat gelap seperti ini? Chanyeol babo!" jawabku ketus
"Aku memang babo, Baekhyun-ah… Mianhae, Byun Baekhyun... Aku memang tak bisa melihatmu dengan mataku, namun aku bisa menyadari kehadiranmu di sini. Hatiku merasakannya."
Aku terdiam untuk mencerna kata-kata Chanyeol barusan. Apa aku tak salah dengar? Ahh… Mungkin saja aku terlalu tergila-gila padanya, sampai-sampai otakku sudah tak waras lagi. Tapi benarkah dia mengatakan hal semanis itu padaku?
"Chanyeol-ah… Sepertinya aku harus segera tidur… Telinga dan otakku sedikit bermasalah saat ini. Mungkin aku kurang istirahat."
"Andwae, Baek. Aku serius. Mianhae.." ujarnya lagi
Dan seharusnya jantungku berhenti berdetak saat ini, karena tiba-tiba Chanyeol memelukku erat. Oh, Tuhan… Kenapa jantungku masih terus berdetak semakin cepat? Kenapa tidak berhenti saja? Aku yakin pipiku sudah memerah saat ini.
"Yeol-ah.."
"Mianhae, Baek…"
"Kau tidak perlu minta maaf Yeol. Kau tidak punya salah apapun." Kataku mencoba melepaskan pelukannya, namun Chanyeol malah memelukku semakin erat
"Biarkan Baek.. Aku tidak bisa melihatmu dengan mataku, jadi biarkan aku memelukmu." Paksa Chanyeol
"Sebenarnya ada apa? Kenapa kau melakukan hal ini padaku?" aku menahan tangis
'Kumohon, Chanyeol. Jangan sakiti aku. Jangan sakiti aku lagi. Hatiku sudah tergores begitu dalam dan jangan kau tambah lagi. Aku tak kuat lagi, Yeol…'Aku menahan tangisanku
"Aku hanya ingin memperbaiki hubungan kita, dengan menjadikanmu kekasihku…."
Dan tetes demi tetes airmataku jatuh. Andwae—ini pasti mimpi! Bangunlah, Byun Baekhyun! Mana mungkin Chanyeol mengatakan hal-hal semanis itu padamu!
"Ini hanya mimpi kan? Geojitmal! Pergilah, dari mimpiku, Chanyeol!" aku terisak nyaring
"Uljima, Baek-ah… Jadilah kekasihku… Aku baru saja menyadari segalanya.. Menyadari kalau sebenarnya, kaulah orang yang kucintai… Saranghae, Baek… Saranghaesseo.." Chanyeol meraba-raba pipiku dan menghapus airmataku dengan sangat lembut
"Hiks-hiks! Lalu Eunhee bagaimana?" aku masih menangis
"Eunhee adalah sahabat kita, Baek… Dia yang menyadarkanku semuanya. Menyadarkanku tentang perasaanku padamu. Dan dia membuatku berani mengakui kalau aku juga mencintaimu.. Saranghae, Byun Baekhyun.."
Aku terisak kencang. Lagi-lagi aku harus menangis di depan Chanyeol. Dan semua ini bukanlah mimpi! Chanyeol bilang dia mencintaiku! Apa aku sudah di surga sekarang?
"Ullijima, Baekhyun-ah… Aku tidak suka mendengar tangisanmu… Aku berjanji, setelah ini aku tidak akan pernah membuatmu menangis lagi."
"Yakseok?" aku menenggelamkan wajahku di dada Chanyeol yang sangat hangat
"Yakseokhae!"
"Saranghae, Chanyeol-ah…"
"Naddo saranghae, Baekhyun-ah…"
Dan entah sejak kapan, bibir Chanyeol sudah melumat bibirku dengan rakusnya.
.
.
.
.
.
.
-Author POV-
"Baek chagi, tidak boleh! Kau harus menurut padaku kali ini." Suara besar Chanyeol rupanya mengganggu indera pendengaran Baekhyun yang sedang memainkan iPadnya sambil berjalan. Chanyeol merebut iPad Baekhyun dan menyembunyikannya dari Baekhyun
"Tapi, Yeol…!" Baekhyun mengerucutkan bibirnya
CUP!
"Yeollie! Jangan menciumku sembarangan! Ini tempat umum!" seru Baekhyun
Chanyeol terkekeh pelan. Kekasihnya yang super imut—meskipun kata Kai, Kyungsoo lebih imut—itu memang sangat menggoda. Apalagi saat bibirnya dikerucutkan seperti itu. Chanyeol rasanya ingin menggendong Baekhyun ke dalam kamar mereka dan melakukan yang 'iya-iya' pada Baekhyun saat itu juga.
