PRINCESS'S STORY
.
AQUARYOUNG21
.
FAMILY, ROMANCE, FRIENDSHIP, HURT/COMFORT
.
CAST
SM FAMILY, GS for UKE
.
.
.
PRINCESS'S STORY CHAPTER 7
.
.
Krystal, gadis itu melangkah pelan menuju sebuah florist. Tempat pertama dia melihat yeojachingu dari namja yang akan menjadi tunangannya kurang dari seminggu lagi. Sejujurnya dia sedikit gemetar.
Bell berbunyi saat dia masuk ke toko itu.
"annyeong"ucapnya.
"ah Taemin~ tolong layani tamu itu" ucap seseorang. Dan benar seorang yeoja berambut sebahu tersenyum hangat kepadanya.
"anyyeong haseyo, ada yang bisa saya bantu?" Krystal tertegun dengan keramahan yang diberikan yeoja itu.
Bisakah aku melakukan ini terhadap dia? Batinnya berseru.
"aku butuh bunga.." ucap Krystal ragu. Yeoja itu kembali tersenyum.
"kami punya banyak bunga di sini, nona mau yang mana?"
Krystal menggaruk keningnya pelan. Ia Nampak kebingungan.
"aku tidak tahu bunga.. bisakah kau menunjukkan bunga yang baik?" Tanya Krystal. Yeoja itu tersenyum kembali.
"mian.. kalau boleh saya tahu, bunganya akan diberikan dalam rangka apa?"
"eum.. aku ingin bunga yang bisa menyampaikan sebuah perasaan yang tulus" ucap Krystal.
"eum kau bisa gunakan mawar, biasanya mawar menjadi lambang kasih sayang dan cinta, untuk menyatakan perasaan yang tulus kau bisa pilih bunga mawar putih" ucap yeoja itu –Taemin-. Krystal mengangguk pelan.
"atau, kalau menurutmu mawar terlalu umum, kau bisa pilih bunga anggrek yang melambangkan kecantikan, perhatian, cinta dan kasih sayang. Biasanya bunga anggrek memiliki 2 tujuan, kau ingin menyampaikan kepada orang yang menerima bunga itu kalau dia adalah hal terindah yang pernah kau temui atau kau ingin menyatakan kalau kau sedang mencoba menjadi orang yang dicintainya"
Krystal terdiam saat Taemin mengatakan 'mencoba menjadi orang yang dincintainya' hal yang sedang dia lakukan saat ini. Krystal menatap Taemin.
Apa aku bisa menjadi orang itu? apa aku bisa menggantikan posisimu di hatinya? Batin Krystal berucap.
"Kau bisa pilih warna pink atau putih. Pink artinya kasih sayang yang murni sedangkan putih melambangkan kelembutan, kebaikan, dan kemurnian"lanjutnya lagi.
Krystal tertegun mendengar penjelasan Taemin yang begitu fasih. Setelah lama berdiam.
"rangkaikan untukku anggrek pink dan putih itu"
"baiklah"
Gadis itu menuju belakang meja rangkainya dan Krystal memperhatikannya dengan seksama.
Kau terlalu sempurna untuk bisa ku gantikan, maafkan aku. Ini salahku, aku tergelincir dalam permainan ini.
.
.
Choi Siwon.
Begitulah nama yang tertera pada papan di depan meja kerja gedung tinggi berlabel Hyundai itu. Di atasnya sudah ada beberapa lembar foto hasil jepretan mata –matanya. Di depan meja itu tengah berdiri seorang pria paruh baya yang bertag Kim Jong Woon.
"sekertaris Kim.." ucap pria yang duduk di belakang meja kerja itu.
"ada apa sajangnim?"
Pria yang duduk itu menunjuk foto yang ada di atas mejanya. Pria yang berdiri paham sekali maksud dari atasannya itu.
"mianhae.. saya akan memberi tahu Jongin tentang ini sajangnim, dia sudah sangat keterlaluan sekarang"
"ani ani, jangan terlalu keras padanya. Mungkin putri ku juga sudah terlalu melampaui batasnya"
Tuan Choi tersenyum sarkastis.
"dia .. aku merasa dibandingkan Minho, dialah yang paling mirip denganku. Karena itu aku selalu keras padanya. Dan kali ini aku akan melakukan hal yang sama dengan yang aku lakukan seperti biasanya, aku akan sangat keras padanya kali ini" ucap tuan Choi dengan seringaian terukir jelas di wajahnya.
.
.
Jongin memasuki rumahnya dengan senyuman yang tak pernah luntur. Di dalamnya sudah ada sang ayah tengah duduk dengan secangkir teh menemaninya.
"aku pulang ayah" ucap Jongin.
