WARNING!

[Jika ada kesalahan ataupun kata-kata yang tidak nyambung alias masuk akal. Itu bukan kesengajaan Author melainkan ke-error-an saat mempublish/update Fanfic. Jadi mohon maaf jika membuat para Readers kurang nyaman membaca. Gomenasai!]

[Dan bagi yang tidak menyukai Pair AkaKuro di harapkan KELUAR SEKARANG JUGA! Di larang KERAS membuat Comment pedas mengenai My Beloved OTP. But for the fans who truly in love with AkaKuro. Please Continue and Enjoy]

Chapter 07:Study For The Test

.

Tak terasa sudah 3 minggu kuroko bersekolah di teiko, dan 4 hari ke depan. Mereka akan melakukan ujian alias test sekolah. Kuroko hanya menanggapinya santai, sikap yang sama seperti apa yang Akashi lakukan.

Tapi berbeda untuk pemuda bersurai merah gelap yang menatapnya memohon.

"Tolong ajari aku kuroko!"

Kagami memohon pada kuroko, bersujud di hadapannya dan memasang tatapan memohon. Kuroko menggaruk pipinya yang tidak gatal, ini bukan pertama kalinya Kagami seperti ini. "Kenapa harus aku kagami-kun?"

"Tentu saja karena kamu satu-satunya teman yang paling pintar yang kutemui selama ini!" apa kagami ingin merayunya dengan kata-kata itu? Hm, sepertinya tidak. Dia pasti kelepasan.

Kuroko menghela nafas lelah,"Baiklah, aku akan mengajarimu. Tapi kamu harus bersungguh-sungguh, mengerti?" ucapnya memastikan.

Kagami mengangguk mantap,"Aku pasti akan bersungguh-sunggu! Aku janji!"

.

"Mana kata-katamu tadi kagami-kun?" Tanya kuroko sweatdrop menatap pemuda bersurai merah gelap di sampingnya memasang wajah bingung. Sepertinya masih tidak ada yang masuk ke dalam kepalanya.

Kagami menganggaruk kepalanya,"Aduh! Aku benar-benar tidak bisa mengingatnya!" ucapnya frustasi. Rambut jabriknya yang semula sudah berantakan semakin berantakan.

"Ini sudah yang kelima kalinya kagami-kun. Kamu konsentrasi atau tidak sih?" Tanya kuroko mulai kesal.

Kagami mendengus kesal,"Kenapa ya aku tidak bisa mengingatnya? Aku benar-benar bersungguh-sungguh kuroko! Aku serius!" ucapnya lalu membuat tanda V dengan ke2 jarinya.

Kuroko menghela nafas lelah, "Aku akan memberimu waktu 20 menit dari sekarang. Aku akan menanyakan semuanya yang sudah kamu baca, aku pergi dulu ke kantin. Konsentrasi kagami-kun."

"Iya, aku tau!"

Kuroko berjalan keluar lalu menuju kantin, dia tidak habis pikir dengan kagami. Sudah 3 jam dia membaca namun tidak ada satu pun yang masuk ke dalam kepalanya. Jangan-jangan kagami beneran baka? Apa mulai sekarang kuroko harus memanggilnya Bakagami seperti apa yang Aomine lakukan?

Kuroko sampai di kantin lalu membeli sandwich , roti yakisoba panjang dan dua susu stroberi. Dia pun bergegas kembali menuju perpustakaan, saat dia sampai..

"Kagami-kun?"

Kuroko menoleh kanan-kiri, dia mencari ke belakang dan pojokan. Namun dia tidak menemukan kagami."Apa dia kabur? Tidak mungkin, dia bukan orang seperti itu." Kuroko menyadari bahwa salah satu buku di meja berkurang,"Setidaknya dia membawa salah satu buku untuk belajar." Ucapnya menghela nafas lelah. Dia meletakkan plastiknya lalu berjalan menuju jendela.

"Hm? Oh, itu kagami-kun."

Di lihatnya kagami yang tengah memantulkan bola basket di lapangan , kuroko tersenyum kecut melihatnya.

