Hii…I'm back again setelah bertapa selama seabad,haha #lebay -_-
Happy reading ^_^
Previous Chapter :
Yeoja itu pun menolehkan kepalanya ke samping dan bertemu pandang dengan mata rubah milik Kai.
"Nado saranghae."
Kata-kata Kyungsoo juga berupa bisikan namun masih bisa didengar oleh namja tampan itu. Dan entah siapa yang memulai kini bibir mereka bertemu kembali dalam sebuah ciuman. Baik Kyungsoo maupun Kai begitu larut dalam ciuman itu. Bukan ciuman penuh nafsu melainkan ciuman untuk mengatakan bahwa mereka akan sangat merindukan satu sama lain.
Mereka masih terlarut sebelum sebuah pengumuman dari pengeras suara yang mengatakan bahwa penumpang tujuan Amerika harus segera memasuki pesawat menyadarkan mereka hingga akhirnya mereka pun melepaskan tautan bibir mereka.
Namun Kai belum melepaskan Kyungsoo, namja itu mendekatkan kepalanya hingga dahinya melekat pada dahi Kyungsoo dan berkata,
"I'm gonna miss you."
"I'm gonna miss you too."
Dikecupnya lagi bibir kekasihnya sekilas sebelum akhirnya namja itu bangkit berdiri dan beranjak dari sana. Sehun menyusul Kai setelah sebelumnya juga memberikan kecupan dibibir Luhan.
.
.
Chapter Tujuh : Beautiful
.
.
"Kyungie~ "
Kyungsoo mengangkat kepalanya dan mengalihkan tatapannya dari buku yang sedang dibacanya. Dilihatnya kepala Baekhyun muncul diambang pintu kamarnya.
"Baekhie, masuklah." Kata Kyungsoo.
Baekhyun masuk ke dalam kamar Kyungsoo dan duduk di ranjang yeoja itu, disebelah pemiliknya yang kini telah merubah posisinya menjadi duduk.
"Wae?" Tanya Baekhyun.
"Mworago?"
"This sad face." Baekhyun menjawab sambil mencubit pipi sahabatnya.
"Appo!" Kyungsoo mengadu kesakitan.
"Ap—siapa penyebabnya? Kkamjong?"
Kyungsoo mengangguk.
"Ada apa lagi dengannya?"
Baekhyun bertanya lagi, kali ini dengan nada sedikit tinggi.
"Ani…ani." Kyungsoo mencoba menenangkan sahabatnya. "Tidak ada apa-apa, hanya Jongin…dia sedang ke Amerika."
Baekyun memeluk Kyungsoo.
"Omona~ jadi sahabatku ini sedang bersedih karena ditinggal kekasihnya."
Kyungsoo langsung melepaskan pelukan Baekhyun.
"Aku tidak bersedih."
"Jinjjayo?"
Kyungsoo menganggukkan kepalanya.
Baekhyun tidak berkata lagi hanya menatap sahabatnya dengan pandangan tidak percaya.
Akhirnya Kyungsoo menyerah dan berkata,
"Hmmm, ne. Sedikit."
"Sedikit apanya?"
"Sedikit bersedih."
"Coba aku lihat."
Baekhyun memegang kedua pipi Kyungsoo dan menatap matanya.
"Ne, sedikit bersedih. Tapi…sangat merindukannya."
Setelah itu dilepaskannya lagi kedua tangannya dari pipi Kyungsoo.
Kyungsoo menghela nafasnya kemudian menjatuhkan dirinya diatas ranjangnya. Yeoja itu meraih bantal dan menutupi mukanya, kemudian dia berteriak,
"Ne, Baekhie! Aku sangat merindukannya!"
"Yah! Polusi suara!" Baekhyun protes.
Kyungsoo mem-pout-kan bibirnya dan memasang tampang cemberut. Melihat itu kemudian Baekhyun bangkit berdiri dan menarik tangan Kyungsoo, membuat yeoja bermata bulat itu terduduk.
"Lebih baik kita shopping." Kata Baekhyun. "Daripada merindukan Kkamjong membuatmu jadi gila seperti ini."
