"Noona, tenanglah- Hyukjae Hyung akan segera bangun, percayalah" Minho menepuk pundak Jinri yang masih menangis.

Lalu, Jinri berlari lagi ke arah Hyukjae Hyung dan mengecup bibirnya lembut- sambil tetap menangis. Digenggamnya tangan Hyukjae Hyung, dan menenggelamkan wajahnya disana.

Akhirnya, jari Hyukjae Hyung bergerak- diikuti gerakan dimatanya. Dan, Dia membuka mata! Syukurlah, Tuhan- Hyukjae Hyung sudah sadar, sungguh- terimakasih, Tuhan.

"Oppaaa~" Jinri memekik karena terlalu senang. Sedangkan aku menghubungi dokter agar Hyukjae Hyung diperiksa keadaannya, aku sangat lega.

"Dokter, Lee Hyukjae di kamar 907 sudah sadar dari komanya"

Choi Siwon's PoV

Aku membolak-balikkan lembar hasil pemeriksaan atas nama Lee Hyukjae, aku pesimis- penyakitnya parah sekali, tapi sebagai dokter aku harus mengusahakan yang terbaik. Ini kasus yang paling besar yang pernah aku tangani, memang aku masih tergolong dokter yang masih muda. Ini bisa menjadi pengalaman bagiku.

Tiba-tiba, telpon kantorku berdering.

"Dokter, Lee Hyukjae di kamar 907 sudah sadar dari komanya"

"Baiklah, aku segera kesana"

Ini keajaiban. Hanya itu yang terpikirkan di otakku saat mendengar kabar barusan, rasanya jika melihat betapa parah penyakit Hyukjae-ssi- dia mungkin saja tidak bangun lagi, atau koma dalam waktu yang panjang. Ini benar-benar sebuah keajaiban. Aku perlu berbicara dengan Lee Hyukjae.

"Ehm. Semuanya, bisakah keluar sebentar? Saya perlu bicara dengan Hyukjae-ssi" Semua orang yang ada di ruang 907 hanya mengangguk, lalu keluar dengan senyum bahagia di wajah mereka.

"Bagaimana keadaanmu, Hyukjae-ssi?"

"Kurasa lebih baik, masih agak sakit- tapi tidak berpengaruh" Namja itu tersenyum manis. Heran, dalam keadaan seperti ini dia masih bisa tersenyum?

"Semua orang disekitarmu menunggu saat kau sadar. Adikmu tidak berhenti menangis saat kau belum sadar"

"Jinjjayo? Aku sungguh tidak berguna, aku hanya bisa membuat orang panik" Aish, anak muda ini terlalu baik.

"Jangan bicara begitu, Hyukjae-ssi. Punya penyakit juga bukan salahmu kan? Ini ujian dari Tuhan, kau harus tegar menghadapinya- dan jangan lupa terus berdoa" (wooh, Siwonnie tak bisa lepas dari image alim)

"Ne, kamsahamnida- dokter"

"Lain kali, panggil aku hyung saja ya? Tak usah terlalu formal kepadaku"

"Ne, gomawo- Hyung"

"Kalau begitu, aku permisi dulu. Jaga dirimu, Hyukjae"

"Hyung, tunggu- I just wanna ask something"

"Go on, Hyukjae"

"Apa masih ada harapan aku bisa kembali normal? Kau tau, aku sangat merindukan dance"

"Tak ada yang tak mungkin, Hyukjae"

Yap, tak ada yang tak mungkin- aku merasa munafik mengatakan itu. Aku sendiri tak yakin akan keadaan namja itu, semoga saja Tuhan memberikan keajaiban yang lebih hebat padanya.

Lee Hyukjae's PoV

Lusa aku boleh keluar dari rumah sakit ini. Aku lega sekali, di rumah sakit sama saja seperti di penjara. Tidak boleh ini, tidak boleh itu- minum obat ini, minum obat itu. They keep telling me what to do, and I really hate that.

Aku masih mengingat saat aku dan Seungsan bertunangan, kami berencana menikah pada saat dia berumur 24 tahun. Ya, tahun ini dia sudah berumur 24 tahun, tapi apakah mungkin aku menikahinya? Apakah dia masih mau menikah dengan namja yang berpenyakit seperti aku ? kenapa semua terasa sulit bagiku ?

"Oppa, sekarang aku berumur 24 tahun" Oh tidak, Seungsan- tolong jangan bicarakan pernikahan.

"Lalu?"

"Bukankah kita berencana akan menikah ?"

"Seungsan-ah, bukannya Oppa tidak mau. Tapi, kau tau sendiri keadaan Oppa"

"Hei, aku mencintai Lee Hyukjae. Aku tidak peduli akan fisiknya, aku hanya mencintai Lee Hyukjae"

"Seungsan-ah, Oppa..."

