_KyuSung_
All Hail The King
All Hail The Alaktris
All Hail The King
All Hail The Alaktris
Begitulah sorak soray pasukan yang pagi ini telah terkumpul seluruhnya, lengkap dengan senjata dan perlengkapan perang masing-masing.
All Hail The King
All Hail The Alaktris
Terus begitu hingga sang raja menampakkan dirinya. Berdiri dengan gagahnya di pelataran utama istana yang mengarah langsung pada ribuan pasukan yang berjejer rapi disana. Jangan lupakan jubah perang kebanggaanya yang kini melekat sempurna pada tubuhnya. Dibelakangnya berdiri beberapa menteri yang sudah tidak muda lagi yang bertugas untuk membantu sang raja menyusun berbagai strategi perang.
Dimana dua pangeran kebanggan kita?
Mereka tentu saja sudah berdiri sebagai pimpinan terdepan dari pasukan masing-masing.
Kangin mengangkat sebelah tangannya, isyarat untuk menghentikan sorakan. Semua langsung terdiam kemudian membungkuk hormat kepada sang raja.
"All Hail!" Teriak Kangin lantang
"All Hail!" Balas mereka tak kalah lantang
"Dengarkan aku. Hari ini kita akan memulai kembali pertumpahan darah. Siapkah kalian!?"
"Siap!" Mereka menjawab seraya mengepalkan tangan ke arah dada. Sebuah tanda bahwa mereka telah siap jiwa dan raga.
"Tetaplah hidup dan bawa kemenangan untuk Alaktris"
"Yes my king!"
Setelahnya Kangin kembali masuk ke dalam istana, diikuti para menteri. Pasukan saat ini telah diambil alih oleh pimpinan masing-masing.
Kali ini, Alaktris membagi pasukannya menjadi 5 bagian.
Pertama, pasukan baris depan yang dipimpin langsung oleh Sungmin. Pasukan ini merupakan kumpulan pengguna elemen udara dan beberapa pengendali tumbuhan. Mereka akan menggunakan pesawat tempur dan menghancurkan beberapa tempat vital musuh. Mulai dari jalan utama, pusat komunikasi dan tentu saja daerah pertahanan lawan. Sebut saja mereka sebagai pasukan penghancur jarak jauh, mereka yang akan membuka jalan bagi pasukan kedua untuk maju.
Dalam pasukan ini, Sungmin dibantu oleh 3 orang maker kepercayaannya. Jaejong dan Sehun sebagai wind maker serta Haechan si vegetal maker yang membawahi langsung beberapa controller sebagai tim medis.
Kedua, pasukan baris kedua yang akan bergerak setelah pasukan baris depan menyelesaikan misinya. Pasukan ini dipimpin oleh beberapa menteri, diantaranya Siwon sang menteri pertahanan, Yoochun sang menteri koordinator dalam bidang keamanan dan Victoria yang menjabat sebagai menteri agraria. Mereka tergabung dalam pasukan yang sama bukan tanpa alasan. Siwon yang merupakan pengguna elemen air akan sangat cocok dengan Yoochun yang menggunakan elemen es. Disamping itu, Victoria sebagai menteri agraria pasti sangat mengenal bagaimana tatanan dan kondisi wilayah darat disana, ditambah lagi dirinya yang merupakan seorang vegetal maker.
Pasukan mereka ini merupakan pasukan yang bertugas untuk memasuki wilayah musuh, menembus benteng pertahanan musuh dan mensterilkan jalur yang akan dilalui oleh pasukan ketiga. Pasukan ini dilengkapi oleh tank-tank tempur. Setiap tank akan diisi oleh dua orang. Sebagai informasi, tiga orang menteri tadi tidak berada dalam tank yang sama.
Selanjutnya adalah pasukan ketiga. Pasukan ini tidak mengguinakan alat transportasi apapun, namun dilengkapi dengan sepaket lengkap senjata, rompi anti peluru dan perisai pelindung. Pasukan ketiga bertanggung jawab untuk mengepung musuh dari arah samping karena pasukan dua akan lebih memfokuskan serangan pada jalur utama. Pasukan dua yang jumlahnya lebih sedikit pada penyerangan sisi samping akan diperkuat oleh pasukan ketiga ini. Pasukan ketiga terbagi menjadi dua kubu, yaitu sayap kanan dan sayap kiri. Sayap kiri dipimpin langsung oleh Eunhyuk selaku ice maker sedangkan sayap kanan dipimpin oleh Yunho. Saat mereka berhasil memojokkan nmusuh, kedua kubu akan bersatu membuat baris pertahanan di daerah lawan yang telah berhasil mereka taklukkan.
Pasukan dua dan tiga harus benar-benar terkoordinasi dengan baik karena diantara semua regu, pasukan inilah yang paling membutuhkan kerja sama tim.
Pasukan berikutnya adalah paramedis di baris belakang. Pasukan ini dipimpin oleh dua orang maker yaitu Lay si vegetal maker dan Suho si water maker. Pasukan ini seharusnya berada dalam kendali Leeteuk, tapi keadaan sang ratu sangat tidak memungkinkan untuk melakukan tugas ini. Beruntung karena Leeteuk memiliki dua orang murid dengan kemampuan penyembuhan yang hampir setara dengan dirinya. Sebenarnya ada tiga orang, tapi muridnya yang satu itu lebih tertarik pada mesin daripada menyembuhkan orang. Bisa menebak siapa orangya? Jika kau menjawab Donghae, maka selamat! Jawabanmu tepat sekali.