"Kajja."
Kata Baekhyun lagi, kali ini yeoja ber-eyeliner itu menarik Kyungsoo keluar dari kamarnya. Dalam perjalanan menuju lantai bawah Kyungsoo masih sempat berkata,
"Yah, Baekhie! Kau yang gila, karena terlalu banyak bergaul dengan namjachingu-mu si happy virus itu."
.
.
.
Kyungsoo membalik tubuhnya lagi, kali ini ke sebelah kiri. Sudah sekitar satu jam yang lalu dia mencoba untuk tidur. Berbagai cara telah dilakukannya. Dia sudah mematikan lampu di kamarnya, sudah menarik selimut untuk menutupi tubuhnya bahkan sudah menghitung berapa banyak pororo yang melintasi pikirannya, namun hasilnya nihil. Matanya belum bisa terpejam.
Yeoja bermata bulat itu menghela nafasnya dan memejamkan lagi matanya. Namun baru beberapa detik matanya terpejam dia dikagetkan oleh suara getaran ponsel-nya. Diraihnya benda berwarna putih yang terletak diatas meja nakas itu. Seseorang meneleponnya. Dilihatnya caller ID yang tertera dilayar ponselnya.
My Jongin's calling.
Senyum langsung terukir diwajah yeoja itu, dan dirinya juga mengubah posisinya tubuhnya menjadi duduk dan bersandar pada kepala tempat tidurnya.
"Yoboseyo."
"Yoboseyo."
"Jongin…"
"Ne. Belum tidur, hmm?" Tanya seseorang diseberang sana.
"Belum."
"Wae? Menunggu telpon dariku?"
"Ani."
"Hufftt…" Kai menghembuskan nafasnya. "Jadi kau tidak menunggu telpon dariku? Hmm..baiklah kalau begitu…"
"Yah Kim Jongin, kalau kau tidak ni—"
"Ne, ne, mianhae. Jangan terlalu banyak marah-marah Miss Do, nanti kau cepat tua."
Kyungsoo mem-pout-kan bibirnya mendengar perkataan Kai.
"Kau yang menyebabkan aku marah-marah."
"Baiklah-baiklah aku mengaku salah. Maafkan aku."
"Baiklah , karena kau berada jauh dariku kali ini kumaafkan."
"Gomawo."
"So, bagaimana ka—"
"Happy birthday."
Kata-kata Kyungsoo terputus oleh ucapan Kai.
"…"
"Happy birthday, Baby. Wish you always be healthy and happy."
Yeoja itu tanpa sadar menoleh pada meja nakasnya dan melihat jam digital yang ada disana. Benda itu memendarkan cahaya berwarna merah membentuk angka 00:02. Ternyata hari telah berganti. Sekarang tanggal 12, hari ulang tahun-nya.
"Go-gomawo. Gomawo, Jongin."
"Mianhae karena aku tidak berada disisimu disaat hari istimewamu."
Lalu entah kenapa Kyungsoo merasakan sekarang matanya memanas dan tak lama airmata sudah menggenang di pelupuk matanya. Tidak tahu kenapa dirinya ingin menangis. Mungkin karena Kai yang meneleponnya malam-malam hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. Mungkin juga karena disaat dirinya berulang tahun kekasihnya itu tidak berada disini bersamanya, namun terpisah ribuan mil jauhnya dan hanya bisa mengucapkan lewat sambungan telpon.
Walaupun isakan itu pelan namun Kai masih dapat mendengarnya.
"Are you crying, Baby?"
"A-ani."
"Mianhae." Kai berkata dengan lirih.
"Ani, gwenchanayo Jongin." Kyungsoo menenangkan Kai. "Aku senang, senang karena malam-malam seperti ini kau menelepon ku dan mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku."
"Ne, gomawo for understand me."
Kyungsoo mengusap airmatanya, tidak ingin membuat kekasihnya yang berada jauh darinya itu khawatir.
"Bagaimana keadaanmu?" Tanya kemudian. "Makanmu teratur, 'kan? Terus kalau keluar rumah jangan lupa memakai sarung tangan dan syal, aku dengan disana terjadi badai salju yang hebat."
