"Hei...! kenapa kalian menatapku seperti itu, kalian..."

Ucapan gadis tersebut tiba-tiba terhenti ketika Sasuke memeluknya secara tiba-tiba. Wajah gadis tersebut kini sudah memerah seperti kepiting rebus ketika mendapat pelukan secara tiba-tiba dari seorang pria yang belum sama sekali ia kenal.

" Sakura "

Bisik Sasuke di telinga gadis bersurai musim semi itu. Tubuh Sakura terasa membatu ia tidak bisa menggerakan tubuhnya sama sekali pikiranya masih syok dan belum bisa mencerna apa yang sedang terjadi saat ini. Mata hitam Sasuke kini terpejam menikmati pelukan hangat yang selama ini ia rindukan perlahan namun pasti sebulir demi sebulir air mata kini mulai terlihat terjatuh menuju tanah dari mata kelam Sasuke.

.

.

.

" Nee...dimana si jidat lebar itu ?, katanya tadi pergi sebentar "

" Ano...Ino mungkin Sakura seda..."

" HINATA lihat itu...!"

Seru Ino sambil menunjuk sepasang pemuda dan pemudi yang kini tengah berpelukan. Mata silver Hinata kini mulai menyelusuri arah yang tengah di tunjuk tangan lentik sahabatnya itu. Matanya melebar mengetahui sahabatnya kini tengah dipeluk oleh laki-laki yang tidak mereka kenal.

" SAKURA...!"

Triakan Ino kini sukses mengembalikan pikiran Sakura yang sempat pergi entah kemana. Kini setelah sadar secara sempurna mengenai apa yang terjadi Sakura kemudian menjauhkan laki-laki tersebut dengan mendorong dada bidang Sasuke menjauh darinya.

" Dasar MESUM...! Lepaskan aku ...! "

Usaha Sakura untuk lepas dari pelukan sang Uchiha akhirnya membuahkan hasil perlahan tubuh Sasuke mundur ke belakang menjauh dari kehangatan yang masih ia rindukan. Tubuh tegap dang sangat menawan Sasuke kini berdiri dengan kokoh, mata hitam yang selalu tidak mau lepas dari mata jade yang semakin ia pandang semakin ia terhanyut kedalamnya kini mulai berhenti mengeluarkan air mata.

Sedangkan Naruto...? kini Naruto menggeser pandanganya kearah triakan yang tadi sempat mengganggu momen romantis SasuSaku.

DEG

Matanya membulat sempurna ketia melihat wanita yang selama ini sangat ia rindukan kehadiranya kini berada di depan matanya, seolah takdir telah mempermainkanya kemarin ia di suguhi dengan kematian kekasihnya namun sekarang ia kembali hadir dihadapanya hanya berjarak beberapa meter. Bayangan tentang kejadian yang sangat menyayat hatinya kini mulai melayang di pikiranya memaksa permata biru sang pemuda mengeluarkan air matanya.

' H...hii...na...ta...'

' Apa itu benar kau Hinata ? '

"HINATA...!"

Sedetik kemudian Naruto bangkit dari kekagetanya dan mulai melangkah mendekat dengan tak henti-hentinya menggumamkan nama gadis yang selama ini ia sangat rindukan.

GREB

" Hinata aku...aku...aku sangat merindukanmu "

Kata yang secara tidak sadar terlontar dari sang Uzumaki mampu membuat wajah putih salju milik Hinata menjadi berwarnah merah matanya membulat sempurna takala mendapat pelukan yang sangat nyaman namun sangat mengguncang batinya. Ia tidak menyangka akan mendapatkan pelukan dari orang yang sama sekali tidak ia kenal.

Pelukan Naruto semakin mengerat, air mata yang sudah ia tahan kini sudah mengalir deras membasahi pipi sang Uzumaki. Perasaan hangat kini menjalar di hati sang Uzumaki, menggatikan rasa sakit yang selama ini bersarang di hatinya.