Donghae bekerjasama dengan Tao yang seorang ice controller sebagai teknisi utama untuk memperbaiki dan mempersiapkan berbagai jenis peralatan dan transportasi yang akan digunakan.
Dan untuk Suho, tentu kau bertanya-tanya bagaimana bisa seorang water maker bisa memiliki kemampuan penyembuh bukan? Mari ku jelaskan. Suho tentu saja tidak bisa mengeluarkan kekuatan penyembuh seperti halnya Lay, tapi ia sangat mahir menggunakan alat-alat medis dan meracik obat. Ditambah lagi air sangat erat kaitannya dengan kesehatan dan kebersihan. Jadi wajar saja jika rata-rata pengguna elemen air memiliki hubungan khusus dengan pengendali tumbuhan. Mereka sepertinya sudah ditakdirkan untuk saling terikat
Kemudian pasukan terakhir dan paling utama. Mengapa ku katakan utama? Itu karena pasukan ini adalah inti dari penyerangan yang sesungguhnya. Pasukan ini yang akan benar-benar menghabisi musuh karena tugas pasukan satu, dua dan tiga hanya sebagai pembuka dan pemukul mundur lawan.
Tentu kau tau jika yang kuat akan selalu muncul terakhir. Saat pasukan pembuka maju menjadi penyerang, pasukan utama akan berperan menjadi pasukan pertahanan. Tapi ketika regu pembuka berhasil, mereka akan berganti posisi.
Ku rasa kau pasti tau siapa pemimpin dlam pasukan utama ini. Tentu saja pangeran kita, Kim Yesung sang ice master. Kau tetntu tidak lupa bukan posisi panglima perang yang melekat pada dirinya?
Dalam pasukan yang dipimpin Yesung terdapat dua orang ice maker kepercayaannya, yaitu Ryewook dan Minseok.
Harus ku akui pasukan yang satu ini berisi orang-orang dengan rupa yang jauh dari kata manly, jantan, atau sebagainya. Tapi, meragukan mereka ku pastikan akan jadi kesalahan terbesar dalam hidupmu. Camkan itu!
Baiklah mari kembali pada tokoh-tokoh kita.
Saat ini Kangin, para menteri dan pemimpin masing-masing pasukan melakukan pertemuan terakhir sebelum melaksanakan tugas masing-masing.
"Kalian sudah mengerti tugas masing-masing bukan?"
"Siap yang mulia" Jawab mereka yang disana kompak
"Tetap berpikiran jernih dan lakukan perintahku. jangan membangkang. Persembahkan kemenangan untuk Alaktris kita"
"Siap laksanakan" Kembali mereka menjawab kompak sambil berpose hormat kepada sang raja
"Aku mengandalkan kalian. Pergilah"
"Yes my king!"
Mereka satu persatu keluar ruangan, menuju pasukannya masing-masing.
Sekarang hanya tersisa Kangin, Yesung, Sungmin, menteri Han dan menteri Park yang bertugas membantu Kangin menyusun strategi. Kangin tadi sengaja meminta Yesung dan Sungmin untuk tetap berthan di dalam ruangan tersebut
"Sungminie, Yesungie, pulanglah dengan selamat dan bawa berita kemenangan untuk Appa" Pinta Kangin sambil menepuk pundak kedua anaknya
"Tentu Appa, kami pergi" Hanya Sungmin yang menjawab. Sementara Yesung hanya menatap sang ayah.
'Percayakan padaku' arti tatapan Yesung yang sangat dimengerti oleh Kangin.
"Baiklah. Saatnya bekerja" Kangin berujar serius pada dua menteri kepercayaannya
.
.
.
.
.
Seperti yang telah direncanakan Kyuhyun sebelumnya, pasukan mereka terbagi dalam empat kelompok besar. Kelompok pertama yang dipimpin langsung oleh Hangeng berada digaris belakang sebagai pasukan pertahanan kerajaan dan warga sipil di dalamnya. Hangeng dibantu oleh dua flame maker kepercayaannya, Kris dan Chanyeol.
Pasukan kedua yang dipimpin oleh Henry sang light maker bersama dengan seorang Lightning maker bernama Changmin. Pasukan ini bertugas sebgai benteng pertama sebelum benteng kedua yang dipimpin langsung oleh sang raja. Pasukan ini akan menahan serangan dari pihak musuh, bersamaan dengan pasukan utama yang bertugas menerobos masuk ke daerah lawan.
Selanjutnya adalah pasukan penyerang utama yang dipimpin langsung oleh Kyuhyun. Jika saja sang eomma ada bersamanya, Kyuhyun pasti tidak akan berada di barisan ini. Pasukan ini awalnya akan menyerang secara bersamaan agar lebih mudah menembus pertahanan musuh kemudian berpencar untuk lebih memperluas serangan. Oleh karena itu, pasukan ini terdiri dari orang-orang elite yang sangat pandai bertarung.
