Halo ketemu lagi dengan author FairyConnect! Ini chapter terakhir fanfic ini semoga para readers suka yah..! author ga bisa ngomong apa – apa jadi silahkan membaca para readers!

On With Story~

Chapter 7

Taichi pov

Pada saat hari itu aku berpikir apa kami semua dapat melewati segala fenomena yang dia berikan kepada kita, dan sampai kapan dia akan berhenti melakukan hal seperti ini kepada kita? Kita berlima sudah tidak tahan lagi dengan dia. Apa ada cara untuk menghentikan semua tindakannya? Apa pun caranya agar dia tidak mengganggu lagi..

"hemm.." suara bosanku keluar lagi, ya ampun hari ini tidak melakukan apa – apa lagi, Inaba tidak datang ke rumahku hari ini. Dia merasa terganggu karena kejadian kemarin.. jadi dia ingin berdiam diri di rumahnya.

"hah.. Fuuzen Kazura.." tidak sengaja aku mengeluarkan namanya dari mulutku ini. Aku membalikkan badanku berkali – kali, aku.. benar – benar bosan.

"ara.." suara aneh terdengar di belakang badanku, aku merasa bulu kudukku berdiri, keringat dingin bercucuran.. aku membalikkan badanku dan..

"a-apa maumu?" Tanyaku sinis ke orang itu yang tidak lain adalah Fuuzen Kazura.

"Yaegashi-san, ohayou.. ahh sekarang sudah siang kalau begitu.. Konnichiwa Yaegashi-san" Sapa Fuuzen Kazura dengan matanya yang malas.

"sebenarnya apa maumu? Kenapa kau tiba – tiba ada di kamarku dan bagaimana kau bisa masuk ke sini?" Tanyaku padanya.. aku meremas tanganku menahan untuk memukul orang ini, yang sebenarnya mustahil untuk bisa melawannya.

"aku masuk dengan izin adikmu.. dia membiarkanku untuk masuk ke kamar anda.." aku diam dan mendengarnya saja.. kenapa orang lain bisa tertipu dengan orang ini.

"Yaegashi-san.. bagaimana dengan fenomena kemarin apa kau merasa baikan sekarang?" Tanyanya padaku.

"benar – benar menyakitkan kalau kau merasakan apa yang aku rasakan, tubuhku rasanya ingin hancur. Aku tau kau ingin membuatnya terlihat menarik bagimu, tapi aku tidak akan diam – diam jika kau melakukan hal yang buruk ke yang lain, kau tau membiarkan semua fenomena terjadi di antara berlima kami, itu sudah membuat kepalaku rasanya ingin pecah, jika setiap hari aku harus bertukar jiwa, nafsuku keluar, menjadi anak kecil, menerima transmission dari yang lain sudah membuat kepalaku menjadi lebih buruk lagi." Aku menjelaskan panjang lebar ke dia.

"souka.. aku mengerti bagaimana perasaanmu Yaegashi-san, tapi aku disini tidak akan lama, jadi aku akan memberitahu semuanya ke kau Yaegashi-san.. tentang fenomena ini mungkin akan lebih cepat dibandingkan dengan fenomena yang pernah kalian alami. Fenomena ini akan berakhir sebentar lagi" aku melebarkan mataku tidak percaya, akan berakhir? Semua fenomena yang menggangguku akan berakhir?.

"apa kau benar – benar serius..?" Tanyaku lagi padanya.

"tentu saja, aku tidak pernah berbohong pada kalian.. fenomena ini akan berakhir sesuai dengan ketentuanku.. hal itu akan dimulai dari sekarang" Fuuzen Kazura menghentikan omongannya dan pergi meninggalkan kamarku.

"hah.." setelah menunggu sampai Fuuzen Kazura keluar dari rumahku, aku langsung mengambil handphoneku dan memanggil Inaba.

Kkkrrrr..

"halo? Taichi?"

"ah Inaba.. aku ingin memberitahu sesuatu.. ini tentang fenomena ini, Fuuzen Kazura datang ke rumahku dan memberitahu kalau fenomena ini akan.. HAKKH! Kenapa di saat seperti ini..! akh..!" aku mulai merasakan panas menjalar ke badanku, ini pasti ulah Fuuzen Kazura itu.

