Title : Love Lottery
Author : Dandelionleon
Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Oh Sehun, Seo Minji , Kim Suho
Genre : Romance, Comedy, lil'bit of drama
Rate : T
Warning! YAOI! TYPO! Dilarang mengcopy cerita orang. Biasakan review setelah baca!
.
.
BGM : Heize : Star
Heize : Don't know you
.
.
Tak ada yang lebih mengejutkan di bandingkan melihat Sehun saat ini. Maksudnya, dia adalah musuh bebuyutan Chanyeol dalam dunia perfilman. Tetapi saat ini lelaki itu berdiri di depan pintu dengan wajah yang entah bagaimana bisa terlihat menggemaskan, jauh dari tabiatnya yang selama ini terlihat. Baekhyun jadi berpikir jika dua orang di depannya kini memiliki kepribadian yang tertukar.
Seakan tak peduli, anak itu memekik heboh. Pipinya mendadak memerah, berkhayal sejenak jika kini dirinya tengah di perebutkan dua pangeran tampan. Ia memandang punggung tegap Chanyeol malu-malu. Sedangkan yang di tatap justru sedang menggeram seperti binatang buas yang hendak menerkam mangsanya.
"Mau apa kau kesini?" Tanya Chanyeol berbasa-basi, tetapi lebih terdengar seperti ketidak sukaan yang sengaja di perlihatkan.
"Memangnya berkunjung ke rumah saudara sendiri itu salah?"
Pertanyaan bermakna pernyataan itu sungguh membuat Baekhyun semakin gila. Saudara? Setahu Baekhyun, Chanyeol adalah anak tunggal di keluarganya. Ah! Mungkinkah mereka sepupu?
"Kau bukan saudaraku." Desis Chanyeol berbahaya.
"Baiklah, siapa yang peduli? Aku hanya ingin memberitahumu jika ayah mengajakmu makan malam bersama. Di rumah kita."
Chanyeol terkekeh mendengar hal tersebut, mengejek tepatnya. Ia benar-benar muak sekali saat ini. Lelaki itu menatap Sehun tajam dan berbisik setelahnya.
"Katakan padanya jika aku takkan pulang."
Senyuman palsu diberikan Sehun untuk lelaki itu.
"Baiklah. Aku pulang jika begitu, hyung."
Baekhyun bisa merasakannya. Ketegangan di antara dua orang ini. Bagaimana Chanyeol yang terlihat marah. Bukan marah seperti saat ia kesal pada Baekhyun. Lalu Oh Sehun yang tidak bisa terbaca apa ekspresinya yang sesungguhnya. Terlepas dari itu semua, Baekhyun bisa menyimpulkan jika mereka berdua adalah saudara. Walau ia tak yakin seratus persen jika hal itu benar adanya.
Pintu di tutup keras setelah kepergian Sehun. Chanyeol masih memegang tangan Baekhyun seakan bisa meremukkannya saat itu jika. Mendadak Baekhyun tak berani berkomentar banyak. Ia sadar jika Chanyeol sedang tidak ingin di ganggu saat ini.
"Anggap saja, kau tidak mengetahui apa pun."
"Hyung_"
"Jangan ganggu aku."
Baekhyun menunduk dalam. Ia memperhatikan tangannya yang memerah setelah di lepas Chanyeol. Semua benar-benar memusingkan. Baekhyun menatap sedih pada Chanyeol yang mulai menjauh dari pandangannya.
.
.
Marah adalah hal utama yang Chanyeol rasakan saat ini. Selama ini ia berusaha menutupi hubungan antara dirinya dan juga Sehun. Tetapi lelaki itu seolah ingin menunjukkan siapa dirinya kepada semua orang dengan datang ke rumah Chanyeol secara terang-terangan. Tidak! Chanyeol tidak sudi hubungannya dan Sehun yang sangat menyebalkan itu di ketahui orang-orang, terutama tentang kehidupan pribadinya. Jika semua terbongkar maka hancur sudah karier yang selama ini Chanyeol bangun dengan citranya yang selalu tampak baik.
Lelaki itu berjalan bolak-balik dengan gusar di kamarnya. Ia benar-benar gelisah saat ini. Takut-takut jika publik mengetahui ini. Bisa saja bukan paparazi membuntuti Sehun dan Boom! Keesokan hari berita tentang Sehun yang mendatangi apartemennya langsung tercetak di halaman depan surat kabar.