Kibum dan Zhoumi yang merupakan kaki tangan langsung Kyuhyun juga ikut bagian dalam pasukan penyerang ini.
Jujur saja, hilangnya Heechul sedikit melemahkan kekuatan mereka. Karena jika di total, saat ini hanya ada dua orang master dipihak mereka. Sedangkan pihak musuh memiliki master sebanyak empat orang, dua kali lipat dari yang mereka miliki. Tapi hal itu tentu saja tidak bisa dijadikan alasan untuk kalah. Jumlah bukan masalah, yang penting adalah kekuatan dan kecerdasan. Jika dibandingkan secara nyata, kekuatan dari sisi Tarteis sebenarnya lebih dahsyat dari kekuatan pada sisi Alaktris.
"Yang mulia, apa kita akan terlebih dahulu menyerang?" Tanya Zhoumi pada Kyuhyun
"Tidak. Jika dugaanku tepat, maka sebentar lagi serangan pertama mereka akan datang"
"Jadi kita hanya akan membiarkannya saja?" Kali ini Kibum yang bertanya
"Aku sudah menyelidiki cara bertarung mereka, tenang saja" Ucap Kyuhyun santai
Sementara Zhoumi dan Kibum memandang Kyuhyun aneh. Pangeran mereka ini seperti tidak niat sekali melakukan perang. Buktinya saja mereka tidak dikomando untuk melakukan apapun. Hanya diam berkamuflase dibalik rerumputan dan dedaunan sambil menunggu serangan.
Apa Kyuhyun berencana membunuh mereka dengan suka rela!? Heol. Yang benar saja!
Syuuuttt...syuuttt
Beberapa saat kemudian dari arah barat laut muncul pesawat-pesawat tempur Alaktriss
Gotcha!. Kyuhyun menyeringai
1
2
3
Duaar...
Beberapa pesawat meledak di udara karena terkena sambaran petir beruntun
Duarr..
Aaarrgghhh...
Satu rudal berkecepatan tinggi berhasil membelah kilatan petir tadi dan tepat mengenai pasukan dalam baris terdepan.
"Sial" Rutuk Kyuhyun. Cuaca yang sedang berangin ini sangat menguntungkan pihak lawan.
Duarr...duarr...duarrrr
Tembakan beruntun yang sukses melubangi tembok pertahanan Tarteis.
Syuuut...splash duarr
Kembali kilatan petir menghantam beberapa pesawat tempur Alaktris
"Kibum. Sekarang" Seru Kyuhyun
Kibum yang mengerti langsung berdiri kemudian melemparkan bola api ke udara. Sebuah tanda untuk pengendali api yang lain
Wusshh...
Sedetik kemudian, lidah api menyambar hutan lebat di depan mereka. Baik itu di wilayah Tarteis maupun Alaktris. Menghasilkan kobaran api yang sangat panas.
"Sial" Kali ini Sungmin yang mengumpat. Cerdas juga musuh mereka ini. Ia sudah menduga bahwa mereka akan membakar hutan. Hawa panas akan mengurangi kecepatan angin, dan itu sangat tidak menguntungkan. Tapi ia cukup terkejut karena lawannya kali ini menggunakan taktik penyerangan langsung. Jika seperti ini, baris depan mereka akan semakin sulit ditembus.
Wusshhh..
Sungmin kembali menggunakan anginnya untuk menghindari kilatan-kilatan petir yang menyambar.
"Sehun bawa pasukanmu ke arah kiri. Jaejong ke arah kanan. Aku akan berada tepat di depan. Arahkan serangan pada satu titik" Sungmin memerintahkan anak buahnya melalu alat komunikasi yang terpasang di setiap pesawat.
"Baik yang mulia" Jawab mereka kompak
Sehun dan Jaejong pergi ke arah yang di instruksikan Sungmin tadi. Secara otomatis, pasukan mereka terbagi menjadi tiga kelompok besar.
"Ikuti aba-aba dariku" perintah Sungmin lagi
"Sekarang!"
Wuushhh...Duarrr...duar
Secara bersamaan mereka meluncurkan banyak rudal ke satu titik dengan sangat cepat karena mendapat tambahan dorongan kekuatan dari para pengendali angin.
Duaarrr...
Beberapa pesawat tempur kembali hancur karena tidak mampu menerima tekanan panas dari hutan yang terbakar tadi. Ditambah lagi kilatan-kilatan petir yang tidak ada hentinya menyambar.
"Mundur" Teriak Sungmin
Sungmin merasa sudah cukup, lagipula hampir setengah dari pasukannya sudah mereka habisi. Jika ia tetap nekat maju, maka dipastikan kematian akan menghampirinya. Lebih baik mereka menambah kekuatan pasukan dalam regu yang lain.
"Pengecut. Tidak akan ku biarkan" Desis Kyuhyun. Setelah membunuh sebagian besar pasukan baris depannya, mereka mundur begitu saja
Kyuhyun menghunuskan pedangnya ke udara, memicu kilatan petir yang semakin besar dan banyak.
Duarrr..
Kembali pesawat tempur bagian belakang pasukan Sungmin terbakar di udara.
"Sial" Umpat Sungmin lagi. Sepertinya musuh mereka kali ini sangat bersemangat.
"Tambah kecepatan" Perintahnya kemudian.