"sepertinya kau sedang senang?" Tanya tuan Kim. Jongin mengangguk mengiyakan. "apa yang membuatmu senang? Ku harap hal yang membuatmu senang adalah hal yang benar" ucap tuan Kim. Jongin menautkan kedua alisnya bingung mendengar ucapan appanya itu.
"maksud appa apa?" Tanya Jongin. Tuan Kim menghela nafas pelan. "apa ada masalah appa?"
"yah, appa baru saja mendapat kabar kalau anak semata wayang appa membuat masalah lagi" ucap tuan Kim. Jongin kembali menunjukkan ekspresi bingungnya.
"maksud appa? Aku tidak mengerti" Tanya Jongin.
Tuan Kim menghadap ke arah Jongin. Menatap wajah putranya itu.
"berapa kali lagi aku harus katakan? Kenapa kau masih berani mendekati Joonmyeon?"
Jongin sekarang tahu.
"appa.. tapi,"
"Jongin, kau tahu seperti apa tuan Choi, dengan mendekati Joonmyeon sama saja kau menambahkan beban padanya. Tuan Choi takkan suka hal ini"
"apa Kyungsoo cerita ke appa?"
"aniyo, gadis itu tidak menceritakan apapun. Tuan Choi sendiri yang mengatakannya.. dan apa kau tahu? Tuan Choi akan bersikap lebih keras pada Joonmyeon, dan hal itu akan semakin menyakiti Joonmyeon jadi,"
"appa.. jika tuan Choi tak menyetujui hubungan kami hanya karena aku anak seorang bawahan, aku akan tunjukkan nanti aku akan datang padanya sebagai seorang CEO dengan sebuah perusahaan besar dan di hari itu aku juga akan melamar Joonmyeon, jangan minta aku untuk meninggalkannya lagi appa" potong Jongin lalu pergi menuju kamarnya. Tuan Kim mengusap wajahnya frustasi.
"kau hanya tidak tahu, sikapmu akan menyulitkan Joonmyeon nak"
.
.
"hai Minnie~" ucap Minho saat matanya menangkap sosok Taemin. Taemin berjalan pelan dan memeluk Minho. "apa kau sangat merindukanku?" Tanya Minho. Taemin menggeleng pelan.
"entahlah, aku hanya sangat merindukanmu akhir akhir ini. Aku merasa gelisah, seakan kau akan pergi jauh dariku" ucap Taemin. Gadis itu mengeratkan pelukannya pada Minho. Perasaan Taemin sangat peka. Entah sampai kapan Minho harus berbohong kepadanya.
"eum.. Minnie sampai kapan kita berdiri di sini? Kita makan?"
"baiklah"
"jja.. naiklah ke mobilku"
Minho membukakan pintu mobilnya untuk Taemin. Dan gadis itu masuk tanpa ragu.
"siap berangkat?" Tanya Minho dan Taemin mengangguk.
"tapi, sejak kapan kau membeli bunga?" ucap Taemin seraya menunjuk sebuah karangan bunga anggrek pink-putih di jok belakang. Minho tersenyum gugup.
"eomma.. itu punya eommaku" ucap Minho seraya menggaruk tengkuk belakangnya. Taemin mengangguk mengerti.
Aku seperti mengenal rangkaian itu. ucap batin Taemin.
"jadi kau siap berangkat?" Tanya Minho lagi. Taemin tersenyum seraya mengangguk. "kau mau makan apa?"
"apapun.. ah aku sangat lapar"
"baiklah.. aku sedang ingin makan makanan jepang, kau?"
"aku ikut denganmu"ucap Taemin seraya tersenyum manis. Minho ikut tersenyum juga mengelus tangan yeoja manis itu sebelum menyalakan mesin mobilnya. Dan mobil itu melaju meninggalkan toko bunga yang sempat menjadi tempat bersinggahnya sebentar.
.
.
Joonmyeon kini tengah duduk di sebuah kafetaria dengan Jongin di hadapannya. Joonmyeon tersenyum menatap Jongin sementara Jongin menatap Joonmyeon intens. Joonmyeon merasa malam ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan.
"benarkah ini kenyataan?" Tanya Joonmyeon pelan. Jongin mengangguk mengiyakan tanpa memalingkan pandangannya dari wajah Joonmyeon.
"benarkah ini dirimu? Kim Jongin, orang yang sedang menatap ku, mengenggam tanganku, orang yang sedang berada di hadapanku? Benarkah kau Kim Jongin?"
"dan benarkah kau Choi Joonmyeon? Seseorang yang sedang ku tatap, seseorang yang tangannya sedang ku genggam, orang yang kini berada di hadapanku? Benarkah kau Choi Joonmyeon?"
Joonmyeon tertawa kecil. Mereka menghabiskan malam itu hanya dengan saling menatap dan menggenggam tangan.
