MinYoon oneshoot and drabble collection : Hujan
.
.
.
.
MinYoon
.
.
.
.
Dulu, Min Yoongi sangat suka hujan ketika kecil. Yoongi kecil sangat suka bermain hujan ketika hujan datang, dan harus pulang dengan keadaan basah kuyup, senyum lebar di wajah menggemaskannya, dengan hidung memerah, dan menjadi pilek keesokan harinya, ya bahkan kadang juga demam. Namun, sejak berumur 7 tahun, Yoongi benci hujan. Yoongi takut hujan. Mengapa?
Karena saat itu, hujan besar di rumahnya, yoongi sendirian, dan mati lampu. Dan kebetulan itu malam hari. Kedua orang tuanya ada di Jeju sedang ada acara dan kakanya, Min Yunji masih terjebak hujan di rumah temannya, jadi disinilah Yoongi sendirian dengan kilat menyambar dan hujan deras yang tidak berhenti. Yunji sudah menelepon Yoong agar Yoongi pergi tidur, karena Yunji akan kembali saat hujan sudah reda, karena sangat berbahaya pulang dengan keadaan hujan seperti itu. Yoongi kecilhanya menurut, namun, saat akan tidur tiba tiba lampu mati, dan kilat menyambar. Tentu saja itu menakutkan bagi anak seumur Yoongi kecil, belum lagi ranting ranting pohon yang merefleksikan bayang bayang seram dari jendela yang terkena pantulan cahaya kilat. Dan suara hujan yang mengganggu juga suara suara aneh yang menemani Yoongi. Tentu saja Yoongi menjadi takut hujan.
Terbawa hingga sekarang, yoongi benci hujan. Apalagi jika dia harus sendiri. Yoongi bisa menangis di kamar dan mengurung diri di bawah selimut, atau mencari orang yang bisa menemaninya, seperti saat ini. Yoongi sudah dewasa dan tinggal dengan kekasihnya, Park Jimin. Saat ini hujan turun dengan deras dan kilat menyambar nyambar. Yoongi sudah mengurung dirinya di balik selimut dengan airmata bercucuran membuat wajahnya memerah. Isakannya terdengar kecil ketika terisak disaat Guntur bergema.
"Jiminie hiks" isaknya memanggil nama kekasihnya.
Sekarang sudah pukul sebelas dan kekasihnya belum kembali dari kantor. Biasanya kekasihnya akan kembali lebih awal jika musim hujan, karena Jimin pasti akan memeluk Yoongi ketika hujan turun, lalu menenangkan kekasihnya dan menyanyikan lullaby pengantar tidur untuk kekasih mungilnya itu. Namun sekarang Jimin belum juga sampai dirumah.
Saat suara hujan deras terdengar, tiba tiba suara hp Yoongi berbunyi. Yoongi segera mengambil hpnya dan menjawab teleponnya
"Jiminie hiks" isaknya lagi
'hallo sayang, kamu di rumah kan? Kamu di kamar kan sayang?' Tanya suara si penelepon, park Jimin. Yoongi mengangguk dan menjawab
"hiks iya hiks Jiminie hiks dimana hiks Yoongi takut hiks hiks" isak Yoongi. Jimin menghela nafas sedikti lega
'sebentar ya sayang, aku sedang di jalan, sebentar lagi sampai, tunggu ya sayang jangan menangis, tetap disitu, tunggu aku pulang aku akan segera sampai' kata Jimin. Yoongi kembali mengangguk.
"iya hiks.. hati hati" kata Yoongi.
.
.
.
.
Jimin membanting pintu mobilnya dan dengan tergesa membuka kunci rumahnya, mengunci kembali pintu rumahnya dan melempar tas kerjanya di sofa ruang tamu begitu juga dengan jasnya lalu membuka sepetunya asal di awal dan segera berlari menuju kamarnya dan kekasihnya.
"yoongi" panggil Jimin. Yoongi mengintip dari balik selimut dengan pencahayaan sinar flash dari handphone Jimin.
"Jiminie hiks" kata Yoongi sambil mengulurkan tangannya menanti pelukan Jimin. Jimin tersneyum sedikit lega dan segera menghampiri kekasihnya dan membawa masuk kekasihnya ke dalam pelukannya. Jimin memeluk Yoongi erat menenangkan kekasihnya yang sekarang terisak
"sssttt.. sudah jangan menangis ya sayang, sssttt aku sudah disini, tidak apa apa hm. Tidak ada apa apa, aku sudah disini bersamamu" kata Jimin menenangkan Yoongi sambil mengelus pundak Yoongi menenangkan. Ketika itu, kilat menyambar nyambar lagi dan Guntur bergema. Jimin menutup sebelah kuping Yoongi yang tidak tertutup dengan dadanya dan dengan sebelah tangannya menanangkan Yoongi
"sssttt sudah sudah yaa" Kata Jimin menenangkan yoongi yang berjengit takut. Jimin mengambil selimut dengan kakinya dan menyelimuti tubuh mereka berdua. Jimin mengelus rambut Yoongi dan pundak Yoongi menenangkan Yoongi . Yoongi yang merasa nyaman di pelukan Jimin mulai terbuai dengan elusan Jimin hingga mata sembabnya mulai menutup dan nafasnya menjadi teratur. Min yoongi sudah tertidur di pelukan nyaman kekasihnya. Jimin menunduk sedikit dan mendapati kekasihnya sudah memejamkan mata dan Jimin merasakan nafas teratur kekasihnya. Jimin membenarkan posisi Yoongi agar Yoongi tidak bangun dengan keadaan pegal besok pagi. Jimin tersenyum melihat wajah kekasihnya, lalu mencium kening dan bibir Yoongi dan ikut memejamkan mata tidur.
.
.
END
.
.
.
A/N: Ini pendek yaaaa hehe,, maafkan diriku. Btw, adakah yang liat foto teaser ke dua? Itu MINYOON bro sis haha… senangnya dirikuuuuu… mereka manis banget keren banget. Astagaaaa.. bahagia lah lihatnya ituuuuu.. greget deh sama merekaaaa.. Yoongi juga tetep aja manisssss.. cute ucul lagi banget lah pokoknyaaaaa.. Jiminnya gantengnya gak nahan.. mereka so FUCKING HOT! hehe