Setelahnya Sungmin mengubah kendali ke mode autopilot. Mengubah arah tempat duduknya menjadi menghadap ke belakang. Menekan sebuah tombol yang membuka celah kecil pada bagian pesawat. Celah yang kini ia gunakan untuk menyematkan moncong sniper sefage neire X miliknya.
Syuuutt...Duuaarrrrr
Hanya satu tembakan yang menghasilkan sebuah tornado besar tepat dibelakang pasukannya yang paling belakang.
"Rasakan itu" Seringainya kemudian
Tornado tadi menggulung sebagian besar kilatan petir dan kobaran api dibawahnya kemudian menghempaskannya ke tanah. Tepat dimana pasukan Kyuhyun berada.
Walaupun tidak terlihat jelas dari ketinggian seperti ini, tapi Sungmin yakin pasukan musuh pasti berada di bagian depan. Mereka mnggunakan taktik serangan langsung, dan hal ini harus diinformasikan kepada ayahnya.
"Bangun pertahanan di zona dua" Perintah Kyuhyun kemudian.
Pasukanya di zona satu sudah porak poranda. Seperempat lebih orang-orangnya terbunuh. Tapi untung saja bagian paling depan adalah kumpulan pengguna elemen api, jadi mereka dapat menggunakan kobaran api dari hutan yang terbakar sebagai pelindung.
"Kai" Panggil Kyuhyun
"Ada apa yang mulia"
"Temui ayahku dan katakan padanya untuk lebih memperkuat pertahanan di wilayah barat daya. Mereka akan menekan kita dari arah barat laut dan barat daya"
"Baik yang mulia" Kai membungkuk hormat kemudian sejurus kemudian pergi secepat cahaya dari hadapan Kyuhyun.
Ah sepertinya aku lupa menjelaskan jika Kyuhyun juga memiliki seorang light maker bernama Kai dalam pasukannya. Kibum yang seorang flame maker dan Zhoumi si lightning maker bawahan kepercayaannya.
Ingin bertanya mengapa Kyuhyun tidak menggunakan peralatan modern seperti halnya Alaktris? Jawabannya sederhana. Ia hanya sedang menyiapkan sebuah rencana kejutan untuk Alaktris.
.
.
.
.
.
"Haaahh. Mereka tidak seru" Seorang namja manis bersedekap tangan sambil menatap bosan
"Bagaimana bisa berakhir secepat itu" Tambahnya lagi
"Sabarlah sayang. Tentu saja ini masih permulaan" Sahut namja tampan disebelahnya
"Tsk..berhenti bersikap menjijikan padaku" Si namja manis menampakkan raut ingin muntahnya
"Hanya padamu sayang" Si namja tampan akan merangkul si namja manis sebelum tangannya yang bahkan belum mendarat itu sukses ditepis oleh si manis.
"Jangan sembarangan menyentuhku bodoh"
"Beginikah sikapmu pada kekasihmu huh?" Si tampan kecewa
Si manis menghela napas, bosan dengan tingkah orang yang saat ini sedang bersamanya itu.
"Ayolah sayang jangan diam saja. Apa aku membuat kesalahan lagi?"
"Sayang...bagaimana kalau jalan-jalan ke taman dan makan es krim disana?" Si tampan kembali bertanya diirinya dengan senyuman yang ia usahakan semanis mungkin
"Wajah sok bahagiamu sungguh menggelikan" Si manis menjawab datar
"Hahaha" Dan si tampan hanya menanggapi dengan tawa renyahnya
"Aku hanya meniru kebiasaan manusia-manusia bodoh itu" Tambah si tampan lagi
"Lalu bisakah kau tidak menguji cobakannya padaku?"
"Pada siapa lagi bisa ku lakukan huh?"
"Cari saja korban dari manusia-manusia bodoh itu"
"Tidak bisa. Lebih menyenangkan mengambil ketakutan mereka daripada harus melihat mereka tertawa karena hal konyol semacam ini"
"Kebahagiaan itu menjijikan" Si manis menunjukkan raut akan muntahnya kembali
"Heee tepat sekali" Mereka menyeringai.
Seketika aura-aura kelam mulai meliputi diri mereka berdua
Wushhh...
Sebuah cahaya berpendar menhampiri mereka berdua
"Sudah selesai dengan acara menontonnya?" Sesosok namja dengan eyeliner tebal muncul dari cahaya berpendar tadi
"Tontonan yang sangat tidak menarik" Jawab si manis
"Ingin membuatnya lebih menarik?" Si tampan bertanya dengan seringai yang tak lepas dari wajah mempesonanya
"Tentu" Jangan lupakan seringaian yang nampak sangat kontras di wajah si manis
"Tapi sayang sekali" Si namja dengan eyeliner tebal tadi menginterupsi. Sontak dua orang yang sudah lebih dulu berada disana langsung menatapnya.
"Aku tidak hanya datang untuk menyapa. Master memintaku untuk membawa kalian kembali" Tambahnya kemudian
"Tsk..bukankah rencananya sudah jelas. Aku ingin bersenang-senang" Si manis kesal
"Ingin membangkang huh?" Kali ini si namja dengan eyeliner tebal menunjukkan tatapan menantangnya
"Jika bisa" balas si manis acuh
"Hanya jangan lupakan dari mana asalmu" Si namja bereyeliner mencengkram lembut dagu si manis.