"Kau tenang saja." Kyungsoo mendengar jawaban dari seberang sana. "Aku ku—"
"Kuat dan tidak mudah sakit." Kyungsoo memotong ucapan Kai. Sangat mengetahiu apa yang akan diucapkannya. "Aku tahu . tapi tetap saja kau itu seorang manusia dan setiap manusia itu pasti punya kelemahan."
"Ne." Jawab Kai. "Dan kelemahanku adalah dirimu."
Wajah Kyungsoo langsung memanas mendengar jawaban Kai. Untung kekasihnya itu tidak berada disini jadi dia tidak bisa melihat wajah yeoja itu yang sudah memerah seperti tomat.
"Yah, Kim Jongin! Walau berada jauh kau masih bisa menggombal."
Kai tidak menjawab, tapi Kyungsoo bisa mendengar kekasihnya itu terkekeh.
"It's true, Miss Do." Kai kali ini menjawab dengan lebih serius. "You are my weakness."
"Alright, . as your weakness, aku ingin kau menjaga kesehatanmu."
"Ne, arrasso."
Kyungsoo tersenyum.
Kemudian tanpa sadar yeoja cantik itu menguap.
"Kau sudah mengantuk, Baby?"
Kyungsoo kaget bagaiman Kai bisa mengetahui kalau dirinya sudah mengantuk, apa tadi dirinya menguap sambil bersuara?
"Ne, sedikit."
"Ya sudah, tidurlah."
"Tapi…"
"Besok bisa kita lanjutkan lagi."
"Ne, arrasso."
"Goodnite, have a nice dream. I love you."
"Goodnite. I love you too."
Sambungan telpon itu terputus. Kyungsoo kembali berbaring di tempat tidur queen size-nya. Tidak berapa lama yeoja cantik itu telah terlelap dan masuk ke alam mimpi.
.
.
.
Kyungsoo sedang duduk di dekat jendela kamarnya yang terbuka. Walaupun udara diluar begitu menusuk hingga ke tulang, namun entah kenapa yeoja itu ingin merasakan hembusan angin itu.
Tak lama terdengar ponselnya bergetar menandakan ada pesan masuk. Kyungsoo mengambil benda itu dan membacanya.
.
From : Baekhie
Kyungie~ nanti malam temani aku makan diluar.
.
Kyungsoo mengernyit membaca pesan itu, lalu kemudian dia langsung membalasnya.
.
To : Baekhie
Dimana Yeollie-mu?
.
From : Baekhie
Ada. Yah! Kenapa malah menanyakan Yeollie-ku.
.
To : Baekhie
Karena tidak biasanya kau mengajakku keluar, apalagi malam. Biasanya kau pergi dengan si Happy Virus itu, kenapa tiba-tiba ingin pergi bersamaku?
.
From : Baekhie
Hei, Do Kyungsoo! Aku kan sahabatmu, jadi wajarkan kalau aku ingin menghabiskan waktu bersamamu.
.
To : Baekhie
Aku memang sahabatmu. Tapi kau lebih suka menghabiskan waktumu bersama Happy Virus-mu itu -_-
.
From : Baekhie
Aku tahu kau kesepian karena ditinggal si Kkamjong, makanya aku ingin menghiburmu :p
Pokoknya tidak ada penolakan! Aku jemput jam 8 tepat.
.
"Yah! Apa-apaan kau Byun Baekhyun!" yeoja itu mengomel sendiri setelah membaca pesan terakhir dari sahabatnya.
.
.
.
Kyungsoo membuka pintu kamar Suho dan menemukan Lay sedang berbaring tengkurap di ranjang sambil membaca sebuah novel.
"Eonnie~" Panggil Kyungsoo.
"Hmmm?" Lay bergumam menjawab panggilan Kyungsoo, namun tidak mengangkat kepala dari buku yang sedang dibacanya.
"Aku pergi dulu, ne."
"Eh?" kali ini yeoja ber-dimple bermarga Zhang itu memindahkan tatapannya dari novel yang sedang dibaca kepada yeoja yang sedang berdiri diambang pintu kamar.
