Secret Behind Secret Chapter 7
Author : Miyuri_K
Cast :
Byun Baekhyun
Oh Sehun
Xi Luhan
Park Chanyeol
And Other's
Pair : HunBaek, LuBaek, ChanBaek, KaiSoo, etc.
Rate : T
Length : 7 of 8
Genre : Romance, Hurt, Drama, Friendship, Family
Disclaimer : Semua cast milik diri mereka sendiri, orangtua mereka, dan tentu saja SMent. Saya hanya memiliki fanfic ini sebagai karya saya dengan meminjam nama mereka sebagai cast.
Warning : YAOI, BL, Typo(s), M-Preg, OOC, tidak sesuai EYD, dan menyebabkan efek samping bosan karena ceritanya garing
Preview Story
"Cho Kyuhyun, dia memang benar appa kandung Minkyu. Dan yang ia katakan tentang aku yang tak memiliki hubungan darah dengan Minkyu juga benar Sehun-ah" cerita Baekhyun.
"Kalau kau bukan umma kandung Minkyu, lalu siapa umma kandung Minkyu hyung?" Tanya Sehun, kali ini ia takkan marah lagi karena ternyata Baekhyun masih menyimpan sebuah rahasia yang cukup besar karena ia percaya Baekhyun punya alasan dibalik semuanya.
"Danhobak hyung" jawab Baekhyun singkat.
"Danhobak hyung?"
"Ne dia umma kandung Minkyu lebih tepatnya Lee Sungmin hyung" ungkap Baekhyun
"Ahh jadi namanya Lee Sungmin, tapi aku masih tidak mengerti hyung kenapa kau yang membesarkan Minkyu dan kenapa Kyuhyun hyung baru menemuimu sekarang?" Tanya Sehun lagi. Baekhyun terdiam sebentar kemudian memejamkan matanya pelan.
"Sebenarnya…"
Story Begin (Last Chapter)
FlashBack
17 years ago
Saat itu Baekhyun masih berusia 7 tahun, ketika seorang namja kecil berwajah tampan sekaligus imut selalu datang menemuinya dan mengajaknya bermain. Namja itu Oh Sehun, dengan cara bicaranya yang masih polos nan cadel begitu bersemangat jika menyangkut hal-hal tentang Baekhyun, bahkan dihari pertama mereka bertemu ia sudah begitu mengagumi Baekhyun kecil yang sama polosnya dengan dia. Setiap hari ia akan datang menemui Baekhyun yang selalu bermain disebuah taman tak jauh dari panti asuhan tempat Baekhyun tinggal.
"Puppy hyung, aku bawa sesuatu untukmu lho" ujar Sehun kecil dengan sebelah tangannya yang disembunyikan dibalik punggungnya. Baekhyun menatap Sehun dengan kepala yang dimiringkan dan mata yang membulat penasaran.
"Apa itu?" tanyanya
"Ta-da" teriak Sehun sambil menunjukkan setangkai bunga mawar merah pada Baekhyun. Baekhyun tidak langsung menerima bunga tersebut, namja imut itu tidak pernah menyukai mawar karena menurutnya duri mawar bisa menyakitinya. Ia menyukai bunga tapi tidak dengan mawar. Namun, Sehun kecil tak pernah menyerah dan tetap saja membawakan Baekhyun setangkai bunga mawar setiap harinya.
"Kenapa mawar?" tanya Baekhyun suatu hari, ketika ia mulai bosan terus diberi bunga mawar padahal ia sudah berkali-kali mengatakan jika ia membenci bunga itu.
"Karena ia cantik sepertimu" jawaban polos Sehun kecil itu pada akhirnya menjadi alasan terbesar Baekhyun berbalik menyukai bunga mawar.
"Ciee Sehunnie, sudah dewasa eoh" goda seorang namja lain yang lebih tua dari mereka berdua. Namja itu Lee Sungmin, tapi Sehun menyebutnya dengan Danhobak hyung karena kebiasaannya memakan labu manis.
"Uuh Danhobak hyung, Sehun malu tau" ringis Sehun, sedetik kemudian mereka tertawa bersama. Namun kebersamaan mereka harus berakhir ketika beberapa bulan kemudian keluarga Sungmin memutuskan mengadopsi Baekhyun dan membawanya pindah ke China.
"Maaf Sehunnie, tapi puppy hyung dan danhobak hyung sudah pindah. Mereka berangkat 2 jam yang lalu" ujar sang pemilik panti.
"Hiks, kalian jahat. Hiks puppy hyung aku menyukaimu kenapa kau meninggalkanku?" isak Sehun sedih. Dan sejak itulah ia tak pernah lagi bertemu dengan Baekhyun juga Sungmin.
8 years Later, Beijing China
Baekhyun tumbuh menjadi namja yang benar-benar cantik dan mempesona, terbukti ketia usianya yang sekarang beranjak 15 tahun banyak sekali namja maupun yeoja yang jatuh hati padanya. Sayangnya, Baekhyun tak pernah merasakan perasaan yang sama pada mereka karena hatinya telah terkunci oleh namja dimasa kecilnya.
Karena sekolahnya yang menyambung dengan Senior High School dimana Sungmin sekolah, ia juga jadi memiliki banyak penggemar di SMA padahal sekarang ia masih di semester terakhir Junior High School, termasuk Cho Kyuhyun namja terpopuler disekolah Sungmin yang begitu menggilai sosok imut Baekhyun dan juga merupakan orang korea asli.
"Baekkie-ah, aku sungguh cemburu padamu. Kyuhyun begitu menyukai dirimu, padahal aku sudah menyukainya sejak lama tapi tetap saja ia hanya melihatmu" keluh Sungmin kala itu. Baekhyun yang masih SMP hanya bisa tersenyum tak mengerti.
"Kenapa harus cemburu hyung? Aku tidak menyukai Kyuhyun hyung kok, aku juga masih SMP" balas Baekhyun. Sungmin tersenyum lebar menatap Baekhyun, dengan gemas dicubitnya pipi namja yang lebih muda 3 tahun darinya itu.
"Hehe kau janji ya, hyung sayang sekali padamu Baekkie" ujar Sungmin bahagia.