"Tsk terserah saja" Si manis menghempaskan tangan yang menyentuh dagunya kemudian dalam sekali kedipan mata menghilang dari tempat itu.
Si tampan hanya memutar bola matanya malas, jengah. Mereka berdua selalu seperti itu jika bertemu. Bukan pertenngkaran mereka yang membuatnya bosan, tapi sikap mereka yang selalu menganggapnya seperti tidak ada itulah yang membuatnya kesal.
"Tidak ingin menyusul" Tanya si namja bereyeliner pada si tampan
"Kurasa Master sudah sangat merindukanku"
"Percaya diri sekali kau" Cibir si namja dengan eyeliner tebal tadi
"Ku rasa kau lupa alasan Master melakukan semua ini" Si tampan memberikan tatapan meremehkannya
"Ku rasa kau lupa posisimu" Si namja bereyeliner menjawab sengit
"Ppfft...bertahanlah dengan cinta bertepuk sebelah tanganmu" Si tampan tersenyum meremehkan sebelum ikut berlalu dari tempat itu
"Gggrrr...sialan kau" Si namja beryeliner mendesis kemudian pergi menyusul dua orang yang tadi sudah lebih dulu meninggalkannya itu.
.
.
.
.
.
Pesawat yang tadi dikendarai oleh Sungmin mendarat dengan mulus pada landasan pacu, disusul oleh pasukannya yang lain.
"Bagaimana?" Ryeowook selaku wakil dari Yesung terlebih dahulu mencegatnya dengan pertanyaan
"Hanya 50 persen" Balas Sungmin
"Dari total 150 pesawat tempur yang kita kerahkan, hanya 53 yang berhasil kembali. Tapi kami berhasil memukul mundur mereka dari zona satu"
"Lumayan"
"Haaah cukup mengecewakan untuk permainan awal" Sungmin mencelos
"Tak apa. Semangat!" Ryeowook mengepalkan tangannya di udara. Memberi semangat seraya tersenyum begitu manisnya.
"Tentu" Sungmin tersenyum tak kalah manis. Tangannya bahkan sudah terangkat untuk mengusak rambut Ryeowook.
Sehun dan Jaejong yang mengekor di belakang Sungmin hanya tersenyum menatap interaksi manis pasangan di hadapan mereka.
Pasangan? Yup. Sungmin dan Ryeowook sudah resmi menjadi sepasang kekasih tepat setelah satu minggu acara ulang tahun Yesung diadakan. Tapi yang mengetahuinya hanya segelintir orang. Sehun dan Jaejong yang merupakan orang kepercayaan Sungmin dan Yesung. Orang tua mereka bahkan tidak tau. Bukannya mereka tidak ingin mengumbarnya, tapi mereka sangat sadar bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk bermesraan ria.
"Omong-omong, apa yang kau lakukan disini Wook-ah?" Tanya Jaejong
"Bukankah seharusnya kau bersama yang mulia Yesung?" Sehun tak mau ketinggalan ikut bertanya
"Yang mulia sendiri yang mengutus ku kemari, ia ingin mengetahui bagamana hasilnya?"
"Dia tidak meminta untuk menanyakan bagaimana keadaanku?"
"Tidak" Ryeowook menjawab dengan wajah polosnya
"Dasar anak itu" Sungmin manyun. Adiknya itu tidak mengkhawatirkan dirinya eoh?!
"Baiklah karena saya sudah tau hasilnya dan sudah melihat bahwa anda baik-baik saja, saya akan kembali pada yang mulia Yesung" Reyeowook undur diri
"Tunggu" Sungmin meraih tangan Ryeowook yang akan berlalu
"Tetap semangat dan berhati-hatilah. Aku mencintaimu" Dua kata terakhir diucapkan Sungmin dengan hanya gerakan mulut tanpa suara. Ryeowook kembali tersenyum manis
"Nado" Kemudian benar-benar pergi dari sana.
"Sehun"
"Iya yang mulia?"
"Pergi temui Donghae dan katakan padanya bagian mana saja yang harus diperbaiki"
"Baiklah. Kalau begitu saya permisi" Sehun pergi setelah sebelumnya membungkuk hormat pada Sungmin.
"Dan kau Jaejong. Data siapa saja yang tidak berhasil kembali"
"Baik yang mulia"
"Berikan datanya padaku sore ini. Karena malam harinya aku akan mengumumkannya pada keluarga mereka msing-masing"
"Baik"
"Oh dan jangan lupa siapkan prosesi pemakan untuk mereka yang gugur. Siapkan juga santunan untuk keluarga yang mereka tinggalkan"
"Kapan pemakaman simbolisnya akan kita adakan?"
"Malam ini juga. Jadi kerjakan dengan cepat"
"Tentu yang mulia"
Setelahnya Sungmin menuju ke tempat sang ayah berada. Melaporkan informasi yang berhasil ia peroleh secara langsung pada sang pimpinan tertinggi.
"Appa" Sungmin langsung memanggil sang ayah ketika memasuki tenda tempat ayahnya itu berada
"Bagaimana?" Kangin yang sedari tadi sibuk dengan berbagai gulungan kertas ditangannya mengalihkan pandangan pada putra pertamanya yang baru saja tiba.