"Taichi!? Ada apa!? Kau baik – baik saja!?"

"Akhh.. aku baik – baik saja.. tapi apa kau bisa datang ke rumahku.. sepertinya hal itu akan terjadi lagi.. hah.. hah.." aku terus menghela nafas, sial badanku benar – benar sakit, panas, dan isi seluruh badanku juga rasanya ingin hancur saja..

"hah.. hah.. hah.. kumohon Inaba cepatlah.." aku merasa tidak kuat lagi.. kujatuhkan badanku ke lantai dan terus melihat layar handphoneku.

Inaba pov

"Taichi! Kau masih disana kan? Taichi!? Tunggu aku, Aku akan segera ke rumahmu"

Tidak ada jawaban lagi dari Taichi, apa yang sebenarnya sedang terjadi? Sial aku harus segera ke rumah Taichi sekarang juga. Aku langsung pergi ke luar tanpa pamit ke orang tuaku.. di pikiranku sekarang hanya ada Taichi, aku harus segera menolongnya.. kalau tidak.. kalau tidak..

Drrrr

Suara getar handphone, apa jangan – jangan dari Taichi!

"Halo!? Taichi!?" aku berteriak dengan perasaan gelisah..

"Inaba.. apa kau mendengar transmission dari Taichi.. aku mendengar dia berteriak panas dan terus mengeluarkan namamu, sebenarnya apa yang sedang terjadi Inaba?" itu suara Yui, dia bilang panas.. jangan bilang ini efek seperti kemarin.. jangan bilang..

"Yui? Kau suruh Iori dan Aoki berkumpul di rumah Taichi sekarang juga.. aku juga sedang dalam perjalanan menuju rumahnya.. Taichi tidak menjawab teleponku jadi aku khawatir dan langsung pergi, jadi kumohon cepatlah.." aku memohon ke Yui dengan suara yang gemetar..

"wakatta.. aku dan yang lain akan segera menemui kalian.." Yui mematikan handphonenya dan aku pun melanjutkan lariku menuju stasiun..

Sesampainya di rumah Taichi..

"hah.. hah.. hah.. hah.." aku berlarian sampai sini tanpa berhenti, nafasku terengah – engah, setelah itu aku menekan tombol bel, kutunggu dan yang membuka pintunya adalah Rina-chan.

"Rina-chan? Apa kakamu ada disini?" tanyaku padanya

"emm, oni-chan ada di kamar.. one-chan boleh ke atas.." aku berterimakasih kepadanya dan langsung masuk ke kamarnya Taichi, setelah di dalam kamar Taichi, aku melihat Taichi tergeletak di lantai.. aku melebarkan mataku dan langsung mengangkat kepala Taichi dan memangkunya di pahaku..

"Taichi.." ujarku padanya. Taichi tidak menjawab, setelah kutunggu beberapa menit, Taichi membuka matanya dan melihatku dengan muka yang pucat..

"Inaba? Kenapa lama sekali?"

"maaf.. aku benar – benar minta maaf, Yui dan yang lain akan segera ke sini, Taichi apa kau masih merasakan panas, aku akan membawakan air es.." Tanyaku.. Taichi menggelengkan kepalanya..

"tidak usah, pasti panasnya akan segera hilang, ini efek dari time regression jadi nanti pasti aku akan berubah menjadi anak kecil, kau tidak usah khawatir, oh iya Inaba? Tadi Fuuzen Kazura datang ke sini.." aku melebarkan mataku. Fuuzen Kazura datang kesini.. sudah kuduga dialah dalang kekacauan dari masalah ini, aku langsung menggertakkan gigiku dan meremas baju Taichi..

"apa yang dia katakan?" Tanyaku.

"dia berkata bahwa fenomena ini akan berakhir, tapi aku tidak tau kapan akan berakhir karena Fuuzen Kazura yang menentukan ini semua, Inaba?" aku mendengarnya, Fuuzen Kazura.. Fuuzen Kazura.. aku benar – benar tidak tahan lagi, aku harus bertemu dengannya sekarang juga.. dan meminta pertanggung jawaban darinya..

Normal pov

"Inaba! Kami datang.. apa Taichi tidak apa – apa!?" Tanya Yui khawatir.

