Our Life ( Yunjae )

.

.

.

.

Disclamer : Mereka milik Tuhan, tapi... seperti biasa Changmin oppa milik Cho seorang. Hehehehehehe...

Pairing : Yunjae (baru mereka maksudnya)

Rate T

YAOI, Typos, membosankan, alurnya kadang tidak jelas

.

.

.

.

Yunho turun dari mobilnya, kali ini ada yang berbeda. Beberapa yeoja menyapanya. MENYAPANYA? Hal yang tidak pernah dilakukan padanya selama dia bersekolah disini.

" Ada apa ini?"

" Annyeong Yunho hyung"

" Oh! Minnie ah! Kenapa ini? Aku merasa sangat aneh"

" Waeyo?"

" Kenapa banyak yang menyapaku? Sebelumnya mereka tidak seperti ini?"

" Ah! Mari kita lihat dimading, aku dengar ada berita menarik"

Yunho dan Changmin menuju mading dan memeprhatikan berita yang ada didinding sekolah.

.

` PERINGKAT KELAS 11 SEMESTER 1

JUNG YUNHO 11 A

SHIM CHANGMIN 11 C

LEE KWANGHEE 11A

KWON BOA 11 B'

.

" Ah! Aku tahu Hyung" Ucap Changmin

" Apa?"

" Itu tuh! Kau tak lihat mereka tahu kau dari keluarga Jung! Siapa disini yang tidak mengetahui keluar Jung yang terpandang itu? Mereka menyapamu karena kau anak konglomerat hyung"

" Eh, jinjja? Lalu bagaimana dengan Jaejoong?"

.

.

.

.

.

~ Chapter 7~

.

.

.

.

" Aku rasa dia sudah tau akan seperti apa Hyung"

" Jaejoong ada diperingkat 45 dan Yoochun ada pada peringkat 79"

" Hah… Jidat hyung itu masih saja, padahal sudah private bersamamu"

" Itu kemajuan Min, semester lalu saja dia peringkat ke 109 dari 110 siswa"

" Setidaknya dia bukan yang terakhir"

" Kau ini"

" Annyeong Yunho hyung, Annyeong Min"

Yunho dan Changmin menengok dan mendapati Kyuhyun serta Jaejoong berdiri berdampingan.

" Ah, Kau peringkat 2 lagi Min" Ucap Kyuhyun

" Ne, aku tidak akan bisa mengalahkan Yunho hyung"

" Kau ini merendah sekali. Dan Kyu, nilaimu masih jauh"

" Ne, tapi tak separah semester kemarin. Setidaknya kau naik 50 peringkat lihatkan sekarang aku ada diperingkat 10"

" Ne, kau sudah berusaha Kyunie ah. Kajja aku antar ke kelas. Annyeong hyungdeul" Ucap Changmin menarik Kyuhyun dan mengantarnya kekelas

Sepertinya Changmin dan Kyuhyun tidak menyembunyikan hubungan mereka lagi.

" Kajja, aku antar kau juga Jae"

" Eh? Gomawo"

" Cheonma"

Jaejoong mengeryitkan dahi sejenak, beberapa orang yang dulu sering menyapanya kini mengacuhkannya. Bertidak seakan tidak melihat Jaejoong dan saat melihat mading, dia langsung tahu alasannya. Karena dia bukan lagi keluarga JUNG. Dan sekarang dia akan menikmati waktu yang ada, karena dulu banyak sekali yang mengganggunya sekarang dia punya waktu untuk menyendiri.

.

Pulang sekolah Yunho sedang menunggu Jaejoong yang sedang mengganti pakaian olahraganya dengan kemeja seragamnya saat sesosok yeoja menghampirinya.

" Yun. Aku Go Ahra kelas 11 E. Ini untukmu" Ucap Ahra memberikan sebuah bungkusan kepada Yunho lalu beranjak dari sana

" Eh?"

" Kau menunggu siapa Yun?"