Sungmin mengambil tempat duduk di depan sang ayah. Kemudian menatapnya serius
"Tidak gagal, kami berhasil menghancurkan zona awal mereka. Tapi kerugian kita lebih dari setengah bagian"
"Dari apa yang aku lihat. Mereka akan memusatkan pada serangan langsung satu arah. Mereka menempatkan pasukan terbaik di garis depan dan pangeran mereka Tan Kyuhyun" Tambahnya kemudian
"Benarkah?. Mereka bertaruh terlalu banyak, pertahanan mereka di bagian dalam pasti sedikit lemah"
"Appa benar, tapi garis depan mereka sangat sulit untuk ditembus"
"Ah!" Kangin mengingat sesuatu
"Jangan katakan pada Yesung bahwa Tan Kyuhyun itu berada di garis depan"
"Kenapa?" Bingung Sungmin
"Kau tau adikmu itu tidak akan mendengarkan perintah ketika seseorang yang sangat ingin ia musnahkan tepat dibarisan paling depan"
"Ah...appa benar. Yesung akan dengan senang hati merusak formasi dan strategi yang sudah kita susun"
"Oleh karena itu, rahasiakan hal ini darinya. Karena Appa sangat yakin ia akan segera lari dari posisinya saat tau berita ini"
"Bukannya Appa meragukan adikmu, hanya saja saat ini kita harus bermain aman karena tim medis kita tidak diperkuat oleh Eommamu. Tan Kyuhyun itu juga seorang master. Pertarungan antara sesama master pasti akan menimbulkan akibat yang sangat besar"
"Appa benar, aku akan merahasiakan ini. Tenang saja"
.
.
.
.
.
"Bagaimana?"
Maafkan aku jika sedari tadi terlalu banyak pertanyaan"bagimana"
"Apanya yang bagaimana?" Alih-alih menjawab, Ryeowook malah kembali bertanya
Plakk...
"Infonya bodoh" Minseok selaku tersangka yang bertanya dan menggeplak kepala Ryeowook bersungut kesal.
Minseok memang lebih muda dari Ryeowook, tapi jangan tanyakan tentang tata krama padanya. Ryeowook yang terkadang lambat seperti ini membuat siapa saja kesal. Dan Minseok yang selalu bersama Ryeowook bukanlah tipe orang yang memiliki tingkat kesabaran tinggi.
"Yak sakit tau"
Plakk...
Ryeowook balas memukul kepala Minseok. 'Enak saja dia memukul kepala cantikku' batin Ryeowook sebal.
"Dan dimana sopan santunmu pada hyung eoh?!" Sengit Ryeowook lagi
"Salah sendiri lambat begitu. Aku pikir otakmu akan bekerja lebih baik jika dipukul" Jawab Minseok santai
"Yak dasar dongsaeng kurang ajar!"
"Hyung pabo. Tidak berguna!" Minseok tak mau kalah
Tatapan Ryeowook menajam, giginya bergemelutuk menahan amarah. Minseok selalu berhasil memancing emosinya. 'Awas kau dongsaeng sialan' batinnya lagi
"Oh hyung lihat kepalamu mulai berasap" Minseok sepertinya tidak ada niatan untuk berhenti. Ckck
"YAK KEMARI KAU!" Ryeowook dengan teriakan delapan oktafnya adalah hal yang sama sekali tidak ingin kau dengar!
"Hentikan" Suara baritone lembut menginterupsi kegiatan mereka berdua yang sepertinya akan 'bermain' tangkap-menangkap.
Yesung sedari tadi dengan ekspresi tenang dan datarnya memperhatikan pertengkaran Ryewook dan Minseok, mereka memang suka adu mulut seperti itu jadi Yesung tidak ambil pusing dengan itu. Selama tidak merugikan dirinya, Yesung tidak peduli.
Mereka langsung berdiri mematung di hadapan Yesung. Sepenuhnya sadar bahwa kelakuan mereka tadi lumayan mengganggu sang pangeran. Sementara Yesung masih tetap tenang ditempatnya, namun dengan sedikit mengusap-usap telinganya yang berdengung.
Sebuah kode. Ryewook dan Minseok yang memiliki tingkat kepekaan tinggi itu langsung membungkuk hormat
"Maafkan kami yang mulia" seru mereka kompak
"Jadi?" Yesung bertanya tapi wajahnya tidak menunjukkan raut penasaran sedikitpun
"Ekhem...Jadi tadi saya sudah menemui pangeran Sungmin. Mereka berhasil memukul mundur musuh ke zona dua tapi kerugian di pihak kita cukup parah. Dari 150 pesawat tempur yang dikerahkan, hanya 53 yang berhasil kembali dengan selamat" Ryeowook mengakhiri penjelasannya.
"Lalu" Yesung kali ini menampakkan ekspresi seperti sedang...err..berpikir?
"Hanya sebatas itu informasi yang dapat saya sampaikan yang mulia. Mengenai kondisi atau bagaimana strategi musuh pangeran Sungmin tidak memberitahukannya kepada saya"
Yesung bangkit dari posisi duduknya untuk berdiri. Jujur ia bosan jika hanya terus bertahan seperti ini, tapi ia tidak ingin semakin menambah kesedihan sang ayah jika ia juga ikut membangkang. Duduk santai seperti ini sungguh bukan gayanya. Yesung merasa harus melakukan sesuatu.
