Bersama Erika lagiii! (dikemplang readers gara-gara baru update sekarang) Haha, gomen! Buku novel Erika dipinjem sih, jadi gak bisa update deh! Ini aja baru dibalikin! Sudah, daripada banyak cincong, mending kita mulai!
Toushiro: Akhirnya… barengan sama BLEACH in 98 Junior High School?
Erika: Ya dong…
Ichigo: Gak akan gue serahin, si Rukia!
Toushiro: Terserah, ambil aja sono.
Erika: Woi, saya masih disini.
Toushiro: Langsung aja deh… ok?
Erika: Aye-aye sir!
Rukia: PLEASE READ AND REVIEW! (pakai toa)
DISCLAIMER:
BLEACH UDAH PASTI PUNYA TITE KUBO!
GoodBye Days baru punya Erika!
Aku melihatmu sejak dulu
Kau tak lagi melihatku
Aku mengejar cintamu
Tapi kau tak balas kejaranku
Aku yang hanya bisa berdiri
Terpaku menerima kekalahan
Dari orang yang sedang kau lihat
Lihatlah padaku
Jangan padanya
Karena aku telah yakinkan diri
Aku bisa menjaga hatimu
Melebihi dirinya
Yang bahkan tak tahu kau melihatnya
Chapter 7
(bagian terakhir)
Someone Who Loved Rukia
Kelas 2-2 kedatangan lagi anak pindahan asal Fukuoka bernama Ichigo Kurosaki, akrabnya Ichigo. Rukia kenal Ichigo. Dulu, saat Rukia masih kelas 3 SMP, Ichigo pernah menyelamatkannya dari kecelakaan. Untungnya Ichigo cuma lecet. Karena itu, Rukia ingin bilang terima kasih pada Ichigo lagi.
Ichigo bertubuh tinggi sekitar 175 cm lebih, pemain basket handal dengan face lumayan, walau tidak sekeren Toushiro. Soal kapasitas otak juga 80% menang Toushiro yang genius boy. Tetap! Matsumoto cs hanya menaruh hati pada Toushiro yang akhir-akhir ini bertambah tinggi. Terakhir 158 cm, sekarang 160 cm. Mungkin karena selalu minum susu. Hehehe… Tapi Rukia sama sekali tidak bertambah tinggi. Karena itu, ia jadi ikut minum susu pagi-pagi. Masa yang midget dia sendiri lagi sih? NO!
Tanggapan Toushiro soal Ichigo? Cuek Bebek. Jaim-nya keluar lagi. Walau sama Rukia dan Momo ngomong biasa saja, hampir semua anak sekelas tak pernah disapanya, tapi Toushiro HAPAL semua nama panjang anak-anak sekelas beserta orangnya. Cowok jenius memang hebat!
.
"Kamu Rukia kan?" Tanya Ichigo pada Rukia yang sedang maksa Toushiro makan siang supaya bisa minum obat. Rukia menoleh ke Ichigo.
"Iya, aku Rukia. Ada apa?" Setelah pertanyaan dilontarkan, Ichigo sedikit merona pipinya. Garuk kepala padahal gak kutuan. Atau memang kutuan beneran? Ketombean? Idiiih!
"Kamu ingat aku kan? Ichigo yang menolong kamu 2 tahun lalu?" Rukia mengangguk. "bagus deh, dari dulu aku ngbet banget pingin ngomong satu hal ke kamu."
"Ngomong aja…" Rukia tersenyum. Bikin salting Ichigo. "Aku suka sama kamu!" Sesaat dunia sunyi, Rukia bengong.
"APAAAAAAA?" Teriaknya kaget. Toushiro hanya bisa tutup kuping dan Ichigo garuk-garuk kepala.
"Bagaimana?"
Rukia mulai pusing, mau ngomong juga susah. Toushiro menyelidik Ichigo sedikit, lalu membuang napas. "Mendingan jangan. Gendang telingamu bisa rusak kalau pacaran sama dia!" Toushiro menunjuk Rukia. Ichigo menengok kearah Toushiro dengan tatapan tidak suka.
"Kok, kamu mengatai dia sih?"
"Aku tahu tadi kupingmu ikut pengang saat Rukia teriak. Telingamu gerak-gerak!" Sahut Toushiro, membuat Ichigo panik.
"Memang kamu siapa hah? Pacar Rukia? Kok pendek?"
