~Desclaimer~

*Masang tampang datar* Heh! Sebutin nama gueee! *memicingkan mata, Kishimoto sweatdrop* anak ini…

~ Warning~

Gaje, OOC, gila, norak, bejat, dan hal buruk lainnya, Don't Like? Just don't read dude! Nggak suka liat peNistaan, nggak usah mangkal disini daripada cuman nyebar bibit Chaos Flame Syndrome *apa kali?*

~Genre~

Humor *Semoga tersampaikan*

~Story~

Inspirasi dari acara Room Raiders di Global TV plus ide buodoh bin goblok dari otak saia

~Chapter~

7

The Chosen One

"Dan, kamar pertama yang akan gugur adalah… ruang nomor…"

DAG DIG DUG DAG DIG DUG

Naruto, Sasori, dan Sasuke pada keringet dingin. Entah kenapa, ajang mencari teman kencan ini terlihat seperti ajang siapa yang akan ditembak mati. Liat aja tampang para ketiga cover boy *NaruSasoSasu melayang* ini, pada horor semua.

"Yak, Kamar nomor 2 harus melangkahkan kakinya keluar…" ucap Sakura yang memandang wajah Naruto, berharap cowok berambut kuning ngejreng itu yang keluar. Namun sayang, ternyata Kaki Sasori lah yang melangkah kedepan.

"WTF?" Sakura melongo kaget, ternyata si rambut merah lah yang ia keluarkan

"Kok WTF…? Yaudah, bye bye Naruto, dan si bodoh Sasugay… puph!" Sasori menahan ketawanya dan melambaikan tangan sambil berakting seolah-olah ia kecewa dikeluarkan oleh Sakura. Padahal sih, dalam batinnya Sasori, ia lompat-lompat gaje dengan atribut tambahan yang mendukung ekspresi bahagianya yakni, pom-pom buat cheerleader sambil teriak-teriak di luar jalanan "HOREEEE! EMAAAK, eh NENEEEEK SASO PULAAAANG!" seolah-olah dia lulus ujian bertahan hidup di rimba selama 1 bulan. Derita Sasori berakhir

"Yak tinggal, Emm Sasuke-kun~ dan.. Err.. Naburo ya?" ucap Sakura yang sok manis saat menyebut nama Sasuke dan sok jelek *Mana ada orang yang mau sok jelek* saat menyebut nama Naruto.

"Naruto, Sakura-chaan~!" balas Naruto yang merasa namanya salah sebut. Sakura cuman manyun, dan melanjutkan pembicaraannya.

"Egh, langsung saja ya… dan ini yang akan menjadi penentuan diantara kalian berdua. Siap? Dan…. Kamar yang akan di eliminasi selanjutnya adalah… kamar nomor 3!" Sakura menyebutkannya dengan lantang dan membuahkan hasil tangis haru dari Naruto dan Sujud Sukur serta lantunan lagu We Are The Champion dari bibir Uchiha.

"Aku keluar.. bye Naruto.." Sasuke nyengir memandang Naruto.

'Hoooh! Gua selamaaaat!' sementara batinnya teriak-teriak kegirangan. Penderitaan Sasuke Berakhir

"WAAAAA! THEDAAAAAK!" Sakura jerit-jerit histeris karena ternyata, Uchiha Sasuke yang diharapkannya malah dieliminasi olehnya. Kini, di dalam kamarnya, hanya tinggal seonggok kentut plus wajah bodohnya Naruto. Sakura mendelik kearah pria disampingnya itu. dan didapatinya seekor kucing kuning yang sedang cengengesan menatapnya. Yaah, mau bagaimana lagi? Sakura terpaksa kencan dengan Naruto. meskipun hanya seminggu, bagi Sakura hal itu adalah kencan terburuk sepanjang hidupnya dan bagi Naruto, hal itu adalah kencan termanis selama hayatnya… Derita Sakura Dimulai

"Omedetou~! Naruto!

END~!

xXx

CHAPTER Spesial

Itachi, sedang asik-asiknya bersantai di ruang tamu sambil menonton acara TV dimana adiknya Sasuke ada di dalam acara itu. ya sudah pasti, apalagi kalau bukan MTV Room Raiders bodoh!

"Ahahaha! Malang banget sih lu sas! We ka we ka we ka!" Itachi ngakak dengan suara ketawa yang dibuat-buat *Ditulis : wkwkwk*

"Hm… tertawalah sepuas lu…" respon Sasuke sinis. Itachi tak mempedulikannya, dan malah asik menonton acara penistaan adek tercHinTa nya itu.