"aku tidak tau apa yang sedang terjadi, tapi pasti ini masalah yang sangat serius.." Ujar Aoki.

"Taichi.. kau tidak apa – apa, ouch..! panas sekali.. rasanya tanganku ingin melepuh.. Taichi.." ujar Iori khawatir dengan keadaan Taichi..

"maaf Nagase hah.. hah.. tanganmu jadi sakit gara – gara aku.. Inaba kau juga lebih baik kau menghindar dulu dariku.. pasti nanti aku akan berubah, jadi tenanglah, Inaba..?" Taichi heran dengan Inaba yang daritadi diam saja tidak bersuara..

"Inaban.. I-Inaban! Tanganmu melepuh..! Yui, cepat ambilkan perban!" Iori terkejut dengan kondisi tangan Inaba yang sudah memerah, setelah mendengar itu Inaba melihat tangannya.

"aku tidak apa – apa, ini tidak sebanding dengan Taichi yang sedang kesakitan seperti ini.. aku tidak akan meninggalkan Taichi kemana – mana, aku akan terus di sampingnya, sampai Taichi tidak kesakitan lagi" ujar Inaba lalu meletakkan tangannya lagi di dahi Taichi.

"tapi kalau seperti ini terus, lukamu itu akan berbekas, cepatlah Inaban!" seru Iori, tetapi Inaba tetap menghiraukan Iori.

"hah.. Aoki..! tolong tarik Inaban dari Taichi..!" seru Iori ke Aoki..

"tapi Iori-chan, Inaba-chan.. baiklah.." Aoki langsung berdiri di belakang Inaba dan memegang tangannya dan mulai menariknya dengajn sekuat tenaga..

"A-Aoki! Apa yang kau lakukan!? Lepaskan aku..! apa kau tidak lihat kalau Taichi sedang kesakitan!?" teriak Inaba memberontak, Iori sudah tidak tahan dengan Inaba, Iori mendekati wajah Inaba dan..

PLAKK

Iori menampar Inaba dengan keras di pipi kirinya.

"Inaba! Apa kau mengerti!? Taichi tidak apa – apa, dia hanya mengalami time regression saja, dia tidak sedang di dekat kematian.. kau tidak boleh menyakiti dirimu sendiri Inaban.. sekarang perlihatkan tanganmu.." Iori memegang tangannya, terdengar suara 'ouch!' dari Inaba, tangan kanan Inaba sudah melepuh sampai ke sikunya, sedangkan tangan kirinya melepuh di bagian telapak tangannya saja

"lihat.. ini gara – gara kau ceroboh Inaban" ujar Iori membelitkan perban di tangannya.

"hah.. hah.. hah.. sial.. kenapa lama sekali.. Fuuzen Kazura.. Fuuzen Kazura.. apa ini tujuanmu? Sekarang giliranku untuk mengalami ini semua ini yah.. hah.. hah.. panas.. akhh!" Taichi memegang dahinya yang tidak disangka membuat tangannya memerah..

"Taichi.. cih! Aku pergi dulu.." ujar Inaba bangun dari duduknya.

"kau mau kemana Inaban?" Tanya Iori.

"ke Fuuzen Kazura.. aku akan membunuhnya.." ujar Inaba dengan matanya yang kelihatan sadis.

"Inaba-chan kau tidak bisa melakukan itu!" Seru Aoki mencegah Inaba.

"kenapa?" Tanya Inaba sinis.

"jika kau melakukan itu, yang terbunuh bukanlah Fuuzen Kazura melainkan Gossan.. Gossan hanya dirasuki Fuuzen Kazura saja Inaban, kalau kau melakukan itu maka-"

"aku tidak peduli, aku akan membunuh semua orang yang dirasuki Fuuzen Kazura sampai aku tidak mendengar suaranya lagi"

"Inaba!" Taichi bangun lalu mendekati Inaba "kau mau kemana? Kau tidak boleh kemana – mana" ujar Taichi.