CTEEESSS…
PD3 bakal mulai nih… tapi Toushiro hanya bisa berdiri dari tenpat duduk sambil mengambil obatnya. Rukia yang melihatnya menahan kepergian Toushiro. "Itu obat darah rendah kan?"
Toushiro mengangguk, "Aku mau ke kantin."
"Mau kabur ya?" Tanya Ichigo meremehkan. Toushiro terdiam sesaat lalu menatap tajam Ichigo.
"Provokasi rendahan. Aku hanya tidak suka dikatai pendek. Kalau kau tidak tahu aku mau apa, sebaiknya jangan ikut campur. Kau tidak mau mendapat urusan dengan sekolah saat hari pertama pindah kan?" Tukas Toushiro. Rukia mau bilang kalau Toushiro perlu sabar. Yah… bukan Toushiro namanya kalau tidak ngamuk dikatai 'pendek'.
"Eh? Mau kemana? Kantin kearah kanan, tahu!" Seru Rukia yang melihat Toushiro keluar kelas, lalu berbelok kearah kiri.
Toushiro menjawab sambil terus berlalu, "Toilet!". Karena mau ke toilet, Rukia memilih menunggu Toushiro dikelas dengan… Ichigo? "Siapa sih dia?" Tanya Ichigo sebal. Rukia menoleh pada Ichgo dengan malu-malu.
"Dia Toushiro Hitsugaya. Pindahan dari Seireitei beberapa bulan lalu. Memang kenapa?"
"Dia sudah mengataimu! Ganteng-ganteng, tukang ngatain! Mana dia itu pen…"
"Kamu juga tidak perlu mengatainya di depanku, Ichigo." Sahut Rukia cepat. Ichigo agak kaget, lalu mengangguk, "… maaf."
"Tak apa."
Suasana hening karena masih jam istirahat. Ichigo dan Rukia terdiam dalam pikiran masing-masing. "Bagaimana? Mau jadi pacarku?"
Rukia memerah. 'Mau jawab apaan nih?' batinnya panik. Tapi melihat Toushiro yang berjalan menuju arah kantin sambil memegang dada, Rukia langsung keluar kelas meninggalkan Ichigo.
"Toushiro! Kamu kenapa?" Tanya Rukia panik melihat Toushiro terjatuh sambil memegang dada. Ichigo yang mendengar teriakan Rukia, segera keluar dan kaget melihat Toushiro tiduran dilantai sambil memegang dada, menahan rasa sakit.
"Woi! Hitsugaya (tumben manggil pakai 'Hitsugayaa'!)! Kamu kenapa?" Tanyanya ikut panik.
Sesaat sebelum hilang kesadaran, Toushiro menggenggam tangan Rukia, seperti menaruh harapan. "…Jangan… Kasih tahu hal ini… pada Momo ya…?"
Gerakan Toushiro berhenti. Rukia mulai takut dan segera menelepon ke rumah sakit. Ichigo hanya bisa menatap keduanya bingung. Ia yakin ada sesuatu dari Toushiro yang disembunyikan Rukia.
.
Dirumah sakit, Toushiro langsung mendapat perawatan. Serangkaian pemeriksaan langsung dilakukan selama Toushiro pingsan. Rukia dan beberapa guru yang mengantar menatap ruang rawat Toushiro khawatir.
"Apa darah rendah bisa sampai segininya?" Tanya Rukia dalam hati. Setelah hasil pemeriksaan keluar, dokter yang menangani Toushiro keluar dari ruang pemeriksaan.
"Apa ada yang merupakan kenalan pasien?" Tanya Dokter itu. Rukia segera mengangkat tangannya. "Saya, dok!"
"Baik, silakan ikut saya!" Ucap dokter itu.
Setelah Rukia duduk dibangku pasien, ia menatap serius sang dokter. "Bagaimana keadaannya, dok?"
Dokter itu mengambil hasil pemeriksaan Toushiro lalu membukanya lagi. "Apa pasien mengidap darah rendah dan hemophilia?"
Rukia mengangguk.
"Apa pernah, dia kesakitan sambil menggenggam dadanya?"
"Baru hari ini dok."
"Kalau batuk?"
"Tidak, saya tak pernah dengar ia batuk, " ucap Rukia. "Memang ada apa, dok"
Dokter itu terdiam sebentar. "Yah… Karena ini pemeriksaan awal, saya tak mau bernegatif dulu. Sepertinya pasien menyembunyikan itu semua darimu."
"Eh?" Rukia bingung.