Yunho menengok dan mendapati sesosok namja manis yang sudah menarik perhatiannya.

" Ah, aku menunggumu. Aku ingin mengajak pulang bersama"

" Ah, gomawo"

" Kajja"

Yunho menarik tangan Jaejoong kedalam genggamannya. Beberapa orang yang melihat itu melongo tak percaya terutama yeoja yang baru saja memberika sebungkus hadiah untu Yunho, Ahra. Dia berdecak kesal melihatnya.

" Awas kau!" Ucap Ahra

Jaejoong dan Yunho terdiam didalam mobil, setelah sampai Jaejoong turun tak lupa dia mengucapkan terima kasih. Setelah itu dia pergi kerja paruh waktu. Disana Junsu menceritakan malam kemarin dimana Yoochun menyatakan perasaannya. Yunho hanya memberi nasehat agar Junsu mau mencoba membuka hatinya untuk orang lain.

Pukul 10 malam sang supir menjemput Yunho, Yunho mengantarkan Junsu lalu beranjak kerumahnya. Disana sang Appa menunggunya.

" Yun, kajja kita bicara…." Ucap Siwon

" Ne Appa"

.

.

.

.

.

Jaejoong mengerucurkan bibirnya, dia sedang menunggu Changmin dan Yoochun yang sedang membelikan makanan untuknya.

" Hey"

" Ah, Yun"

" Sedang menunggu Changmin dan Yoochun?"

" Ne, mereka sangat lama…."

" Hey, kapan Appa menindahkanmu? Kim Appa maksudku"

" Kau ingin sekali aku pergi dari sini?"

" Bukan begitu" Yunho menarik - narik pipi Jaejoong

" Ahh Ahh.. Appoyo…"

" Aku hanya ingin menanyakannya saja"

" Satu minggu lagi mungkin?"

" Begitukah?"

" Ne"

" Ini hyung! Makanlah! Eh, annyeong Yunho hyung" Changmin menginterupsi mereka dengan membawakan ramen untuk Jaejoong dan ddeobokki untuknya

" Ah, annyeong Yun" Sapa Yoochun

" Ne, annyeong"

Mereka pun mulai makan bersama.

" Kau tahu hyung? Tadi pagi Jaejoong hyung menerima surat kaleng"

" Mwo?" Tanya Yoochun, Yunho melirik kearah Changmin sedangkan Jaejoong memandangnya dengan tajam " Apa isinya?" Tanya Yoochun lagi

" Isinya menyuruh Jaejoong hyung un… Aww! Appo hyung! Kenapa menginjak kakiku yang tidak bersalah ini?"

" Kau terlalu banyak bicara!" Ucap Jaejoong

" Cerita atau aku marah?" Ucap Yoochun

" Jauhi JUNG YUNHO atau kau tahu akibatnya KIM JAEJOONG kau tidak pantas berada disampingnya. Begitu…" Jelas Changmin

" Jelas yang menulis itu adalah fansmu Yun" Ucap Yoochun

" Aku tidak punya fans" Elak Yunho

" Kau punya. Sejak kemarin Yun! Sejak mereka tahu kau seorang Jung! Kau tidak lihat bagaimana banyaknya makanan dan hadiah yang ada dimejamu tadi pagi? Itu dari fansmu Yun" Jelas Yoochun

" Aku tidak mengerti kenapa harus Jaejoong yang menerima surat itu?"

" Karena kalian terlihat dekat Hyung!" Jawab Changmin

" Aku bisa dekat dengan siapapun yang aku mau bukan? Cih, ini menyusahkan"Ucap Yunho

Jaejoong dari tadi hanya berdiam diri tidak berminat pada pembicaraan Yoochun, Yunho dan Changmin. Namun seseorang tampak mendekat dan langsung merangkul lengan Yunho.