"kau juga ingin mencegahku Taichi.. aku melakukan ini untuk kebaikanmu, kebaikan Iori, Yui, Aoki dan untuk kebaikanku juga! Kenapa kau sama sekali tidak mengerti aku Taichi! Aku ingin melindungimu.. untuk melakukan itu aku harus membunuh Fuuzen Kazu-"

"dan.. bagaimana kalau di antara kita ada yang dirasukinya.. apa yang akan kau lakukan?" Tanya Taichi dengan keringat bercucuran dan badannya yang memerah.

"aku.. aku.. aku.. aku akan… membunuh… kalian juga.." Inaba mengatakannya dengan suara gemetar juga. Iori, Yui, dan Aoki terkejut dengan perkataan Inaba.

"souka.. jadi kalau aku dirasukinya.. kau juga akan membunuhku? Kau sudah mengatakannya dengan jelas Inaba.." ujar Taichi.

"ada apa denganmu? Aku tidak mengerti.. cih..!" Inaba langsung berlari meninggalkan kamar Taichi..

"Inaban..! gawat Taichi, dia akan membunuh Gossan kalau begini caranya!" Teriak Iori

"Inaba.. Ekhh!" Taichi sudah tidak kuat lagi lalu terjatuh ke lantai.

"Taichi! Eh? Taichi kau berubah! Kenapa harus sekarang? Inaba pasti sekarang sedang mencari Gossan, apa yang harus kita lakukan?" Iori menundukkan kepalanya.

"Iori-onechan?" suara Taichi terdengar di telinga Iori.

"Taichi-kun, berapa umurmu?" Tanya Iori

"10.. Iori-onechan punya masalah.. jika ada aku bisa membantumu." jawab Taichi(10) khawatir

"kau benar – benar seperti Taichi.. benar.. aku tidak bisa putus asa sekarang.. aku harus menghentikan Inaban.. Yui dan Aoki pasti sekarang sedang mengejar Inaban, jadi Taichi-kun, apa kau bisa membantu Iori-onechan mencari Inaba-onechan?" Iori bertanya kepada Taichi(10) dengan senyuman kecil di wajahnya.

"serahkan saja padaku!" teriak Taichi(10) dengan semangat.

Inaba Place

"Dimana? dimana? dimana? Dimana kau, Fuuzen Kazura?" Inaba terus berjalan tanpa melihat arah, sesampainya di suatu taman dekat Yamaboshi High School, Inaba melihat sesosok orang yang mirip dengan Gossan, Inaba mengambil sebuah pipa besi di tempat sampah di sampingnya, dan mulai berjalan ke arah orang itu, sampai di dekat orang itu lalu..

DUAGHH

Sesaat orang tersebut terjatuh dan tergeletak di tanah dengan darah mengalir di kepalanya, pipa yang dipegang Inaba pun penuh oleh darah. Ketika Inaba menyelidiki orang yang pingsan itu, ternyata orang tersebut bukan Gossan, Inaba yang mengetahuinya langsung membulatkan matanya.

"bukan.. bukan dia.. lalu dimana dia? Sial.. sial.. SIAL!" Inaba langsung terduduk dan terus mengatakan sial berulang kali.. setelah beberapa menit Inaba bangun dan terlihat matanya sudah berair..

"cih..! FUUZEN KAZURA! KAU MENDENGARKU, AKU.. AKU BENAR – BENAR MEMBENCIMU.. SANGAT.. SANGAT! AKU INGIN MEMBUNUHMU..! AKU INGIN KAU MERASAKAN APA YANG KURASAKAN..! KELUARLAH FUUZEN KAZURA!" Inaba berteriak sekuat tenaga sampai suaranya habis, lalu ada seorang bayangan di belakangnya..

"ara.. sepertinya kau sudah tidak bisa menahan nafsumu yah, Inaba-san.." ujar seseorang di belakangnya.

"HAH!?" Inaba terkejut lalu mundur beberapa langkah.

"Fuuzen Kazura.." Inaba langsung mempersiapkan pipa besi di tangannya.

"Inaba-san.. apa kau serius akan membunuhku? Sampai kau membunuh seseorang yang tidak berdosa ini.."