Tapi kenyataan memang tak pernah sesuai harapan, 2 tahun kemudian saat Sungmin dan Kyuhyun memasuki universitas yang sama. Sungmin berpikir bahwa itu adalah kesempatan yang sangat baik baginya untuk menjadi dekat dengan Kyuhyun yang sudah 3 tahun ia kagumi. Dugaannya meleset saat Kyuhyun justru menolak cintanya dan dengan tegas namja pucat itu menyatakan bahwa ia masih setia menunggu balasan cinta dari Baekhyun, adik angkat Sungmin sendiri. Sungmin benar-benar kalut saat itu, ia marah sangat marah pada Kyuhyun juga Baekhyun yang sebenarnya tidak bersalah.
"Aku membencimu Baekhyun, aku membencimu" teriak Sungmin marah, Baekhyun hanya bisa menangis saat hyung yang sangat ia sayangi itu menatapnya dengan penuh kebencian.
"pergi kau dari sini, aku tak ingin melihatmu lagi" usir Sungmin kasar. Baekhyun yang sadar akan posisinya yang hanya anak angkat, mau tidak mau menuruti keinginan Sungmin.
Baekhyun berjalan terseok karena tak kuat lagi menarik koper besarnya, ditengah hujan yang deras air matanya mengalir sama derasnya dengan aliran air hujan.
"Baekhyun-ah" seseorang memanggilnya membuatnya menoleh
"Daehyun-ah" balasnya, ia mengenal namja itu. Daehyun teman sekelasnya yang juga sahabat baik Kyuhyun. Namja bernama Daehyun itu membuka pintu mobilnya mengisyaratkan Baekhyun untuk masuk.
"Masuklah" pintanya dan Baekhyun menurut, ia membuka pintu belakang mobil Daehyun untuk menyimpan kopernya setelah itu ia beralih untuk duduk disamping Daehyun. Tanpa tau apa-apa Baekhyun hanya mengikuti kemana Daehyun mengemudi. Ia baru menyadari tujuan mereka saat melihat kehadiran Kyuhyun.
"Gomawo Daehyun-ah" ujar Kyuhyun yang kemudian menarik Baekhyun ikut bersamanya memasuki rumahnya.
Baekhyun menatap takut saat Kyuhyun menghempaskannya ke ranjang dan menindihnya. Namja tampan itu tersenyum miring sambil membelai pipi basah Baekhyun. Matanya menelusuri lekukan tubuh Baekhyun yang tercetak dibalik kaos putihnya yang basah akibat guyuran hujan.
"Baekhyun-ah, aku benar-benar mencintaimu" gumam Kyuhyun pelan masih dengan membelai pipi Baekhyun.
"H-hyung lepaskan aku" pinta Baekhyun memohon
"kenapa Baekhyun-ah?" Baekhyun mengerutkan keningnya tak mengerti
"Kenapa kau menolakku? kenapa kau tak mengerti perasaanku?" teriak Kyuhyun akhirnya. Baekhyun memejamkan matanya takut saat Kyuhyun membentaknya, air matanya perlahan kembali mengalir apalagi saat Kyuhyun mulai membuka kaosnya dan meraba permukaan seluruh tubuh bagian atasnya.
"Hiks, lepaskan aku hyung" isaknya
"Aku mencintaimu Baekhyun, kau harus jadi milikku" Baekhyun sadar sekarang, ia dijebak oleh Daehyun. Seharusnya sejak awal ia tau jika Daehyun akan membawanya pada Kyuhyun. Baekhyun berusaha sekuat tenaga mendorong tubuh Kyuhyun menjauh saat namja itu semakin dalam mencumbunya, namun semuanya terasa sia-sia karena kekuatan Kyuhyun yang begitu besar. Baekhyun menyerah dan hanya bisa pasrah jika pada akhirnya Kyuhyun benar-benar menyentuhnya lebih dari ini.
Brakk
Kyuhyun menghentikan gerakannya mencumbu Baekhyun saat pintu kamarnya terbuka dengan keras, menampakkan sosok seorang namja manis yang basah kuyup sama seperti Baekhyun. Baekhyun turut menatap namja manis itu.
"Sungmin hyung" gumamnya tak percaya. Yah, saat Baekhyun pergi tadi Sungmin menyadari jika Baekhyun tak salah apapun ketika Kyuhyun menolaknya jadi ia kemudian mencari Baekhyun dan melihat ketika Daehyun membawa Baekhyun pergi dan Sungmin pun mengikuti mereka hingga kerumah Kyuhyun.
"Lepaskan adikku brengsek, ia tak mencintaimu" teriak Sungmin dengan mata yang berkilat penuh amarah. Kyuhyun tersenyum remeh dan kembali mencumbu Baekhyun tanpa peduli pada Sungmin. Melihat itu membuat amarah Sungmin memuncak dengan kasar ditariknya Kyuhyun menjauh dari Baekhyun. Setelah itu ia mencium paksa Kyuhyun dan memasukkan sebuah pil kedalam mulut Kyuhyun melalui ciuman mereka, menyadari itu Kyuhyun mendorong kasar tubuh Sungmin namun ia tak sempat membuang pil yang diberikan Sungmin karena ia terlebih dahulu menelannya.
"Apa yang kau berikan padaku bodoh?"
"Baekhyun-ah, pergilah dari sini sekarang" perintah Sungmin pada Baekhyun
"Ta-tapi hyung, kau…"
"Pergi" Baekhyun akhirnya menurut, ia pergi setelah memakai kaosnya kembali. Sebelum ia benar-benar pergi, ia dapat melihat jelas saat Kyuhyun melakukan hal yang sama padanya terhadap Sungmin. Dan ia yakin itu karena pengaruh pil yang diberi Sungmin pada Kyuhyun tadi.
Dua minggu sejak kejadian itu, Baekhyun tak pernah lagi bertemu Sungmin juga Kyuhyun bahkan Daehyun. Baekhyun benar-benar khawatir pada keadaan Sungmin namun ia tak tau dimana namja itu berada. Hingga suatu hari, Sungmin datang menemuinya dengan air mata yang deras dan mengatakan jika ia mengandung anak Kyuhyun.
"Hiks Baekkie, hyung harus bagaimana? Kyuhyun tidak mau bertanggung jawab" isak Sungmin sedih. Baekhyun ikut terpukul melihat penderitaan hyungnya itu. Karena kehamilan Sungmin, mereka berdua tidak bisa pulang dan tinggal bersama orangtua mereka lagi karena Sungmin benar-benar takut jika orangtuanya tau ia hamil diluar pernikahan.