"Gwenchana, jangan pikirkan itu dulu. Bisa diurus nanti, yang penting Oppa sehat- itu yang utama"

"Gomawo, chagiya"

"Ne. Oh ya, 5 hari lagi Oppa kan ulang tahun- mau mengundang teman Oppa untuk makan bersama?"

"Ani, daripada makan-makan seperti itu- lebih baik makanannya dibawa ke panti asuhan, dan kita rayakan disana"

"Ide bagus Oppa, kau sungguh namja yang baik. Saranghae" Seungsan lalu mencium bibirku lembut.

"Nado, chagi" Aku membalas ciumannya. Terasa lama sekali aku dan Seungsan tidak bermesraan seperti ini, aku merindukan ini semua.

-3 days later-

"Seungsan, sudah siap? Kita akan ke panti asuhan mana? Lalu, Jinri ikut atau tidak?"

"Kurasa namanya Jewel Junior, aku tau panti asuhan ini dari Jinki dan Minho. Mereka sering kesana. Jinri sudah ada disana"

"Ne, palli"

-OoooO-

Akhirnya aku sampai, panti asuhan ini lebih mirip dengan rumah yang ditinggali oleh kurang lebih 15 anak. Aish, anak-anak ini sangat imut- aku senang bisa membuat mereka bahagia.

"Hyung! Hyung! Aku disini. Kau Hyung yang ada di grup dance kan?" Seorang namja kecil kira-kira berumur 5 tahun menarik-narik celanaku, aish dia sungguh imut.

Aku berlutut untuk menyamakan tinggiku dengannya. "Eh, adik kecil- iya, tapi dulu. Siapa namamu?"

"Lee Donghae imnida, tapi Hyung boleh panggil aku Hae. Nama Hyung siapa?"

"Aish, nomu kyopta. Nama Hyung Lee Hyukjae" Aku mengacak rambutnya pelan, dia membuatku gemas.

"Aish, nama Hyung susah. Aku panggilnya Hyukkie Hyung saja ya?"

"Ne, gwenchana. Hae sudah makan? Mau makan dengan Hyung?" Namja kecil itu mengangguk dengan semangat hingga membuat pipi chubby-nya bergoyang lucu.

"Chagiya, kau dari mana? Hei, siapa namja kecil yang imut ini?" Seungsan yang suka anak kecil langsung menggendong Donghae.

"Noona yeojachingu-nya Hyukkie Hyung ya? Aku Lee Donghae, tapi panggil aku Hae saja"

"Aish, kau pintar sekali. Aku Seungsan Noona, ayo kita makan"

Donghae memakan jajangmeyon dengan lahap. Dia pun memakannya sambil sesekali menunjukkan senyumnya. Namja kecil ini sungguh manis dan sopan. Dia juga termasuk anak yang pintar untuk anak seusianya, dia sudah bisa fokus jika diajak bicara.

"Terimakasih ya, Hyung. Makanannya enak sekali, Hae suka. Lain kali datang lagi ya, tidak usah bawa makanan tidak apa-apa kok- kan bisa main sama Donghae" Aku mengangguk lalu mencubit pipi namja itu.

"Pasti, Hae. Hyung akan sering kesini, nanti Hyung akan bawakan mainan untuk Hae dan anak yang lainnya ya! Hae ingin mainan apa ?"

"Terserah Hyung saja, tapi jika Hyung membelikan Hae mobil-mobilan, Hae akan lebih senang" Donghae tersenyum lebar memamerkan giginya yang putih bersih.

"Baiklah. Oh ya, jika sudah besar nanti Hae ingin jadi apa?" Ah, namja kecil ini sungguh enak diajak bicara- dia sangat cerdas.

"Hae ingin jadi dancer seperti Hyung. Pokoknya seperti Hyung deh, Hyung kan orang baik- jadi Hae ingin jadi orang baik juga" Kaget. Aku sungguh kaget kata seperti itu keluar dari mulut seorang anak kecil, dia ingin menjadi seperti aku?

"Andwae, kau harus jadi lebih baik dari Hyung. Bisa kan?" Jangan jadi seperti aku, Donghae-ssi. Kau akan menderita.

"Bisa Hyung, kata pengasuh Hae- orang hidup itu harus opsi, opsimis, engg- aduh, Hae lupa" Donghae mengerutkan keningnya dan menggaruk kepalanya, aigoo- dia punya banyak aegyo, dan juga sangat pintar.

"Optimis, Hae. Memang Hae tau arti optimis apa?"

"Tau kok, Hae tau. Optimis itu yakin, iyakan Hyung?" Anak-ini-amat-sangat-cerdas, hanya ini yang ada dipikiranku.