" Ya!" Yunho menipis tangan itu

" Kau dingin sekali Oppa! Oppa! Kajja, nanti pulang bersamaku"

" Aku akan pulang bersama Jaejoong"

" Hmm… Kalau begitu bisa kita kencan nanti malam?" Ajaknya lagi

" Hhh… Aku tidak bisa aku harus kerja part time"

" OMO! Kau kerja part time? Waeyo kau kan kaya" Ucap yeoja itu

" Bukan urusanmu" Jawab Yunho seadanya

" Baiklah ini nomorku, hubungi aku kalau ada waktu" Ucap yeoja itu lalu pergi setelah meletakkan selembar kertas dimeja. Nama yeoja itu `Go Ahra`

" Bukankah dia fansmu dulu hyung? Aish! Sungguh menggelikan" Ucap Changmin

" Aku tidak tertari lagi Minnie ah… Aku senang hidup seperti ini tanpa ada lagi yang menggangguku tiap pagi, istirahat dan pulang sekolah"

Yunho memandang Jaejoong dengan pandangan yang sulit diartikan. Saat pulang sekolah Yunho menggenggam tangan Jaejoong menuju mobilnya. Menyuruh Jaejoong masuk dan membawanya ketempat kerja sambilan. Dia memesan es krim vanila favorit Jaejoong dan duduk berhadapan dengannya.

" Makanlah"

" Hmm…" Jaejoong mulai mengemut sendok es krim itu

" Jae… Hmm… Maukah kau… Ah tidak! Bagaimana ya?"

" Kau kenapa Yun? Sakit?"

" An-aniya! Bukan itu… Aku hanya ingin bertanya… Apa.. Apa kau masih menyukaiku?"

" Hmm? Kenapa bertanya seperti itu?" Tanya Jaejoong, jantungnya kini berdetak lebih cepat

" Ak-aku ingin tahu"

" Aku sudah mengurangi kadarnya Yun… Kau tidak usah khawatir" Ucap Jaejoong menunduk. Wajahnya merah sekarang

" Hmm… Ba-bagaimana kalau kadar yang kau kurangi itu malah menambah kadar sukaku padamu?"

" Mwo?" Jaejoong mendongakkan kepalanya " Apa maksudmu?"

" Bagaimana kalau aku yang menyukaimu?"

" Hmm.. Bagaimana kalau aku bilang kita tidak bisa karena perbedaan status? Hal yang kau ucapkan padaku waktu itu"

" Tapi saat itu aku kan belum merasa pantas untukmu! Bagaimana sekarang? Apa aku sudah cukup pantas untukmu?" Tanya Yunho menatap mata indah milik Jaejoong

" Hmm.. Molla… Aku tidak tahu Yun… Aku dulu sangat sakit hati sampai memotong rambut dan merubah penampilanku sampai seperti ini"

" Hmm… Ak-aku akan mencoba meyakinkanmu kalau aku serius padamu. Cepatlah makan, aku akan menyuruh Ahjusshi mengantarmu pulang"

" Tidak perlu Yun"

" Aku tidak menerima penolakan. Makanlah" Ucap Yunho, mengusap kepala Jaejoong lalu meninggalkannya untuk bekerja

" Kau membuat semuanya sulit Yun..." Lirih Jaejoong

Jaejoong pulang satu jam setelahnya, dia langsung pulang dan disambut keramahan Heechul. Saat ini mereka sedang duduk didepan televisi.

" Bagaimana harimu Jae?" Tanya Heechul

" Hmm... Biasa saja Eomma... Oya, Yunho mendapat peringkat satu lagi"

" Ah, anak itu benar - benar hebat. Lalu kau?"

" Aku? 45 Eomma... Hehehehehe..."

" Berusahalah... Eomma yakin kau bisa lebih itu. Berusaha ne?"

" Ne Eomma..."

" Nah, Eomma pergi kerja dulu"

" Eomma bekerja?"

" Ne? Hanya jaga toko. Kau tunggu dirumah ne?"