"..Apa yang sedang dia pikirkan?"

.

"Kagami-kun"

Kagami menoleh dan menatap kuroko,"Kuroko"

"Apa yang sedang kamu lakukan? Harusnya kamu belajar sekarang, tes nya tinggal 3 hari lagi. Kamu masih harus belajar sejarah, metik dan Ipa." Ucapnya seraya berkacak pinggang.

Kagami menggaruk kepalanya,"Ya, aku tau. Tapi aku menyadari sesuatu."

Kuroko menatap kagami bingung, seraya memiringkan kepalanya."Apa?"

Kagami melempar bola basket itu menuju ring dan masuk, dia tersenyum lebar menatap kuroko."Aku bisa mengingat dengan jelas sambil bermain basket!"

Kuroko menatapnya tak percaya, dia pun tersenyum lebar."Benarkah?"

Kagami mengangguk

"Kalau begitu kita mulai dari sekarang"

"Ya, mohon kerja samanya!"

Di sisi lain,tanpa sepengetahuan mereka. Terlihat Aomine dan Akashi yang menatap mereka dari kejauhan.

.

1 week after the test

Semua berkumpul di aula, sekarang sang raja sedang mengecek nilai anggotanya satu persatu. Dia mengangguk puas. Kini tatapannya menuju Kiseki No Sedai, julukan bagi Aomine ,Midorima,Kise,Murasakibara dan dirinya. Dan + kuroko , kagami dan momoi.

"Baiklah, perlihatkan nilai kalian. Pertama, Aku akan mulai dari milikku."

Akashi mengeluarkan kertas rapotnya, semuanya mendekati Akashi dan memasang wajah WTF.

Matematika: 100

Sejarah:100

Bahasa Inggris:100

Ilmu pengetahuan:100

Bahasa Jepang:100

Semua mata melotot , menatap Akashi tak percaya. Mereka memang tau Akashi pintar, dan sudah pernah melihat semua nilai Perfect Akashi. Tapi ini masih tetap mengejutkan.

"Dengan kata lain, aku aman."Akashi memasukkan kembali kertasnya ke kantong celananya."Berikutnya Tetsuna, perlihatkan nilaimu."

Kuroko mengangguk, di keluarkannya kertas rapotnya lalu menunjukkan ke semuanya. Akashi mengambilnya , sedangkan yang lain melihat dari belakang. Dan wajah WTF kembali di perlihatkan.

Matematika:100

Sejarah:100

Bahasa Inggris:100

Ilmu Pengetahuan Alam:100

Bahasa Jepang:100

Semua menatap kuroko tak percaya, kalau Akashi bisa di maklumi. Tapi kuroko?

"Tetsuna masuk dengan nilai sempurna, dia satu kelas denganku dan menempati kamar private milik ketua ossis terdahulu." Ucap Akashi membuat semuanya semakin terkejut.

"Kamu benar-benar hebat Tetsu" ucap aomine takjub. Ternyata penampilan kuroko yang dulu memang ada maksud nya, dia bernampilan kutu buku bukan karena dia sengaja. Tapi kuroko memang kutu buku asli dan kejeniusannya menyaingi Akashi.

"Selanjutnya kamu Shintarou."

Midorima mengeluarkan kertas rapotnya lalu memperlihatkannya pada semuanya.

Matematika:90

Sejarah:95

Bahasa Inggris:98

Ilmu Pengetahuan Alam:100

Bahasa Jepang:95

"Wah! Midorin hebat!"ucap momoi takjub.

"Nilai IPA nya 100?" Kise menatapnya tak percaya.

Midorima membetulkan kacamatanya,"Tentu saja, aku harus mendapat nilai yang bagus. Lagipula oha-asa ada di sampingku, aku tidak mungkin gagal."

Akashi tersenyum puas,"Satsuki, kamu selanjutnya."

"Eh? Tunggu" momoi mengeluarkan kertas rapotnya dia pun memperlihatkannya.