"BERISIK! Ini semua salahmu sampai aku melakukan hal ini.. aku benar – benar serius akan membunuhmu"

"jaa, kalau kau ingin membunuhku, akan kuberitahu kau satu hal.. Fuuzen Kazura bukanlah manusia.. kami adalah sebuah spesies yang tidak diketahui peneliti sekalipun, kami mengambil alih tubuh manusia.. dan mengontrolnya sesuka hati.. bisa dibilang spesies kami itu adalah roh.. jadi kutanya sekali lagi Inaba-san.. apa kau yakin akan membunuhku yang sebuah roh yang tidak bisa disentuh dan tidak bisa dilihat sama sekali, yang hanya mengambil alih tubuh manusia.. apa kau yakin?" Tanya Fuuzen Kazura.

"aku.. aku akan melakukan apa pun agar kau tidak muncul lagi di kehidupanku, walaupun kau hanya sabatas roh, aku akan tetap mencarimu sampai kau menghilang dari dunia ini. AKU-" tiba – tiba pandangan Inaba menghilang dan muncul kembali di tempat yang berbeda.

"kenapa?" Tanya Inaba bingung.

"Yui, kau tidak apa – apa? Tiba – tiba saja kau diam.." Tanya Aoki khawatir

"Aoki.. dia.. dia melarikan diri lagi.. Sial!" gerutu Inaba jengkel.

"Yui.. kau kenapa? Ja-jangan – jangan kau.. INABA-CHAN?" teriak Aoki

"hem.."

"Inaba-chan.. yokatta akhirnya ketemu juga kau.. berarti Yui sekarang ada di badanmu Inaba-chan?" Tanya Aoki

"hem.. aku akan kesana lagi.." Inaba(Yui) langsung berlari ke tempat Fuuzen Kazura

"I-Inaba-chan!?" seru Aoki mengejar Inaba(Yui)

Yui Place

"apa yang terjadi? Kenapa ada seseorang yang berlumuran darah di sini? Fuuzen Kazura, sebenarnya apa yang sedang terjadi!?"

"soal itu, lebih baik kalau kau menanyakannya saja kepada Inaba-san"

"Inaba? Jangan – jangan orang ini Inaba yang.. Inaba, apa yang kau lakukan?" Yui(Inaba) hanya diam saja.

"sebaiknya hal ini aku katakan kepada Kiriyama-san saja.."

"apa yang ingin kau katakan?"

"fenomena ini sudah berakhir sekarang.. badanmu akan kembali setelah Inaba-san datang kesini, sebelum Inaba-san datang aku akan memperbaiki hal ini dulu" Fuuzen Kazura mendekati orang yang tergeletak dan meletakkan tangannya di daerah yang terluka, seketika cahaya muncul dan darahnya kembali ke kepalanya sampai darah tersebut tidak tersisa, Yui yang tidak percaya langsung membulatkan matanya..

"kau.. kenapa bisa?" Yui hanya diam berisi pertanyaan.. setelah itu Fuuzen Kazura berdiri dengan tatapan kosong. Sesaat orang tersebut bangun dan melihat keadaan sekitar dengan bingung

"aku tadi sedang apa yah?" orang itu langsung pergi meninggalkan tempat itu.

"kau.. sebenarnya makhluk apa?" Tanya Yui(Inaba)

"aku.. aku hanya spesies yang menginginkan sesuatu yang menarik, itu saja.. sampai jumpa Kiriyama-san.."

"sa-sampai jumpa.. hei tunggu!"

"ah~ juga titipkan salamku untuk Inaba-san, bilang padanya kalau manusia tidak akan bisa membunuh sebuah roh, ah~ dan untuk Nagase-san dan Aoki-san, dan berikan permohonan maafku untuk Yaegashi-san karena sudah membuatnya menderita seharian." Ujar Fuuzen Kazura dan mukanya langsung berubah ekspresi.

"are, kenapa aku bisa disini? Oh~ Inaba, apa yang kau lakukan di tempat seperti ini?" Tanya Gossan yang sudah kembali ke kesadarannya sendiri

"Gossan.." ujar Yui(Inaba)

"Gossan? I-naba, apa kau sedang sakit? Baru kali ini aku dipanggil seperti itu.. hik.. hik.." ujar Gossan berurai air mata

"hah!" tiba – tiba pandangan Yui(Inaba) berubah.

"hah? Tadi kau bilang apa AKHH!" tiba – tiba Inaba melingkari dua tangannya di leher Gossan.