Jadi kemudian bersama dengan Baekhyun, mereka tinggal disebuah desa tepencil di Beijing dan bekerja untuk menghidupi kebutuhan mereka hingga tak terasa kehamilannya semakin membesar dan semakin dekat dengan waktu melahirkan.
Baekhyun terpaksa membawa Sungmin ke rumah sakit di kota karena Sungmin harus melakukan operasi untuk bisa melahirkan anaknya. Sayangnya saat dirumah sakit mereka bertemu dengan Kyuhyun yang kebetulan sedang menemani ummanya check up.
"Baekhyun-ah, tolong pergilah dan bawa Minkyu bayiku bersamamu" pinta Sungmin sesaat setelah ia berhasil melahirkan Minkyu.
"Apa maksudmu hyung?" tanya Baekhyun tak mengerti.
"Kyuhyun ada disini Baekhyun-ah, ia tau aku tak menggugurkan kandunganku. Tolong bawa Minkyu pergi, karena jika Kyuhyun menemukannya ia pasti akan membunuh bayi ini" jawab Sungmin penuh harap.
"Tapi hyung aku tak bisa meninggalkanmu" ujar Baekhyun sedih. Sungmin menggeleng kuat dan menggenggam kedua tangan Baekhyun dengan lembut.
"Aku mohon Baekhyun-ah, jangan pikirkan aku tapi pikirkan bayiku ia belum lama melihat dunia ini. Tolonglah pergi dan bawa dia ketempat dimana Kyuhyun tak bisa menemukanmu" mohon Sungmin lagi, Baekhyun yang tak tega akhirnya menurut dan membawa bayi Sungmin pergi. Ia kembali ke desa dimana ia dan Sungmin tinggal karena ia yakin Kyuhyun takkan menemukannya. 3 hari kemudian ia shock bukan main, saat mendengar kabar Sungmin yang gantung diri diruang rawatnya sendiri.
Baekhyun kemudian memutuskan untuk kembali kerumah orangtua angkatnya yang tak lain orangtua Sungmin namun ia tak dapat menemukan mereka, menurut tetangga mereka ummanya mengalami depresi saat tau kematian Sungmin dan mereka memutuskan untuk menjual rumah mereka dan pindah ke Negara lain yang tak pernah Baekhyun tau Negara mana yang dimaksud.
Merasa tak ada lagi tempat berlindung baginya di Beijing, akhirnya Baekhyun memutuskan kembali ke Negara kelahirannya di Korea Selatan dengan tekad membesarkan Minkyu selayaknya anak kandungnya sendiri. Awalnya Baekhyun tak ingin melanjutkan sekolahnya di Korea dengan alasan tak ada yang bisa menjaga Minkyu dan ia tak memiliki uang lebih untuk menyewa baby sitter namun untungnya ia bertemu dengan Xiumin yang bersedia menolong dan memberikan pekerjaan pada Baekhyun dikedai mie miliknya, juga bersedia menjaga Minkyu agar Baekhyun tetap bisa bersekolah.
Flashback End
Sehun mengusap pelan air mata yang mengalir dipipinya tanpa sadar, sedangkan Baekhyun hanya tersenyum singkat melihatnya. Diserahkannya sebuah sapu tangan bermotif bunga mawar kepada Sehun. Namja tampan itu menerimanya dengan malu dan kembali mengusap air matanya.
"Maafkan aku hyung, seandainya saat itu aku datang lebih cepat aku takkan membiarkanmu ikut dengan Sungmin hyung dan membuat harus merasakan kehidupan sekeras itu" ujar Sehun sedih, dipeluknya pinggang Baekhyun dengan kepala yang ia sandarkan pada dada Baekhyun.
"Hey, itu bukan salahmu. Lagipula hidupku tidak sekeras itu, karena Sungmin hyung juga umma dan appa begitu menyayangiku, Kyuhyun hyung juga meski dengan cara yang salah tapi tetap saja aku mendapatkan kebahagiaan dari mereka" ucap Baekhyun. Sehun benar-benar merasa beruntung memiliki kekasih sebaik dan setulus Baekhyun yang selalu menerima dan menjalani masalahnya seberat apapun itu.
"Hyung, aku takkan membiarkan Kyuhyun hyung merebutmu dariku. Akan kupastikan, Minkyu tetap bersamamu" janji Sehun. Baekhyun melepas pelan pelukan Sehun kemudian mengangkat wajah namja tampan itu untuk menatapnya, dikecupnya pelan bibir Sehun.
"Aku tau Sehun-ah, aku percaya padamu" balas Baekhyun. Tidak, ia memang percaya pada Sehun tapi ia tau kenyataan tidak akan seperti yang Sehun harapkan. Bagaimana mungkin Minkyu tetap bersama dengannya jika apa yang dikatakan Kyuhyun benar, ia tak punya hak apapun terhadap Minkyu yang bukan darah dagingnya meski ia yang membesarkan Minkyu selama ini.
"Hyung, aku sungguh mencintaimu juga Minkyu aku ingin kalian berdua menjadi bagian dari hidupku hingga aku tak bernafas lagi" gumam Sehun, kemudian kembali mencium bibir Baekhyun lama. Melumatnya dengan lembut, dan menginvasi setiap jengkal mulut Baekhyun dengan penuh kelembutan dan cinta.
"Umma, appa"
Sehun dan Baekhyun kompak memutuskan ciuman mereka, saat Minkyu tiba-tiba muncul dibelakang mereka dan memanggil keduanya. Semburat merah terlihat jelas dipipi keduanya karena malu kedapatan berciuman oleh Minkyu. Bahkan Baekhyun dengan reflex memakai wignya yang sempat ia lepas tadi.
"Minkyu sayang, kau sudah bangun?" tanya Baekhyun lembut. Minkyu mengangguk pelan dan meloncat pada pangkuan Baekhyun dan memeluk erat ummanya itu.
"Umma, ahjussi yang tadi siapa? kenapa ia bilang kalau ia appa Minkyu dan umma bukan umma Minkyu?" tanya Minkyu polos. Sehun mengambil alih tubuh Minkyu dan mendudukkan tubuh kecil itu pada pangkuannya.
"Dengar Minkyu, ahjussi itu jahat ia ingin memisahkan ummamu darimu, juga ingin memisahkan ummamu dari Sehun appa. Jadi Minkyu jangan percaya padanya ne" jawab Sehun. Minkyu menatap ummanya meminta penjelasan.