"Kau mau pergi, Kyung?"
"Ne."
"Kemana?"
"Molla." Kyungsoo menjawab sambil mengangkat bahunya.
Mendengar jawaban dan gerak tubuh dongsaeng-nya Lay pun mengerutkan alisnya tanda tidak mengerti. Melihat itu, Kyungsoo pun melanjutkan penjelasannya.
"Baekhie, mau mengajakku ke- entahlah dia tidak bilang. Dia hanya bilang akan menjemputku jam 8 malam."
"Oh begitu."
Kyungsoo mengangguk.
" Ya sudah. Eonnie aku pergi dulu, Baekhie sudah menungguku."
"Ne. Hati-hati."
Kyungsoo menutup kembali pintu kamar Suho dan segera beranjak dari sana.
.
.
.
Kyungsoo masih duduk manis di sebuah restoran sambil menunggu Baekhyun yang begitu tiba disini langsung pergi ke toilet. Kyungsoo melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya dan menyadari bahwa sahabatnya itu sudah hampir 15 menit di toilet.
'Ishh, apa sih yang dilakukan Baekhie begitu lama di toilet?' Batin Kyungsoo.
Kyungsoo mem-pout-kan bibirnya dan menekuk wajahnya dengan kesal saat dia merasa tiba-tiba matanya ditutup oleh sepasang tangan dari belakang.
"Yah! Baekhie, apa-apa kau!" Yeoja cantik itu mengomel.
Kemudian dia memegang tangan yang menutupi matanya dan berusaha menyingkirkannya dari penglihatannya. Namun saat Kyungsoo menyentuh tangan itu, yeoja itu merasa tangan itu berbeda. Dia merasa tangan itu bukan seperti milik Baekhyun. Tangan itu tidak halus dan rasanya lebih besar, seperti tangan namja.
"Yah! Baekhie cepat lepaskan, jangan bercanda!"
Sekarang Kyungsoo merasa tangan itu mengendur dan terlepas sepenuhnya. Kyungsoo langsung membalikkan tubuhnya dan rentetan omelan siap meluncur dari mulutnya.
"Yah! Baek—"
Kata-kata omelannya langsung menghilang dan bahkan matanya yang indah langsung membulat dengan sempurna begitu dirinya melihat siapa orang itu.
"Jo-Jongin…" Lirihnya, tak percaya pada penglihatannya.
Orang itu, yang memang adalah Jongin tersenyum manis.
"Ne. It's me." Katanya.
Kemudian namja itu mengecup puncak kepala Kyungsoo dan langsung duduk di hadapan kekasihnya.
Kyungsoo masih membulatkan matanya dengan lucu membuat Kai terkikik dan melambaikan tangannya di depan muka kekasihnya itu.
"Hey, waeyo? Kau seperti melihat hantu."
Kyungsoo baru tersadar dan berkata,
"A-ani. Kau ba-bagaimana kau ada disini? Bukankah kau di Amerika? Apa yang kau lakukan disini?"
"Yah! Baby, kalau bertanya itu satu-satu. Aku jadi bingung harus terlebih dahulu menjawab yang mana."
"Kau, ba—"
"Hmmm, baiklah." Potong Kai. "Jawabannya hanya satu. Karena aku sangat merindukan yeojachingu-ku yang cantik. Yang sekarang sedang duduk dihadapanku."
Blush. Muka Kyungsoo langsung memerah mendengar perkataan Kai. Sementara itu namja tampan berkulit tan itu tersenyum. Selalu menyenangkan melihat wajah kekasihnya yang memerah dan itu karena dirinya.
"Don't you miss me too?" Kai berkata lagi melihat Kyungsoo hanya diam saja.
"Na-nado." Yeoja itu menjawab. Pelan, namun masih bisa didengar oleh Kai.
Kai tersenyum kembali mendengar jawaban Kyungsoo. Kemudian namja berkulit tan itu mengulurkan tangannya diatas meja untuk meraih tangan kekasihnya dan menggenggamnya dengan erat.