"Dalam hasil darah, ada satu penyakit yang diperkirakan ciri-cirinya telah keluar cukup lama. Saya agak takut menimpulkan ini, tapi… Ini hanya pemikiran saya," ucap dokter. "Kemungkinan besar pasien mengidap TBC akut."
"Kemungkinan terbesar TBC akut?" Teriak Rukia tak percaya. Dokter segera menyuruh rukia tenang. Rukia syok berat! Baru beberapa hari yang lalu ia tahu penyakit Toushiro. Sekarang? Dia mendapat BIG SURPRISE yang buruk! Gila, baru Rukia saja yang tahu hal ini. HANYA Rukia! Penyakit mematikan keempat di seluruh dunia kenapa harus memilih Toushiro sebagai korbannya? Rukia tak habis pikir. Dia sangat kasihan pada Toushiro! Rukia takut! Soal Ichigo nembak dan segala macam hal sudah hilang dari otak Rukia.
'Tuhan… kau tak adil!' Batin Rukia.
Sang dokter yang paham reaksi Rukia hanya bisa diam dan menulis resep.
"Nggh…" Toushiro tersadar dari pingsannya. Dilihatnya sekeliling ruangan, mudah ditebak kalau dia sedang berada dirumah sakit. Dan Rukia yang membawanya karena kini ia lihat, Rukia tengah berdiri disamping tempat tidurnya dengan wajah kusut seperti benang kusut.
"Rukia…" lirih Toushiro lemah. Dipegangnya lengan Rukia. Gadis itu tak menepisnya, menunduk. Toushiro tahu Rukia menangis, air mata gadis itu menetes deras dan jatuh ditangannya yang memegang lengan Rukia. Toushiro merasa sangat bersalah, "maaf…"
Gadis itu hanya bisa menggeleng, artinya jelas 'ini bukan salahmu'.
"Aku sudah baikan nih…" ucap Toushiro lembut, "pulang yuk?" ajaknya. Rukia hanya bisa mengangguk lemah.
Setelah menebus obat, mereka pun pulang ke apartemen tanpa berbicara satu sama lain. Rukia juga tidak teriak walau Toushiro ngebut membawa motor.
.
Sampai di apartemen sampai berpisah dikamar masing-masing, Rukia hanya bisa diam. Dia semakin takut orang-orang yang dikenalnya berkurang. Tiba-tiba ia mendengar suara benda jatuh diberandanya. Rukia keluar ke beranda dan mendapati sepucuk surat dari Toushiro. Begitu dibuka, ternyata isinya…
MY OPINI ABOUT YOU
Midget ya midget, tidak usah sok kesal begitu!
Bawelnya setara Hinamori, ngoceh melulu seperti knalpot tua bocor!
Bersedia tidak terlihat menangis saat tahu penyakit baruku.
Rukia tersenyum walau sedikit merasa sebal. Ia balas surat itu lalu melemparnya ke beranda Toushiro. Begitu dibaca, Toushiro sedikit kesal. Tapi tak lama tersenyum lalu berseru, "Makasih sudah khawatir sama aku, Rukia!"
Rukia yang mendengar hal itu hanya tersenyum. Penasaran nih, isi balasan Rukia bagaimana ya?
MY OPINI ABOUT YOU
Mentang-mentang sudah tinggi, gak usah merasa tinggi banget!
Kalau mengatai tidak pikir dulu! Bodoh!
Walau rese', tapi makasih sudah percaya padaku. Asal kau tahu, aku benar-benar khawatir sama kamu!
Yah… mau jujur juga sih (jangan geer!), walau nyebelin dan dingin, sebenarnya kamu baik dan… cakep bukan main, sih…
Oh… pantesan Toushiro jadi senang, habis dipuji-puji toh… Entah kenapa Toushiro dan Rukia semakin dekat setelah hari ini. Tapi bukan berarti Ichigo menyerah. Ia justru semakin optimis untuk mendapatkan Rukia. Ia makin iri begitu tahu Rukia sangat perhatian pada Toushiro seperti tadi. Dan setelah tahu kalau mereka berdua juga bertetangga dalam satu apartemen, ia memutuskan satu hal.
Umaku aisete imasu ka?
tama ni mayou kedo
(Can you really love me?
Even though I sometimes lose my way)
"Hitsugaya, mau kamu suka atau tidak pada Rukia, aku tidak akan membiarkan gadis yang aku suka selama 2 tahun sejak pandangan pertama dekat denganmu yang baru dikenalnya beberapa bulan!"
TO BE CONTINUED
Hoho. Update sudah selesai! Review ditunggu ya!