' Mereka sungguh romantis ' (?)

Gumam Ino yang menatap iri pada kedua sahabatnya yang kini tengah di peluk pria-pria tampan.

" Hei...! kau lepaskan sahabatku dasar duren sialan...! "

Sebuah triakan dari Sakura kini sudah menyadarkan lamunan Ino, tangan putihnya bergerak cepat menarik sahabatnya yang tadi di peluk agar bisa terlepas menjauh dari duren (?). Usahanyapun berhasil kini sang gadis lavender sudah terlepas dari pelukan Naruto, sedangkan Naruto ?. ia melangkah mundur mendekat ke arah Sasuke.

" Hei dobe sadarlah...jangan ditambah lagi muka idiotmu itu "

" Cih sialan kau tame "

" Hn"

Naruto yang sempat melamun setelah melepas peukanya kini sudah sadar kembali setelah sahabatnya menyadarkanya dari lamunanya. Naruto kini melangkahkan kakinya mendekat ke arah sahabatnya.

" Aku tidak percaya ini tame ternyata mereka masih hidup "

" Hn"

" cih apa tidak ada konsonan lain selain HN tame ? "

" Hn "

" Hmm "

Merekapun mengalihkan pandangan mereka ke tiga perempuan yang sedari tadi menjadi pokok pembicaraan mereka. Tatapan mata biru dan hitam yang kini tengah memperhatikan secara intens kini mulai menjadi meredup menyadari Sakura dan Hinata yang di dunia ini tidak sama dengan yang di dunianya dulu.

" Hn tapi mereka tidak sama dobe "

" Hmm... kau benar tame, tapi aku akan tetap berusaha mendapatkanya "

" Hn... kali ini kau benar dobe "

" Hei kalian ! "

Triak Sakura yang merasa di abaikan setelah tadi terjadi insiden di peluk secara tiba-tiba oleh Sasuke. Sedangkan yang di panggil hanya memalingkan wajahnya dan tindakan tersebut kini sudah menyulut api peperangan di antara mereka.

" Kalian...! ayo bertarung ! "

" Hn...sepertinya ini akan menyenangkan dobe ? "

Seringai Sasuke yang selama ini belum pernah terlihat setelah kematian Sakura kini terlukis kembali di wajah Sasuke. Sedangkan Naruto kini sudah senyum lima jari yang membuat salah satu perempuan di situ memerah (?).

" Haha...kau benar tame ini akan sangat menyenangkan "

Kini Sakura tengah mengirimkan tantangan PVP kepada Sasuke sedangkan Hinata kini sudah mengirimkan tantanganya kepada Naruto.

SEND

" Emmm ...tame bagaimana cara menerima tantanganya "

GUBRAG

Para perempuan yang tengah serius menantang para pria tiba-tiba swetdrop masal ...yah kalian tau kenapa kejadian ini bisa terjadi.

" Cih...dasar baka dobe "

" Hei...kenapa kau mengataiku tame dasa baka "

" Hn...lihat ini dobe "

Sasuke kemudian membuka menu barnya kemudian menekan tulisan TERIMA di menubarnya. Naruto kemudian mengikuti langkah sahabatnya itu tak lama setelah menekan tulisan itu kini muncul pagar pembatas yang transparan mengelilingi mereka berempat.

" Hmmm...ini sangat membosankan, aku hanya jadi penonton "

Celetuk Ino yang kini tengah memperhatikan kedua sahabatnya yang akan segera memulai pertarunganya.

" mereka akan memulai pertarungan "

" ini tidak adil perempuan melawan laki-laki "

" mereka sangat tampan " (?)

Itu komentar dari beberapa penonton yang kini sedang berdiri untuk menonton sebuah pertarungan perdana di Game ini.

BATTLE START

.

.

.

" Ini sangat menarik baru beberapa jam yang lalu game ini di buka kini sudah ada yang memulai pertarungan "

Senyuman kini tergambar dengan jelas di wajah seorang yang kini tengah duduk di kursi kebesaranya.