Tetapi alih-alih curiga, Chanyeol justru merasa takut pada Baekhyun. Sudah dua kali ia melihat dua selebriti mendatangi apartemen Chanyeol secara berturut. Jika anak itu membuka mulut, bagaimana?
Oh sial!
Chanyeol segera keluar kamar dengan langkah lebar menuju ruang tamu. Disana Baekhyun duduk diam dengan ponsel di tangannya. Ekspresinya terlihat pucat seolah sedang melihat hal menyeramkan. Buru-buru Chanyeol merebut ponsel itu.
"Chanyeol_"
"Apa ini?" Tanya Chanyeol tidak percaya dengan apa yang ia lihat pada layar ponsel Baekhyun.
"A-Aku... tidak tahu."
Mata Baekhyun tampak berair. Ia membuang wajahnya ke arah lain.
"Kau menyebarkan ini?!"
Baekhyun hanya menggeleng tidak percaya akan tuduhan Chanyeol.
"Seo Minji mendatangi kediaman Park Chanyeol. Mereka di duga kuat sedang berkencan dan menghabiskan malam bersama."
Judul dari artikel tersebut membuat Chanyeol berpikiran jika Baekhyun adalah dalang dari semuanya. Seingat Chanyeol hanya anak itu yang mengetahui kedatangan Minji kemarin.
"Bukan aku." Bela Baekhyun pada dirinya sendiri.
Brakkk...!
Pintu apartemen terbuka kasar. Suho masuk dengan wajah berang luar biasa. Ia langsung melempar segulung koran di atas meja dengan kasar.
"Berapa kali ku bilang jangan bertemu gadis itu!" Bentak Suho.
Bukannya menyesal dengan kelakuannya, Chanyeol justru menatap Baekhyun seolah menghakimi.
"Aku sudah tahu sejak awal, kau akan membawa masalah. Berapa uang yang kau dapatkan atas berita murahan ini?"
Tidak pernah sekali pun Baekhyun mengira idola yang selama ini dia puja bisa berkata seperti ini. Baekhyun tidak masalah jika Chanyeol memperlakukannya seperti biasa. Tetapi di tuduh seperti ini membuat hatinya sakit. Apa artinya seorang penggemar di mata lelaki itu jika dia tidak percaya pada orang yang telah mendukungnya selama ini?
"Jangan menyalahkan Baekhyun! Bagaimana bisa kau bertemu dia di restoran?!" Ucap Suho mencoba membela Baekhyun.
Kerutan muncul di kening Chanyeol. Ia melihat artikel yang berbeda di surat kabar. Terdapat artikel yang menyatakan Chanyeol bertemu Minji, disertai dengan foto keduanya yang di ambil secara diam-diam. Tidak mungkin jika Baekhyun yang mengambil sementara anak itu juga tersesat saat itu.
Namun seolah gelap mata, Chanyeol justru berpikir sebaliknya.
"Byun Baekhyun. Di hari kau tersesat, kau pergi ke mana?"
Pertanyaan itu sontak membuat Baekhyun bingung. Ia menjawab dengan gugup karena di tatapi dengan tajam oleh Chanyeol.
"Myeongdong-gu_"
Senyuman sinis dari lelaki itu membuat Baekhyun menghentikan ucapannya. Ada yang salah disini, pikirnya.
"Jadi kau berpura-pura menghilang untuk membuntuti ku bukan?"
"Maksud hyung apa?" Tanya Baekhyun mulai merasa tidak enak.
"Aku berada di Myeongdong saat itu."
DEG!
Baekhyun menggelengkan kepalanya. Ia menatap Chanyeol seolah ingin memberi penjelasan.
"Tidak mungkin aku melakukan itu! Kau bisa lihat isi ponselku. Tidak ada foto disana_"
"Kau sudah menghapusnya. Bukan begitu? Kau tega berbuat rendahan begini pada idolamu sendiri? Aku jadi meragukan, jangan-jangan kau hanya seorang haters berkedok penggemar. Cih!"