Merasa gondok mantengin TV yang ada adegan konyolnya sendiri, Sasuke beranjak dari kursi ruang tamu dan pergi ke luar tanpa izin.

"Mau kemana Sas?" tanya Itachi yang sadar saat adeknya yang calon cover boy itu berniat pergi.

"Terserah gua. Gua elu, elu gua. Gua beol lu makan beol gua…" balas Sasuke yang bahasa planetnya mulai keluar.

"Heh! Adik IDIOT! Ngomongnya dijaga! Pokoknya gua ikut! TITIK nggak pake KOMA dan SPASI!" ucap Itachi yang disambut oleh wajah kagetnya Sasuke.

"APA? IKUT? Ikut seenak udelmu…! Dah ah, gua mau cabut!" Sasuke berlari keluar dengan ransel biru nya, di susul oleh Itachi yang berlari mengejarnya dari belakang.

"Tunggu Bocah! Dasar sial..! larinya cepet banget…" Itachi mulai kehabisan nafas mengejar Sasuke. Maklum, dengan kondisinya yang sudah uzur plus bandotan *GUA NGGAK BANDOTAN!* Itachi akhirnya berhenti mengejar dan memutuskan untuk beristirahat disuatu tempat.

Sementara itu Sasuke

"Hoh, si bodoh itu nggak kuat ngejar gua… baguslah…" Sasuke yang menengok ke belakang dan mendapati wajah mempesona *HUATCHUU!* kakaknya Itachi tidak ada, akhirnya memutuskan untuk berhenti berlari dan kembali berjalan santai.

Di jalan, kedamaian bagi Uchiha muda ini nggak bisa bertahan lama. Ia bertemu dengan seseorang yang dikenalnya, yang unik, aneh, exotic, freak, dan maniak ini berada dihadapannya sambil menunjuk wajahnya seolah-olah Sasuke itu mahluk asing dari planet Getsgobodho.

"Lho? Sasuke?"

"Sasori?"

Keduanya saling pandang, dan mereka berciuman.. *woy! Ini kan fic HUMOR!* ralat. Keduanya saling menatap dengan tatapan yang lurus. Lalu mulai menyadari kehadiran orang lain yang kini berada disekitar mereka berdua,

"Naruto?" ucap mereka berbarengan

"Lho? Sasuke, Sasori? Lama nggak jumpa!" balas bocah bermata saphire itu sambil melambaikan tangannya dari kejauhan.

"Kok? Kok? Kalian berdua bisa ada disini sih!" dengus Sasuke yang agak sedikit kesal. karena baginya, bertemu dengan dua mahluk asing ini sama saja dengan mendatangkan kemalangan dan kesialan.

"Lo kira ini jalannya moyang lo apa? Suka-suka gua mau ada disini." balas pria serba merah itu cuek.

"Udah udah… karena udah terlanjur ngumpul kayak gini, gimana kalo kita makan siang bareng?" si pria serba kuning-oranye ini memberikan usul sebagai penengah.

Si upin dan ipin *Woy! Upin Ipin dari mana loe?* salah mulu perasaan gue. Ralat. Si Sasuke dan Sasori cuman saling pandang, dan menghela nafas bersamaan.

"Ya udahlah… toh sekali seumur hidup ini…" ucap Sasori yang berarti 'IYA'

"Hn.. apa boleh buat" balas Sasuke yang juga berarti 'IYA'

"HOREEE!" Naruto menyambut mereka berdua dengan teriakan yang cukup mengundang mata orang-orang disekitar, Sasuke dan Sasori cuman bisa menepuk dahi, "Ya ampun…"

xXx

"Eh, eh, eh, ngomong-ngomong kita mau makan siang dimana?" tanya Naruto yang kini tengah berjalan berdampingan bersama kawan barunya.

"Lho? Bukannya lo yang nentuin tempatnya? Gue kan cuman ikutan jalan aja..." Sasori cengok memandang Naruto. Bodohnya, mereka bertiga jalan bersama tanpa arah yang jelas

"Hah! Kok? Gue kira elo yang nentuin tempatnya!" teriak Naruto gacebok. Emang susah ya, orang bodho ketemu ama orang begho. Hasilnya jadi Cenghok.