Perlu ku katakan jika Kim Yesung yang sedang bosan bukanlah suatu perkara yang baik.
"Anda ingin kemana yang mulia?" Ryeowook memberanikan diri untuk bertanya ketika melihat Yesung mulai melangkah.
"Ryeowook tetap disini. Minseok periksa pertahanan di wilayah barat laut. Ada yang ingin ku lakukan"
Yesung terus melangkah menjauh dan semakin hilang di pandangan Ryeowook dan Minseok.
"Kemana yang mulia pergi?" Tanya Minseok
"Entahlah"
"Aneh" Gumam Minseok kemudian. Tapi masih didengar jelas oleh Ryeowook
"Jangan bicara macam-macam. Lebih baik kerjakan tugasmu tadi. Hush...hush" Usir Ryeowook
"Ishh baiklah. Dasar hyung cerewet"
"Pergi sana" Sebelum Minseok pergi Ryewook menyempatkan diri menendang bokongnya.
"Yak hyung bodoh!"
Ryeowook tidak membalas ejekan Minseok tadi, ia tetap setia menatap arah kepergian Yesung tadi. Benar kata Minseok, entah mengapa ada sesuatu yang terasa janggal pada Yesung. Seperti ada sesuatu yang Ryewook tidak bisa menjelaskannya dalam kata-kata. 'Ah...mungkin hanya perasaanku saja' batinnya kemudian
"Yak apa yang kau pikirkan bodoh!" Maki Ryeowook pada dirinya. Saatnya kembali pada tugas.
.
.
.
.
.
Deg..
Kyuhyun reflek meremas dada kirinya yang secara tiba-tiba berdenyut sakit.
"Anda baik-baik saja yang mulia?" Khawatir Zhoumi
"Tak apa" Kyuhyun dengan tenang menjawab walau denyutan jantungnya semakin terasa menyakitkan.
'Ada apa lagi ini' batinnya
"Anda yakin baik-baik saja?" Tanya Zhoumi lagi
"Jangan mengujiku" Ucap Kyuhyun dingin
"Maafkan saya yang mulia. Saya tidak bermaksud demikian" Sesalnya seraya membungkuk
"Yang mulia!" Seorang prajurit berlalri tergesa ke arah Kyuhyun
"Ada apa?" Kibum yang mewakili Kyuhyun untuk bertanya
"I-itu aa—a-
"Berbicara dengan jelas" Titah Kyuhyun
"Maafkan saya. Itu disana ada seseorang"
"Lalu?" Zhoumi ikut bersuara
"Dia bukan orang kita"
"Apa maksudmu huh?" Kibum mulai tidak sabaran
"Ada seseorang berjubah hitam tepat di depan gerbang zona satu. Kami tidak yakin tapi—
Prajurit tadi menggantung ucapannya. Takut apa yang akan ia ucapkan dianggap hanya bualan oleh sang pangeran
"Tapi apa huh? Jangan menguji kesabaranku" Kibum meraih kerah si prajurit. Hilang sudah kesabarannya
"Maafkan saya. Tapi orang itu adalah salah satu pangeran Alaktris. Kim Yesung"
"Apa!?" Zhoumi dan Kibum tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya. Berbeda dengan Kyuhyun yang saat ini tengah mengeluarkan aura kelam penuh dendamnya.
"Aku akan kesana" Secepat ucapannya, secepat itu pula Kyuhyun menuju tempat yang dikatan prajuritnya tadi.
Kim Yesung
Kim Yesung
Kim Yesung
Nama itu selalu Kyuhyun rapalkan dalam pikirannya. 'Ternyata orang itu sudah siap menyerahkan nyawanya' batin Kyuhyun
"Wah cepat juga" si namja berjubah hitam tadi menyeringai saat Kyuhyun sudah berada dalam jangkauan pandangannya
"Kim Yesung" Kyuhyun mendesis
"Uhh menakutkan" Yang Kyuhyun sebut Yesung itu menampilkan ekspresi sok takutnya
"Aku akan membunuhmu"
"Beginikah sikapmu pada kekasihmu huh?"
Sepertinya aku kenal seseorang yang juga pernah mengatakanhal ini.
"Apa maksudmu!?"
"Aku ingin menyapamu tapi mengapa kau begitu kasar padaku" Rautnya terlihat sangat memelas. Bahkan untuk sepersekian detik berhasil membuat Kyuhyun terpaku.
"Sialan" Maki Kyuhyun. Lebih tepatnya pada dirinya.
"Hahaha. Santai sayang, wajah tegangmu lucu sekali"
Kyuhyun tidak menjawab, ia hanya menatap orang di depannya ini dengan pandangan tajam sarat akan kebencian
"Dimana ibuku?"
"Mengapa bertanya padaku sayang?"
"Berhenti bertingkah menjijikan dan katakan dimana ibuku!" Kyuhyun menghunuskan pedangnya. Sedangkan namja yang dipanggil oleh Kyuhyun sebagai Yesung tadi sedikit mundur untuk menghindar.