"Oh, Sehun appa benar chagi" jawab Baekhyun seadanya.
Skip Time
Next day..
Kerisauan Baekhyun akan ucapan Kyuhyun semakin bertambah ketika ia terus mendapat pesan singkat dari Kyuhyun yang terus mengingatkan Baekhyun untuk berpikir baik-baik. Baekhyun tak pernah mau memberitahu Sehun tentang hal ini karena ia takut namja itu khawatir padanya.
"Sehun-ah, malam ini maukah kau berkencan denganku?" ajak Baekhyun siang itu, ketika ia dan Sehun menuju kesekolah Minkyu untuk menjemput namja kecil itu. Sehun menatap Baekhyun dengan sebuah senyuman.
"Tentu, aku selalu menginginkannya" balasnya senang.
Tanpa Sehun tau, Baekhyun tersenyum miris sekarang dengan pandangan yang hanya tertuju pada padatnya jalanan yang mereka lalui.
Drrtt
Baekhyun mengalihkan tatapannya, saat menyadari ponselnya bergetar. Ia tau itu pasti pesan dari Kyuhyun.
From : Cho Kyuhyun
Ingat Byun Baekhyun sayang ini kesempatan terakhirmu, besok kau sudah harus membuat keputusan. Kuharap keputusanmu adalah pilihan yang bijak agar kau tak menyesal nantinya. Saranghae :*
Baekhyun tak membalas pesan Kyuhyun kali ini, sejak kemarin ia sudah membuat keputusan dan ia rasa Kyuhyun hanya perlu menunggu dan tak perlu untuk mengirim pesan kepadanya terus menerus.
"Kenapa Baekkie hyung?" tanya Sehun yang menyadari raut wajah Baekhyun yang terlihat sedikit kesal. Baekhyun agak kaget saat Sehun bertanya dan membuatnya gugup seketika.
"A-aniyo Sehun-ah, hanya merindukan Minkyu" jawab Baekhyun berbohong.
Malam ini seharusnya menjadi malam yang membahagiakan bagi Baekhyun karena untuk pertama kalinya ia akan berkencan berdua dengan Sehun tanpa harus memalsukan identitasnya lagi, namun kenyataannya malam ini justru membuat hati Baekhyun semakin gelisah. Minkyu sengaja ia titipkan pada Xiumin karena ia tak mungkin meninggalkan Minkyu sendirian dirumah.
"Kuharap ini adalah keputusan yang terbaik" gumamnya. Baekhyun berjalan keluar dari rumahnya ketika mendapat pesan dari Sehun yang mengatakan ia telah berada didepan rumah Baekhyun.
"Kau sudah siap hyung?" tanya Sehun sambil membukakan pintu mobil untuk Baekhyun, namja imut itu mengangguk kemudian segera masuk kedalam mobil Sehun.
Yang Baekhyun lakukan selama perjalanan mereka menuju namsan tower (tempat yang Baekhyun pilih) hanyalah melamun dan memikirkan apakah keputusannya benar-benar keputusan yang terbaik? Baekhyun bahkan tidak sadar ketika mereka sudah sampai dan Sehun membuka pintu untuknya.
"Baekhyun hyung? kau tak ingin turun?" tanya Sehun. Baekhyun berkedip kaget dan langsung menatap Sehun.
"Ah ne, mianhae"
Sehun hanya tersenyum tipis, ia kemudian menggenggam tangan Baekhyun dan membawanya menuju cable car yang akan mengantar mereka sampai ke namsan tower. Melihat pemandangan kota Seoul yang begitu indah dimalam hari, menyiratkan sebuah kebahagiaan tersendiri bagi Baekhyun.
"Kau suka hyung?" tanya Sehun lembut dan dibalas anggukan imut dari Baekhyun.
Sesampainya mereka dinamsan tower, Sehun langsung mengajak Baekhyun untuk naik ke puncak menara itu. Sehun mengambil sebuah gembok cinta dan bermaksud menulis namanya dan Baekhyun disana.
"Hyung ayo kita buang kuncinya" ujar Sehun semangat namun Baekhyun malah menggeleng membuat Sehun menatapnya bingung. Namja mungil itu mengambil kunci ditangan Sehun dan menyimpannya dalam saku jaketnya.
"Biar aku menyimpannya Sehun-ah, agar setiap kali aku melihat kunci ini aku akan mengingat jika kaulah namja yang telah membuka hatiku dan menguncinya untuk dirimu sendiri" ucap Baekhyun lembut. Sehun tersenyum lembut mendengar penuturan kekasihnya itu, tanpa aba-aba ia segera menarik tubuh mungil Baekhyun dalam dekapan hangatnya sambil menghirup dalam aroma harum yang menguar dari tubuh Baekhyun. Tak sadarkah kau Oh Sehun, jika perlakuan lembutmu justru menyakiti Baekhyun?
"Baekhyun hyung bahkan hanya dengan kata-katamu yang seperti itu membuatku sangat bahagia, aku sungguh mencintaimu hyung" bisik Sehun pelan dan memberikan sebuah ciuman lembut pada kening Baekhyun.
.
..
…
"Hyung, apakah kau pikir kau tak egois terhadap Baekhyun?" tanya Daehyun saat ia dan Kyuhyun bertemu di kantor Kyuhyun. Namja pucat bermarga Choi itu memutar kursinya dan menatap Daehyun dengan sebelah alis yang terangkat.
"Aku egois bagaimana?" tanya Kyuhyun tak mengerti. Daehyun menghembuskan nafasnya pelan dan balas menatap Kyuhyun serius.
"Tidakkah kehadiranmu dan permintaanmu akan menyakiti Baekhyun? Hyung, aku tau kau sangat mencintai Baekhyun tapi kau tau bahkan bisa melihat sendiri jika Baekhyun tak mencintaimu sama sekali dan ia lebih memilih Oh Sehun. Selain itu, kau juga mungkin saja menyakitinya karena meminta Minkyu kembali padahal selama ini sudah jelas jika Baekhyunlah yang merawatnya" jawab Daehyun
Brakk
Kyuhyun langsung berdiri dan menggebrak meja kerjanya, sorot matanya begitu tajam saat menatap Daehyun. Kyuhyun tentu saja marah dengan apa yang disampaikan Daehyun, dan Daehyun tau itu tapi ia berusaha bersikap tenang dan tetap duduk ditempatnya.