"Happy birthday, Baby." Kai menatap kedua mata indah Kyungsoo. "Mianhae, karena sudah melewatkan hari ulang tahun-mu."
"Ne, gwenchanayo. Aku bahagia kau berada disini."
Kedua mata bulat Kyungsoo menatap mata rubah Kai.
Kai melepaskan genggamannya pada tangan Kyungsoo dan merogoh sakunya.
"Aku punya sesuatu untukmu." Kata namja itu.
Kemudian dia meletakkan sebuah kotak kecil berwarna biru berhiaskan pita berwarna silver.
"Untukku?" Tanya Kyungsoo sedikit itdak percaya.
"Ne." Kai mengangguk.
Kyungsoo mengulurkan tangannya dan meraih benda berbentuk kotak itu. Dibukanya perlahan. Matanya langsung membulat dengan sempurna begitu melihat isinya.
"Jo-Jongin…indah sekali."
Yeoja cantik itu memegang sebuah gelang ditangannya. Gelang dengan dua buah batu permata berwarna maroon. Jemari Kyungsoo menelusuri gelang itu dan juga dua buah batu permatanya.
"Itu adalah batu garnet." Kai berkata.
Kyungsoo mengangkat kepalanya dan menatap Kai, menunggu namja itu berbicara lagi.
"Batu kelahiran untuk seseorang yang lahir pada bulan Januari." Kai melanjutkan. "Batu yang satu milik Do Kyungsoo dan yang satu lagi milik Kim Jongin. Aku titipkan batu kelahiranku padamu, seperti juga telah aku titipkan hatiku kepadamu."
Muka Kyungsoo langsung memerah mendengar perkataan Kai. Yeoja itu hanya menundukkan kepalanya.
"Boleh aku pakai?" Kata Kyungsoo kemudian untuk menutupi mukanya yang memerah.
"Ne."
Yeoja cantik itu memakai gelang itu ditangannya.
Kai memperhatikan kekasihnya, bibirnya sedikit dimonyongkan karena merasa benda itu kebesaran di pergelangan tangannya. Kemudian namja tampan itu langsung mengambil gelang dari tangan Kyungsoo.
"Eh?" Kyungsoo heran.
Kemudian yeoja cantik itu melihat kekasihnya berlutut dihadapannya.
"Jo-Jongin…apa yang kau lakukan?"
Kyungsoo lebih terkejut lagi saat Kai meraih pergelangan kakinya.
"Yah! Kim Jo—"
Yeoja itu tidak meneruskan kata-katanya. Dia menyadari volume suaranya sedikit tinggi hingga dia mengangkat kepalanya dan melihat ke sekeliling, dia telah menarik banyak perhatian orang-orang. Spontan dia menundukkan kepalanya, berusaha meminta maaf kepada mereka. Namun sepertinya perhatian orang-orang itu belum mau teralihkan karena penasaran dengan apa yang sedang dilakukan namja tampan berkulit tan yang sedang berlutut dihadapan sang yeoja.
Kyungsoo merasa Kai meraih pergelangan kakinya, dan yeoja itu pun protes, kali ini dengan suara sedikit berbisik.
"Yah! Kim Jongin apa yang kau la—"
"Nah disini baru tempat yang benar."
Kai mengangkat kepalanya dan menatap Kyungsoo. Kemudian yeoja itu melihat gelang yang tadi berusaha dipakainya di pergelangan tangan kini telah melingkar dengan indah di pergelangan kakinya.
Yeoja itu mengerti sekarang kenapa gelang itu kebesaran saat dipakai di pergelangan tangannya. Ternyata itu adalah gelang kaki.
"Go-gomawo."
.Kyungsoo berkata dengan mata berkaca-kaca. Terharu dengan tindakan Kai dan bahagia karena hadiah pemberiannya.
.
.
.
"Ya Tuhan, Jongin!"
Kai yang sedang konsentrasi mengemudikan mobilnya langsung menoleh kepada kekasihnya di sampingnya.
"Wae, Baby?"
"Baekhie—aku melupakannya."
"Tenang saja, Bacon sudah bersama -nya."
"Eh?"