" Ne, hati - hati Eomma"

Cup

Heechul mengecup kening Jaejoong lalu berangkat menuju tempat kerjanya. Jaejoong sendiri sekarang. Dia merasa sangat kesepian.

Tok Tok Tok

" Nugu?" Tanya Jaejoong, dia menuju pintu dan membukakannya " Junsu?"

" Annyeong Hyung"

" Ma-masuklah"

" Gomawo" Junsu masuk kedalam rumah " Ahjumma sudah berangkat?"

" Ne..."

" Biar aku buat minum sendiri Hyung! Ah! Kau mau makan apa? Aku buatkan, walaupun masakanku sangat kalah dari Ahjumma"

" Eh? Aku tidak lapar Su..."

" Ah, jinjja? Aku bawa film bagus, apa kau mau menonton bersamaku?"

" Baiklah"

Yah, Jaejoong akhirnya menonton bersama Junsu. Mereka terlihat dekat, mungkin karena jiwa uke mereka.

" Hey Su.." Panggil Jaejoong

" Hm?"

" Bagaimana perasaanmu?"

" Mak-maksud hyung?"

" Aku tahu kau menyukai Changmin, tapi... Chunnie juga menyukaimu Su..."

" Eh? Molla hyung... Ak-aku masih menyukai Changmin"

" Apa yang membuatmu menyukai Changmin? Dia namja terevil yang pernah kutemui lho"

" Hmm... Apa yang membuatmu menyukai Yunho hyung?"

" Kenapa bertanya balik?"

" Hanya ingin tahu"

" Dia membuatku nyaman"

" Dia juga membuatku lupa banyak yeoja maupun namja lain dan mataku hanya tertuju padanya" Sambung Junsu

" Hah..." Keluh Jaejoong dan Junsu bersamaan " Seme memang menyusahkan..." Ucap mereka lagi

" Kenapa kita tidak coba jadi seme hyung?" Tanya Junsu

" Jiwa kita uke Su, dan apa kau sanggup melihat Yunho menjadi uke centil?"

" Eukyangkyang! Pasti lucu! Ohmaygadsan!"

Yah... Mereka berdua bercanda berdua meninggalkan pemikiran namja seme yang mereka sukai itu.

Ditempat lain..

" Hatchi!"

" Yun? Gwaenchana? Kau sakit?"

" An-aniya Eomma... Hatchi!" Yunho kembali bersin ntah apa yang terjadi...

.

Besoknya Jaejoong berjalan menuju ruang guru. Dia akan mulai mengurus kepindahannya.

" Kenapa Jae?" Tanya Guru Tae selaku wali kelas

" Hmm.. Saenim, aku ingin mengurus kepindahanku"

" Eh? Wae? Kau kan sudah melunasi iuran sampai kau lulus? Kau mau keluar negeri?"

" Eh? Lu-lunas? Siapa yang membayarnya Saenim?" Tanya Jaejoong kaget

" Kau bisa mencari tahu keruang tata usaha Jae"

" Ah! Kamsahamnida saenim. Aku pamit. Annyeong"

Jaejoong segera berlari keruang tata usaha dan mencaritahu siapa yang membayarkan iuran sekolahnya. Dan dia begitu kaget, dia segera mencari orang itu. Dia mencari ke kelasnya dan yang ditemukan hanya Yoochun, dia akhirnya berlari ke perpustakaan tapi tidak menemukannya juga, belakang sekolah pun tidak dia temukan orang yang dicarinya. Akhirnya dia ke atap sekolah.

BRUKK

Jaejoong membalikka tubuh tegap itu dan memeluknya... Membuat orang itu hampir terjatuh.

" Wa-waeyo Jae?"

" Hosh... Ke-kenapa kau hosh... Melakukannya?" Jaejoong terangah

" Melakukan apa?"

" Kenapa kau baik sekali padaku?" Jaejoong makin menyelusupkan kepalanya pada dada Yunho

Yunho hanya terdiam sesekali mengelus punggung namja cantik itu. Setelah tenang, mereka duduk bersebelahan dan Jaejoong mengucapkan terima kasih pada Yunho.