"Tidak, Baekhyun hanya milikku begitu juga dengan Minkyu tak ada orang lain yang bisa merebut mereka berdua dariku. Jika perlu aku akan menyingkirkan Oh Sehun dengan tanganku sendiri, kau tau aku sangat tak suka jika seseorang menggangguku bersama Baekhyun jadi lebih baik kau diam atau aku akan mematahkan lehermu sekarang juga jika kau berani mengatakan hal seperti itu lagi" teriak Kyuhyun dengan amarah yang memuncak hingga ke ubun-ubunnya, wajah pucatnya memerah dan nafasnya tersengal pelan.
"Terserah kau hyung, tapi cinta dan kebahagiaan seseorang tak bisa dipaksakan. Semoga saja kau sadar, aku pergi" Daehyun beranjak dari tempat duduknya tepat setelah mengatakan hal itu pada Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun kembali memukul mejanya, kesal akan Daehyun yang tiba-tiba saja berubah menjadi penghianat –menurut Kyuhyun-.
HunBaek
Dalam penerangan yang remang-remang, terdengar deru nafas dua insan saling memburu disusul suara decitan yang cukup nyaring. Desahan juga erangan keluar bergantian dari bibir Baekhyun juga Sehun diatas ranjang minimalis milik Baekhyun. Sudah hampir satu jam sejak mereka menghabiskan waktu berkencan di namsan tower, dan sekarang mereka berakhir dengan Sehun yang menindih tubuh mungil Baekhyun diatas ranjang. Keduanya dalam keadaan naked sehingga suara gesekan kulit mereka dapat terdengar. Berbagi ciuman lembut yang perlahan berubah liar, saling meremas, dan menumpahkan rasa cinta mereka yang meluap dengan penyatuan tubuh yang sempurna. Setiap hentakan yang dilakukan Sehun untuk menjamah bagian terdalam tubuh Baekhyun akan dibalas desahan merdu dari pemilik tubuh dibawahnya.
Tarikan dan dorongan bertempo cepat yang diberikan Sehun mampu membuat keduanya klimaks berkali-kali hingga deru nafas keduanya bersahutan dengan tidak teratur. Sehun klimaks terakhir dengan benih cintanya yang menyembur jauh didalam tubuh Baekhyun. Keduanya tersenyum dan kembali berbagi ciuman lembut. Baekhyun menyeka wajah tampan Sehun yang dipenuhi keringat, meski hanya mendapat penerangan dari cahaya lampu jalan, namun Baekhyun masih dapat melihat wajah tampan Sehun yang menatapnya penuh cinta.
"Terima kasih Baekhyun hyung karena membiarkanku menjadi yang pertama" gumam Sehun.
"Tentu, karena kau cinta pertamaku juga kekasih pertamaku maka untuk yang satu ini juga kau yang pertama" balas Baekhyun.
Sehun melepaskan tautan tubuh mereka dan membaringkan tubuhnya disamping Baekhyun, ia menarik selimut ungu milik Baekhyun menutupi tubuh polos mereka. Dibalik selimut, Sehun memeluk Bekhyun erat dan mulai memejamkan matanya hingga ia tertidur lelap. Tapi tidak dengan Baekhyun, namja mungil itu justru memandangi wajah Sehun seakan ia tak punya cukup waktu lagi untuk menikmati momen seperti ini bersama orang yang dicintainya.
"Aku sungguh mencintaimu Sehun"
teng
teng
teng
Detakan jam menjadi melodi pendamping langkah kaki seorang namja mungil yang berjalan pelan-pelan keluar dari ruang kamarnya. Namja mungil itu –Baekhyun- menutup pintu kamarnya hati-hati agar namja yang masih terlelap diatas ranjangnya tidak terbangun. Dirapatkannya jaket tebal berwarna coklat miliknya agar udara dingin tidak terlalu terasa pada tubuh mungilnya. Kakinya kembali melangkah menuju ruang tengah dan tatapannya jatuh pada jam dinding yang menunjukka pukul 5 subuh. Baekhyun kemudian mengalihkan pandangannya pada koper besar yang sejak tadi ia seret dengan pelan. Ia meraih ponsel yang berada dalam jeketnya dan menghubungi seseorang
"Aku sudah siap, dan aku akan menemuimu sekarang untuk menjemput Minkyu" ucap Baekhyun pada orang yang dihubunginya.
Kyuhyun tersenyum senang melihat Baekhyun yang telah menunggunya didepan rumah namja mungil itu, ia segera memarkirkan mobilnya dan menghampiri Baekhyun.
"Naiklah sayang, kita harus segera menjemput anak kita" titah Kyuhyun lembut namun sayang Baekhyun tidak tersentuh sama sekali dan hanya memasang wajah datar sebelum masuk kedalam mobil mewah Kyuhyun.
HunBaek
Minkyu menatap Baekhyun dengan mata yang masih setengah terpejam, namja kecil itu mengusap pelan matanya yang masih mengantuk.
"umma" ia merengek dengan suara serak, mungkin ia sedikit kesal dibangunkan sepagi ini. Baekhyun tersenyum lembut dan mengusap sayang surai Minkyu.
"Ne sayang, kau masih mengantuk eoh?" tanya Baekhyun yang dibalas anggukan polos dari Minkyu.
"Minkyu boleh tidur lagi nanti, tapi sekarang Minkyu bangun dulu ne umma mau mengajak Minkyu naik pesawat lho" bujuk Baekhyun, mata Minkyu langsung terbuka sempurna mendengar ucapan ummanya.
"Jinjja umma? memangnya kita mau kemana? apa appa juga ikut?" tanya Minkyu heboh.
"Kita akan ke china dan yah appa tentu saja ikut" jawab Baekhyun. Minkyu tampak sangat bahagia, ia langsung menyingkap selimutnya dan berlari menuju kamar mandi milik Jong Min. Yah karena semalam Baekhyun menghabiskan waktu dengan Sehun, Minkyu akhirnya menginap dirumah Xiumin dan tidur bersama dikamar Jong Min.
"Baekhyun-ah apa kau yakin dengan keputusanmu ini? Bukankah kau tak mencintai Kyuhyun?" Xiumin masuk tak lama setelah Minkyu berlari masuk kekamar mandi. Baekhyun yang duduk diranjang Jong Min menatap Xiumin dan menggeleng pelan.