"Apa yang kau katakan Chanyeol?! Ada banyak orang, bukan hanya Baekhyun! Tidak mungkin dia melakukannya." Suho mencoba bersuara, nyatanya Chanyeol tak mengidahkan. Ia justru semakin mendekatkan dirinya pada sosok Baekhyun dan mencengkeram kerah baju anak itu.
"Jika esok terjadi sesuatu pada Minji karena berita ini, ku pastikan kau akan menyesal!"
Lelaki itu mengakhiri ucapan menyakitkannya lalu pergi menuju kamarnya.
Baekhyun jatuh terduduk dengan air mata. Tidak pernah sekali pun ia mau membuat Chanyeol berada dalam masa sulit. Mungkin pikiran kacau Chanyeol membuatnya berpikiran yang tidak-tidak untuk saat ini.
Baekhyun diam saja saat Suho menuntun ya duduk di kursi. Lelaki berwajah lembut itu mengusap tangan Baekhyun untuk menguatkannya.
"Maafkan Chanyeol ya? Mungkin dia hanya emosi. Ku mohon jangan membencinya." Pinta Suho. Mungkin ia hanya berniat membantu agar kelakuan Chanyeol bisa di maafkan Baekhyun sekarang.
Dengan senyuman manisnya Baekhyun menatap Suho.
"Aku tidak mungkin membencinya, hyung. Aku ini penggemarnya." Ujarnya dengan tulus.
Suho jadi semakin bersalah karena Chanyeol telah menyakiti anak sebaik dan sepolos Baekhyun.
.
.
Seluruh fans tampak gusar akan berita dating rahasia Chanyeol-Minji menyebar. Ada yang biasa saja namun lebih banyak yang tidak suka. Perang antara penggemar Chanyeol dan Minji tidak bisa terelakkan lain. Mereka saling membela artis masing-masing.
Chanyeol mengusap tengkuknya yang terasa sakit. Ia melihat televisi dengan decakan yang keluar dari bibirnya.
Ponselnya berdering, tertera nama Suho di sana. Chanyeol segera menjawabnya.
"Halo_"
'Chanyeol, ku harap jangan keluar dulu untuk saat ini!"
"Apa maksudmu hyung?"
'Keadaan sedang kacau. Fansmu mengamuk dan beberapa persen saham turun akibat berita ini menyebar dan_"
"Dan?"
"Hah... salah satu fansmu berbuat berlebihan. Mereka menghancurkan mobil Minji dan gadis itu sedang di rawat di Rumah Sakit sekarang."
"APA? Rumah sakit mana hyung?! Katakan padaku!"
"Ck! Jangan berlebihan! Hanya tangannya yang terluka! Ku ingatkan jangan mencoba keluar karena aku yakin semua wartawan sudah menunggu di depan apartemenmu!"
PIIIPPP.
Chanyeol membanting ponselnya kasar. Ia berteriak dengan penuh amarah. Lelaki itu segera berjalan ke kamar Baekhyun. Satu-satunya orang yang ia salahkan atas kejadian ini.
Pintu di buka dengan kasar. Baekhyun yang sedang terduduk memandang sesuatu tersentak hingga menjatuhkan benda di tangannya. Anak itu segera menghapus kasar air matanya.
"Chanyeol hyung. Ada apa?"
"Semua karenamu. Minji sedang di rumah sakit karena semua fans marah atas berita ini! Kau puas?!"
Bentakan tersebut membuat Baekhyun merasa semakin sakit hati. Hatinya mulai memberontak atas tuduhan yang di layangkan Chanyeol.
"Lalu semua salahku?! Orang-orang itu yang mencelakai Minji noona! Lalu dimana letak kesalahanku hyung?"
Chanyeol mengangguk, ekspresi wajahnya terlihat sinis.
"Karena kau menyebar berita ini makanya_"
"Semua kesalahan ada padamu! Kau yang bertemu gadis itu! Kau yang memancing paparazi untuk menangkap momen kalian! Berhenti menyalahkanku... aku tidak serendah itu untuk melakukannya." Ucap Baekhyun. Anak itu menangis pada akhirnya. Ia hendak pergi dari sini. Mungkin pergi ke tempat Baekbeom adalah pilihan yang baik. Walau ia tak tahu pasti dimana letak alamat rumah hyungnya itu di Seoul. Baekhyun tidak peduli. Omong kosong dengan syuting acara dan juga Chanyeol. Ia benar-benar sakit hati di perlakukan seperti ini. Situasi ini membuatnya kecewa pada Chanyeol, orang yang selama ini dia kagumi.