Hari ini mereka akan menemui Eunhee di taman dekat Namsan Tower, tempat mereka biasa bertemu. Chanyeol sangat senang karena sebentar lagi akan memamerkan Baekhyun sebagai kekasihnya kepada Eunhee. Tentu Eunhee sangat senang melihatnya.
"OPPADEUL!" seru Eunhee sambil melambaikan tangannya pada Baekhyun dan Chanyeol yang masih sibuk memperebutkan iPad Baekhyun.
Chanyeol dengan tubuh tingginya mengangkat tinggi iPad Baekhyun, sehingga Baekhyun hanya mampu meloncat-loncat bagai kelinci saat berusaha mengambil iPadnya dari tangan Chanyeol. Chanyeol cemburu karena Baekhyun lebih sibuk memperhatikan iPadnya daripada Chanyeol yang notabene adalah kekasihnya.
"Oppadeul… Kalian sudah jadian?" tanya Eunhee antusias
"Ne.. Hehe.." cengir Chanyeol, sedangkan Baekhyun hanya tersipu malu
"Chukhahamnida, oppadeul! Aku sangat senang mendengarnya." Ujar Eunhee sumringah
"Eunhee-ah, ayo kita cari minuman… Chagi, iPadmu aku sita, ne? Kau terlalu sibuk dengannya sampai melupakan kekasihmu yang tampan ini.." Eunhee terkekeh melihat kemesraan Baekyeol
Jangan anggap Eunhee gila—atau apapun itu, karena sebenarnya Eunhee adalah Fujoshi. Eunhee memang sangat menyukai hal-hal tentang percintaan sesame jenis—khusus yang laki-laki dan menjadi pendukung setianya. Jadilah kini ia berbunga-bunga melihat Baekyeol yang sangat bahagia.
"Oppadeul… Kalian memang sangat cocok…"
"Tentu saja… Park Chanyeol tidak akan lengkap tanpa Byun Baekhyun dan sebaliknya." Bangga Chanyeol
"Yeollie, kau berlebihan…"
"Baekkie oppa, kau memanggil Chanyeol oppa dengan sebutan Yeollie? Omo… Neomu utgyeo!" Eunhee mencubit pipi Baekhyun gemas
"Haha.. Baekhyun-ku memang sangat imut…" kini malah Chanyeol yang ganti mencubiti pipi Baekhyun gemas
"Kalian sama-sama menyebalkan!" dengus Baekhyun
"Hihihi… Oppa… Cepatlah bikinkan aku keponakan! Pasti akan sangat lucu kalau ada bayi dengan wajah perpaduan kalian berdua…" ujar Eunhee
"Eh..?" Baekyun melotot, sedangkan Chanyeol masih tetap tersenyum
"Ayolah, oppa…"
"Kau lucu, Eunhee-ah… Aku ini namja! Namja tidak bisa hamil!" Baekhyun menepuk-nepuk pipinya yang memerah karena malu
"Cobalah dulu, oppa!"
"Ayo, chagiya… Sepulang dari sini kita bikin aegya, eotthae?" Chanyeol menggodai Baekhyun
"Michyeosseo!" Baekhyun melenggang pergi meninggalkan Chanyeol dan Eunhee yang sedang tersenyum-senyum absurd.
.
.
.
.
.
.
"Neomu gippeumesseo. Aku pikir cintaku tak akan terbalas. Tapi ternyata ini semua tak semenyedihkan itu. Aku bahagia karena sekarang Chanyeol mencintaiku."—Baekhyun
"Akhirnya aku menemukan cinta sejatiku. Mencintai orang yang mencintai kita, bukankah sangat membahagiakan? Baekhyun membuatku mengerti bahwa mencintai itu butuh perjuangan. Saranghae, Byun Baekhyun."—Chanyeol
.
.
.
.
.
THE END!
Yeah, 2400 kata selesai!
Ini udah panjang kan, epiloguenya?
Akhirnya tamat juga ini FF… :)
Makasih buat semangatnya selama ini..
Aku sadar kalau FF ini nggak bagus, jadi sambutannya juga nggak seperti yang aku harapin. Tapi makasih semuanya, karena dukungan kalian, FF ini bisa kelar sampai disini
Big Thanks To : sitaoris [2x], kotakpensil, Novey, exindira [2x], byun sung fin, kim ryeosa wardhani, syifaclouds505 [5x], Unnamed EXOstand [3x], ssnowish, eggxbacon, deer, Jessica807 [2x], AmiJihoon48 [3x], , 12Wolf [2x], Guest.
Makasih buat cinta kalian yang bikin aku nerusin FF ini. :)
Da saranghae, yeoreobun! XOXO
:*
See you at next FF with Kaisoo Couple!
Annyeong!