"Aku tak punya pilihan lain hyung, aku tak bisa membiarkan Minkyu dibawa oleh Kyuhyun hyung karena aku tau Minkyu sangat membutuhkanku" jawab Baekhyun, Xiumin dapat melihat setetes airmata yang terjatuh dari mata indah Baekhyun. Xiumin benar-benar sedih juga kasihan melihat namja yang sudah ia anggap adik kandungnya sendiri itu mengalami hal sesulit ini. Bagaimanapun Xiumin adalah orang pertama yang menemukan Baekhyun dan ia sangat tau bagaimana kisah hidup Baekhyun saat tinggal di China dulu.
"Oh iya hyung, tolong berikan surat ini untuk Sehun" lanjut Baekhyun sambil menyerahkan sebuah amplop berwarna ungu kepada Xiumin.
Setelah memakaikan baju juga jaket pada tubuh kecil Minkyu, Baekhyun segera menggandeng anaknya itu keluar dari rumah Xiumin tanpa diantar oleh sipemilik rumah. Baekhyun sangat mengerti Xiumin melakukannya karena namja itu tak menginginkan dirinya pergi, tapi Baekhyun bisa apa? Keputusannya untuk ikut bersama Kyuhyun di China menurutnya adalah yang terbaik.
"Umma, mana appa?" tanya Minkyu saat mereka keluar dan tak menemukan sosok Sehun menunggu mereka.
"Didalam mobil sayang, kajja kita masuk" ajak Baekhyun dan membawa Minkyu memasuki mobil Kyuhyun. Mata Minkyu membulat saat melihat Kyuhyun, ia jadi teringat kejadian tempo hari saat Kyuhyun datang kerumahnya dan menggendongnya dengan paksa.
"umma kenapa dia ada disini? dia kan namja yang jahat umma, ayo kita turun Minkyu tidak mau disini" rengek Minkyu dengan menarik-narik jaket coklat Baekhyun.
"Sayang, dia appa kandungmu" ungkap Baekhyun. Gerakan tangan Minkyu terhenti, dengan cepat ia mengalihkan pandangannya menatap Kyuhyun yang tersenyum padanya.
"Benarkah umma? lalu kenapa waktu itu ia marah-marah pada umma?" tanya Minkyu lagi.
"Ah itu kau hanya salah paham sayang, dan yah dia memang appa kandungmu namanya Cho Kyuhyun" jawab Baekhyun lagi.
"Aniya, appaku hanya Sehun appa" diluar dugaan, Minkyu berteriak kesal dan menekankan jika baginya hanya Sehunlah appanya. Mendengar itu, Kyuhyun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh karena terlalu kesal dengan reaksi Minkyu. Sementara itu Baekhyun yang cepat-cepat memeluk tubuh Minkyu yang bergetar takut karena tindakan Kyuhyun yang tiba-tiba.
"Hyung, kau membuat Minkyu takut" teriak Baekhyun marah.
ckitt
Kyuhyun menginjak rem dengan mendadak membuat Baekhyun kembali menggeram kesal, Kyuhyun tak peduli dan malah menatap Baekhyun tajam.
"Seharusnya kau tak membiarkan annakku memanggil Sehun appa, lihat sekarang ia seperti tak menerimaku" balas Kyuhyun sama marahnya dengan Baekhyun.
"Hiks umma a-aku takut" isak Minkyu dalam pelukan Baekhyun. Dengan segera namja mungil itu mengusap punggung Minkyu dan menggumamkan kata-kata lembut pada telinga anaknya itu. Kyuhyun menghela nafas pelan, tangannya terulur mengelus lembut rambut Minkyu.
"Maafkan appa sayang sudah membuatmu takut" ucapnya pelan, ia kemudian kembali melajukan mobilnya menuju bandara Incheon.
Sehun terbangun saat cahaya menyilaukan dari sang mentari pagi menyapa penglihatannya, ia tersenyum singkat kemudian meraba ruang kosong disampingnya. Kosong? Sehun langsung terduduk saat menyadari sosok mungil berwajah cantik yang semalam menemaninya tak ada disampingnya sekarang. Ia segera menyingkap selimut ungu milik Baekhyun dan memakai baju juga celananya dengan cepat. Sehun berlari keluar kamar dan mencari Baekhyun di dapur, namun namja mungil itu tak ada disana jadi Sehun kembali ke kamar Baekhyun mengira namja mungil itu mungkin sedang mandi.
"Baekhyun hyung kau didalam?" Sehun mengetuk pintu kamar mandi sambil berteriak namun tak ada jawaban yang ia dapat, hingga matanya menangkap secangkir kopi yang mulai dingin selain itu dibawah gelas kopi tersebut terdapat sebuah note kecil. Sehun memilih membaca note tersebut.
Morning My prince ^^
Kau pasti kaget karena tak menemukanku disampingmu kan?
Hehe, maaf tapi pergilah ke rumah Xiumin hyung setelah kau meminum kopimu.. ok? Saranghae :*
Your Love, Baekhyun!
"Seharusnya kau membangunkanku hyung, membuat khawatir saja" gumam Sehun lalu tersenyum singkat sebelum akhirnya meminum kopi buatan Baekhyun dan segera berangkat kerumah Xiumin.
Suasana bandara cukup ramai ketika Kyuhyun dan Baekhyun serta Minkyu tiba disana. Kyuhyun menyuruh Baekhyun untuk menunggu dirinya di café yang ada didalam bandara sementara ia mengecek jadwal keberangkatan mereka ke china.
"Umma, aku ingin bertemu Sehun appa" rengek Minkyu membuat hati Baekhyun terasa sakit. Kencan yang semalam memang telah ia rencanakan sebagai hari terakhir kebersamaannya dengan Sehun.
"Sayang, sekarang kan appa kandungmu sudah disini jadi jangan panggil Sehun dengan sebutan appa lagi ne, nanti Kyuhyun appa marah sayang" ujar Baekhyun
"Tapi umma, Minkyu tidak suka pada Kyuhyun appa dia jahat umma dia juga suka marah-marah tidak seperti Sehun appa yang baik dan penyayang. Umma bukankah Sehun appa berjanji akan jadi appa Minkyu, umma ayo telefon Sehun appa" rengek Minkyu lagi. Baekhyun baru saja ingin menyahut ketika melihat Kyuhyun berjalan kearahnya dan Minkyu, Dengan cepat Baekhyun menangkup pipi Minkyu dan menatap anaknya itu dalam.