"Udah! Kita ke sana aja kalo gitu!" Sasuke yang makin gondok, akhirnya memutuskan untuk makan siang di restoran Sushi di seberang jalan.

"Huh!" Naruto cuman manyun sementara Sasori, yaah… gitu lah *Ga jelas lo Author!*

xXx

"Misi…" ucap Naruto setengah teriak

"SELAMAT DATANG~!" sapa pegawai resto itu dengan senyum yang sudah di setting untuk menyapa setiap tamu.

"Kok… ni orang tua mukanya pada nggak asing ya?" Sasori nyeletuk, dan suaranya cukup besar untuk didengar oleh pegawai resto sushi ini.

"Maaf anda bilang apa?" balas si pegawai dengan nada suara yang datar tapi wajahnya sudah berurat-urat. seorang perempuan tua cantik yang nggak rela dipanggil nenek itu pernah menyabet gelar beautiful Grandma in the world! Dengan skor MUTLAK!*applause* tapi meskipun begitu, dia ikut kontes ini juga karena terpaksa. Soalnya, dia nggak di izinin untuk ikut kontes 'Beautiful Miss' yang memiliki Syarat umur jauuuh dibawah umurnya. Kasian…

"Gua bilang kok, ni orang… Pphh!" omongan Sasori dipotong oleh bekapan dari tangan Sasuke.

"Bodho lu…! Udah! Jangan cari masalah!" bisik Sasuke yang sebenernya sih, cukup terdengar juga oleh si pegawai tadi.

"Ibu… ada telepon..!" seorang gadis berambut pink keluar dari dalam dapur sambil meneriaki perempuan tua bertato wajik didahinya alias, Ibunya sendiri.

"HAH!" Sasuke dan Sasori menjerit kaget

"Waaah!" Naruto menjerit bahagia

"KYAAAA!" si cewek menjerit girang

"LU LAGI!" Sasu dan Saso berdecak sebal

"Sakura-chuaan~!" Naruto still in bahagia face *bahasa Inggris belepotan, ga usah DIPAKE!*

"Kyaaa! Sasuke-kun! Sasori-san!" Sakura teriak kegirangan.

"Jadi ini restoran Sushi keluarga lu? Aargh, Sasori, Naruto, ayo keluar" Sasuke bersugesti kepada Naru dan Saso untuk mengikuti jejak hidup *Astapilulloh… ni author kebanyakan nenggak air WC kali!* tuh kan, salah lagi gua… maksudnya menyuruh Naruto dan Sasori untuk mengikutinya pergi.

"Eits, kalian bertiga ga bisa pergi! Gimana nih masakan yang udah di pesan!" perempuan tua licik bernama Tsunade itu membuka suaranya. Sasu,Saso dan Naru cengok karena tiba-tiba saja dimeja makan yang tadinya nyaris mereka tempati itu langsung dipenuhi oleh berpiring-piring Sushi yang tentunya TIDAK murah. Dan sudah pasti, alasan yang nggak masuk akal itu langsung saja di sanggah oleh Sasori dengan cepat

"Kapan kita pesen makanan! Ngibul aja nih tante tua! Dasar janda! Nenek licik! Keriput! 5o Tahun!" sungguh sanggahan yang mantab dari Sasori yang tentu saja sudah dipelajarinya sejak 10 tahun silam dengan berguru kepada seorang anak TK yang cerdik dan pandai menghina dengan wajah datar bernama NOHARA SHINOSUKE a.k.a SHINCHAN. Atau lebih tepatnya, anak kurang ajar.

"AP– APPAAAH!" Tsunade berteriak lebay, ia terlihat sibuk mencari kaca, dan kemudian mengaca, "Uuh, maca cih akuh tua? Wajah mulus non keriput gini dibilang tua…" tiba-tiba saja suaranya berubah sok-sok remaja atau lebih tepatnya, kelewat bocah. Anak muda aja nggak gitu-gitu amat… ini orang uzur, udah deket lobang kubur juga, masih aja sibuk-sibuk Dandan. *Bhee… gua juga ikutan kena kayak Itachi.. AWAS AJA NANTI selesai nulis Fic, gue cegat juga nih si Fuun di depan gang!*

Belom selesai membahas masalah tentang Sushi, tiba-tiba saja datang lagi orang yang akan memperburuk suasana di resto itu.

