Chapter 7
Keesokan harinya semua pada pulang ke rumahnya masing-masing dengan bus yang disewanya, duo Naru pun setelah membereskan semua pakaiannya yang ada di tas mereka. Segera beristirahat.
Berbeda dengan Naruto yang langsung terlelap disofa kesayangannya, Naruko saat itu ingin pulang kerumahnya dan melihat sang adik kecilnya yang baru lahir beberapa hari lalu.
Naruko pun segera kerumahnya setelah memberikan kecupan kepada Naruto yang masih terlelap di dalam mimpinya. Naruko pun segera berlari melewati jembatan dan taman dimana Duo Naru bertemu untuk pertama kali dan dimana Naruto menyampaikan perasaannya kepada Naruko.
Mengingat hal itu Naruko tersenyum , walau tau saat disana ada kemungkinan dia tidak diinginkan bahkan akan tidak diizinkan masuk. Tapi bagi Naruko melihat dari luar gerbang sudah cukup.
Sesampainya didepan rumahnya Naruko segera mengintip dari balik pagar rumahnya, disana dia melihat sang ibu(Kushina) menggendong bayi laki-laki yang rambutnya mirip dengan sang ibu(Kushina). Naruko pun tersenyum sedu karena bisa melihat sang adiknya walau dari balik pagar. Setelah beberapa menit Naruko kembali menuju rumahnya(Rumah Naruto).
Tapi saat berada ditaman, Naruko lebih merasa ingin memainkan ayunan yang sering dia mainkan bersama Naruto, walau hari itu telah malam hari Naruko tetap memainkan ayunan tersebut dengan perlahan dan tersenyum sesekali. Dia sekarang sudah sangat senang tinggal bersama orang yang dicintainya dan juga mencintainya. Memiliki teman dan sekarang ditambah memiliki adik yang masih balita.
Walau sekarang ini dia tidak bisa sang adiknya, tapi dengan sesekali melihatnya sudah membuat hati Naruko bahagia. Setelah menurutnya hatinya tenang dia kembali kerumahnya(rumah Naruto). Disana rupanya telah menunggunya dengan rame yang baru saja Naruto buat.
"Aku pulang." Kata Naruko
"Selamat datang." Balas Naruto
Naruko pun segera mandi dan memakai baju tanpa lengan berwarna jigga dan celana pendek 5 cm diatas lutut berwarna putih. Setelah itu Naruko segera ke ruang makan dan menyantap ramen tersebut.
"Tadi kau habis darimana?" Tanya Naruto
"Dari rumah, melihat adikku yang bebrapa hari lalu lahir." Jawab Naruko
"Kenapa kau tidak membangunkan ku?" tanya Naruto lagi
"Maaf hehehe… habisnya kau pulas sekali sih." Jawab Naruko lagi
"Baiklah untuk kali ini tidak apa-apa. Tapi, nanti kalau mau kemana-mana beritahu aku, supaya aku tidak khawatir." Kata Naruto yang sudah malas.
"Siap tuan. Heheehe…." Balas Naruko dan juga mengakhiri pembicaraan tersebut dan kembali mereka menyantap ramen tersebut.
Selesai makan Naruto menyuruh Naruko untuk beristirahat dan Naruto yang memberskan sisa makanan mereka dikarenakan besok masih ada libur untuk ujian semester nanti . Naruko pun setuju dikarenakan dia juga sudah lelah dan ingin mengistirahatkan tubuhnya tersebut dikasur(milik Naruto). Mengetahui Naruko telah memasuki kamar milik Naruto. Naruto segera meninju cermin yang ada didepannya hingga pecah dan menyebabkan tangannya terluka dan berdarah.
"Sial sampai kapan kau menghantuiku, bahkan setelah meninggal kau tetap merepotkan ku ya Rinto." Gumam Naruto menyebut nama sang adik.
Naruto pun segera membereskan pecahan kaca tersebut dan membalut tangannya yang terlukasetelah selesai entah kenapa tubuh Naruto merasa lelah dan hampir terjatuh jika dia tidak memegang tempat cuci piringnya. Dengan nafas yang memburu Naaruto segera merebahkan dirinya Naruto menolak untuk tidur dikarenkan dia tidak ingin mimpinya itu mengigat kembali masa lalunya, karena jika begitu terus Naruto tidak bisa bergerak maju atau lebih parahnya bisa menjadi gila.
Keesokan paginya padahal masih setengah lima dan itu hari libur dimana banyak orang yang lebih memilih untuk kembali ke alam mimpinya, tapi tidak untuk bocah kelas 2 SMP ini di terus berlari dari rumahnya melewati taman, sekolah dan menaiki tangga menuju kuil. Sesampainya didepan kuil. Bocah itu beristirahat dan meminum air yang dibawanya untuk kembali mengisi air didalam tubuhnya.
"sudah lama aku tidak melakukan ini, sejak kematiannya." Gumam bocah tersebut.
‒‒‒‒‒‒‒‒‒‒‒‒‒‒‒‒‒
"Naru kau dimana?" kata sang putri yang baru bangun dan mencari sang pangeran yang biasanya tidur disofa tapi kali ini sang pangeran sudah tidak ada.
Naruko pun melihat sepucuk surat dimeja makan dengan penasaran Naruko membuka surat tersebut dan mulai membacanya
(isi surat)
"Untuk Naruko.