"Minkyu sayang dengarkan umma ne, kau tidak mau kan dimarahi lagi oleh Kyuhyun appa? kau juga tidak mau melihat umma dimarahi dan sedih? jadi tolong jangan menyebut nama Sehun appa didepan Kyuhyun appa, umma janji akan menelfon Sehun appa untukmu asal kau menuruti keinginan umma. arrachi?" bujuk Baekhyun. Minkyu akhirnya mengangguk tepat ketika Kyuhyun duduk didepannya.
"Kita baru bisa berangkat sejam kemudian karena ada gangguan" ujar Kyuhyun dengan wajah kesalnya.
"kau tak perlu sekesal itukan hyung, sebaiknya kau sarapan saja dulu" ujar Baekhyun lembut sambil mengusap punggung Kyuhyun. Sebenci-bencinya Baekhyun terhadap Kyuhyun ia juga masih punya sisi baik dimana ia pernah begitu menyayangi Kyuhyun sebagai seorang sahabat.
"Ne, mianhae Baekhyun-ah" balas Kyuhyun
Other Side
Sehun menatap bingung sebuah amplop yang diberi Xiumin padanya 5 menit yang lalu, ia begitu heran ketika tiba dirumah Xiumin namja berpipi bulat itu tidak menyapanya sama sekali dan hanya menyerahkan amplop tersebut dan langsung menutup pintu rumahnya. Karena tak ingin larut dalam rasa penasaran Sehun segera masuk mobilnya dan membaca isi amplop tersebut.
Dear My Prince
Oh Sehun
Sehun-ah apakah sekarang kau mencari dimana diriku? Maaf sebelumnya aku tak berpamitan padamu sayang, tapi aku melakukannya karena aku tau kau pasti takkan pernah mengizinkanku untuk pergi. Sehun-ah sebelumnya aku ingin mengatakan jika kau adalah satu-satunya namja yang aku cintai sejak aku masih kecil, kau satu-satunya namja yang bisa membuatku merasakan apa kebahagiaan itu, kau juga satu-satunya namja yang membuatku merasa dihargai dan benar-benar dicintai. Sehun-ah, aku sungguh berterima kasih karena kau telah hadir dalam hidupku, aku juga berterima kasih karena berkat kau Minkyu tak lagi bersedih karena tak memiliki appa.
Tapi, sekarang aku benar-benar meminta maaf padamu karena meskipun aku begitu mencintaimu tapi rasanya takdir tak merestui kita Sehun-ah. Aku terpaksa meninggalkanmu karena aku tak bisa hidup tanpa Minkyu, ahh cintaku pada kalian berdua sama besarnya. Aku bahkan berharap suatu hari nanti kita bisa menjadi keluarga yang bahagia, tapi aku rasa semuanya hanya tinggal harapan Sehun-ah. Aku harus ikut bersama Kyuhyun hyung karena aku tak mungkin membiarkan Minkyu tinggal berdua dengannya. Sekali lagi maafkan aku Sehun-ah, meski tubuhku bersama Kyuhyun hyung tapi cinta dan seluruh jiwaku sepenuhnya hanya untukmu. Kuharap kau mengerti keputusanku Sehun-ah, Saranghae :*
Your eternal love
Byun Baekhyun
Sehun meremas surat dari Baekhyun tak terasa air matanya mengalir, hatinya terasa begitu sakit sekarang, ia merasa jika Baekhyun hanya mempermainkannya apalagi mengingat hal semalam.
"Kenapa kau harus membuatku merasakan kebahagiaan yang luar biasa semalam jika pada akhirnya kau menghancurkanku hanya dalam waktu 1 menit? Kenapa Baekhyun hyung?" Sehun bergumam lirih, ia meremas dada kirinya yang terasa mengilu.
"Sakitkah Sehun-ah?" tanya seseorang yang entah sejak kapan duduk dijok belakang mobil Sehun. Sehun yang kaget langsung menatap orang dibelakangnya.
"Kau Jung Daehyun, kau pasti tau dimana Baekhyunku kan?" teriaknya pada seseorang yang memang Daehyun itu. Daehyun menatap Sehun dan tersenyum tipis.
"Tentu aku tau Sehun-ah, tapi kurasa kau sudah terlambat untuk menemuinya sekarang" balas Daehyun tenang.
"Apa maksudmu?" tanya Sehun tak sabaran.
"Aku sengaja menemuimu Sehun-ah karena aku ingin mengatakan bahwa Kyuhyun akan membawa Baekhyun ke China dan menikahinya disana. Dan aku tau kau pasti tak menginginkannya kan? jadi.."
Skip Time
Baekhyun menyeka keringat didahinya karena terlalu kelelahan menggendong Minkyu yang tertidur sejak pesawat berangkat hingga sekarang mereka tiba di Beijing International Airport. Yeah setelah menempuh perjalan hampir 2 jam Kyuhyun, Baekhyun juga Minkyu tiba di Beijing. Tanpa menunggu waktu lama Kyuhyun memerintahkan pengawalnya untuk menjemput mereka.
"Hyung, bisakah kau menggantikanku menggendong Minkyu?" pinta Baekhyun pada Kyuhyun yang berjalan didepannya, namun namja itu malah menatapnya datar.
"Bangunkan saja dia, dan suruh ia berjalan sendiri. Dia itu menyusahkanmu saja" ujar Kyuhyun ketus. Baekhyun memandang Kyuhyun tak suka.
"Hyung dia anakmu juga, apa kau setega itu padanya? Minkyu pasti lelah hyung" balas Baekhyun sedikit kesal. Kyuhyun menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Baekhyun.
"Baiklah, tunggu disini saja aku akan menyuruh pengawalku untuk menggendongnya" putus Kyuhyun. Mata Baekhyun membulat mendengar ucapan Kyuhyun, astaga memang apa susahnya menggendong anak sendiri?
"Tidak usah hyung, biar aku saja yang menggendong Minkyu lagipula kita sudah dekat dengan pintu keluar kan" tanpa mendengar balasan Kyuhyun, Baekhyun mempercepat langkahnya menuju pintu keluar bandara.
Setibanya diluar, pengawal Kyuhyun segera membuka pintu mobil untuk Baekhyun juga Kyuhyun dan membawa mereka menuju rumah Kyuhyun di pusat kota. Sepanjang perjalanan mereka menuju rumah Kyuhyun. Baekhyun begitu sibuk mengelus lembut surai Minkyu yang masih tertidur dipangkuannya. Hingga tangan Kyuhyun menggenggam tangannya dan meletakkannya pada surai hitam namja tampan itu. Baekhyun menatap Kyuhyun yang juga menatapnya.