" Benar tuan ini semakin menarik mengingat ada keturunan Hyuga, Haruno dan Yamanaka yang ikut bermain di dalam game ini "

" Kau benar Obito, ini akan menjadi semakin menarik aku akan masuk di fraksi Kumogakure agar bisa berhadapan dengan mereka, tolong persiapkan semuanya Obito "

" Baik Toneri sama "

" Ohh...tolong sekalian buatkan aku secangkir kopi dengan sedikit gula dengan krim "

" Baik tuan "

Obito pun melangkah keluar dari ruangan tersebut dengan membawa dokumen-dokumen yang akan ia kerjakan.

Toneri POV

' Hmmm...ini sangat menarik setelah sekian lama kita tidak bertemu, ternyata kita akan berjumpa di dalam dunia game '

Takdir memang sangat luar biasa setelah aku kalah dalam turnamen internasional oleh seorang gadis akhirnya kini aku akan memberikan apa yang namanya kekalahan.

Flass Back

" Kau hanyalah sorang perempuan yang lemah, menyerahlah Hyuga ! "

" Jika kau menungguku menyerah maka kau tidak akan mendapatkanya Toneri "

TENG TENG

Bunyi bel tanda di mulainya pertandingan kini sudah berbunyi aku semakin menyempurnakan kuda-kudaku. Tatapanku terkunci pada pergerakan Hyuga di depanku yang sedang memasang kuda-kuda yang hanya di miliki oleh clan Hyuga.

" HYAAATTT "

Aku maju terlebih dahulu dengan mengayunkan pukulan mautku namun ia berhasil menghindar dengan menggeser tubuhnya ke samping kanan. Dan ia mengayunkan pukulanya kearah ulu hatiku akupun menghindar walaupun sedikir terkena pukulanya namun aku tetap dapat selamat dari pukulanya itu. Akupun mundur beberapa langkah untuk memperbaiki kuda-kuda .

" Apa hanya segini kemampuan dari seorang Hyuga ? kau mengecewakanku Hyuga "

" Tetap konsentrasi, abaikan apa yang di ucapkan musuhmu ! "

Terikan dari ketua clan Hyuga kepada anak keduanya yang sekarang tengah menjadi musuhku. Ia semakin menajamkan matanya kuda-kuda semakin ia persiapkan menjadi tanda ia telah siap menerima seranganku. Aku mulai mempersiapkan serangan berikutnya kakiku mulai melangkah mendekat untuk melancarkan serangan berikutnya.

Setelah jarak kami semakin berkurang dan kini ia sudah dalam jangkauan tendanganku aku mulai mengayunkan kakiku ke arah kepala si Hyuga itu. Namun tak kusangka ia menahan seranganku menggunakan satu tangan dan ia membalas seranganku dengan tangan yang kini tengah bebas akupun tak tinggal diam aku memutar tubuhku ke luar untuk menghindari pukulanya.

Akupun kembali mengambil jarak denganya namun tak ku sangka ia mengambil langkah untuk mendekat ke tubuhku namun aku yang telat menyadari tindakanya kini harus merasakan akibatnya. Ia melontarkan pukulanya ke ulu hatiku dan pukulanya sukses mendarat di sasaranya.

UHUK

Mulutku mengeluarkan darah setelah menerima dengan telak pukulanya itu akupun kembali mengambil langkah mundur..

' cih sial ini sangat sakit '

Nafasku semakin memburu menahan rasa sakit yang kini menjalar di dadaku mataku menjadi semakin berat bayangan-banyangn kini menjadi berlapis di mataku.

' cih jangan sekarang, aku tidak mungkin kalah dari seorang Hyuga '

Tubuhku semakin berat untuk berdiri tegap mataku semakin berat untuk terbuka, samar-samar aku melihat ia semakin mendekat ia mengayunkan tanganya kearah dadaku aku yang baru saja menerima pukulan mautnya tidak bisa mengelak dari pukulanya. Tubuhku terpental ke belakang setelah menerima pukulanya itu. Dadaku menjadi sesak mataku menjadi rabun pandanganku mulai menghitam dan terakhir yang ku lihat wasit yang tengah menghitung kekalahanku.