"Wah hampir saja. Kau tega menyakiti kekasihmu ini?"
"Tidak hanya sakit. Ku pastikan kematianmu di tanganku" Ancam Kyuhyun
"Baiklah. Sedikit bermain sepertinya tidak masalah"
Wusshh...krakkk
Sebuah tombak dari es muncul dari pergelangan tangan Yesung
"Coba hindari ini sayang" Ucapnya lagi dengan senyum termanisnya
Brakk...bruukk...slashh
Semua serangan Yesung berhasil ditangkis Kyuhyun dengan petirnya.
"Lumayan"
Jdarr...duaarrr
Sebuah kilatan petir menyambar tapi dengan sigap Yesung menghindar.
"Hahaha kau agresif sekali sayang"
"Berhenti bermain-main dan katakan dimana ibuku sialan!?" Kyuhyun semakin kalap
Jdarr...krakk
Jdarr...krakk
Bunyi petir yang bertubrukan dengan pecahan es nyaring terdengar. Udara bahkan mulai tak menentu. Dingin panas bergantian secara tak teratur.
Beginikah jika dua orang master saling bertarung?
'Kau dimana?' Sebuah suara muncul di kepala Yesung
'Bermain'
'Cepat kembali bodoh. Master mencarimu'
'Menganggu saja'
'Jangan sampai aku kesana dan menyeretmu'
'Haah baiklah aku akan kembali'
'Cepat'
'Sabar bodoh'
Wuushh...splashhh...duarr
"Hampir" Sedikit lagi Yesung akan terkena petir Kyuhyun
"Oh maaf sekali sayang, sepertinya kita sampai disini saja" Yesung kemudian menutupkan tutup jubah di kepalanya. Ia menatap Kyuhyun dingin dengan seringai yang kembali menghiasi wajah manisnya.
"Ibumu bersama kami. Dan satu lagi, namaku Jongwoon. Bukan Yesung" Setelahnya ia menghilang
"Jangan pergi sialan!" Teriak Kyuhyun
"Arrgggh" Kyuhyun menggeram. Buku-buku tangannya semakin memutih karena terlalu erat menggenggam pedangnya.
"Sialan!"
.
.
.
.
.
"Uhh" Heechul bangun dengan perasaan sakit di sekujur tubuhnya. Ia segera mendudukkan dirinya diatas tempat tidur yang ia tempati.
"Dimana ini?" Tanyanya. Ruangan ini sangat asing baginya.
Sliing...sliing
"Apa ini!?" Heechul terkejut melihat kedua tangan dan kakinya dililit oleh sebuah rantai besi.
"Kenapa kekuatanku tidak mau keluar? Ada apa ini?" Paniknya
Krieett..
Pintu mahony cokelat di ruangan itu terbuka, menampilkan sesosok yeoja bermata sipit namun dengan tatapan yang begitu tajam
"Eoh sudah bangun rupanya"
"K-kau bu-bukankah—" Kata-kata Heechul menggantung di tenggorokan. Ia sangat terkejut. Sungguh.
"Master" Sebuah suara menginterupsi yeoja tadi
Saat ini, sudah berdiri tiga orang namja berjubah hitam dibelakang gadis tadi.
"Kalian sudah datang. Bagus. Ke ruanganku sekarang. Oh iya Baek, urus orang itu. Ia baru saja sadar"
"Baik master"
Yeoja yang sepertinya akan masuk ke ruangan Heechul tadi berbalik pergi. Ketiga orang tadi mulai mengekor dibelakangnya.
"Tutup pintunya" Namja paling manis disana memerintah
Namun, Heechul kembali tercekat ketika melihat rupa orang yang akan menutup pintu itu. Wajah itu. Wajah tampan dengan surai cokelat yang sangat Heechul kenal.
"K-Kyu" Serunya pelan. Teramat pelan.
Blam..
Pintu itu sukses tertutup. Meninggalkan Heechul dengan berjuta pertanyaan dibenaknya.
"Ada apa?" Si namja manis bertanya
Si namja tampan mengangkat alis. Apa maksud pertanyaan barusan?
"Dia juga ibumu. Pasti kau merasakan sesuatu bukan?"
"Sok tau" Cibir si tampan
"Yak Jongwoon, Guixian. Jangan diam saja. Cepat kemari!"
"Dasar nenek sihir" Gumam si manis Jongwoon
"Aku mendengarmu Jongwoon. Dan Guixian berhenti mentertawakanku"
Tanpa basa basi lagi, mereka menuju ke tempat sang master. Aura mereka yang semula cukup bersahabat kembali menggelap.
TBC
Sebelumnya aku mau terima kasih banget buat ayakyusung134, Sukayesunguke, han yong neul, babykyusung, cloudsgyu, Iput Thea, Yehyun324, Kyukyu, kyucung, KookieL, Caesar704, deewookyu, guixiannim, shitao47, Kim YeHyun, Kim rose, Oryza naranatha, misslah, Kzerokun96 dan Guset' yg kgak ada namanya yang udah mau baca dan review epep abal ini. Gomawoooooo #ketchupatuatubolehkaliyak xD
Fiuuhh...Akhirnya apdet juga setelah sekian lama
Makin bingung kah sama ceritanya? wkkk sengaja XD
Revie?^^