Maaf pagi ini aku sepertinya ingin melakukan aktivitas saat adikku masih ada seperti bangun pagi, berlari menuju kuil dan setelah itu baru kembali kerumah. Oh iya aku sudah sarapan kok jadi tidak perlu cemas. Saat pulang nanti aku akan membeli bahan makanan karena sepertinya persediannya sudah menipis. Jadi tunggu aku ya.
Salam Naruto."
Naruko segera membuat sarapan untuk dirinya. Setelah menyantap sarapannya Naruko segera mandi, sehabis mandi. Naruko baru kali ini bingung mau sudah, mandi sudah. Naruko pun memilih untuk beres-beres rumah seperti menyapu, menegepl dan sebagainya. Setelah menurut Naruko semua sudah bersih, dia segera menonton televisi. Sedang asyik menonton ringtone milik hpnya Naruko berbunyi.
"Halo" kata Naruko
'Halo, Naruko ini Sakura, aku dan Hinata mau ke rumah Naruto. Kau mau ikut tidak?' tanya Sakura
Mendengar hal itu Naruko langsung panic. Karena jika Sakura dan Hinata kerumah Naruto mereka akan tau bahwa Naruko tinggal serumahnya. Walau hubungan mereka sudah diketahui Sakura dan Hinata. Bukan berarti mereka juga harus tinggal serumah juga.
"Maaf Sakura, aku tidak bisa. Karena harus kerja sambilan. Maaf ya." Dusta Naruko
'Baiklah kami sudah mau didepan rumah Naruto. Tapi, sepertinya tidak ada orang.' Kata Sakura.
Dan itu tambah membuat Naruko panic karena sekarang Sakura dan Hinata sudah ada didepan rumah Naruto.
"Oh begitu ya, dia kemana ya?" dusta Naruko lagi
'Ya sudah kalau begitu, kami akan telefon dia saja. Maaf ya Naruko.' Kata Sakura
'Ya tidak apa-apa.' Balas Naruko. Entah dia harus senang atau tambah panic dengan hal tersebut.
Sesudah itu Naruko mendapat telefon lagi, kali ini dari Jiraiya pemilik dimana dia kerja sambilan. Naruko sadar bahwa dia sudah lama tidak masuk kerja.
"Halo" kata Naruko
'Naruko, kamu kemana aja? Malam ini bisa masuk tidak?' Tanya Jiraiya
Naruko pun bingung harus jawab gimana. Karena ada kemungkinan Naruto tidak memperbolehkannya kerja sambilan apalagi itu malam hari bisa-bisa Naruko dibenci Naruto dan Naruko tidak mau itu.
'Halo. Bisa tidak? Kalau tidak bisa gak apa-apa.' Kata Jiraiya
"Nanti deh aku pikir-pikir dulu. Maaf sudah membuat anda cemas karena saya tidak memberi kabar." Kata Naruko
'Ya tidak apa-apa kok. Baiklah kalau bisa langsung datang ya.' Balas Jiraiya dan mengakhiri pembicaraan tersebut.
Naruko berharap Naruto mengizinkannya kerja sambilan. Karena Naruko sudah banyak menyusahkan Naruto, jadi tidak masalah kalau dia juga membantu keuangan rumah Naruto karena dia tinggal disana. Walau Naruko tau bahwa Naruto tidak masalah soal keuangan karena banyak prestasi yang dia raih. Seperti menjadi juara 1 sepak antar SD, menjadi peringakt 1 berturut dari kelas 1 – 6 SD dan menjadi pemain terbaik termuda di piala dunia anak-anak. Dan uang itu masih utuh sampai Naruto tinggal sendiri dan sekarang berdua dengan Naruko, jadi kemungkinan tabungan Naruto sudah menipis.
Baru saja Naruko berpikir tentang diizinkan atau tidak. Naruto sudah pulang dan menutup mata Naruko dari belakang. Sontak Naruko terkejut.
"Siapa?" kata Naruto
"Ah Naru kan. Aku sudah tau kok." Balas Naruko
"Hehehe… kenapa? Sepertinya sudang ada masalah." Kata Naruto yang juga melepaskan tangannya yang tadi menutup mata Naruko.
"Bagini. Aku mau izin untuk diperbolehkan kerja sambilan lagi di tempat Jiraiya, mala mini." Kata naruko selembut mungkin. Takut tidak diizinkan Naruto.
"Boleh kok, lagian itu hak kamu. Asal jangan pulang terlalu malam." Kata Naruto sambil memberikan kunci rumahnya.
"Baik." Balas Naruko senang
Maaf nih chapter 7 baru terbit akibat sibuk dengan kuliah. Disini aku jadikan Naruko sebagai pusatnya. Tapi karena libur mungkin chapter 8nya akan cepat untuk menyusul. Sekali lagi saya meminta maaf kepada para pembaca.
Saya ucapkan terima kasih kepada follow, penreview dan juga yang telah menjadikan cerita ini menjadi cerita favoritnya.
Jangan lupa reviewnya ya untuk mengembangkan lagi cerita ini.
Bocoran di chapter 8 salah satu dari duo Naru akan mengalami kecelakaan, dan seperti apa kecelakaan. Saya jadi kan ini sebagai pertanyaan kepada para pembaca? Para pembaca tebak ya.