" Tidak apa - apa Jae, aku melakukannya ikhlas. Aku tau kau tidak akan bisa berpisah dengan Yoochun dan Changmin..."

" Kau terlalu baik Yun..."

" Tidak juga..."

" Lalu... Bagaimana aku harus menggantinya?"

" Mengganti apa?"

" Kalau begini kan aku punya hutang padamu... Bagaimana?"

" Hmmmm..." Yunho menaruh jari telunjuknya pada dagu, kemudian mendekatkan wajahnya pada Jaejoong. Jaejoong mulai bersemu " Benar kau mau menggantinya?"

" N-ne..." Jawab Jaejoong dengan gugup

" Kau harus menepati janji" Yunho memegang tangan Jaejoong

" Janji?"

" Ne, jadilah mandiri buatlah Kim Appa dan Eomma bangga memilikimu"

" Caranya?"

" Cukup mudah, menjadi berprestasi dan mandiri"

" Aku tidak tahu caranya" Jaejoong mengerucutkan bibirnya

" Aku akan membantumu"

" Eh?"

" Aku akan bertanya pada pada pemilik cafe apakah masih ada lowongan"

" Lalu?" Tanya Jaejoong bingung

" Kehidupanmu sudah tidak seperti dulu, kau tidak bisa kan menyusahkan orangtuamu. Kau harus belajar mandiri dari sekarang. Buat mereka bangga, kau bisa menghasilkan uang sendiri. Kerja part time, Junsu dan aku akan menemanimu. Otte?"

" Hmmm.. Part time?"

" Ne..."

" Ba-baiklah"

" Dan ikutkah belajar bersama bersama Junsu, Yoochun dan Kyuhyun supaya kau berprestasi. Janji padaku kau akan membanggakan"

" N-ne Yun"

Jaejoong merasa bersyukur Yunho datang dikehidupannya. Dan dia juga berfikir tidak mungkin menyusahkan kehidupan Appa dan Eommanya.

Setelah diterima kerja, Jaejoong mulai belajar melayani tamu. Karena wajahnya yang tampan sekaligus cantik pengunjung makin banyak datang ke cafe. Namun hal itu membuat Yunho sedikit kesal namun dia menahannya.

" Ahhh! Lelahnya!"

" Hihihihihi, kau berkeringat Hyung!" Ucap Junsu

Mereka sedang duduk bersama setelah toko tutup. Mereka juga sedang menunggu Yunho

" Hyungmu lama Suie..." Ucap Jaejoong

" Yunho hyung memang seperti yeoja, lambat..."

" Hahahahahahahaha" Mereka berdua malah tertawa dan bercanda

" Kalian mentertawakan siapa?"

Junsu dan Jaejoong menoleh. Yunho berdiri dan disampingnya juga ada Yoochun.

" Eoh? Chunnie, Yunho"

" Kajja Su, aku akan mengantarmu pulang" Ucap Yoochun lalu menggenggam tangan Junsu, dan Junsu hanya mengangguk

" Jae, kajja. Aku juga akan mengantarkanmu"

" Ne"

Dalam perjalanan, Jaejoong tertidur. Mungkin dia terlalu lelah dengan semua ini. Dia tidak terbiasa dengan kehidupannya yang baru, bahkan dia harus naik bus ke sekolah dan berjalan kaki dari halte bus menuju rumahnya.

Yunho tersentak kaget saat sesuatu menyentuh bahunya, kepala Jaejoong terjatuh dibahunya. Yunho tersenyum kemudian menggenggam tangan mungil Jaejoong lalu mencium punggung tangan itu.

" Jalja princess..."