Matematika:90

Sejarah:88

Bahasa Inggris:95

Ilmu Pengetahuan Alam:85

Bahasa Jepang:90

"Momoicchi juga?!" kise makin kaget.

"Eh? Nilai momo-chin juga bagus." Murasakibara mengangguk.

"Atsushi, milikmu."

Dengan malas Murasakibara memberikan rapotnya pada Akashi.

Matematika:78

Sejarah:80

Bahasa Inggris:78

Ilmu Pengetahuan Alam:85

Bahasa Jepang:85

"Bahkan Murasakibaracchi ?!" kise syok.

"Ternyata nilaimu bagus juga murasakibara" midorima membetulkan kacamatanya.

Tatapan Akashi menju kagami, "Perlihatkan milikmu Taiga"

Kagami mengangguk, di tatapnya kuroko yang juga mengangguk. Kagami mengeluarkan rapotnya dan memberikannya pada kuroko, kuroko memperlihatkannya pada Akashi.

Matematika:65

Sejarah:80

Bahasa Inggris:100

Ilmu pengetahuan Alam:70

Bahasa Jepang:65

"Eh?! Kagamicchi juga?!" kise semakin syok.

"Hah? Ternyata kamu tidak bodoh, Bakagami" aomine meledek kagami.

"Hah?! Ngajak ribut?!"

ZIING

Kalian Tau bunyi apa itu kan?

"Daiki, milikmu"

Aomine kembali kealam sadarnya lalu mengambil rapotnya, "Nih"

Semua berjalan maju melihat nilai Aomine.

Matematika:65

Sejarah:72

Bahasa inggris:65

Ilmu pengetahuan:70

Bahasa Jepang:78

"A- a..aominecchi..?!" kise sudah tidak bisa berkata-kata.

Kagami menatap nilai Aomine takjub, "Tenyata kamu bisa juga kalau usaha, kupikir kamu bakal selamanya jadi Ahomine"

"Berisik!"

"Ryouta, keluarkan punyamu."

Kise terkejut mendengarnya, di tatap semuanya yang juga sudah menunggu nilai kise. Kise mengeluarkan rapotnya perlahan, di angkat nilainya perlahan-lahan membuat Kuroko tidak sabar dan merebutnya paksa.

Matematika:50

Sejarah:65

Bahasa Inggris:68

Ilmu Pengetahuan Alam:68

Bahasa Jepang:70

"Hampir semuanya di bawah 7" kuroko sweatdrop melihatnya.

"Ki-chan! Nilaimu lebih parah dari Dai-chan!" momoi menatap kise tak percaya, dia tidak sadar sudah memanggil aomine dengan panggilan kecil.

Kise menangis buaya, "Kenapa nilai Aominecchi lebih bagus dariku?!"

"Yah, Aomine-kun belajar bersamaku sebelum ujian. Dia juga di awasi Akashi-kun sepanjang hari" jelas momoi. Ya, jika saja aomine tidak suka bolos. Pasti Akashi tidak akan mengawasinya sepanjang hari.

Kise menunjuk wajah kagami seraya menangis semakin jadi, wajah modelnya sudah hancur lebur. "Lalu bagaimana dengan kagamicchi?!"'

"Kagami-kun belajar bersamaku, karena itu nilai kagami-kun jadi lebih baik." Jawab kuroko seraya mengelus kepala kagami sambil bergumam Anak baik Anak baik pada kagami.

"Hidoi ssu! Kenapa kurokocchi tidak mengajakku juga?!"

"Eh? Waktu itu kagami-kun datang dan memohon padaku lalu bersujud di hadapanku untuk mengajarinya. Aku menyetujuinya, tapi aku tidak berpikir sampai sejauh itu." Ucap kuroko sweatdrop.

"HUWEEH! KUROKOCCHI JA-"

ZIIING

Kise menatap terbata-bata samping kanannya. Lihatlah ,gunting itu tertancap dengan sangat indahnya.

Semuanya menatap Akashi lalu menelan ludah mereka susah, detik kemudian mereka berjalan mundur bersama. Kecuali kise yang sudah mati kutu.