"Tugasnya hanya mengantarkanmu ke restoran itu, dan…selesai. Selanjutnya adalah urusanku."
Kai tersenyum, menampilkan cengirannya.
Karena Kai berkata seperti itu, yeoja itu jadi teringat sesuatu.
"Yah! kau belum menjawab pertanyaanku."
"Bukankah sudah ku jawab kalau Bacon hanya bertu—"
"Bagaimana kau bisa berada disini?" Kyungsoo memotong ucapan Kai.
"Oh yang itu." Kata Kai.
Namja itu menghentikan mobilnya dan mematikan mesinnya.
"Bukankah sudah ku bilang juga, bahwa aku sangat merindukan kekasihku."
"Tapi…bukankah baru minggu depan kau kembali kesini?"
"Ne, tapi aku sudah tidak tahan untuk bertemu denganmu." Jawab Kai. "Sebenarnya aku ingin memberi kejutan kepadamu kemarin saat hari ulang tahunmu, tapi…aku kehabisan tiket pesawat. Jadi…baru hari ini aku bisa datang, on Our Day."
"Our Day?"
"Ne, Our Day. The day after your birthday and the day before my birthday is Our Day."
Kyungsoo tertawa kecil, sedikit heran bagaimana namja-nya ini bisa memikirkan hal yang seperti itu. Selain chessy, namja-nya ini juga romantis. Yeah, Kyungsoo tahu itu, and she love him so much.
Kyungsoo menoleh dan tersenyum kepada Kai. Sorot matanya yang menatap namja itu memancarkan kebahagiaan.
"So…it's Our Day."
"Ne, Our Day."
Kai ikut tersenyum bahagia. Kemudian diangkatnya tangannya dan ditangkupnya kedua pipi halus kekasihnya. Digerakkan kedua ibu jarinya merasakan halusnya lapisan kulit yang berada dibawahnya.
"Aku merindukanmu, Baby. Sangat merindukanmu."
Mata rubah Kai menatap sudut mulut Kyungsoo yang membentuk senyuman.
"Aku merindukan senyummu. Merindukan menatap matamu yang besar dan indah."
Kai mengalihkan lagi tatapannya kepada mata bulat yang masih menatapnya, Kai pun balas menatapnya dengan intens seolah ingin menenggelamkan dirinya ke dalam manik mata bulat yang indah itu.
"Aku rindu memelukmu."
Diletakkan tangannya di pinggang kekasihnya dan ditariknya mendekat, merasakan kehangatan tubuhnya. Kehangatan tubuh yang selalu berhasil memberinya kenyamanan.
"Aku rindu menciummu. Rindu merasakan manisnya bibirmu."
Kai mendekatkan kepalanya, dan kini jarak bibirnya dengan bibir Kyungsoo hanya tinggal sesenti hingga yeoja itu bisa merasakan hembusan nafas kekasihnya menerpa wajahnya.
"Oh God! How much I miss to taste your lips."
Dan setelah berkata seperti itu Kai langsung mengklaim bibir kissable yang berada tepat di depan bibirnya itu. Kai mencium bibir Kyungsoo dengan lembut, tidak ada nafsu didalamnya hanya melepas kerinduan yang selama ini ditahannya.
Mereka terus seperti itu, Kai terus menikmati manisnya bibir Kyungsoo sampai mereka mendengar bunyi sesuatu. Kyungsoo yang terlebih dahulu mlepaskan tautan bibir mereka. Yeoja cantik itu menoleh ke asal suara dan menemukan ternyata yang mengganggu mereka adalah jam digital yang berada di dashboard mobil Kai. Jam menampilkan angka 00:00.
"Omona~" Seru Kyungsoo.
"Wae?"
"Sudah jam 12 malam."
Kai menautkan kedua alisnya tanda tidak mengerti apa yang di maksud oleh kekasihnya.
"It's your birthday."
"Eh?" Kai memukul dahinya sendiri. "Kenapa jadi aku lupo hari ulangtahunku sendiri."
Kyungsoo tersenyum melihat kelakuan kekasihnya.
"Happy birthday, Jongin."
Kemudian dikecupnya pipi Kai dengan lembut.