' Cih sial ! '

Beberapa menit setelahnya

' UGHHH'

Dadaku masih terasa sangat sesak untuk mengambil nafas aku mulai membuka mataku dan yang ku dapati hanya ada warna putih dan bau obat yang menyeruak ke dalam hidungku.

' Hmm...ini di ruang kesehatan '

" Dan pemenang dari turnamen Junior High School tingkat Nasional ini adalah...Hyuga Hinata "

Suara juri kini menggema di seluruh arena pertarungan dengan wasit yang tengah mengangkat tangan Hinata keatas pertanda bahwa dia telah memenagkan pertandinganya itu.

" Cih aku tidak akan melupakan penghinaan ini Hyuga, tunggu kau pasti akan merasakan apa yang namanya kekalahan "

End Flass Back

Aku memegang dadaku yang masih terasa sesak mengingat kenangan tiga tahun yang lalu di turnamen beladiri Nasional aku mulai mengatur nafasku kembali.

" Ini akan menjadi pembalasan yang menyakitkan Hyuga "

Mataku terpejam merasakan angin yang sumilir dari jendela yang kini terbuka, Aku mulai terlelap di bangku kerjaku menginat banyak sekali pekerjaan yang aku kerjakan hari ini.

End Toneri POV

.

.

.

" Mari kita mulai menari nona-nona "

Seru Naruto yang kini tengah siap mendapat serangan dari musuhnya itu.

" Cih kau seperti Pcycopat dobe "

" Heee...seperti itukan tame "

" Hn "

Mata biru bertemu mata bulan sedangkan mata jade bertemu dengan mata hitam kini mereka tengah menatap musuh mereka di hadapan mereka. Kini Hinata tengah memperkokoh kuda-kudanya begitupun Sakura yang tengah mempersiapkan serangannya. Sedangkan Naruto ? dia malah berdiri melipat tanganya di dadanya dan Sasuke ? dia masih berdiri dengan memasukan kedua tanganya dengan wajah emmm...datar.

" Kalian jangan meremehkan kami...! "

" Hn "

" HEI...! JAWABAN MACAM APA ITU...! "

" Hn "

" Dia sangat menyebalkan Hinata "

Sakurapun berlari menuju arah Sasuke, Sasukepun hanya menatap bosan Sakura yang kini tengah berlari. Begitupun Hinata yang kini tengah berlari menuju arah Naruto sedangkan Naruto hanya menyeringai melihat kedatangan Hinata.

Di arena Sakura Sasuke

Kini Sakura sudah berjarak satu meter di hadapan Sasuke iapun kini melanyangkan pukulan terkuatnya kearah muka datar Sasuke.

SANAROO

Dengan reflek seorang pahlawan shinobi Sasuke dengan mudahnya menghindar dari pukulan Sakura dengan menggeser tubuhnya kesamping, Sakura akhirnya terdorong ke depan akibat pukulanya tidak mengenai sasaranya matanya kini terpejam menunggu tubuhnya berbenturan dengan tanah dan di situlah tangan Sasuke yang selalu di dalam saku kini mulai terangkat dan dengan sigap ia melingkarkanya di pinggang Sakura.

Posisi mereka kini seperti seorang pangeran dan putri yang sedang berdansa menikmati alunan musik (?).

GREB

Kini posisi Sasuke tengah memeluk pinggang Sakura yang kini berada di bawah Sasuke wajah mereka begitu dekat tinggal beberapa Cm lagi hidung mereka bersentuhan.

Mata Sakura yang terpejam kini mulai terbuka menampakan iris jadenya, matanya kini tengah menatap lurus mata kelam Sasuke yang juga terpaku menatap mata Sakura mereka terdiam beberapa detik.