"Bukannya aku sudah menyuruhmu untuk belajar Ryouta?" Tanya Akashi mengeluarkan aura satannya. Kini auranya lebih pekat to the max .

Kise menahan nafasnya,"A-aku sudah .. belajar Akashicchi.." jawabnya pelan.

Akashi mengambil rapot kise dari kuroko lalu menunjuknya berkali-kali,"Lalu apa maksud dari nilai-nilai ini, hah?" entah mengapa karena aura itu wajah Akashi seakan di sensor, mungkin karena wajahnya sekarang terlalu menakutkan untuk anak-anak di bawah 8 tahun.

"A- a.. a-aku..!" bola mata kise seakan berputar, kedua matanya berair karna terlalu takut.

Puk

Kuroko memegang bahu Akashi, "Sudahlah Akashi-kun, jangan memarahinya terus. Setidaknya hanya matematika yang tidak tuntas, lagipula ada remedial 3 hari lagi. Kita pakai waktu itu untuk mengajari kise-kun." Saran kuroko menatap Akashi seraya tersenyum.

Yang lain menahan nafas dengan aksi kuroko. Kuroko terlalu berani.

Beberapa detik kemudian terdengar hela nafas panjang dari Akashi, Akashi kembali tenang."Kamu benar Tetsuna, aku akan ikuti saranmu."

Semuanya menatap Akashi tak percaya.

Akashi mendengarkan perkataan seseorang? Bahkan mengikuti sarannya! Akashi benar-benar sudah berubah. Dan itu karena kuroko.

"Mulai hari ini aku yang akan mengajarimu Ryouta, pastikan setelah selesai klub kamu datang ke perpustakaan. Dan jangan terlambat."

Kise mengangguk cepat,"Baik! Aku janji tidak akan terlambat Akashicchi !"

Kuroko menghela nafas legah,'Syukurlah"

Sedangkan yang lain menatap kuroko takjub+Horror.'Tetsu-chan/Tetsu/Kuroko benar-benar orang yang mengerikan! Siapa sebenarnya kamu?!' batin semuanya bersamaan.

Sedangkan kagami hanya menatap senang nilai rapotnya dan memfotonya, dia kemudian mengirimkan nilainya pada Alex.

Murasakibara mengangguk-ngangguk melihat nilainya dan melanjutkan makannya.

Kise ingin pipis di celana

Sedangkan Akashi menatap kuroko dengan tatapan yang tak pernah dia berikan sebelumnya.

.

3 Days after the Incident

Kise membawa hasil nilainya seraya menangis haru, dia terharu sudah lepas dari semua siksaan.

"68, setidaknya ini lebih baik dari yang lalu." Ucap kuroko tersenyum legah.

Akashi menatap nilai kise datar lalu mengangguk, melihat itu kise ber-BANZAI lalu berlari keluar aula dengan air mata banjirnya yang membasahi jalan.

Kuroko menatap Akashi,"Semuanya sudah Oke kan Akashi-kun?"

Akashi menatap kuroko lalu tersenyum seraya menghela nafas panjang,"Ya, semuanya sudah Oke. Aku tidak akan mengungkit kejadian ini lagi." Ucapnya lalu meninggalkan kuroko yang tertawa kecil melihatnya.

"Dia terkadang suka terlalu memaksa, padahal sebenarnya dia hanya mengkhawatirkan semuanya(Kiseki&All Member). Kenapa kamu tidak jujur saja Akashi-kun."

.

.

To be continue

[YOSH! Chapter 7 is here! Maaf minna-san, lama gak update. Entah mengapa agak rada-rada malas untuk update. Untuk Chapter 7 Cuma buat kesan habis ulangan saja, sama kayak ane baru selesai ujian :v. Untuk chapter kedepan di usahakan lebih baik, amin. Mohon dukungannya ya]

Well, is it boring? Not good enough? Tell me your honest comment. And don't forget , to not give me a Harsh/too Hot Comment :'v

Gomenasai and Arigatou Minna-san