"kau lihat di sana, mereka sangat bahagia.. apa kau tidak merasa cemburu?" ucap Kris dari kejauhan. Dia bersama kyungsoo, melihat pasangan Joonmyeon –Jongin di café sebrang. Kyungsoo hanya terdiam. Dia sebenarnya tak bisa membohongi hatinya.
"Kris.. kenapa aku sangat bodoh? Aku selalu menyuruhnya untuk mengejar Joonmyeon, menyatakan perasaannya pada Joonmyeon. Kenapa sekarang aku menyesal? Aku tak bisa menyatakan perasaanku sendiri" ucap Kyungsoo pelan. Matanya tak lepas dari kebahagiaan yang ada di seberang sana.
"aku mengerti perasaanmu.."
"tapi Kris, jangan berpikir karena aku sakit melihat mereka bersama itu artinya aku akan ikut denganmu memisahkan mereka, kau salah" ucap Kyungsoo menatap Kris. Gadis itu segera berdiri dari kursinya. "aku tahu rasanya tak bisa bersama dengan orang yang ku cintai, dan aku tak ingin Jongin merasakannya" ucap Kyungsoo. Kris terdiam.
"bagaimana mungkin kau berkata seperti itu?" ucap Kris.
"aku bisa karena aku terbiasa"
.
.
Dunia malam Seoul seperti telah menjadi bagian dari nona Byun. Malam ini dia datang seorang diri ke club milik kekasihnya Park Chanyeol.
"Chanboo~" ucapnya.
"hai Baekbee.." Chanyeol segera merangkul Baekhyun mengecup kening gadis itu singkat.
"kemana DJ mu?" Tanya Baekhyun begitu tak mendapati sosok Kris dibalik meja DJ. Chanyeol menatap Baekhyun yang entah maknanya apa. "mwo? Kau masih berpikir aku dan Kris punya hubungan?" ucap Baekhyun sedikit kesal dengan cara Chanyeol menatapnya.
"aniya, justru aku mau Tanya apa yang terjadi? Dan biasanya kau bersama Joonmyeon, kemana dia?" Tanya Chanyeol. Baekhyun menggembungkan pipinya.
"Joonmyeon dilarang pergi ke club lagi, huh~ apa Kris berhenti men-DJ ada hubungannya dengan Joonmyeon?" Tanya Baekhyun. Chanyeol membelalakkan matanya.
"kenapa jadi ke Joonmyeon?" Tanya nya.
"kau tahu, aku rasa Kris benar –benar menyukai Joonmyeon.. yah, pasti sekarang dia patah hati"
"mwo? Rasanya tak mungkin seorang Kris patah hati karena seorang gadis? Well, meskipun Joonmyeon memang yah~ she's hot"
Baekhyun melepaskan rangkulan Chanyeol dan menatap namja jangkung itu tajam!
"apa maksud perkataanmu Park Chanyeol?! Bagaimana mungkin kau bisa memuji yeoja lain di depan yeojachingu mu?!" seru Baekhyun berapi –api. Chanyeol tersenyum jahil.
"jujur saja Baekbee, dulu aku mengincar Joonmyeon makanya aku mendekati Sulli itu" ucap Chanyeol santai. Dia tidak tahu ada gunung api yang siap meletus dalam diri Baekhyun. Meskipun Joonmyeon sahabat baiknya, Baekhyun tak rela kalau Chanyeol menyukainya. Bukan karena Baekhyun takut kalah cantik disbanding Joonmyeon bukan. Hanya saja, hell ya! Joonmyeon sahabatnya. Park Chanyeol pastilah sudah gila! Umpatnya dalam hati.
"tapi kemudian hatiku tertaut pada gadis berambut brunette yang selalu berdiri di samping Joonmyeon.. dia yang memiliki semua yang ada pada diriku sekarang" ucap Chanyeol. Wajahnya di dekatkan ke wajah Baekhyun dan mengecup lembut bibir yeoja itu. Baekhyun kembali tersenyum.
"dasar pasangan mesum"
Sebuah suara menginterupsi kegiatan mereka. Dia Kris. Penampilannya sangat buruk.
"kau habis dari mana?" Tanya Chanyeol.
"menemui seseorang"
Kemudian Kris duduk di meja bar dan seperti biasa meminta Chen memberikan minuman kesukaannya.
"apa yang terjadi padamu bro?" Tanya Chanyeol. Kris hanya diam menatap kosong pada gelasnya.
"apa soal Joonmyeon?" Tanya Baekhyun kali ini. Kris tersenyum kecut.
"bisakah kau tidak membahas tentang dia? Aku membencinya" ucap Kris datar dan dingin. Baekhyun diam seketika. Yang dilihatnya bukan Kris yang biasanya. Kris terlihat menyeramkan.
"kalau kau benar benar menyukainya, berjuanglah bro.. buat dia menyukaimu"ucap Chanyeol menepuk bahu Kris.