' Tampan sekali wajhnya jika dari sini '

' Dia sangat cantik, tidang berbeda dengan yang dulu '

" Hn...kau begitu berat nona Haruno "

" Ehhhh...apa yang kau katakan, LEPASKAN...! "

" Hn...Baiklah "

GUBRAG

"Ittaii...apa yang kau lakukan dasar menyebalkan...! "

" Aku hanya menuruti apa yang kau mau nona Haruno "

" Kau...kau..kau MENYEBALKAN...! Raskan ini "

Sakura mulai bangkit dari posisi jatuhnya kemarahan kini sudah di pucuk kepalanya. Tangan kananya mengepal dan diayunkannya ke arah muka Sasuke namun pukulanya kembali meleset dari sasaranya, Sasuke berhasil menghindar kembali dari pukulan Sakura. Sasuke memegang dan menghentikan lengan Sakura yang tengah melesat di samping kepala Sasuke. Jadilah kini posisi Sasuke berada di dekat wajah Sakura, Sasuke tidak menyia-nyiakan momen tersebut.

" Kau sangat cantik Sakura, aku sangat merindukanmu "

Wajah Sakura memerah mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Sasuke, Sakura akhirnya menatap ke wajah Sasuke yang berada sangat dekat di samping wajahnya. Sasuke yang melihat rona merah di kedua pipi Sakura kini mulai tersenyum (?).

Seketika Sakura terhipnotis oleh tatapan sang Uchiha sehingga waktu yang ia rasakan seperti berhenti sejenak memberi waktu untuk melihat lebih lama wajah Sasuke.

" Ekhmm...namaku Sasuke nona, bukan Kau atau Kau "

" Heee...aku tidak tanya siapa namamu, dasar s*al*n "

" Hmmm mungkin di lain waktu kau akan membutuhkanya nona Haruno "

" TIDAK AKAN PERNAH...! "

" Mungkin akan saya akhiri pertarungan ini Sakura "

Sakura hanya menatap bingung kearah wajah Sasuke yang masih menampakan senyumanya. Sasuke kemudian melepaskan kembali lengan Sakura dan dengan sigap ia mengunci pergerakan Sakura dengan cara menjatuhkan tubuh Sakura ke tanah dan menginci pergelangan tanganya ke punggung.

" Sebaiknya kau menyerah Sakura "

" Dalam mimpimu ...! "

" Hn "

Sasuke kemudian mulai menggerakan tanganya untuk membuat Sakura menyerah.

" HAHA...HAHA...KAU...HAHA...JANGAN..."

" Menyerahlah nona Haruno "

" HAHA...LEPAS..HAHA..KAN...AKU...HAHA...MENYERAH..."

Kalah hanya dengan menggerakan jari di pinggang perempuan memang bukan gaya Sasuke. Tapi karna ia tidak mungkin akan melukai gadis musim seminya itu akhirnya ia memilih menggunakan cara ini untuk membuat gadisnya menyerah.

GAME OVER

.

.

.

" Mereka sedang menari apa sedang bertarunng sih ? hehehe...aku lupa memberi taumu Sakura bagaimana cara memakai jurusnya "

Ino yang menyadari kecerobohanya hanya tertawa hambar melihat sahabatnya kalah hanya dengan di beri sentuhan jari di pinggang.

" Entahlah tapi sepertinya sedang menari "

" Heee...Siapa kau ? "

"Ehhh...kita belum kenalan yah, hehe "

' Siapa lelaki ini, penampilanya sungguh mencurigakan '

"Namaku SAI, Shimamura Sai "

Diarena Naruto dan Hinata

.

.

.

TBC

Hai para pembaca sekalian trimakasih udah mau baca FFN ini. Dan kalau sempat tinggalkan Review buat mengkritik atau memberi saaran. Dan mohon maaf masih banyak yang typo...

Sampai jumpa di chapter selanjutnya...

R&R