"Selamat siang– akh! SASUKE!" teriak pria itu sambil menunjuk-nunjuk wajahnya Sasuke seolah-olah Adeknya itu mahluk asing dari planet Getsgobodho *Dari tadi apaan sih ngomongin planet Getsgobodho!*

"Ck! Elo lagi…" buset dah, kakaknya dipanggil 'ELO'

"Adik idiot! Urusanmu belum selesai!" Itachi berlari kearahnya, dan… perkumpulan insan di resto Sushi itu semakin heboh,

"Sasuke~ Sasori~ akuh kangen bangets…! Kyaaa! Makin cakep aja…!" Mata Sakura lope-lope

"Minggir…! Aduuh! Baka! minggir gak? Arrrgh!" Sasuke ngamuk gara-gara kakaknya meluk-meluk dia ga jelas

"Nggak akan… awas kau Sasu!"

"Ini tante tua, berisik aja ah. Pokoknya gue nggak bertanggung jawab atas sushi-sushi ini!"

"Hoi kamu! Udah nggak sopan, nggak mau bayar lagi! Pokoknya bayar! Give me your MONEY!"

"Sakura-chuaan~!"

"Itachi keriput! Gue ceplokin aek Kebo neh dimuka lu!"

"Bodo! Dasar adik idiot tak tahu di untung!"

"Kyaaa! Ada satu lagi yang keren selain Saso dan Sasu~!"

"Biarin! Dasar Tante tua! Jelek! Nggak tau malu..!"

"Kau mau ditabok hah!"

"Sakura-chuaaan~! Jangan kacangin akuh!"

Sepertinya keributan diresto itu membuat para penikmat Sushi sedikit terganggu. Apalagi percakapannya Itachi dan Sasuke yang sudah menggunakan bahasa planet tingkat tinggi sehingga membuat para penyantap Sushi di resto pada saat itu muntah-muntah mendengarnya.

Sementara itu Sasori si maniak Stroberi lagi sibuk adu Panco sama nyonya Tsunade gara-gara ribut soal taruhan goceng! Dasar! Goceng aja ribut! Gimana kalo taruhan rumah mewah! Yah, tentu saja asal muasal mereka ribut taruhan itu gara-gara soal Sushi tadi.

Disaat yang bersamaan, Sakura yang merasa dikacangi oleh Sasuke dan Sasori akhirnya memutuskan untuk diam dan memperhatikan keduanya sambil mencuri-curi gambar mereka.

Sedangkan Naruto yang dikacangin Sakura, akhirnya memutuskan untuk menyantap Sushi-sushi dimeja yang masih diributkan oleh tante Tsunade dan Sasori itu, kemudian kabur sebelum ada yang menyadari. He's the clever one at that moment…

Pertarungan selesai, No Winner, No Loser…

Cerita ga jelas ini berakhir tanpa adanya pemenang dan pecundang.

Spesial Fic END

Gimana? Aneh kah? Spesial fic nya Gaje banget… tapi moga-moga aja nggak kelewat jayus… Betewey, ada yang nyadar gak kalo di bagian Desclaimer ntu gue buat bersambung antara percakapan desclaimer yang chap satu sampe yang akhir… hehehe… lagi isenk xDD

xXx

^o^ -^o^- ^o^ -^o^- ^o^ -^o^- ^o^ -^o^- ^o^

~SPECIAL THANKS~

Mind of Vic

Sayurii Dei-chan

Shurako Shura-chan

Misyel

nanonine

Imajinasi-Liar

tobianakindonesia

AeroBoy

Maeve zahra

Yuri Oohara

Safira Love SasuNaru

Gummy cherries

Michiru No Akasuna

Sasuchi ChukaCukhe

Hyuzura namikaze hyuga

Tobito Uchiha

Kuroneko Hime-un

Hime-chan Satsuki

KiokoAquarius1999

Niadzh Kokoromiru

Akasuna no NiraDEI Uchiha

Tobi Takaya Ismail

Aishiteru a.k.a sang mantan

anwong

TobiAnakAyah

chiu-chi Hatake

dan siapapun itu yang sudah menyempatkan diri untuk membaca Fic ini apalagi sampe nge alert atau nge fav *Melayang terbang*

(Hontou Nee Arigatou Ghozaimasu~!)

^o^ -^o^- ^o^ -^o^- ^o^ -^o^- ^o^ -^o^- ^o^

P.S : Nanonie! Hiksu, kapan OL lagi sih? Penasaran sama cerita from Gothic to gorgeous nya…!

xXx

Mau bikin humor lagi ah~! *kelewat semangat*

Sore Jaa~!