Kencan si Pairing Langka -_-

Al-chan: Wuaaah aku ingin mengakhiri kencan, dan mengatakan good bye~~

Mello: Ya aku juga bosen melihat tuh orang dengan tuh orang *nunjuk Alfred dan Arthur*

Al-chan: fanficku elo gue eeeend

Readers: Kapan nih mulainya ngebacot mulu nanti gak selese-selese tau!

Mello: Ah ya-ya gue tau kok hahaha

Al-chan: Eh ada yang skul di SMA Binus Serpong gak? Klo ada bersatu denganku da~~ bercanda... PM atau review aku~~

Ah lebih baik kalau sempai (atau masih seangkatan) aku kan baru kelas 10, baru lulus + biar saat MOS gue gak kayak anak ilang

Mello: Bilang aja biar ada yang ngajarin~~

Al-chan: Ah gue kan anaknya pendiem kalau gak kenal siapa-siapa beneran kayak anak ilang

ya-ya ayo kita mulai saja cerita gaje ini~~

Disclainer: Tetap milikku setelah 1 abad lagi *kalau masih idup*

Warning: Normal seperti biasanya hohohoho

EXTREME

Dan akhirnya diakhiri dengan perang kata yang membuat mereka ditendang langsung oleh penjaga arcade.

"Sialan kita gak dibolehin maen kayak begituan lagi," kata Panji dengan sebel.

"Ah kita ngekor Angga aja yuk sekalian ngejutin mereka," kata Willem tersenyum menyeringai.

"Boleh juga hehehehe," kata Panji dan mulai deh mereka menyusun rencana~~

Angga dkk Version

Nah mari kita lihat kembali teman-teman kita yang sedang berleha-leha di Lazy Pool. Ah dengan ban curian (ceritanya nemu ambil), mereka mulai mengarungi kolam yang kira-kira tingginya cuma seperutnya si Alfie~~

"Woi Author, nama gue Alfred," kata Alfie dengan tenang bagi Al-chan tapi agak seram bagi yang lain.

"Yah begitulah rasanya kalau namamu tidak dipanggil dengan benar," kata Angga yang asik sendiri dengan ban singlenya mengarungi Lazy Pool.

Sedangkan Natalya hanya menatap tajam Nesia yang deket-deket dengan Angga yang lagi asik sendirian. Kiku hanya asik dengan kameranya melihat foto yang berhasil diabadikannya dengan tepat. Rafael kini sedang digiring ama bandnya sendiri karena ternyata orang yang asli gak tau kenapa pergi ke toilet gak bilang-bilang. Alfie (Alfred) sedang asik misuh-misuh digodain sama bapak-bapak yang udah jenggotan dengan bulu dada yang sangat tebal~~ (bulu dada Ridho Roma). Arthur sedang asik mendekati Angga yang sedang didekati Nesia dan Natalya yang asik mengeluarkan death glare untuk mengusir Nesia. Gilbert? Oh dia tuh ada di pojok kolam, berharap Nesia ingat kalau dia ada poor..

Sampai ada 2 tuyul datang menghampiri mereka~~

Willem: Woy gue sekekar ini dibilang tuyul

Panji: Gue juga, jelas gue sekseh gini dipanggil tuyul

Al-chan: *hoeeek* No comment

Mereka sudah menggunakan celana renang berwarna pelangi (Willem) dan gambar Upin dan Ipin (Panji). Dengan coretlihainyacoret langsung menerjang Angga, yang sedang masih asik berleha-leha di Lazy Pool.

"Mmmmm," si Angga sudah hampir tertawa melihat si Willem dan Panji menggunakan kostum gaje yang sungguh lebih baik dipakai oleh anak kecil.

"Ho..ho..ho..," si Natalya mulai tertawa, walaupun tampangnya datar-datar aja ya~~ Ah jadi pengen ngegambar Natalya sedang tersenyum deh...

Tiba-tiba saja mereka terdiam begitu mendengar Natalya tertawa begitu gaje, bukan hanya itu Angga hanya bisa blushing sendiri melihat Natalya akhirnya mau tertawa walaupun dalam hal yang tidak wajar sekalipun.

"Boleh tanya siapa sih itu?" tanya si Panji menunjuk cewek (cowok) yang sedang memeluk Angga dengan tenangnya, mungkin dia tidak melihat tatapan tajam Natalya yang mengartikan jangan-apa-apain-pacar-gue-atau-kau-mati.

"Oh dia Alfie, temen cewek keduanya Angga.. Emang kenapa Panji?" Kiku yang asik melihat foto Angga menjawab sambil dengan muka polos (datar)nya menatap Alfie yang asik bermain dengan tenangnya~~.

"Ow dia manis sekali walaupun agak gemuk ya~~,"kata Willem tanpa mengetahui kalau cewek tersebut adalah Alfred yang terpaksa karena Angga gak bawa celana renangnya lagi. Sedangkan yang dibicarain langsung merinding karena ternyata ada 4 pasang mata yang menatapnya dengan berbagai macam reaksi.