Kyungsoo menghela nafasnya.
"Mianhae…aku tidak menyiapkan kado untukmu. Aku tidak tahu kalau kau akan pulang hari ini." Kata yeoja cantik itu sambil mem-pout-kan bibirnya.
"Gwenchana." Jawab Kai.
Diusapnya puncak kepala kekasihnya dengan sayang untuk menenangkannya.
"Tapi itu tidak adil. Kau sudah memberikan kado yang begitu indah untukku, sementara aku…"
"Shhh…it's okay, I already have a beautiful present. Kau, Do Kyungsoo. Kau adalah kado terindah untukku."
Kyungsoo tersenyum dan mengecup pipi Kai lagi, kali ini yang sebelahnya. Kemudian dipegangnya kedua belah pipi kekasihnya itu.
"Saengil chukkaehamnida, nae namja."
.
.
.
Kyungsoo membuka pintu depan rumahnya, sedikit merasa heran kenapa lampu ruang utama rumahnya masih menyala pada jam selarut ini. Namun begitu masuk ke dalam dirinya langsung memekik senang.
"Kyaa~ Oppa!"
Yeoja cantik itu langsung memeluk seorang namja dengan senyum angelic yang sedang duduk di sofa berdampingan dengan seorang yeoja manis ber-dimple.
"Dongsaeng Oppa dari mana saja jam segini baru pulang, eoh?" Orang itu yang adalah Suho bertanya kepada Kyungsoo.
"Kencan." Lay yang duduk disamping Suho mendahului Kyungsoo menjawab.
Kyungsoo melepaskan pelukannya dan duduk diantara mereka. Kemudian yeoja bermata bulat itu menatap Lay dan memutar matanya setelah itu menjulurkan lidahnya. Lay pun membalas apa yang dilakukan Kyungsoo.
Yeoja itu sedikit heran bagaimana eonni-nya tau kalau dia berkencan padahal tadi dia bilang kepada Lay kalau dia akan pergi bersama Baekhyun. Ah, pasti eonnie-nya itu melihatnya tadi diluar sedang bersama Kai.
"Oppa~ kapan Oppa datang?" Kyungsoo bertanya, mengalihkan perhatiannya kembali kepada Suho.
"Belum lama. Sekitar sejam yang lalu."
"Kenapa tidak memberitahuku kalau Oppa akan pulang malam ini?"
"Karena dongsaeng Oppa terlalu sibuk dengan kencannya."
"Yah! Oppa~"
Kyungsoo mem-pout-kan bibirnya dengan lucu dan memasang tampang cemberut. Tapi tidak lama kemudian yeoja bermata bulat itu bertanya kembali kepada Suho.
"Bagaimana kabar Appa dan Eomma?"
Belum sempat Suho menjawab kemudian terdengar suara dari arah tangga yang menuju lantai atas.
"Kabar baik."
Kyungsoo langsung mengalihkan matanya dan melihat di anak tangga paling bawah berdiri seorang yeoja cantik yang sangat disayangi dan dirindukannya.
"Eomma~"
Yeoja itu langsung berlari dan menghambur ke pelukan yeoja lain yang mirip dengannya namun dalam versi yang lebih tua.
"Eomma kapan kau tiba?"
"Kami datang bersam Oppa-mu."
"Eh, kami? Appa—?"
"Ne, Appa juga datang."
"Dimana Appa?"
"Dikamar sedang istirahat, mungkin tidur. Dia sangat kelelahan. Biarkan dia istirahat dahulu, kau bisa menemuinya besok."
"Ne, Arrasso."
Kedua yeoja itu kemudian berjalan kearah sofa dan duduk berdampingan diseberang Suho dan Lay yang sejak tadi memperhatikan pembicaraan antara Kyungsoo dan Sang Eomma.
"Eomma kenapa pulang tidak bilang kepadaku?"
"Yixingie bilang anak Eomma yang satu ini sedang kencan, jadi kami tidak ingin mengganggunya."
"Eomma…" Kyungsoo bergumam manja. Kemudian yeoja itu memeluk lengan eomma-nya ebih erat untuk menutupi wajahnya yang memerah.