"Sepertinya aku sudah salah menyukaimu." Bisik Baekhyun lirih. Ia segera keluar dari kamarnya. Tanpa peduli Chanyeol yang mengejarnya dari belakang. Anak itu berjalan terburu-buru menuju pintu utama apartemen.
"Jangan buka pintunya!" Teriak Chanyeol.
Nyatanya telinga Baekhyun sengaja tuli sejenak agar tidak mengikuti perintah yang Chanyeol teriakkan.
Pekikannya terdengar saat puluhan wartawan menghadiahinya dengan mikrofon dan blitz kamera yang menyakitkan mata. Berbagai pertanyaan langsung di berikan untuknya seolah ia adalah saksi mata dari semua kejadian ini.
"Apakah Anda melihat kedatangan Seo Minji kemarin?"
"Baekhyun-ssi, apa benar Chanyeol-ssi tidur dengan Seo Minji-ssi?"
"A-aku tidak tahu..." Ucap Baekhyun lirih, merasa bingung dengan keadaan ini.
Tangan Chanyeol menjulur keluar untuk menarik Baekhyun masuk. Berhasil. Ia segera menutup pintu dengan nafas memburu. Mata bulatnya memperhatikan layar intercom dengan horor. Merasa ngeri dengan kelakuan wartawan yang haus akan berita itu.
"Kenapa kau tidak mendengarku?!" Teriak Chanyeol pada Baekhyun yang terdiam dengan wajah pucatnya.
"Itu karena hyung menuduhku! Aku tidak nyaman dan lebih baik pergi saja!" balas Baekhyun tak kalah kuatnya. Anak itu menangis lagi, kali ini dengan suara rengekan yang keras. Chanyeol menggaruk kepalanya kesal.
"Kau selalu melarikan diri dari masalah? Seharusnya kau tetap disini jika kau tidak bersalah dan memang masih berstatus sebagai penggemarku! Dan... Jangan menangis!"
"Kau jahat!"
Baekhyun berlari ke kamarnya sambil menangis seperti anak kecil.
Aksi mengurung dirinya itu berakhir sampai malam. Baekhyun sama sekali tidak berniat keluar kamar. Sedangkan Chanyeol terdiam dengan perut lapar di meja makan. Tidak ada Baekhyun, berarti tidak ada yang memasak. Jika biasanya Chanyeol akan memesan makanan, tetapi wartawan di luar benar-benar sialan dan belum beranjak sama sekali dari tempatnya.
Sungutannya semakin menjadi karena Minji tak mengangkat panggilannya sama sekali. Bahkan panggilan terakhir Chanyeol, nomor gadis itu mendadak tidak bisa di hubungi. Mungkin Minji tidak di benarkan menghubungi Chanyeol saat ini oleh pihak agensinya. Belum lagi komentar-komentar jahat yang terlihat di kolom instagram Minji pasti membuat perempuan itu stres dan merasa ketakutan.
Chanyeol tak habis fikir. Jika memang penggemar, mengapa mereka tidak mendukung apa yang Chanyeol lakukan? Maksudnya, jika mereka berkencan pun apa ruginya?
Setidaknya begitulah pemikiran lelaki itu. Ia menganggap penggemar dalam artian sesederhana itu. Lelaki itu tidak tahu bagaimana perasaan fans yang merasa terluka karena 'di khianati'. Baiklah, terserah apa pun itu. Yang jelas Chanyeol merasa keberatan atas tindakan fansnya saat ini.
Suara pintu kamar yang terbuka membuat Chanyeol mengangkat kepalanya yang semula menunduk di atas meja. Ia melihat Baekhyun berjalan ke arahnya- ke arah dapur maksudnya dengan mata sembab dan baju yang luar biasa kedodoran. Seolah tak melihat Chanyeol sama sekali, Baekhyun berjalan menuju lemari es dan menenggak satu botol air mineral dengan rakus. Lelaki manis itu lalu berjalan ke meja bar dan membuka ramyun yang entah sejak kapan ia bawa. Ia menuangkan air panas dan menanti mie tersebut mengembang.