"Ya~, setelah ini aku mau pakaikan dia baju maid ah~,"kata Kiku yang keliatannya sudah tak bisa menjaga sifat tenangnya.

"Pulang yuuuk, kalau nggak bakalan macet nih jalanan. Gue pegel nih tiap hari mesti ngadepin macetnya kota Jakarta," kata Angga yang ternyata kini sudah siap selesai dengan rambut amat rapi serta harum badannya yang seperti biasa.

"Yaaaaah, padahal gue baru aja bisa santai kok udah mau pulang~~," kata Willem, Panji, Nesia, Arthur, Rafael yang entah nongol dari mana, dan Gilbert yang baru sayang-sayangan dengan Nesia.

Sedangkan Kiku kini sudah selesai mandi dengan rambut kering dan pakaian santainya. Keliatannya ia sudah tak sabar untuk mencetak foto yang ia dapatkan plus dijual ke Elizaveta. Bahkan kelihatannya baju yang awal ia pakai sudah selesai tercuci dengan baik bersama dengan baju mereka yang tinggal siap pakai

Al-chan: Sejak kapan sudah siap?

Kiku: Ehem sejak chapter ke-6, aku minta laundri jadi kita bisa pakai baju yang sama dan tak usah pinjam meminjam selain aku ya Angga

Al-chan: =.=" Bilang aja pengen enak sendiri~~

Kiku: Au ah gelap ~.~

Maka akhirnya terjadi saling rebut kamar mandi dengan bekas sabun dan shampo milik Angga yang ternyata masih tertinggal di sebuah kamar mandi. Tentu saja hanya Nesia dan Natalya saja yang tidak bisa memakainya, jelas mereka mandi di kamar bilas wanita~~. Ah jadi inget waktu kelas 7, kamar bilasnya cuma ditutup dengan 1 pintu aku kadang suka ngitipin lewat pintu tersebut #bletak#...

"Apa Al-chan suka ngintipin kamar mandi cowok..!" tanya Angga dengan mata belotot.

Al-chan: Enak aja jelas cuma ngeliatin lokernya, sebetulnya sih mau~~ *pundung di pojokan*.

Akhirnya semuanya selesai dengan waktu yang sungguh membuat Angga mulai lagi misuh-misuhnya menunggu nation-nation yang kini sedang asik berantem mau mandi di tempatnya Angga. Dan tentu akhirnya mereka mandi dengan tentram setelah mendapat hantaman sayang (kejam) oleh Angga kecuali Kiku yang mandinya berduaan dengan Angga... Al-chan mau liat~~

"Nah cepetkan mandinya kalau dikomando," kata Angga misuh-misuh ke arah Panji, Willem, Rafael, Arthur, Alfred tentu kecuali Nesia dan Natalya yang sedang berlutut minta maaf dengan kepalanya bila di manga keliatan kayak es krim 3 tingkat.

"Serem ya kalau Angga sudah marah... Lebih serem daripada Nesia," kata Rafael yang diikuti anggukan kepala yang lain kecuali Nesia, Natalya, dan Kiku yang dengan tenang mendekati Angga layaknya saudara (minus Nesia).

Akhirnya Mereka semu terpaksa naik mobil Arthur yang lebih besar daripada mobil Angga, namun karena dia gak ngerti cara ngendarain mobilnya, maksudnya kan Arthur pengguna setir kiri jadi terpaksa Angga yang mengendarai walaupun bisa saja Kiku, Nesia, Panji, dan Willem yang ngendarain. Oke alasan pertama

"Ehm... aku jarang nyopir sendiri," kata Kiku dengan tenangnya.

"Ah aku baru dapet STNK.. Dan baru lulus mengemudi kemarin...," kata Nesia dengan sangat polos (padahal itu untuk F1).

"Ah aku lupa SIMku, ketinggalan kan tadi jalan kaki," kata Panji sok ketinggalan SIM padahal apa itu yang ada di dalem dompet KTP.

"Eh... aku lupa cara ngendarain stir kanan, yah karena aku sering di bagian eropa lain niiih," kata Willem padahal tiap minggu dia nyamperin Nesia pake setir kanan.

Yah begitulah alasan para pengemudi yang sudah biasa dengan stir kanan karena kemacetan kota Jakarta yang sekarang semakin oh menyebalkan. Di Tangerang aja macetnya bikin males jalan-jalan gimana di Jakarta! Gue betul-betul males jalan, kan harus meninggalkan Mamat (lappie tersayang) *curcol deh*.

Akhirnya mereka betul-betul terjebak dalam jalanan yang sangat menyebalkan, sampai saja jalanannya macet seperti biasanya alias pamer paha yang artinya padat merayap tanpa harapan. Wah si Angga pasti sudah bersiap-siap untuk menghancurkan mobil depan dengan plat D, wah jangan ancurin itu mobil kantor.