Sang supir yang menyaksikan kejadian lewat kaca mobil hanya tersenyum penuh arti. Hari - hari berjalan sangat melelahkan untuk Jaejoong. Selain kerja part time, dia juga harus belajar bersama Kyuhyun dan Yoochun. Dia bertekad akan menjadi mendiri, mengikuti apa yang dikatakan Yunho.

Jaejoong semakin dekat dengan Yunho, namun ada seseorang yang sangat membencinya. Ya, Go Ahra. Dia menganggap Jaejoong musuhnya karena sangat dekat dengan incaran. Dia tidak mau Yunho jatuh cinta pada Jaejoong.

" Kau mau?" Tanya Yunho memberikan kotak berwarna pink pada Jaejoong

" Apa itu?"

" Molla... Yeoja bernama Ahra memberiku, sepertinya coklat"

" Eh? It-itukan untukmu..." Jaejoong menunduk. Hatinya sedikit terenyuh saat mendengar nama yang sudah membuatnya susah akhir - akhir ini

" Aku tidak suka makanan manis Jae..."

" Tapi, kemarin kau makan coklatku..."

" Itu karena coklat itu milikmu. Kajja kita ke cafe" Ucap Yunho kemudian menggandeng tangan Jaejoong menuju mobil jemputannya

" Eh?" Jaejoong masih mencerna perkataan Yunho kemudian merona hebat

Jaejoong sebenarnya sangat bahagia dengan kedekatannya dengan Yunho saat ini. Dia juga sebenarnya sangat senang dengan pernyataan cinta dati Yunho, namun dia hanya ingin seperti ini. Bukannya ingin mempermainkan Yunho hanya saja dia belum merasa pantas untuk Yunho yang sekarang sangat sempurna dimatanya itu.

.

.

.

Jam istirahat berbunyi, Jaejoong melangkahkan kakinya menuju toilet. Setelah hasratnya keluar dia berjalan menuju kantin namun langkahnya terhalang oleh seseorang.

" Seungri hyung?"

" Ne Jae... Bisa kita bicara?"

" Aku tidak bisa, teman - temanku menunggu dikantin. Waeyo?"

" Ah! Pulang sekolah saja?"

" Aku harus part time hyung... Aku tidak seperti dulu lagi sekarang"

" Sebentar saja?"

" Baiklah... Pulang sekolah nanti aku temui hyung. Dimana?"

" Gedung olahraga saja. Annyeong Jaejoong ah"

Jaejoong mengangkat bahunya kemudian menyusul teman - temannya yang ada di kantin. Pulang sekolah seperti janji, Jaejoong menemui Seungri yang sudah menunggunya digedung olahraga.

" Waeyo hyung?"

" Jae... Jadilah namjachinguku!"

" Eh? Mi-mian hyung. Kau tahu jawabanku bukan?"

" Tapi... Kehidupanmu sekarang seperti ini. Kau pasti sangat membutuhkanku untuk menunjang keperluanmu Jae. Kau tidak perlu kerja part time"

" Mianhae hyung. Aku tidak melihat seseorang dari kekayaannya. Lagipula aku menyukai seseorang. Jika sudah tidak ada yang ingin disampaikan aku pergi hyung. Annyeong" Jaejoong membungkukkan badan kemudian berjalan hendak meninggalkan Seungri

Namun sebelum tangannya menyentuh pintu gedung, tubuhnya ditarik dan menyekapnya dalam kurungan tangan.

" Lepas hyung" Ucap Jaejoong datar

" Kau masih saja jual mahal padahal sudah jatuh seperti ini!"

" Apa maumu hyung?"

" Kau tahu bukan aku mencintaimu! Jadilah kekasihku!"

" Ya! Hyung! Le-lepaskan!"

Jaejoong merasa dejavu sekarang. Seungri dengan kasar mendorong tubuh Jaejoong ke lantai lalu menindihnya, kemudian membuka paksa seragam Jaejoong sembari menciumi leher Jaejoong. Jaejoong dengan sekuat tenaga mencoba mendorong Seungri namun gagal dikarenakan kondisinya yang memang sedang tidak baik. Dia sedikit demam hari ini.