"Bisakah sekarang aku yang mendapatkan belaianmu? aku merindukanmu Baekhyun-ah, sejak tadi kau hanya fokus pada Minkyu" protes Kyuhyun. Baekhyun memicingkan matanya tak mengerti akan sikap Kyuhyun yang berubah begitu lembut dan manja terhadapnya.
"Ayolah Baekhyun, aku tak memintamu menatapku seperti itu aku minta kau juga mengelus rambutku hingga aku tertidur" lanjut Kyuhyun. Baekhyun menghela nafas pelan kemudian menuruti keinginan Kyuhyun.
Skip Time
Sudah dua hari sejak Baekhyun ikut bersama Kyuhyun ke China selama dua hari itu pula ia lost contact dengan orang-orang yang ia kenal di Korea termasuk Sehun. Minkyu bahkan menangis seharian karena merasa dibohongi oleh Baekhyun yang berjanji akan menghubungi Sehun untuknya. Baekhyun bukannya tidak mau, tapi sejak ikut bersama Kyuhyun namja pucat itu menyita ponselnya dan menggantinya dengan yang baru. Kyuhyun juga membatasi ruang gerak Baekhyun, terkadang namja pucat itu tak membiarkan Baekhyun bersama dengan Minkyu dengan alasan ia juga butuh Baekhyun disisinya. Selain itu Kyuhyun tak membiarkan Baekhyun tidur bersama Minkyu meski Minkyu merengek dan menangis. Karena hal itu Baekhyun merasa jika Kyuhyun tidak sepenuhnya menginginkan Minkyu melainkan menginginkan dirinya.
"Baekhyun-ah kau mau kemana?" tanya Kyuhyun saat Baekhyun hendak keluar untuk menjemput Minkyu disekolah baru anaknya itu.
"Aku ingin menjemput Minkyu hyung" jawab Baekhyun. Kyuhyun menatap Baekhyun tajam, tanpa sepatah katapun ia langsung menarik pergelangan tangan Baekhyun dan membawa namja mungil itu memasuki kamar mereka. Kyuhyun tanpa peduli menghempaskan tubuh mungil Baekhyun diranjang dan menatap Baekhyun kesal.
"Sudah sejak kemarin aku katakan, kau tak perlu memikirkan tentang Minkyu karena pengawalku yang akan menjemputnya dan lagi Minkyu memiliki seorang suster yang akan mengurusi segala keperluannya. Ingat Baekhyun, kau hanya perlu berada disisiku" bentak Kyuhyun dengan penuh penekanan. Baekhyun menatapnya tak suka, namja mungil itu dengan berani berdiri dihadapan Kyuhyun dan balas menatap Kyuhyun tajam.
"Apa maksudmu? Bukankah kau menginginkan Minkyu kembali padamu? Lalu sekarang saat ia sudah bersamamu, kau justru melarangku untuk mengurusnya? Kau bahkan tidak peduli saat Minkyu memintamu menggendongnya atau sekedar bermain dengannya, dan sekarang kau juga melarangku untuk berdekatan dengannya? Apa jangan-jangan kau hanya memanfaatkan Minkyu untuk mendapatkanku?" teriak Baekhyun, kekesalannya sudah memuncak dan ia juga tak tahan lagi dengan sikap Kyuhyun yang hanya seenaknya sendiri. Kyuhyun tersenyum remeh dan kembali menghempaskan Baekhyun ke ranjang dan menindih namja mungil itu sebelum Baekhyun kembali berontak.
"Jadi sekarang kau sadar eoh? Well, awalnya aku memang menginginkan Minkyu karena aku merasa bersalah pada Sungmin hyung tapi setelah aku sadar kau takkan membiarkan Minkyu ikut begitu saja denganku aku akhirnya memanfaatkan keadaan mengancammu hingga kau membuat keputusan untuk ikut denganku. Dan asal kau tau, memilikimu lebih penting bagiku disbanding menebus rasa bersalahku pada Sungmin hyung. Ah tidak, aku memang tidak seharusnya merasa bersalah karena Sungmin hyung menjembakku dengan obat perangsang sialan itu. Baekhyun-ah sejak dulu hingga sekarang perasaanku tidak pernah berubah padamu, kau tetap saja menjadi penguasa hatiku hum" Kyuhyun merendahkan wajahnya dan menciumi pipi chubby Baekhyun dengan gerakan seductive, kemudian beralih membenamkan wajahnya pada ceruk leher Baekhyun dan menyesap kulit halus Baekhyun dengan sedikit keras.
"Aakhhh lepaskan" ringis Baekhyun, ia menggerakkan kepalanya menghindari sentuhan Kyuhyun pada lehernya yang sensitif. Kedua tangannya mendorong tubuh Kyuhyun dengan kuat begitu juga dengan kakinya yang menendang secara asal-asalan agar Kyuhyun menjauh darinya.
Plakkk
Namun sepertinya usaha Baekhyun sia-sia, ketika Kyuhyun menampar pipinya kasar sehingga rasa sakit kini berpusat disana. Air mata Baekhyun jatuh perlahan, menyadari itu Kyuhyun kembali mendekatkan wajahnya dan menatap Baekhyun.
"Jangan menangis sayang, salahmu sendiri berani melawanku" bisik Kyuhyun. Namja pucat itu kemudian berdiri dan mengambil sebuah tali tambang dilaci meja nakas, sebuah seringaian terlukis diwajah tampannya dan sangat jelas dilihat oleh Baekhyun yang menatapnya takut.
"Well, kurasa kita perlu ini agar kau tak berontak lagi"
Dan hal yang terakhir Baekhyun ingat siang itu adalah Kyuhyun mengikat paksa kedua tangannya pada masing-masing sisi ranjang, dan menyetubuhinya dengan kasar dan paksa hingga ia benar-benar lelah dan akhirnya pingsan.
END
#plakk
TBC ding.
Sesuai janji Miyu ff ini Miyu update sore ini, buat semua yang udah RnR, follow, dam Favorite makasih banyak maaf Miyu gak bisa sebutin satu-satu tapi yang jelas Miyu bener-bener berterima kasih pada kalian..
Chap depan udah end, so keep waiting ne ^^
Saranghae :* :D