"siapa yang menyukainya? Aku membencinya"
"kau bukan membencinya, kau membenci dirimu sendiri karena tak bisa mendapatkannya" ucap Baekhyun pedas.
.
.
Dari sore hari Minho harus sibuk menemani Krystal jalan jalan untuk mencari kebutuhan untuk pesta pertunangan mereka.
"aku tahu, kau tak menyukai hal ini. Tapi bisakah kau focus sebentar saja? Taruhlah handphone mu sebentar sampai kita menyelesaikan list ini" ucap Krystal menunjuk list yang dipegangnya. Minho menatapnya malas dan dengan berat hati dia memasukkan ponselnya ke dalam saku jasnya. Dia hanya diam membuntuti Krystal. Selang 2 jam kemudian list itu selesai dan kebetulan waktu menunjukkan jam makan malam.
"mian, aku ada janji dengan.."
"yeojachingumu? Pergilah, aku bisa makan sendiri" ucap Krystal pelan. Yang entah kenapa membuat Minho malah diam tak bergeming di tempatnya. Nada bicara Krystal tidak terdengar seperti Krystal biasanya. Ada yang berbeda dari aura yang Krystal keluarkan hari ini. Dia terlihat sangat tertekan. Entahlah Minho merasa seperti itu.
To: Minnie
Mianhae Minnie, ku rasa aku tak bisa menemanimu makan malam kali ini. Aku belum selesai dengan urusanku, tak apa kan?
Krystal menatap heran Minho yang tak bergeming di tempatnya dan malah sibuk dengan ponselnya. Biasanya dia akan meninggalkannya begitu saja jika sudah berhubungan dengan yeojachingu nya itu. Ponsel Minho bergetar dan ada sebuah pesan masuk balasan dari Taemin.
From: Minnie
Gwaenchana^^ aku akan pergi dengan Gwiboon kalau begitu
Minho tersenyum. Taemin wanita terbaik yang pernah dia temui. Ia menaruh ponselnya ke saku lagi dan menatap Krystal.
"arraseo. Kau mau makan apa malam ini?" Tanya Minho. Krystal tertegun dengan ucapan Minho. Apa benar barusan Minho bertanya padanya.
"mwo?" ucap Krystal dengan ekspresi kagetnya yang sangat cantik. Minho tersenyum samar.
"kenapa reaksimu begitu? Ya, ku pikir bukan hal buruk menemanimu makan, kajja" ucap Minho mendahului langkah nya. Krystal masih diam di tempatnya namun beberapa saat dia segera tersenyum lembut.
Apa jalan untukku mulai terbuka? Batin Krystal bertanya.
.
.
Joonmyeon dan Jongin tengah duduk di sebuah kursi taman yang letaknya tak jauh dari rumah Joonmyeon. Mereka hanya diam menikmati pemandangan lalu lalang orang di jalan. Joonmyeon sesekali tersenyum saat dirinya menyadari yang ada di sampingnya adalah Jongin. Joonmyeon merasa dirinya hampir gila karenanya.
"apa yang membuatmu tersenyum?" Tanya Jongin pelan. Joonmyeon menatap Jongin lekat. Dan ketika mata mereka bertemu Joonmyeon merasakan ada ribuan volt listrik yang menyengatnya.
"jangan menatapku seperti itu" ucap Joonmyeon. Jongin tersenyum.
"aku suka menatapmu, mataku suka mengabadikan sosokmu, neomu johahae"
"nado.."
Saat mereka tengah terhanyut dengan dunia mereka 2 orang dengan setelan serba hitam menghampiri mereka.
"mianhae nona, kau harus ikut kami"ucap mereka. Joonmyeon mendesah pelan.
"selalu seperti ini, apa appa yang menyuruhmu?" Tanya Joonmyeon dingin dan keduanya mengangguk. Joonmyeon menghela nafas pelan. "baiklah, Jongin, aku pulang dulu.. besok kita bertemu lagi, annyeong"
Joonmyeon berdiri dari duduknya dan ikut langkah kedua pria berstelan hitam tersebut. Jongin menatap punggung Joonmyeon dengan perasaan khawatir.
"aku merasa kau akan pergi lama Joon" ucap Jongin pelan dan tersengar lirih.
TBC
Fyuhhh update.. aku jadi bingung ngeeeeeengggg~~~
Kayaknya banyakan yang minta krisho yaa hmhmhmmm, tapi gengs aku jadi makin bingung haha-_-v nantilah gampang wkwk XD
Big thanks for
Cho Sun Yoo, jimae407203, haeyeolhun, KrisHo WonKyu, Junmyunyifan, RubikLuhan, Mr. Jongin albino, DragonAqua, mitchi, AimiGuardian's, PikaaChuu, placeholderlittlegirl, nuguseyo, sendal jepit yang udah nge review, aku bingung mau balesnya gimana {} thanks yaa kalian luar biasa~~~~