Dulu ada Yunho yang menolongnya, namun sekarang apa dia akan ditolong kembali?

" Hyung! Je-jeball... Ak-aku tidak mau" Jaejoong terus meronta

" Eoh! Siapa yang membuatmu jatuh cinta? Apa Jung yang mendadak kaya itu?"

" Hyung! Arrgghh!" Jaejoong berteriak saat Seungri menggigit lehernya kuat

" Aku menyesal kenapa tidak menabraknya dengan keras waktu itu!"

" Hyung?! Ka-kau..."

" Ne, aku yang melakukannya! Jika aku tidak bisa mendapatkanmu, orang lain pun tidak bisa! Camkan itu Jae!"

Seungri mulai menjilati leher Jaejoong, Jaejoong menangis dan meronta. Namun tidak diperdulikan oleh Seungri.

PLAKK!

Seungri yang kesal dengan pemberontakaan Jaejoong menamparnya. Bukan hanya sekali, tapi berkali - kali. Membuat kesadaran Jaejoong berkurang. Kini kepalanya pusing dan berkunang - kunang.

" Yunh..." Lirih Jaejoong sebelum kesadarannya hilang

Seungri yang melihatnya bukan iba melainkan malah menyeringai. Dia bisa memiliki Jaejoong seutuhnya bukan? Dengan cepat dia membuka celana seragam Jaejoong. Menengguk ludahnya dengan susah payah karena akhirnya bisa melihat paha seindah milik Jaejoong. Seungri mengelusnya kemudian dengan nafsu menuju leher Jaejoong dan menghisapnya.

BRAKK

" Jae Hyung!"

Sebuah suara nyaring menggema di dalam gedung olahraga. Changmin, Yoochun, Yunho serta beberapa guru memandang ke satu titik. Jaejoong yang tidak sadarkan diri dengan seragam berantakan dan Seungri berada diatasnya.

" Brengsek!" Teriak Yunho kemudian menarik Seungri dari atas tubuh Jaejoong dan memukulnya

" Yun! Hentikan! Kau tidak ingin dikeluarkan bukan? Biarkan para guru yang menghukumnya!" Ucap Yoochun sembari memegang lengan Yunho dengan keras, dia takut Yunho hilang kendali.

" Jae hyung! Sadarlah"

Teriakan itu menyadarkan Yunho, dia kemudian berlari menghampiri Jaejoong yang sedang dipeluk oleh Changmin meninggalkan Seungri yang sudah diamankan oleh para guru.

Yunho menyelusuri wajah Jaejoong yang sedikit lebam. Marahnya mulai datang lagi, namun ditepisnya lalu dengan sigap menggendong Jaejoong dan berlari menuju UKS bersama Yoochun dan Changmin.

" Otte?" Tanya Yoochun setelah Jaejoong diperiksa oleh petugas UKS

" Dia kelelahan dan sedikit demam. Dimana namja itu?!" Tanya Yunho

" Pihak sekolah sudah menghubungi kepolisian terdekat dan dia terbukti menabrak kalian berdua saat kita berlibur" Jawab Yoochun

" Sial!" Yunho dengan kasar mengusap kepalanya " Kalian pulanglah, aku akan menunggunya sampai bangun dan mengantarkannya pulang"

Yoochun dan Changmin mengangguk kemudian pergi meninggalkan Yunjae. Yunho duduk dipinggir tempat tidur yang ditempati oleh Jaejoong. Kemudian Yunho mengelus pelan surai indah milik Jaejoong yang sekarang sudah mulai memanjang kembali. Orangtua Yunho sangat khawatir dengan keadaan Jaejoong namun karena sedang diluar negeri mereka tidak bisa langsung menjenguknya. Sedang orangtua Jaejoong belum dikabari sama sekali.

" Nghh..."