"Nah kita akan ke rumah siapa sekarang?" tanya Angga berharap bukan rumahnya sendiri.

"Ah ke rumah Angga," kata mereka kompakan tentu kecuali Angga yang ngenes menatap para penumpang yang asik dengan dunianya sendiri.

"Okelah kalau begitu," kata si Angga udah gak semangat kalau dimangain dia udah putih cuma tinggal sketsa-sketsa doang.

Dan akhirnya mereka tiba di tengah kota Jakarta yang padat dekat dengan istana negara (jangan dicari!). Udaranya sekarang begitu panas sehingga tak ada satupun nation yang kini bergerak, mereka bergelimpangan tidur-tiduran di atas lantai marmer yang dingin. Enak loh kalau kepanasan guling-guling di lantai marmer.

"Ah musim panas emang enakan makan es krim... Silahkan dimakan," kata Nesia menghidangkan es krim buatan sendiri.

"Enak sekali es krimnya Nesia ah aku mau lagi deh," kata Panji yang masih asik berguling-guling ke sana kemari.

"Ah itu semuanya ada bekasku loooh. Abisnya kalau gak gitu aku males nyuci sendok banyak," kata Nesia tersenyum malu.

Untuk Gilbert dkk itu seperti ciuman tak langsung oleh Nesia tentu kecuali Angga yang biasa makan dan minum setempat dengan Nesia dan Natalya yang sesama cewek. Yang berakhir dengan banjir darah kemana-mana

~The ENd~

-OMAKE-

Side Story 1 (with DN chara)

Matt: Mello aku kangen ama kamu, peluk aku dong... *salah meluk, yang dipeluk malahan si Swiss yang sama-sama blonde dan rambut sebahu**coba dibandingin*

Mello: Kau salah peluk orang Matt~~ 'Apa gue semirip itu sama si Swiss'

Matt: *sadar* huaaa arigato arigato *ceritanya si Matt lupa bahasa Kiku maaf*

Swiss: Mau gue dor kepalalu hah! *bawa senjata tipe sniper Riffle PSG*

Matt: Ow aku juga bisa dor kepalamu! *bawa pistol tipe shotgun SPAS 15*

Mereka pun mulai berantem karena dasarnya juga mereka tuh gak mau ngalah -_-

Liechestein : Big bro sudah jangan berkelahi lagi dong~~

Mello: Awas kalau gak berhenti lu mesti beliin gua coklat 1 truk hohoho~~

Akhirnya diem juga mereka dan kembali ke pekerjaan kembali...

Side story 2 (special for Risa Kirkland Cavalone)

Nesia: Waaaah panasnya, aku juga mau eskrim~~

Arthur: Beneran nih mau~~

Nesia: Mau banget hehehehe, asal bukan masakanmu...

Arthur: mmm... *pundung di pojokan*

Nesia: Bukan itu maksudku!

Arthur: Ah Nesia aku suka kamu *cup di bibir*

Nesia: Ah aku juga suka padamu... *pingsan seketika*

Angga: Woi siapa yang bikin Nesia pingsan!

Arthur: Ah bukan aku tapi aku cuma bilang kedia I love you langsung deh dia pingsan.

Angga: *blushing* Mending sama aku aja deh kulayani kamu 24 jam nonstop asal mau jadi ukeku...

Arthur: Ah boleh deh asal Angga aku bersedia~~

Di tempat yang sama...

Alfred: Oh noooo Iggy direbut Angga awas kau Angga siap-siap dengan balasannya!


Al-chan: Ah akhirnya selesai juga~~ nah mari kita balas saja reviewnya lumayan ada 3-4an hehehe~~

Mello: Yap karena ini chapter terkahir yang review aku PM deh~~

Al-chan: Ok orang pertama~~ Shadow Green thanks sudah RnR aku suka dengan reviewmu...

Mello: Oke orang kedua Aiko No Nyo to Clover Project thanks mengenai kritikannya sudah kuperbaiki looooh *bangga*

Sebetulnya sih karena mager bukan kualitas kalau lagi mood 30 menit jadi kok~~

thanks sudah RnR aku suka banget review yang mengkritik~~

Al-chan: Oke orang ketiga NekoMimiNyawNyaw ah gak papa kok telat hehehe hidup itu tidak usah buru-buru.. c:

ah oke Gilbert cium bibirnya Nesia grak!

Gilbert: *cium pas di bibir*

Nesia: Ah Gilbert *blushing* *tepar saking blushingnya*

Al-chan: Puas?

Thanks sudah mereview...

Mello: Nah untuk itu kami tutup ceritanya ya~~

Al-chan: See you babye di fanfic berikutnya aku sayang review kalian kalau nggak makan es krim buatanku