"Kau belum mengenalkannya kepada Eomma."
"Nuguya?"
"Namjachingu-mu."
Muka Kyungsoo lebih memerah dari sebelumnya.
"Eomma dengar dia cukup tampan."
"…"
Kyungsoo tidak sanggup menjawab dan hanya menyembunyikan wajahnya yang sudah sangat merah. Suho hanya cekikikan melihat sikap salah tingkah dongsaeng-nya. Sementara Lay hanya tersenyum-senyum, sedikit-banyak mengerti apa yang Kyungsoo rasakan, mengingat sikapnya dulu tidak jauh berbeda dengan calon adik ipar-nya ini ketika pertama kali diperkenalkan dengan orang tua Suho.
"So…" Kata eomma Kyungsoo lagi. "Kapan kau akan memperkenalkan Jongin kepada Eomma?"
'Omona~ eomma bahkan tahu kalau namanya dalah Kim Jongin. Pasti Oppa.' Batin Kyungsoo.
"N-ne, akan ku perkenalkan kalau kalian tinggal lebih lama." Kyungsoo merajuk.
"Tenang saja, kami akan disini hingga bulan depan, setelah pernikahan Oppa-mu dan Yixingie."
Kyungsoo membulatkan matanya mendengar perkataan eomma-nya.
"Eh…Oppa dan Eonnie akan menikah bulan depan?"
"Ne—ani, lebih tepatnya akhir bulan ini."
"Itu berarti dua minggu lagi."
"Ne. Karena orangtua Yixingie berada jauh di China jadi lebih cepat lebih baik mereka menikah, supaya Suho bisa menjaganya."
"Yah! Yah! Kalian kenapa tidak bilang kepadaku."
Kyungsoo menunjuk Suho dan Lay secara bergantian.
Sementara yang ditunjuk oleh Kyungsoo menampilkan ekspresi yang berbeda. Suho hanya menggaruk-garuk tengkuknya yang Kyungsoo yakin tidak gatal. Lain lagi dengan Yixing. Yeoja ber-dimple itu menundukkan wajahnya yang kini sudah memerah.
.
.
.
.
.
To Be Continued…
Author mau minta maaf soal mau menistakan Kkamjong, kayanya belum bisa terlaksana karena ff ini akan berakhir di chapter depan. Mudah2an di ff yang lain Kkamjong-nya bisa dinistakan #ketawaevil
Gomawo buat yang udah setia menunggu ff ini, gomawo juga buat yang udh baca dan review, follow juga fav.
#BalasanReview
younlaycious88 : chapter ini belum ending…ending-nya chapter depan
KaiSoo Fujoshi SNH : ini lanjutannya, tapi maaf penistaan Kai belum bisa terlaksana
Earth Teleport : gomawo udh sabar menanti, dan mianhae karena update-nya seabad. Mianhae bikin si Kkamjong cemburunya blom bisa terlaksana.
kaisoo : udh update, mianhae kalo update-nya seabad ^^
ryanryu : ini udh update, tapi mianhae kalo seabad ^^
yixingcom : hehe mianhae kelamaan update-nya *bow* nc-nya ntar aja yah cerita lain yg rate-nya M ^^ sekarang KaiSoo-nya cukup kisseu-an aja
byunwie : iya sehun-jongin adik-kakak. Haha dimaafkan deh, dimaklumin juga kalo lupa soalnya update-nya lama ^^
setyoningt : akhirnyaaa update juga ^^ bukan jamuran lagi tapi udh buluk kaya kulitnya Kkamjong #ditoyorKyungie
KaiSooLovers : KaiSoo berpisah sementara, tapi akhirnya di hari istimewa bisa bersama
LuXiaoLu : gomawo udh baca dan review, mudah2an di chapter ini ga kalah sweet-nya
oh chaca : udh di next, gomawa review-nya
12 : gomawo, mudah2an chapter ini ga berkurang kadar ke-sweet-annya ^^
dioookaaai : ne, uri KaiSoo udh mesra kembali
gomawo semua mudah2an pada ga bosen untuk me-review ^_^