" Mianhae, aku membangunkanmu?" Bisik Yunho

" Yun!" Jaejoong segera duduk dan memeluk Yunho dengan erat kemudian menangis

" Gwaenchana Jae... Tidak akan ada yang mengganggumu lagi... Aku disini" Yunho mengusap punggung Jaejoong mencoba menenangkannya

" Hiks... Ak-aku takut..."

" Gwaenchana Jae..."

Setelah Jaejoong tenang, Yunho melepaskan pelukannya kemudian memakaikan jaketnya pada Jaejoong. Seragam Jaejoong sudah tidak berbentuk dan Yunho tidak rela memperlihatkan tubuh Jaejoong didepan banyak orang.

" Jja, naiklah ke punggungku. Aku akan menggendongmu"

" Eh? Aku berat ... Yun..."

" Kau ringan, tadi aku kan menggendongmu jadi tahu..."

" Mwo? Kau... Yang..."

" Ne... Kajja.. Sudah sore"

Dengan perlahan Jaejoong naik ke punggung Yunho. Dan Yunho berjalan menuju parkiran.

" Yun..." Bisik Jaejoong

" Ne?"

" Gomawo..."

" Ne, kau juga harus berterimakasih pada Yoochun dan Changmin tadi. Mereka juga membantu"

" Ne" Jaejoong menyelusupkan wajahnya pada leher Yunho. Sebenarnya dia tidak ingin momen ini berakhir, bolehkah dia egois? " Yun.. Aku mau kau mengantarkanku"

" Aku memang akan mengantarkanmu"

" Tapi, dalam gendonganmu..." Wajah Jaejoong memerah hebat saat mengatakannya. Dia sungguh malu, Yunho tersenyum

" Ne, baik princess"

" Ya! Memangnya aku yeoja!"

" Habis kau cantik sih"

BLUSH

Wajah Jaejoong langsung memerah. Dia segera menenggelamkan wajahnya pada punggung tegap Yunho.

Setelah meminta izin pada sang supir, Yunho berjalan menuju arah rumah Jaejoong, mereka berjalan pelan menikmati angin musim semi yang sedang berhembus. Saat sampai, Jaejoong masih tertidur hingga Yunho menggendong Jaejoong menuju kamarnya. Yunho mencium kening Jaejoong setelah meletakkan Jaejoong pada tempat tidurnya.

Dia memandang sekeliling, tidak banyak berubah. Hanya ada tambahan beberapa boneka gajah milik Jaejoong.

.

Dua hari kemudian Jaejoong masuk sekolah, dia demam dan tidak bisa masuk sekolah. Saat ini, dia sedang makan siang bersama Yoochun dan Changmin. Dia mendapatkan kabar bahwa Seungri dihukum dalam penjara, sedikit iba. Namun mengingat apa yang dilakukannya terhadap Jaejoong dan Yunho hal itu tidak setimpal.

.

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

Annyeong! Cho updateeeee!

Mianhae, tadinya mau update abis pulang dari dentist, tapi malah ketiduran abis di kasih obat. Hehehehehe... jadi, pas kebangun langsung ketik - ketik! Mianhae kalo mengecewakan!

Thanks buat kalian semua yang udah ripiu di chap kemaren, juga buat yang follow n fav ff Cho...

Special Thanks to :

CuteCat88, liea. friezty, iche. cassiopeiajaejoong, farla 23, YunHolic, Guest, joongmax, Noona, amora. amora. 94043, diahmiftachulningtyas, danactebh, alint2709, D, littlecupcake noona, kimura. shiba, Boo Bear Love Cwang, leeChunnie, akiramia44, yunjaeheart, yla, jaena, Aniss Kim, Vic89, Clein cassie, Yunjaeee Shipper, gwansim84, Para Sider...

Mianhae blm bisa jawab ripiu kalian di chap ini! Cho usaha in bales ripiu kalian di chap depan ne?

Hmm... next chap, hubungan Yoochun sama temen - temennya juga sama Junsu

So, see you next chap!