"hari ini aku benar – benar sangat kesal! Rasanya aku ingin membunuh seseorang hari ini!" Teriak Inaba sambil mencekik leher Gossan. Lalu Yui datang bersama Aoki

"Inaba!" teriak Yui

"Inaba-chan, apa yang kau lakukan kepada Gossan, wuah kasian sekali" ujar Aoki diam melihati Gossan yang sedang dicekik

"APA AKU MELAKUKAN KESALAHAN INABA? KALIAN BERDUA JANGAN DIAM SAJA CEPAT TOLONG AKU"

"BANYAK! Banyak sekali rasanya aku ingin memuntahkannya sekarang juga"

"Inaba!" "Inaban!" teriak Taichi dan Iori

"Taichi.." ujar Inaba.

"HOEK!" Inaba langsung melepaskan jeratan lehernya dan mendorong Gossan ke pinggir.

"INABA, APA ITU SIFATMU TERHADAP GURUMU HAH!?" Teriak Gossan membantah

"hah?" Inaba menoleh ke Gossan dengan pandangan membunuh.

"maafkan aku.." Gossan langsung meminta maaf, ketakutan dengan mata Inaba

"Taichi.. kau tidak apa – apa?" Tanya Inaba

"hem.. aku tidak apa – apa, aku baru saja kembali dari time regressionku, hem.. anak baik.. anak baik" Taichi mengelus kepala, tiba – tiba Inaba mengeluarkan air mata, dan langsung memeluk Taichi dengan erat..

"hik.. hik.. hik.. maafkan aku.. maaf.. maaf" Inaba langsung menangis dengan keras, dan Taichi pun memeluk Inaba dengan erat.

"heh? Apa aku ketinggalan sesuatu?" Tanya Gossan bingung.

Keesokan harinya

"sudah tidak ada tanda – tanda fenomena dari dia lagi, kita benar – benar sudah bebas lagi darinya!" seru Iori mengangkat tangannya ke atas.

"itu benar Iori-chan, kita sudah bebas!" seru Aoki mengangkat tangannya ke atas juga.

"kalian.. apa kalian bisa diam tidak? Malu tau kita dilihati oleh pelanggan lain" ujar Yui sambil melihati orang – orang yang melihat tingkah Iori dan Aoki.

"biarkan saja mereka, lagipula ini waktunya kita untuk bersantai kan?" Tanya Inaba

"ya.. waktu liburan kita tinggal 1 minggu lagi.. jadi biarkan saja mereka seperti itu"

"baiklah, Inaba kau tidak memikirkan dia lagi kan?" Tanya Yui

"memikirkannya? Untuk apa aku memikirkan dia? Tapi hanya satu hal, 'kau tidak bisa membunuh sebuah roh', aku masih penasaran roh seperti apa dia? Roh yang bisa menyembuhkan luka parah, sampai bisa menghidupkan orang mati menjadi hidup lagi dengan kondisi hilang ingatan" pikir Inaba.

"itu benar, tapi saat dia pergi dia mengatakan sampai jumpa, berarti suatu saat dia akan datang lagi kan?" Tanya Yui

"hem itu benar.." ujar Inaba

"tenang saja.. asalkan kita berlima.. fenomena apapun yang dia berikan pasti akan kita hadapi.. ya kan teman – teman?" Tanya Taichi

"tentu saja!" jawab mereka serentak.

"baiklah, sebagai ketua CRC Club, aku akan mengatakan, AYO BERPESTA!" sorak Iori.

"Iori! Sudah kubilang jangan teriak!" "kau juga teriak Yui.." "BERISIK!" "hahaha"

Semuanya berjalan dengan lancar. Ya semuanya, asalkan kita berlima pasti apapun akan kita hadapi, aku yakin itu. Fuuzen Kazura yang tidak diketahui keberadaannya pun pasti.. dia akan datang menemui kita lagi. Tapi sudah kubilang pasti kita semua bisa menghadapinya, apapun halangan yang akan menghampiri kita lagi.

OWARI

Selesai! Kokoro Connect Random Redo sudah selesai..! masih belum tau mau bikin sequel atau ga.. kita lihat saja nanti, kayaknya ini lebih menuju Friendship daripada romance, author akan ganti genrenya, author tunggu review dari para readersnya yah.