"Chagiya,ayo kita pulang. Hae, Noona dan Hyung pulang dulu ya- nanti pasti akan kembali untuk menjenguk Hae dan teman-teman yang lainnya"

"Ne, hati-hati ya! Hae akan menunggu Hyukkie Hyung dan Noona kembali lagi" Hae melambaikan tangannya sambil tersenyum manis, aku tidak bisa menghilangkan perasaan gemasku kepadanya.

-OoooO-

Sambil mengemudi, aku melirik sekilas ke arah Seungsan yang tersenyum sendiri. Ada apa dengan dia ?

"Yah, kenapa tersenyum sendiri begitu?"

"Aku hanya terpikir tentang Donghae, namja kecil itu. Bukankah dia sangat lucu?" Aku tersenyum, Seungsan memang sangat menyukai anak kecil- sangat keibuan.

"Iya, dia sungguh sangat lucu. Apakah orangtuanya meninggal?"

"Ani, katanya dia ditelantarkan oleh kedua orangtuanya"

"Pabo sekali, padahal Donghae kan anak yang cerdas. Aku pun mau jadi ayahnya" Saat itu juga, aku menghentikan mobilku. Lalu aku bertatapan mata dengan Seungsan, lama sekali.

"Oppa, kau memikirkan apa yang aku pikirkan?"

"Ne, kau setuju?"

"Sangat. Tapi, tadi saat aku berbincang dengan pemilik panti- banyak yang ingin jadi orangtua asuh Donghae, tapi Donghae selalu menolak. Donghae sangat selektif dalam memiih orangtua asuh"

"Besok aku akan mengaturnya" Aku kembali menyalakan mobilku, tidak sabar rasanya menunggu besok. Semoga Hae mau.

-OoooO-

Sekarang, masalahnya tinggal satu. Jinri, apakah dia mau punya adik? Karena dulu, dia pernah kabur ke rumah gara-gara Umma hamil lagi dan tidak memperhatikannya- walaupun akhirnya Umma keguguran.

"Jinri-ah, Oppa mau bicara padamu. Tapi, berjanjilah kau tidak akan marah" Aku berbicara dengan sangat hati-hati.

"Ne, Oppa. Bicara saja" Jinri berkata tanpa mengalihkan pandangannya dari majalah.

"Engg- Oppa berencana mengadopsi anak dari panti. Apa kau keberatan?"

Jinri langsung menutup majalahnya, dan aku menahan nafas. "Sangat keberatan. Memangnya siapa anak itu?"

"Lee Donghae"

"Mwo? Lee Donghae? Namja imut dan cerdas itu? Aku sugguh tidak keberatan jika dia anaknya. Tapi aku dengar dia sangat susah diadopsi"

"Itu bisa diatur, besok ikut ya? Kita bawakan es krim dan mainan juga untuk anak-anak"

Jinri mengangguk semangat. Rupanya Donghae memang anak yang disukai semua orang, siapa juga yang tidak menyukai anak berumur 5 tahun tapi sangat cerdas.

-OoooO-

"Hyukkie Hyung! Jinri Noona! Horeeee" Begitu aku datang, Donghae langsung menyambutku dan meloncat ke gendongan Jinri. Aish, lucunya.

"Hae, ini Hyung bawakan mainan dan es krim untuk Hae dan anak lainnya"

"Horeee ! Hyung dan Noona baik !"

Donghae dengan lahap memakan es krim cone-nya sambil memainkan mobil-mobilan. Dengan perlahan aku mendekatinya, sementara Jinri akan mengurus masalah adopsinya.

"Engg, Hae. Hyung ingin bertanya sesuatu, bolehkah?"

"Boleh, dong" Donghae menghentikan main mobil-mobilan lalu menatapku sambil tetap memakan es krimnya.

"Hae suka tidak dengan Hyung, Jinri Noona, dan Seungsan Noona?"

"Suka dong, Hae suka sekali- rasanya Hae tidak mau berpisah. Habisnya, Hyung dan dua Noona itu baik sekali pada Hae dan anak-anak lainnya"

Aku menarik nafas sejenak, "Jika Hae ditawari tinggal bersama Hyung dan Jinri Noona, mau tidak?"

"Mau, mau sekali. Hae akan senang jika itu menjadi kenyataan, tapi belum tentu Hyung dan Noona mau" Donghae dengan muram kembali memainkan mobil-mobilan nya.

"Maksud Hyung, Hyung dan Noona ingin jadi keluarga Hae. Jadi Hae akan tinggal bersama Hyung, Bagaimana?"

"Jinjjayo? Mau, mau, Hae mau sekali. Sangat, sangat mau"Aku tersenyum lega, aku langsung memeluk namja itu dan menggendongnya menemui Jinri.


YeHyuk EunHae : aduh mian, author telat banget ngeupdatenya. internet error gamau connect. mian kalo ada typo :)

.

ada cast baru : Lee Donghae as 5y.o child