Chanyeol segera menahan tangannya yang hendak pergi dari dapur.
"Duduk. Di sini."
Baekhyun tidak menjawab tetapi tetap mengikuti perintah Chanyeol untuk duduk di sana. Anak itu mengaduk ramyun cup nya hingga asap mengepul terlihat. Chanyeol meneguk ludahnya kasar tanpa ia sadari. Lelaki itu hampir meneteskan liurnya melihat Baekhyun memakan mie ramyunnya dengan lahap.
"Licik sekali. Membawa makanan sendiri dan kau membiarkanku kelaparan?"
Baekhyun mendongak dengan pipi menggembung lucu.
"Aku malas masak." Jawabnya datar lalu lanjut memakan makanannya.
"Setidaknya berikan aku mie ramyunmu!"
Baekhyun mendongak lagi, kali ini dengan wajah bingung.
"Setahuku hyung itu penganut makanan sehat. Hyung akan makan masakan yang tidak ada bahan pengawetnya kan?" Terang Baekhyun.
Mendengar hal itu Chanyeol sedikit tertarik. Ia menatap takjub-walau sedikit- pada pemuda yang sedang makan di depannya. Bagaimana ia bisa tahu kebiasaan Chanyeol sampai sedetail itu? Chanyeol saja sampai lupa dengan hal itu karena sangking laparnya saat ini.
"Pokoknya aku harus makan! Kau rela melihat idolamu mati?"
Mata Baekhyun membulat lalu mengangguk dengan polosnya. Ia segera mendorong cup ramennya ke arah Chanyeol.
"Tidak! Chanyeol hyung, makan yang banyak ya?!"
Diam-diam Chanyeol melebarkan senyuman iblisnya. Ia menerima cup ramen itu dengan sukarela. Lelaki itu memakan ramen dengan mata berbinar. Memang benar, makanan yang di larang itu rasanya selalu enak.
"Makan sekali takkan membuatku sakit kan?" Ucap lelaki itu dengan mulut penuh.
Baekhyun menatap lelaki itu dengan senyuman tipis. Ia mengeluarkan ponselnya dari kantungnya. Diam-diam Baekhyun memotret Chanyeol saat ini. Anggap saja sebagai kenang-kenangan, pikirnya.
"Jangan menyebar fotoku." Tegur Chanyeol dengan mata terpaku pada cup ramyun.
Baekhyun terkejut mendengarnya. Chanyeol benar-benar sadar kamera ternyata.
"Hyung? Bukankah hyung masih marah padaku?" Tanya Baekhyun ragu.
Chanyeol tersedak dengan mie saat mendengar pertanyaan Baekhyun. Wajahnya sampai memerah seperti tomat.
Baekhyun yang panik langsung mengambil minum dan memberikannya pada lelaki itu. Keduanya bertatapan. Chanyeol yang merasa aneh akan desiran di dadanya dan Baekhyun yang terpesona dengan wajah tampan Chanyeol yang dilihatnya.
"H-Hyung..."
Mata Chanyeol mengerjap melihat wajah manis Baekhyun yang mendekat dengan tiba-tiba. Dekat... dan sangat dekat... dan...
"Hidungmu mengeluarkan ingus." Ucap Baekhyun dengan polosnya.
Keadaan itu membuat Chanyeol merasa malu. Ia segera mendorong wajah Baekhyun menjauh.
"Jangan bersikap seolah aku sudah memaafkanmu!" Ujar lelaki itu lalu berjalan meninggalkan Baekhyun yang mengernyit heran.
"Dia masih marah padaku? Lalu kenapa mau memakan bekas makananku?" Monolognya dalam sunyi.
.
.
Tbc
.
A/N : Segini aja dulu biar gak bosen. Banyak-banyak gak seru nanti. Haha
Maaf buat yang di janjiin bakal di cantumin namanya dalam ff ini. Ada perubahan alur cerita dan aku belum bisa nulis nama kalian jadi komentator di FF ini. Maaf ya?
Bagaimana dengan chapter ini? Silahkan review ya? Jangan Cuma next doang, kasih kesan kalian dong. Hahaha
NB : Kali ini Leon update bareng sama author-author kesayangan ; "Parkayoung" & "beescrescent75"
Kuy! Kunjungi story mereka juga ya? :-D Jangan lupa mampir
